Anda di halaman 1dari 20

Journal Reading

Pembimbing : dr.Afaf Agil Al Munawar Sp.KK


Dian Indrayani

INTRODUCTION
Sindroma Steven Jhonson adalah penyakit luar biasa yang
terjadi sebanyak 1,9 juta kasus per tahun

SJS/TEN adalah penyakit yang bepotensi mematikan dengan


karaketeristik exantema hebat, pengelupasan epitel dan
melibatkan mukosa.
SJS/TEN dibagi menjadi 3 grup: SJS yaitu apabila pengelupasan
terjadi 10% dari luas permukaan tubuh.TEN 30%.SJS dan TEN
yang tumpang tindih sekitar 10% - 30%.

Differential Diagnoses
Linear IgA
bullous
disease

Pemfigus

Generelized
bullous fixed
drug
eruption

SSSS

Paraneoplastik

ETIOLOGI

Meskipun banyak
penyebab untuk penyakit
ini, penyebab tersering
yang dilaporkan adalah
reaksi hipersensitivitas
obat.

Golongan obat yang


menyebabkan reaksi
hipersensitivitas terhadap
golongan antibiotik
laktam, golongan
sulfonamid, antikonvulsi,
dan alopurinol.

Skor

SCORTEN digunakan untuk menilai keparahan


penyakit dan faktor resiko kematian.

Terapi dengan kortikosteroid sistemik, IVIG (Intravenous


Immunoglobulin), thalidomide dan TNF--Agonist.

Penggunaan steroid sistemik dianjurkan sejak awal


tahun 1990.Meskipun tidak terbukti bermanfaat bila
dilihat dari penelitian case-control

Namun pada penelitian retrospektif terbukti bahwa


pemberian dexametason jangjka pendek pada awal
fase penyakit dapat mengurangi angka kematian.

Tujuan Penelitian
Mempelajari

etiologi, terapi, and klinis


pada SJS dan atau TEN di RS.Vajira,
Universitas Navamindradhiraj di Bangkok,
Thailand

METODE
Metode penelitian
yang digunakan
adalah metode
retrospektif pada
pasien di RS Vajira,
Universitas
Navamindradhiraj
berdasarkan klinis,
bukan berdasarkan
pemeriksaan
histopatologi

Data dibagi menjadi 2


grup yaitu
pengumpulan data
sejak tahun 2003-2007
dan tahun 2008-2012.

Data diperoleh melalui electronic medical


database.

Data yang dikumpulkan adalah informasi


demografi, keteribatan mukokutaneus penyakit
yang mendasari, data laboratorium, terapi,
komplikasi dan angka kematian.
Yang termasuk dalam cupril drugs adalah obat
yang diambil selama 6 minggu sebelum timbul
gejala, bila pasien mengonsumsi lebih dari 1
obat, seluruhnya kita kategorikan sebagai
culprit drugs.

Analisis Statistik
Kategori

variasi grup menggunakan test

X2 atau test Fisher.

Variasi

diantara grup mengunakan


t-test students atau Mann-Whitney U
test.

HASIL
GRUP 1 (2003-2007)

87 pasien, 44 laki-laki, 43 wanita


36 kasus (26 kasus SJS, 1 kasus SJS
TEN overlap, TEN 9 kasus, usia ratarata 42,6 tahun.
8 pasien (22,2%) diterapi dengan
kortikosteroid IV.SCORTEN rata-rata
1,7

GRUP 2 (2008-2012)

51 kasus, usia rata-rata 43,3


tahun.SJS 36 kasus, SJS ten overlap
1 kasus, TEN 9 kasus.Kegaganasan
7 kasus.
SCORTEN rata-rata 2,1
39 kasus diterapi dengan
kortikosteroid IV

DISKUSI
Pada

studi ini, insiden SJS dan TEN


sebanyak 8-9 kasus per tahun.Hasil yang
sama diperoleh dari penelitian di Asia,
Thailand dan Korea.
Culprit drug dalam penelitian adalah
antibiotik
golongan
penisilin
dan
sulfonamid.
Allopurinol memiliki resiko lebih tinggi
dibanding penelitian sebelumnya.

Pengunaan

kortikosteroid sistemik masih


kontroversial hingga saat ini.
Kortikosteroid
dapat
meningkatkan
infeksis sekunder.
Penggunaan kortikosteroid sistemik seperti
dexametasone dapat bermanfaat untuk
menurunkan mortalitas meskipun dapat
meningatkan infeksi sekunder

Penelitian

retrospektif lain yan dilakukan di


Perancis dan Jerman menunjukkan
bahwa penggunaan kortikosteroid tidak
memiliki efek signifikan untuk menurunkan
angka kematian.
Diperlukan
penelitian lainnya karena
penelitian retrospektif masih memiliki
banyak kekurangan.

KESIMPULAN

Obat yang terkait dengan SJS and/or TEN di


RS.Vajira Hospital adalah alopurinol dan
kelompok antibiotik.
Kortikosteroid
jangka
pendek
dapat
menurunkan angka mortalitas pada SJS dan
atau TEN tanpa meningkatkan infeksi
sekunder.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk
melengkapi efek kortikosteroid pada SJS dan
atau TEN.

TERIMA KASIH