Anda di halaman 1dari 25

LOW BACK PAIN

Iwan Setiawan
Bagian Ilmu Penyakit Saraf
Fakultas Kedokteran UMS

Definisi LBP
Low Back Pain :perasaan nyeri yang
dirasakan di daerah punggung bawah
(lumbosacral dan sacroiliacal) yang
disebabkan macam-macam stimulus pada
ruas-ruas Collumna Vertebra
LBP sering disertai penjalaran ke tungkai
sampai kaki.

Low Back Pain


Bangunan peka nyeri tersebut adalah :
Ligamentum spinal (Ligamentum longitudinalis posterior
dan anterior)
Kapsul dari sendi apophyse
Periosteum
Dinding pembuluh darah
Akar saraf / radiks
Otot yang spasm
Facet articuler cartilago
Lapisan synovia dari facet
duramater

The Spinal Column


7 cervical (neck)
vertebrae

12 thoracic (middle
back) vertebrae
5 lumbar (low back)
vertebrae

Sacrum (fused vertebrae)


Coccyx (tailbone)

The Spine - Detailed View


Spinal Cord
Vertebra
Facet Joint
Disc

Inner - disc material


pressing on nerve
Ruptured Disc
Nerves

Low Back Pain

Viserogenik : adanya proses patologis di ginjal


atau organ di daerah pelvis serta tumor
retroperitoneal. Nyeri tidak bertambah berat
dengan aktivitas tubuh & tidak berkurang
dengan istirahat
Vaskulogenik : aneurisma atau penyakit
vaskuler perifer dapat menimbulkan nyeri
punggung atau nyeri menyerupai iskialgia.
Insufisiensi A glutealis superior menimbulkan
nyeri di daerah pantat yang memberat saat
berjalan dan mereda pada saat diam berdiri

Low Back Pain


Neurogenik : keadaan patologik pada saraf
menyebabkan nyeri punggung bawah :
pada neoplasma, arakhnoiditis dan stenosis
kanalis spinalis
Spondilogenik : adanya berbagai proses
patologis di kolumna vertebralis, baik unsur
tulang (osteogenik), diskus intervertebralis
(diskogenik), miofasial (miogenik) dan proses
patologik di artikulatio sakroiliaka

Low Back Pain


Psikogenik : jarang dijumpai, ditegakkan
setelah menyingkirkan sebab organik
dengan pemeriksaan penunjang lengkap
Disebabkan faktor pskogenik seperti
ketegangan jiwa atau cemas, depresi atau
campuran keduanya

Tekanana intradiskal pada L3pada orang dengan berat


badan 70 kg

Red Flags dari Low Back


Pain akut :
.

Defisit neurologis progresif


Gangguan BAB dan BAK
Saddle anesthesia
Onset traumatik
Usia > 50 tahun
Lelaki dengan osteoporosis difus atau fraktur kompresi
Riwayat keganasan
Insidious onset
Nyeri tidak berkurang dengan istirahat atau berbaring
Gejala-gejala konstitusional, seperti : demam, penurunan
BB
Riwayat ISK, IV-drug use, terpapar TB
Supresi imun, riwayat penggunaan steroid
Riwayat pembedahan

Hernia Nukleus pulposus

Keadaan dimana nukleus pulposus keluar


menonjol untuk kemudian menekan ke
arah kanalis spinalis melalui anulus
fibrosis yang robek. Penonjolan dapat di
lateral (HNP lateral) dan di tengah (HNP
sentral)

Hernia nukleus pulposus


Pasien dg gejala ringan :
hindari membungkuk atau aktivitas yang
memperberat nyeri
Kompres panas pada daerah punggung bawah.
Beri analgesik.
Latihan fisik untuk memperkuat otot erector
trunsi dan abdominis.
Korset lumbal untuk mencegah gerakan lumbal
yang berlebihan.

Nukleus Pulposus
Gel yang vscous
Mempunyai kadar air yang tinggi dan
higroskopis
Bekerja sebagai gotri (ball bearing)

Anulus fibrosus

Suatu serabut fibroelastis


Merupakan sistem hidraulik yang berjalan miring
dan melingkar antara 2 vertebra sebagai
gulungan per
Menjelang usia 20 tahun komponen fibrous
bertambah sehingga elastisitet berkurang
Pada bbrp tempat serat-serat fibroelastis
terputus sebagian diganti jaringan ikat

Hernia nukleus Pulposus


Secara klinis 2 manifestasi :
Arah posterosentral : LBP oleh iritasi lig.longitudinale
posterior , sering tidak disertai keluhan iskhiadikus
Arah posterolateral : dapat melibatkan radiks sehingga
menimbulkan keluhan iskhiadikus
90 % kasus ruptur terjadi pada L4 L5 dan L5 S1

Hernia nukleus pulposus


Pasien dengan gejala berat :
Tirah baring total pada alas ranjang yang keras.
Papan penyanggah di bawah matras berguna
untuk memperkuat permukaan ranjang.
Analgesik disertai obat antispasmodic (seperti
diazepam), dan obat NSAIDs.
Jika gejala sembuh, aktivitas perlahan-lahan
bertambah setelah beberapa hari atau lebih, dan
pasien kemudian diobati dengan kasus ringan.
Traksi pelvis

Hernia nukleus Pulposus


Derajad HNP meliputi :
Protuded intervertebral disc yaitu nukleus menonjol ke
satu arah tanpa kerusakan anulus fibrosus
Prolapsed intervertebral disc yaitu nukleus berpindah ,
tetapi masih dalam lingkaran anulus fibrosus
Extruded intervertebral disc yaitu nukleus keluar dari
serat-serat anulus fibrosus, jadi di bawah ligamentum
longitudinale poterior
Squestrated intervertebral disc yaitu nukleus telah
menembus ligamentum longitudinale poterior

SPONDILITIS TB

Vertebra (terutama thoracal) : predileksi dari


kuman ini, dimana corpus vertebra yang paling
sering terserang sehingga akan menyebabkan
kerusakan dari corpus vertebra dan pada
akhirnya mengakibatkan sekuestrasi discus.
Dapat terbentuk abses paravertebra di sekitar
corpus vertebra.
Prinsip pengobatan adalah :pemberian OAT,
dekompresi medulla spinalis (laminektomi),
menghilangkan produk infeksi,stabilisasi dengan
graft tulang, rehabilitasi

STENOSIS CANALIS SPINALIS


Menyempitnya canalis spinalis disebabkan oleh
karena proses degenerasi diskus intervertebralis
dan biasanya disertai oleh ligamentum flavum.
Gejala klinik yang timbul ialah klaudikasio
intermitten yang disertai rasa kesemutan dan
pada saat penderita istirahat terkadang rasa
nyerinya masih tetap ada.
Penatalaksanaan :
Pemberian NSAIDs,Korset, Operasi
Laminektomi

Tumor Medula spinalis


Gangguan fungsi yang ditimbulkan oleh tumor
medulla spinalis selain disebabkan oleh adanya
kerusakan pada jaringan saraf & kompresi pada
medulla spinalis dengan cara :
Memberikan penekanan langsung baik pada
radiks maupun pada medulla spinalis.
Menekan vena longitudinalis yang asenden
sehingga menyebabkan edema pada medulla
dibawah letak lesi.
Menekan arteri-arteri spinalis baik radikuler
maupun longitudinalis sehingga menyebabkan
iskemi.

Tumor Medula spinalis


Menurut Duus, 1983 ada 4 tingkat gejala tumor
medulla spinalis, yaitu :
Stadium permulaan/neurologik, hanya ada rasa
nyeri.
Stadium pola Brown Squard : hilangnya
perasaan panas, nyeri, dingin dan parese otot.
Stadium incomplete transactional disfunction
Stadium complete transactional disfunction :
nekrose jaringan parenkim hingga substansia
grisea dan alba rusak karena kompresi oleh
tumor.

Tumor Medula spinalis

Operatif; tindakan dekompresi laminektomi


Radiasi; Pada tumor yang radiosensitif radiasi
memberikan hasil yang memuaskan.
Medikamentosa; dapat diberikan analgesik,
kortikosteroid, dan sitostatika.
Rehabilitasi; tumor medula spinalis
memberikan kecacatan sehingga rehabilitasi
merupakan tindakan yang penting