Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MATA KULIAH

ECOTOURISM
PENGARUH EKOWISATA DI KEPULAUAN SERIBU
(PULAU TIDUNG, PARI , HARAPAN)

OLEH:
ANGGUN PUTRI RISMINI
26020111140085
ILMU KELAUTAN B

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

Industri pariwisata merupakan salah satu industri terbesar dan merupakan sektor jasa
dengan tingkat pertumbuhan paling pesat di dunia saat ini. Hal ini didukung oleh data yang
dikeluarkan Organisasi Kepariwisataan Dunia (UNWTO, United Nations World Tourism
Organization, 2011) , yang melaporkan bahwa pertumbuhan kepariwisataan global
menunjukkan pemulihannya dari keterpurukan akibat krisis ekonomi pada tahun 2008-2009.
Semakin dinamisnya perkembangan industri pariwisata dan terus diperkuat oleh kemajuan
tingkat kesejahteraan ekonomi didunia, menjadikan pariwisata memiliki peran penting dalam
pembangunan perekonomian bangsa-bangsa didunia saat ini. Bahkan , menurut IUOTO
(International Union of Official Travel Organization) yang dikutip oleh Spillane (2002),
pariwisata mestinya dikembangkan oleh setiap negara karena delapan alasan utama seperti
berikut ini:
(1) Pariwisata sebagai faktor pemicu bagi perkembangan ekonomi nasional maupun
international.
(2) Pemicu kemakmuran melalui perkembangan komunikasi, transportasi, akomodasi, serta
jasa-jasa pelayanan lainnya.
(3) Perhatian khusus terhadap pelestarian budaya, nilai-nilai sosial agar bernilai ekonomi.
(4) Pemerataan kesejahtraan yang diakibatkan oleh adanya konsumsi wisatawan pada sebuah
destinasi.
(5) Penghasil devisa.
(6) Pemicu perdagangan international.
(7) Pemicu pertumbuhan dan perkembangan lembaga pendidikan profesi pariwisata maupun
lembaga yang khusus yang membentuk jiwa hospitality yang handal dan santun.
(8) Pangsa pasar bagi produk lokal sehingga aneka-ragam produk terus berkembang, seiring
dinamika sosial ekonomi pada daerah suatu destinasi.
Oleh karena daya tarik dari industri pariwisata yang sangat besar tersebut, banyak
negara khususnya negara berkembang berupaya memajukan sektor industri pariwisata dengan
cara memperbaiki infrastruktur pariwisata, penyediaan insentif berupa pembebasan visa
kunjungan wisata, promosi dan pemasaran ke luar negeri. Hal tersebut dilakukan dengan
harapan agar para wisatawan tertarik untuk datang berkunjung dan membelanjakan uangnya.
Pariwisata memberikan keuntungan sebagai dampak positif dan kerugian sebagai dampak
negatif. Beberapa keuntungan dari pariwisata terhadap perekonomian di antaranya adalah
sebagai berikut: salah satu sumber devisa negara; menghasilkan pendapatan bagi masyarakat;
menghasilkan lapangan pekerjaan; meningkatkan struktur ekonomi, peningkatan pendapatan
masyarakat dari industri pariwisata menjadikan
struktur ekonomi masyarakat menjadi
lebih baik, masyarakat dapat memperbaiki kehidupan dari bekerja di industri pariwisata;
membuka peluang investasi; mendorong aktivitas wirausaha (enterpreneurships). Akan
tetapi secara bersamaan juga menimbulkan berbagai dampak negatif seperti pergeseran nilai -

nilai sosial budaya maupun pencemaran lingkungan fisik dan biotis seperti yang terjadi di
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Sawitri dkk, 2004), tercemarnya ekosistem air
sebagai akibat perilaku beberapa pengunjung wisata alam. Isu dampak negatif pariwisata
inilah yang mengakibatkan perubahan paradigma pola wisata dewasa ini, dari model
pariwisata massal ( mass tourism ) atau pariwisata konvensional ke model pariwisata
alternatif ( alternative tourism).
Dimana salah satu model wisata alternatif tersebut adalah ekowisata (eco-tourism),
yaitu kegiatan perjalanan wisata dengan tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan
untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam, hewan atau tumbuhan liar di lingkungan
alaminya serta sebagai sarana pendidikan (Deptan, 2005). Ekowisata memiliki potensi yang
besar untuk berkembang baik dalam skala nasional maupun global. Hal ini didukung oleh
laporan World Travel Tourism Council (WTTC ) tahun 2000, pertumbuhan rata-rata
ekowisata sampai 10 persen per tahun atau lebih tinggi dari pariwisata umumnya yang
sebesar 4,6 % per tahun.Salah satu contoh destinasi ekowisata yang sedang mengalami
perkembangan adalah pulau pramuka, kepulauan seribu yang lokasinya relatif berada tidak
jauh dari DKI Jakarta. Di wilayah kabupaten ini terdapat pula sebuah zona konservasi berupa
taman nasional laut bernama Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNKPS). Sebagai
daerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan dan di dalamnya juga terdapat
zona konservasi, maka tidaklah mengherankan bilamana pengembangan wilayah kabupaten
ini lebih ditekankan pada pengembangan budidaya laut dan pariwisata.
Tetapi belakangan ini terjadi ketimpangan yang cukup besar dalam hal kunjungan
wisatawan antara pulau yang satu dan pulau yang lain. Bahkan dapat dikatakan pesona pulaupulau lain, khususnya pulau pramuka , kelurahan pulau panggang , seakan tenggelam
ditengah derasnya kunjungan wisatawan ke pulau primadona yang akhirnya membuat
potensi ekowisata pulau pramuka terabaikan dan relative tidak diketahui oleh wisatawan
banyak.
Hal inilah yang menjadi sebuah tantangan bagi balai TNKp bagaimana untuk
mengemas (packaging) dan membuat perencanaan (programming) atas produk wisata di
kepulauan seribu agar gaung dari ekowisata pulau pramuka tetap terdengar. Adapun langkah
pertama yang diperlukan untuk membuat suatu perencanaan program wisata adalah pihak
pengelola perlu mengetahui apa saja atribut-atribut yang menjadi kesukaan atau keinginan
wisatawan dari suatu produk wisata dimana keinginan wisatawan tersebut merupakan hal
yang masih mungkin disediakan oleh pemasar. Menurut Kadampully (2002:12)
mengemukakan bahwa dalam Menyusun sebuah program wisata harus terdiri berbagai unsur
seperti akomodasi, food & beverage dan entertainment.
Kepulauan Seribu memiliki kekayaan bahari yang berlimpah ruah sehingga
menjadi salah satu atraksi wisata bagi para wisatawan. Kegiatan ekowisata tentu
menghasilkan dampak bagi daerah lokalnya. Secara umum ekowisata yang terjadi
di Kepulauan Seribu menyebabkan dampak ekonomi yang positif bagi pengembangannya.
Pernyataan masyarakat mengindikasikan terjadinya peningkatan dari segi
pendapatan
dan/atau usaha yang berkaitan dengan kegiatan ekowisata di Kepulauan Seribu.

Selain itu, kegiatan ekowisata menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup besar
bagi masyarakat
lokal maupun masyarakat di luar wilayah Kepulauan Seribu.
Peningkatan pendapatan juga terjadi pada penerimaan daerah, terutama dari sektor
perdagangan, hotel dan restoran.
Perlu adanya pembenahan terhadap objek
ekowisata dan pelatihan terhadap masyarakat lokal mengenai ekowisata yang
berlangsung di daerahnya untuk meningkatkan minat dan daya tarik wisatawan
untuk meningkatkan ekonomi lokal wilayah Kepulauan Seribu.
Tiga tujuan utama para wistawan ke wilayah Kepulauan Seribu adalah :

Pulau Tidung

Pulau Tidung adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu


Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta,Indonesia. Pulau tidung ini terbagi dua yaitu,
Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Penggunaan wilayah di pulau ini berkembang
ke arah wisata bahari seperti menyelam serta penelitian terhadap terumbu karang.
Pulau Tidung yang terdiri dari Tidung Besar dan Tidung Kecil yang dihubungkan
oleh jembatan panjang yang dinamakan Jembatan Cinta oleh penduduk setempat ini terletak
di Kepulauan Seribu Selatan bagian barat, dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam
perjalanan dari Muara Angke dengan kapal penumpang.
Sebagai salah satu tujuan favorit paket wisata, pulau tidung ini dapat ditemui
perkampungan penduduk dan beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman
ringan, selanjutnya jalan setapak yang panjang ini ini akan melewati fasilitas umum, seperti
kantor polisi, sekolah setingkat SMU untuk para pelajar dari pulau sekeliling, kumpulan
warung dan menuju ke jembatan cinta yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dengan
Pulau Tidung Kecil tanpa penduduk.
Di awal jembatan penghubung ini, akan ditemui jembatan yang cukup tinggi untuk
melalui suatu cekungan laut yang agak dalam, dimana banyak anak kecil penduduk setempat
memperagakan loncat indah dari jembatan sebagai sarana bermain mereka, cukup menghibur
para wisatawan dan amat mengundang keinginan untuk bisa bergabung dengan mereka
melakukan loncat indah di pantai biru tanpa ombak.
Pulau Tidung adalah salah satu pulau di Pulau Seribu, pulau Tidung memiliki ikon
jembatan Cinta semakin naik pamor di mata para traveler sejak banyaknya media marketing
online melalui mesin pencari yang menyebarkan informasi tentang Pulau Tidung. Ada 2
pulau yang terdapat di kawasan Tidung, yakni Tidung besar dan Tidung kecil. Kedua pulau
tersebut dihubungkan oleh jembatan kayu yang memiliki panjang 800 m. Banyak traveler
yang berlalu lalang di atas jembatan itu. Tidung besar selalu dipenuhi traveler untuk
mengahabiskan waktu liburan. Sedangkan Tidung Kecil merupakan tempat budidaya
mangrove oleh penduduk setempat.
Ada banyak cara untuk menghabiskan waktu di Pulau Tidung. Tak berbeda jauh
dengan pantai lain, di sana Anda bisa snorkeling di pelesir pantai. Jika ingin lebih dalam

menyelami birunya laut Pulau Tidung, Anda harus mencoba diving. Traveler akan menemui
karang-karang cantik. Selain bermain air, traveler dapat bersantai mengelilingi pulau dengan
sepeda. Kalau traveler berani menguji adrenalin, ada cara tersendiri jika datang ke pulau ini.
Anda tak boleh melewatkan serunya loncat dari jembatan cinta setinggi 5-6 m ke perairan
pantai. Sudah banyak traveler yang membuktikan loncat dari jembatan itu tanpa pengaman
apapun.
Di penghujung jembatan penghubung, menapaki pantai Pulau Tidung Kecil yang merupakan
kawasan pengembangbiakan mangrove, masih tampil indah ditelusuri dengan bersepeda,
melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang dan pantai sepi yang pasirnya putih
lembut, sangat indah pemandangannya.

Pulau Pari

Pulau Pari yang terkenal dengan pantai pasir perawan. Masing-masing pulau ini
memang mempunyai cirikhas sendiri dan menjadi keunikan yang dikenal oleh wisatawan.
Dahulu Pulau Pari lebih dikenal sebagai pulau untuk penelitian habitat laut seperti rumput
laut dan terumbu karang. Disana berdiri sebuah lembaga yang melakukan penelitian tersebut
yaitu Lembaga Oceanografi LIPI ( LON LIPI ). Kantor LON LIPI berada di sebelah barat
dari pulau pari. Para pengunjung juga bisa mengunjungi tempat tersebut untuk sekedar
melihat-lihat atau juga untuk melakukan penelitian disana. Banyak mahasiswa dari beberapa
universitas negeri juga sering melakukan penelitian di LON LIPI. Mereka umumnya
melakukan penelitian tentang biota laut dan ekosistem pendukungnya. Hal ini juga sangat
menunjang kelestarian keanekaragaman hayati yang ada di laut khususnya di sekitar pulau
pari. Wilayah LIPI meliputi sebagian besar daerah di ujung barat sampai hampir
pertengahannya. Sebagian wilayah pulau pari saat ini masih dikuasai oleh perusahaan swasta
dan hanya sebagian kecil yang masih dimiliki oleh penduduk lokal. Hal ini menjadikan
wilayah pemukiman disana masih jarang atau sedikit. Sebagian penduduk bermukin diatas
tanah milik perusahaan swasta tersebut.
Objek utama wisata pulau pari adalah Pantai Pasir Perawan yang berada disebelah
timur laut pulau tersebut. Pantai dengan pasir putih ini terhampar sepanjang pulau hampir 500
meter menghadap ke utara. Disekeliling pantai tampak tumbuh koloni mangrove untuk
membantu mengurangi abrasi karena hantaman ombak. Pemandangan indah juga nampak
disekitar Lagoon diutara pulau tersebut. Jika sedang surut lagoon tersebut berubah menjadi
daratan dengan pasir putih dengan beberapa genangan air yang kadang berisi biota laut
seperti bintang laut, ikan-ikan kecil dan lain sebagainya. Kita bisa menyusuri lagoon ini
dengan berjalan kaki jika airnya sedang surut atau juga bisa dengan perahu sampan jika
airnya sedang pasang.
Seperti wisata pulau seribu pada umumnya, di pulau pari kita juga melakukan aktifitas
di laut seperti Berenang, Snorkeling, Diving, Mancing ( Fishing ) dan juga berbagai
permainan air. Permainan air yang tersedia di pulau pari saat ini adalah banana boat, jetsky,
sofa boat, donat boat, dan kano ( kayak ). Aneka permainan ini bisa kita dapatkan dengan
harga yang relatif murah dan terjangkau oleh hampir semua kalangan. Harga yang ditawarkan

mulai dari 35.000 rupiah per orang untuk sekali trip saja untuk banana boat, sofa boat, donat
boat. Dengan demikian kita bisa mendapatkan paket wisata pulau pari juga dengan harga
yang relatif murah jika dibandingkan dengan wisata ke bali atau lombok.

Pulau Harapan

Pulau Harapan di kelilingi pantai pantai kecil yang cantik dan menawan. Luas pulau
ini besarnya hampir mendekati pulau besar yang ada di Kepulauan seribu. Keelokan birunya
laut pulau ini cukup tersohor di kalangan wisatawan. Berlibur ke pulau ini, tak perlu
menyiapkan isi kantong yang tebal. Pulau ini sangat cocok untuk melepas kebosanan rutinitas
sehari hari.
Selain pulau pulau tersebut, Pulau Harapan merupakan salah satu tujuan wisata
bahari di kawasan kepulauan seribu yang layak anda kunjungi. Banyak kelebihan yang
dimiliki nya, yaitu :
o Pulau Harapan adalah pulau penduduk yang masih asri dan tenang, selain berwisata
bahari anda juga dapat menikmati aneka kulinernya yang khas asli pulau.
o Selain itu Pulau Harapan adalah pulau yang berdekatan langsung dengan Bandar
udara Kepulauan Seribu yang terletak di pulau panjang. di pulau ini pula terdapat
sebuah makam salah satu tokoh yang masih memiliki kekerabatan dengan
kesultanan banten, yaitu Syeikh Mahmud Bin Zakaria. jika anda mau, anda dapat
melakukan ziarah ke pulau ini.
o Kondisi alam disekitar Pulau Harapan masih terjaga sehingga masih banyak
ditemukan ikan maupun karang hias yang masih alami. selain itu, Spot snorkling dan
diving nya jauh lebih bagus, sehingga sangat mungkin Pulau Harapan akan menjadi
tujuan wisata yang sangat diminati.
o Seperti kata pepatah : Sekali mendayung 2 atau 3 pulau terlampaui. pepatah
tersebut sangat cocok untuk pulau harapan, karena dengan berwisata ke pulau
harapan, anda akan diajak untuk melakukan touring ke pulau pulau lain nya di
sekitar pulau harapan, seperti : pulau genteng, pulau panjang, pulau bira pulau kayu
angin bira, pulau bulat, pulau pemagaran, dll.
Namun, pariwisata memberikan dampak yang merugikan bagi masyarakat di antaranya
sebagai berikut:
a. Bahaya ketergantungan (overdependence) terhadap industri pariwisata. Beberapa
daerah tujuan wisata menjadi sangat tergantung dari kepariwisataan untuk kehidupannya. Hal
ini menjadikan wisatawan sangat rentan terhadap perubahan permintaan wisata. Pariwisata
merupakan industri yang dipengaruhi oleh banyak hal, seperti harga, gaya hidup, politik, dan
ketersediaan energi. Apabila faktor-faktor itu mengganggu kepariwisataan, maka masyarakat
yang menggantungkan hidup pada pariwisata akan terganggu.
b. Peningkatan inflasi dan nilai lahan. Ada kemungkinan lain yang membawa kehidupan
masyarakat di daerah tujuan wisata menjadi lebih buruk. Inflasi dan peningkatan nilai lahan
di daerah tujuan wisata menjadi konsekuensi dari pengembangan pariwisata. Resiko

wisatawan membeli lahan dengan harga yang tinggi menjadi ancaman bagi masyarakat
setempat. Harga di daerah tujuan wisata menjadi berkali-kali lipat karena wisatawan mampu
membeli dengan harga yang lebih tinggi. Masyarakat pun harus menguras uang yang lebih
dalam untuk mendapatkan kebutuhannya.
c. Peningkatan frekuensi impor. Wisatawan datang dari berbagai negara yang membawa
kebiasaan sehari-hari ke destinasi wisata sehingga penyedia jasa dan produk wisata harus
menyesuaikan dan menyediakan kebutuhan tersebut. Akibatnya, pengusaha pariwisata harus
mengimpor produk dan jasa yang dibutuhkan oleh wisatawan. Sebagai contoh, wisatawan
Eropa terbiasa minum anggur (wine), sementara Indonesia bukan negara penghasil minuman
tersebut sehingga pengusaha pariwisata harus mengimpor dari negara di tempat produk
tersebut dihasilkan.
d. Produk musiman. Sifat pariwisata tergantung dari musim. Ketika musim sepi kunjungan,
wisatawan jarang berkunjung sehingga penghasilan penduduk berkurang. Produsen yang
mengandalkan kehidupan penjualannya sepenuhnya di industri pariwisata akan mengalami
masalah keuangan.
e. Pengembalian modal lambat (low rate return on investment). Industri pariwisata
merupakan industri dengan investasi yang besar dan pengembalian modal yang lambat. Hal
ini menyebabkan kesulitan bagi pengusaha pariwisata dalam mendapatkan pinjaman untuk
modal usaha.
f. Mendorong timbulnya biaya eksternal lain. Pengembangan pariwisata menyebabkan
munculnya biaya eksternal lain bagi penduduk di daerah tujuan wisata, seperti biaya
kebersihan lingkungan, biaya pemeliharaan lingkungan yang rusak akibat aktivitas wisata,
dan biaya peluang lain.Sehingga, diperlukan managemen yang baik dalam pengembangan
ekowista laut.