Anda di halaman 1dari 6

Politeknik

Politeknik merupakan satu bagian dari Sistem Pendidikan Nasional khususnya pendidikan tinggi
yang berusaha mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), melalui jalur pendidikan vokasi.
Pendidikan vokasi selalu berpartisipasi aktif menegakkan perekonomian bangsa dan negara,
melalui SDM yang mempunyai keterampilan yang praktis dan memadai. Program Pendidikan
Politeknik merupakan jalur Pendidikan Vokasi pada tingkat Perguruan Tinggi yang membekali
lulusannya dengan keterampilan yang didukung dengan pengetahuan dasar teoritis yang cukup
dan sikap disiplin yang tangguh. Dengan bekal itu, diharapkan alumni Politeknik betul betul
menjadi tenaga vokasional di bidangnya, khususnya di bidang Keteknikan (Engineering) dan
Tata Niaga (Commerce).

Dasar hukum Pendirian Politeknik adalah Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi,
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 032 DJ/KEP/1979, tentang pembentukan
Politeknik di 6 (enam) Daerah/Perguruan Tinggi. Di Indonesia, sistem pendidikan politeknik
sudah dirintis sejak Pelita II. Awalnya dibuka pendidikan Politeknik Mekanik Swiss di Bandung
pada tahun 1976 yang menjadi model pendidikan Politeknik, kemudian sekarang bernama
Politeknik Manufaktur (POLMAN) Bandung yang dinilai berhasil baik. Pembangunan
Pendidikan Politeknik dilakukan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai suatu
proyek pemerintah yang dibiayai dengan bantuan Bank Dunia (World Bank). Pembangunan
Tahap I (pertama), dimulai pada tahun 1979 sebanyak 6 (enam) lokasi Politeknik, yang
menyebar di :

1. Medan : Politeknik Universitas Sumatera Utara (USU)


2. Palembang : Politeknik Universitas Sriwijaya (UNSRI)
3. Jakarta : Politeknik Universitas Indonesia (UI)
4. Bandung : Politeknik Institut Teknologi Bandung (ITB)
5. Semarang : Politeknik Universitas Diponegoro (UNDIP)
6. Malang : Politeknik Universitas Brawijaya (UNIBRAW)

Proses Pendidikan Politeknik

Pola Pendidikan Politeknik menganut sistem pendidikan intensif. Perkuliahan diselenggarakan


pada kelas kecil, dengan jumlah maksimum 26 mahasiswa per kelas. Seluruh mahasiswa pada
semester dan program studi yang sama akan mengikuti perkuliahan yang sama. Sistem
penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di Politeknik menganut sistem jam yang
disesuaikan dengan Sistem Kredit Semester (SKS). Satuan bebannya disebut dengan satuan
kredit semester (sks).

Beban kegiatan dan proses belajar mengajar selama 38 jam per minggu (6 hari per minggu)
sebanyak 18-23 sks. Beban sks tiap program studi untuk program D III sebanyak 112-120 sks
bergantung dari jenis program studinya.

Dalam satu tahun akademik diselenggarakan 2 semester kegiatan pendidikan, semester A (ganjil)
dilaksanakan dari bulan September sampai dengan bulan Februari dan semester B (genap)
dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Agustus. Semester merupakan satuan waktu
terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan pada suatu jenjang. Artinya
program pendidikan suatu jenjang secara lengkap dari awal hingga akhir dibagi dalam
penyelenggaraan semesteran, dengan kata lain seorang mahasiswa dalam menyelesaikan
program pendidikan secara lengkap dibagi-bagi ke dalam program semester.

Program semester berisi penyelenggaraan pendidikan berbentuk kuliah, praktikum, praktik kerja
lapangan (PKL), dan bentuk lain beserta evaluasi keberhasilannya. Satu semester setara dengan
19- 21 minggu kuliah. Evaluasi kegiatan belajar mengajar diadakan 2 kali per semester yaitu
pada tengah semester sebagai alat pemantau hasil belajar mengajar dan pada akhir semester
sebagai penentu kelanjutan kuliah bagi
mahasiswa. Pada evaluasi akhir semester ditetapkan mahasiswa yang berhasil lulus dapat
melanjutkan kuliah ke semester berikutnya dan bagi mahasiswa yang gagal (tidak lulus) tidak
dapat melanjutkan kuliah lagi (drop out).

Politeknik Samarinda
Politeknik Negeri Samarinda atau disingkat Polnes adalah sebuah perguruan tinggi negeri
yang terletak di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Sebelumnya bernama
Politeknik Universitas Mulawarman, yang resmi berdiri berdasarkan surat keputusan
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi No.080/Dikti/Kep/85 tertanggal 3 Desember 1985.
Polnes memiliki lokasi kampus di Jalan dr. Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Samarinda
Seberang dengan luas lahan 10 hektare, yang dilengkapi dengan gedung Direktorat, Ruang
kuliah, Ruang Serba Guna, gedung Labolatorium dan Bengkel, Gedung Perpustakaan, Gedung
Pusat Komputer, Gedung Pusat Bahasa, Gedung Pusat Kegiatan Kemahasiswaan dan gedung
penunjang lainnya.
Sejarah
Politeknik Samarinda merupakan bagian integral dari sistem pendidikan tinggi di Indonesia
sesuai dengan SK No. 086/O/1997 tanggal 28 April 1997. Kemudian diperbaharui melalui
keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No.132/0/2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja
yamg menetapkan Politeknik Negeri Samarinda sebagai Tipe A.
Pengembangan
Sejarah Pembangunan, Pengembangan dan Penguatan Politeknik Negeri Samarinda, sejak
didirikan dan dibentuknya hingga saat ini tidak terlepas dari penanganan khusus Pemerintah
Republik Indonesia melalui Program Pengembangan secara bertahap, yang antara lain adalah:
1. Tahun 1996, melalui bantuan pembiayaan dari world Bank dalam Program Pembentukan
dan Pembangunan Politeknik Diploma II (tahun 1996)
2. Tahun 1996 melalui pembiayaan Asean development Bank (EEDP) dalam Program
Pengembangan Politeknik Diploma III
3. Tahun 2001, dengan bantuan pembiayaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui
APBD I dalam Program Penguatan dan Pengembangan.

Program studi
Program studi pertama kali
Pendidikan yang dilaksanakan pada saat itu meliputi:
1. Bidang rekayasa terdiri dari Program Studi Teknik :
o

Mesin

Sipil

Elektro

2. Bidang Tata Niaga terdiri dari Program Studi :


o

Akuntansi

Administrasi Bisnis

Tahun ajaran 1993/1994


Pada tahun ajaran 1993/1994 Jenjang Pendidikan Program Diploma 2 (D2) ditingkatkan menjadi
Jenjang Pendidikan Program Diploma 3 (D3) untuk bidang Tata Niaga Jurusan\Program Studi:
1. Akuntansi
2. Administrasi
Tahun ajaran 1997/1998
Pada tahun ajaran 1997/1998 menyusul Bidang Rekayasa ditingkatkan Ke Jenjang Pendidikan
Program Diploma 3 (D3) pada Jurusan\Program Studi Teknik:
1. Mesin
2. Sipil
3. Elektro
Tahun ajaran 1996/2000
Tahun ajaran 1996/2000 melalui Proyek Peningkatan Kependidikan Keteknikan dan Sains
(EEDP Project) yang didanai melalui Bantuan Asian Development Bank (ADB), maka membuka

Jenjang Pendidikan Program Diploma 3 untuk satu jurusan yaitu Teknik Kimia Program Studi
Petro & Oleo Kimia
Tahun Ajaran 2001/2002
Tahun Anggaran 2001, bergulir bantuan Pemerintah Daerah Propinsi Kalimantan Timur melalui
Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), untuk Program Penguatan dan
Pengembangan Politeknik Negeri Samarinda, sehingga dengan bantuan tersebut maka dibentuk
dan didirikan 3 (tiga) program studi Jenjang Pendidikan Program diploma 3, yaitu:
1. Program Studi Teknologi Informasi-Jurusan Teknik Elektro
2. Program Studi Produk Disain-Jurusan Teknik Sipil
3. Program Studi Pariwisata-Jurusan Administrasi Bisnis
tiga program studi tersebut saat ini ini telah berdiri sendiri. Jurusan Teknologi Informasi Terdiri
dari satu program studi yaitu Teknologi Informasi, Jurusan Desain Produk terdiri dua prgram
studi, yaitu desain produk dan arsitek,sedangkan Jurusan Pariwisata terdiri dari dua konsentrasi
yaitu Usaha Perjalanan Wisata dan Perhotelan.
Tahun Ajaran 2008/2009
Politeknik Negeri Samarinda terus berkembang dengan bertambahnya 4 Jurusan baru (surat
keputusan Direktur), 3 diantaranya adalah Program Studi yang telah berkembang menjadi
Jurusan. Sehingga total POLNES memiliki 10 Jurusan dengan 17 Program Studi. Ke-empat
Jurusan yang baru tersebut adalah:
1. Jurusan Teknologi Informasi
2. Jurusan Produk Disain
3. Jurusan Pariwisata
4. Jurusan Kemaritiman
Tahun Akademik 2009/2010
Politeknik menerima mahasiswa baru untuk Program Studi Diploma IV

1. Teknik Sipil Rekayasa jalan dan Jembatan


2. Akuntansi Manajerial
3. Pemasaran
Diploma III
1. Akuntansi
2. Administrasi Bisnis
3. Pariwisata (konsentrasi Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata)
4. Teknologi Informasi
5. Teknik Mesin (konsentrasi Mesin Perawatan dan Mesin Produksi)
6. Teknik Alat Berat
7. Teknik Elektro
8. Teknik Sipil Bangunan Gedung
9. Desain Produk
10. Arsitektur
11. Teknik Kimia (konsentrasi Petro dan Oleo)
12. Nautika
13. Teknika
14. Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (Administrasi Pelabuhan)