Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL DAN KAJIAN TEKNIS

REKAYASA INSTALASI PENGOLAHAN AIR BERSIH


DAN AIR LIMBAH TERPADU DI DAERAH PEDESAAN

DIVIS RISET DAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA


TANI CLUB INDONESIA
KOPERASI JAYA CANE
2013

A.

Latar Belakang

Air minum merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang


semakin hari mengalami penurunan baik secara kualitas
maupun

kuantitasnya.

Hal

ini

membutuhkan

upaya

pengelolaan dan pemanfaatan yang lebih arif dan bijaksana


sehingga

keberadaannya

dapat

dimanfaatkan

secara

berlangsung terus menerus. Kondisiseperti ini terjadi di


daerah desa rawan air sehingga masyarakat perdesaaan
tersebut memiliki kualitas tingkat kehidupan yang kurang
baik. Keberadaan sumber air yang jauh dari pemukiman
mengakibatkan

masyarakat

mengalami

kesulitan

untuk

mendapatkan akses air minum yang mudah dan berkualitas


baik. Di sisi lain sesuai dengan amanah peraturan pemerintah
PP

No.

Tahun

Pengembangan

2005,

Sistem

pasal

37

Penyediaan

disebutkan
Air

Minum

bahwa
menjadi

tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk


menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum
bagi kebutuhan pokok minimal sehari-harii guna memenuhi
kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif sesuai dengan
peraturan perundang-undangan, belum dapat terlaksana
secara maksimal.
B.

Tujuan
-

untuk

membantu

menjalankan

pemerintah

tugasnya

daerah

sebagai

dalam

penyelenggara

penyediaan air minum yang sehat, bersih bdan produktif


bagi masyrakat
-

Terbangunnya sistim penyediaan air minum yang akan


dikelola oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di
daerah desa rawan air sehingga masyarakat mampu
memenuhi kehidupan yang lebih sehat dan produktif.

C.

Kondisi Sekarang
-

Daerah desa rawan air sebagian besar belum mendapat


perhatian

secara

optimal

dari

pemerintah

kabupaten/provinsi , sehingga belum adanya sarana dan

prasarana

yang

terbangun

di

daearah

rawan

air

tersebut. Selain itu kondisi irigasi yang belum tertata


dengan baik juga berpengaruh pada pemanfaatan dari
sumber air yang ada.
-

Secara umum daerah rawan air memiliki potensi sumber


mata air yang baik, tetapi sarana distribusi dari sumber
air ke daaerah layanan masyarakat belum terbangun
dengan

baik,

Hal

ini

mengakibatkan

akses

untuk

mendapatkan air minum yang sehat menjadi sulit.


-

Penduduk masyarakat di daerah rawan air secara umum


merupakan

masyrakat

yang

memiliki

pemahaman

terhadapa kesehatan yang kurang, karena rata-rata di


daerah

seperti

ini

masyarakatanya

memeiliki

pendapatan rata-rata yang rendah.


D.

Kondisi Yang Diharapkan


-

Air bersih yang layak menjadi hak semua masyarakat

Masyarakat mempunyai sistem pengelolaan air bersih


yang mandiri.

Dengan kualitas air bersih yang tercukupi diharapkan


taraf kesehatan dan kesejahteraan menjadi meningkat

E.

Kajian Teknis dan Perencanaan


1. Menghitung kebutuhan air.
Menghitung kebutuhan air berdasarkan proyeksi penduduk,
yang akan dilayani atau memanfaatakan banghunan yang
akan terbangun.
2. Menentukan sumber air baku yang akan dipilih sesuai hasil
investigasi

atau

identifikasi

ini

identifikasi

harus

awal.

Dalam

mempertimbangkan

melakukan
keterpaduan

pengembangan air minum dengan prasarana sanitasi


terkait

dengan

perlindungan

air

baku

terhadap

pencemaran. Identifikasi yang akan dilakukan meliputi :

identifikasi

potensi

pencemar

air

baku

dilakukan

terhadap limbah cairdan padat yang dihasilkan dari


kegiatan domestik dan industri

identifikasi pencemaran di sekitar air baku dilakukan


denganpengamatan visual dan uji laboratorium

identifikasi potensi pencemar daerah sekitar air baku


paling sedikitmemiliki jarak sejauh radius 10 meter dari
sumber air baku

identifikasi

karakteristik

buangan

dari

Instalasi

Pengolahan Air (IPA)

melakukan upaya penanganan terhadap seluruh potensi


pencemar airbaku

3. Rencana pembiayaan dan pola investasi.


Indikasi biaya dan pola investasi dihitung dalam bentuk
nilai sekarang(present value) dan harus dikonversikan
menjadi

nilai

metode

masa

analisis

kebutuhan

datang(future

finansial,

biaya

untuk

value)

serta
jangka

berdasarkan

sudahmenghitung
pendek,

jangka

menengahdan jangka panjang. Dalam hal ini yang perlu


diperhatikan dalam rencana keuangan atau pendanaan:

Sumber dana

Kemampuan dan kemauan masyarakat

Kemampuan keuangan daerah

4. Rencana pengembangan kelembagaan.


Rencana pengembangan kelembagaan sistem penyediaan
air minumdilakukan melalui:

pengkajian

kembali

terhadap

perundang-undangan

terkait terhadapkelembagaan.

melakukan kajian terhadap batas wilayah administrasi


pemerintahan,tugas dan kewenangan instansi tertentu,
mekanisme
masyarakat.

pendanaan,kebiasaan

atau

adat

melakukan kajian terhadap struktur organisasi yang ada


dan membuat rencana pengembangan kelembagaan
yang mampu untu mengelola sitim yang direncanakan.

5. Konsultasi Publik
Rencana pengembangan penyediaan air minum ini wajib
disosialisasikan
pemerintah
menjaring

olehpenyelenggara

terkait

melalui

masukan

dan

sebelumditetapkan

bersama

konsultasipublik
tanggapan

oleh

dengan
untuk

masyarakat

kepala

daerah

bersangkutan.Konsultasi publik harus dilakukan sekurangkurangnya tiga kali dan dihadiri oleh masyarakat di wilayah
layanan dan masyarakat diwilayah yang diperkirakan
terkena dampak serta mengundang tokoh masyarakat,
LSM, perguruan tinggi.

F.

Estimasi Rincian Anggaran (dalam Rupiah)

Estimasi Biaya Proyek Penyediaan dan Pengelolaan Air Minum ( 1250 KK)
N
o

Tahapan

Persiapan

Survey Lokasi

Sosialisas
i
Kajian
Teknis
Pengawas
an

Identifikasi Masalah (Pra


FS)

250,000,000 5 KSM

Penyiapan dokumen DED

400,000,000 5 KSM

Pengawasan dan
Perawatan

250,000,000 1

2
3
4

Kegiatan

Satuan
harga

Satuan

3,000,000 6 hari

Lupsu
m

Total harga
18,000,000
1,250,000,00
0
2,000,000,00
0
250,000,000
3,518,000,0
00

Total

Estimasi Biaya Proyek Penyediaan dan Pengelolaan Air Limbah ( 1250 KK)
1
2
3
4

Persiapan

Survey Lokasi

3,000,000 6 hari

Sosialisas
i
Kajian
Teknis
Pengawas
an

Identifikasi Masalah (Pra


FS)

250,000,000 5 KSM

Penyiapan dokumen DED

400,000,000 5 KSM

Pengawasan dan
Perawatan

250,000,000 1 Lupsum

Total

18,000,000
1,250,000,0
00
2,000,000,0
00
250,000,000
3,518,000,
000

G.

Dokumentasi Pendampingan Proyek Penyediaan Air Bersih


dan Pengelolaan Limbah Terpadu