Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL INVESTASI

PERUMAHAN PALUR REGENCY


Perencanaan dan Perhitungan Investasi

Nama Mahasiswa :
1. Crustasia Aji W
2. Devi Rusdiana Putri
3. Faizatul Ulfa
4. Wulan Cahyaning M

- I 0211017
- I 0211018
- I 0211025
- I 0211059

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR JURUSAN ARSITEKTUR


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014

A. LOKASI PROYEK PERUMAHAN

Akses ke lokasi
Jalan Raya Bekonang

Lokasi proyek perumahan yang direncanakan


adalah di Jl. Raya Bekonang DK. Wirun Desa Palur
Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Proper
terletak di daerah pemukiman yang padat, di mana
di sekeliling lokasi sudah terdapat beberapa
perumahan. Lokasi berada di daerah bebas banjir
meskipun terletak di dekat aliran anak Sungai
Bengawan Solo. Selain itu, hanya sekitar 1300 m
sebelah

barat

dari

lokasi,

terdapat

pusat

perbelanjaan berupa Palur Plasa.


Akses jalan masuk ke lokasi cukup kecil dan agak curam, namun masih dalam tahap
perbaikan dan pelebaran sehingga dapat memadai sebagai sarana lalu lintas jalan utama
perumahan.

Akses menuju lokasi masih berupa jalanan berkerikil yang hanya bisa dilewati satu mobil
saja. Namun kedepannya, jalan ini akan diperbaiki guna menunjang kegiatan di area
perumahan yang direncanakan.

B. SPESIFIKASI PERENCANAAN PROYEK PRUMAHAN


Lokasi Proper

Perumahan Palur Regency, Jl. Raya Bekonang Dk.


Wirun Desa Palur Kecamatan Mojolaban Kabupaten
Sukoharjo.

Peruntukan

Pembangunan 48 unit Rumah Tinggal Type.36/60 m2

Luas Lokasi

4.386 m2 (86m x51m)

Luas Kavling

2.880 m2

Jumlah Unit

48 unit rumah tinggal T.36/60m2

C. ALASAN PEMILIHAN LOKASI PROYEK PERUMAHAN


Kabupaten Sukoharjo mempunyai posisi yang strategis, yakni terletak di
persimpangan jurusan Semarang, Yogyakarta, Solo dan termasuk di dalam kawasan
strategis SUBOSUKA WONOSRATEN (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar,
Wonogiri, Sragen dan Klaten) yang dapat mendukung perkembangan pembangunan,
khususnya bidang-bidang potensial di Kota Surakarta.Selain itu, lokasi proyek perumahan
dipilih berdasarkan teori konsentris yang diciptakan oleh E.W. Burgess, menyatakan
bahwa perkembangan suatu kota akan mengikuti pola lingkaran konsentrik, dimana suatu
kota akan terdiri dari zona-zona yang konsentris dan masing-masing zona ini sekaligus
mencerminkan tipe penggunaan lahan yang berbeda.

Bahwa wilayah kota dibagi enam zona, yaitu :


1. Zona Pusat Wilayah Kegiatan (Central Bussines Districts), di dalamnya terdapat
pusat pertokoan besar, gedung perkantoran yang bertingkat, bank, hotel,
restoran, dan sebagainya.

2. Zona Peralihan atau zona transisi, zone peralihan merupakan konsentrasi


penduduk miskin, daerah yang mengitari pusat bisnis dan merupakan daerah
yang mengalami penurunan kualitas lingkungan pemukiman yang terus menerus.
Daerah ini banyak dihuni oleh lapisan bawah atau mereka yang berpenghasilan
rendah. Sering ditemui wilayah kumuh (slum area).
3. Zona Pemukiman Kelas Proletar, didiami oleh para pekerja yang berpenghasilan
kecil atau buruh dan karyawan kelas bawah. Ditandai oleh adanya rumah susun
sederhana.
4. Zona Pemukiman Kelas Menengah (Residental Zone), merupakan kompleks
perumahan karyawan kelas menengah yang memiliki keahlian tertentu.
5. Wilayah Tempat Tinggal Masyarakat Berpenghasilan Tinggi ditandai dengan
kawasan elit. Sebagian besar penduduknya merupakan kaum eksekutif.
6. Zona Penglaju (Commuters), merupakan wilayah yang memasuki wilayah
belakang (Hinterland) atau merupakan wilayah batas desa-kota. Penduduknya
bekerja di kota tetapi tinggal di pinggiran kota.
Lokasi perumahan yang direncanakan berada di zona penglaju (commuters) dengan
harapan nantinya para pekerja, karyawan, maupun pegawai yang bekerja di kota akan
memiliki tempat tinggal yang cukup mudah dijangkau dari tempatnya bekerja dengan
harga tanah dan bangunan yang tidak terlalu besar, mampu dijangkau. Sebab,
interprestasi ekonomi dari teori konsentrik menekankan bahwa semakin dekat dengan
pusat kota semakin mahal harga tanah.

D. TINJAUAN LOKASI PROYEK PERUMAHAN


Berada di Jl. Raya Bekonang, Dk. Wirun, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban,
Kabupaten Sukoharjo lokasi proyek perumahan ini sangat dekat dengan kota Surakarta.
Kawasan Palur merupakan wilayah pengembangan terbesar ke dua setelah Kartasura.
1. Kondisi Geografis
Kelurahan Palur, Kecamatan Mojolaban merupakan salah satu kecamatan dari 12
kecamatan yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Adapun pembagian wilayah
administrasi Kabupaten Sukoharjo berikut luasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Luas Kabupaten Sukoharjo adalah 46.666 Ha atau sekitar 1,435 luas Wilayah
Provinsi Jawa Tengah, dengan wilayah terluas adalah Kecamatan Polokarto dengan
luas 6.218 Ha (13,32%) dan wilayah terkecil adalah Kecamatan Kartasura yaitu seluas
1.923 Ha (4,12%). Sedangkan luas Kecamatan Mojolaban sendiri adalah 3.554 Ha.
Untuk luasan site yang dipilih sebagai lokasi proyek perumahan adalah 4536 m2.

2. Administratif
Batas wilayah Kecamatan Mojolaban secara administratif adalah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar

Sebelah Timur : Kabupaten Karanganyar

Sebelah Selatan : Kecamatan Polokarto

Sebelah Barat : Kota Surakarta dan Kecamatan Grogol

Sedangkan batas wilayah site lokasi proyek perumahan adalah sebagai berikut:

Sebelah Utara : Aliran anak Sungai Bengawan Solo

Sebelah Timur : Pemukiman warga

Sebelah Selatan : Pemukiman warga

Sebelah Barat : Tanah lapang

Aliran anak Sungai


Bengawan Solo

Tanah lapang

Pemukiman warga

Pemukiman warga

3. Topografi
Kabupaten Sukoharjo berada pada ketinggian wilayah antara 125 80 dpal.
Berdasarkan relief, Kabupaten Sukoharjo dapat dikelompokkan menjadi dua
kelompok yaitu daerah datar meliputi Kecamatan Kartasura, baki, Gatak, Grogol,
Sukoharjo, dan Mojolaban, sedangkan daerah yang miring meliputi Kecamatan
Polokarto, Bendosari, Nguter, Bulu dan Weru. Kelas kemiringan lereng di Kabupaten
Sukoharjo dapat dibedakan menjadi tujuh (tujuh) kelas, sebagaimana tabel berikut.

4. Iklim
Curah hujan untuk masing-masing Kecamatan dapat dilihat sebagaimana tabel
dibawah ini.

5. Irigasi dan Air Bersih


Sumber daya air di Kabupaten Sukoharjo diambil dari air permukaan, air tanah
dan mata air. Sumber air tersebut telah dimanfaatkan dan dikembangkan untuk
pemenuhan kebutuhan air untuk minum/masak dan air bersih untuk rumah tangga,
fasilitas komersial dan industri serta dimanfaatkan untuk irigasi pertanian.

Sistem irigasi yang ada di lokasi proyek perumahan sesuai aturan Bidang Sumber
Daya Air pada Dinas PU Kabupaten Sukoharjo masuk ke dalam Ranting Bekonang,
memperoleh sumber dari:

K. Samin

Waduk Mulur
Pemenuhan kebutuhan air bersih yang ada saat ini dilakukan melalui

pembangunan fasilitas air bersih baik pedesaan maupun IKK (Ibu Kota Kecamatan),
dengan sumber air baku antara lain dari mata air, sumur permukaan dan sumur
dalam serta PDAM.

6. Drainase
Jaringan drainase yang terdapat pada Kabupaten Sukoharjo berupa jaringan
primer, sekunder, dan tersier.

Jaringan primer berupa sungai atau jaringan yang menampung air dari jaringan
sekunder.

Jaringan sekunder berupa jaringan drainase yang terdapat dan mengikuti pola
jalan raya dikanan atau kirinya yang menampung air dari jaringan tersier
(perumahan).

Jaringan tersier berupa jaringan drainase yang terdapat di dalam lokasi jalan
dalam permukiman penduduk.
Sedangkan jaringan drainase yang dipakai dalam lokasi proyek perumahan adalah

drainase jaringan tersier.

7. Kualitas Air Sungai


Beberapa sungai yang melintasi di kawasan perkotaan Kabupaten Sukoharjo yaitu
sungai Langsur, Samin, Palur, dan Premulung menunjukkan tidak memenuhi standar
dari kriteria Mutu Air Kelas II.
Berdasarkan Analisa menunnjukkan adanya parameter parameter Residu
Terlarut, Residu Tersuspensi, pH, Besi, Mangan, Kadmium, Seng, Timbal, Tembaga,
Nikel, Krom Total, Cr6+, Nitrat, Nitrit, NH3-N, PO4-P, COD, BOD, Klorida dan Minyak
Lemak.

8. Kondisi Pemanfaatan Tanah


Lokasi proyek perumahan yang direncanakan masuk dalam zona peruntukan
pertanian dan permukiman.

9. Kependudukan
Perkembangan kepedudukan di Kabupaten Sukoharjo dapat dilihat dari jumlah,
perkembangan dan penyebaran penduduk, serta kepadatan penduduk.
Jumlah penduduk Kabupaten Sukoharjo dari tahun ke tahun nampak terus
bertambah. Secara keseluruhan kepadatan penduduk dan penyebaranya dapat
dilihat pada tabel berikut :

Dengan melihat dan memperhatikan besarnya jumlah maupun kepadatan


penduduk suatu wilayah dapat diperkirakan bahwa pada wilayah tersebut akan
menjadi pusat kegiatan yang mempunyai karakteristik tertentu, sesuai dengan
tipologi maupun posisi strategis dari wilayah tersebut.
Tabel di atas menjelaskan bahwa Kecamatan Mojolaban tempat proyek
perumahan yang direncanakan memiliki kepadatan yang sangat tinggi bila
dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa
perumahan lain seperti Perumahan Maharani yang berjarak 300 m dan Griya
Edelweis yang berjarak 1500 m dari lokasi.
Kecamatan ini terletak pada perbatasan antara Kabupaten Boyolali dan Surakarta.
Selain itu, di kecamatan ini juga terdapat terminal bus yang cukup besar sehingga
menjadi lokasi perantara mobilitas penduduk dari wilayah lain. Kondisi tersebut
sangat mendukung dalam aktivitas penduduk mengingat kecamatan ini memiliki jalur
mobilitas yang bagus sehingga meskipun luasan daerahnya kecil tetapi tetap menjadi
alternatif singgah bagi penduduk yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.

10. Fasilitas Umum


Lokasi proyek ini

cukup strategis untuk kelas masyarakat berpenghasilan

menengah ke atas. Lokasi Proper dekat dengan sejumlah fasilitas publik antara lain
Pasar Tradisional (baik yang beroperasi tiap hari maupun pada hari-hari tertentu),
Bank, Restorant, Pusat Perbelanjaan, Rumah Sakit, Sarana Pendidikan, Pom Bensin
dan mudah diakses menggunakan Angkutan Umum.

Beberapa institusi pendidikan dasar di sekitar lokasi proper antara lain SD Palur 1,
4 dan 5. Sedangkan akses untuk menggunakan transportasi umum, tidak terlalu sulit
dikarenakan lokasi dekat dengan jalan yang biasa dilalui dengan angkutan umum dan
bis kota. Selain itu, letak lokasi juga tidak terlalu jauh dari Stasiun Palur dan Terminal
Palur.
Fasilitas Umum:

Masjid

: 100 m

Kantor Kecamatan

: 3500 m

Puskesmas Mojolaban

: 75 m

RS Jati Husada Jaten

: 3000 m

Sarana Pendidikan SD

: 10 m

Pasar Tradisional

: 1000 m

Bank

: 300 m

Pusat Perbelanjaan

: 1300 m

Jaringan Listrik

: ada

PDAM

: ada

Telepon

: ada