Anda di halaman 1dari 25

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN

KINERJA KLINIK PERAWAT DAN BIDAN SERTA


PENERAPANNYA

KEPMENKES RI No. 836/2005

PENERAPAN PMK

Kebijakan umum sektor


kesehatan

PENERAPAN PMK

EFEKTIF
Mutu yg
baik
mendo
rong
kinerja
(I-P-O)

MUTU

Perbaikan
mutu
mmerlukan
sumberday
a besar pd
awal nya

Yankes efektif
meningkatkan status
kes, kmd save cost
Mutu yg baik
Mendorong
akses mis
wkt tunggu

SUSTAINABLE

Keterjangkauan
mmerlukan biaya & kmd
negatif thd sustain

TERJANGKAU
Yan yg efektif sgt
ptg
Utk efisiensi,
kaitannya dg
Cost-Effectiveness

Mutu yg baik
Mendorong terjadinya
Efisiensi dlm yankes

Efiisiensi=
sumberdaya
optimal
capai masy

Efiisiensi
mndorong
sustainablity
yankes

EFISIEN
PENERAPAN PMK

Smakin
terjangkau
smakin
terjadi
pmerataan

Yankes bagi
Gakin
mmerlukan
sumberdaya
besar

MERATA
Efisiensi
mberi sdaya u/
pmerataan

Pemerataan
memerlukan
sumberdaya
besar3

PELAYANAN KESEHATAN
DI RS,PUSKESMAS DAN SARKES LAIN

Pelayanan medik
Pelayanan keperawatan dan
kebidanan
Pelayanan penunjang medik

PENERAPAN PMK

MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN


& KEBIDANAN :
Dua faktor yang menentukan mutu pelayanan
keperawatan & kebidanan, yaitu:

1) Peningkatan dan pengembangan sumber


daya manusia atau tenaga kesehatan
(quality of care)
2) Penyediaan sarana dan prasarana yang
menunjang pelaksanaan tugas (quality of
services)

PENERAPAN PMK

PELAYANAN PRIMA
Pelayanan yang responsif thd pemenuhan

kebutuhan manusia (internal dan eksternal)


baik kebutuhan obyektif (ditentukan melalui
standar profesi) maupun keinginan dan
harapannya (subjective expectation) dengan
menggunakan sumber daya secara efisien
Pelayanan prima = pelayanan profesional

PENERAPAN PMK

KEGIATAN PENINGKATAN MUTU


PELAYANAN KESEHATAN

PENGEMBANGAN MANAJEMEN KINERJA

(PMK) BAGI PERAWAT DAN BIDAN


SP2KP (SISTEM PEMBERIAN PELAYANAN
KEPERAWATAN PROFESIONAL) *
AKREDITASI
ISO 9000
* Pengembangan dari MPKP
PENERAPAN PMK

Masalah-masalah Pelayanan
Keperawatan/ Kebidanan di
Indonesia
Temuan-temuan yang diperoleh melalui penelitian
WHO dan Dit Wat Depkes 2001 di DKI Jakarta,
Sumut, Sulut dan Kaltim
- 3 tahun terakhir perawat dan bidan
tidak pernah mengikuti pelatihan manajemen
(70,9%)
- Perawat dan Bidan banyak melakukan tugastugas kebersihan (39,8%)

PENERAPAN PMK

Perawat dan bidan belum memiliki uraian

tugas tertulis (47,4 %)


Perawat dan bidan tidak menggunakan
standar
Perawat dan bidan tidak dibina kinerjanya
secara teratur
Belum dikembangkan sistem monitoring
dan evaluasi kinerja perawat dan bidan

PENERAPAN PMK

Berdasarkan hasil kajian tahun 2001

PENERAPAN PMK

10

PENGEMBANGAN MANAJEMEN
KINERJA (PMK) Perawat & Bidan

Adalah suatu upaya peningkatan

kemampuan manajerial dan kinerja


perawat dan bidan dalam memberikan
pelayanan keperawatan dan kebidanan di
sarana pelayanan kesehatan untuk
mencapai pelayanan kesehatan yang
bermutu
PENERAPAN PMK

11

FALSAFAH PMK
PMK memfasilitasi terciptanya budaya kerja
perawat dan bidan yang mengarah kepada
upaya peningkatan mutu pelayanan
keperawatan dan kebidanan yang
didasarkan pada profesionalisme, IPTEK,
aspek legal, berlandaskan etika untuk
mendukung sistem pelayanan kesehatan
secara komprehensif
PENERAPAN PMK

12

KOMPONEN PMK
Perawat & Bidan

1. Standar (SOP)
2. Uraian tugas
3. Indikator Kinerja klinik
4. Diskusi Refleksi Kasus
5. Monitoring dan Evaluasi
PENERAPAN PMK

13

PRINSIP-PRINSIP
PENERAPAN PMK

KOMITMEN
KUALITAS
KERJA TIM
PEMBELAJARAN BERLANJUT
EFEKTIF DAN EFISIEN
PENERAPAN PMK

14

STRATEGI PMK

Membangun komitmen
Melibatkan stakeholder
Mengelola sumber daya
Profesionalisme
Desentralisasi
PENERAPAN PMK

15

PENINGKATAN KINERJA PERAWAT & BIDAN


Peningkatan
Kompetensi

MANAGE
MEN
SDM
PERAWAT
DAN BIDAN
DI
RS & PUSKES

SOP, Uraian
Tugas
Penilaian/pen
gukuran
Kinerja
berdasar
indikator
+ sistem
insentif

YANKES
Peningkatan YANG
Kinerja
PRODUK
Perawat
dan Bidan
TIF
& EFISIEN

Diskusi
Refleksi Kasus

PENERAPAN PMK

16

SKEMA PMK PERAWAT DAN BIDAN


KUALITAS
E
K
O

M
I
T
M
E
N

INPUT ;
-Uraian tugas
-Tanggung jawab
-SOP/standar
-Pelatihan yg
diikuti
-Sistem
penghargaan
-Jabatan
fungsional

PROSES :
-Monitoring
kinerja
-Pengendalian
Penyimpangan
-Peningkatan
Keterampilan
-DRK
-Dokumentasi

OUTPUT;
-Kinerja
meningkat
-Motivasi
meningkat
-Akuntabilitas
meningkat
-Kepuasan
meningkat
-Mendorong
Sistem
penghargaan

F
I

S
I
E
N

Pening
katan
Kualitas
Pelayanan
kesehatan

&
E
F
E
K

Monitoring dan evaluasi

T
I

KERJA TIM DAN PEMBELAJARAN BERLANJUT

SISTEM YANKES RS/PUSKESMAS ; GKM/TQM, QA

PENERAPAN PMK

17

PMK dalam peningkatan mutu Pelayanan Kesehatan


In-service
training,
coaching,
Magang, dll

SP2KP,
AKREDITASI

PMK
Standar

PMK
Upaya
perbaikan
Diskusi
refleksi
kasus

Budaya
kerja
profesional
Iptek, etika,
Aspek legal

Uraian tugas

QA, GKM

Sistem
peningkatan
mutu yankes

Indikator
kinerja

Umpan Balik

Monitoring

PENERAPAN PMK

18

KONTRIBUSI PMK DLM PENCAPAIAN VISI KEMKES


STRATEGI KEMKES
Meningkatkan pemberdayaan
masyarakat, swasta, & masy.
madani dlm pembangunan
kes. mlalui kerja sama
nasional & global

Meningkatkan yankes yg
merata, terjangkau, bermutu,
berkeadilan serta berbasis
bukti; dgn pengutamaan pd
upaya promotif-preventif
Meningkatan pembiayaan
pembangunan kesehatan
trutama utk mewujudkan
jaminan sosial kesehatan
nasional
Meningkatkan
pengembangan &
pemberdayaan SDM
kesehatan yg merata &
bermutu
Meningkatkan manajemen
kesehatan, yg akuntabel,
transparan, berdaya guna, &
berhasil guna utk
memantapkan desentralisasi
kesehatan yg bertanggung
jawab

KEBIJAKAN GLOBAL, REGIONAL, DAN NASIONAL

PMK

Kinerja & Hasil Organisas

Penggunaan
Standar,
SOP,
Uraian tugas

Produktivitas
SDM

Quality of Care
Supervisi, MONEV,
Pengendalian
penyimpangan

Diskusi Refleksi
Kasus

Quality of Services

Feed Back, SIM

PENERAPAN PMK

SPM
KAB/KOTA

Indikator
Yanwat &
Yanbid

Indikator
kes: UHH,
AKI, AKB,
CDR

VISI
KEMKES
Masyara
kat sehat
yang
mandiri dan
berkeadilan

19

Model
Pengembangan Manajemen Kinerja Klinik (PMK) bagi Perawat dan
Bidan di Rumah Sakit dan Puskesmas
Langkah Satu
Metodologi
. Uji coba model dan
pelatihan Master
Trainer
Kepmenkes RI N0.
836/2005 tentang PMK
Pelatihan (kelas & Lap)
Pelatihan Nasional
untuk para Pelatih
TOT propinsi
TOT kabupaten
FLM

Langkah Dua
penggalangan /
Resources

Langkah Tiga Pelaksanaan Lapangan


Rumah Sakit dan Puskesmas
PMK merupakan suatu mikro sistem dari Kendali Mutu
pelayanan kesehatan dan Pengembangan Sumber Daya
Manusia untu Perawat dan Bidan

Pengembangan strategi
PMK untuk pemantauan
terus-menerus termasuk
akses ke biaya:
Propinsi
Kabupaten dan
Puskesmas dan
Rumah Sakit

Standard
Uraian Tugas
Indikator Kinerja kunci untuk Keamanan Pasien
Sistem Pemantauan Indikator kinerja kunci
Refreshing Keterampilan Manajemen untuk Manajer
Lini Pertama dan clinical training
Diskusi Kasus Reflektif

Langkah Empat Strategi untuk


Pendampingan dan kegiatan tindak lanjut
= pembinaan terus-menerus
6/26/2006

Langkah Lima Sustainability

Evaluasi
PENERAPAN PMK

20

HASIL KAJIAN
WHO Head Quarter (Geneva) tahun 2004

PMK bermanfaat untuk peningkatan kinerja

perawat dan bidan


PMK perawat dan bidan berkontribusi dalam
peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RS
dan Puskesmas
Rekomendasi hasil kajian :
- Penguatan kepemimpinan (leadership) di
Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota
- Penguatan komitmen dengan stakeholder
PENERAPAN PMK

21

PERMASALAHAN
Komitmen belum mantap
Kerja sama lintas program dan sektor
belum maksimal
Pembinaan penerapan PMK belum
maksimal

PENERAPAN PMK

22

PERMASALAHAN
- Monev kinerja belum maksimal
- Sustainibilitas belum seluruh propinsi
- Pelatihan PT seluruh propinsi tahun 2006:
pembelajaran belum tuntas sampai di
lapangan
- Pelatihan DT (Trainer Kabupaten) 2006:
variatif
- Pelatihan FLM (pelatihan kordinator,
kepala ruangan) 2006: variatif
PENERAPAN PMK

23

PENUTUP
Keberhasilan PMK bergantung pada dukungan

dari Pemerintah Propinsi, Kabupaten/Kota


Komitmen Dinas Kesehatan Propinsi/Kab/Kota,
Pimpinan sarana kesehatan & stakeholder lain
sangat penting
PMK perawat & bidan dapat berkontribusi
terhadap peningkatan pelayanan kesehatan di
RS, Puskesmas, Pustu, Poskesdes/Desa siaga
dan sarana kesehatan lain
PMK perawat dan bidan dapat membantu
menurunkan AKI, AKB dan angka
kesakitan/kematianPENERAPAN PMK

24

PENERAPAN PMK

25