Anda di halaman 1dari 129

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati

Akhir Tahun Anggaran 2011

3. Urusan Lingkungan Hidup


a. Program dan Kegiatan
1) Program Pelayanan Adminstrasi Perkantoran
a) Penyediaan jasa surat menyurat.
b) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air, listrik dan
langganan.
c) Penyediaan jasa administrasi keuangan.
d) Penyediaan jasa kebersihan kantor.
e) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja.
f) Penyediaan alat tulis kantor.
g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan.
h) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan
kantor
i)

Penyediaan makan minum rapat.

j)

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi.

k) Penyediaan jasa arsip dan perpustakaan


2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kantor.
a) Pemeliharaan rutin dan berkala gedung kantor.
b) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional.
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
a) Pengkajian kompetensi kepegawaian.
4) Program

Peningkatan

Pengembangan

Sistem

Perencanaan,

Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan


a) Penyusunan perencanaan SKPD.
b) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja
SKPD.
c) Penyusunan laporan keuangan dan realisasi anggaran.
d) Penyusunan profil data SKPD 5 tahun terakhir.
5) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan
a) Kajian pengelolaan sampah pasar
b) Peningkatan

peran

serta

masyarakat

dalam

pengelolaan

persampahan.
108

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

c) Peningkatan operasional dan pemeliharaan prasarana dan


sarana persampahan.
d) Kerjasama pengelolaan persampahan.
e) Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan.
f) Sosialisasi kebijakan pengelolaan persampahan
g) Bimbingan teknis persampahan
6) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan
Hidup
a) Peningkatan peringkat kinerja perusahaan (PROPER)
b) Pengkajian dampak lingkungan
c) Pemantauan kualitas lingkungan.
d) Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian
lingkungan.
e) Fasilitasi penyelesaian permasalahan lingkungan hidup
f) Pengembangan produksi ramah lingkungan
g) Pelayanan perijinan bidang lingkungan
h) Koordinasi pengelolaan PROKASIH/SUPERKASIH
i) Koordinasi Penyusunan AMDAL
j) Koordinasi penilaian kota sehat (ADIPURA)
k) Pengelolaan B3 dan Limbah B3
l) Review strategi sanitasi perkotaan
7) Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam (SDA)
a) Peningkatan peran serta masyarakat dalam perlindungan dan
konservasi SDA
b) Fasilitasi program kampung hijau
c) Konservasi sumber daya air dan pengendalian kerusakan
sumber-sumber air
d) Koordinasi pengelolaan konservasi SDA
e) Pengelolaan keanekaragaman hayati dan ekosistem
f) Pengendalian dampak perubahan iklim
g) Peningkatan konservasi daerah tangkapan air dan sumbersumber air
109

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

h) Pengendalian kerusakan hutan dan lahan


i) Pengendalian dan pengawasan pemanfaatan SDA
8) Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya
Alam dan Lingkungan Hidup
a) Peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang
lingkungan
b) Pengembangan data dan informasi lingkungan
9) Program Peningkatan Pengendalian Polusi
a) Pengujian emisi kendaraan bermotor
b) Pengujian emisi akibat aktifitas industri
c) Pengujian kadar polusi limbah padat dan limbah cair
10) Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau
a) Penataan ruang terbuka hijau
b) Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan ruang
terbuka hijau
c) Pemeliharaan ruang terbuka hijau
d) Pengawasan/pengendalian ruang terbuka hijau

b. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan
lingkungan hidup adalah sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Adminstrasi Perkantoran
a) Pengelolaan surat menyurat 12 bulan
b) Pembayaran jasa langganan listrik, air, telpon dan surat kabar 12
bulan
c) Pengelolaan administrasi keuangan 12 bulan
d) Pengelolaan kebersihan kantor 12 bulan
e) Pemeliharaan komputer 10 unit, mesin ketik 4 unit, dan kamera 1
unit.
f) Penyediaan alat tulis kantor 40 jenis
g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 12 bulan
h) Penyediaan komponen instalasi listrik 10 jenis
110

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

i)

Fasilitasi rapat dan tamu 14 kali.

j)

Fasilitasi koordinasi 10 kali dan konsultasi 20 kali.

k) Pengelolaan arsip 2 jenis dan dan perpustakaan 1.050 buku.


2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
a) Pemeliharaan 1 unit gedung kantor 12 bulan
b) Pemeliharaan kendaraan roda dua 6 unit dan roda empat 2 unit
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
a) Pelayanan kenaikan pangkat pegawai 6 orang, kenaikan gaji
berkala pegawai 29 orang dan cuti pegawai 4 orang
4) Program

Peningkatan

Pengembangan

Sistem

Perencanaan,

Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan


a) Rencana kerja SKPD 10 buku, RKA SKPD 10 buku, DPA SKPD
10 buku dan DPPA SKPD 10 buku.
b) Laporan bulanan dan tahunan SKPD 80 buku serta LAKIP 5 buku
c) Laporan keuangan dan realisasi anggaran 12 laporan.
d) Profil data SKPD 5 tahun terakhir 10 buku.
5) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan
a) Kajian pengelolaan sampah pasar 1 dokumen, 10 buku.
b) Peralatan sampah untuk stimulan masyarakat 1.868 buah,
penyedotan tinja di huntara 76 kali, gerakan kebersihan pasar 5
lokasi, pembinaan kelompok pengelola sampah mandiri 25
kelompok
c) Pelayanan sampah permukiman 245 lokaasi, penyapuan jalan
protokol 28 lokasi, pengelolaan sampah pasar 41 lokasi, dan
pembinaan Lokasi Daur Ulang Sampah (LDUS) 2 lokasi
d) Kerjasama pengelolaan sampah RSUD 12 bulan, penunjangan
kerjasama dengan Swedia 1 laporan dan penyusunan review
pengelolaan sampah 10 buku
e) Komposter 125 buah, mesin pencacah sampah 2 unit, demplot
pengelolaan sampah 2 unit, dan pembangunan transfer depo 1
unit.

111

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

f)

Sosialisasi pelayanan persampahan 41 lokasi, dan program 3 R


di 65 lokasi.

g) Pelatihan kader pengelola sampah 35 orang.


6) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan
Hidup
a) Juklak/juknis penilai PROPER 1 dokumen, sosialisasi penilaian
PROPER 40 usaha dan pembinaan peserta PROPER 2 usaha
b) Laporan UKL-UPL embung 2 dokumen, pembahasan UKL-UPL
75 buah dan surat pernyataan pengelolaan lingkungan (SPPL)
1727 buah
c) Pengujian kualitas air bersih 25 titik, mata air 10 titik, air badan air
60 titik, tanah pertanian 12 titik, udara ambien 26 titik dan laporan
SPM 10 buku
d) Penguatan kelembagan pengelola IPAL 8 lokasi dan jejaring
pengelola IPAL 1 kali
e) Fasilitasi penyelesaian masalah lingkungan hidup 27 kasus
f) Bimbingan teknis produksi bersih rumah makan 40 usaha,
pendampingan produksi bersih rumah tangga 2 kali dan pedoman
minimasi limbah sarana wisata 1 dokumen
g) Pelayanan ijin pembuangan air limbah 5 pemohon, pemantauan
RKL-RPL/UKL-UPL 40 usaha dan bimbingan teknis pelaporan
perijinan RKL-RPL/UKL-UPL 30 usaha
h) Rencana aksi pengelolaan sungai 1 lokasi, gerakan kebersihan
sungai 20 lokasi
i) Buku SOP penilaian AMDAL 1 dokumen
j) Pembinaan dan pemantauan kebersihan pasar 10 lokasi, sekolah
10 lokasi, terminal 2 lokasi, jalan 7 ruas, perumahan 5 lokasi,
sungai 5 lokasi, puskesmas 3 lokasi dan rumah sakit 2 lokasi.
k) Pemantauan

pengelolaan

B3/Limbah

B3

50

usaha

dan

pembinaan pengelolaan B3/limbah B3 50 usaha


l) Review strategi sanitasi perkotaan 20 buku

112

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

7) Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam (SDA)


a) Pelaksanaan PPKAN 1 kali, lomba lingkungan hidup 12 prestator,
penyediaan bibit tanaman 1.000 batang dan cerdas cermat
lingkungan hidup 6 prestator
b) Pembinaan kampung berwawasan lingkungan 2 desa
c) Pembangunan SPAH 50 unit, bibit tanaman 1000 batang dan alat
biopori 300 buah
d) Detail Enginering Desaint (DED) taman KEHATI dan arboretum
bambu 10 buku dan laporan menuju Indonesia hijau (MIH) 10
buku
e) Pembinaan masyarakat pemanfaat KEHATI 20 orang, demplot
tanaman langka 1 lokasi dan data penghijauan 17 lokasi
f) Laporan usaha pengguna bahan perusak ozon 10 buku dan
sosialisasi bahan perusak ozon 2 kali
g) Penanaman bibit di lereng Gunung Merapi 8.100 batang dan
disekitar mata air 1.500 batang
h) Pengendalian hama/penyakit tanaman sengon 13 kelompok
i)

Pengukuran debit Umbulwadon 2 kali, penyusunan data debit 45


mata air, pembersihan dan pemeliharaan bangunan Umbulwadon
1 lokasi,

8) Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya


Alam dan Lingkungan Hidup
a) Buku kapita selekta 200 buku, sosialisasi bidang lingkungan 17
kali, pembinaan lingkungan hidup 9 sekolah dan 6 pondok
pesantren
b) Buku status lingkungan hidup daerah 2 jenis
9) Program Peningkatan Pengendalian Polusi
a) Lomba emisi 125 kendaraan, uji petik emisi 750 kendaraan,
pembinaan/pengawasan

bengkel

10

usaha,

pemeriksaan

pedagang dan petugas terminal 15 orang dan pengujian emisi


kendaraan RSUD 24 unit

113

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b) Pengujian emisi cerobong usaha 10 lokasi, bimbingan teknis


pengendalian pencemaran udara tidak bergerak 1 usaha dan
inventarisasi emisi sumber tidak bergerak 25 usaha
c) Pengujian limbah padat 10 usaha, limbah cair 20 usaha, limbah
RSUD 4 jenis
10) Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau
a) Pembangunan taman kota 7 lokasi dan pembelian kendaraan
roda 3 unit
b) Penanaman tanaman langka di sekolah, kantor dan jalan 600
batang, pemeliharaan perindang jalan 3.500 batang, penanaman
tanaman

perindang

jalan

1.000

batang

dan

sosialisasi

pengelolaan RTH 20 lokasi


c) Pemeliharaan perindang jalan 18.900 batang dan taman 56
lokasi
d) Pengendalian penebangan perindang jalan 20 lokasi
(IKK aspek tingkat capaian kinerja penyelenggaraan urusan lingkungan
hidup sebagaimana buku lampiran)
Berbagai program dan kegiatan urusan lingkungan hidup mampu
mendukung pencapaian kualitas udara di bawah ambang batas sesuai
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 maupun Keputusan
Gubernur DIY Nomor 153 Tahun 2002. Dari 32 titik pengambilan sampel
pemeriksaan kualitas udara diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 3.10. Hasil Pemeriksaan Kualitas Udara
Kandungan Udara
Sulfur dioksida
Karbon monoksida
Nitrogen
Hidro Carbon (HC)
Timah hitam (Pb)
Partikel debu

Kualitas Udara
Tahun 2010
0,0025 0,0116
0,03-0,98
0,0165 0,0811
28 149
0,026 0,847
8,720 226,107

g/m2

Angka Ambang
Batas
900 g/m2

g/m2
g/m2
g/m2
g/m2
g/m2

30.000
400
160
2
230

Tahun 2011
ppm
ppm
ppm
g/m2
g/m2
g/m2

23,88 199,44
3.450-17.250
30,33 184,67
66,5 106
0,0005 0,01
68,47 224,67

g/m2
g/m2
g/m2
g/m2
g/m2

Sumber: Kantor Lingkungan Hidup

Dalam upaya menjaga kualitas air telah dilakukan pengujian air di 25


titik pada 5 kecamatan (Turi, Pakem, Kalasan, Gamping dan Sleman)
114

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa parameter kimia pada


semua titik sampel memenuhi persyaratan kualitas air bersih. Dalam
rangka melindungi sumber air minum telah dikembangkan sanitasi
berbasis masyarakat sampai dengan tahun 2011 berjumlah 11 unit di 6
lokasi (5 unit IPAL komunal di Sukunan, Banyuraden, Gamping; 1 unit
MCK plus di Jetak II, Sidokarto, Godean; 1 unit

IPAL komunal di

Minomartani, Ngaglik, 1 unit MCK plus di Blunyahgede, Sinduadi, Mlati ,


1 unit IPAL komunal di Santan, Maguwoharjo, Depok, 1 unit IPAL
komunal di Blimbingsari, Caturtunggal, Depok dan 1 unit MCK plus di
Pringwulung, Condongcatur Depok).
Kesadaran masyarakat dan pengusaha di Kabupaten Sleman dalam
mengelola lingkungan terus mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dari
banyaknya dokumen UKL-UPL, pada tahun 2011 sebanyak 75 dokumen
atau meningkat 32% jika dibandingkan dengan tahun 2010 sebanyak 51
dokumen.
Pengolahan sampah di Kabupaten Sleman sudah sesuai dengan UU
No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah sejak dari sumber
sampah sampai dengan proses pengolahan akhir. Hal ini terlihat dari
perkembangan kelembagaan pengelola sampah mandiri di tingkat
padukuhan. Sampai tahun 2011 kelembagaan pengelolaan sampah
mandiri sebanyak 64 lembaga, meningkat 9,4% dari tahun 2010
sebanyak 58 lembaga.
Prestasi tingkat Nasional Kabupaten Sleman tahun 2011 bidang
lingkungan hidup adalah :
1) Penghargaan Kalpataru Kategori Pembina Lingkungan atas nama
Drs. Krido Suprayitno, SE M.Si, Camat Berbah,
2) Sekolah Model Adiwiyata tahun kedua oleh SD Negeri Nogopuro,
Caturtunggal, Depok
3) Nominasi penerima Penghargaan Kalpataru Kategori Pengabdi
Lingkungan atas nama Sumarsini, A.Md, Penyuluh Pertanian
lapangan (PPL) Kecamatan Ngaglik.

115

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

c. SKPD Penyelenggara Urusan


SKPD

penyelenggara

urusan

lingkungan

hidup

adalah

Kantor

Lingkungan Hidup yang dibentuk berdasarkan Perda Kabupaten Sleman


Nomor 9 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah
Kabupaten Sleman dan Peraturan Bupati Sleman Nomor 43 Tahun
2009 tentang Uraian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Kantor Lingkungan
Hidup. Penyelanggaraan urusan ini didukung oleh Bidang Perdesaan
dan Bidang Perkotaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,
Bidang Kehutanan dan Perkebunan Dinas Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan, Dinas Sumber Daya Alam dan Energi Sumber Daya
Mineral, Dinas Pasar, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Rumah
Sakit Umum Daerah Sleman, Rumah Sakit Umum Daerah Prambanan.
Secara rinci, kedudukan, tugas pokok, dan fungsi Kantor Lingkungan
Hidup sebagaimana terlampir.
d. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia penyelenggara urusan urusan lingkungan hidup
di Kantor Lingkungan Hidup berjumlah 26 orang. Secara rinci SDM
penyelenggaraan urusan lingkungan hidup menurut golongan dan
pendidikan adalah sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan lingkungan hidup
sebesar

Rp7.674.074.500,00,

realisasi

Rp6.763.379.655,00

atau

88,30%.
Secara rinci anggaran dan realisasi masing-masing program adalah
sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, anggaran sebesar
Rp159.150.000,00 realisasi Rp144.236.880,00 atau 90,63%.
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, anggaran
sebesar Rp79.775.000,00 realisasi Rp78.643.601,00 atau 96,58%
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, anggaran
sebesar Rp15.000.000,00 realisasi Rp13.975.000,00 atau 93,17% .

116

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

4) Program

Peningkatan,

Pengembangan

Sistem

Perencanaan,

Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, anggaran sebesar


Rp80.000.000,00 realisasi Rp78.650.250,00 atau 98,31%.
5) Program Pengembangan Kinerja Persampahan, anggaran sebesar
Rp3.706.390.000,00 realisasi Rp3.013.690.925,00 atau 81,31%.
6) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan
Hidup,

anggaran

sebesar

Rp883.553.000,00

realisasi

Rp842.155.190,00 atau 95,31%.


7) Program Perlindungan dan Konservasi Sumber

Daya

Alam,

anggaran sebesar Rp728.615.000,00 realisasi Rp704.365.800,00


atau 96,67%.
8) Program Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Hidup, anggaran sebesar Rp128.608.000,00 realisasi
Rp128.427.850,00 atau 99,86%.
9) Program Peningkatan Pengendalian Polusi, anggaran sebesar
Rp152.206.500,00 realisasi Rp147.848.100,00 atau 97,14%.
10) Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, anggaran sebesar
Rp1.740.750.000,00 realisasi Rp1.611.386.059,00 atau 92,57%.

f. Proses Perencanaan
Proses

perencanaan

urusan

lingkungan

hidup

diawali

dengan

identifikasi masalah melalui rapat kerja dinas dan jajaran kecamatan,


musrenbang desa, serta musrenbang kecamatan, yang digunakan
sebagai bahan penyusunan Renja SKPD. Pelaksanaan perencanaan
kegiatan tersebut melibatkan LSM lingkungan, Pusat Studi Lingkungan
UGM dan PPLH Jawa-Madura.

g. Sarana dan Prasarana


Sarana

dan

prasarana

penyelenggaraan

urusan

pendukung
lingkungan

penyelenggaraan
hidup

urusan

adalah sebagaimana

terlampir.

117

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

h. Permasalahan dan Solusi


Secara umum permasalahan dan solusi penyelenggaraan urusan
lingkungan hidup adalah sebagai berikut:
1) Hilangnya sebagian besar keanekaragaman hayati baik flora
maupun fauna di kawasan timur lereng Merapi akibat terkena erupsi,
sehingga peresapan air ke dalam tanah akan sangat berkurang.
Solusi yang dilakukan dengan penanaman kembali kawasan lereng
Merapi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik
pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan masyarakat
2) Masih adanya timbunan dan pembuangan sampah liar di beberapa
tempat terutama di wilayah perkotaan. Solusi yang dilakukan dengan
sosialisasi pengelolaan persampahan, pembinaan kelembagaan
pengelola sampah mandiri, evakuasi sampah, operasi penegakan
perda persampahan dan meningkatan prasarana dan sarana
pengelolaan sampah.
3) Parameter udara ambien yaitu hidrokarbon (HC) dan debu (TSP) di
beberapa lokasi pengujian (pertigaan Pasar Tempel dan pertigaan
Maguwoharjo) mengalami peningkatan dan mendekati ambang
batas. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah meningkatnya
kegiatan transportasi. Solusi yang dilakukan adalah melakukan
pembangunan ruang terbuka hijau terutama pada ruas-ruas jalan
padat lalu lintas, melakukan uji petik emisi kendaraan bermotor dan
sosialisasi pada usaha bengkel atau pengusaha angkutan umum.
4. Urusan Pekerjaan Umum
a. Program dan Kegiatan
1) Program Pelayanan adminsitrasi perkantoran
a) Penyediaan jasa surat menyurat.
b) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air, listrik dan
langganan.
c) Penyediaan jasa administrasi keuangan.
d) Penyediaan jasa kebersihan kantor.
e) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kantor.
f) Penyediaan Alat Tulis Kantor.
118

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan.


h) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan
kantor.
i) Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor.
j) Penyediaan peralatan rumah tangga.
k) Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundangan.
l) Penyediaan makanan dan minuman rapat.
m) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi.
n) Penyediaan jasa keamanan kantor.
o) Penyediaan jasa administrasi kantor.
p) Pengelolaan dokumen SKPD.
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
b) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
c) Pemeliharaan rutin /berkala meubelair
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumbar Daya Aparatur
a) Bimbingan teknis, workshop, seminar, lokakarya.
b) Pengelolaan kepegawaian.
4) Program

Peningkatan

Pengembangan

Sistem

Perencanaan,

Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan


a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja
SKPD.
b) Penyusunan laporan keuangan dan realisasi keuangan.
c) Penyusunan perencanaan SKPD.
d) Monitoring dan evaluasi program/kegiatan SKPD
e) Penyusunan profil data SKPD 5 tahun terakhir
f) Pelayanan Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)
5) Program Pembangunan Jalan dan Jembatan
a) Perencanaan pembangunan jembatan
b) Peningkatan jalan
c) Peningkatan jembatan dan gorong-gorong

119

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

6) Program Pembangunan Saluran Drainase dan Gorong-gorong


a) Pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong
b) Pemeliharaan rutin saluran drainase
7) Pembangunan Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan
a) Rehabilitasi/pemeliharaan jalan
b) Pemeliharaan rutin jalan
c) Pemeliharaan rutin jembatan
d) Pengadaan Aspal Swadaya
8) Program Pembangunan Sistem Informasi/Database Jalan dan
Jembatan melalui penyusunan sistem informasi/data base jalan.
9) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan
a) Operasional/pemeliharaan sarana dan prasarana kebinamargaan
b) Operasional/pemeliharaan alat-alat ukur dan bahan laboratorium
10) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa
dan Jaringan Pengairan Lainnya
a) Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi
b) Rehabilitasi/ pemeliharaan normalisasi sungai
c) Rehabilitasi/pemeliharaan petani pemakai air
d) Pembangunan/ peningkatan jaringan irigasi
e) Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi
f) Peningkatan pengelolaan irigasi partisipatif
g) Pembinaan perijinan bidang irigasi
h) Pemutakhiran data jaringan irigasi
11) Program pengendalian dan pengelolaan jaringan lainnya melalui
kegiatan peningkatan kelembagaan dan kebijakan pengelolaan
irigasi (WISMP)
12) Program Penyediaan dan Pengolahan Air Baku
a) Pemeliharaan prasarana pengambilan dan saluran pembawa
b) Pembinaan dan pengelolaan air baku di kawasan rawan
kekeringan

120

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

13) Program pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai,


danau dan sumber daya air lainnya
a) Pembangunan embung dan bangunan penampung air lainnya
b) Pemeliharaan

dan

rehabilitasi

embung

dan

bangunan

penampung air lainnya


c) Peningkatan Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sungai,
danau dan sumber daya air lainnya
d) Perencanaan embung dan bangunan penampung air lainnya
14) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan
Limbah
a) Fasilitas pembinaan teknis pengelolaan air limbah
b) Perencanaan jaringan air limbah.
c) Penyediaan prasarana dan sarana air limbah
d) Fasilitasi pembinaan teknis pengelolaan air minum
e) Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan air bersih/air minum dan
reservoir
15) Program Pembangunan Infra Struktur Perdesaan
a) Pembangunan jalan dan jembatan perdesaan
b) Pembangunan sarana dan prasarana air bersih perdesaan
c) Pembangunan/pemeliharaan sarana dan prasarana air bersih
perdesaan
16) Program Pembangunan dan Rehabilitasi Gedung Pemerintah
a) Pembangunan & pemeliharaan gedung pemerintah
b) Pembangunan dan pemeliharaan kantor kecamatan dan desa
c) Pembinaan teknis pembangunan
17) Program pembangunan dan rehabilitasi gedung pemerintah melalui
kegiatan perencanaan gedung
b. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan
pekerjaan umum adalah sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Jasa surat menyurat 12 bulan

121

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b) Pembayaran jasa komunikasi, sumber daya air, listrik dan


langganan 12 bulan
c) Penyediaan jasa administrasi keuangan 12 bulan
d) Penyediaan jasa kebersihan kantor 12 bulan
e) Penyediaan jasa peralatan kerja 12 bulan
f) Penyediaan alat tulis 12 bulan
g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 12 bulan
h) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan
kantor 2 paket 12 bulan
i) Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor 2 paket
j) Penyediaan peralatan rumah tangga 8 jenis
k) Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
12 bulan
l) Penyediaan makanan dan minuman rapat 12 bulan
m) Fasilitasi perjalanan dinas 12 bulan
n) Penyediaan jasa keamanan kantor 12 bulan
o) Penyediaan jasa administrasi kantor 12 bulan
p) Penyediaan jasa arsip dan perpustakaan 12 bulan
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a) Pemeliharaan bangunan/gedung kantor dan pengamatan 12 unit
b) Pemeliharaan kendaraan dinas 77 unit 12 bulan
c) Pemeliharaan meubelair 2 paket selama 12 bulan
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
a) Bimbingan teknis, workshop, seminar, lokakarya
b) Pengelolaan administrasi 423 orang pegawai
4) Program

peningkatan

pengembangan

sistem

perencanaan,

pelaporan, capaian kinerja dan keuangan


a) Laporan bulanan, laporan tahunan, dan LAKIP 77 buku
b) Laporan keuangan dan realisasi keuangan 36 buku
c) Dokumen RKA/DPA, RKPA/DPPA SKPD, dan Rencana Kerja
SKPD 75 buku

122

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

d) Penyusunan laporan monitoring kegiatan dan evaluasi 22 buku


e) Penyusunan profil data SKPD 5 tahun terakhir 20 buku
f) Pelayanan IUJK 50 izin
5) Program Pembangunan Jalan dan Jembatan
a) DED Jembatan Grembyangan dan Wonosobo
b) Peningkatan

jalan

di

Kecamatan

Cangkringan,

Seyegan,

Sleman, Prambanan dan Kalasan sepanjang 15,35 km terdiri dari


Jalan

Prambanan-Klangon,

Bronggang-Klangon,

Sidorejo-

Glagaharjo, Pundong-Klaci, Mulungan-Brengosan, PrambananGroyokan, Ngabruk-Kadirojo, Maguwo-Ngemplak, SamironoKentungan, dan Beran-Balong.


c) Peningkatan Jembatan 9 buah dan gorong-gorong 58 m, meliputi
6 jembatan pada ruas-ruas jalan Kabupaten yaitu Jembatan
Somoitan, Soprayan,

Simacan, Mangunan, Tegalsari dan

Tempel, 3 talud jembatan yaitu Talud Jembatan Kasuran,


Pucangan dan Temon serta 2 gorong-gorong yaitu Goronggorong Tirta Arta dan Ngebel.
6) Program Pembangunan Saluran Drainase dan Gorong-gorong
a) Pembangunan saluran drainase 4 buah sepanjang 2,6 km, yaitu :
Saluran Drainase Jombor Kidul, Saluran Drainase Seyegan,
Saluran

Drainase

Lempongsari,

dan

Saluran

Drainase

Malangrejo
b) Pemeliharaan Rutin Saluran Drainase sepanjang 10000 m
7) Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan
a) Rehabilitasi Jalan sepanjang 14,35 km meliputi 11 ruas jalan
Kabupaten: Jalan Tegalmanding-Pokoh, Jalan Mudal -Dayu,
Jalan

Beran-Warak,

Jalan

Nangsrikidul-Kemirikebo,

Jalan

Bedoyo-kaliadem, jalan Pantiasih-Wara, Jalan Imorejo-Candi,


Jalan Ngepring-Kemirikebo, Jalan Tajem-Mlandangan, Jalan
Marangan-Losari,

Jalan

Gayamharjo-Kenteng

dan

Jalan

Kompleks Ibu Kota Kabupaten


b) Pemeliharaan jalan aspal kabupaten 400 km
123

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

c) Pemeliharaan jembatan 25 buah dan Gorong-gorong 35 buah


d) Bantuan aspal untuk pembangunan jalan swadaya masyarakat
2.650 drum
8) Program

pembangunan

sistem

informasi/database

jalan

dan

jembatan terealisasi data base fungsi dan status jalan 10 buku dan
draft Perbub status jalan 10 buku
9) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan
a) Pemeliharaan peralatan konstruksi 10 unit, pemeliharaan alat
berat (mesin gilas dan Vibro) 17 unit, pemeliharaan peralatan
angkutan 5 unit, rekondisi flat bad truck 1 unit dan Pemeliharaan
Excavator 2 unit.
b) Operasional alat-alat ukur dan bahan laboratorium 28 unit dan
pengadaan boring inti beton 1 unit.
10) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan
Limbah
a) Pembangunan Jaringan Service Karangwuni (1130 m), Jaringan
Service Kentungan (1205 m), Jaringan Service Sonobaru
(1425m), 1 lokasi Sanimas/SLBM, 5 SR yaitu SR di Pedukuhan
Kocor (180 unit), SR di Pedukuhan Pogung (129 unit), SR di
Padukuhan Manggung (125 unit), SR di Pedukuhan Purwosari
(202 unit), SR di Padukuhan Karangwuni (114 unit) dan
pengembangan jaringan air limbah di Padukuhan Karangwuni
(119m) serta operasional untuk pelaksanaan PMU dan PIU
MSMHP
b) Sosialisasi pembangunan sarana sanitasi bagi masyarakat 3
lokasi
c) Pengadaan Sambungan Rumah (SR) 200 unit, Pengadaan pipa
sepanjang 216 m, fasilitasi pendataan perpamdes 108 unit,
fasilitasi pembinaan perpamdes 40 kelompok dan penyediaan air
bersih korban Merapi bagi 20.000 jiwa
d) Rehabilitasi/pemeliharaan Jaringan air bersih/air minum dan
reservoir di RSUD Sleman dan RSUD Prambanan 36 unit.
124

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

e) DED jaringan air limbah 2 lokasi meliputi perencanaan service


dan SR untuk 750 SR dan perencanaan jaringan service dan
lateral di Kayen dan Colombo Condongcatur.
11) Program Pembangunan Infra Struktur Perdesaan
a) Pembangunan jalan desa 18 lokasi , meliputi ruas jalan desa:
Jalan Dabag, talud jalan Projayan-Wonokerto, JalanDonoasihSurodadi, Jalan Karangnongko, Jalan Timur Pasar Gamping,
Jalan Banjarharjo-Watupecah, Jalan Watuadek-Gondangpusung,
Jalan Jirak-Singoderepan, Jalan Evakuasi Tritis-Ngandong, Jalan
Sumberwatu-Dawangsari, Jalan Sanan-Tinggen, Jalan SorasanBrongkol, Jalan Surodadi-Pancoh, Jalan Rogobasan-Kalibulus,
Jalan

bantulan-Sidomoyo,

Gamplong,

Jalan

Jalan

Ringinsari

dan

Susukan-Planden,
jalan

Bontakan,

Jalan
serta

pembangunan jembatan desa 2 lokasi yaitu Jembatan Gombang


dan Jembatan SDN Nglempong-Jalan Palagan, Talud Jembatan
Tundan serta Pengadaan bahan bangunan jalan SusukanPlanden.
b) Pembangunan sarana air bersih bagi masyarakat 9 lokasi,
meliputi konstruksi jaringan air bersih (SIPAS) di 3 lokasi yaitu:
Kemirikebo, Boyong dan Sendangarum, Konstruksi Jaringan Air
Minum Bersih di 5 lokasi yaitu Klangkapan II, Gabugan,
Jogokerten, Kadisono

dan

Sentonorejo, bahan konstruksi

jaringan air bersih yaitu Jaringan Pipa distribusi dan Sambungan


air bersih.
c) Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan air bersih 5 lokasi yaitu
Kecamatan Turi, Kecamatan Pakem, Kecamatan Tempel,
Kecamatan Cangkringan dan Kecamatan Ngemplak.
12) Program Pembangunan dan Rehabilitasi Gedung Pemerintah
a) Pembangunan dan rehabilitasi Gedung Pemerintah 8 paket, yaitu
Gedung Kantor Pelayanan Perijinan, Gedung Kantor Dinas
Kesehatan, Gedung Kantor Inspektorat, Gedung UPT Dinas

125

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Pendidikan Kecamatan Sleman, Kecamatan Mlati, Kecamatan


Gamping, Kecamatan Kalasan dan Kecamatan Minggir.
b) Rehabilitasi Kantor Kecamatan Ngaglik, Balai Desa Umbulharjo,
Balai Desa Glagaharjo dan Balai Desa Wukirsari.
c) Penelitian dan kajian teknis pembangunan 60 pemohon.
d) DED bangunan RS Sleman 5 buku
8) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa
dan Jaringan Pengairan Lainnya
a) Rehabilitasi 59 buah Daerah Irigasi (DI)
b) Rehabilitasi dan normalisasi sungai 6 lokasi dan pengerukan
sedimentasi 15 lokasi
c) Rehabilitasi/pemeliharaan Petani Pemakai Air (GP3A) melalui
sosialisasi 3 kelompok, pelatihan 3 kelompok dan monitoring 3
kelompok
d) Pembangunan 6 buah bendung dan 18 buah saluran
e) Operasional dan pemeliharaan

34 buah bendung,

627 km

saluran , dan 29 buah pintu air


e) Peningkatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif 25 buah Daerah Irigasi
(DI),

dan

peningkatan

pengetahuan

dan

kemandirian

30

organisasi P3A/GP3A
f) Pemrosesan 167 buah perijinan bidang irigasi
g) Pemutakhiran 100 data DI dan updating data prasarana
pengairan yang terdiri: 386 DI dan 42 buah Jaringan Irigasi Air
Tanah (JIAT)
9) Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku dengan kegiatan
pemeliharaan jaringan sumur pompa di 11 lokasi dan terlaksananya
pembinaan air baku di kawasan rawan kekeringan sebanyak 100 kali
10) Program Pengembangan Pengelolaan dan Konservasi Sungai,
Danau dan Sumber Daya Air Lainnya
a) Pembangunan embung /waduk lapangan Krapyak Barepan di
Desa Margoagung Kecamatan Seyegan
126

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b) Pemeliharaan embung dan mata air 5 unit


c) Pembentukan organisasi pengelola embung di 3 lokasi dan
pemeliharaan sungai di wilayah adipura 10 lokasi.
d) DED Embung Nglengkong Sambirejo Prambanan 1 lokasi
11) Program pengendalian dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan
jaringan lainnya
a) Pembinaan pengelolaan air baku 100 kali
(IKK aspek tingkat capaian kinerja penyelenggaraan urusan pekerjaan
umum sebagaimana buku lampiran)
Pelayanan infrastruktur telah mengalami peningkatan jika dibandingkan
dengan tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan program dan kegiatan
urusan pekerjaan umum mampu meningkatkan kualitas maupun
kuantitas prasarana jalan, jembatan, irigasi, pengelolaan air minum, air
limbah, gedung pemerintah dan infrastruktur perdesaan. Secara fisik
panjang jalan kabupaten sepanjang 1.085,13 km (jalan beraspal
sepanjang 889,35 km, jalan kerikil 15 km, dan jalan tanah 187,55 km),
dengan kondisi baik sepanjang 372,63 km, kondisi sedang sepanjang
401,49 km dan rusak sepanjang 286,67 km, rusak berat 24,35 km.
Kondisi jalan baik pada tahun 2011 meningkat 7,5% dari panjang
346,33 km menjadi 372,63 km.
Tabel 3.11. Tabel Kondisi Jalan Kabupaten (Km) Tahun 2007 2011
TAHUN
No
Uraian
2007
2008
2009
2010
1. Baik
313,03
314,33
339,63
2. Sedang
436,10
428,95
418,40
3. Rusak
304,00
308,15
305,40
4. Rusak Berat
32,00
33,70
21,70
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kabupaten Sleman.

346,33
401,49
299,87
37,45

2011
372,63
401,49
286,67
24,35

Jumlah jembatan pada ruas jalan kabupaten pada tahun 2011 sebanyak
443 buah, dengan kondisi baik sebanyak 264 buah atau 59,6%. Kondisi
jembatan baik tersebut menurun dibandingkan tahun 2010 sebanyak
281 buah atau menurun 6,05% .
127

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Tabel 3.12. Tabel Kondisi Jembatan Tahun 20082010


No

Uraian

TAHUN
2010

2009

2011

1.
Baik
259
281
2.
Sedang
114
105
3.
Rusak
72
58
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kabupaten Sleman.

264
122
57

Jumlah gorong-gorong tahun 2011 pada ruas jalan Kabupaten


sebanyak 3.800 buah. Gorong-gorong dengan kondisi baik sebanyak
1.640 buah, kondisi sedang sebanyak 2.046 buah dan kondisi rusak
sebanyak 114 buah.
Kondisi bangunan bendung permanen pada tahun 2011 mengalami
penurunan, akan tetapi kondisi bendung semi permanen meningkat
kualitasnya. Kondisi saluran irigasi baik primer maupun sekunder pada
tahun 2011 mengalami peningkatan jika dibandingkan pada tahun 2010.
Saluran irigasi primer dengan kondisi baik meningkat dari 249.568 m
menjadi 323.787 m, sedangkan irigasi sekunder kondisi baik mengalami
penurunan dari 303.613 m menjadi 200.000 m. Kondisi lengkap
bangunan pengairan pada tahun 2011 terlihat pada tabel berikut:
Tabel 3.13. Kondisi Bangunan Pengairan Tahun 2010 dan 2011
Baik
Sedang
No
Jenis
2010
2011
2010
2011

Rusak
2010

2011

1.

Bendung Permanen
(buah)

477

369

251

385

226

200

2.

Bendung Semi
Permanen (buah)

142

145

46

46

17

17

3.

Saluran Irigasi primer (m)

249.568

323.787

93.083

80.947

4.160

15.232

2.569

39.160

Saluran Irigasi
303.613 200.000 115.212
78.320
sekunder (m)
Sumber: Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral Kabupaten Sleman
4.

c. SKPD Penyelenggara Urusan


SKPD penyelenggara urusan pekerjaan umum adalah Dinas Pekerjaan
Umum dan Perumahan Kabupaten Sleman yang dibentuk berdasarkan
Perda Kabupaten Sleman Nomor 9 Tahun 2009 tentang Organisasi
Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman dan Peraturan Bupati
128

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Sleman Nomor 21 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas, Fungsi, dan Tata
Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan: Bidang Sumber Daya Air
dan Bidang Irigasi Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral yang
dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 28 Tahun 2009
tentang Uraian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Dinas Sumber
Daya Air, Energi, dan Mineral.

Penyelenggaraan urusan ini juga

didukung oleh Bidang Perdesaan dan Bidang Perkotaan Badan


Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Kesbang Linmas PBA,
RSUD Sleman dan RSUD Prambanan. Secara rinci, kedudukan, tugas
pokok, dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan serta Dinas
Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral sebagaimana terlampir
d. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia penyelenggara urusan pekerjaan umum di Dinas
Pekerjaan Umum dan Perumahan berjumlah 240 orang. Secara rinci
SDM penyelenggaraan urusan pekerjaan umum menurut golongan dan
pendidikan adalah sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan pekerjaan umum
sebesar Rp60.424.290.552,00, realisasi Rp57.229.025.620,07 atau
94,71%. Secara rinci anggaran dan realisasi masing-masing program
adalah sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, anggaran sebesar
Rp827.300.000,00 realisasi Rp 729.579.398,00 atau 88,19%.
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, anggaran
sebesar Rp2.048.125.400,00 realisasi Rp1.519.452.953,00 atau
74,19%
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, anggaran
sebesar

Rp123.350.000,00

realisasi

Rp122.017.690,00

atau

98,92%.

129

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

4) Program

Peningkatan,

Pengembangan

Sistem

Perencanaan,

Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, anggaran sebesar


Rp356.580.000,00 realisasi Rp318.260.175,00 atau 89,25%.
5) Pembangunan

Jalan

dan

Jembatan,

anggaran

sebesar

Rp15.110.019.000,00 realisasi Rp14.508.375.454,81 atau 96,02 %


6) Pembangungan Saluran Drainase dan Gorong-gorong, anggaran
sebesar Rp3.781.800.000,00 realisasi Rp3.660.189.652,00

atau

96,78 %
7) Rehabilitasi/pemeliharaan Jalan dan Jembatan, anggaran sebesar
Rp16.339.925.181,00 realisasi Rp15.491.793.752,26 atau 94,81%
8) Pembangunan Sistem Informasi/Data Base Jalan dan Jembatan
Rp116.627.000,00, realisasi Rp60.983.800,00 atau 52,29 %
9) Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan, anggaran
sebesar Rp505.122.000,00 realisasi Rp465.323.175,00 atau 92,12%
10) Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan
Jaringan Pengairan lainnya, anggaran sebesar Rp8.985.630.600,00
realisasi Rp8.727.159.560,00 atau 97,12%.
11) Program Penyediaan dan Pengolahan Air Baku, anggaran sebesar
Rp346.896.000,00 realisasi Rp339.398.875,00 atau 97,81%.
12) Program Pengembangan Pengelolaan dan Konservasi Sungai,
Danau

dan

Sumberdaya

Air

Lainnya,

anggaran

sebesar

Rp680.428.400,00 realisasi Rp549.449.450,00 atau 80,75%.


13) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air
Limbah, anggaran Rp3.485.992.571,00 realisasi Rp3.282.184.225,00
atau 94,15%.
14) Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan, anggaran sebesar
Rp 4.664.794.400,00 realisasi Rp. 4.579.787.270,00 atau 98,18 %
15) Pembangunan dan Rehabilitasi Gedung Pemerintah, anggaran
sebesar Rp3.051.700.000,00 realisasi Rp2.875.170.190,00 atau
94,21%

130

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

f. Proses Perencanaan
Proses Perencanaan urusan pekerjaan umum dilaksanakan melalui
survey kebutuhan pemeliharaan dan peningkatan prasarana dan sarana
ke-PU-an, rapat kerja dinas dan jajaran kecamatan, musrenbang desa,
serta musrenbang kecamatan, sebagai bahan penyusunan Renja
SKPD. Berdasarkan permasalahan yang ada disusun rencana kerja dan
disempurnakan dengan melibatkan para pemangku kepentingan antara
lain Komisi Irigasi yang terdiri dari unsur dari Pemerintah Daerah dan
masyarakat untuk menyusun program kerja tahunan.
g. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan urusan pekerjaan
umum

di

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan serta Bidang

Sumber Daya Air dan Bidang Irigasi Dinas Sumber Daya Air Energi dan
Mineral adalah sebagaimana terlampir.
h. Permasalahan dan Solusi
1) Cakupan pelayanan air bersih dan air limbah masih kurang. Solusi

yang dilaksanakan adalah dengan meningkatkan kualitas, kuantitas


dan sarana prasarana air bersih dan air limbah serta meningkatkan
kesadaran masyarakat terhadap penanganan air bersih dan air
limbah melalui sosialisasi dan advokasi.
2) Masih terdapat jalan, dan jembatan yang rusak akibat erupsi merapi

2010. Solusi yang

dilaksanakan adalah rehabilitasi jalan dan

pemasangan jembatan baley serta mengusulkan rehabilitasi jalan


dan jembatan dengan dana dari APBD Provinsi dan APBN.
3) Masih terdapat bendung dan saluran irigasi yang rusak akibat erupsi

merapi 2010. Solusi yang

dilaksanakan adalah membangun

bendung sementara dan mengusulkan pembangunan bendung dan


saluran irigasi dengan dana dari APBD Provinsi dan APBN.

131

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

5. Urusan Penataan Ruang


a. Program dan Kegiatan
1) Program Perencanaan Tata Ruang
a) Fasilitasi dan koordinasi tentang tata ruang daerah.
b) Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perdesaan.
c) Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan.
d) Penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan.
2) Program Pemanfaatan

Ruang

dengan

kegiatan

survey

dan

pemetaan.
3) Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang
a) Penyusunan kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang
b) Pengawasan pemanfaatan ruang
c) Sosialisasi kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang
d) Pelayanan perizinan IMB
e) Pelayanan izin reklame
f) Pelayanan izin pembangunan menara seluler
g) Pelayanan izin rencana tapak dan Surat Keterangan Rencana
Kabupaten (SKRK)
h) Pelayanan perizinan IMB pasca bencana
b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan penataan
ruang adalah sebagai berikut:
1) Program Perencanaan Tata Ruang
a) Fasilitasi koordinasi penataan ruang daerah dan kegiatan Badan
Koordinasi Perencanaan Ruang Daerah (BKPRD) Kabupaten
Sleman 12 bulan.
b) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Seyegan seluas
2.663 ha 10 buku, dan draft Raperda RDTR Kecamatan Seyegan
20 buku.

132

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

c) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Depok seluas


3.555 ha 20 buku, dan draft Raperda RDTR Kecamatan Depok
10 buku.
d) Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Desa Sinduadi Kec.
Mlati 200 ha 10 buku.
2) Program Pemanfaatan Ruang terealisasi penyediaan database
reklame di lokasi-lokasi strategis Kab. Sleman 10 buku dan peta
digital 1 buah.
3) Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang.
a) Draft Peraturan Bupati tentang tower bersama 1 buku dan IMB
prasarana bangunan gedung 1buku.
b) Pengawasan bangunan rumah 121 unit, tower 52 unit, reklame
398 unit serta penindakan dan pembongkaran tower 5 unit,
reklame 100 unit.
c) Sosialisasi

peraturan

tata

bangunan

dan

lingkungan

ke

masyarakat 11 kali.
d) Pelayanan informasi IMB untuk masyarakat melalui radio 3 kali,
koran 3 kali, penerbitan IMB pemutihan 250 lembar, IMB
sementara 1.250 lembar, IMB tetap 1.000 lembar.
e) Penerbitan surat ijin pemasangan reklame 260 lembar
f) Penerbitan surat izin pembangunan menara telekomunikasi
seluler 11 lembar dan penyusunan draft Perbub penataan dan
optimalisasi menara 1 buku.
g) Penelitian

permohonan

site

plan

126

buah,

penelitian

permohonan surat keterangan tata bangunan dan lingkungan


1.924 buah, penelitian permohonan pecah sertifikat 561 buah,
dan

penelitian

permohonan

rekomendasi

lahan

terkena

sempadan 61 buah.
h) Draft Perbub IMB korban erupsi 1 buku.
(IKK aspek tingkat capaian kinerja penyelenggaraan urusan penataan
ruang sebagaimana buku lampiran)

133

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang telah disusun sampai dengan
tahun 2011 mencakup kurang lebih 72,92% dari luas wilayah Kabupaten
Sleman. Adapun RDTR yang telah disusun sebagai berikut:
Tabel 3.14. Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan yang telah disusun
No.
Lokasi
Luas Perencanaan (Ha)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Kecamatan Kalasan
Kecamatan Depok
Kecamatan Moyudan
Kecamatan Minggir
Kecamatan Pakem
Kecamatan Sleman
Kecamatan Gamping
Kecamatan Prambanan
Kecamatan Ngaglik
Kecamatan Mlati
Kecamatan Ngemplak
Kecamatan Godean
Kecamatan Berbah
Kecamatan Seyegan
Kecamatan Turi
Kecamatan Cangkringan
Kecamatan Tempel

3.584,0000
3.555,0000
2.762,0000
254,5822
4.384,0000
3.132,0000
2.925,0000
1.707,0000
3.852,0000
2.852,0000
3.571,0000
2.684,0000
2.299,0000
2.663,0000
415,7495
847,0000
426,8770

Jumlah
Sumber : Bappeda Sleman

41.914,2087

Wilayah Kabupaten Sleman yang diprediksikan menjadi kawasan


pertumbuhan baru telah disusun Rencana Tata Bangunan dan
Lingkungan (RTBL). Sampai tahun 2011 kawasan yang telah disusun
RTBL adalah kawasan Stadion Maguwoharjo, Babarsari, Museum
Gunung

Merapi,

Selokan

Mataram,

Jl.Solo,

Jl.

Monjali,

Kota

Prambanan, Kota Tempel, Wisata Kaliadem, Wisata Petualang Gunung


Bangkel, Perkantoran Kabupaten Sleman dan Kecamatan Berbah dan
Desa Sinduadi Kecamatan Mlati.
c. SKPD Penyelenggara Urusan
SKPD

penyelenggara

urusan

penataan

ruang

adalah

Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah yang dibentuk berdasarkan Perda


Kabupaten Sleman Nomor 9 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat
Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman dan Peraturan Bupati Sleman
Nomor 37 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja
134

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Bappeda, didukung oleh Bidang Penataan Bangunan Dinas Pekerjaan


Umum dan Perumahan. Secara rinci, kedudukan, tugas pokok dan
fungsi penyelenggara urusan penataan ruang adalah sebagaimana
terlampir.
d. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia penyelenggara urusan penataan ruang di Bidang
Perdesaan,

Bidang

Perkotaan

Bappeda

dan

Bidang

Penataan

Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan berjumlah 49 orang


Secara rinci SDM penyelenggara urusan penataan ruang menurut
golongan dan pendidikan adalah sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan penataan ruang
sebesar

Rp2.169.396.000,00,

realisasi

Rp1.726.643.169,00

atau

79,59%. Secara rinci anggaran dan realisasi masing-masing program


adalah sebagai berikut:
1) Program

Perencanaan

Tata

Ruang,

anggaran

sebesar

Rp699.256.000,00 realisasi Rp655.722.650,00 atau 93,77%


2) Program Pemanfaatan Ruang, anggaran sebesar Rp75.000.000,00
realisasi Rp71.652.530,00 atau 95,54%
3) Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang, anggaran sebesar
Rp1.395.140.000,00 realisasi Rp999.267.989,00 atau 71,62%
f. Proses Perencanaan
Proses

perencanaan

urusan

penataan ruang

dilakukan

secara

partisipatif dengan melibatkan para tokoh masyarakat, pemerintah desa,


kecamatan, perguruan tinggi dan LSM. Proses ini diawali dengan rapat
kerja dinas dan jajaran kecamatan untuk melakukan penyusunan awal
rencana. Kemudian pelaksanaan musrenbang desa, dan musrenbang
kecamatan, sebagai bahan penyusunan Renja SKPD. Selanjutnya
musrenbang kabupaten dan perumusan rancangan akhir. Setelah
mendapat kesepakatan dari seluruh pemangku kepentingan dilakukan
penetapan rencana.
135

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

g. Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan urusan penataan
ruang di Bidang Perdesaan, Bidang Perkotaan Bappeda dan Bidang
Penataan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan adalah
sebagaimana terlampir.
h. Permasalahan dan Solusi
1) Draft Raperda RTRW telah disusun dan sudah mendapatkan
rekomendasi dari pemerintah pusat, namun belum sampai pada
penetapan menjadi Perda sehingga belum memiliki kekuatan hukum
sebagai dasar acuan penyusunan dokumen perencanaan lainnya.
Solusi dilakukan adalah berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten
Sleman untuk segera mengesahkan Raperda RTRW dimaksud.
2) Tingkat ketaatan masyarakat terhadap perizinan serta persyaratan
tata bangunan dan lingkungan masih kurang. Solusi yang dilakukan
adalah

dengan

melakukan

sosialisasi

untuk

meningkatkan

pemahaman masyarakat terhadap aturan ketataruangan yang telah


disepakati. Selain itu pengawasan terhadap ketaatan persyaratan
perizinan

juga

dilakukan

bersamaan

dengan

pelaksanaan

penegakan hukum.
3) Saat ini belum semua wilayah di Kabupaten Sleman mempunyai
Rencana rinci tata ruang. Upaya yang dilakukan adalah dengan
penyusunan rencana detail tata ruang.
6. Urusan Perencanaan Pembangunan
a. Program dan Kegiatan
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Penyediaan jasa surat-menyurat.
b) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air, listrik dan langganan.
c) Penyediaan jasa administrasi keuangan.
d) Penyediaan jasa kebersihan kantor.
e) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja.
f) Penyediaan alat tulis kantor.

136

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan.


h) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan kantor.
i) Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor.
j) Penyediaan peralatan rumah tangga.
k) Penyediaan makanan dan minuman rapat.
l) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi.
m) Pengelolaan dokumen SKPD.
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor.
b) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional.
c) Pemeliharaan rutin/berkala mebelair
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur
a) Bimbingan teknis, workshop, seminar, dan lokakarya
b) Pengkajian kompetensi kepegawaian.
4) Program

Peningkatan

Pengembangan

Sistem

Perencanaan,

Pelaporan, Capaian Kinerja dan Keuangan


a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja
SKPD.
b) Penyusunan laporan keuangan dan realisasi anggaran
c) Penyusunan perencanaan kerja SKPD
d) Penyusunan profil data SKPD 5 tahun terakhir.
5) Program Kerjasama Pembangunan daerah
a) Penunjangan sekber kartamantul
b) Fasilitasi peningkatan kapasitas daerah yang berkelanjutan untuk
desentralisasi.
c) Koordinasi kerjasama pembangunan daerah.
d) Fasilitasi naskah kerjasama pemerintah daerah dan desa
6) Program Pengembangan Wilayah Perbatasan melalui kegiatan
koordinasi penyelesaian masalah perbatasan antar daerah.
7) Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat
Tumbuh melalui kegiatan koordinasi pengembangan wilayah strategis
kecamatan.
137

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

8) Program

Peningkatan

Kapasitas

Kelembagaan

Perencanaan

Pembangunan Daerah melalui kegiatan peningkatan kapasitas


perencanaan.
9) Program Perencanaan Pembangunan Daerah:
a) Penyusunan RKPD .
b) Penyelenggaraan

musrenbang

Rencana

Kerja

Pemerintah

Daerah (RKPD)
c) Monitoring , evaluasi

dan pelaporan pelaksanaan capaian

sasaran program.
d) Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon
Anggaran Sementara (KUA PPAS)
e) Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK)
f) Perencanaan dan monitoring dana tugas pembantuan dan
dekonsentrasi.
g) Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon
Anggaran Sementara (KUA PPAS) Perubahan.
h) Monitoring dan evaluasi program/kegiatan rehabilitasi dan
rekonstruksi pasca bencana merapi.
i) Kajian pagu indikatif kewilayahan.
j) Analisis dan evaluasi perkembangan pelaksanaan pembangunan.
k) Koordinasi penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah.
l) Koordinasi

penyusunan

Laporan

Keterangan

Pertanggungjawaban (LKPJ)
m) Penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten, Penetapan
Kinerja Pemerintah Kabupaten Sleman dan evaluasi LAKIP.
n) Musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dan
pengendalian pembangunan kecamatan.
10)Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi:
a) Penyusunan indikator ekonomi daerah.
b) Penyusunan rencana pengembangan kawasan sentra produksi
pertanian lereng merapi bagian selatan.

138

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

c) Penyusunan rencana induk pengembangan pariwisata daerah.


d) Fasilitasi kajian ekonomi pasca erupsi merapi.
e) Penyusunan rencana pembangunan SDM di kawasan bencana
merapi.
11)Program Perencanaan Sosial Budaya melalui kegiatan penyusunan
rencana dan strategi pengembangan kecamatan sebagai pusat
kebudayaan.
12)Program Perencanaan Pembangunan Daerah Rawan Bencana:
a) Fasilitasi pemetaan kawasan rawan bencana merapi.
b) Koordinasi penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi.
c) Identifikasi kerusakan dan kerugian akibat bencana merapi
(Dammage and Loss Assesment/DaLA).
b. Realisasi pelaksanaan Program dan Kegiatan
Realisasi

pelaksanaan

program

dan

kegiatan

dalam

urusan

perencanaan pembangunan adalah sebagai berikut:


1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Pelayanan surat-menyurat selama 12 bulan
b) Pembayaran langganan listrik, telepon dan media cetak 12 bulan.
c) Pembayaran bendahara 6 orang dan pengurus barang 2 orang.
d) Pelayanan kebersihan kantor selama 12 bulan dan pembayaran
jasa petugas kebersihan kantor 1 orang.
e) Perbaikan/pemeliharaan mesin ketik 7 unit dan komputer 37 unit,
dan laptop 24 unit.
f) Penyediaan alat tulis kantor 12 bulan.
g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 12 bulan.
h) Penyediaan peralatan listrik 12 bulan.
i) Pembelian peralatan kantor 2 unit
j) Pembelian peralatan rumah tangga 1 unit
k) Fasilitasi kebutuhan rapat dan tamu 12 bulan
l) Fasilitasi kebutuhan perjalanan dinas 12 bulan
m) Pelayanan arsip dan perpustakaan 12 bulan
139

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kantor


a) Pemeliharaan kendaraan roda dua 17 kendaraan dan kendaraan
roda empat 7 kendaraan 12 bulan.
b) Pemeliharaan dan perbaikan gedung 12 bulan.
c) Pemeliharaan meja kursi 20 unit.
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur dengan
realisasi kegiatan pengiriman personel bimbingan teknis, workshop,
seminar, dan lokakarya serta pengelolaan kepegawaian 72 pegawai
12 bulan serta pembayaran tenaga honorer 2 orang 12 bulan.
4) Program

Peningkatan

Pengembangan

Sistem

Perencanaan,

Pelaporan, Capaian Kinerja dan Keuangan


a) Dokumen Rencana Kerja Anggaran, Dokumen Pelaksanaan
Anggaran, Rencana Kerja SKPD dan Program Kerja 40 buku.
b) Laporan bulanan, tahunan dan LAKIP 20 buku.
c) Laporan keuangan per bulan 12 bulan dan laporan tahunan yang
berupa realisasi fisik dan keuangan.
d) Profil SKPD 10 buku.
5) Program Kerjasama Pembangunan
a) Laporan fasilitasi kerjasama pengelolaan dan pembangunan
sarana dan prasarana perkotaan 15 buku.
b) Laporan

pelaksanaan

Sustainable

Capacity

Building

Development (SCBD) 2011: 10 buku, pengembangan SDM 5


pelatihan, perkuatan kelembagaan berupa pembangunan dan
pengembangan

SIM

buah,

dan

kerangka

peningkatan

kapasitas 2 kegiatan.
c) Koordinasi dan fasilitasi kerjasama daerah 12 kali dan 58 draft
kerjasama daerah, identifikasi dan evaluasi kerjasama daerah 1
dokumen, materi rancangan Peraturan Bupati tentang kerjasama
daerah 1 dokumen.
d) Naskah perjanjian antar daerah dan lembaga 76 buah, perjanjian
tanah kas desa 14 buah.

140

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

6) Program Pengembangan Wilayah Perbatasan terealisasi koordinasi


dan fasilitasi penyelesaian permasalahan batas daerah 12 kali, 1
dokumen laporan.
7) Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat
Tumbuh terealisasi koordinasi pengembangan wilayah strategis di 15
kecamatan 44 kali.
8) Program

Peningkatan

Pembangunan

Daerah

Kapasitas

Kelembagaan

terealisasi

Perencanaan

peningkatan

kapasitas

perencanaan 2 kali dan penyusunan dan sosialisasi SOP 6 kali.


9) Program Perencanaan Pembangunan Daerah
a) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2012 sebanyak
125 buku, dokumen Rencana Kerja (Renja) SKPD 2012 5 buku,
dokumen Rencana Kerja Tahunan 20 buku.
b) Musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) RKPD
dan dokumen hasil musrenbang RKPD 100 buku, dokumen hasil
forum SKPD 100 buku dan dokumen usulan program/kegiatan
pembangunan APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten 150
buku.
c) Dokumen evaluasi kebijakan dan sasaran program urusan
pembangunan daerah 30 buku.
d) Dokumen KUA dan PPAS APBD Tahun 2012, 200 buku.
e) Dokumen usulan perencanaan DAK 2012 10 buku dan Monev
DAK 2011 15 buku.
f) Dokumen monitoring dana tugas pembantuan dan dekonsentrasi
30 buku.
g) Dokumen KUA dan PPAS Perubahan APBD Tahun 2011 200
buku.
h) Laporan monitoring dan evaluasi program kegiatan rehabilitasi
dan rekonstruksi pasca bencana erupsi merapi sebanyak 20
buku.
i) Dokumen pagu indikatif kewilayahan 10 buku.

141

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

j) Laporan pelaksanaan kegiatan pembangunan tahunan non


APBD 1 bokumen 2 eks, data informasi pelaksanaan kegiatan
pembangunan per bulan 2 dokumen 8 eks, laporan realisasi fisik
dan keuangan kegiatan pembangunan 2011 ,11 dokumen 22 eks.
k) Laporan

Pertanggungjawaban

Pemerintah

Daerah

(LPPD)

kepada Pemerintah 1 dokumen 10 set, publikasi naskah LPPD 2


media massa.
l) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Tahun
Anggaran 2010 kepada DPRD 1 dokumen 80 set.
m) Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Pemkab 30 buku, Penetapan Kinerja TA 2011 10 buku,
evaluasi LAKIP instansi 12 SKPD
n) Musyawarah perencanaan pembangunan di 17 kecamatan dan
laporan 216 buku.
10) Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi
a) Dokumen Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Kabupaten
Sleman 40 buku.
b) Dokumen rencana pengembangan kawasan sentra produksi
pertanian lereng merapi bagian selatan 40 buku.
c) Dokumen Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah 40
buku.
d) Dokumen kajian ekonomi pasca erupsi merapi 30 buku,
rekomendasi

pengembangan

pariwisata

lereng

merapi

rekomendasi.
e) Dokumen

rencana

pembangunan

SDM

kawasan

merapi

Kabupaten Sleman 100 buku.


11) Program Perencanaan Sosial Budaya terealisasi dokumen grand
design kecamatan sebagai pusat kebudayaan 25 buku.
12) Program Perencanaan Pembangunan Daerah Rawan Bencana
a) Peta kawasan rawan bencana 10 exp, workshop 1 kali, seminar
1 kali.

142

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b) Fasilitasi dan koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi 12 kali,


dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi 75 buku.
c) Identifikasi dan penyusunan data kerusakan dan kerugian
(DaLA) akibat bencana merapi.
(IKK

aspek

tingkat

capaian

kinerja

penyelenggaraan

urusan

perencanaan pembangunan sebagaimana buku lampiran)


Proses perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman tahun 2011
untuk pelaksanaan tahun 2012 dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai
dengan siklus perencanaan. Proses perencanaan diawali dengan
musyawarah

perencanaan

pembangunan

daerah

(musrenbang).

Musrenbang merupakan bagian tahapan dalam penyusunan dokumen


perencanaan pembangunan daerah, merupakan forum koordinasi antar
instansi pemerintah dan partisipasi seluruh pelaku pembangunan untuk
mengharmoniskan

dan

menyelaraskan

program

dan

kegiatan

pembangunan di daerah. Musrenbang dilakukan secara terpadu yang


dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional.
Proses ini telah menghasilkan perencanaan yang komprehensif,
mengakomodasi berbagai kepentingan dari para pihak, berbagai sektor
dan sasaran yang bermuara pada satu tujuan yaitu kesejahteraan
masyarakat. Musrenbang tersebut menghasilkan usulan program dan
kegiatan yang berasal dari dana APBN, APBD Provinsi, APBD
kabupaten dan masyarakat. Usulan program dan kegiatan tersebut
dirangkum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) RKPD
menjadi acuan dalam penyusunan KUA dan PPAS. Rencana Kerja
Pemerintah Daerah disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi
antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan.
Proses perencanaan pembangunan daerah dilakukan melalui tahapantahapan sebagai berikut:
1) Musrenbang

desa, dilaksanakan pada minggu II sampai dengan

minggu IV bulan Januari 2011;

143

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

2) Musrenbang kecamatan, dilaksanakan pada minggu II dan minggu III


bulan Februari 2011;
3) Paparan Camat, dilaksanakan pada minggu IV bulan Februari 2011,
4) Forum SKPD, dilaksanakan pada minggu I bulan Maret 2011;
5) Musrenbang kabupaten dengan melibatkan seluruh SKPD, tokoh
masyarakat, LSM dan Perguruan Tinggi, dilaksanakan pada
minggu IV bulan Maret 2011;
6) Finalisasi penyusunan RKPD, dilaksanakan pada minggu IV bulan
Mei 2011;
7) Musrenbang Provinsi, dilaksanakan pada minggu I bulan April 2011;
8) Penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon
Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2012, dilaksanakan pada
minggu II bulan April sampai dengan minggu III Mei 2011,
Rancangan KUA/PPAS diserahkan ke DPRD pada minggu IV bulan
Mei 2011, Nota Kesepakatan KUA ditandatangani pada tanggal 11
Oktober 2011;
9) Penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan

Prioritas dan

Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Anggaran Tahun


2011,

dilaksanakan pada minggu II bulan April sampai dengan

minggu I Juni 2011, Rancangan KUA PPAS Perubahan diserahkan


ke DPRD pada minggu II bulan Juni 2011, Nota Kesepakatan KUA
PPAS Perubahan Anggaran Tahun 2011 ditandatangani pada
tanggal 29 Juli 2011;
10) Penyusunan RAPBD Tahun Anggaran 2012, dilaksanakan pada
minggu III bulan Oktober 2011, penyerahan Nota Keuangan RAPBD
pada tanggal 10 November 2011, Perda APBD ditandatangani pada
tanggal 28 November 2011, pengesahan Dokumen Pelaksanaan
Anggaran, dilaksanakan pada 4-12 Januari 2012.
11) Penyusunan

RAPBD

Perubahan

dilaksanakan pada Bulan Juli 2011,

Tahun

Anggaran

2011,

penyerahan Nota Keuangan

RAPBD Perubahan pada tanggal 15 Agustus 2011, Perda APBD


Perubahan ditandatangani pada tanggal 27 September 2011,
144

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

pengesahan

Dokumen

Pelaksanaan

Perubahan

Anggaran

dilaksanakan pada 29 September - 3 Oktober 2011.


c. SKPD Penyelenggara Urusan
SKPD penyelenggara urusan perencanaan pembangunan adalah
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang dibentuk
berdasarkan Perda Kabupaten Sleman Nomor 9 Tahun 2009 tentang
Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman dan
Peraturan Bupati Sleman Nomor 37 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas,
Fungsi dan Tata Kerja Bappeda. Penyelenggaraan urusan ini didukung
oleh Sekretariat Daerah, Inspektorat dan Kecamatan.
Secara rinci, kedudukan, tugas pokok dan fungsi penyelenggara urusan
perencanaan pembangunan adalah sebagaimana terlampir.
d. Sumber Daya Manusia
Sumber

daya

manusia

penyelenggara

urusan

perencanaan

pembangunan di Bappeda berjumlah 72 orang. Secara rinci SDM


penyelenggara urusan perencanaan pembangunan menurut golongan
dan pendidikan adalah sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi

anggaran

untuk

penyelenggaraan

urusan

perencanaan

pembangunan sebesar Rp5.374.831.300,00 realisasi Rp4.896.624.745,00


atau 91,10%. Secara rinci anggaran dan realisasi masing-masing
program adalah sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, anggaran sebesar
Rp435.626.200,00 realisasi Rp355.919.270,00 atau 81,70%
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kantor, anggaran
sebesar Rp395.828.000,00 realisasi Rp379.996.950,00 atau 96,00%
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur, anggaran
sebesar Rp41.800.000,00 realisasi Rp33.210.000,00 atau 79,45%
4) Program

Peningkatan

Pengembangan

Sistem

Perencanaan,

Pelaporan, Capaian Kinerja dan Keuangan, anggaran sebesar


Rp171.875.000,00 realisasi Rp165.224.000,00 atau 96,13%

145

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

5) Program

Kerjasama

Pembangunan,

anggaran

sebesar

Rp863.280.000,00 realisasi Rp822.619.950,00 atau 95,29%


6) Program Pengembangan Wilayah Perbatasan, anggaran sebesar
Rp38.600.000,00 realisasi Rp30.738.700,00 atau79,63%
7) Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat
Tumbuh,

anggaran

sebesar

Rp88.733.850,00

realisasi

Rp88.293.850,00 atau 99,50%


8) Program

Peningkatan

Kapasitas

Kelembagaan

Perencanaan

Pembangunan Daerah, anggaran sebesar Rp96.000.000,00 realisasi


sebesar Rp75.569.550,00 atau 78,72%
9) Program

Perencanaan

Pembangunan,

anggaran

sebesar

Rp2.256.988.250,00 realisasi Rp2.066.937.725,00 atau 91,58%


10) Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi, anggaran sebesar
Rp479.150.000,00 realisasi Rp459.068.000,00 atau 95,81%
11) Program

Perencanaan

Sosial

Budaya,

anggaran

sebesar

Rp133.650.000,00 realisasi Rp116.717.500,00 atau 87,33%


12) Program Perencanaan Pembangunan Daerah Rawan Bencana,
anggaran sebesar Rp373.300.000,00 realisasi Rp302.329.250,00
atau 80,99%
f. Proses Perencanaan
Proses perencanaan urusan perencanaan pembangunan dilakukan
secara partisipatif diawali dari rapat kerja dinas untuk menyusun
rancangan awal, kemudian pelaksanaan musrenbang yang dimulai dari
, musrenbang desa, serta musrenbang kecamatan, dan musrenbang
kabupaten dengan melibatkan semua pemangku kepentingan yang
berasal dari tokoh masyarakat, anggota legislatif, Perguruan Tinggi, dan
LSM. Selanjutnya dari hasil musrenbang tersebut dilakukan perumusan
rancangan akhir, berupa perumusan Renja SKPD dan RKPD. Pada
akhir proses perencanaan dilakukan penetapan rencana.
g. Sarana dan Prasarana
Sarana

dan

prasarana

pendukung

penyelenggaraan

urusan

perencanaan pembangunan di Bappeda adalah sebagaimana terlampir.

146

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

h. Permasalahan dan Solusi


1) Diterbitkannya peraturan baru tentang pedoman perencanaan
daerah yang berbeda dengan peraturan sebelumnya sehingga perlu
penyesuaian

yang

cukup

memakan

waktu

dan

membuat

keterlambatan penetapan dokumen perencanaan daerah. Solusi


yang dilakukan adalah mengintensifkan sosialisasi ke seluruh SKPD.
2) Proses perencanaan yang berfilosofi teknokratis dan menggunakan
basis data sekunder seringkali dianggap masih belum cukup
memadai. Sehingga terdapat kelemahan pada kekuatan data dan
informasi untuk memproyeksikan arah pembangunan berikutnya.
Solusi yang dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas data dan
informasi serta penyusunan sistem monev pembangunan.
7. Urusan Perumahan
a. Program dan Kegiatan
1) Program Pembangunan Perumahan
a) Penetapan Kebijakan Strategi dan Program Perumahan
b) Koordinasi Penyelenggaraan dan Pengembangan Perumahan
c) Koordinasi Pembangunan Perumahan dengan lembaga/Badan
Usaha
d) Pembangunan Sarana dan Prasarana rusunawa/rusunami
e) Pengelolaan Rusunawa/Rusunami
f)

Penunjang Bantuan stimulan Rumah Swadaya

g) Pendampingan Rekompak JRF


h) Penataan Kawasan LC
2) Program Pengelolaan Areal Pemakaman
a) Koordinasi Pengelolaan Areal Permakaman
b) Pemberian perizinan permakaman
c) Pembangunan Sarana dan Prasarana Permakaman
3) Program

Peningkatan

Kesiagaan

dan

Pencegahan

Bahaya

pencegahan

bahaya

Kebakaran
a) Pengawasan

pelaksanaan

kebijakan

kebakaran
147

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b) Pendidikan, pelatihan, pertolongan dan pencegahan kebakaran


c) Penyuluhan pencegahan bahaya kebakaran
d) Pengadaan

sarana

dan

prasarana

pencegahan

bahaya

kebakaran
e) Pemeliharaan sarana dan prasarana pencegahan bahaya
kebakaran
f)

Pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran

g) Peningkatan pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran


b. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan
perumahan sebagai berikut:
1) Program Pengembangan Perumahan
a) Data rumah 15

buku, review Peraturan Bupati tentang

Pengembangan Perumahan 1 buku, draft perda pengelolaan


rusunawa 1 buku, data analisa dan rencana relokasi 1 buku.
b) Pemrosesan perizinan pembangunan rusunawa di 2 lokasi yaitu
Padukuhan

Jongke

Sendangadi

dan

Padukuhan

Dabag

Condong Catur.
c) Koordinasi pembangunan perumahan dan verifikasi fasilitas
umum dan fasilitas sosial 10 lembaga.
d) Pembangunan prasarana dan sarana rusunawa/rusunami di 3
lokasi yaitu Rusunawa Dabag Condongcatur Depok, Rusunawa
Mranggen dan Rusunawa Gemawang Sinduadi Mlati.
e) Pengelolaan Rusunawa/rusunami 3 lokasi.
f)

Penyaluran dana stimulan perumahan swadaya 100 unit

g) Fasilitasi pelaksanaan rekompak JRF 6 desa, yaitu Desa


Wukirharjo, Desa Kepuharjo, dan Desa Umbulharjo, Kecamatan
Prambanan; Desa Wukirsari, Desa Sambirejo, dan Desa
Madurejo, Kecamatan Prambanan.
h) Pembangunan jalan di kawasan Land Consolidation (LC)
Sinduadi 1 paket

148

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

2) Program Pengelolaan Areal Permakaman


a) Pemrosesan perizinan, sosialisasi dan pemeliharaan Taman
Pemakaman Umum (TPU) Seyegan.
b) Perizinan pembangunan TPU Sleman dan TPU Prambanan,
serta dokumen lingkungan TPU Prambanan.
c) Pembangunnya prasarana dan sarana dasar di TPU Seyegan
berupa tempat parkir sepeda motor, pagar, gudang penyimpan
peralatan,

pusara,

Grobog,

prasasti

erupsi

merapi,

dan

landscaping.
3) Program

Peningkatan

Kesiagaan

dan

Pencegahan

Bahaya

Kebakaran
a) Monitoring sarara dan prasarana pemadam kebakaran 36 obyek
dan indentifikasi sebab-sebab kebakaran 60 obyek.
b) Kesamaptaan pemadam kebakaran 10 kali.
c) Penyuluhan dan pelatihan pencegahan bahaya kebakaran 3 kali
diikuti oleh 120 orang.
d) Pengadaan

sarana

dan

prasarana

pencegahan

bahaya

kebakaran berupa baju tahan api 3 buah, helm PBK 10 buah,


sepatu boot damkar 10 buah, baju tahan api entry 1 buah, self
contained breathing apparatus 1 buah, pemasangan hidran kota
3 buah, pesawat HT 4 buah.
e) Pemeliharaan sarana dan prasarana pencegahan bahaya
kebakaran berupa mobil damkar 3 buah, mobil tanki air 2 buah,
tabung APAR 32 buah, pompa diesel 2 buah, pesawat HT dan
RIG 10 buah, tandon air 1 buah dan portable damkar 36 buah.
f)

Kesiapsiagaan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) 180


kali.

g) Operasional Posko Siaga PBK 12 bulan dan operasional


pemadaman kebakaran 60 kali.
(IKK aspek tingkat capaian kinerja penyelenggaraan urusan perumahan
sebagaimana buku lampiran)
149

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Pelaksanaan program dan kegiatan urusan perumahan mampu


mendukung

penyediaan

sarana

dan

prasarana

fasilitas

umum

perumahan/rusunawa di Rusunawa Dabag, Rusunawa Mranggen,


Rusunawa Gemawang yang meliputi drainase, penyambungan instalasi
listrik, landscaping, IPAL, sumur resapan air hujan, pagar, jalan
lingkungan konblok dan talud sungai.
c. SKPD Penyelenggara Urusan
SKPD penyelenggara urusan perumahan adalah Bidang Perumahan
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan.

Dinas

ini dibentuk

berdasarkan Perda Kabupaten Sleman Nomor 9 Tahun 2009 tentang


Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman dan
Peraturan Bupati Sleman Nomor 21 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas,
Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan.
Penyelenggaraan urusan ini didukung oleh Bidang Penanggulangan
Kebakaran Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat, Seksi
Sarana dan Prasarana Penunjang Kesehatan Rumah Sakit Umum
Daerah Sleman, dan Seksi Sarana dan Prasarana Penunjang
Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Prambanan.
Secara rinci, kedudukan, tugas pokok dan fungsi penyelenggara urusan
perumahan sebagaimana terlampir.
d. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia penyelenggara urusan perumahan di Bidang
Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan berjumlah 15
orang. Secara rinci SDM penyelenggara urusan urusan perumahan
menurut golongan dan pendidikan sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan perumahan sebesar
Rp5.965.077.450,00 realisasi Rp5.701.605.175,00 atau 95,58%. Secara rinci
anggaran dan realisasi masing-masing program sebagai berikut:

150

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

1) Program

Pengembangan

Perumahan,

anggaran

sebesar

Rp

Rp4.308.304.350,00 realisasi Rp Rp4.095.742.925,00 atau 95,07%


2) Program

Pengelolaan

Areal

Pemakaman,

anggaran

sebesar

Rp874.400.000,00 realisasi Rp854.301.250,00 atau 97,70%


3) Program

Peningkatan

Kesiagaan

dan

Pencegahan

Bahaya

Kebakaran, Capaian Kinerja dan Keuangan, anggaran sebesar


Rp782.373.100,00 realisasi Rp751.561.000,00 atau 96,06%
f. Proses Perencanaan
Proses perencanaan urusan perumahan dilakukan secara partisipatif
diawali dari rapat kerja dinas dan jajaran kecamatan, musrenbang desa,
serta musrenbang kecamatan, sebagai bahan penyusunan Renja SKPD
dengan melibatkan para tokoh masyarakat, Perguruan Tinggi, dan LSM.
g. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan urusan perumahan
di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan sebagaimana terlampir.
h. Permasalahan dan Solusi
1) Data yang berkaitan dengan pengembangan rumah baik secara
kualitas maupun kuantitas masih kurang. Solusi yang dilaksanakan
adalah mulai dilakukannya pendataan ulang jumlah dan klasifikasi
rumah.
2) Pendirian

perumahan

permakaman.

Solusi

belum
yang

dilengkapi
dilaksanakan

dengan

fasilitas

adalah

dengan

menyediakan TPU di Seyegan dan Prambanan.


3) Belum adanya mobil PBK dengan tangga 15 m dan 34 m. Solusi
yang

dilaksanakan

Penanggulangan

adalah

Kebakaran,

bekerjasama
Bencana

dengan
dan

Kantor

Perlindungan

Masyarakat Kota Yogyakarta untuk menanggulangi kebakaran


dengan skala besar.
4) Belum semua bangunan/perusahaan menyediakan alat pemadam
api.

Solusinya,

dilakukan

pemeriksaan

dan

himbauan

agar

perusahaan menyediakan alat pemadam api, serta sosialisasi


Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 tentang Bangunan Gedung.
151

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

8. Urusan Kepemudaan dan Olahraga


a. Program dan Kegiatan
1) Program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan dan
kecakapan hidup pemuda melalui kegiatan kajian, monitoring dan
evaluasi kegiatan kepemudaan.
2) Program pengembangan dan keserasian kebijakan pemuda melalui
peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepemudaan (MTQ)
3) Program Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
a) Koordinasi dan evaluasi Badan Narkotika Kabupaten (BNK)
b) Rintisan desa pelopor bebas Napza
c) Pemberian penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi pemuda
d) Pemberian penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi siswa
4) Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan
a) Pembinaan Organisasi Kepemudaan (OKP)
b) Pemilihan dan pengiriman peserta Bakti Pemuda Antar Propinsi
(BPAP)
c) Pembinaan Budi Pekerti Pemuda
5) Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga
a) Monitoring dan evaluasi olahraga karyawan, masyarakat dan tri
lomba juang
b) Kompetisi dan pengiriman kontingen Pekan Pelajar Daerah
(POPDA)
c) Peningkatan jumlah kualitas serta kompetensi pelatih, peneliti
dan teknisi olehraga
d) Pembinaan olahraga bagi masyarakat
6) Program pengembangan kebijakan dan manajemen olahraga melalui
pengiriman dan evaluasi peserta Porseni Pondok Pesantren tingkat
kabupaten, propinsi dan nasional.
b. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan
pendidikan, pemuda dan olahraga sebagai berikut:

152

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

1) Program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan dan


kecakapan hidup pemuda terealisasi melalui pembinaan dan
penyuluhan narkoba bagi 2.400 orang pemuda, monitoring dan
fasilitasi kegiatan pemuda dan remaja 1 kali, serta koordinasi dan
fasilitasi sarasehan dialog remaja 1 kali.
2) Program Pengembangan dan Keserasian Kebijakan Pemuda
terealisasi melalui pelaksanaan MTQ sekolah umum bagi 500
peserta dan pemilihan 56 orang calon utusan Kabupaten Sleman
dalam MTQ propinsi dan nasional.
3) Program Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba:
e) Koordinasi Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dalam rangka
pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran
gelap narkoba 5 kali.
f) Penyuluhan penyalahgunaan Napza 3 kali bagi 120 orang,
penyuluhan anti narkoba 2 kali di Desa Bokoharjo dan Desa
Gayamharjo

Kecamatan

Prambanan,

pembentukan

dan

penyampaian bantuan sarana operasional bagi 2 orang satgas


anti narkoba yang baru di desa Sukoharjo Kecamatan Ngaglik
dan Desa Sumberadi Kecamatan Mlati, serta bimbingan lanjut
bagi 12 orang satgas anti narkoba.
g) Pembinaan 10 kelompok pemuda anti narkoba 150 orang.
h) Pembinaan 10 kelompok siswa anti narkoba 40 orang.
4) Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan:
a) Pembinaan 15 organisasi kepemudaan 60 orang.
b) Pemilihan 200 orang calon peserta Bakti Pemuda Antar Propinsi
(BPAP), dan pengiriman 4 orang peserta serta 2 orang
pendamping BPAP.
c) Pembinaan budi pekerti pemuda 85 orang di 15 organisasi.
5) Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga
a) Monitoring dan evaluasi olahraga masyarakat, karyawan, dan tri
lomba juang 12 kali.
b) Pengiriman kontingen POPDA Kabupaten Sleman yang terdiri 14
cabang olahraga.
153

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

c) Pelatihan pelatih senam bagi 60 orang guru SD dan SMP.


d) Pembinaan olahraga masyarakat bagi 17 klub olahraga pelajar
kecamatan.
6) Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olahraga
terealisasi melalui pengiriman peserta Porseni Pondok Pesantren ke
Jawa Timur 3 kali.
(IKK

aspek

tingkat

capaian

kinerja

penyelenggaraan

urusan

kepemudaan dan olahraga sebagaimana buku lampiran)


Pencapaian program dan kegiatan urusan kepemudaan dan olahraga
tahun 2011 didukung oleh sarana dan prasarana serta kinerja aparat.
Berbagai program dan kegiatan di atas mampu meningkatkan partisipasi
masyarakat dalam bidang kepemudaan dan olahraga.
Prestasi yang dicapai Kabupaten Sleman dalam urusan kepemudaan
dan olah raga tahun 2011 antara lain:
1) Juara II Olimpiade Olahraga Siswa tingkat nasional jenjang SMA
cabang Bulutangkis Ganda Putri atas nama Choirunnisa dari SDN
Sleman 1 dan Lisa Ayu Kusumawati dari SDN Godean 1,
2) Juara II Olimpiade Olahraga Siswa tingkat nasional jenjang SMA
cabang Bulutangkis atas nama Aden Putut Wirastoto dari SMAN 1
Turi,
3) Juara II Olimpiade Olahraga Siswa tingkat nasional jenjang SMA
cabang Karate Komite Perorangan Putri atas nama Nita Tri Mardiany
dari SMAN 1 Mlati,
4) Juara umum Pekan Olahraga Provinsi DI. Yogyakarta XI 2011.
c. SKPD Penyelenggara Urusan
SKPD penyelenggara urusan kepemudaan dan olahraga adalah Bidang
Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, yang
dibentuk berdasarkan Perda Kabupaten Sleman Nomor 9 tahun 2009
tentang Organisasi Perangkat Daerah, dan Peraturan Bupati Sleman
Nomor 30 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja
154

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Penyelenggaraan urusan ini


didukung oleh Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Tenaga Kerja dan
Sosial dan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah.
Secara rinci, kedudukan, tugas pokok dan fungsi SKPD penyelenggara
adalah sebagaimana terlampir.
d. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia penyelenggara urusan kepemudaan dan
olahraga di Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda
dan Olahraga berjumlah 12 orang. Secara rinci SDM penyelenggara
urusan kepemudaan dan olahraga menurut golongan dan pendidikan
adalah sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan kepemudaan dan
olahraga sebesar Rp1.151.071.000,00 realisasi Rp1.060.159.250,00
atau 92,10%. Secara rinci anggaran dan realisasi masing-masing
program adalah sebagai berikut:
1) Program Peningkatan Upaya Penumbuhan dan Kecakapan Hidup
Pemuda,

anggaran

sebesar

Rp40.000.000,00

realisasi

Rp39.850.000,00 atau 99,63%.


2) Program Pengembangan Keserasian Kebijakan Pemuda, anggaran
sebesar Rp200.000.000,00 realisasi Rp197.945.000,00 atau 98,97%
3) Program Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, anggaran
sebesar Rp176.071.000,00 realisasi Rp171.304.500,00 atau 97,29%
4) Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan, anggaran sebesar
Rp200.000.000,00 realisasi Rp169.110.000,00 atau 84,56%
5) Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga, anggaran
sebesar

Rp465.000.000,00

realiasasi

Rp415.224.750,00

atau

89,30%
6) Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olahraga,
anggaran sebesar Rp70.000.000,00 realisasi Rp66.725.000,00 atau
95,32%.

155

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

f. Proses Perencanaan
Proses perencanaan urusan kepemudaan dan olahraga dilaksanakan
secara partisipatif diawali dengan masukan permasalahan dan usulanusulan dari seluruh TK, SD, SMP, SMA/SMK, rapat kerja dinas dan
jajaran kecamatan, musrenbang desa, serta musrenbang kecamatan,
sebagai bahan penyusunan Renja SKPD. Penyelenggaraan urusan
kepemudaan dan olahraga dari sejak perencanaan hingga pelaksanaan
dan evaluasi dilaksanakan secara multi sektoral.
g. Sarana dan Prasarana
Sarana

dan

prasarana

pendukung

penyelenggaraan

urusan

kepemudaan dan olahraga di Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas


Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas
Tenaga Kerja dan Sosial dan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat
Daerah adalah sebagaimana terlampir.
h. Permasalahan dan Solusi
Permasalahan yang dihadapi oleh urusan Kepemudaan dan Olah Raga
pada tahun 2011 antara lain :
1) Menurunnya loyalitas atlit terhadap daerah berpengaruh terhadap
penurunan prestasi olahraga di tingkat regional dan nasional. Solusi
yang dilakukan

adalah

melalui peningkatan

pembinaan dan

penghargaan terhadap atlit berprestasi.


2) Masih tingginya kasus NAPZA di kalangan pemuda. Solusi yang
dilakukan adalah pembentukan satgas anti NAPZA dan Desa Bebas
NAPZA, menyelenggarakan pelatihan kader dan satgas anti NAPZA,
serta mengefektifkan peran Badan Narkotika Kabupaten Sleman.
9. Urusan Penanaman Modal
a. Program dan Kegiatan
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air, listrik dan langganan
b) Penyediaan jasa administrasi keuangan
c) Penyediaan jasa kebersihan kantor
156

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

d) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja


e) Penyediaan Alat Tulis Kantor
f) Penyediaan barang cetak dan penggandaan
g) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
h) Penyediaan makanan dan minuman rapat
i) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi
j)

Penyediaan jasa keamanan kantor

k) Pengelolaan Dokumen SKPD


2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kantor
a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
b) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
c) Pemeliharaan rutin/berkala mebelair
d) Pemeliharaan rutin/berkala taman
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
a) Bimbingan teknis, workshop, seminar dan lokakarya
b) Pengkajian kompetensi kepegawaian
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan, Capaian
Kinerja dan Keuangan
a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja
SKPD
b) Penyusunan laporan keuangan dan realisasi keuangan
c) Penyusunan perencanaan kerja SKPD
5) Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi
a) Peningkatan koordinasi dan kerjasama di bidang penanaman
modal dengan instansi pemerintah dan dunia usaha
b) Peningkatan kegiatan pengendalian, pemantauan, pembinaan
dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal
c) Penyusunan investor guide penanaman modal
d) Penyelenggaraan pameran insvestasi
e) Pembuatan materi promosi investasi
6) Program Peningkatan Iklim dan Realisasi Investasi melalui kegiatan
Kajian kebijakan penanaman modal
157

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

7) Program Penyiapan Potensi, Sumber Daya Dan Prasarana Daerah


a) Evaluasi dana penguatan modal
b) Pengembangan dan pemeliharaan sistem komputerisasi dana
penguatan modal
c) Analisis

kelayakan

modal

dan

pengendalian

kredit

dana

penguatan modal
d) Rekonsiliasi dana penguatan modal
e) Regulasi penyertaan modal
b. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan
penanaman modal adalah sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Pembayaran listrik, telepon, air dan media cetak selama 12 bulan
b) Pembayaran pengelola anggaran/keuangan selama 12 bulan
c) Pelayanan kebersihan kantor selama 12 bulan.
d) Pemeliharaan komputer 10 unit, mesin ketik 4 unit, dan printer 8
unit.
e) Penyediaan alat tulis kantor selama 12 bulan.
f) Penyediaan barang cetak dan penggandaan selama 12 bulan
g) Penyediaan komponen instalasi listrik 80 unit
h) Penyediaan makan minum rapat dan tamu selama 12 bulan
i) Penyediaan biaya perjalanan dinas selama 12 bulan
j) Pengamanan kantor 12 bulan.
k) Pelayanan surat menyurat, arsip dan perpustakaan selama 12
bulan.
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kantor
a) Pemeliharaan gedung 1 unit.
b) Pemeliharaan kendaraan dinas roda empat 1 unit, dan kendaraan
roda dua 5 unit.
c) Pemeliharaan mebelair 1 paket.
d) Pemeliharaan taman1 paket

158

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur


a) Pembinaan kerja 4 kali
b) Kursus singkat 1 kali
c) Pengelolaan administrasi kepegawaian bagi 21 orang pegawai
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan, Capaian
Kinerja dan Keuangan
a) Penyusunan laporan tahunan, laporan bulanan dan LAKIP 14
dokumen
b) Penyusunan laporan keuangan 12 dokumen
c) Penyusunan Renja, RKA, dan DPA SKPD 20 buku
5) Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi
a) Koordinasi penanaman modal di tingkat Kabupaten 7 kali, di
tingkat

provinsi

15

menyelenggarakan

kali,

investor

dan

di

tingkat

gathering

di

pusat

kali,

Jakarta

kali,

mengirimkan misi ke Jakarta 1 kali, serta melaksanakan Forkom


investasi 1 kali.
b) Pemantauan,

pembinaan

dan

pengawasan

pelaksanaan

penanaman modal bagi 67 unit PMA dan PMDN


c) Penyusunan panduan informasi bagi calon investor dan investor
PMA dan PMDN 500 eks.
d) Terlaksananya

gelar potensi investasi

di Batam Propinsi

Kepulauan Riau 1 kali, serta promosi melalui web 1 kali.


e) Penyusunan materi promosi investasi 500 buku, 500 eks liflet,
dan 500 VCD.
6) Program Peningkatan Iklim dan Realisasi Investasi
a) Penyusunan kajian pengembangan penanaman modal 20 buku.
b) Penyusunan kajian BLUD 20 buku.
7) Program Penyiapan Potensi, Sumber Daya dan Prasarana Daerah
a) Evaluasi pengelolaan dana penguatan modal 24 buku, fasilitasi
penyelesaian permasalahan dana penguatan modal bagi korban
merapi di 5 kecamatan yaitu di Kecamatan Pakem, Cangkringan,
159

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Tempel, Turi dan Ngemplak, serta estimasi kebutuhan DPM dan


penyertaan modal 1 kali.
b) Pengembangan dan pemeliharaan Sistem Komputerisasi Dana
Penguatan Modal 1 paket.
c) Penyusunan

analisa

penyertaan

modal

paket,

analisa

penguatan modal 1 paket, dan melaksanakan pengendalian


penguatan modal 12 kali.
d) Penyusunan laporan rekonsiliasi penguatan modal 12 kali, dan
laporan rekonsiliasi penyertaan modal 4 kali.
e) Penyusunan Draf raperda penyertaan modal 1 paket, SK
penetapan 51 buah,dan perjanjian Dana Penguatan Modal 710
set.
(IKK aspek tingkat capaian kinerja penyelenggaraan urusan penanaman
modal sebagaimana buku lampiran)
Pada tahun 2011 jumlah unit usaha PMA sebanyak 41 unit usaha
dengan nilai investasi mencapai US$ 185.185.922,42 meningkat
sebesar 13,92% dibandingkan dengan nilai investasi tahun 2010
sebesar US$162.554.217,00 dan mampu menyerap tenaga kerja
sebanyak 6.385 orang. Jumlah unit usaha PMDN pada tahun 2011
mencapai

32

unit

usaha

dengan

nilai

investasinya

mencapai

Rp827.390.268.676,00 meningkat 148,33% dibandingkan dengan nilai


invetasi tahun 2010 sebesar Rp333.175.320.856,00 dengan penyerapan
tenaga kerja sebanyak 9.269 orang.
Perkembangan penanaman modal selama 5 tahun dapat dilihat pada
tabel dan grafik di bawah ini.

160

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Tabel 3.15. Jumlah Unit Usaha, Nilai Investasi, dan Tenaga Kerja Tahun 2007 2011
No
1.

TAHUN

Uraian

2007

3.

2009

2010

2011

Jumlah Unit Usaha


a. PMA

36

35

33

38

41

b. PMDN

36

32

31

31

32

26.779

27.949

29.222

30.384

31.566

a. PMA (Juta US$)

148,82

148,67

148,23

162,55

185,19

b. PMDN (Milyar Rp)

344,99

323,07

321,55

333,16

827,39

c. Non PMA-PMDN (Milyar Rp) 1.712,88

1.911,74

2.289,74

2.558,49

3.034,34

c. Non PMA-PMDN
2.

2008

Nilai Investasi

Tenaga Kerja (org)


a. PMA

6.163

6.113

6.107

6.146

6.385

b. PMDN

9.387

9.131

9.065

9.065

9.269

c. Non PMA-PMDN
201.832
211.803 228.268
238.940
Sumber: Kantor Penanaman, Penguatan dan Penyertaan Modal, Kabupaten Sleman.

249,189

Grafik 3.11. Capaian Investasi PMDN dan Non PMA-PMDN Tahun 2010-2011

2000

3.034,34

2.558,49

4000

827,39

333,17

0
2010
PMDN (milyar Rp)

2011
Non PMA-PMDN (milyar Rp)

Sumber: Kantor Penanaman, Penguatan dan Penyertaan Modal, Kabupaten Sleman


Grafik 3.12 Capaian Investasi PMA Tahun 2010-2011
189.500.000
184.500.000
179.500.000
174.500.000
169.500.000
164.500.000
159.500.000
154.500.000
149.500.000
144.500.000
139.500.000
PMA (US$)

2010

2011

162.554.217

185.185.922,42

Sumber: Kantor Penanaman, Penguatan dan Penyertaan Modal, Kabupaten Sleman.

161

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Grafik 3.13. Capaian Penyerapan Tenaga Kerja PMA/PMDN dan Non PMA-PMDN
Tahun 2007-2011
234.508

250000

249.189

200000
150000
100000
50000

9.065

9.269
6.385

6.146

0
2010
PMA

2011
PMDN

Non PMA-PMDN

Sumber: Kantor Penanaman, Penguatan dan Penyertaan Modal, Kabupaten Sleman.

Nilai investasi pada tahun 2011 naik 13,92% dibandingkan tahun 2010.
Hal ini karena pada tahun 2010 dan tahun-tahun sebelumnya, tingkat
kepatuhan untuk menyampikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal
(LKPM) masih rendah, dan data yang dituliskan pada LKPM ternyata
tidak sesuai dengan kenyataan. Namun pada tahun 2011, para investor
(perusahaan) mulai memahami pentingnya mengirimkan LKPM, serta
mulai tertib mengirimkan LKPM sesuai dengan kenyataan di lapangan,
baik mengenai nilai investasi, tenaga kerja, maupun kapasitas produksi.
Kenaikan nilai investasi yang cukup tinggi pada tahun 2011, juga
disebabkan adanya perusahaan yang melakukan go public, seperti
dilakukan oleh PT. Delta Nusantara, perluasan usaha seperti PT. Kiho
Bali Korin dan PT. Sport Glove Indonesia, dan penambahan kapasitas
produksi seperti yang dilakukan oleh PT. Craftex International dan PT.
Indo Merapi. Selain itu, pada tahun 2011, berdiri perusahaanperusahaan baru baik PMA maupun PMDN, seperti PT. Meta
Communication, PT. Japan Indonesia Economic Center, dan PT.
Narada Agungnugraha.
Dana penguatan modal pada tahun 2011 sebesar Rp20.739.500,00
diberikan kepada 710 kelompok sasaran. Besarnya Dana Penguatan
Modal tahun 2011 ini naik 22,85% dibandingkan tahun 2010 sebesar
Rp16.880.750,00 yang diberikan kepada 747 kelompok sasaran.
162

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Sementara dana penyertaan modal sebesar Rp6.000.000.000,00 turun


52,68% dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp12.681.900.911,00.
Namun demikian bagian laba dari dana penyertaan modal tahun 2011
meningkat 8,17% dari tahun 2010 sebesar Rp10.169.824.623,38
menjadi Rp11.001.112.152,54.
Tabel 3.16. Jumlah Dana Penguatan Modal dan Kelompok Sasaran
Tahun

2008

Bidang

100
55
0
0

DPM
(000)
500.000
430.000
0
0

0
63
36
100
0
107
197
120
24
6
808

Sasaran
Ter PHK
CTKI
Lulusan Pelatihan
Kesejahteraan Sosial
Pengembangan
Pariwisata
Perindustrian
Koperasi dan UKM
KB, PP, dan PA
Pengembangan dan
Pengelolaan Pasar
Peternakan
TPH
Perikanan
Perkebunan
Kehutanan
Jumlah

2009

200
19
10
36

DPM
(000)
1.000.000
267.500
100.000
435.000

0
1.034.000
3.000.000
500.000

0
48
33
0

0
5.214.000
5.035.000
2.025.000
492.000
405.000
18.635.000

0
74
172
135
16
2
745

Sasaran

2010

2011

138
17
5
3

DPM
(000)
664.750
320.000
37.500
40.000

0
986.000
3.150.000
0

3
41
42
172

0
5.096.000
4.625.600
2.480.000
420.000
102.500
18.662.600

14
59
142
105
6
0
747

Sasaran

23
21
8
3

DPM
(000)
154.000
395.000
97.000
173.000

470.000
885.000
3.515.000
1.035.000

6
40
29
225

790.000
1.198.000
3.650.000
1.215.000

61.500
3.297.000
3.970.000
2.140.000
445.000
0
16.880.750

23
65
163
97
5
2
710

230.000
4.872.000
5.342.500
2.195.000
228.000
200.000
20.739.500

Sasaran

Sumber: Kantor Penanaman, Penguatan dan Penyertaan Modal, Kabupaten Sleman.


Tabel 3.17. Dana Penyertaan Modal Tahun 2007 2011
TAHUN
2007
2008
2009
2010
1. BPD DIY (Juta Rp)
5.000
4.000
5.500
3.000
2. Bank Sleman (Juta Rp)
4.000
8.000
7.000
4.500
3. PDAM (Juta Rp)
2.740,50
3.125
9.500
5.181,90
4. BUKP (Juta Rp)
250
350
1.200
0
Jumlah (Juta Rp)
11.950,50
15.475
23.200 12.681,90
Sumber: Kantor Penanaman, Penguatan dan Penyertaan Modal, Kabupaten Sleman.
No

Uraian

2011
0
3.500
2.500
0
6.000

Tabel 3.18. Bagian Laba Dana Penyertaan Modal Tahun 2007 2011
TAHUN
No
Uraian
2007
2008
2009
2010
2011
1. BPD DIY (Juta Rp)
4.666,45
5.347,71
7.778,17
7.245,80
7.733,01
2. Bank Sleman (Juta Rp)
1.032,50
1.257,05
2.040,44
2.648,83
2.924,33
3. PDAM (Juta Rp)
4. BUKP (Juta Rp)
33,36
72,22
154,56
275,20
343,77
Jumlah (Juta Rp)
5.732,30
6.676,99
9.973,16 10.169,82 11.001,11
Sumber: Kantor Penanaman Modal, Penguatan dan Penyertaan Modal, Kabupaten Sleman.

163

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

c. SKPD Penyelenggara Urusan


SKPD penyelenggara urusan penanaman modal adalah Kantor
Penanaman, Penguatan dan Penyertaan Modal,

yang dibentuk

berdasarkan Perda Kabupaten Sleman Nomor 9 Tahun 2009 tentang


Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman dan
Keputusan Bupati Sleman Nomor 42/Kep.KDH/A/2009 tentang Uraian
Tugas Pokok, Fungsi, dan Tata Kerja Kantor Penanaman, Penguatan
Dan Penyertaan Modal. Secara rinci, kedudukan, tugas pokok, dan
fungsi

Kantor

Penanaman,

Penguatan

Dan

Penyertaan

Modal

sebagaimana terlampir
d. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia penyelenggara urusan penanaman modal

di

Kantor Penanaman, Penguatan Dan Penyertaan Modal berjumlah 21


orang. Secara rinci SDM penyelenggaraan urusan penanaman modal
menurut golongan dan pendidikan adalah sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan penanaman modal
sebesar

Rp1.147.285.000,00,

realisasi

Rp1.081.977.761,00

atau

94,31%. Secara rinci anggaran dan realisasi masing-masing program


sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, anggaran sebesar
Rp137.167.500,00 realisasi Rp117.036.213,00 atau 85,32%
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, anggaran
sebesar Rp47.510.000,00 realisasi Rp43.836.748,00 atau 92,27%
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, anggaran
sebesar Rp24.000.000,00 realisasi Rp23.172.500,00 atau 96,55%
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan, Capaian
Kinerja

dan

Keuangan

sebesar

Rp46.350.000,00

realisasi

Rp45.323.000 atau 97,78%


5) Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi, anggaran
sebesar Rp378.720.500,00 realisasi Rp353.382.500 atau 93,31%
164

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

6) Program Peningkatan Iklim dan Realisasi Investasi, anggaran


sebesar Rp70.000.000,00 realisasi Rp67.737.000,00 atau 96,77%
7) Program Penyiapan Potensi, Sumber Daya dan Prasarana Daerah,
anggaran sebesar Rp443.537.000,00 realisasi Rp431.489.800,00
atau 97,28%
f. Proses Perencanaan
Proses Perencanaan urusan penanaman modal dilaksanakan dengan
identifikasi dan inventarisasi potensi yang diawali dari rapat kerja dinas
dan

jajaran

kecamatan,

kecamatan,
sebagai

musrenbang

bahan

desa,

penyusunan

serta

Renja

musrenbang

SKPD.

Dalam

pelaksanaan urusan penanaman modal melibatkan berbagai pemangku


kepentingan antara lain instansi terkait, Kadinda, Small Medium
Enterprise Development Center

(SMEDC)

UGM dan Lembaga

pengabdian masyarakat perguruan tinggi.


g. Sarana dan Prasarana
Sarana

dan

prasarana

pendukung

penyelenggaraan

urusan

penanaman modal di Kantor Penanaman, Penguatan dan Penyertaan


Modal adalah sebagaimana terlampir.
h. Permasalahan dan Solusi
Permasalahan dalam Penanaman Modal
1) Pelayanan perijinan kepada investor belum sesuai dengan konsep
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Solusi yang dilakukan
adalah dengan senantiasa melakukan koordinasi dengan SKPD
teknis.
2) Terdapat masyarakat yang belum melunasi kewajibannya secara
tepat waktu sesuai komitmen. Solusi yang dilakukan adalah
melakukan intensifikasi pemantauan dan penagihan dilakukan
penagihan

secara

intensif,

serta

menyusun

SOP

tentang

penyelesaian piutang macet.

165

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

10. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah


a. Program dan Kegiatan
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air, listrik dan langganan
b) Penyediaan jasa administrasi keuangan
c) Penyediaan jasa kebersihan kantor
d) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja
e) Penyediaan alat tulis kantor
f) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
g) Penyediaan makanan dan minuman rapat
h) Rapat rapat koordinasi dan konsultasi
i) Penyediaan jasa keamanan kantor
j) Pengelolaan Dokumen SKPD
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
b) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
c) Pemeliharaan rutin/berkala meubelair
3) Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur
a) Bimbingan teknis, workshop, seminar, lokakarya
b) Pengkajian kompetensi kepegawaian
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja dan Keuangan
a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja
SKPD
b) Penyusunan laporan keuangan dan realisasi keuangan
c) Penyusunan perencanaan kerja SKPD
d) Monitoring dan evaluasi program/kegiatan SKPD
e) Penyusunan profil data SKPD lima tahunan
5) Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif
a) Fasilitasi Kemudahan Formalisasi Badan Usaha Kecil dan
Menengah
b) Fasilitasi pengembangan usaha kecil menengah
166

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

6) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif


Usaha Kecil dan Menengah
a) Memfasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi UMKM
b) Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan
c) Pelatihan manajemen pengelolaan koperasi / KUD
d) Pendampingan manajemen usaha bagi IK di sekitar pabrik rokok
7) Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha
Mikro Kecil dan Menengah melalui kegiatan penyelenggaraan
promosi produk usaha mikro kecil dan menengah
8) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
a) Sosialisasi prinsip-prinsip pemahaman perkoperasian
b) Pembinaan, pengawasan dan penghargaan koperasi berprestasi
c) Fasilitasi masalah dan pembubaran koperasi bermasalah
b. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan
koperasi, usaha kecil dan menengah adalah sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Penyediaan jasa langganan dan pemasangan instalasi selama 12
bulan.
b) Pengelolaan keuangan selama 12 bulan oleh 12 orang.
c) Penyediaan sarana kebersihan kantor selama 12 bulan.
d) Pemeliharaan sarana dan prasarana kerja terhadap 31 unit
komputer/laptop, 17 unit mesin ketik, 1 unit mesin fotokopi, 1 unit
jaringan, dan 4 unit AC.
e) Penyediaan ATK selama 12 bulan.
f) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan selama 12 bulan.
g) Penyediaan makanan dan minuman tamu serta rapat selama 12
bulan
h) Fasilitasi koordinasi dan konsultasi selama 12 bulan
i) Penyediaan jasa keamanan kantor selama 12 bulan
j) Penataan arsip, pengelolaan dan pengembangan perpustakaan
dinas selama 12 bulan

167

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


a) Rehabilitasi sarana prasarana kerja terhadap bangunan seluas
3.018 m2 dan 1 unit taman.
b) Pemeliharan sarana dan prasarana kerja terhadap 5 unit
kendaraan roda empat dan 10 unit kendaraan roda dua.
c) Pemeliharaan sarana dan prasarana kerja terhadap 158 unit
meubel.
3) Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur
a) Fasilitasi Bimtek, workshop, seminar, lokakarya selama 12 bulan
b) Pengelolaan kepegawaian terhadap 75 pegawai dan 1 orang
PTT, serta Penilaian Angka Kredit (PAK) 7 orang pejabat
fungsional.
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja dan Keuangan
a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja
SKPD 145 buku
b) Penyusunan laporan keuangan dan realisasi keuangan 30 buku.
c) Penyusunan dokumen rencana kerja SKPD 45 buku.
d) Monitoring dan evaluasi terhadap program dan kegiatan dinas
tahun anggaran 2011 sebanyak 57 kegiatan, serta monitoring
dan evaluasi paska pelatihan masyarakat 25 kali.
e) Penyusunan profil data SKPD lima tahun terakhir 20 buku.
5) Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif
a) Terlaksananya kemudahan formalisasi badan hukum koperasi
bagi 65 kelompok.
b) Pemasangan papan nama sentra industri Ayam Goreng Kalasan
dan

Bakpia

penyuluhan

Minomartani,
untuk

Usaha

serta
Mikro

fasilitasi
Kecil

bimbingan
dan

dan

Menengah

Perindustrian dan Perdagangan (UMKM INDAG) 10 kali.


6) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif
Usaha Kecil dan Menengah
a) Temu usaha antara usaha kecil, koperasi dan swasta yang diikuti
oleh 50 koperasi/UKM.

168

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b) Pelatihan inisiasi kewirausahaan bagi 25 orang kelompok usaha


baru/KUB IK, pelatihan Total Motivation Trainning bagi 25 orang
pengusaha IKM, diklat jiwa kewirausahaan bagi 60 UKM, dan
pelatihan jiwa kewirausahaan UKM bagi 150 UKM.
c) Diklat pengurus koperasi bagi 25 koperasi, diklat pengawas
koperasi bagi 25 koperasi, Bimtek RAT bagi 25 koperasi, Bimtek
kesehatan bagi 25 koperasi, dan bimbingan manajemen bagi 10
koperasi pasif.
d) Pendampingan manajemen usaha bagi Industri Kecil disekitar
pabrik rokok Kecamatan Mlati untuk 20 orang.
7) Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha
Mikro Kecil dan Menengah terealisasi pengadaan sarana prasarana
promosi teknologi informasi di Showroom Dinas untuk 70 pengusaha
IKM selama 12 bulan, fasilitasi 4 perusahaan dalam GTTG di luar
Jawa, fasilitasi 6 koperasi dalam Gelar Potensi Koperasi, fasilitasi 4
koperasi dan 2 orang PNS pendamping dalam Gelar Potensi
Koperasi melalui Pameran Smesco.
8) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
a) leaflet pedoman penyelenggaraan perkoperasian 150 buah dan
booklet

400

buah,

serta

sosialisasi

perundang-undangan

koperasi kepada 160 peserta.


b) Penilaian koperasi berprestasi terhadap 75 koperasi, dan
penilaian kesehatan koperasi terhadap 45 KSP/USP.
c) Fasilitasi penyelesaian permasalahan koperasi dan pembubaran
koperasi beku 18 koperasi.
(IKK aspek tingkat capaian kinerja penyelenggaraan urusan koperasi
dan usaha kecil dan menengah sebagaimana buku lampiran)
Pelaksanaan program dan kegiatan Urusan Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah mampu meningkatkan jumlah anggota, volume usaha
koperasi dan kualitas kelembagaan koperasi. Perkembangan jumlah
anggota koperasi mengalami kenaikan sebesar 0,52% dari 233.362
orang pada tahun 2010 meningkat menjadi 234.584 orang pada tahun
2011. Perkembangan volume usaha juga mengalami kenaikan sebesar
169

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

1,66%,

pada

tahun

2010

sebesar

Rp720.095.806

menjadi

Rp732.070.941 pada tahun 2011. Demikian juga dengan jumlah


koperasi yang mengalami kenaikan 1%, pada tahun 2010 sebesar 598
unit naik menjadi 604 unit pada tahun 2011.
Grafik 3.14. Perkembangan Jumlah Koperasi Tahun 2007-2011
620
587

600
580

601

598

604

561

560
540
520
2007

2008

2009

2010

2011

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Sleman


Grafik 3.15. Perkembangan Jumlah Anggota Koperasi Tahun 2007-2011
240000
230000
220000
210000
200000
190000
180000

233.362

234.584

218.407
202.620

2007

208.159

2008

2009

2010

2011

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Sleman


Grafik 3.16. Perkembangan Volume Usaha Koperasi Tahun 2007-2011 (ribu rupiah)
750.000.000

720.095.806 732070941
705.482.789

700.000.000

656.431.240

671.888.372

650.000.000
600.000.000
2007

2008

2009

2010

2011

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Sleman

Pada tahun 2011 dari 604 koperasi terdapat koperasi aktif sebanyak
541 buah (89,56%), koperasi pasif 9 buah (1,49%) dan koperasi beku
54 buah (8,94%) Jika dibandingkan data tahun 2010 jumlah koperasi

170

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

aktif di tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 4,64%, jumlah koperasi


pasif tetap sama dan jumlah koperasi beku turun 25%.
Grafik 3.17. Jumlah Koperasi Aktif, Pasif dan Beku Tahun 2007-2011
600
500
400
300
200
100
0

245

541

517

481
290
223

206
93

91
29

2007

2008

91

2009
Aktif

Pasif

72
9

2010

54

2011

Beku

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Sleman

c. SKPD Penyelenggara Urusan


SKPD penyelenggara urusan koperasi, usaha kecil dan menengah
adalah Bidang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah pada Dinas
Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi yang dibentuk berdasarkan
Perda Kabupaten Sleman Nomor 9 Tahun 2009 tentang Organisasi
Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman dan Keputusan
Bupati Sleman Nomor 42/Kep.KDH/A/2009 tentang Uraian Tugas
Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan
Koperasi serta didukung oleh Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah.
Secara rinci, kedudukan, tugas pokok, dan fungsi Dinas Perindustrian,
Perdagangan, dan Koperasi sebagaimana terlampir.
c. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia penyelenggara urusan koperasi, usaha kecil dan
menengah di Bidang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah pada
Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi berjumlah 15 orang.
Secara rinci SDM penyelenggara urusan koperasi, usaha kecil dan
menengah adalah sebagaimana terlampir.
d. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan koperasi, usaha
kecil

dan

menengah

sebesar

Rp1.359.581.500,00

realisasi

171

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Rp1.217.773.884,00 atau 89,57%. Secara rinci anggaran dan realisasi


masing-masing program adalah sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, anggaran sebesar
Rp335.688.000,00 realisasi Rp311.865.084,00 atau 92,90%
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, anggaran
sebesar Rp202.396.000,00 realisasi Rp126.295.300,00 atau 62,40%
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, anggaran
sebesar Rp46.060.000,00 realisasi Rp46.060.000,00 atau 100%
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja dan Keuangan, anggaran sebesar

Rp155.785.000,00

realisasi Rp148.584.500,00 atau 95,38%


5) Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif,
anggaran sebesar Rp110.006.000,00 realisasi Rp98.386.000,00
atau 89,44%
6) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif
Usaha Kecil dan Menengah, anggaran sebesar Rp257.949.500,00
realisasi Rp248.149.000,00 atau 96,20%
7) Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha
Mikro Kecil dan Menengah, anggaran Rp146.893.000,00 realisasi
Rp135.795.000,00 atau 92,44%
8) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi, anggaran
Rp104.804.000,00 realisasi Rp102.639.000,00 atau 97,93%
e. Proses Perencanaan
Proses perencanaan urusan koperasi, usaha kecil dan menengah
dilaksanakan secara partisipatif, diawali dengan rapat kerja dinas dan
jajaran kecamatan, musrenbang desa, serta musrenbang kecamatan,
sebagai bahan penyusunan Renja SKPD. Penyusunan renja SKPD
diawali dengan evaluasi dan masukan kebutuhan dari desa dan
kecamatan untuk melayani masukan dari koperasi dan usaha kecil
menengah.

172

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

f. Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan urusan koperasi,
usaha kecil dan menengah sebagaimana terlampir.
g. Permasalahan dan Solusi
Belum kompetitifnya sebagian koperasi lokal asal Kabupaten Sleman
sehingga ketika muncul kantor cabang koperasi simpan pinjam yang
berasal dari luar Kabupaten Sleman dikhawatirkan akan menjadi
pesaing koperasi-koperasi lokal. Untuk mengatasi hal tersebut, telah
dilakukan pembinaan koperasi yang melibatkan praktisi dan akademisi
untuk berperan dalam kegiatan-kegiatan peningkatan kualitas SDM
pengelola koperasi, selain itu pada tahun 2012 akan dilakukan kajian
tentang dampak keberadaan kantor cabang terhadap koperasi lokal.
11. Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil
a. Program dan Kegiatan
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Penyediaan jasa surat menyurat
b) Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air, listrik dan
langganan
c) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan
d) Penyediaan jasa administrasi keuangan
e) Penyediaan jasa kebersihan kantor
f)

Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja

g) Penyediaan alat tulis kantor


h) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
i)

Penyediaan makanan dan minuman rapat

j)

Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi

k) Pengelolaan dokumen SKPD


2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
b) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
c)

Pemeliharaan rutin/berkala mebelair

173

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur


a) Pendidikan dan pelatihan formal
b) Pengkajian kompetensi kepegawaian
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan, Capaian
Kinerja dan Keuangan
a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja
SKPD
b) Penyusunan laporan keuangan dan realisasi anggaran
c)

Penyusunan perencanaan kerja SKPD

d) Penyusunan profil data hasil pembangunan SKPD 5 tahun


terakhir
5) Program Penataan Administrasi Kependudukan
a) Pengelolaan

dalam

penyusunan

laporan

informasi

kependudukan
b) Penyusunan informasi kependudukan
c) Pengelolaan dokumen kependudukan dan catatan sipil
d) Peningkatan pelayanan publik dalam bidang pencatatatn sipil
e) Fasilitasi Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan (P4)
f)

Pelayanan umum dan administrasi kependudukan

g) Peningkatan pelayanan publik dalam bidang kependudukan


h) Pembentukan dan penataan sistem koneksi (Inter-phase tahap
awal) NIK
i)

Sosialisasi kebijakan kependudukan

j)

Penerbitan surat pemberitahuan NIK dan validasi database SIAK

k) Pemutakhiran data kependudukan melalui SAK/SIAK


b. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan
kependudukan dan catatan sipil sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Pengelolaan persuratan 12 bulan yang meliputi surat masuk
1.351 lembar, surat keluar 946 lembar, undangan masuk 639
lembar, dan undangan keluar 30 lembar.
174

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b) Pembayaran langganan listrik, air, telepon dan surat kabar


selama 12 bulan.
c) Penyediaan komponen instalasi listrik 12 bulan.
d) Penyediaan administrasi keuangan 7 orang di tingkat Kabupaten
dan 17 orang di tingkat Kecamatan selama 12 bulan.
e) Pengadaan tenaga kebersihan 1 orang dan pengadaan sarana
kebersihan kantor sebanyak 26 jenis.
f)

Perbaikan dan pemeliharaan 19 unit peralatan kerja yaitu: 8 unit


komputer, 7 unit printer, dan 4 unit laptop.

g) Penyediaan alat tulis kantor 60 jenis selama 12 bulan.


h) Penggandaaan barang cetakan berupa : KTP 5.000 lembar, KK
175.000 lembar, SKTS 16.000 lembar, SKTT 1.500 lembar,
Blangko kutipan 101.200 lembar, dan buku register 2.032 buku.
i)

Penyediaan

makanan

dan

minuman

tamu

kali,

dan

penyediaan makanan dan minuman rapat 12 kali.


j)

Fasilitasi perjalanan dinas 20 kali.

k) Pengelolaan arsip dan perpustakaan 12 bulan, yang meliputi


pertelaan arsip 17 daftar, boks arsip 80 buah, dan buku
perpustakaan 140 buku.
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a) Pemeliharaan gedung kantor 2 unit.
b) Pemeliharaan mobil 5 unit dan sepeda motor 8 unit.
c)

Perbaikan meja kerja 10 buah dan kursi kerja 15 buah.

3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur


a) Penyertaan pendidikan dan pelatihan 7 kali diikuti 32 orang.
b) Pengelolaan usulan kenaikan pangkat 1 orang, kenaikan gaji
berkala pegawai 16 orang, cuti pegawai 16 orang, pengelolaan
buku penjagaan 14 buku, pengelolaan DP3 42 orang, pensiun 1
orang, pengelolaan SK pegawai 27 orang, dan melaksanakan
laporan kepegawaian 12 kali.

175

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan, Capaian


Kinerja dan Keuangan
a) Laporan bulanan 60 dokumen, Laporan tahunan 7 dokumen,
LAKIP 7 dokumen, berita acara 5 dokumen, dan laporan barang
12 dokumen.
b) Laporan keuangan bulanan sebanyak 12 dokumen, laporan
keuangan tahunan 1 dokumen, neraca keuangan 12 dokumen
dan catatan atas laporan keuangan 1 dokumen.
c)

Renja SKPD 10 dokumen, RKA 12 dokumen, DPA 12 dokumen,


dan DPPA 12 dokumen.

d) Profil data hasil pembangunan di bidang kependudukan dan


catatan sipil 20 buku.
5) Penataan Administrasi Kependudukan
a) Data proyeksi kependudukan dan indikator kependudukan yang
mendukung perencanaan berbasis kependudukan 20 buku.
b) Data/informasi kependudukan yang up to date dan mudah
diakses masyarakat secara langsung 20 buku.
c)

Dokumen kependudukan dan pelayanan masyarakat dalam


legalisasi dan alih bahasa kutipan akta catatan sipil 550 buku.

d) Penerbitan akta kelahiran 21.159 lembar, akta perkawinan 750


lembar, akta perceraian 102 lembar, akta kematian 4.320
lembar, akta pengakuan dan pengesahan anak 3 lembar, akta
pengangkatan anak 29 lembar, akta perubahan nama 62
lembar, kutipan II kelahiran 318 lembar, dan kutipan II
perkawinan 31 lembar.
e) Pembinaan

dan

fasilitasi

pembantu

pegawai

pencatat

perkawinan 40 orang.
f)

Pelaksanaan peningkatan pelayanan publik dalam bidang


kependudukan di 86 desa

g) Pelayanan KTP

152.889 lembar dan pelayanan KK 120.216

lembar di 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman.


176

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

h) Penunjang

pelayanan

administrasi

KTP

238.328

lembar,

penunjang pelayanan administrasi KK 79.122 lembar, penunjang


pelayanan

administrasi

SKTS

6.400

lembar,

penunjang

pelayanan SKTT 101 lembar, penunjang pelayanan SKPPT 4


lembar, penunjang pelayanan administrasi surat ijin menjadi
penduduk DIY 2.709 lembar, dan pelayanan administrasi surat
ijin menjadi penduduk luar DIY 6.899 lembar.
i)

Pelaksanaan kegiatan e-KTP sebanyak 248.588 penduduk wajib


KTP.

j)

Sosialisasi

kebijakan

kependudukan

tentang

peraturan

penyelenggaraan pendaftaran penduduk dan catatan sipil


sebanyak 9 instansi lembaga pemerintah dan swasta.
k)

Penerbitan surat pemberitahuan NIK dan validasi database SIAK


di Kecamatan Depok dan Godean sebanyak 72.680 orang.

l)

Pelaksanaan verifikasi kependudukan di 17 kecamatan seKabupaten Sleman 81 kali.

(IKK

aspek

tingkat

capaian

kinerja

penyelenggaraan

urusan

kependudukan dan catatan sipil sebagaimana buku lampiran)


Pada tahun 2011 terjadi peningkatan pelayanan kependudukan dan
catatan sipil terutama dalam layanan akta catatan sipil sebesar 13,91%
dari 23.505 akta di tahun 2010 menjadi 26.774 di tahun 2011.
Grafik 3.18. Layanan Akta Catatan Sipil Tahun 2007-2011
40.000

31.560

30.000
20.000

18.115

20.688

2007

2008

23.908

26774

10.000
0
2009

2010

2011

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

177

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Selain itu, terjadi sedikit penurunan layanan administrasi kependudukan


khususnya layanan KTP meningkat sebesar 15,71% dari 205.998 di
tahun 2010 menjadi 238.328 di tahun 2011.
Grafik 3.19. Layanan KTP Tahun 2007-2011
260,000

243,766

240,000

238328

216,320

220,000

210,728

205998

2009

2010

200,000
180,000
2007

2008

2011

Layanan KTP

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Layanan KK juga naik sebesar 8,6% dari 72.851 di tahun 2010 menjadi
79.122 di tahun 2011.
Grafik 3.20. Layanan Kartu Keluarga Tahun 2007-2010
150,000

119,606

137,896
101,931

100,000

72851

79122

2010

2011

50,000
0
2007

2008

2009
Layanan KK

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

c. SKPD Penyelenggara Urusan


SKPD penyelenggara urusan kependudukan dan catatan sipil adalah
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sleman yang
dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 9
Tahun

2009

tentang

Organisasi

Perangkat

daerah

Pemerintah

Kabupaten Sleman dan Peraturan Bupati Sleman Nomor 24 Tahun


2009

tentang

Uraian

Tugas,

Fungsi,

dan

Tata

Kerja

Kependudukan dan Catatan Sipil. Penyelenggaraan urusan

Dinas
ini

didukung oleh Seksi Pelayanan Umum di 17 kecamatan. Secara rinci,

178

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

kedudukan, tugas pokok dan fungsi SKPD penyelenggara urusan


kependudukan dan catatan sipil sebagaimana terlampir.
d. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia penyelenggara urusan kependudukan dan
catatan sipil di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berjumlah 42
orang. Secara rinci sumber daya manusia penyelenggara urusan
kependudukan dan catatan sipil menurut golongan dan pendidikan
adalah sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan kependudukan dan
catatan sipil sebesar Rp3.778.043.000,00 dengan realisasi

sebesar

Rp3.692.383.967,00 atau 97,73%. Secara rinci anggaran dan realisasi


masing-masing program sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan anggaran
sebesar Rp1.350.950.000,00 realisasi Rp1.320.308.267,00 atau
97,73%.
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan
anggaran sebesar Rp116.075.000,00 realisasi Rp107.786.500,00
atau 92,86%.
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dengan
anggaran Rp41.675.000,00 realisasi Rp41.098.400,00 atau 98,62%.
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan, Capaian
Kinerja dan Keuangan dengan anggaran Rp99.176.000,00 realisasi
Rp98.699.800,00 atau 99,52%.
5) Program Penataan Administrasi Kependudukan dengan anggaran
Rp2.170.167.000,00 realisasi Rp2.124.491.000,00 atau 97,89%.
f. Proses Perencanaan
Proses Perencanaan urusan kependudukan dan catatan sipil diawali
dengan evaluasi dan masukan kebutuhan dari desa dan kecamatan
untuk melayani administrasi kependudukan dan penyesuaian dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2005 tentang Sistem
Administrasi Kependudukan dan dilaksanakan melalui rapat kerja dinas
179

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

dan

jajaran

kecamatan,

musrenbang

desa,

serta

musrenbang

kecamatan, sebagai bahan penyusunan Renja SKPD.


g. Sarana dan Prasarana
Sarana

dan

prasarana

pendukung

penyelenggaraan

urusan

kependudukan dan catatan sipil di Dinas Kependudukan dan Catatan


Sipil serta Seksi Pelayananan Umum di 17 kecamatan adalah
sebagaimana terlampir.
h. Permasalahan dan Solusi
Pada kegiatan Pembentukan dan Sistem Koneksi (Inter-phase Tahap
Awal) NIK mengalami kendala yang dihadapi, antara lain :
1) Kemampuan kapasitas alat tidak seimbang dengan jumlah penduduk
yang dilayani, yang semula direncakan akan mendapat hibah alat
dari Pemerintah Pusat sejumlah 75 unit, tetapi hanya mendapat 34
unit sehingga tidak bisa mencapai target yang direncanakan.
2) Alat sistem koneksi rusak dan pemeliharaan menjadi tanggungjawab
Pemerintah Pusat sehingga membutuhkan waktu lama.
3) Jadual pengiriman alat oleh Pemerintah Pusat tertunda sehingga
pelaksanaan di Kabupaten Sleman mundur di bulan Oktober.
4) Capaian e-KTP baru menyentuh angka 20% (248.321 jiwa) dari
jumlah wajib KTP 1.011.692 jiwa.
Solusi yang dilakukan adalah melakukan optimalisasi terhadap alat yang
tersedia untuk melayani masyarakat dan penyiapan tambahan dana
dalam APBD 2012 untuk mendukung pelaksanaan e-KTP.
12. Urusan Ketenagakerjaan
a. Program dan Kegiatan
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Penyediaan jasa surat menyurat
b) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air, listrik dan
langganan
c) Penyediaan jasa administrasi keuangan
d) Penyediaan jasa kebersihan kantor
e) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja
180

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

f)

Penyediaan alat tulis kantor

g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan


h) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan
kantor
i)

Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor

j)

Penyediaan makanan dan minuman kantor

k) Rapat koordinasi dan konsultasi


l)

Pengelolaan dokumen SKPD

2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
b) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
c) Pemeliharaan rutin/berkala meubelair
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
a) Bimbingan teknis, workshop, seminar, lokakarya
b) Pengkajian kompetensi kepegawaian
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja dan Keuangan
a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtiar realisasi kinerja
SKPD
b) Penyusunan laporan keuangan dan realisasi keuangan
c) Penyusunan perencanaan kerja SKPD
d) Monitoring dan evaluasi program/kegiatan SKPD
e) Penyusunan profil hasil pembangunan SKPD 5 tahun terakhir
5) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja
a) Pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja melalui
pelatihan institusional
b) Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana BLK
c) Monitoring lulusan dan informasi latihan
d) Fasilitasi uji kompetensi dan sertifikasi
e) Pembinaan LPK
f)

Pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja melalui pelatihan


swadana

g) Pendidikan

dan

pelatihan

bagi

pencari

kerja

non

institusional/MTU
181

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

6) Program Peningkatan Kesempatan Kerja


a) Penyebarluasan informasi Bursa Tenaga Kerja (BKK)
b) Pengembangan kelembagaan produktivitas dan kewirausahaan
c) Penempatan tenaga kerja terdaftar
d) Fasilitasi padat karya produktif
7) Program Perlindungan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan
a) Fasilitasi penyelesaian prosedur penyelesaian perselisihan
hubungan industrial
b) Sosialisasi

berbagai

peraturan

pelaksanaan

tentang

ketenagakerjaan
c) Peningkatan pengawasan perlindungan dan penegakan hukum
terhadap keselamatan dan kecelakaan kerja
d) Pengawasan norma ketenagakerjaan di perusahaan
e) Pengelolaan bantuan pinjaman Tenaga Kerja Indonesia
f)

Pendampingan dan bimbingan penyusunan PKWT, PP, PKB


dan pembentukan lembaga Bipartit

g) Peningkatan peran Lembaga Kerjasama Tripartit


h) Fasilitasi

pemberian

Jamsostek

bagi

tenaga

kerja

kontrak/honorer Pemkab Sleman


8) Program Peningkatan Kesempatan Kerja
a) Budidaya hortikultura untuk IRT korban erupsi merapi
b. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan
ketenagakerjaan adalah sebagai berikut :
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Pelayanan surat menyurat 12 bulan
b) Pembayaran langganan telepon, air, listrik dan surat kabar 12
bulan
c) Pembayaran jasa pengelola belanja 5 orang, pembuku 1 orang,
bendahara penerima 2 orang, pengelola gaji 2 orang, bendahara
barang 4 orang 12 bulan
d) Pelaksanaan kebersihan kantor Dinas dan UPTD BLK 12 bulan

182

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

e) Perbaikan peralatan kerja dinas laptop 13 unit, PC 50 unit, mesin


ketik 21 unit, mesin fotocopy 1 unit, LCD 6 unit, Handycam 1 unit,
kamera digital 1 unit, printer 34 unit
f)

Penyediaan alat tulis kantor 12 bulan

g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 12 bulan


h) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan
kantor 10 jenis 12 bulan
i)

Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor 1 paket

j)

Penyediaan makan dan minum rapat 41 kali dan penerimaan


tamu 10 kali 12 bulan

k) Pelaksanaan rapat koordinasi dan konsultasi pelaksanaan


program 12 bulan
l)

Pelayanan arsip 12 bulan dan pembelian koleksi perpustakaan


24 buku

2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 12 bulan
b) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan roda 2 (dua) 40 unit,
kendaraan roda 4 (empat) 6 unit, dan terealisasinya BBM
penunjang operasional dinas 39.645 liter
c) Pemeliharaan rutin/berkala meubelair selama 12 bulan
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
a) Bimbingan

teknis

peningkatan

kapasitas

kualitas

tenaga

perencana dan anggaran bagi pejabat eselon IV dan staf 2 hari


b) Pembayaran PTT 2 orang dan PHL 5 orang; penetapan
Penilaian Angka Kredit (PAK) bagi 50 orang Pejabat Fungsional;
penyegaran

pemahaman

Peraturan

Perundang-undangan

Kepegawaian (UU No. 43 tahun 1999 dan PP No. 42 tahun 2004


dan PP No.30 tahun 1980) dalam 2 angkatan (60 orang)
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja Keuangan
a) laporan bulanan 12 buku, laporan tahunan 1 buku dan LAKIP 1
buku
183

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b) Laporan keuangan dan realisasi keuangan 12 buku


c) Dokumen perencanaan kerja 1 buku, dokumen RKA 1 buku, dan
dokumen DPA SKPD 1 buku
d) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi 18 program dan 70
kegiatan selama 12 bulan
e) Penyusunan profil hasil pembangunan SKPD 5 tahun terakhir 15
buku
5) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja
a) Pelaksanaan pelatihan kerja institusional 10 angkatan 8 sub
kejuruan yaitu mesin logam 1 paket (16 orang); mobil bensin 1
paket (16 orang); las listrik 1 paket (16 orang); komputer 1 paket
(16 orang); jahit 1 paket (16 orang); bordir 1 paket (16 orang);
teknisi HP 2 paket (32 orang); prosesing 2 paket (32 orang)
b) Pemeliharaan rutin/berkala alat bengkel bermesin 7 kejuruan
selama 12 bulan
c) Monitoring lulusan BLK 272 orang dan peserta swadana 190
orang dan terlaksananya promosi pelatihan UPTD BLK di 17
kecamatan
d) Uji kompetensi dan sertifikasi otomotif (tune up) 10 orang dan
komputer 10 orang
e) Pembinaan dan Monitoring bagi 40 Lembaga Pendidikan dan
Ketrampilan, penyediaan data LPK yang valid 1 paket,
pelaksanaan Forum Komunikasi LPK 1 kali
f)

Pelatihan kerja swadana kejuruan Tata Niaga, Listrik, Aneka


Kejuruan, Teknik Mekanik, Pertanian, Bangunan, Otomotif bagi
256 orang

g) Pendidikan

dan

pelatihan

bagi

pencari

kerja

non

institusional/MTU sub kejuruan sepeda motor 1 paket (16


orang), las karbit 1 paket (16 orang), bangunan I 1 paket (16
orang), gulung dynamo 1 paket (16 orang), teknisi HP 1 paket
(16 orang), bangunan II 1 paket (16 orang); prosesing 1 paket
(16 orang)
184

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

6) Program Peningkatan Kesempatan Kerja


a) Pembinaan dan penyebarluasan informasi bursa tenaga kerja
bagi pengurus 20 Bursa Kerja Khusus 1 kali dan updating data
Bursa Kerja Khusus 1 paket.
b) Pembinaan kewirausahaan Tenaga Kerja Mandiri 20 orang,
bantuan modal 20 orang, monitoring perkembangan usaha
Tenaga Kerja Mandiri tahun 2008, 2009, 2010 sebanyak 60
orang
c) Pembinaan tenaga kerja program Angkatan Kerja Antar Daerah
(AKAD)12 orang, tenaga kerja Angkatan Kerja Antar Daerah
(AKAD) penempatan 183 orang, tenaga kerja Angkatan Kerja
Lokal (AKL) penempatan 2.821 orang
d) Sosialisasi dan fasilitasi kegiatan padat karya produktif di 12
Desa (Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Argomulyo, Glagaharjo,
Wukirsari,

Purwobinangun,

Pakembinangun,

Candibinangun,

Hargobinangun,

Girikerto,

Harjobinangun,
Wonokerto);

lapangan kerja bagi 816 orang keluarga miskin, dan monitoring


kegiatan padat karya 1 kali.
7) Program Perlindungan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan
a) Fasilitasi

penyelesaian

Pemutusan

Hubungan

Industrial

/Pemutusan Hubungan Kerja 30 kasus, temu konsultasi AMHI 2


kali
b) Sosialisasi peraturan ketenagakerjaan Undang-Undang Nomor
13 tahun 2003 dan Undang-Undang nomor 2 tahun 2004 bagi
200 siswa (5 angkatan), bimtek pembuatan skala upah pekerja
dan pengusaha 1 angkatan (50 orang, 25 perusahaan)
c) Pengawasan

keselamatan

dan

kecelakaan

kerja

di

60

perusahaan, pelaksanaan Upacara Pembukaan Bulan K3 1 kali


(200 orang), monitoring kecelakaan kerja di perusahaan 50 kali,
dan pembinaan bagi pembina K3 di perusahaan 1 angkatan (30
orang)

185

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

d) Pengawasan norma ketenagakerjaan di 100 perusahaan,


identifikasi 50 perusahaan baru yang belum melapor
e) Pembinaan pengurus PJTKI dan keluarga Tenaga Kerja
Indonesia (peminjam) sebagai penanggung jawab cicilan 2
angkatan (50 orang); Bantuan pinjaman bagi Calon Tenaga
Kerja Indonesia 50 orang; Penyusunan evaluasi perkembangan
pengembalian pinjaman 12 bulan
f)

Pelaksanaan bimbingan bagi pengusaha dan pekerja tentang


mekanisme dan prosedur penyusunan Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu, Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama serta
pembentukan Lembaga Kerjasama Bipartit di perusahaan 3
angkatan (50 orang, 25 perusahaan); Penyusunan Perjanjian
Kerja Waktu Tertentu, Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja
Bersama serta pembentukan Lembaga Kerjasama Bipartit di
perusahaan 3 angkatan (50 orang, 25 perusahaan)

g) Pelaksanaan koordinasi antar unsur tripartit 8 kali; Pembuatan


deteksi dini ke 24 perusahaan; Identifikasi dan verifikasi
keanggotaan 15 Serikat Pekerja/Serikat Buruh; Pendataan
kebutuhan

hidup

layak

pasar;

Pembentukan

Dewan

Pengupahan 1 periode
h) Pembinaan bagi perusahaan yang belum memiliki Jamsostek 15
perusahaan (30 orang); Pendataan perusahaan yang sudah dan
belum mengikuti Jamsostek 30 perusahaan; Pembayaran klaim
Jamsostek bagi Tenaga Kerja Honorer Pemkab Sleman 238
orang
8) Program Peningkatan Kesempatan Kerja
Pelaksanaan pengembangan tanaman pangan alternatif melalui:
Bimbingan budidaya hortikultura jamur edibel 12 angkatan;
Pengembangan jamur edibel 12 kubung; Bimbingan dan
budidaya hortikultura straberi 6 unit; Pengembangan sayuran
organik 8 unit

186

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

(IKK

aspek

tingkat

capaian

kinerja

penyelenggaraan

urusan

ketenagakerjaan sebagaimana buku lampiran)


Program dan kegiatan urusan ketenagakerjaan sampai dengan tahun
2011 mampu mendukung penyerapan tenaga kerja 92,39% dari total
angkatan kerja sebanyak 524.326 orang. Tingkat penyerapan tenaga
kerja ini bertambah jika dibandingkan pada tahun 2010 yang mencapai
91,79% dari sejumlah 502.268 orang tenaga kerja. Jumlah orang yang
bekerja juga mengalami peningkatan sebanyak 23.397 orang dari
461.008 orang tahun 2010 menjadi 484.405 orang pada tahun 2011. Hal
yang sama juga terlihat pada penurunan persentase angkatan kerja
yang tidak bekerja dari 8,21% pada 2010 menjadi 7,61% pada tahun
2011.
Grafik 3.21. Angkatan Kerja Tahun 2007-2011
600,000
468,024
500,000 421,690
425,338
422,490
380,780
375,242
400,000

502,268

524,326
461,008 484,405

300,000
200,000
46,448

100,000
0

2007

44,558
2008

angkatan kerja

45,534

41,260

2009

2010

bekerja

tidak bekerja

39,921
2011

Sumber : Dinas Nakersos

Peningkatan jumlah angkatan kerja dan penyerapannya ini didukung


dengan peningkatan jumlah perusahaan di Kabupaten Sleman. Tercatat
sebanyak 983 perusahaan pada tahun 2010 beroperasi di wilayah
Kabupaten Sleman dan menjadi 1031 perusahaan pada akhir tahun
2011. Pada tahun 2011 jumlah tenaga kerja yang terserap di
perusahan-perusahaan tersebut mencapai 56.222 meningkat dari
sebelumnya sebesar 53.332 orang pada tahun 2010 (peningkatan
sebesar 5,42%). Berikut data lengkap jumlah perusahaan dan
penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sleman.

187

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Tabel 3.19. Jumlah Perusahaan di Sleman dan Penyerapan Tenaga Kerja 2007-2011
Jumlah
Perusahaan
1.
2007
790
2.
2008
849
3.
2009
896
4.
2010
997
5.
2011
1.031
Sumber : Dinas Nakersos
No

Tahun

Tenaga Kerja Indonesia


L
P
24.223
18.440
26.835
20.044
27.199
19.786
31.148
22.034
33.599
22.455

Tenaga Kerja Asing


L
P
89
19
53
8
109
31
111
39
120
48

Jumlah
42.771
46.940
47.125
53.332
56.222

Perluasan lapangan kerja dilaksanakan melalui program pelayanan


penempatan tenaga kerja terdaftar (Angkatan Kerja Lokal, Angkatan
Kerja Antar Daerah, dan Angkatan Kerja Antar Negara) dengan
dukungan peran sektor swasta dan masyarakat. Jumlah tenaga kerja
terdaftar yang bisa disalurkan pada tahun 2010 adalah sebesar 4.834
orang dan menjadi 3.480 orang pada tahun 2011. Jumlah tenaga kerja
tersalurkan tersebut mencapai angka 85,93% dari keseluruhan 4.050
orang pencari kerja pada tahun 2011.
Tabel 3.20. Penempatan Tenaga Kerja Tahun 2007-2011
Tahun
No
Uraian
2007
2008
2009
1
AKL
3.568
3.344
4.799
2
AKAD
355
602
398
3
AKAN
344
148
138
Jumlah
4.267
4.094
5.335
Sumber : Dinas Nakersos

2010
4.263
351
220
4.834

2011
2.821
183
476
3.480

c. SKPD Penyelenggara Urusan


SKPD penyelenggara urusan ketenagakerjaan adalah Bidang Tenaga
Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Sosial yang dibentuk berdasar
Perda Kabupaten Sleman Nomor 9 Tahun 2009 tentang Organisasi
Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman dan Peraturan Bupati
Sleman Nomor 20 tahun 2009 tentang Uraian Tugas, Fungsi serta Tata
Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Sosial sebagaimana terlampir.

188

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

d. Sumber Daya Manusia


Sumber daya manusia penyelenggara urusan ketenagakerjaan di
Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Sosial berjumlah 20
orang. Secara rinci SDM penyelenggara urusan ketenagakerjaan
menurut golongan dan pendidikan adalah sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan ketenagakerjaan
sebesar Rp3.760.705.520,00 dengan realisasi Rp3.421.304.713,68 atau
sebesar 90,98% Secara rinci anggaran dan realisasi masing-masing
program adalah sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran anggaran sebesar
Rp526.700.000,00 dengan realisasi sebesar Rp469.497.265,00 atau
sebesar 89,14%
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur anggaran
sebesar

Rp359.145.000,00

dengan

realisasi

sebesar

Rp284.982.168,00 atau sebesar 79,35%


3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur anggaran
sebesar Rp107.278.500,00 realisasi sebesar Rp106.833.500,00 atau
sebesar 99,59%
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja dan Keuangan anggaran sebesar Rp132.600.000,00 dengan
realisasi sebesar Rp132.105.475,00 atau sebesar 99,63%
5) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja,
anggaran sebesar Rp757.117.000,00 dengan realisasi sebesar
Rp647.256.150,00 atau sebesar 85,49%
6) Program

Peningkatan

Kesempatan

Kerja,

anggaran

sebesar

Rp1.609.852.500,00 dengan realisasi sebesar Rp1.516.550.250,00


atau 94,25%.
7) Program

Perlindungan

dan

Pengembangan

Lembaga

Ketenagakerjaan anggaran sebesar Rp268.012.520,00 dengan


realisasi sebesar Rp264.079.905,68 atau sebesar 98,53%

189

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

f. Proses Perencanaan
Proses Perencanaan berlangsung secara sinergis dan terkoordinasi
baik antar bidang/seksi maupun lintas sektor yang berkaitan dengan
tugas dan fungsi SKPD. Penyusunan rencana kerja SKPD dilakukan
berdasarkan hasil evaluasi dan masukan kebutuhan dari desa dan
kecamatan melalui mekanisme musrenbang.
kesempatan

kerja,

program/kegiatan

proses

dan

perencanaan

evaluasi

dalam

Untuk memperluas
hingga

pelaksanaan

penyelenggaraan

urusan

ketenagakerjaan, dibangun jaringan kerjasama dengan pihak swasta


sehingga memperlancar penempatan tenaga kerja sehingga terjadi
peningkatan kemampuan maupun penyerapan tenaga kerja.
g. Sarana dan Prasarana
Sarana

dan

prasarana

pendukung

penyelenggaraan

urusan

ketenagakerjaan di Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan


Sosial adalah sebagaimana terlampir.
h. Permasalahan dan Solusi
1) Ketatnya persaingan dalam pasar kerja, solusi yang dilakukan
adalah dengan mengadakan pelatihan yang berbasis kompetensi.
2) Belum

seluruh

tenaga

kerja

diikutsertakan

dalam

program

Jamsostek oleh perusahaan sehingga jaminan kecelakaan hari tua


belum terjamin, solusi yang dilakukan adalah meningkatkan
pengawasan ke perusahaan dan memberikan sosialisasi ke
pengusaha untuk mengikutsertakan seluruh tenaga kerja dalam
program Jamsostek.
13. Urusan Ketahanan Pangan
a. Program dan Kegiatan
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Penyediaan jasa surat menyurat
b) Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air , listrik dan
langganan
c) Penyediaan jasa administrasi keuangan
190

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

d) Penyediaan jasa kebersihan kantor


e) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja
f)

Penyediaan alat tulis kantor

g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan


h) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan
kantor
i)

Penyediaan makanan dan minuman rapat

j)

Rapat rapat koordinasi dan konsultasi

k) Pengelolaan Dokumen SKPD


2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
b) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur
a) Bimbingan teknis, workshop, seminar, lokakarya, pelatihan dan
lokakarya
b) Pengkajian kompetensi kepegawaian
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja dan Keuangan
a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja
SKPD
b) Penyusunan laporan keuangan dan realisasi keuangan
c) Penyusunan perencanaan kerja SKPD
d) Monitoring dan evaluasi program/kegiatan SKPD
e) Penyusunan profil data SKPD lima tahun terakhir
5) Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/Perkebunan
a) Penanganan daerah rawan pangan
b) Analisis dan penyusunan pola konsumsi dan suplai pangan
c) Pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan
d) Pemantauan dan analisis akses pangan masyarakat
e) Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian
f)

Pengembangan cadangan pangan daerah

g) Pengembangan desa mandiri pangan


191

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

h) Pengembangan lumbung pangan desa


i)

Pengembangan perbenihan/pembibitan

j)

Pengembangan Sistem Informasi Pasar

k) Penyuluhan sumber pangan alternatif


l)

Fasilitasi koordinasi ketahanan pangan

m) Peningkatan mutu dan keamanan pangan


n) Peningkatan

produksi,

produktifitas

dan

mutu

produk

perkebunan, produk pertanian.


o) Peningkatan produksi, produktifitas, dan mutu produk peternakan
p) Peningkatan produksi, produktifitas, dan mutu produk pertanian
tanaman hortikultura
q) Pemantauan, pengawasan, peredaran penggunaan pupuk dan
pestisida.
r)

Kajian keamanan jajanan anak sekolah

b. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan
wajib ketahanan pangan sebagai berikut:
1)

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran


a) Pembayaran pengiriman surat/dokumen 12 bulan
b) Pembayaran langganan jasa komunikasi, sumber daya air,
listrik dan surat kabar 12 bulan
c) Pembayaran

honorarium

bagi

bendahara

penerimaan,

bendahara pengeluaran, pembantu bendahara penerima dan


pembantu bendahara pengeluaran 12 bulan.
d) Pembelian bahan dan alat kebersihan kantor 12 bulan untuk
kantor 6 unit, Puskeswan 7 unit dan UPT 12 unit.
e) Perbaikan peralatan kerja meliputi mesin ketik 30 unit, LCD 2
unit, alat laboratorium 10 unit, wireless 1 unit, AC 3 unit,
mebelair 3 unit, komputer 7 unit, Laptop 3 unit, printer 8 unit
dan antena jaringan internet 1 unit.
f)

Penyediaan alat tulis kantor untuk sekretariat dinas 1 paket.

192

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 12 bulan.


h) Pembelian komponen alat listrik dan elektronik 9 jenis.
i)

Penyediaan makanan dan minuman rapat 12 bulan.

j)

Pembiayaan perjalanan dinas dalam daerah 34 orang dan


perjalanan dinas luar daerah 35 orang.

k) Pengelolaan kearsipan dan perpustakaan selama 12 bulan


berupa pendataan dan penataan dokumen 1 paket, sosialisasi
tata naskah dinas 1 paket dan pembelian buku ilmu
pengetahuan dan buku-buku pertanian 1 paket.
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 33 unit serta
pembayaran sewa tanah dan PBB 16 lokasi.
b) Operasional dan pemeliharaan kendaraa roda dua 225 unit
dan roda empat 10 unit.
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur
a) Seminar, lokakarya dan workshop 3 kali, bimbingan teknis
ketatausahaan 1 kali, bimbingan teknis pengadaan barang dan
jasa 1 kali dan pelatihan petugas PMHP 1 kali.
b) Penerbitan SK kenaikan gaji berkala 185 orang, pengusulan
kenaikan

pangkat

struktural

dan

fungsional

81

orang,

pengusulan pegawai pensiun 10 orang, pengusulan pegawai


penerima penghargaan Satyalencana Karya Satya 20 tahun
dan 30 tahun untuk 21 orang, penyusunan DP3 411 orang,
pembayaran pegawai honorer/tidak tetap 12 bulan, penataan
naskah kepegawaian 411 orang, penyusunan angka kredit
penyuluh 107 orang, penyusunan angka kredit PMHP 17 orang
dan pengiriman angka kredit PMHP ke Kementrian Pertanian.
4)

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian


Kinerja dan Keuangan
a) LAKIP 1 dokumen, laporan kinerja bulanan 12

dokumen,

laporan kinerja tiga bulanan 4 dokumen dan laporan kinerja


tahunan 1 dokumen.
193

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b) Laporan keuangan bulanan 12 dokumen, laporan keuangan


triwulan 4 dokumen, laporan keuangan semesteran 2 dokumen,
laporan keuangan tahunan 1 dokumen, CaLK semesteran dan
tahunan 3 dokumen dan laporan PAD 12 dokumen.
c) Renja SKPD 1 dokumen, RKA 1 dokumen, DPA 1 dokumen,
penetapan kinerja 1 dokumen, RKA Perubahan 1 dokumen,
DPA perubahan 1 dokumen, program kerja pertanian 1
dokumen , perikanan dan kehutanan 1 dokumen, target OPD
1 dokumen, rencana kinerja tahunan 2 dokumen, SK Personil
kegiatan 6 dokumen.
d) Monitoring dan evaluasi program/kegiatan pertanian, perikanan
dan kehutanan 17 kali.
e) Analisis dan informasi data pertanian, perikanan dan kehutanan
6 dokumen, penyusunan profil keluarga TPH 1 dokumen , profil
keluarga Peternakan 1 dokumen, profil keluarga Perikanan 1
dokumen, keluarga kehutanan dan perkebunan 1 dokumen dan
profil keluarga ketahanan pangan 1 dokumen.
5)

Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/ Perkebunan


a) Laporan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi 1 dokumen,
penyaluran bantuan sarana produksi untuk 10 kelompok
masyarakat di Desa Rawan Pangan dan Identifikasi 10 desa
rawan pangan.
b) Laporan Pola konsumsi pangan 1 dokumen, sosialisasi pola
konsumsi 1 kali, Buku Neraca Bahan Makanan Kabupaten
Sleman 1 paket dan Sosialisasi Neraca Bahan Makanan 1 kali.
c) Pembinaan pemanfaatan pekarangan untuk 10 kelompok.
d) Pemantauan akses pangan masyarakat untuk 2 kelompok
masyarakat, pembinaan kelompok akses pangan 2 kali dan
fasilitasi pertemuan kelompok akses pangan.
e) Bimbingan pengolahan hasil pertanian 1 angkatan, sertifikasi uji
halal 3 unit , sertifikasi PIRT 5 unit bimbingan pengemasan
produk olahan 1 unit, pembelian alat penunjang pertanian 3
194

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

unit, pembelian sealer dan sablon 5 unit, pelatihan pasca panen


tanaman pangan dan hortikultura 2 angkatan, pelatihan
manajemen mutu produk olahan dan produk segar, uji residu
produk segar 5 unit, uji laboratorium produk olahan 5 unit,
workshop penyusunan SOP GMP dan GHP 2 angkatan dan
pembuatan buku SOP GMP dan GHP 90 buku.
f)

Pembudidayaan tanaman bawah tegakan seluas 1 Ha.

g) Pelatihan kapasitas Lembaga Keuangan Desa 2 angkatan,


pelatihan teknis kelompok afinitas 2 angkatan dan magang
petugas dan pengurus kelompoktani ke Desa Mandiri Pangan.
h) Pelatihan manajemen lumbung pangan desa 2 angkatan,
apresiasi lumbung pangan desa 1 kali, penilaian lumbung
pangan terbaik 1 kali, pemberian penghargaan lumbung
pangan terbaik 1 paket.
i)

Sekolah

lapang

perbenihan

percontohan/penanaman

padi

tanaman padi

kelompok,

untuk perbenihan

seluas 4 Ha dan penyampaian informasi perbenihan 4 kali.


j)

Pemantauan dan pelaporan harga pangan pokok 12 kali.

k) Penyuluhan

sumber

pangan

alternatif

melalui

gerakan

konsumsi pangan lokal di sekolah 4 kali, sosialisasi pangan


Beragam Bergizi Berimbang (B3) 1 kali, lomba cipta menu B3
1 kali dan pembinaan pemanfaatan pangan alternatif

kelompok.
l)

Koordinasi ketahanan pangan tingkat kabupaten 3 kali, fasilitasi


penilaian penghargaan ketahanan pangan 3 kali, pemberian
penghargaan kelompok masyarakat tingkat kabupaten 6
kelompok dan laporan pelaksanaan koordinasi peningkatan
ketahanan pangan 1 dokumen.

m) Pendampingan mutu dan keamanan pangan olahan 20


kelompok dan pendampingan mutu dan keamanan pangan
segar pada lokasi terkena dampak erupsi merapi 34 kelompok.

195

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

n) Database alat mesin dan pembinaan usaha pelayanan jasa alat


mesin / kelompok usaha pelayanan jasa alat mesin 1 unit,
pembinaan peningkatan produksi, produktifitas dan mutu
produk

perkebunan

unit

dan

pelaksanaan

apresiasi

pembuatan pupuk organik 1 paket.


o) Standar hasil produk peternakan 20 pelaku, pembentukan
kelompok pemula 8 kelompok dan pembinaan kelompok
pemula, lanjut dan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis 21
kelompok.
p) Pengembangan kawasan hortikultura 6 unit dan peningkatan
mutu produk aneka sayuran biofarmaka 1 paket
q) Pemantauan pengawasan pengadaan, peredaran, penyaluran
dan HET pupuk bersubsidi dan pestisida 12 bulan, koordinasi
dan

sinkronisasi

penyaluran

pupuk

bersubsidi

tingkat

kabupaten dan tingkat lapang 1 paket


r)

Laporan kajian keamanan jajanan anak sekolah di 5 (lima)


kecamatan 1 dokumen 10 buku.

(IKK aspek tingkat capaian kinerja penyelenggaraan urusan ketahanan


pangan sebagaimana buku lampiran).
Pelaksanaan program kegiatan urusan wajib ketahanan pangan
berjalan optimal didukung oleh regulasi, sarana dan prasarana kerja,
peran serta masyarakat peduli pangan, pihak akademisi serta seluruh
anggota Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Sleman. Kebijakan
pelaksanaan urusan wajib ketahanan pangan di Kabupaten Sleman
pada tahun 2011 sesuai

RPJMD

Tahun 2011 2015 adalah

mengembangkan pertanian pangan lokal ke arah agribisnis dengan


memperkuat ketahanan pangan.
Sehubungan dengan telah dibentuknya lembaga
menangani urusan wajib

ketahanan pangan

struktural

yang

di Dinas Pertanian,

Perikanan dan Kehutanan sesuai Perda Kabupaten Sleman Nomor 9


196

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sleman,


maka Pemerintah Kabupaten Sleman menerbitkan SK Bupati No
255/KDH/2011 tertanggal 1 Agustus 2011 tentang Dewan Ketahanan
Pangan

(DKP).

Adapun

sekretariat

DKP

yang

dilaksanakan oleh Bagian Perekonomian selanjutnya

sebelumnya
dilaksanakan

oleh Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian.


Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Ketahanan
Pangan yang pertama kali diterapkan pada Tahun 2011 disajikan pada
tabel berikut :
Tabel 3.21. Capaian Kinerja SPM Bidang Ketahanan Pangan Tahun
2011
Indikator

Pencapaian 2011 (%)

Target 2011 (%)

Realisasi(%)

134,77

130,00

103,67

147,37

131,00

112,49

19,00

20,00

95,00

60,00

65,00

92,31

58,00

60,00

96,67

83,00

84,00

98,81

67,00

60,00

111,67

33,33

33,33

100,00

tersebut

mampu

1
A. Ketersediaan dan Cadangan Pangan

1. Ketersediaan Energi per kapita


( standar 2200 kkalori)
2. Ketersediaan Protein per kapita
( standar 57 )
3. Penguatan cadangan pangan pemerintah
(standar minimal 100 ton pangan setara
beras)
B. Distribusi dan Akses Pangan
1. Ketersediaan informasi pasokan, harga
dan akses pangan di daerah
2. Stabilitas harga dan pasokan pangan
C. Penganekaragaman dan Keamanan Pangan
1. Skor Pola Pangan Harapan
2. Pengawasan dan Pembinaan
Keamananan Pangan
D. Penanganan Kerawanan Pangan
1. Penanganan daerah rawan pangan
Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan, Kehutanan

Pelaksanaan

berbagai

program dan

kegiatan

mendukung keberhasilan ketahanan pangan selama kurun waktu 5


tahun (2007-2011).

Pelaksanaan urusan ketahanan

pangan di

Kabupaten Sleman terlaksana dengan baik sebagaimana terlihat dalam


tabel di bawah ini:
197

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Tabel 3.22. Capaian Indikator Pembangunan di Bidang Ketahanan Pangan


Capaian Kabupaten Sleman
Indikator
2007
2008
2009
2010
2011
1
2
3
4
5
6
Aspek Ketersediaan Pangan
1. Surplus beras ( ton )
82.440 96.571 95.925 85.236 63.865
2. Produktivitas
a. Padi sawah
57,17
62,14
60,87
59,53
56,93
b. Padi ladang
22,84
30,17
30,42
39,91
30,51
Aspek Distribusi Pangan
1. Harga Beras di Kab. Sleman
a. Harga tertinggi
5.342
5.133
5.383
7.117
7.775
b. Harga terendah
4.288
4.400
4.875
5.244
6.092
c. Rerata harga beras
4.748
4.748
5.097
6.102
6.933
2. Jumlah 3 bulan berturut-turut dengan harga
0
0
0
0
0
lebih dari 25% dari rerata harga pasar
(Stabil) (Stabil) (Stabil) (Stabil) (Stabil)
Aspek Konsumsi Pangan
1. Konsumsi beras ( kg/kapita/tahun )
a. Nasional
118,00 120,00 120,00 120,00 120,00
b. Kabupaten Sleman
63,70
63,70
63,70
63,70
63,70
2.Konsumsi protein hewani
(kg/kapita/tahun)
13,97
14,56
14,45
16,29
19,16
3. Konsumsi ikan (kg/kapita/tahun)
23,14
24,80
25,95
26,73
27,78
4. Kekurangan Energi Protein (KEP) %
KEP < 15% = Resiko rawan pangan
10,96
11,66
10,85
10,85
8,77
gizi ringan
Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Walaupun dihadapkan pada tantangan peningkatan kebutuhan beras


yang tidak diikuti penurunan laju alih fungsi lahan, selama tahun 2007
2011 Kabupaten Sleman masih mampu mempertahankan predikat
sebagai lumbung beras di Provinsi DIY. Surplus beras pada tahun 2011
sebanyak 63.865 ton mengalami penurunan 25,07% dibandingkan
surplus beras tahun 2010 (85.236 ton). Keberhasilan mempertahankan
surplus beras pada tahun 2011 didukung oleh pelaksanaan Program
Peningkatan Beras Nasional (P2BN). Program ini didukung dengan
kegiatan peningkatan produksi dan mutu produk pertanian, penanganan
pasca panen dan pengolahan hasil pertanian; sekolah lapang petani;
peningkatan
teknologi

kemapuan

lembaga

petani;

penyuluhan

penerapan

pertanian/perkebunan tepat guna; pelatihan penerapan

teknologi pertanian/perkebunan modern bercocok tanam, Bimbingan

198

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

SPO-GAP (Standar Procedure OperationalGood Agriculture Practices )


dan penerapan SRI (System Rice Intensification ).
Untuk konsumsi

beras

per kapita per tahun tidak mengalami

perubahan dari tahun 2007 hingga 2011 sebanyak 63,70 kg/kapita/tahun


jauh lebih rendah dari konsumsi beras nasional 120 kg/kapita/tahun.
Sebagian warga Sleman mulai mengurangi konsumsi nasi beras
(kelompok pangan padi-padian) dan sedikit demi sedikit mulai
mengkonsumsi sumber karbohidrat non beras.
Konsumsi ikan perkapita di Kabupaten Sleman juga mengalami
peningkatan, pada tahun 2007 konsumsi ikan perkapita sebesar 23,14
kg dan pada tahun 2011 meningkat menjadi 27,78 kg. Tingkat konsumsi
ikan di Sleman secara rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat
konsumsi ikan di Provinsi DIY yaitu sebesar 20,00 kg untuk tahun 2011.
Peningkatan konsumsi ikan di Sleman ini dipicu oleh meningkatnya
jumlah kelompok pembudidaya ikan, rumah makan/restoran ikan dan
UKM yang mengolah berbagai produk olahan pangan berbahan baku
ikan serta didukung peningkatan kesadaran kesadaran masyarakat akan
pentingnya kesehatan, yang mulai bergeser pada konsumsi makanan
non kolesterol.
Urusan ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan
ketersediaan pangan, pemerataan distribusi pangan dengan harga
terjangkau dan tercapainya pola konsumsi pangan yang aman, bergizi
dan beragam, namun juga lebih meningkatkan peran masyarakat dan
pihak swasta dalam mendukung ketahanan pangan.
Program yang dilaksanakan telah mampu mempertahankan surplus
pangan pokok (beras), meskipun hasil produksi dan produktivitas
mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2010. Penurunan
produksi

antara lain disebabkan serangan Organisme Pengganggu

Tanaman (OPT) dan hama seperti wereng coklat serta akibat pengaruh
perubahan iklim. Pada tahun 2011 terjadi serangan OPT yang
mengakibatkan hampir 2.700 ha tanaman padi mengalami puso. Situasi

199

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

produksi pangan pokok tahun 2010 dan 2011 ditunjukkan pada tabel
berikut :
Tabel 3.23. Situasi Pangan Pokok Kabupaten Sleman Tahun 2010 dan 2011
No

Komoditas

Produksi 2010

Produksi 2011

(Ton)
(Ton)
1
Beras
168.158
147.075
2
Jagung
31.703
38.111
3
Ubi Kayu
20.868
14.741
4
Kedelai
698
775
Sumber: Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Susutan 2011
(%)
8
20
18
16

(Ton)
11.765,97
7.662,20
2.653,38
124,00

Penyediaan
2011
(Ton)
135,308,65
30.488,80
12.087,62
651,00

Tabel 3. 24. Keadaan Penyediaan dan Konsumsi Pangan Per Kapita Kabupaten Sleman Tahun 2011
Penyediaan
Dikonsumsi
(Kg/kapita) (Kg/kapita)
(Ton)
1
2
3
4
5
1
Padi-padian
147,83
66,56
74.651,03
Beras
120,64
63,70
71.443,37
Jagung
27,18
2,86
3.207,66
2
Kacang-kacangan
5,54
19,14
21.464,42
Kacang Tanah
4,95
1,93
2.164,61
Kedelai
0,58
17,00
19.066,52
Kacang Hijau
0,01
0,21
233,28
3
Umbi-umbian
13,43
6,97
7.815,03
Ubi kayu
10,78
5,46
6.123,72
Ubi jalar
2,66
1,51
1.691,31
Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
No

Komoditas

Surplus/Minus
(Kg/kapita)
(Ton)
6
7
81,27
76.285
56,94
63.865
24,32
22.833
(13,60) (12.762)
3,02
2.834
(16,42) (15.413)
(0,20)
(183)
6,47
6.070
5,32
4.992
1,15
1.078

Pada tahun 2011 terdapat surplus pangan untuk komoditas

beras

sebanyak 63.865 ton, jagung sebanyak 22.833 ton, kacang tanah


sebanyak 2.834 ton, ubi kayu sebanyak 4.992 ton dan ubi jalar 1.078
ton. Kekurangan kebutuhan pangan terjadi pada komoditas kedelai
sebanyak 15.413 ton dan kacang hijau sebanyak 183 ton.
Analisis data Sistem Informasi Kewaspadaan Pangan dan Gizi pada
indikator komposit gabungan aspek ketersediaan pangan, aspek akses
pangan dan aspek pemanfaatan pangan menampilkan informasi
bahwa pada tahun 2011 di Kabupaten Sleman termasuk peta hijau
(artinya wilayah dengan resiko kerawanan pangan dan gizi ringan).
Hasil anlisis komposit SKPG menunjukkan bahwa semua kecamatan

200

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

di Kabupaten Sleman tidak terdapat daerah rawan. Analisis komposit


per desa ditunjukkan adanya 10 desa yang masuk kategori daerah
rawan pangan dan gizi. Adapun

kesepuluh desa tersebut adalah

sebagai berikut :
1) Desa Sendangsari Kecamatan Minggir
2) Desa Margoagung Kecamatan Seyegan
3) Desa Caturtunggal Kecamatan Depok
4) Desa Wukirharjo Kecamatan Prambanan
5) Desa Minomartani Kecamatan Ngaglik
6) Desa Caturharjo Kecamatan Sleman
7) Desa Mororejo Kecamatan Tempel
8) Desa Sumberejo Kecamatan Tempel
9) Desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan
10) Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan

Hasil analisis SKPG tahun 2010 yang dilaksanakan pada tahun 2011
ternyata belum mampu memperlihatkan status rawan pangan dan gizi
dibandingkan dengan kondisi riil di lapangan. Analisis SKPG masih
mengacu pada Pedoman Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi
TIngkat Kabupaten/Kota Tahun 2010 yang tertuang dalam Permentan
Nomor 43/Permentan/OT.140/7/2010 tanggal 27 Juli 2010. Adanya
perbedaan mendasar mengenai karakteristik wilayah kecamatan yang
bercirikan perdesaan dan bercirikan perkotaan ternyata tidak dibedakan
pada Permentan tersebut. Usulan perubahan metode analisis SKPG
telah disampaikan ke Badan Ketahanan Pangan Pusat dan saat ini
baru disusun revisi perubahannya.
Keberhasilan penyelenggaraan urusan wajib ketahanan pangan antara
lain dapat dilihat dari penerimaan penghargaan Adi Karya Pangan
Nusantara sebanyak 2 sub kategori dan penghargaan ketahanan
pangan tingkat Nasional Tahun 2011 sebanyak 4 sub kategori
berdasarkan SK Mentan Nomor: 4922/Kpts/KP.450/12/2011. Adapun

201

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

data prestator penghargaan ketahanan pangan Tingkat Nasional


meliputi :
1) Kategori Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara

a) Drh. Sugi Winarsih, Dokter Hewan Kecamatan Tempel.


b) Kelompok Tani Kedelai Margo Mulyo, Padukuhan Bendungan,
Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan.
2) Kategori Penghargaan Ketahanan Pangan

a) Ratidjo, Tokoh pelaku usaha hortikultura Jamur, Padukuhan Niron,


Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman.
b) IG. Siswiyanto, HP, Tokoh pelaku usaha

Florikultua, Desa

Hargobinangun, Kecamatan Pakem.


c) Kelompok Tani Rukun, Kelompok Tani Jambu Air, Padukuhan
Krasaan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah , Sleman.
d) Sriyanto, Kelompok Sidomakmur, Budidaya Tebu, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan.
e) Penghargaan Ketahanan Pangan, kategori Penyuluh Swakarsa
Teladan,

atas

nama

H.

Habudin,

A.Md.,

Kejambon

Lor,

Sindumartani, Ngemplak (Predikat Teladan).


f) Penghargaan Ketahanan Pangan, kategori Gapoktan Berprestasi,
atas nama Gapoktan Sidomulyo, Godean (Predikat Berprestasi).
c. SKPD Penyelenggara Urusan
SKPD penyelenggara urusan wajib ketahanan pangan adalah Bidang
Ketahanan Pangan dan Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan
Kehutanan dibentuk berdasarkan Perda Kabupaten Sleman Nomor 9
Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sleman
dan Peraturan Bupati Nomor 29 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas,
Fungsi

dan Tata Kerja Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan,

didukung Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bidang Peternakan


dan Bidang Kehutanan dan Perkebunan serta Bagian Perekonomian
Sekretariat Daerah. Secara terperinci, kedudukan, tugas pokok dan
fungsi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman
terlampir.

202

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

d. Sumber Daya Manusia


Sumber daya manusia penyelenggara urusan wajib ketahanan pangan
di Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian pada Dinas
Pertanian, Perikanan dan Kehutanan berjumlah 78 orang. Secara rinci
sumberdaya

manusia

penyelenggara

urusan

ketahanan

pangan

menurut golongan dan pendidikan adalah sebagaimana terlampir.


e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan wajib ketahanan
pangan

sebesar

Rp3.285.019.000,00

dengan

realisasi

Rp2.994.819.704,00 atau 91,17%. Secara terperinci anggaran dan


realisasi masing-masing program sebagai berikut :
1) Program

Pelayanan

Administrasi

Perkantoran,

anggaran

Rp580.631.000,00 realisasi Rp477.370.748,00 atau 82,22%


2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, anggaran
Rp656.105.000,00 realisasi Rp622.477.656,00 atau 94,87%
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur, anggaran
Rp510.528.000,00 realisasi Rp503.562.000,00 atau 98,64%
4) Program
Pelaporan,

Peningkatan
Capaian

Pengembangan
Kinerja

dan

Sistem

Perencanaan

Keuangan,

anggaran

Rp300.000.000,00 realisasi Rp273.384.200,00 atau 91.13%


5) Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/Perkebunan,
anggaran Rp1.237.755.000,00 realisasi Rp1.118.025.100,00 atau
90,33%
f. Proses Perencanaan
Proses perencanaan urusan ketahanan pangan diawali dari rapat kerja
dinas dan jajaran kecamatan, musrenbang desa, serta musrenbang
kecamatan,

sebagai

bahan

penyusunan

Renja

SKPD.

Pengidentifikasian masalah dan kebutuhan pembangunan ketahanan


pangan dilaksanakan secara partisipatif melalui pertemuan kelompok
tani dengan didampingi oleh Petugas di UPT BP3K yang disinkronkan
dengan

program

Dinas

Pertanian,

Perikanan

dan

Kehutanan.

203

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Penyelenggaraan urusan wajib ketahanan pangan dilaksanakan secara


multi sektor yang dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan. Penyelenggaraan urusan wajib ketahanan pangan mulai
dari proses

perencanaan

hingga

pelaksanaan

dan

evaluasinya

dilakukan melalui jejaring kerjasama dengan berbagai pemangku


kepentingan antara lain: Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta,
Lembaga Swadaya Masyarakat , perusahaan swasta serta dengan Balai
Pusat Penelitian Bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perkebunan
dan Kehutanan.
g. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan urusan wajib
ketahanan pangan

di Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan

Pertanian pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan adalah


sebagaimana terlampir.
h. Permasalahan dan Solusi
Secara umum permasalahan dan solusi urusan ketahanan pangan
adalah sebagai berikut:
1) Aspek Ketersediaan Pangan
a) Sulitnya memprediksi perubahan iklim menyebabkan penurunan
produksi berbagai komoditas pertanian yang berdampak pada
penurunan

ketersediaan cadangan

pangan

di

Kabupaten

Sleman. Solusi yang dilakukan adalah melakukan penyesuaian


pola tanam sesuai kondisi agroklimat dan pemberian bantuan
sarana produksi pertanian.
b) Penyusustan luas lahan produktif dan ketersediaan suplai air
irigasi akibat banyaknya kerusakan infrastruktur bendung dan
saluran irigasi sebagai dampak erupsi Merapi dan timbunan lahar
dingin di Selokan Van der Wijk menyebabkan penurunan
ketersediaan cadangan pangan lokal di Kabupaten Sleman.
Solusi yang dilakukan adalah menghambat laju alih lahan

204

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

pertanian melalui pengetatan perijinan serta himbauan dukungan


pelestarian kawasan pertanian yang didukung dengan kegiatan
bantuan rehabilitasi bendung dan saluran irigasi serta bantuan
reklamasi lahan.
2) Aspek Distribusi Pangan
Sebagian besar kelompok lumbung pangan sebagai lembaga
distribusi pangan termasuk dalam kategori lumbung pangan
sederhana.

Solusi

yang

dilakukan

adalah

meningkatkan

pemberdayaan kelompok lumbung pangan yang mengarah pada


orientasi bisnis-ekonomis serta mampu berperan sebagai Lembaga
Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM)

melalui kegiatan Dana

Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM


LUEP),

Dana

Pemberdayaan

Masyarakat

dan

Bantuan

Pemberdayaan Lumbung Pangan.


3) Aspek Konsumsi Pangan
a) Terdapat 10 (sepuluh) desa yang tergolong Desa Rawan Pangan
dan Gizi pada tahun 2011. Solusi yang dilakukan adalah
melakukan percepatan pelaksanaan intervensi berupa Fasilitasi
Daerah Rawan Pangan dan Gizi, Penguatan Kelembagaan
Akses Pangan Masyarakat, Penumbuhan Desa Mandiri Pangan
(DEMAPAN) dan percepatan tanggap darurat penanganan
bencana Merapi, khususnya untuk pemulihan multisektor bidang
ekonomi.
b) Pola konsumsi pangan sebagian masyarakat Kabupaten Sleman
belum sesuai dengan Pola Pangan Harapan AB3 (Aman,
Berragam, Bergizi dan Berimbang). Solusi yang dilakukan
adalah melaksanakan Program Penganekaragaman Konsumsi
Pangan dan Gizi (P2KPG) berbasis sumber daya lokal.
4) Belum adanya revisi pada metode analisis SKPG yang tertuang
pada Permentan Nomor: 43/Permentan/OT.140/7/2010 tentang
Pedoman SKPG Tingkat Kabupaten/Kota menyebabkan kurangnya

205

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

akurasi penentuan desa rawan pangan dan gizi di Kabupaten


Sleman. Solusinya yang dilakukan adalah melaksanakan konsultasi
dan penyampaian usulan kepada Badan Ketahanan Pangan PusatKementrian Pertanian untuk segera merevisi metode analisis SKPG
sehingga dapat diterapkan di daerah.
14. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
a. Program dan Kegiatan
1) Program keserasian kebijakan peningkatan kualitas anak dan
perempuan dengan kegiatan pelaksanaan sosialisasi terkait dengan
kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan
anak.
2) Program Penguatan Kelembagaan dan Pengarusutamaan Gender
dan Anak
a) Advokasi dan fasilitasi Pengarus Utamaan Gender (PUG) bagi
perempuan.
b) Fasilitasi

pengembangan

Pusat

Pelayanan

Terpadu

Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPA).


c) Pemetaan potensi organisasi dan kelembagaan masyarakat yang
berperan dalam pemberdayaan perempuan dan anak.
d) Pengembangan sistem informasi gender dan anak.
e) Fasilitasi pemberdayaan perempuan dan PKK.
3) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan
a) Pelaksanaan kebijakan perlindungan perempuan di daerah.
b) Pelatihan bagi pelatih (TOT) SDM pelayanan dan pendamping
korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
c) Pembinaan, evaluasi dan fasilitasi pemberdayaan perempuan di
Bidang perekonomian bagi kelompok PKK Padukuhan.
d) Peringatan Hari Anak Nasional.
4) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam
Pembangunan
a. Pembinaan organisasi perempuan
206

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b. Pameran hasil karya perempuan di bidang pembangunan.


c. Penyuluhan PUG dan pembinaan kelompok KB pria.
b. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai berikut :
1) Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan
Perempuan terealisasi melalui sosialisasi antisipasi terjadinya
kekerasan dalam rumah tangga dan perdagangan perempuan 80
orang, sosialisasi UU PA dan kota layak anak 80 orang, pengelolaan
4 tempat penitipan anak (TPA), publikasi dan informasi program
Telepon Sahabat Anak (TESA) dan pemilihan duta anak daerah 5
orang.
2) Program Penguatan Kelembagaan dan Pengarusutamaan Gender
dan Anak dengan kegiatan:
a) Koordinasi dan fasilitasi tim PUG 2 kali.
b) Pembentukan dan fasilitasi Forum penanganan KDRT dan anak
dan pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan
Perempuan dan Anak (P2TPA).
c) Penyusunan data base organisasi

dan lembaga masyarakat

yang berperan dalam pemberdayaan perempuan 1 kali, dan


pelaksanaan gerakan sayang ibu 17 kecamatan.
d) Pembentukan forum komunikasi anak.
e) Pembinaan kepada PKK 15 kecamatan.
3) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan
dengan kegiatan:
a) Penyusunan draft peraturan

Bupati tentang penyelenggaraan

perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan dan


sosialisasi, pendataan SDM dan SDA, pelatihan ketrampilan
usaha serta bantuan modal usaha 100 orang.
b) Pelatihan bagi pendamping korban KDRT 172 orang.
c) Pembinaan kepada PKK padukuhan 17 kelompok.

207

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

d) Peringatan Hari Anak Nasional.


4) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam
Pembangunan dengan kegiatan:
a) Sarasehan pemenuhan hak-hak perempuan dalam rangka Hari
Kartini dan puncak peringatan Hari Kartini.
b) Pameran hasil karya perempuan di tingkat kabupaten dan
propinsi 10 kelompok.
c) Penyuluhan PUG dan pembinaan kelompok KB pria 3 kali.
(IKK

aspek

tingkat

capaian

kinerja

penyelenggaraan

urusan

pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagaimana buku


lampiran)
Salah satu indikator peningkatan peranan perempuan adalah dengan
Indeks Pembangunan Gender (IPG). IPG dipakai untuk mengukur
angka rata-rata pencapaian kemampuan dasar dengan penyesuaian
untuk memperhitungkan ketimpangan gender. Titik berat pembangunan
gender adalah pemberdayaan manusia tanpa membedakan gender
sehingga mereka memiliki pilihan yang lebih luas

dalam menjalani

kehidupan. Upaya tersebut dijabarkan melalui akses yang lebih luas


bagi penduduk

untuk meningkatkan derajat kesehatan, memperoleh

pengetahuan dan ketrampilan, dan peluang untuk menaikkan

taraf

ekonomi rumah tangga yang pada akhirnya akan mendorong partisipasi


mereka dalam pembangunan.
Tabel 1.24a. Indikator IPG Kabupaten Sleman 2009 dan 2010
No

Uraian

2009

2010

Komponen IPG
1.
Angka Harapan Hidup (tahun)
2.
Angka Melek Huruf (%)
3.
Rata-rata Lama Sekolah (tahun)
4.
Kontribusi Perempuan terhadap Pendapatan (%)
Indikator IPG
1.
Kesehatan
2.
Pendidikan
3.
Pendapatan
IPG
Sumber: BPS Kabupaten Sleman

74,74
92,19
10,18

75,56
89,40
9,66
0,36

82,90
84,08
66,12
73,94

85,93
81,07
55,51
74,17

208

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Pada tahun 2010 untuk wilayah provinsi DIY nilai IPG kabupaten Sleman
berada di peringkat 2 dan peringkat 10 untuk tingkat nasional.
Tabel:1.24b. Ketimpangan Gender di Kabupaten Sleman Tahun 2009 dan 2010
NO

Tahun

Nilai IPM

Nilai IPG

Ketimpangan Gender

1.

2009

77,70

73,94

3,76

2.

2010

78,20

74,17

4,03

Sumber: BPS Kabupaten Sleman

c. SKPD Penyelenggara Urusan


SKPD

penyelenggara

urusan

Pemberdayaan

Perempuan

dan

Perlindungan Anak adalah Bidang Pemberdayaan Perempuan dan


Perlindungan Anak pada Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan yang dibentuk berdasarkan Peraturan
Daerah Kabupaten Sleman Nomor 9 Tahun 2009, tentang organisasi
Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman. Penyelenggaraan
urusan ini didukung oleh seksi kesejahteraan masyarakat di 15
kecamatan. Secara rinci, kedudukan, tugas pokok dan fungsi Badan
Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
adalah sebagaimana terlampir.
d. Sumber Daya Manusia
Sumber

daya

perempuan

manusia

dan

penyelenggara

perlindungan

anak

di

urusan

pemberdayaan

Bidang

Pemberdayaan

Perempuan dan Perlindungan Anak berjumlah 10 orang. Secara rinci


SDM

penyelenggaraan

perlindungan

anak

urusan

menurut

pemberdayaan

golongan

dan

perempuan
pendidikan

dan

adalah

sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak sebesar Rp725.022.500,00 realisasi
Rp723.493.000,00 atau 99,79%. Secara rinci anggaran dan realisasi
masing-masing program sebagai berikut:

209

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

1) Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan


Perempuan,

anggaran

sebesar

Rp213.592.500,00

realisasi

213.592.500,00 atau 100%.


2) Program Penguatan Kelembagaan dan Pengarusutamaan Gender
dan

Anak,

anggaran

sebesar

Rp298.055.000,00

realisasi

Rp297.930.000,00 atau 99,95%.


3) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan,
anggaran sebesar Rp124.355.000,00 realisasi Rp123.954.500,00
atau 99,67%
4) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam
Pembangunan,

anggaran

sebesar

Rp89.020.000,00

realisasi

Rp88.016.000,00 atau 98,87%


f. Proses Perencanaan
Proses

perencanaan

urusan

pemberdayaan

perempuan

dan

perlindungan anak berawal dari penyerapan masukan desa, kecamatan,


tokoh masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya ditunjang
dengan kompilasi

data yang sudah terinventarisasi. Data

inventarisasi masalah yang terkompilasi menjadi dasar bagi

dan

Badan

Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan


Anak untuk menyusun usulan program dan kegiatan.
g. Sarana dan Prasarana
Sarana

dan

pemberdayaan

prasarana
perempuan

pendukung
dan

penyelenggaraan

perlindungan

anak

di

urusan
Bidang

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Badan KB PP


dan PA dan seksi Kesejahteraan Masyarakat di 15 kecamatan adalah
sebagaimana terlampir.
h. Permasalahan dan Solusi
1) Tindak

kekerasan

dalam

rumah

tangga

terutama

terhadap

perempuan dan anak masih tejadi. Solusinya yang dilakukan adalah


sosialisasi tentang Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah
Tangga (KDRT) dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Selain itu

210

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

dilakukan

pula

fasilitasi

terhadap

lembaga-lembaga

advokasi

perlindungan anak dan perempuan dan mengintensifkan kampanye


anti kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pengembangan
kabupaten layak anak.
2) Bias gender masih terjadi dalam masyarakat. Solusi yang dilakukan
adalah

menggiatkan

pelaksanaan

Komunikasi, Informasi dan

Edukasi (KIE) tentang Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG)


kepada masyarakat serta meningkatkan komitmen dalam upaya
mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak.
15. Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
a. Program dan Kegiatan
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Penyediaan jasa surat menyurat.
b) Penyediaan jasa komunikasi sumber daya air, listrik, dan langganan.
c) Penyediaan jasa administrasi keuangan.
d) Penyediaan jasa kebersihan kantor.
e) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja.
f) Penyediaan alat tulis kantor
g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan.
h) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor.
i) Penyediaan makanan dan minuman rapat.
j) Rapat koordinasi dan konsultasi.
k) Pengelolaan dokumen SKPD
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor.
b) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional.
c) Pemeliharaan rutin/berkala meubelair.
d) Pemeliharaan rutin/berkala taman.
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur.
a) Pengkajian kompetensi kepegawaian.
4) Program

Peningkatan

Pengembangan

Sistem

Perencanaan,

Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.


a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD.
211

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b) Penyusunan pelaporan keuangan dan realisasi keuangan.


c) Penyusunan perencanaan kerja SKPD.
d) Monitoring dan evaluasi program/kegiatan SKPD.
e) Penyusunan profil data SKPD lima tahun terakhir.
5) Program Keluarga Berencana
a) Penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin.
b) Fasilitasi pelayanan KIE.
c) Harganas Pertasikencana.
d) Fasilitasi pelayanan KB-KR dan pengembangan jaringan kerja.
e) Pembinaan dan pengendalian program KB.
f) Fasilitasi bhakti TNI KB terpadu.
6) Program Kesehatan Reproduksi Remaja dengan kegiatan Advokasi
dan KIE tentang KRR.
7) Program Pelayanan

Kontrasepsi

dengan kegiatan

pelayanan

konseling KB.
8) Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan
KB/KR yang Mandiri.
a) Fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat peduli KB.
b) Pembinaan bina keluarga sejahtera.
c) Pembinaan Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat
dan Sejahtera (P2WKSS).
9) Program Promosi Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak melalui Kelompok
Kegiatan di Masyarakat dengan kegiatan penyuluhan kesehatan ibu,
bayi dan anak melalui kegiatan di masyarakat.
10) Program Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling
KRR dengan kegiatan fasilitasi forum pelayanan KRR bagi kelompok
remaja dan kelompok sebaya di luar sekolah.
11) Program Peningkatan Penanggulangan Narkoba, PMS termasuk
HIV/AIDS dengan kegiatan penyuluhan penanggulangan narkoba,
PMS termasuk HIV/AIDS.
12) Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga
dengan kegiatan pelatihan tenaga pendamping kelompok bina
keluarga di kecamatan.
212

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

13) Program Pengembangan Model Operasional BKB Pos Yandu Padu


dengan kegiatan pengkajian pengembangan model operasional BKB
Posyandu Padu.
b. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan urusan
Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah sebagai berikut :
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Layanan surat menyurat 12 bulan.
b) Pembayaran jasa telepon, air, listrik, dan media cetak 12 bulan.
c) Pengelolaan keuangan 12 bulan
d) Penyediaan alat kebersihan/bahan

pembersih kantor

dan

pembayaran tenaga kebersihan 12 bulan.


e) Perbaikan peralatan kerja 9 macam.
f) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 12 bulan.
g) Penyediaan alat tulis kantor 12 bulan.
h) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan
kantor 12 bulan.
i) Fasilitasi rapat dan penerimaan tamu 12 bulan.
j) Fasilitasi rapat koordinasi dan konsultasi 8 kali.
k) Penataan dan penyediaan 37 buku dan pengelolaan dokumen SKPD
12 bulan.
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor seluas 1.292 m2.
b) Pemeliharaan rutin/berkala 93 kendaraan roda 2 dan 4
kendaraan roda 4.
c) Pemeliharaan rutin/berkala meubelair 12 bulan.
d) Pemeliharaan rutin/berkala taman 12 bulan.
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur.
a) Pengelolaan administrasi kepegawaian 7 jenis.
4) Program

Peningkatan

Pengembangan

Sistem

Perencanaan,

Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.

213

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

a) Penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah


SKPD dan laporan realisasi semesteran 10 buku.
b) Penyusunan laporan keuangan dan realisasi keuangan 12 kali.
c) Penyusunan rencana kerja dan RKA/DPA SKPD 30 buku dan
sosilaisasi program kegiatan 1 kali.
d) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi program/kegiatan SKPD 5
kali.
e) Penyusunan profil data SKPD 5 tahun terakhir 10 buku.
5) Program Keluarga Berencana
a) Pengadaan ginbed 2 buah dan almari tempat alat kontrasepsi 6
buah.
b) Pembuatan leafleat 1300 lembar, stiker 500 lembar, siaran radio
1 kali, siaran TV 1 kali, banner 10 buah dan alat Komunikasi
Informasi dan Edukasi Bina Keluarga Sejahtera (KIE BKS) 51 set
dan pelaksanaan KIE, KB-KS 275 kelompok.
c) Pelaksanaan rangkaian kegiatan Harganas Pertasikencana.
d) Fasilitasi pelayanan KB-KR dan pengembangan jaringan kerja
bagi 150.009 PUS, 14.656 Peserta Baru dan 118.424 Peserta
Aktif.
e) Bimbingan petugas KB 86 desa, pengendalian anggaran dan
program KB 17 kecamatan dan koordinasi/konsolidasi program
430 kader.
f) Pelaksanaan rangkaian Bhakti TNI KB Terpadu.
6) Program Kesehatan Reproduksi Remaja terealisasi melalui advokasi
dan KIE tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) untuk PKB
51 orang, guru 172 orang dan remaja 350 orang.
7) Program Pelayanan Kontrasepsi terealisasi melalui pelayanan
konseling KB berupa talkshow 1 kali dan jambore PKB 1 kali.
8) Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan
KB/KR yang Mandiri.
a) Bantuan bagi koordinator PPKBD 86 orang dan sub PPKBD
7.404 orang sebanyak 12 kali.
214

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b) Pembinaan bina keluarga sejahtera 68 kelompok.


c) Pembinaan Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat
dan Sejahtera (P2WKSS) di 14 desa, pembinaan 102 kelompok.
9) Program Promosi Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak melalui Kelompok
Kegiatan

Masyarakat

terealisasi

melalui

penyuluhan

tentang

kesehatan ibu, bayi dan anak bagi 2.366 orang yang terwadahi
dalam kelompok masyarakat.
10) Program Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling
KRR terealisasi melalui Forum pelayanan KRR bagi kelompok
remaja dan kelompok sebaya di luar sekolah yang terwadahi dalam
51 kelompok.
11) Program Peningkatan Penanggulangan Narkoba, PMS Termasuk
HIV/AIDS terealisasi melalui penyuluhan penanggulangan narkoba,
PMS dan HIV/AIDS bagi masyarakat sebanyak 276 orang.
12) Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga
terealisasi melalui pelatihan pendamping kelompok bina keluarga
sejahtera 68 kelompok.
13) Program Pengembangan Model Operasional BKB Posyandu Padu
melalui pembinaan dan penyelenggaraan BKB Posyandu Padu 51
kelompok.
(IKK aspek tingkat capaian kinerja penyelenggaraan urusan keluarga
berencana dan keluarga sejahtera sebagaimana buku lampiran)
Program dan kegiatan di bidang KB dapat meningkatkan jumlah peserta
KB baru sebanyak 2.833 peserta (meningkat 23,96%), sehingga pada
tahun 2011 jumlah peserta KB baru mencapai 14.656 peserta.
Perkembangan peserta KB baru dalam lima tahun terakhir sebagaimana
terlihat dalam grafik berikut.

215

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Grafik 3.22. Perkembangan Jumlah Peserta KB Baru Tahun 2007-2011


14.656

15.000
10.910

10.644

11.823

10.630

10.000

5.000

0
2007

2008

2009

2010

2011

Sumber: Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Sementara dari data peserta KB wanita menurun sebesar 2.930 peserta


atau menurun sebesar 2,59% dibandingkan dengan keikutsertaan KB
pria mengalami peningkatan dari 8.477 peserta pada tahun 2010
meningkat menjadi 8.586 peserta pada tahun 2011 atau meningkat
sebesar 1,28%. Perkembangan keikutsertaan KB pria dan wanita dalam
lima tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 3.23. Perkembangan Jumlah Peserta KB Pria dan KB Wanita Tahun 2007-2011
108.345 109.795
105.131
120000
100000
80000
60000
40000
7.844
8.087
20000 8.165
0
2006
2007
2008
KB Pria

110851

8.524
2009

113027
109.838

8.447
2010

8.586
2011

KB Wanita

Sumber: Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Keberhasilan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dapat


dilihat dari berbagai prestasi yang telah dicapai antara lain :
1) Penghargaan pengelola terbaik Bina Keluarga Balita Tingkat
Provinsi.
2) Juara I Tingkat Provinsi pada kejuaraan Kecamatan Sayang Ibu.
3) Juara I Tingkat Provinsi pada kejuaraan P2WKSS.
216

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

4) Juara I Tingkat Provinsi pada Kejuaraan Keluarga Harmonis.


5) Juara I dan II Tingkat Provinsi pada Kejuaraan Kader BKB.
6) Juara I Tingkat Provinsi pada kejuaraan PUS yang mengikuti KB
Lestari 10 tahun.
7) Juara I Tingkat Provinsi pada Kejuaraan KB Perusahaan.
8) Juara II Tingkat Provinsi pada Kejuaraan kelompok KB pria.
9) Juara II Tingkat Provinsi pada Kejuaraan kader IMP.
10) Juara II Tingkat Provinsi pada Kejuaraan Kelompok UPPKS.
c. SKPD Penyelenggara Urusan
SKPD penyelenggara urusan keluarga berencana dan keluarga
sejahtera

adalah

Badan

Keluarga

Berencana,

Pemberdayaan

Perempuan dan Perlindungan Anak yang dibentuk berdasarkan Perda


Kabupaten Sleman Nomor 9 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat
Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman. Secara rinci, kedudukan, tugas
pokok

dan

fungsi

Badan

Keluarga

Berencana,

Pemberdayaan

Perempuan dan Perlindungan Anak adalah sebagaimana terlampir.


d. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia penyelenggara urusan keluarga berencana dan
keluarga

sejahtera

berjumlah

70

orang.

Secara

rinci

SDM

penyelenggaraan urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera


menurut golongan dan pendidikan adalah sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan Keluarga Berencana
dan

Keluarga

Sejahtera

sebesar

Rp1.706.881.750,00

realisasi

Rp1.655.976.482,00 atau 97,02%. Secara rinci anggaran dan realisasi


masing-masing program adalah sebagai berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, anggaran sebesar
Rp269.990.000 realisasi Rp233.218.732 atau 86,38%.
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, anggaran
sebesar Rp363.224.000,00 realisasi Rp360.087.500,00 atau 99,13%.

217

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, anggaran


sebesar Rp25.000.000,00 realisasi Rp25.000.000,00 atau 100%.
4) Program

Peningkatan

Pengembangan

Sistem

Perencanaan,

Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, anggaran sebesar


Rp155.548.000,00 realisasi Rp153.955.500,00 atau 98,97%.
5) Program Keluarga Berencana, anggaran sebesar Rp431.907.500,00
realisasi 427.907.500,00 atau 99,07%.
6) Program

Kesehatan

Reproduksi

Remaja,

anggaran

sebesar

Rp25.100.000,00 realisasi Rp24.600.000,00 atau 98,01%.


7) Program

Pelayanan

Kontrasepsi,

anggaran

sebesar

Rp65.007.000,00 realisasi Rp65.007.000,00 atau 100%.


8) Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan
KB/KR yang Mandiri, anggaran sebesar Rp215.455.000,00 realisasi
Rp214.815.000,00 atau 99,70%.
9) Program Promosi Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak Melalui Kelompok
Kegiatan Masyarakat, anggaran sebesar Rp33.168.250,00 realisasi
29.368.250,00 atau 88,54%.
10) Program Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling
KRR, anggaran sebesar Rp42.339.500,00 realisasi Rp42.114.500,00
atau 99,46%.
11) Program Peningkatan Penanggulangan Narkoba, PMS termasuk
HIV/AIDS,

anggaran

sebesar

Rp19.607.500,00

realisasi

Rp19.607.500,00 atau 100%.


12) Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga,
anggaran sebesar Rp35.535.000,00 realisasi Rp35.295.000,00 atau
99,32%.
13) Program Pengembangan Model Operasional BKB Pos Yandu Padu,
anggaran sebesar Rp25.000.000,00 realisasi Rp.25.000.000,00 atau
100%.

218

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

f. Proses Perencanaan
Proses perencanaan urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera
berawal dari penyerapan masukan dari para pemangku kepentingan
(desa, kecamatan, masyarakat dan LSM) yang ditunjang dengan data
yang sudah terinventarisasi. Kompilasi data ini digunakan sebagai dasar
penyusunan usulan program dan kegiatan oleh Badan Keluarga
Berencana, Pemberdayaan

Perempuan dan Perlindungan Anak.

Khusus untuk program KB terlebih dahulu dipresentasikan dalam rapat


kerja daerah di BKKBN

Provinsi DIY, guna mensinkronkan program

kabupaten dan provinsi.


g. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan urusan keluarga
berencana dan keluarga sejahtera di Badan Keluarga Berencana,
Pemberdayaan

Perempuan

dan

Perlindungan

Anak

adalah

sebagaimana terlampir.
h. Permasalahan dan Solusi
Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang mengikuti KB belum
maksimal. Hal ini terlihat dari jumlah 150.009 PUS yang mengikuti
program KB adalah sebesar 118.424 (78,94%). Solusi yang dilakukan
adalah meningkatkan sosialisasi dan advokasi kepada PUS.
16. Urusan Perhubungan
a. Program dan Kegiatan
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Penyediaan jasa surat menyurat
b) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air, listrik dan langganan
c) Penyediaan jasa administrasi keuangan
d) Penyediaan jasa kebersihan kantor
e) Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja
f)

Penyediaan Alat Tulis Kantor


219

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan


h) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
i)

Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan kantor

j)

Penyediaan makanan dan minuman rapat

k)

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi

l)

Penyediaan jasa keamanan kantor

m) Pengelolaan Dokumen SKPD

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
b) Pemeliharaan rutin berkala kendaraan dinas/operasional
3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
a) Bimbingan teknis, workshop, seminar, lokakarya
b) Pengkajian Kompetensi Kepegawaian
4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan, Capaian
kinerja dan Keuangan
a) Penyusunan laporan kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
b) Penyusunan laporan keuangan dan realisasi keuangan
c) Penyusunan perencanaan kerja SKPD
d) Monitoring dan Evaluasi Program Kegiatan SKPD
e) Penyusunan profil SKPD
5. Program Pembangunan Prasarana Fasilitas Perhubungan
a) Penyusunan norma, kebijakan, standar dan prosedur bidang
perhubungan
b) Peningkatan pengelolaan terminal angkutan darat
6. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu
Lintas Angkutan Jalan
a) Rehabilitasi/pemeliharaan sarana alat pengujian kendaraan
bermotor
b) Rehabilitasi dan pemeliharaan Lampu Penerangan Jalan Umum
(LPJU)
c) Operasional dan pemeliharaan fasilitas lalu lintas
7. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan
220

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

a) Peningkatan disiplin masyarakat menggunakan angkutan


b) Uji

kelayakan

sarana

transportasi

guna

keselamatan

kenyamanan

penumpang

penumpang
c) Penciptaan

keamanan

dan

dilingkungan terminal
d) Fasilitasi perijinan di bidang perhubungan
8. Program Peningkatan dan Pengamanan Lalu Lintas
a) Pengadaan rambu-rambu lalu lintas
b) Pengelolaan perparkiran
c) Survey rekayasa lalu lintas
d) Pengadaan pagar pengaman jalan
9. Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan
a) Pelayanan uji petik kendaraan bermotor
b) Pelayanan uji kendaraan bermotor
10.Program Pembangunan Prasarana Dan Fasilitas Perhubungan
a) Studi Lokasi Terminal angkutan barang
b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
Realisasi

pelaksanaan

program

dan

kegiatan

dalam

urusan

perhubungan sebagai berikut:


1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a) Penyediaan jasa surat menyurat 12 bulan.
b) Pembayaran langganan listrik, telelpon, air dan media cetak dan
koneksi internet 12 bulan dan peningkatan daya di LPSE .
c) Pembayaran tunjangan bendahara dan pengurus barang 19
orang selama 12 bulan
d) Pembayaran gaji petugas kebersihan kantor 2 orang serta
penyediaan jenis peralatan kebersihan dan bahan pembersih 12
bulan.
e) Penyediaan alat tulis kantor 12 bulan
f) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 12 bulan.

221

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

g) Penyediaan 10 jenis komponen instalasi listrik/penerangan


bangunan kantor.
h) Pemeliharaan skylift truck dan UPS
i) Penyediaan makanan dan minuman 50 kali rapat, dan extra
fooding untuk 18 orang selama 12 bulan.
j) Pelaksanaan rapat koordinasi dan konsultasi 30 kali
k) Penyediaan jasa keamanan kantor 12 bulan.
l) Pengelolaan dokumen SKPD selama 12 bulan
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a) Pemeliharaan bangunan kantor 3 unit.
b) Operasional kendaraan roda 2 (6 unit) dan roda 4 (4 unit) dan
perawatan kendaraan roda 4 (6 unit) kendaraan roda 2 (4 unit).
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
a) Pelaksanaan bimtek dan workshop 4 kali.
b) Penilaian angka kredit bagi pejabat fungsional PKB untuk 12
PNS, dan general chek up bagi 46 pegawai.
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan, Capaian
kinerja dan Keuangan
a) Penyusunan laporan bulanan 1 buku, laporan tahunan 1 buku
dan LAKIP 12 buku
b) Pelaksanaan verifikasi SPJ 12 bulan, penyusunan SPJ 12 bulan,
penyusunan

laporan

keuangan

dokumen,

konsiyering

pengeluaran anggaran dinas 4 kali


c) Penyusunan perencanaan kerja SKPD, RKA, DPA, SPPA, Renja
SKPD dan Program Kerja 10 buku.
d) Monitoring dan evaluasi program kegiatan dinas.
e) Penyusunan profil SKPD 50 buku
5) Program Pembangunan Prasarana Fasilitas Perhubungan
a) Dokumen perencanaan Terminal Jombor.
b) Draft raperda PJU
c) Terjaganya keamanan dan kenyamanan penumpang.
d) Data base LPJU
222

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

6) Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu


Lintas Angkutan Jalan
a) Perbaikan dan pemeliharaan alat uji kendaraan bermotor 9 unit.
b) Pemeliharaan LPJU di 2.250 titik dan pemasangan KWH meter
20 kelompok
c) Operasi APILL 20 unit, operasi flashing 8 unit, operasi rambu 200
unit dan operasi RPPJ 20 unit
7) Program Peningkatan Pelayanan Angkutan
a) Pengawasan dan pengendalian lalu lintas 250 kali, sosialisasi
lalu lintas 30 kali, sosialisasi tertib lalu lintas 30 kali, dan rakornis
perhubungan 1 kali.
b) Uji kelayakan angkutan wisata disekolah di 300 lokasi.
c) Monitoring kendaraan angkutan lebaran, natal dan tahun baru
35.000 kendaraan.
d) Perijinan angkutan 55 ijin.
8) Program Peningkatan dan Pengamanan Lalu Lintas
a) Pemasangan rambu-rambu lalu lintas 200 unit, pengecatan
marka jalan 1.500 m2, pemasangan Rambu Pendahuluan
Petunjuk Jalan (RPPJ) 20 unit, pemasangan flashing 3 unit,
pengadaan barikade II 15 unit, dan pengadaan traffic cone 100
unit.
b) Penerbitan izin parkir 183 izin, dan pengadaan papan informasi
parkir 50 unit
c) Survey ruas jalan dan persimpangan 25 lokasi.
d) Pemasangan pagar pengaman jalan 250 M.
9) Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor
a) Uji emisi kendaraan bermotor pada 500 kendaraan dari 25
lembaga.
b) Pengujian kendaraan bermotor pada 17.000 kendaraan.

223

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

10) Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan


terealisasi dokumen penetapan lokasi terminal angkutan barang di
wilayah Kabupaten Sleman 20 buku.
(IKK

aspek

tingkat

capaian

kinerja

penyelenggaraan

urusan

perhubungan sebagaimana buku lampiran)


Perkembangan hasil-hasil pembangunan urusan perhubungan selama
5 tahun dapat terlihat sebagai berikut:
Tabel 3.25. Data perkembangan pelaksanaan urusan perhubungan tahun 2007-2011:
TAHUN
Uraian
2007
2008
2009
2010
2011
Jumlah pemeliharaan jaringan LPJU
(titik)
Jumlah pemasangan LPJU:
- Lampu TL 40 watt
- Lampu mercury 125 watt
- Lampu mercury 250 watt
- Lampu natrium 250 watt
Jumlah pemeliharaan (titik)
Jumlah pemasangan KWH meter (klp)
Pemeliharaan rutin LPJU (buah)
Sumber: Dinas Hubkominfo

216

337

315

340

390

815
1.149
1.579
5.228
1.200
28
1.400

715
1.152
1.545
5.410
1.950
10
1.750

500
1.255
1.855
6.552
1.500
21
1.850

815
1.149
3.087
4.087
1.860
10
2.000

815
1149
2.087
6.725

2.250
20
2.253

Pada tahun 2011 pemeliharaan jaringan LPJU meningkat 14,70% dari


340 titik di tahun 2010 menjadi 390 titik. Lampu LPJU yang terpasang di
tahun 2011 juga meningkat 17,92 %, dari 9.138 buah menjadi 10.776
buah. Jumlah titik pemeliharaan LPJU juga meningkat sebesar 20,96%
dari 1860 titik menjadi 2.250 titik. Peningkatan juga terlihat dalam
jumlah pemasangan KWH meter, dari 10 klp di tahun 2010 meningkat
menjadi 20 klp di tahun 2011. Demikian juga dengan jumlah
pemeliharaan rutin LPJU yang meningkat 12,69%, dari 2000 buah di
tahun 2010 menjadi 2253 buah di tahun 2011.
Pemeliharaan

LPJU

yang

dilakukan

menunjukkan

peningkatan

sebagaimana dapat dilihat dalam grafik perbandingan target dengan


realisasi pemeliharan rutin LPJU sebagai berikut:

224

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Grafik 3.24. Perbandingan Target dan Realisasi Pemeliharan Rutin LPJU Tahun 20072011
2500

2.000

1.850

1.750

2.253

2000

1.350

1.400
1.250

1.250

1500

1.500

1.500

1.500 1.500

Target
Realisasi

1000
500
0
2006

2007

2008

2009

2010

2011

Sumber: Dinas Hubkominfo

Hasil-hasil pembangunan di bidang penerangan jalan umum tersebut


memberikan dampak positif dalam capaian perkembangan jalan
strategis yang terlayani lampu penerangan jalan sebagaimana terlihat
dalam grafik di bawah ini:
Grafik 3.25. Capaian Perkembangan Jalan Strategis yang Terlayani Lampu Penerangan
Jalan Tahun 2007-2011 (prosentase)
100

82

88

90

97

99

80

Prosentase Jalan
Strategis Terlayani
LPJU

60
40
20
0
2007

2008

2009

2010

2011

Sumber: Dinas Hubkominfo

Sebagai daerah yang berada di jalur lalu lintas DIY dan Jawa Tengah
Kabupaten Sleman dilalui berbagai angkutan umum antar kota antar
provinsi. Terminal Jombor menjadi satu satu terminal di Kabupaten
Sleman yang menjadi penyangga terminal Yogyakarta. Seiring dengan
meningkatnya

mobilitas

penduduk,

maka

angkutan

umum

yang

memanfaatkan Terminal Jombor juga meningkat. Pada tahun 2011


angkutan umum yang memanfaaatkan fasilitas Terminal Jombor terdiri
dari angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) 27.579 kendaraan, Antar Kota

225

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Dalam Provinsi (AKDP) 125.249 kendaraan dan angkutan pedesaan


30.012 kendaraan dan angkutan perkotaan 21.290 kendaraan.
Dibandingkan tahun 2010, jumlah angkutan pedesaan mengalami
penurunan 8,46% dari 32.787 kendaraan menjadi 30.012 kendaraan.
Armada kendaraan umum tersebut melayani penumpang AKAP 859.133
orang, penumpang AKDP 2.231.728 orang, angkutan pedesaan 245.605
orang dan angkutan perkotaan 1.574.563 orang.
Jumlah bengkel dan tenaga kerja yang dibina dalam 5 tahun terakhir
sebagai berikut:
Tabel 3.26. Data bengkel dan tenaga kerjanya Tahun 2007-2011
No

Uraian

1.
Jumlah bengkel
2.
Jumlah tenaga kerja
Sumber: Dinas Hubkominfo

Pelaksanaan

program dan

2007

2008

TAHUN
2009

2010

2011

75
425

79
432

77
428

75
411

75
411

kegiatan

urusan

perhubungan

untuk

meningkatkan keamanan lalu lintas perhubungan melalui pemasangan /


penambahan rambu-rambu lalu lintas sebanyak 200 unit dan pengecatan
marka jalan sepanjang 1.500 M2. Selain itu juga

menambah Alat

Petunjuk Isyarat Lalu Lintas (APILL) sebanyak 5 unit, flashing light


sebanyak 3 unit, dan 250 m pagar pengaman, 100 unit traffic cone dan
barikade LL serta 20 unit Rambu Petunjuk Pendahulu Jalan (RPPJ).
Jumlah tempat parkir dan tukang parkir yang terdaftar adalah sebagai
berikut:
Tabel 3.27. Data Tempat Parkir dan Tukang Parkir Tahun 2007-2011:
No

Uraian

1.
Tempat parker
2.
Tukang parker
Sumber: Dinas Hubkominfo

2007

2008

Tahun
2009

2010

2011

288
661

298
684

286
657

229
560

229
516

Untuk menjamin keamanan dan kelaikan jalan, maka telah dilakukan


pelayanan pengujian kendaraan bermotor meliputi 2.064 kendaraan
umum dan 15.577 kendaraan bukan umum, sebagaimana tabel berikut:

226

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Tabel 3.28. Data Kendaraan Yang Telah Diuji Tahun 2007-2011


No

Uraian

2007
Bukan
Umum

Umum

2.

Mobil
penumpang
Taxi

3.

Mobil Bus

4.

Pick Up

5.

Truck

1.

6.

Tangki
Kend.
7.
Gandeng
Kend.
8.
Tempel
Kend.
9.
Khusus
Jumlah

617

2008
Bukan
Umum
Umum
632

Tahun
2009
Bukan
Umum
Umum
594

2010
Bukan
Umum

Umum
186

2011
Bukan
Umum

Umum
564

325

1.499

89

1.387

68

1.231

86

1.125

79

1381

126

9.491

9.705

9.497

9.487

11.141

12

4.004

3.835

3.591

61

3.537

119

4.285

14

10

13

2.304

2.128

13.594

2.028

13.621

1.832

1.697

13.128

2.064

15.577

Sumber: Dinas Hubkominfo

Pada tahun 2011, pelayanan uji kendaraan untuk kendaraan umum


mengalami kenaikan sebesar 21,62%, dari 1.697 unit menjadi 2.064 unit.
Sedangkan pelayanan uji kendaraan untuk kendaraan bukan umum
mengalami kenaikan 18,65%, dari 13.128 unit menjadi 15.577 unit.
Dalam menyelenggaraan urusan perhubungan ini Pemerintah Kabupaten
mampu menggali pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi
parkir, uji kendaraan. Retribusi yang berhasil diperoleh sejumlah Rp
408,147 juta dibandingkan tahun sebelumnya Rp 339,216 juta atau
meningkat 20,32%.
c. SKPD Penyelenggara Urusan
SKPD penyelenggara urusan perhubungan adalah Dinas Perhubungan,
Komunikasi, dan Informatika, khususnya Sekretariat, Bidang Lalu Lintas,
Bidang Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan UPTD Pengujian
Kendaraan Bermotor. Dinas Hubkominfo dibentuk berdasarkan Perda
Kabupaten Sleman Nomor 9 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat
Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman dan Peraturan Bupati Sleman
Nomor 32 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja
Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika.

227

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Secara rinci kedudukan, tugas pokok dan fungsi Dinas Perhubungan,


Komunikasi dan Informatika adalah sebagaimana terlampir.
d. Sumber Daya Manusia
Sumber

daya

manusia

penyelenggara

urusan

perhubungan

di

Sekretariat, Bidang Lalu Lintas, Bidang Sarana dan Prasarana Lalu


Lintas, dan UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dinas
Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika berjumlah 94 orang. Secara
rinci SDM penyelenggaraan urusan perhubungan menurut golongan dan
pendidikan adalah sebagaimana terlampir.
e. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan perhubungan sebesar
Rp7.190.549.500,00 realisasi Rp6.651.533.251,00 atau 92,50%. Secara
rinci anggaran dan realisasi masing-masing program adalah sebagai
berikut:
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, anggaran sebesar
Rp874.346.000,00 realisasi Rp767.723.641,00 atau 87,81%
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, anggaran
sebesar Rp575.298.000,00 realisasi Rp551.827.800,00 atau 95,92%
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, anggaran
sebesar Rp70.000.000,00 realisasi Rp43.727.500,00 atau 62,47%
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan, Capaian
Kinerja dan Keuangan, anggaran sebesar Rp143.505.000,00
realisasi Rp138.282.300,00 atau 96,36%
5) Program

Pembangunan

Prasarana

Fasilitas

Perhubungan,

anggaran sebesar Rp649.742.000,00 realisasi Rp619.843.600,00


atau 95,39%
6) Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas
Lalu Lintas Angkutan, anggaran sebesar Rp2.299.653.000,00
realisasi Rp2.099.022.760,00 atau 91,28%
7) Program Peningkatan Pelayanan Angkutan, anggaran sebesar
Rp337.549.000,00 realisasi Rp328.220.000,00 atau 97,23%
228

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

8) Program Peningkatan dan Pengamanan Lalu Lintas, anggaran


sebesar Rp1.390.136.500,00 realisasi Rp1.325.527.250,00 atau
95,35%
9) Program

Peningkatan

Bermotor,

anggaran

Kelaikan
sebesar

Pengoperasian

Kendaraan

Rp723.020.000,00

realisasi

Rp653.775.900,00 atau 90,42%


10) Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubugan,
anggaran sebesar Rp127.300.000,00 realisasi Rp123.082.500,00
atau 97,08%
f. Proses Perencanaan
Berdasarkan usulan masyarakat dan pertimbangan teknis dilakukan
survey kebutuhan pemeliharaan dan peningkatan prasarana dan sarana
perhubungan. Selanjutnya berdasarkan data dan permasalahan yang
diperoleh

dari

hasil

survey

disusun

rencana

kerja.

Untuk

menyempurnakan rencana kerja, dilaksanakan diskusi dengan para


pemangku kepentingan di antaranya ORGANDA, koperasi angkutan
penumpang dan perguruan tinggi.
g. Sarana dan Prasarana
Sarana

dan

prasarana

pendukung

penyelenggaraan

urusan

perhubungan sebagaimana terlampir.


h. Permasalahan dan Solusi
Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk memasang penerangan
jalan umum secara legal. Masyarakat yang merasa telah membayar
pajak LPJU langsung memasang LPJU tanpa melalui prosedur dan
ketentuan legal. Solusi yang dilakukan adalah melakukan pembinaan
terhadap masyarakat mengenai pemasangan LPJU dan melakukan
pengkajian titik-titik lokasi PJU di setiap kecamatan sehingga dihasilkan
pemetaan lokasi PJU legal.
17. Urusan Komunikasi dan Informatika
a. Program dan Kegiatan
1) Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa
a. Pelayanan masyarakat dalam pos dan telekomunikasi
229

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b. Pengembangan dan Operasional LPSE (Layanan Pengadaan


Secara Elektronik )
c. Pembinaan

dan

pengembangan

jaringan

komunikasi

dan

informasi
d. Pengadaan alat studio dan komunikasi
e. Implementasi

Indonesia

Goes

Open

Source

(IGOS)

dan

pengembangan sarana prasarana telekomunikasi


f. Pelayanan informasi SIM Call Center
g. Pengelolaan dan pengembangan VoIP kecamatan
h. Pemasangan Sub PABX dan Jaringan ekstension Desa dan
RSUD
i.

Pengelolaan dan pengembangan persandian daerah

j.

Pengelolaan dokumentasi kegiatan dan data pemkab

k. Penerbitan suara parlemen, booklet,leaflet, buletin


l.

Dokumentasi kegiatan dewan, pelayanan pers,dialog interaktif


dan keprotokolan.

m. Pengelolaan informasi melalui internet dan anjungan


n. Keprotokolan dan layanan aspirasi masyarakat
o. Penyusunan informasi pembangunan
p. Pembangunan/pengembangan sistem informasi kepegawaian
daerah
q. Pengelolaan website
2) Program Pengkajian dan Penelitian Bidang Komunikasi dan
Informasi
a. Pengembangan blue print dan Penyusunan dokumentasi teknis e
government
b. Penyusunan data base jasa titipan, titipan, barang kiriman dan
pos dan jasa usaha Telkom.
c. Pengkajian opini dan polling pendapat
d. Pengkajian penggunaan media serta monitoring issue dan
permasalahan melalui media massa
e. Layanan Informasi Publik
230

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan


Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan dalam urusan komunikasi
dan informatika adalah sebagai berikut:
1) Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa
a) Penyusunan draft perda tentang pengaturan warnet.
b) Operasional jaringan LPSE untuk pengadaan barang dan jasa.
c) Pelayanan operator telepon/rakom 24 jam, faksimile, dan
perbaikan telepon selama 12 bulan, monitoring jaring komunikasi
di 17 kecamatan, terpeliharanya central PABX 24 jam, bantuan
komunikasi pada even penting Pemkab selama tahun 2011.
d) Pengadaan alat studio dan komunikasi berupa grounding di 3
lokasi/titik, kamera CCTV di 4 lokasi (Sekretariat Daerah, Wisma
Sembada, Kecamatan Cangkringan dan di Tritis), 1 unit sirine di
Kaliurang, 3 unit radio komunikasi HT, 4 unit RIG di Dinas Pasar
dan tower triangle di 7 SKPD.
e) Implementasi IGOS dan pengembangan sarana telekom dengan
penyediaan notebook 3 unit, card CPU dan ekstention 2 unit,
pengamat awan panas 1 unit, sistem sirine di Cangkringan, kabel
KU 20 pair 1000 M, dan cordless telepon 3 unit.
f) Pelayanan komunikasi berbasis sistem informasi melalui SIM,
tersedianya perangkat pendukung kegiatan 1 paket, dan
peningkatan kemampuan dalam sistem informasi bagi 5 orang.
g) Pemeliharaan telepon VoiP di kecamatan 70 unit, optimalisasi
server kecamatan 1 unit, pemasangan telepon VoIP dengan 8
line di 4 Puskesmas ( Ngaglik I, Depok I, Depok II, Mlati II ), dan
tersosialisasikannya teknologi telepon VoiP di Puskesmas Depok
I dan Depok II.
h) Pengadaan mini PABX dengan 8 line di RSUD Prambanan 1 unit,
dan pemasangan telepon di Museum Gunung Merapi dan Badan
Pusat Statistik ( BPS).

231

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

i) Pemasangan virtual private networking ( VPN ) 1 unit, koordinasi


persandian lintas daerah bagi 40 orang, seminar security jaringan
3 orang, dan langganan internet untuk VPN 3 bulan.
j) Pengelolaan dokumentasi kegiatan pemkab ( foto, CD, kaset
rekaman ), pengelolaan data pembangunan 12 bidang dan
pengelolaan dokumen berita dari 10 media cetak selama 12
bulan.
k) Penyusunan majalah Suara Parlemen 3500 eksemplar, 800
booklet, 800 leaflet,1500 buletin, dan 100 buku kerja
l) Dialog interaktif di televisi 6 kali, dan publikasi /peliputan di 9
media.
m) Terlaksannya pelayanan informasi tentang DPRD melalui internet
dan anjungan 12 bulan.
n) Terlaksaanya

keprotokolan

dewan

dan

layanan

aspirasi

masyarakat 12 bulan
o) Penyusunan buku informasi pembangunan tahun 2011 175 buku
dan 125 booklet
p) Pengelolaan website / subdomain Bappeda, subdomain DPPD
dan

Dinas

Pertanian

dan

Kehutanan selama

12

bulan,

pengelolaan sub domain Dinas Pertanian, penyusunan SOP


pengelolaan website Pertanian, Perikanan dan kehutanan Sleman.
q) Pembangunan/pengembangan sistem informasi kepegawaian
dengan updating data base file dan penyusunan buku dan
rekapitulasi data pegawai 48 buku.
2) Program Pengkajian dan Penelitian Bidang Komunikasi dan
Informasi terealisasi sebagai berikut :
a) Pengembangan blue print dan penyusunan dokumen teknis egovernment.
b) Data base pos dan usaha telekomunikasi 1 paket.
c) Analisa opini masyarakat tentang efektifitas pemberitaan di media
massa 1 dokumen.

232

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

d) Monitoring issue dan permasalahan melalui media massa di 10


media

massa

lokal

dan

nasional

653

kali,

identifikasi

permasalahan masyarakat dan kritikan terhadap pemkab melalui


media 288 masalah dan 48 kritikan.
e) Koordinasi layanan informasi publik 6 kali dan draft mekanisme
layanan informasi publik.
(IKK aspek tingkat capaian kinerja penyelenggaraan urusan komunikasi
dan informatika sebagaimana buku lampiran)
Program dan kegiatan urusan komunikasi dan informatika mampu
memperlancar pelayanan telekomunikasi dan informasi antar instansi
maupun

masyarakat

di

lingkungan

Kabupaten

Sleman

serta

memperlancar penerapan e-government di Kabupaten Sleman.


Sistem PABX yang selama ini telah diterapkan terus dikembangkan.
Pada tahun 2011 telah dipasang mini PABX dengan 8 line di RSUD
Prambanan dan pemasangan telepon di Museum Gunungapi Merapi
dan BPS. Selain itu telepon ekstension VoIP juga dikembangkan
dengan menambah saluran di 4 Puskesmas yakni Mlati II, Puskesmas
Ngaglik I, Puskesmas Depok I dan Puskesmas Depok II.
Selain penambahan ekstension, pemeliharaan ekstension ini juga terus
dilakukan. Pada tahun 2010 jumlah ekstension 270, pada tahun 2011
bertambah 35 ekstension yang terdiri dari 20 ekstension analog dan 15
VoiP. Dengan demikian sampai tahun 2011 ektension yang telah
terpasang berjumlah 305 sambungan.
Pengelolaan berita bersifat rahasia khususnya yang menyangkut
kestabilan negara melalui persandian juga ditingkatkan. Penambahan
sarana persandian berupa 1 unit virtual private networking ( VPN ), dan
peningkatan kapsitas SDM dalam persandian akan meminimalisir
kebocoran berita.
Perkembangan tekhnologi

informatika telah

mampu

mendukung

terwujudnya e-gov di Sleman. Sub domain yang telah dibuat dikelola


dengan baik sehingga masyarakat dapat mudah memperoleh informasi
dalam segala bidang.
233

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

Pengembangan infrastruktur jaringan komputer terus dilakukan yang


meliputi pengembangan jaringan komputer internal instansi dan antar
instansi. Saat ini seluruh instansi telah terhubung secara on line.
Pengembangan perangkat lunak dilakukan dengan pengembangan/
penambahan perangkat lunak original yang dibutuhkan seperti MS
Windows, MS Office dan pengembangan aplikasi sistem informasi.
Perkembangan tekhnologi informatika telah mendukung pelaksanaan
e-gov di Kabupaten Sleman. Portal www.slemankab.go.id terus
dikembangkan, dan pada tahun 2011 telah dikembangkan 4 subdomain
Sampai saat ini www.slemankab.go.id telah memiliki 44 sub domain
yang dikelola oleh masing masing instansi dengan koneksi internet
berkapasitas 1.3 Mbps.
Pelayanan data dan informasi juga ditingkatkan dengan diterbitkannya
3500 eksemplar majalah Suara Parlemen yang berisi informasi tentang
kegiatan DPRD Sleman dan melalui 800 leaflet dan 800 booklet serta
125 buku dan 175 booklet buku Informasi pembangunan.
Untuk memberikan acuan dalam pengembangan e gove telah disusun
blue print dan dokumentasi teknis e government. Selain itu juga telah
disusun 1 paket data base pos dan usaha telekomunikasi .
Pengembangan

dan

pengelolaan

Layanan

Pengadaan

Secara

Elektronik (LPSE) terus dilaksanakan. Melalui jaringan LPSE dengan


alamat http://lpse.slemankab.go.id. semua intansi telah melaksanakan
pengadaan barang melalui LPSE. Layanan ini akan memperbaiki
transparansi dan akuntabilitas, memenuhi kebutuhan akses informasi
yang real time dengan tingkat keamanan data yang terjamin

dan

memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan barang.


Untuk mendukung rumusan kebijakan pemerintah, telah dilaksanakan
kegiatan pengkajian opini dan polling pendapat masyarakat bekerja
sama

dengan

Fisipol

UGM

menghasilkan

rekomendasi

untuk

pengambilan kebijakan tentang efektifitas pemberitaan melalui media


massa. Selain itu telah dilakukan monitoring berita di media cetak dan
identifikasi permasalahan
kritikan

di media massa. Dengan

kegiatan ini

yang dimuat di media massa, buku tamu di website


234

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

slemankab.go.id dan prsleman@yahoo.com dapat diindentifikasi dan


dilaporkan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti. Dengan upaya ini keluhan
masyarakat dapat diketahui dan direspon oleh instansi terkait.
Dalam menyelenggarakan urusan komunikasi dan informatika ini
Pemerintah Kabupaten Sleman telah mendapat penghargaan sebagai
berikut:
1) ICT Pura Kategori Madya dari Menteri Komunikasi dan Informasi dan
penghargaan peringkat III egovernment dari Warta Ekonomi.
2) Website pertanian yang dikelola oleh Dinas Pertanian, Perikanan
dan Kehutanan memperoleh penghargaan sebagai juara ketiga
website

pertanian

dan

kehutanan

terbaik

dari

Kementerian

Pertanian RI.
c. SKPD Penyelenggara Urusan
SKPD penyelenggara urusan komunikasi dan informatika adalah
Bidang Komunikasi dan Informatika Dinas Perhubungan, Komunikasi
dan Informatika yang dibentuk berdasarkan Perda Kabupaten Sleman
Nomor 9 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah
Kabupaten

Sleman

dan

Peraturan

Bupati

Sleman

Nomor

32/Kep.KDH/A/2009 tentang Uraian Tugas, Fungsi serta Tata Kerja


Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman.
Penyelenggaraan urusan ini didukung oleh Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah, Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas
Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Badan Kepegawaian Daerah,
Dinas Pasar, dan Dinas Pengendalian Pertanahan Daerah. Secara rinci,
kedudukan, tugas pokok dan fungsi Dinas Perhubungan, Komunikasi
dan Informatika sebagaimana terlampir
d. Sumber Daya Manusia
Sumber

daya

manusia

penyelenggara

urusan

komunikasi

dan

informatika di Bidang Komunikasi dan Informatika Dinas Perhubungan,


Komunikasi dan Informatika berjumlah 12 orang. Secara rinci SDM
penyelenggaraan urusan komunikasi dan informatika menurut golongan
dan pendidikan sebagaimana terlampir.
235

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati


Akhir Tahun Anggaran 2011

e. Alokasi dan Realisasi Anggaran


Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan urusan komunikasi dan
informatika sebesar Rp 1.845.287.000,00 realisasi Rp1.450.050.096,00
atau 88,88%. Secara rinci anggaran dan realisasi masing-masing
program sebagai berikut :
1) Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa
anggaran Rp1.622.537.000,00 terealisasi Rp1.457.388.296,00 atau
89,82%
2) Program Pengkajian dan Penelitian Bidang Komunikasi dan
Informasi,

anggaran

sebesar

Rp222.750.000,00

terealisasi

Rp182.661.800,00 atau 82,00%


f. Proses Perencanaan
Proses Perencanaan urusan komunikasi dan informatika dilaksanakan
dengan identifikasi kebutuhan dan perkembangan teknologi yang
melibatkan berbagai pemangku kepentingan yakni perguruan tinggi dan
pakar telekomunikasi, LSM serta diawali dengan rapat kerja dinas dan
jajaran kecamatan, musrenbang desa, serta musrenbang kecamatan,
sebagai

bahan

penyusunan

Renja

SKPD.

Dalam

penyusunan

perencanaan juga senantiasa berkoordinasi dengan Kemekominfo,


Kemendagri dan Pemerintah Provinsi.
g. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana pendukung urusan Komunikasi dan Informatika
sebagaimana terlampir
h. Permasalahan dan Solusi
Kondisi SDM untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi

belum

sebanding

dengan

kecepatan

perkembangan

teknologi informasi dan komunikasi. Solusi yang ditempuh untuk


mengatasi hal tersebut adalah optimalisasi sumber daya dan sarana
yang ada, serta meningkatkan kerjasama dengan para pemangku
kepentingan.

236