Anda di halaman 1dari 3

6/17/2014

Untaian Hikmah Ulama Sunnah [Bagian 1] | Kajian Islam al-Mubarok

Kajian Islam al-Mubarok


Bersama mereguk kesegaran ilmu dan iman

Untaian Hikmah Ulama Sunnah [Bagian 1]


By Admin Blog on May 4, 2014

(http://kajianmahasiswa.files.wordpress.com/2014/05/1388_1152644005.jpg)
Cara Mempelajari al-Quran
[1] Ibnu Masud radhiyallahuanhu berkata, Dahulu kami -para sahabat- apabila belajar kepada Nabi
shallallahu alaihi wa sallam sepuluh ayat, maka kami tidaklah mempelajari sepuluh ayat lain yang
diturunkan berikutnya kecuali setelah kami pelajari apa yang terkandung di dalamnya. Hadits ini
disahihkan oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi menyepakatinya (lihat al-Jami li Ahkam al-Quran [1/68])
[2] Imam Abdurrazzaq meriwayatkan dengan sanadnya di dalam al-Mushannaf, dari Abu
Abdirrahman as-Sulami. Beliau berkata, Dahulu apabila kami mempelajari sepuluh ayat al-Quran,
maka tidaklah kami mempelajari sepuluh ayat berikutnya sampai kami memahami kandungan halal
dan haram, serta perintah dan larangan yang terdapat di dalamnya. (lihat al-Jami li Ahkam alQuran [1/68])
[3] Abu Abdirrahman as-Sulami berkata, Para sahabat yang mengajarkan bacaan al-Quran kepada
kami seperti Utsman bin Affan, Abdullah bin Masud dan lain-lain menuturkan kepada kami,
bahwasanya dahulu apabila mereka mempelajari sepuluh ayat dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
maka mereka tidaklah melewatinya kecuali setelah mereka pelajari pula kandungan ilmu dan amal
yang terdapat di dalamnya. Mereka berkata: Maka kami mempalajari al-Quran, ilmu, dan amal
sekaligus secara bersamaan. (lihat Ushul fi at-Tafsir oleh Syaikh Ibnu Utsaimin, hal. 26)
http://kajianmahasiswa.wordpress.com/2014/05/04/untaian-hikmah-ulama-sunnah-bagian-1/

1/3

6/17/2014

Untaian Hikmah Ulama Sunnah [Bagian 1] | Kajian Islam al-Mubarok

Menghafalkan, Memahami dan Mengamalkan


[4] Imam Abu Bakar al-Anbari meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Masud
radhiyallahuanhu. Beliau berkata, Sesungguhnya kami mengalami kesulitan dalam menghafalkan
al-Quran tetapi mudah bagi kami mengamalkannya. Dan kelak akan datang kaum setelah kami,
ketika itu begitu mudah menghafalkan al-Quran tetapi sulit bagi mereka mengamalkannya. (lihat
al-Jami li Ahkam al-Quran [1/69])
[5] Imam al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, Ulama hadits berpesan, tidak semestinya seorang
penimba ilmu hadits mencukupkan diri mendengar dan mencatat hadits tanpa mengetahui dan
memahami kandungannya. Sebab hal itu akan membuang tenaganya dalam keadaan dia tidak
mendapatkan apa-apa. Hendaknya dia menghafalkan hadits secara bertahap. Sedikit demi sedikit
seiring dengan perjalanan siang dan malam. (lihat al-Jami li Ahkam al-Quran [1/70])
Menimba Ilmu Secara Bertahap
[6] Mamar mengatakan: Aku pernah mendengar az-Zuhri mengatakan, Barangsiapa yang
menuntut ilmu secara instan maka ia akan hilang dengan cepat. Sesungguhnya ilmu hanya akan
diperoleh dengan menekuni satu atau dua hadits, sedikit demi sedikit. (lihat al-Jami li Ahkam alQuran [1/70])
Seleksi Alam
[7] Tatkala begitu banyak orang yang menghadiri pelajaran hadits pada masa al-Amasy maka ada
yang berkata kepada beliau, Wahai Abu Muhammad, lihatlah mereka?! Betapa banyak jumlah
mereka!!. Maka beliau menjawab, Janganlah kamu lihat kepada banyaknya jumlah mereka.
Sepertiganya akan mati. Sepertiga lagi akan disibukkan dengan pekerjaan. Dan sepertiganya lagi,
dari setiap seratus orang hanya akan ada satu orang yang berhasil -menjadi ulama-. (lihat Nashaih
Manhajiyah li Thalib Ilmi as-Sunnah an-Nabawiyah, hal. 28)
Mendalami Ilmu Dengan Baik
[8] Imam asy-Syafii rahimahullah berkata, Barangsiapa yang menuntut suatu ilmu hendaklah dia
mendalaminya dengan baik, supaya ilmu-ilmu yang rumit tidak menjadi sirna. (lihat Nashaih
Manhajiyah li Thalib Ilmi as-Sunnah an-Nabawiyah, hal. 28)
Belajar Tanpa Henti
[9] Suatu saat Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah dicela karena sedemikian sering mencari hadits.
Beliau pun ditanya, Sampai kapan kamu akan terus mendengar hadits?. Beliau menjawab,
Sampai mati. (lihat Nashaih Manhajiyah li Thalib Ilmi as-Sunnah an-Nabawiyah, hal. 58)
Antara Menimba Ilmu dan Beramal
[10] Sufyan rahimahullah pernah ditanya, Menuntut ilmu yang lebih kau sukai ataukah beramal?.
Beliau menjawab, Sesungguhnya ilmu itu dimaksudkan untuk beramal, maka jangan tinggalkan
menuntut ilmu dengan dalih untuk beramal, dan jangan tinggalkan amal dengan dalih untuk
menuntut ilmu. (lihat Tsamrat al-Ilmi al-Amal, hal. 44-45)
http://kajianmahasiswa.wordpress.com/2014/05/04/untaian-hikmah-ulama-sunnah-bagian-1/

2/3

6/17/2014

Untaian Hikmah Ulama Sunnah [Bagian 1] | Kajian Islam al-Mubarok

Posted in: Mutiara Hikmah, Nasehat | Tagged: Ahlus Sunnah, Hikmah, Manhaj Islam, Mutiara Kata,
Nasihat Ulama, Salafiyah, Tarbiyah, Ulama Salaf
Create a free website or blog at WordPress.com. The Retro-Fitted Theme.
Follow

Follow Kajian Islam al-Mubarok


Powered by WordPress.com

http://kajianmahasiswa.wordpress.com/2014/05/04/untaian-hikmah-ulama-sunnah-bagian-1/

3/3