Anda di halaman 1dari 8

PENGANTAR MANAJEMEN OPERASI DAN STRATEGI

OPERASI
PENGANTAR MANAJEMEN OPERASI
DAN STRATEGI OPERASI
2.1.Definisi Manajemen Operasi dan Asal-Usulnya
a.

Definisi Manajemen
Pengertian manajemen menurut T. Hani Handoko (2003:3) adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan
penggunaan sumber daya sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi
yang telah ditetapkan.
Pengertian manajemen menurut Melayu S.P Hasibuan (2006:2) adalah ilmu dan seni
mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif
dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Pengertian Manajemen Menurut Kosasih dan Soewedo (2009:1) adalah pengarahan
menggerakkan sekelompok orang dan fasilitas dalam usaha untuk mencapai tujuan tertentu.
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari beberapa pendapat tersebut bahwa manajemen
ialah suatu ilmu yang mempelajari tentang proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
serta pengawasan sumber daya baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya yang lainnya
agar mencapai tujuan yang sudah ditentukan.

b. Definisi Manajemen Operasi


Menurut Subagyo (2000:1) operasi ialah kegiatan untuk mengubah bentuk untuk
menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru dari suatu barang atau jasa.
Lalu Sumayang (2003) menyatakan bahwa manajemen operasi ialah suatu pengelolaan
proses pengubahan atau proses konversi dimana sumber-sumber daya yang berlaku sebagai input
diubah menjadi suatu barang atau jasa/output.
Menurut T. Hani Handoko (1999), manajemen produksi dan operasi merupakan usahausaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya-sumber daya (faktor produksi)

tenaga kerja, mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya - dalam proses transformasi bahan
mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa.
Dalam wikipedia, Manajemen operasi adalah area bisnis yang berfokus pada proses
produksi barang dan jasa, serta memastikan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efesien.
Seorang manajer operasi bertanggung jawab mengelola proses pengubahan input (dalam bentuk
material, tenaga kerja, dan energi) menjadi output (dalam bentuk barang dan jasa).
Apa yang bisa dilakukan manajer operasi dan orientasi manajer operasi? Melakukan
fungsi-fungsi proses manajemen, yaitu seperti : perencanaan, pengorganisasian, pembentukan
staf, kepemimpinan dan pengendalian. Orientasi manajer operasi ialah mengarahkan
keluaran/output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan
permintaan konsumen.
Tanggung jawab manajer operasi yaitu menghasilkan barang dan jasa, mengambil
keputusan yang berkaitan dengan fungsi operasi dan sistem transformasi, dan mengkaji
pengambilan keputusan dari suatu fungsi operasi.
Zulian Yamit (2003) menyatakan bahwa peranan manajer operasi adalah sebagai berikut:
1. Menentukan dan mengatur letak gudang persediaan dan mesin yang efisien agar tidak menyita
waktu dalam pergerakan.
2. Melakukan pemeliharaan agar menjamin keandalan dan kontinuitas operasi.
3. Mengurangi bagian produk yang rusak atau memperbaiki proses produksi untuk menghasilkan
produk yang berkualitas dengan biaya yang rendah.
4. Menentukan komponen yang akan dibuat atau dibeli dari suplier.
5. Menentukan atau memperbaiki skedul kerja.
6. Mengevaluasi biaya tenaga kerja jika ada penambahan jam kerja.
7. Memperbaiki sistem informasi produk dengan para suplier.
8. Memperbaiki manajemen persediaan.
9. Memperbaiki produktivitas.
10. Mengurangi jika memungkinkan menghapuskan pemborosan.
11. Memperpendek waktu persiapan untuk mengurangi waktu proses, dan sebagainya.
Fungsi dari operasi pada organisasi adalah merupakan tugas bagian operasi yang
menghasilkan produk berupa barang dan jasa. Manajemen operasi dapat digambarkan sebagai
berikut:

Pengaruh Lingkungan

Inputs
Tanah
Buruh
Modal
Manajemen
Proses Konversi
Outputs
Barang dan Jasa
Umpan Balik
Perumusan Masalah
Pengembangan alternatif-alternatif
Evaluasi hasil-hasil
Evaluasi alternatif-alternatif
Pemilihan alternatif terbaik
Implementasi keputusan
Analisis Eksternal
Misi Operasi
Tujuan operasi
Kebijakan operasi
Keputusan Taktikal
Hasil
Strategi Bisnis
Kemampuan khusus operasi
analisis
Internal

Lazimnya pada setiap pengelolaan proses maka lingkungan akan memberikan pengaruh.
Pengaruh tersebut dinamakan random fluctuation merupakan faktor-faktor yang selalu berubahubah, tidak diinginkan dan tidak dapat dikendalikan yang akan mempengaruhi secara acak proses
produksi sehingga menyebabkan output akan bebeda dengan yang diinginkan.
Random fluctuation dapat berupa pengaruh dari luar atau dari dalam organisasi yaitu
sebagai berikut:
1. Fungsi-fungsi lainnya yang ada dalam perusahaan/organisasi itu sendiri seperti misalnya fungsi
pemasaran, keuangan, personalia, dll.
2. Lingkungan di luar perusahaan seperti peraturan pemerintah, hukum, kondisi sosial, politik, dan
ekonomi.
Pengaruh lingkungan serta keberadaan random fluctuation akan merupakan keharusan
yang dapat dikurangi melalui usaha-usaha kerja keras manajemen.

Sedangkan umpan balik (feed back), merupakan rangkaian sistem peng-awasan yang
memberikan informasi kepada manajemen dalam rangka membuat keputusan apakah diperlukan
pengaturan-pengaturan kembali pada kegiatan-kegiatan organisasi.
Ruang lingkup manajemen operasi meliputi:
1. Perancangan atau desain sistem produksi dan operasi, terdiri atas
a. Seleksi dan perancangan disain produk
b. Seleksi dan perancangan proses dan peralatan
c. Pemilihan lokasi dan site perusahaan dan unit produksi
d. Rancangan tata letak dan arus kerja
e. Rancangan tugas pekerjaan
f. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas
2. Pengoperasian sistem produksi dan operasi
a. Penyusunan rencana produk dan operasi
b. Perencanaan dan pengendalian persediaan dan pengadaan bahan
c. Pemeliharaan mesin dan peralatan
d. Pengendalian mutu
e. Manajemen tenaga kerja (SDM)
Proses Pembuatan Keputusan
Pembuatan keputusan merupakan elemen penting manajemen operasi. Karena semua
manajer operasi harus membuat keputusan-keputusan. Proses pembuatan keputusan dapat
digambarkan sebagai berikut:
Perumusan Masalah
Pengembangan alternatif-alternatif
Evaluasi hasil-hasil
Evaluasi alternatif-alternatif
Pemilihan alternatif terbaik
Implementasi keputusan

Bahwa ada kesempatan pekerjaan dan karier yang cerah bagi para individu kreatif yang berminat
terjun dalam karier profesional di bidang manajemen operasi.
Ada beberapa alasan lainnya yang bisa menjadi dasar mengapa kita perlu belajar
manajemen operasi, diantaranya:

a.

Manajemen Operasi memberikan cara pandang yang sistematik dalam melihat proses-proses
dalam organisasi. Jika hal ini sudah menjadi isu biasa dalam industri manufaktur, tidak demikian
dalam industri jasa. Pemahaman tentang bagaimana mengelola operasi dengan pendekatan
modern ini akan memudahkan kita menganalisis dan memperbaiki sistem dalam perusahaan atau
organisasi.

b.

Konsep dan tools dalam manajemen operasi pada dasarnya dapat dan banyak diterapkan pada
fungsi manajemen yang lain. Mengapa demikian? Karena setiap fungsi manajemen juga
melibatkan proses dalam pekerjaannya.

c.

Bidang manajemen operasi pun belakangan ini menawarkan karir yang cukup menantang seperti
fungsi manajemen lainnya. Di banyak perusahaan sudah biasa kita jumpai jabatan manajer
operasi, bahkan sampai direktur operasi.

d.

Dalam pendidikan bisnis, manajemen operasi memang sudah menjadi satu pilar yang wajib
diajarkan kepada mahasiswa. Terkait dengan poin tiga, maka banyak sekali para recruiters
mencari lulusan perguruan tinggi yang sudah memiliki cukup pengetahuan seputar manajemen
operasi.

2.3.Permasalahan Dalam Strategi Operasi


Lalu Sumayang (2003) menjelaskan strategi operasi merupakan bayangan atau visi dari
fungsi operasi, yang satu perangakat pendorong atau penentu arah untuk pengambilan keputusan.
Strategi operasi merupakan fungsi operasi yang menetapkan arah untuk pengambilan
keputusan yang diintegrasikan dengan strategi bisnis melalui perencaan formal. Menghasilkan
pola pengambilan keputusan operasi yang konsisten dan keunggulan bersaing bagi perusahaan.
Menurut Zulian Yamit (2003) Strategi merupakan konsep multidimensional yang
merangkum semua kegiatan kritis organisasi, memberikan arah dan tujuan serta memfasilitasi
berbagai perubahan yang diperlukan sebagai adaptasi terhadap perkembangan lingkungan.
Strategi operasi merupakan salah satu cara yang dapat dikembangkan oleh perusahaan dengan
memanfaatkan operasi pabrik dan jasa untuk berkompetisi di pasar global. Operasi seharusnya
tidak hanya dianggap sebagai wadah kekuatan bersaing dalam bisnis dan sebagai wadah untuk
mencapai keunggulan yang dapat berkesinambungan.Strategi operasi harus menjadi kekuatan
penggerak proses transformasi agar selalu sehat dengan kondisi lingkungan baru, seperti era

globalisasi. Dalam era globalisasi terdapat beberapa kecenderungan yang mungkin terjadi, yaitu:
1.

Terjadi proses pengembangan produk yang lebih baik, lebih canggih, lebih berkualitas, lebih
murah dibandingkan dengan produk sebelumnya sebagai akibat perubahan yang begitu cepat
dalam bidang tehnologi.

2.

Operasi pabrik dalam era globalisasi dituntut untuk menjadi unggulan baik dalam arti komparatif
maupun daya saing. Unggul dalam bidangnya (professional), kualitas produk, pengembangan
produk dan desain, inovatif dan kreatif.
Tipe strategi operasi menurut Zulian Yamit, (2003) :

1.

Strategi produksi biaya rendah, melalui penekanan biaya produksi:

a. Teknologi rendah, biaya tenaga kerja rendah, tingkat persediaan rendah, mutu terjamin.
b. Bagian pemasaran dan keuangan mendukung.
2.

Strategi inovasi produk dan pengenalan produk baru:

a. Harga bukan masalah dalam pemasaran.


b. Fleksibilitas dalam pengenalan produk baru.
Sedangkan menurut Schroder, Anderson dan Clevevand (1986), Strategi operasi adalah
sebagai sesuatu yang terdiri dari empat komponen, yaitu misi, tujuan, kemampuan khusus, serta
kebijakan.
Inti dari strategi operasi terdiri dari empat elemen yaitu :
a. Misi
Misi harus menyatakan prioritas di antara tujuan operasi baik yang menyangkut biaya,
kualitas, fleksibilitas, tepat waktu, pengiriman cepat, pelayanan, dan sebagainya. Satu misi
operasi yang dapat diandalkan adalah jika strateginya dengan cara memasang biaya yang pantas
(bukan berarti biaya rendah), dan juga pentingnya akan pengenalan produk baru.
b. Tujuan
Terdapat empat tujuan operasi yaitu biaya, kualitas, fleksibilitas, pengiriman, dan
pelayanan. Tujuan tujuan tersebut harus ditetapkan dalam beentuk yang sekuantitatif mungkin
agar dapat terukur seberapa beesar pencapaian yang akan diraih.

Contohnya: biaya dinyatakan dalam persentase terhadap penjualan atau dalam biaya per
unit. Biaya dinyatakan bukan saja pada setiap perubahan tahun tapi juga terhadap biaya pesaing.
c. Kemampuan Khusus
Kemampuan khusus operasi adalah menciptakan operasi apa yang harus unggul secara
relatif dari para kompetitor yang terkait dengan misi operasi. Kemampuan khusus ini harus
mampu keunggulan bersaing dan merupakan inti dari strategi operasi di berbagai hal seperti
biaya yang pantas, kualitas tinggi, pelayanan terbaik, fleksibilitas tinggi, dan sebagainya. Bisnis
yang berhasil berada pada mereka yang mengenal dengan baik kemampuan khusus yang
dimilikinya dan berusaha untuk mempertahankan itu agar bisa unggul bersaing dengan
berkelanjutan.
d. Kebijakan
Kebijakan operasi merupakan penjabaran dan menjelaskan bagaimana tujuan operasi
akan dicapai. Kebijakan ini harus dibentuk untuk setiap sisi keputusan yang menyangkut proses,
kapasitas, kualitas, persediaan, dan barisan kerja. Dan kebijakan operasi harus dibuat oleh
manajemen senior dengan melibatkan pertimbangan pertimbangan yang strategis.
Keempat elemen strategi operasi tersebut telah mendapatkan masukan dari strategi bisnis
yaitu analisis internal dan eksternal (E. Tandelin, 1991).
I. Analisis Internal
Lingkungan internal dapat mempengaruhi strategi operasi melalui kelangkaan (scarcity)
dan keterbatasan (constraints) sumber daya manusia melalui budaya perusahaan (corporate
culture), lokasi, fasilitas, sistem pengawasan, dan sebagainya. Analisis internal ini akan
mengarahkan pada identifikasi terhadap kekuatan dan kelemahan operasi perusahaan.
Mengembangkan kemampuan inti di bidang operasi di era persaingan yang semakin ketat adalah
tindakan sangat tepat.
II. Analisis Eksternal
Lingkungan eksternal ini perlu dianalisa di mana akan mengarahkan pada identifikasi

terhadap peluang dan ancaman operasi perusahaan yang diciptakan akibat perubahan faktor
faktor eksternal seperti persaingan ekonomi, teknologi, politik, regulasi pemerintah, perubahan
nilai tukar, dan sebagainya.
Analisis Eksternal
Misi Operasi
Tujuan operasi
Kebijakan operasi
Keputusan Taktikal
Hasil
Strategi Bisnis
Kemampuan khusus operasi
analisis
Internal