Anda di halaman 1dari 41

TUTORIAL LINUX

RED HAT

DISUSUN OLEH :
EMY FAUZIAH (M3109028)
ERA ANNISA E (M3109029)

PROGRAM DIPLOMA III TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010

INSTALASI LINUX RED HAT 9

PERSIAPAN SEBELUM INSTALASI


Ada banyak hal yang harus diperhatikan sebelum instalasi., seperti release notes, hardware
compatibility, tipe instalasi, media instalasi dan sebagainya. Kali ini akan diuraikan satu persatu
hal yang perlu diperhatikan sebelum menginstal linux.

Media instalasi
Linux bisa diinstall lewat CDROM , hard disk, NFS image, FTP dan HTTP. Untuk CDROM dan
hard disk, dibutuhkan boot disk atau CDROM yang dapat dibooting. Untuk NFS image, FTP dan
HTTP mumbutuhkan installasi lewat jaringan.

Multi boot system


Sebelum menginstal linux, sebaiknya telah diinstal operating system lain terlebih dahulu, yaitu
Windows. Linux mampu bekerja bersama berbagai system operasi yang lain seperti :
Windows NT/2000/XP/2003
DOS, Windows 3.x/9xME
NetBSD, FreeBSD dan varian linux yang lain.
Masalah yang mungkin timbul ketika kita menggunakan multi boot adalah permasalahan partisi
dan proses booting.

Masalah Partisi
Masalah partisi muncul karena linux menggunakan partisi swap dan natives untuk beroperasi.
Untuk itu lebih baik linux kita desain untuk menggunakan sisa partisi dari system operasi lain
daripada menggunakan partisi yang sama. Untuk itu bila akan menginstall linux pada komputer
yang sudah memiliki system operasi lain, alangkah baiknya bila membackup system operasi
tersebut bersama file filenya disk (untuk langkah aman saja) lalu mempartisi hard dengan
tools seperti Partition Magic, untuk membuat partisi khusus untuk linux.

Masalah booting
Jika suatu system melakukan multi booting, maka harus ada bootloader yang mampu
melakukan booting dengan banyak system operasi. Ada dua macam bootloader yang biasa
dipakai di linux, yaitu :
Grub
Grub adalah boot loader primer yang dapat digunakan untuk Linux dan system operasi yang lain
seperti DOS, Windows 3.x, Windows 9x/ME, dan Windows NT,2000,XP/2003
System Commander atau NTLDR Mode Instalasi (grafis dan text based)
Ada dua mode instalasi yang bisa digunakan, yaitu dengan menggunakan mode grafis atau
mode text. Untuk mode grafis, linux menggunakan X server dan GUI installer. Dengan
menggunakan mode grafis, instalasi linux menjadi jauh lebih sederhana, lebih menarik dan lebih
mudah. Mode grafis biasa digunakan untuk instalasi dengan menggunakan hard drive, CDROM,
dan NFS. Dengan mode teks, linux menggunakan interface menu untuk konfigurasinya. Mode
teks ini bisa digunakan untuk semua metode instalasi.

Jenis Instalasi
Kita bisa melakukan instalasi dengan memilih anatara full install atau upgrade.Untuk full install
ada 4 macam instalasi yang bisa dipilih, yaitu workstation, server, laptop dancustom.
1. Workstation
Bila baru pertama kali menginstal linux, dan ingin menghemat waktu dg menginstall package
package yang diperlukan saja, workstation adalah pilihan instalasi yg tepat
2. Server
Jika ingin menggunakan linux sebagai server dan tidak ingin repotrepot menginstal tiap
package yg disediakan linux secara manual.
3. Laptop
Hampir mirip dengan tipe workstation yg hanya menginstall packagepackage yg diperlukan
saja, namun dikhususkan untuk laptop.
4. Custom
Custom biasa digunakan oleh user yang sudah mengenal linux, karena pada custom kita bisa
memilih packagepackage apa yang dibutuhkan.
Selain full instalasi bisa juga memilih upgrade. Pilihlah system instalasi ini bila telah memiliki
Red Hat Linux versi 3.03 atau diatasnya dan ingin mengupdate paket dan versi kernel linux.
Desktop di linux
Ada dua macam jenis desktop di linux, yaitu KDE atau GNOME . Tentunya pemilihan desktop ini
tergantung pada kebutuhan dan selera. Kita bisa menginstall keduanya, namun tentu saja
membutuhkan tempat yang lebih besar pada hard disk.

Gnome
Gnome adalah desktop linux yang berbasis grafis. GNOME memiliki panel, desktop (dimana
data dan aplikasi dapat ditempatkan, seperti di Windows), multiple window manager dan tool
serta aplikasi desktop standar.

GNOME User Screen

KDE
KDE menyediakan file manager, window manager, system help terintegrasi, system konfigurasi,
berbagai tool dan utility, serta berbagai aplikasi yang terus berkembang.

KDE User Screen

PARTISI LINUX
Hard disk dibagi atas partisipartisi. Tiap partisi mengandung filesistem atau swap untuk virtual
memory. Karena file sistem pada tiap partisi independen terhadap partisi yang lain, maka, jika
satu file sistem penuh, maka file sistem yang lain mungkin masih memiliki ruang yang cukup.
Partisi biasanya terdiri atas partisi primer, extended dan logik. Secara default, filesistem berupa
partisi ext3.
partisi primer adalah empat partisi pertama dari hard disk
partisi extended adalah partisi yang dikonversi dari partisi primer jika ada lebih dari empat
partisi yang dibutuhkan yang mengandung satu atau lebih partisi logik.

partisi logik adalah partisi tambahan bila lebih dari empat partisi dibutuhkan dan partisi ini
biasa diletakkan pada partisi extended.
Multiple partisi dapat digabungkan dalam partisi virtual tunggal dengan teknik teknik yang
lebih kompleks yang disebut LVM dan RAID. RAID adalah teknik yang dipakai untuk
memperoleh kapabilitas redudansi, peningkatan performansi, atau menciptakan partisi yang
lebih besar dari gabungan partisi hard diskhard disk yang berbeda. LVM adalah teknik yang
digunakan untuk menugaskan satu atau lebih partisi ke dalam satu grup virtual partisi yang
disebut logical volumes.
Filesistem diakses lewat mount point, yang merupakan direktori tertentu yang digunakan untuk
mengakses filesistem.

KONFIGURASI FILESISTEM
Ketika melakukan partisi, maka kita harus menentukan mount point untuk partisi tersebut, tipe
file sistemnya (biasanya ext3) dan berapa ukuran partisi tersebut. Mount point pada linux dapat
dideskripsikan sebagai berikut :
swap digunakan untuk virtual memory (gunakan ukuran 2 x ukuran RAM)
Artinya data ditulis pada partisi swap bila RAM tidak cukup untuk menyimpan data sementara.
Ukuran swap tidak boleh melebihi 2GB
/boot kernel OS yang dapat dibooting diletakkan disini (gunakan ukuran maksimum 100MB).
Karena keterbatasan BIOS, disarankan untuk menggunakan partisi ini saat booting.
/ semua file linux diletakkan pada mount point direktori ini. Direktori ini disebut root.
Ukuran direktori ini adalah sisa dari seluruh partisi untuk linux. Mount point /etc, /lib, /bin,
/dev, /sbin harus ada pada mount point ini atau linux tidak akan bisa booting dengan baik.

Mount point standar yang ada adalah :


1. /home mount point direktori user
2. /opt mount point direktori dimana software opsional diletakkan (software yang tidak
diletakkan pada OS)
3. /var mount point direktori dimana file yang selalu berubah status dan ukurannya (file log,
file print spool, dan lainlain)
4. /tmp mount point direktori temporer yang digunakan oleh system dan user service
5. /sbin mount point direktori perintahperintah untuk administrasi system
6. /bin
7. /usr mount point directory untuk user binary, dokumentasi, dan lainlain
8. /dev mount point direktori untuk device
9. /lib mount point direktori untuk library
10. /mnt mount point direktori untuk device seperti cdrom dan lainlain.

TAHAPTAHAP INSTALASI
Berikut ini dijelaskan cara instalasi linux menggunakan mode grafis, dengan menggunakan
CDROM.

Seleksi bahasa selama instalasi


Dengan menggunakan mouse, pilih bahasa yang ingin digunakan untuk menginstal dan default
system linux.

Pemilihan Bahasa

Konfigurasi keyboard
Pilih model keyboard yang paling sesuai dengan komputer. Jika tidak dapat menemukan yang
cocok, pilih Generic yang paling cocok dengan keyboard kita, misalnya Generic 101key PC. Pilih
tipe layout keyboard. Ratarata keyboard yang ada menggunakan layout US.English.
Untuk mengubah tipe layout keyboard, gunakan Keyboard Configuration Tool, atau ketik
$ redhat-config-keyboard

Konfigurasi Keyboard

Konfigurasi mouse
Pilih konfigurasi mouse sesuai dengan system. Jika tidak dapat menemukan mouse yang sama,
pilih mouse yang kompatibel dengan system. Jika tidak dapat menemukan mouse yang
kompatibel, pilih Generic berdasarkan jumlah tombol dan konektor mouse. Kemudian klik Next.
Untuk mengubah tipe mouse, gunakan Mouse Configuration Tool, atau ketik
$ redhat-config-mouse

Upgrade atau Install


Jika ingin melakukan upgrade dari versi linux sebelumnya, pilih upgrade.Agar bisa memilih
paket mana saja yang hendak diupgrade, klik Customize packages to be upgraded. Jika tidak,
pilih instalasi red hat linux yang baru. Kemudian klik Next

Upgrade atau Install

Opsi instalasi
Bila anda memilih untuk menginstal linux baru, anda akan masuk pada layer ini. Ada empat opsi
yang diberika, yaitu Server, Workstation,Personal Desktop dan Custom. Pilihlah opsi yang sesuai
dengan keperluan anda. Server membutuhkan waktu lebih lama untuk instalasi dibanding
Laptop dan Workstation, namun melakukan instalasi lebih komplit, namun membutuhkan hard
disk yang lebih besar. Untuk keterangan lebih jauh, bacalah kembali bagian awal modul ini yang
menjelaskan beda ke 4 opsi instalasi. Klik Next bila anda sudah memilih.

Pemilihan Tipe Instalasi

Partisi
Pada langkah ini, anda harus memilih di partisi mana linux hendak diinstall dengan memilih
ukuran dan mount points untuk tiap partisi linux. Anda juga dapat menghapus atau
menciptakan partisi baru dimana linux akan diinstall. Jika anda tidak ingin kehilangan partisi
yang sudah ada sebelumnya, pilih untuk melakukan partisi secara manual. Ada dua opsi untuk
melakukan partisi :
Otomatis
Manual dengan disk druit

Partisi disk secara otomatis atau dengan Disk Druid

a. Otomatis
Partisi otomatis memungkinkan anda melakukan instalasi tanpa melakukan partisi secara
manual. Pilihan ini menguntungkan bagi user yang tidak ingin melakukan partisi sendiri. Jika
anda memiliki OS lain dan tidak ingin menghapus OS ini, serta anda tidak ingin menginstall linux
pada MBR anda, atau jika anda ingin menggunakan boot manager lain selain LILO, jangan
memilih metode ini untuk instalasi.
Ada 3 opsi yang diberikan pada partisi otomatis, yaitu
Remove all Linux partitions on this system Memilih opsi ini berarti semua partisi linux yang
ada sebelumnya akan dihapus. Untuk partisiparti lain seperti (VFAT atau FAT32) akan tetap
aman.
Remove all partitions on this system Dengan memilih opsi ini, anda tidak hanya
menghlangkan partisi linux tapi juga partisi system operasi lain seperti : Windows
9x/NT/2000/ME/XP atau NTFS.
Keep all partitions and use existing free space Pilih opsi ini untuk menyimpan data
ataupun partisi anda sebelumnya sepanjang anda masih cukup memiliki ruang di hard disk.
Klik Next

Partisi otomatis

b. Manual dengan disk druit


Bila anda menggunakan disk druit, anda harus menentukan mount point apa saja yang akan
dipakai pada suatu partisi, tipe filesistemnya, serta menentukan ukurannya..

Fieldfield partisi
Mount point : Mount point adalah lokasi di direktori mana volume berada.
Device : Bagian ini menunjukkan nama devais partisi
Type : Bagian ini menunjukkan tipe partisi (misalkan Linux Natives,swap,ext3,ext2 atau DOS).
Start : field ini menunjukkan silinder mana pada hard disk partisi dimulai
End : field ini menunjukkan silinder mana pada hard disk partisi diakhiri

Partisi Disk Druid

Beberapa tombol dari disk druit terdiri atas :


Add : digunakan untuk membuat partisi baru. Ketika kita membuat partisi baru, tipe
filesistemnya, letak mount point dan ukurannya juga harus ditentukan.
Edit : digunakan untuk memodifikasi atribut pada partisi.
Delete : digunakan untuk menghapus partisi. Anda akan diminta konfirmasi atas penghapusan
partisi.

Reset : digunakan untuk mengembalikan ke status semula. Semua perubahan akan hilang bila
anda menggunakan tombol ini.
RAID : gunakan opsi ini bila anda ingin menyediakan redundansi pada partisi hard disk.
Bacalah manual RAID jika anda ingin mengetahui lebih jauh.
LVM : dengan opsi ini anda dapat membuat partisi logic LVM (Logical Volume Manager).
Tentang LVM, dapat and abaca lebih lanjut dari manual LVM. Sebagai pedoman untuk partisi,
pada bab konfigurasi filesistem disertakan macammacam partisi di linux dan berapa ukuran
yang disarankan.
Setelah selesai, masuklah ke sesi selanjutnya untuk melakukan format terhadap partisi. Jangan
pilih opsi check for bad blocks while formatting kecuali anda ingin menghabiskan waktu lebih
lama untuk instalasi.

Menambah partisi dengan disk druid

Bootloader Configuration
Setelah anda melakukan partsi terhadap hard disk, langkah berikutnya adalah konfigurasi
boot loader. Boot loader adalah program yang dijalankan ketika computer dinyalakan.
Bootloader bertugas melakukan loading kernel, kemudian kernel akan memeriksa semua
devais yang berada pada system dan kemudian menjalankan script init. Karena itu, suatu
system tanpa boot loader tidak akan mampu berjalan sama sekali. Jika sistem telah
mempunyai bootloader, bootloader tersebut dapat digunakan tanpa harus menginstal boot
loader baru.
Pada dasarnya Red Hat 9 menggunakan GRUB, namun anda dapat mengganti bootloadernya
delngan LILO (bootloader pada versiversi Red Hat sebelumnya) atau boot loader lainnya
dengan menggunakan opsi Change boot loader. Pastikan bahwa apabila anda menggunakan
bootloader selain GRUB dan LILO, bootloader tersebut harus mampu melakukan booting
terhadap Linux. Jika anda tidak ingin menginstal boot loader, anda bisa membuat boot
disket. Pilih opsi ini Do not install a boot loader setelah mengklik Change boot loader. Boot
disket ini bisa dibuat saat anda menginstal linux. Untuk amannya, gunakan GRUB dalam
proses instalasi.
Anda dapat mengeset boot loader password agar setiap kali user mengakses system, user
harus memasukkan password. Kecuali anda benarbenar perhatian pada masalah sekuritas
system, bootloader ini tidak perlu dipassword. Jika anda ingin mengeset password, klik pada
checkbox Use a bootloader password. Bila tidak, lewati saja opsi ini.

Boot Loader Configuration

Untuk melakukan konfigurasi lebih jauh terhadap bootloader, seperti letak boot loader
bila anda menggunakan GRUB atau LILO, dimana bootloader tersebut diinstal, serta bila
anda ingin memberikan opsi pada kernel, pilih Configure advanced boot loader options dan
kemudian pilih Next.

Advanced Boot Loader Configuration


Setelah anda memilih boot loader mana untuk diinstal, anda harus menentukan dimana boot
loader tersebut diinstal. Ada dua tempat dimana boot loader diinstal, yaitu :

Master Boot Record (MBR)

Disarankan menginstal boot loader pada tempat ini kecuali ada boot loader yang lain yang
telah diinstal di MBR. MBR secara otomatis diloading oleh BIOS, dan merupakan tempat
dimana boot loader pertama kali melakukan booting dan melakukan loading system operasi.
Jika anda menginstal GRUB atau LILO pada MBR, ketika system dijalankanm GRUB atau LILO
akan menampilkan pilihan booting Red Hat atau system operasi lain yang ada.
Sektor pertama dari partisi boot
Jika ada bootloader lain pada sstem dan anda ingin boot loader inilah yang berjalan pertama
kali, installlah GRUB atau LILO pada tempat ini. Dengan cara ini, system akan mengecek
MBR dulu (dimana bootloader anda bekerja), baru kemudian boot loader tersebut akan
menjalankan GRUB atau LILO. GRUB atau LILO kemudian akan membooting Red Hat Linux.

Boot Loader Installation

Konfigurasi jaringan
Bila anda tidak memiliki Ethernet card, lewati opsi ini dan masuk ke langkah
selaanjutnya. Bila ada, kliklah Edit. Ada dua checkbox Configure with DHCP dan Activate on
boot. Jika anda menggunakan DHCP server, pilihlah opsi pertama, jika tidak (setting secara
manual), biarkan checkbox bersih. Pada opsi kedua, jika anda mengklik checkbox tersebut,
anda bisa memilih tiap kali boot, Ethernet card akan diaktifkan. Bila tidak, anda harus
mengaktifkan Ethernet card tiap kali anda membutuhkan. Tentunya lebih mudah bila tiap
kali boot, Ethernet card dalam keadaan aktif, karena itu, kliklah pilihan ini.
Bila anda menggunakan DHCP, maka anda tidak perlu mengisikan alamat IP dan
netmasknya. Namun jika tidak, masukkan nomor IP dan netmask. Tanyakan pada network
admin jika anda tidak mengetahuinya. Klik OK. Setelah itu isilah kolom dibawah yang
menunujukkan hostname, yang berarti adalah

nama komputer anda. Jika anda

menggunakan DHCP, cukup klik opsi automatically via DHCP. Jika anda mengeset hostname
secara manual, masukkan pada kolom manually. Hostname adalah nama komputer anda.
Pada Miscellanous setting, masukkan Gateway, Primary DNS, Secondary DNS, Tertiary
DNS. Kecuali anda mneggunakan DHCP, anda harus mengisi gateway dan DNS. Gateway ini
adalah penghubung komputer anda ke jaringan lain, atau bisa dikatakan jalur keluar masuk
jaringan anda. DNS bertugas melakukan translasi dari nama domain menjadi nomor IP.
Suatu komputer wajib memiliki paling tidak satu DNS bila ingin terhubung ke internet. Bila
anda memiliki DNS sekunder dan tersier, isikan juga. Bila tidak, cukup isikan DNS primer.
Pengisian konfigurasi jaringan ini bisa dilakukan setelah linux diinstall, dengan menggunakan
menu Network Administration Tool atau dengan mengetik :
$ redhat-config-network

Konfigurasi Jaringan

Edit Interface Jaringan

Konfigurasi firewall
Pada bagian ini, anda harus memilih konfigurasi firewall untuk computer anda. Red Hat
Linux menggunakan firewall untuk meningkatkan keamanan system. Firewall bertugas
sebagai penjaga antara computer anda dan jaringan dan juga menentukan resource apa
yang bisa diakses oleh user luar. Opsi ini memungkinkan anda untuk mengeblok computer
lain yang ingin melakukan login ke computer anda. Ada dua pilihan, Firewall dengan tingkat
sekuritas tinggi atau medium dan No firewall. Pilihan ini mempengaruhi tingkat sekuritas
computer anda bila terhubung ke jaringan.

a. High
Jika anda memilih opsi inoi, system anda tidak akan menerima koneksi selain yang ada pada
default setting. Secara default hanya koneksi ini yang mungkinditerima.
1. DNS replies
2. DHCP
Firewall akan mengeblok :
1. Active mode FTP
2. IRC DCC file transfers
3. RealAudioTM
4. Remote X Window System clients
Pilihan ini sebaiknya dipakai bila anda tidak akan menginstal server pada computer anda. Jika
ada tambahan service, anda bisa memilih Customize untuk memungkinkan serviceservice
khusus dapat dijalankan lewat firewall.
b. Medium
Jika anda memilih medium, firewall anda tidak akan memungkinkan computer lain untuk
login ke computer anda. Secara default, akses berikut tidak diijinkan.
1. Port kurang dari 1023 termasuk diantaranya ftp,SSH,telnet dan HTTP
2. NFS port 2049
3. Lokal X Window System display untuk remote X clients

Pilihan ini diambil ketika anda masih menginginkan layanan seperti RealAudioTM, sementara
masih mengeblok akses ke layanan service lainnya. Seperti juga pada High, anda bisa
memilih layanan tertentu yang bisa melewati firewall.
c. No Firewall
No firewall akan melewatkan semua service pada firewall tanpa melakukan cek security. Pilih
layanan ini bila anda memiliki jaringan yg aman dan anda ingin melakukan konfigurasi
firewall sendiri. Jika anda memilih medium atau high, maka metode otentikasi jaringan
seperti NIS dan LDAP tidak akan bekerja.
Customize
Pilihan ini memungkinkan anda memilih service mana yang anda perbolehkan melewati
firewall anda.
Trusted Devices
Trusted device memungkinkan anda untuk memilih devais tersebut sebagai interface yang
anda percaya, sehingga devais tersebut terlepas dari semua pengawasan firewall.
Disarankan untuk tidak memilih trusted device, terutama jika system terhubung langsung ke
internet dan anda benarbenar yakin jaringan anda aman. Untuk kolom ini, disarankan
jangan lakukan klik.
Allow incoming
Pilihan ini memungkinkan anda untuk memilih service apa yang bisa dilewatkan firewall.
Beberapa service atau layanan yang bisa dipilih adalah HTTP, FTP, SSH, DHCP, SMTP, Telnet.
Anda bisa menambahkan service yang anda inginkan lewat Other ports: dengan format
port:protocol atau service:protocol, issal : 517:udp atau imap:tcp. Jika pada konfigurasi
jaringan digunakan DHCP, jangan lupa untuk klik DHCP.
Bila anda ingin mengubah konfigurasi firewall, gunakan Security Level Configuration Tool
atau ketik :
$ redhat-config-securitylevel

Konfigurasi Firewall

Pemilihan bahasa
Dengan menggunakan mouse, pilihlah bahasa yang anda ingin pergunakan untuk system
linux anda. Secara default, bahasa yang dipergunakan adalah bahasa yang digunakan saat
instalasi. Anda bisa mengubah default bahasa setelah instalasi.Anda bisa memilih lebih dari
satu bahasa, namun opsi ini akan memakan lebih banyak tempat. Bila anda hanya memilih
satu bahasa, maka hanya bahasa tersebut yang akan dipergunakan saat anda bekerja pada
linux, kecuali anda mengganti bahasa tersebut. Tombol Reset berarti anda kembali
menggunakan default bahasa sebelumnya, sedangkan Select All berarti anda memilih semua

bahasa yang ada. Jika anda ingin mengubah bahasa setelah instalasi, loginlah sebagai root
dan gunakan Language Configuration Tool atau ketik :
$ redhat-config-language

Pemilihan bahasa untuk operasi linux

Seleksi daerah waktu


Anda bisa mengklik daerah waktu dimana anda berada. Kliklah pada interaktif map yang ada.
Untuk instalasi ini, coba klik peta yang menunjukkan lokasi Jakarta. Jika anda ingin
mengubah zona waktu setelah instalasi, loginlah sebagai root dan gunakan Time and Date
Properties Tool atau ketik :
$ timeconfig.

Pemilihan Zona Waktu

Root Password
Root pada linux sama fungsinya dengan administrator pada windows NT. Login root sangat
penting karena account ini digunakan untuk menginstall paket, upgrade RPM dan system
maintenance.
Masukkan password root pada kolom Root Password dan tulis kembali password tersebut
pada isian Confirm. Pilih password root yang tidak mudah ditebak dengan menggunakan
perpaduan huruf besar dan kecil jika diperlukan.

Password root adalah password administrative untuk linux. Login sebagai root seharusnya
hanya digunakan untuk maintenance system. Account root memiliki kuasa penuh, karena itu
perubahan saat login sebagai root akan mempengaruhi keseluruhan system.
Jika anda ingin mengubah password root setelah instalasi, loginlah sebagai root dan gunakan
Root Password Tool atau ketik :
$ redhat-config-rootpassword

Set Password Root

Memilih grup paket


Pada tahap ini anda dapat melakukan instalasi paketpaket aplikasi . Bila anda memilih
accept the current package list, Linux akan menginstall paketpaket default sesuai dengan
tipe instalasi anda, yaitu personal desktop, server, workstation. Jika anda memilih personal
desktop, maka anda akan melihat tampilan layar seperti dibawah. Jika dipilih customize the
set of packages to be installed, anda dapat memilih grupgrup paketpaket software yang
diinstall. Grupgrup ini terdiri atas sejumlah aplikasi individu, misalkan seperti gambar
dibawah grup paket EDITOR terdiri atas 3 aplikasi yaitu: EMACS, XEMACS, VIMEnhanced.
Bila anda memilih customize, maka akan tampak layer dibawah. Pilihlah grup paket yang
anda butuhkan.

Pilih sendiri atau Mener

Pemilihan Grup Paket untuk Instalasi

Bila diklik Details, akan muncul tampilan dibawah. Pada layar dibawah, dapat dilihat
aplikasi apa saja yang bisa dipilih. Klik aplikasi yang anda inginkan. Jika dipilih Everything,
artinya linux akan menginstal semua aplikasi yang ada. Keuntungannya anda mendapatkan
linux yang lengkap, sehingga tidak perlu menginstal jika suatu saat ada aplikasi yang
dibutuhkan (kecuali bila aplikasi itu tidak ada di CD linux), namun anda membutuhkan
tempat yang besar (5GB) dan waktu instalasi lebih lama.

Pemilihan Individual Paket untuk Grup Paket Editor

Jika anda mengklik Select individual packages. Akan muncul layar berikut, dan
pilihlah paketpaket yang anda butuhkan.

Pemilihan Individual Paket untuk Grup Paket Editors

Jika anda gunakan flat view, anda dapat memilih softwaresoftware individu secara
alfabetik. Jika anda gunakan tree view, anda dapat memilih software sesuai listing grup
paket. Pilih select all in group untuk memilih semua paket dalam grup atau unselect all in
group untuk tidak memilih paket manapun dalam suatu grup.

Masalah dependensi
Banyak paketpaket software tergantung pada paketpaket software yang lain untuk
bekerja, yang disebut dependensi. Contoh, banyak tool administrasi grafis Red Hat
tergantung pada paket python and pythonlib packages. Red Hat mampu melakukan cek
terhadap dependensi suatu paket ketika anda menginstal atau menghapus paket tersebut.

PAda gambar dibawah, tampak layer unresolved dependencies tiap kali ada software
yang membutuhkan software lain/ Pada dasar layer, tampak listing paketpaket yang kurang.
Jika anda mengklik opsi Install packages to satisfy dependencies, linux akan menyelesaikan
masalah ini secara otomatis dengan menambahkan semua paket yang dibutuhkan dari list
paket yang dipilih. Jika dipilih opsi Do not install packages that have dependencies artinya
jika masalah dependensi muncul maka linux tidak akan menginstal software yang telah
dipilih. Sebaliknya jika opsi terakhir yang dipilih, yaitu Ignore packet dependencies artinya
jika masalah dependensi muncul, maka walaupun ada masalah dependensi, masalah ini tidak
akan dihiraukan. Linux hanya akan memasang paket yang dipilih saja.

Unresolved Dependencies

Jika anda ingin menginstall atau menghapus paketpaket aplikasi setelah instalasi, loginlah
sebagai root dan gunakan Package Management Tool atau ketik :
$ redhat-config-packages

Siap untuk Instalasi


Setelah memilih paketpaket aplikasi untuk diinstal, akan tampak layer yang
menyatakan system siap untuk menginstal paketpaket aplikasi tersebut, Log lengkap
mengenai instalasi bisa dilihat pada /root/install.log once setelah system direboot. Jika anda
ingin membatalkan instalasi sebelum penulisan partisi dan program diinstall, tekanlah
tombol reset atau CtrlAltDel. Jika anda ingin meneruskan, klik Next.
Instalasi PaketPaket Aplikasi
Pada tahap ini anda cukup menunggu instalasi semua paket yang anda pilih. Lama instalasi
tergantung banyaknya paket yang anda pilih dan kecepatan komputer anda.

Instalasi Paket

Pembuatan boot disk


Untuk membuat boot disket, masukkan disket yang sudah diformat ke drive A anda dan klik
Next. Boot disket sangat berguna bila system tidak bisa boot lewat boot loade yang ada.
Boot disket dapat dibuat setelah instalasi dengan perintah mkboot.

Pembuatan boot disk

Konfigurasi Video Card


Jika anda hendak menginstall paketpaket XWindow, anda dapat mengkonfigurasinya
lewat GUI ini. Jika tidak ingin menginstall XWindow, tinggalkan bagian ini dan masuklah ke
bagian selanjutnya. Anda dapat memilih dari listing video card dari GUI yang disediakan oleh
X Configurator. Jika video card anda tidak ada, ini artinya X Configurator mungkin tidak
mendukung video card tersebut. Jika anda memiliki pengetahuan teknis tentang card
tersebut, pilih Unlisted Card dan coba cocokkan video card anda dengan yang ada pada
listing XConfigurator.

Pemilihan Video Card

Kemudian, masukkan jumlah memory video yang diinstall pada video card (Video card
RAM). Lihatlah manual pada video card anda. Linux dapat mendeteksi memory secara
otomatis. Bila memory ini tidak cocok, XWindow tidak akan berjalan dengan baik. Jika anda
hendak kembali ke nilai semula, pilih the Restore original values. Pilih Skip X Configuration
jika anda ingin mengkonfigurasi setelah instalasi atau anda tidak ingin melakukannya.
Jika anda ingin mengganti konfigurasi video card setelah instalasi, loginlah sebagai root dan
gunakan X Configuration Tool atau ketik :
$ redhat-config-xfree86

Konfigurasi X Monitor and Customization


Xconfigurator juga menyediakan listing monitor yang dapat anda pilih. Anda bisa
menggunakan pilihan monitor yang dideteksi secara otomatis (lebih aman) atau memilih
monitor lain.

Pemilihan Monitor
Jika monitor anda tidak ada di list tersebut, pilih model Generic yang ada. Jika anda
memilih model generic, XConfigurator akan memilihkan vertical dan horizontal rangenya.
Untuk amannya, cek dokumentasi monitor tersebut dan jangan memilih kapabilitas yang
berlebih karena akan membahayakan monitor anda. Jika anda ingin mengubah seperti nilai
semula, klik Restore original values untuk kembali ke setting semula. Klik Next setelah
mengkonfigurasi monitor anda.

Custom Configuration
Pilih resolusi dan kedalaman warna untuk XConfigurator. Jika tipe instalasi adalah
server, ada dua pilihan mode yang bisa digunakan : Teks atau Grafis. Jika menggunakan
mode teks, maka tampilan linux berupa command prompt, seperti tampilan DOS. Untuk tipe
workstation dan personal desktop, maka sistem secara otomatis melakukan booting untuk
mode grafis. Klik Next untuk melanjutkan.

Konfigurasi Custom

Jika anda ingin mengganti X Configuration setelah instalasi, loginlah sebagai root dan
gunakan X Configuration Tool atau ketik :
$ redhat-config-xfree86

Installation Complete
Setelah selesai, komputer anda akan reboot dan anda dapat mulai menggunakan linux.
Ketika anda booting, linux akan masuk ke tahap konfigurasi berikutnya, seperti setting
waktu, Red Hat Networks, login useruser lain ataupun instalasi program atau aplikasi lain.
Isikan informasi yang dibutuhkan lalu klik Next sampai masuk ke tahap akhir konfigurasi.

Komputer akan reboot untuk kedua kalinya. Setelah reboot anda akan melihat tampilan
login, masukkan user name dan password anda.
FILEFILE LOG
Setelah booting, anda dapat mengecek informasi konfigurasi yang telah anda lakukan selama
instalasi dengan melihat log file pada :
/var/log/dmesg: menunjukkan isi buffer kernel setelah /etc/rc.d/rc.sysinit
/var/log/messages: output dari daemon system logging syslogd
/root/install.log: informasi logging dari program installer