Anda di halaman 1dari 16

TES FUGSI

GINJAL
KELOMPOK 5

DEFINISI
1.

Ginjal

Ginjal merupakan organ berbentuk kacang, dengan ukuran kepalan


tangan. Ginjal berada di dekat bagian tengah punggung, tepat di bawah
tulang rusuk, satu di setiap sisi tulang belakang.

LANJUT...
2. Fungsi Ginjal
Fungsi ginjal yaitu sebagai sistem penyaringan alami tubuh, melakukan
banyak fungsi penting. Fungsi ini termasuk menghilangkan bahan ampas
sisa metabolisme dari aliran darah, mengatur keseimbangan tingkat air
dalam tubuh, dan menahan pH (tingkat asam-basa) pada cairan tubuh.

LANJUT...
3. Kreatinin
Kreatinin merupakan produk penguraian keratin. Kreatin disintesis di hati
dan terdapat dalam hampir semua otot rangka yang berikatan dengan

dalam bentuk kreatin fosfat (creatin phosphate, CP), suatu senyawa


penyimpan energi. Dalam sintesis ATP (adenosine triphosphate) dari
ADP (adenosine diphosphate), kreatin fosfat diubah menjadi kreatin

dengan katalisasi enzim kreatin kinase (creatin kinase, CK). Seiring


dengan pemakaian energi, sejumlah kecil diubah secara ireversibel
menjadi kreatinin, yang selanjutnya difiltrasi oleh glomerulus dan

diekskresikan dalam urin (Riswanto, 2010).

UJI KREATININ
Jenis sampel untuk uji kreatinin darah adalah serum atau plasma heparin.

Kumpulkan 3-5 ml sampel darah vena dalam tabung bertutup merah (plain tube)
atau tabung bertutup hijau (heparin). Lakukan sentrifugasi dan pisahkan
serum/plasma-nya. Catat jenis obat yang dikonsumsi oleh penderita yang dapt
meningkatkan kadar kreatinin serum. Tidak ada pembatasan asupan makanan
atau minuman, namun sebaiknya pada malam sebelum uji dilakukan, penderita
dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi daging merah. Kadar kreatinin diukur
dengan metode kolorimetri menggunakan spektrofotometer, fotometer atau

analyzer kimiawi (Riswanto, 2010).

KADAR NORMAL KREATININ BERDASARKAN UMUR


1. Kadar normal kreatinin pada orang dewasa adalah :

Laki-laki : 0,6-1,3 mg/dl.

Perempuan : 0,5-1,0 mg/dl

2. Kadar normal kreatinin pada anak adalah :

Bayi baru lahir : 0,8-1,4 mg/dl.

Bayi : 0,7-1,4 mg/dl.

Anak (2-6 tahun): 0,3-0,6 mg/dl.

Anak yang lebih tua: 0,4-1,2 mg/dl.

3. Kadar normal kreatinin pada lansia adalah :


Kadarnya mungkin berkurang akibat penurunan massa otot dan
penurunan produksi kreatinin

METODE PEMERIKSAAN KREATININ


a. Jaffe Reaction

Dasar dari metode ini adalah kreatinin dalam suasana alkalis dengan
asam pikrat membentuk senyawa kuning jingga. Menggunakan alat
photometer. Metode ini meliputi Kreatinin cara deproteinasi dan

Kreatinin tanpa deproteinasi.

LANJUT...
b. Kinetik
Dasar metode ini relatif sama hanya dalam pengukuran
dibutuhkan sekali pembacaan. Alat yang digunakan auto

analyzer.
c. Enzimatik Darah
Dasar metode ini adalah adanya substrat dalam sampel
bereaksi dengan enzim membentuk senyawa substrat
menggunakan alat photometer.

FISIOLOGI KREATININ CARA


DEPROTEINASI
Cara ini adalah dengan penambahan TCA (Trichlor Acetic Acid) 1,2

N pada serum sebelum dilakukan pengukuran, setelah diputar


dengan kecepatan tinggi antara 5-10 menit maka protein dan
senyawa-senyawa lain akan mengendap dan filtratnya digunakan

untuk pemeriksaan.

ADA BEBERAPA FAKTOR KELEMAHAN


KREATININ CARA DEPROTEINASI :
Trichlor acetic acid (TCA) terlalu pekat.
Konsentrasi TCA salah ( apabila menggunakan TCA 3 N, tidak

terdapat perubahan warna).


Waktu inkubasi tidak diperhatikan (20 menit).
Kekeruhan

dalam supernatan setelah deproteinasi (waktu


deproteinasi endapan diaduk beberapa kali / sebelum centrifuge
didiamkan untuk beberapa menit).

Sampel yang diperlukan telalu banyak dan waktu terlalu lama. TCA

pada suhu kamar mudah terurai maka penyimpanannya di almari es


( 2 - 8 C). (Sylvia, 1994)

FAKTOR KEUNTUNGAN KREATININ CARA


DEPROTEINASI
Kandungan nitrogen dalam sampel seperti protein, ureum, dll sudah
terikat dengan TCA sehingga supernatan terbebas dari bahan-bahan
nitogen. (Sylvia, 1994)

FISIOLOGI KREATININ TANPA CARA


DEPROTEINASI
Cara ini adalah fixed time kinetic metoda Jaffe Reaction, yaitu

pengukuran kreatinin dalam suasana alkalis dan konsentrasi


ditentukan dengan ketepatan waktu pembacaan.
Prinsipnya, Kreatinin akan bereaksi dengan asam pikrat dalam

suasana alkali membentuk senyawa kompleks yang berwarna kuning


jingga. Intensitas warna yang terbentuk setara dengan kadar kreatinin
dalam sampel, yang diukur dengan Fotometer dengan panjang
gelombang 490 nm.

FAKTOR YANG MEMPENYARUHI


PEMERIKSAAN KREATININ
Beberapa factor yang bisa mempengaruhi hasil pemeriksaan

laboratorium diantara adalah obat tertentu (lihat pengaruh obat)


yang dapat meningkatkan kadar kreatinin serum, kehamilan,
aktivitas fisik yang berlebihan, dan konsumsi daging merah dalam

jumlah besar dapat mempengaruhi temuan laboratorium

Senyawa - senyawa yang dapat mengganggu pemeriksaan kadar


kreatinin darah hingga menyebabkan overestimasi nilai kreatinin
sampai 20 % adalah askorbat, bilirubin, asam urat, aseto asetat,
piruvat, sefalosporin , metildopa. Senyawa-senyawa tersebut dapat
memberi reaksi terhadap reagen kreatinin dengan membentuk
senyawa yang serupa kreatinin sehingga dapat menyebabkan kadar
kreatinin tinggi palsu.

MANFAAT PEMERIKSAAN KREATININ


Pemeriksaan kadar kreatinin dalam darah merupakan salah satu

parameter yang digunakan untuk menilai fungsi ginjal, karena


konsentrasi dalam plasma dan ekskresinya di urin dalam 24 jam
relatif konstan. Kadar kreatinin darah yang lebih besar dari normal

mengisyaratkan adanya gangguan fungsi ginjal. Selain itu, tinggi


rendahnya kadar kreatinin darah juga memberi gambaran tentang
berat ringannya gangguan fungsi ginjal.