Anda di halaman 1dari 10

Selanjutnya SP.

Siagian dalam bukunya sistem informasi intuk Pengambilan Keputusan


mengemukakan pula bahwa:
Suksesnya usaha usaha pembatasan kelahiran meliputi pula kegiatan kegiatan pendidikan
dalam arti yang seluas luasnya oleh karena itu pada akhirnya sukses tidaknya usaha keluarga
berencana sangat tergantung kepada terjadi tidaknya perubahan mental dan norma norma
sosial dikalangan penduduk.
Dengan adanya motivasi terhadap pentingnya Keluarga Berencana, maka petugas Keluarga
Berencana seyogyanya dapat mempengaruhi bahwa Keluarga Berencana mempunyai keuntungan
disebutkan dalam Buku Pedoman Untuk Petugas Lapangan Keluarga Bencana.
1. Orang tua akan dapat mengawasi kesehatan anak anaknya dengan mudah, bila mereka
mempunyai keluarga kecil dengan jarak antara anak anak yang tidak terlalu rapat.
2. Dengan mengatur jarak kelahiran dan jumlah anak yang sedikit, kesehatan ibu akan lebih
baik.
3. Kesempatan untuk meningkatkan penghasilan akan lebih mungkin bila mempunyai anak yang
sedikit.
4. Dengan mempunyai keluarga yang kecil, orang tua akan mempunyai cukup waktu untuk
memperhatikan tiap tiap anaknya dan mempersiapkannya untuk masa depan yang akan
dihadapi.
5. Keluarga berencana dapat membantu masyarakat dan negara menjadi lebih kaya dan kuat.
Dengan melihat uraian di atas, sangat jelas bahwa dengan melaksanakan keluarga berencana
akan mendapatkan keuntungan yang besar bagi setiap keluarga.

Program Keluarga Berencana menurut H. M. Judono


Program Keluarga Berencana merupakan suatu langkah pertama yang diambil olleh
pemerintah dalam rangka menanggulangi peledakan penduduk. Hal initidak berarti mengabaikan
langkah langkah program lainnya. Pendapat lain mengemukakan alasan sebagai berikut:
Pertama, karena cara ini erat hubungannya dengan kesejahteraan ibu dan anak sehingga
keluarga berencana merupakan salah satu usaha kesehatan yang tidak perlu diragukan lagi;
kedua, karena sifatnya yang sukarela keluarga berencana dapat dianggap sebagai cermin
kebebasan pribadi setiap pasangan suami istri.

Dengan adanya keluarga berencana maka orang akan mencoba dengan cara cara yang telah
ditentukan oleh pemerintah yang tidak bertentangan dengan agama, etik, sosial dan budaya
bangsa, petugas keluarga berencana dapat membantu masyarakat untuk menentukan pilihannya
bahwa dengan keluarga berencana merupakan suatu hal yang baik, dengan jalan menunjukkan
bagaimana eratnya hubungan antara cara cara keluarga berencana dengan masalah yang
berkaitan dengan jaminan akan merasa aman, pengaturan kelahiran anak, juga dapat
dikemukakan pula bahwa dengan keluarga berencana akan dapat menciptakan suasanan yang
lebih sejahtera.
Dalam hubungannya dengan masalah pengaturan jumlah kelahiran, maka gerakan keluarga
berencana yang dilancarkan oleh para petugasnya merupakan suatu tanggapan praktis dan
utama dalam menghadapi jumlah angka kelahiran yang besar.
Oleh karena itu sebagai cara yang terbaik untuk mewujudkan persetujuan seseorang untuk
ikut berkeluarga berencana harus bisa membantu para akseptor dalam melaksanakan keluarga
berencana, serta menyadarkan masyarakat tentang tujuan dan manfaat orang melaksanakan
keluarga berencana. Adapun penerangan dan pendidikan yang harus diberikan petugas dalam
membantu menyadarkan masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Dua anak sudah cukup;
2. Setelah setiap kelahiran hendaknya diikuti dengan penggunaan cara cara kontrasepsi,
untuk menunda kehamilan kalau tidak untuk membatasinya.
3. Orangtua yang bertanggung jawab memerlukan keluarga berencana.
4. Keluarga berencana harus segara dimulai untuk menghindarkan problema problema
dikemudian hari (ekonomi, kesejahteraan dan lain lain)/
5. Hanya mereka sendirilah yang dapat merencanakan keluarga.
Usaha untuk mengatur jumlah kelahiran dalam suatu keluarga banyak didasarkan
pertimbangan pertimbangan sebagaimana telah dikemukakan di atas. Hal tersebut
dimaksudkan bahwa dengan keluarga berencana akan banyak mendatangkan keuntungan bagi
suatu keluarga.

B. Pelaksanaan Program Keluarga Berencana dalam Repelita IV


Sesuai dengan Keppres no. 33 tahun 1978, maka BKKBN, mempunyai tugas pokok. Didalam
melaksanakan tugas pokok tersebut dalam BKKBN menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Merumuskan kebijaksanaan tugas program Keluarga Berencana Nasional;


2. Merumuskan kebijaksanaan kependudukan yang mendukung Program Keluarga
Berencana Nasional secara menyeluruh dan terpadu;
3. Mengkoordinasi

perencanaan,

mengadakan

supervisi,

dan

evaluasi

terhadap

pelaksanaan Program Keluarga Berencana Nasional;


4. Mengkoordinasi dan melakukan supervisi terhadap jenis dana dan sarana pelaksanaan
program

Keluarga

Berencana

Nasional

dan

program

kependudukan

yang

mendukungnya, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri;


5. Membina kegiatan kerja sama dengan negara negara asing dan badan badan
internasional dalam bidang keluarga berencana dan kependudukan yang mendukung
Program Keluarga Berencana Nasional;
6. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan tenaga program Keluarga Berencana dan
program kependudukan yang mendukungnya.
Sasaran program Keluarga Berencana ke seluruh wilayah Indonesia dilakukan setahap demi
setahap.
Dalam Repelita I
Repelita II

: dilaksanakan di Jawa dan Bali


: diperluas ke
1. D.I. Aceh
2. Sumatera Utara
3. Sumatera Barat
4. Sumatera Selatan
5. Lampung
6. Kalimantan Barat
7. Kalimantan Selatan
8. Sulawesi Utara
9. Sulawesi Selatan
10. Nusa Tenggara

Repelita III dan Repelita IV : Seluruh wilayah Indonesia


Peserta Keluarga Berencana dari
Repelita I : 4 juta
Repelita II : 8,8 juta, ada kenaikan

Repelita III : 14.6 juta


KB Lestari (juta)

KB Baru (juta)

Jumlah (juta)

Repelita I

1,7

2,3

Repelita II

5,5

3.3

8,8

Repelita III

12,3

4,3

14,6

Menurut sensus penduduk tahun 1971 dan 1980 maka ada kemajuan yang berarti, lihat data
dibawah ini :
Keterangan

1971

1980

1. Kelahiran Kasar

44

36

- 18%

2. Kelahiran/wanita

5,6

4,6

- 29,3%

44%

41%

- 6,82%

21,1 th

21,8 th

+ 3,3%

72%

70%

- 2,78%

19/1000

12,5/1000

- 34%

140/1000

100/1000

- 29%

46 th

53 th

3. Struktur umur
kawin ( -15 tahun)
4. Rata rata Umur
Kawin

Ada Perubahan

5. Umur Wanita
Kawin (15-49
tahun)
6. Tingkat kematian
kasar
7. Angka kematian
bayi
8. Harapan hidup

+ 15,22%

Catatan : (-) berarti ada penurunan


(+) berarti ada penambahan
Dari data tersebut sebagai akibat kebijaksanaan program Keluarga Berencana, yang
mempunyai aspek antara lain:
- Angka kelahiran kasar yang menurun 18%
- Struktur umur kawin menurun 6,82%

- Rata-rata umur kawin naik 2,78%


- Tingkat kematian kasar menurun 34%
- Harapan hidup naik 15%
Dari data tersebut aspek Keluarga Berencana mempunyai pengaruh yang luas terhadap pola
kehidupan bangsa, namun demikian masih ada beberapa yang perlu diselesaikan:
1. Jumlah penduduk dalam rangka absolut/mutlak tetap tingga dan selalu naik sebesar
angka relatifnya. Adanya pertumbuhan pada pasangan usia subur (15 44 th)
diperkirakan jumlah wanita pada tahun pertama Repelita IV 24,6 juta menjadi 27,5 juta
pada akhir Repelita IV.
2. Dalam survey yang dilakukan BKKBN di Jawa dan Bali dikhawatirkan cenderung titik
jenih, dalam rangka mempertahankan kelangsungan para peserta diperlukan usaha
usaha yang lebih besar.
3. Masih mengalami hambatan hambatan, karena dalam pelaksanaan kurangnya sarana,
prasarana dan komunikasi.
4. Perlu adanya peningkatan koordinasi di lapangan pemantapan kelembagaan agar
Keluarga Berencana lestari tetap berlangsung, dan dapat mendapatkan peserta Keluarga
Berencana baru.
5. Perlu ditingkatkan penerangan dan pendidikan tentang kependudukan teristimewa
tentang pemantapan asas sukarela dan kesadaran masyarakat
6. Dengan semakin meingkatnya sasaran= sasaran keluarga berencana dan semakin
meluasnya jangkauan wilayah pelaksanaan, maka diperlukan pengembangan sistem
pengumpulan, pengolahan, penyajian dan pemanfaatan informasi kependudukan dan
Keluarga Berencana dalam rangka mewujudkan sistem pelaksanaan yang terpadu.
Apabila dilihat angka angka yang lebih jauh maka dalamRepelita I dan Repelita II dalam buku
yang dikeluarkan BKKBN maka ada kemajuan atau keberhasilan program Keluarga Berencana, hal
ini dalam kasus:

A. Jumlah peserta Keluarga Berencana Baru


TARGET DAN HASIL PESERTA KELUARGA BERENCANA BARU SELAMA 2 PELITA

Tahun

Target Peserta KB
Baru

Hasil Peserta KB Baru

% Hasil terhadap
Target

1969/70

100.000

53.103

53,1

1970/71

125.000

181.059

144,8

1971/72

550.000

519.330

94,4

1972/73

1.000.000

1.078.889

107,9

1973/74

1.250.000

1.369.077

109,5

Pelita I

3.025.000

3.201.458

105,8

1974/75

1.450.000

1.592.891

109,9

1975/76

1.600.000

1.966.585

122,9

1976/77

1.775.000

2.212.790

124,7

1977/78

1.975.000

2.248.468

113,8

1978/79

2.200.000

2.215.884

100,7

Pelita II

9.000.000

10.236.618

113,7

B. Penggunaan alat alat kontrasepsi apabila kita lihat dari Keluarga Berencana Baru
Jumlah Peserta KB Baru Per Metode
Tahun

1969/70

1970/71

1971/72

1972/73

1973/74

PIL (%)

IUD (%)

Kondom
(%)

Tablet
Vaginal
(%)

Suntikan

Lain lain

(%)

(%)

Total (%)

14.579

29.040

9.484

53.103

(27,5)

(54,7)

(17,8)

(100,0)

79.768

76.373

24.918

181.059

(44,0)

(42,2)

(13,8)

(100,0)

281.757

212.668

16.296

8.609

519.330

(54,3)

(40,9)

(3,1)

(1,7)

(100,0)

607.050

380.253

77.418

14.168

1.078.889

(56,3)

(35,2)

(7,2)

(1,3)

(100,0)

857.700

293.171

210.551

7.655

1.369.077

1974/75

1975/76

1976/77

1977/78

1978/79

(62,6)

(21,4)

(15,4)

(0,6)

(100,0)

1.087.760

187.153

301.094

2.918

4.283

9.683

1.592.891

(68,3)

(11,7)

(18,9)

(0,2)

(0.3)

(0.6)

(100,0)

1.330.269

251.994

356.282

1.955

11.451

14.634

1.966.585

(67,9)

(12,8)

(18,1)

(0,1)

(0.6)

(0,7)

(100,0)

1.481.703

400.234

279.080

1.730

27.536

22.507

2.212.790

(66,9)

(18,1)

(12,6)

(0,1)

(1,2)

(1,1)

(100,0)

1.595.544

366.619

201.053

1.172

48.460

35.620

2.248.468

(70,9)

(16,3)

(8,9)

(0.1)

(2,2)

(1,6)

(100,0)

1.524.497

405.698

176.880

1.374

67.566

39.869

2.215.884

(68,8)

(18,3)

(8,0)

(0,1)

(3,0)

(1,8)

(100,0)

Keluarga Berencana lestari apabila dilihat Current User baik Keluarga Berencana Baru
PROSENTASE HASIL CURRENT USER PER METODE KONTRASEPSI
TAHUN 1969/70 1978/79

Tahun

Metode Kontrasepsi

Total

Pil

IUD

Kondom

Suntikan

Lain-lain

1969/70

1970/71

1971/72

43,2

55,3

1,5

366.669

1972/73

44,5

53,5

2,0

1.025.472

1973/74

51,5

45,6

2,9

1.680.665

1974/75

59,3

34,6

5,6

0,1

0,4

2.469.484

1975/76

62,3

31,6

5,0

0,3

0,8

3.202.305

1976/77

59,8

34,0

4,2

0,8

1,2

3.808.890

1977/78

60,1

32,2

4,4

1,2

1,7

4.687.723

1978/79

64,4

27,0

5,5

1,1

2,0

5.541.417

Catatan:
Current User: Pemakaian alat alat kontrasepsi maka current user dapat dibagi.

1. Current User pil


Jumlah current user dihitung berdasarkan jumlah pil orae yang disampaikan kepada
peserta KB Baru/lestari
2. Current User kondom
Perkiraan current user kondom dihitung berdasarkan jumlah pemberian yang disampaikan
kepada peserta Keluarga Berencana
3. Current User IUD (Infra Uterine Devise/Spiral)
Pemaikaian Current user dihitung berdasarkan tingkat pemakaian dari akseptor.
4. Current User Suntikan
Perkiraan current user suntikan berdasarkan jumlah suntikan yang dilakukan baik kepada
peserta Keluarga Berencana Baru maupun ulangan selama tiga bulan.

5. Current User Medis Operatif Wanita (MOW)


Current user MOW dihitung saat diadakan operasi medis terhadap wanita dengan asumsi
bahwa rata rata ketahan/efektifitas dari akseptor 7 tahun (tubektomi)
6. Current User Medis Operatif Pria (MOP)
Dihitung saat diadakan operasi medis terhadap akseptor laki-laki/ pria yang efektivitasnya
rata-rata 7 tahun (vasektomi)
Kebijaksanaan dan langkah langkah yang diambil dalam Pelita IV dalam Keluarga Berencana :
- Sasaran pokok Kebijaksanaan Kependudukan
Dengan demikian maka arah dan dan sasaran pokok kebijaksanaan dan kependudukan dalam
jangka panjang meliputi :
1. Menurunkan tingkat kelahiran yang akan dilaksanakan melalui usaha usaha langsung
maupun usaha usaha tidak langsung. Usaha usaha langsung meliputi antara lain
kegiatan kegiatan penyebarluasan dan penyediaan sarana sarana keluarga berencana
serta usaha meningkatkan pengetahuan dan praktek pelaksanaan keluarga berencana.
Usaha usaha tidak langsung meliputi antara lain berbagai kegiatan dan usaha yang
mendorong para keluarga untuk melaksanakan norma keluarga kecil, sehat dan sejahtera.

2. Menurunkan tingkat kematian terutama tingkat kematian anak anak yang akan
dilaksanakan melalui berbagai upaya yang meliputi upaya dibidang kesehatan, pangan dan
gizi, pendidikan perumahan dan penyediaan air bersih dan lain lain. usaha usaha

menurunkan tingkat kematian terutama tingkat kematian anak anak berkaitan erat
dengan upaya menurunkan tingkat kelahiran.

3. Meningkatkan tingkat harapan hidup, yaitu meningkatkan umur rata rata penduduk
Indonesia. Hal ini akan dapat dicapai dengan berhasilnya dilaksanakan penurunan tingkat
kematian dan tingkat kelahiran yang kesemuanya itu merupakan hasil upaya
pembangunan diberbagai bidang.

4. Menyebarkan penduduk dan tenaga kerja yang lebih serasi dan seimbang yang akan
dilaksanakan melalui berbagai usaha dibidang transmigrasi, pembangunan daerah,
pembangunan kota dan desa, pembangunan prasarana perhubungan dan jasa angkutan,
dan penyebaran kegiatan pembangunan antar daerah yang lebih serasi dan lain lain.
Hingga diharapkan dalam Pelita IV akan tercapai:
a. Tingkat kematian kasar akan turun dari:
11,69 per 1000 menjadi 10.12 per 1000
b. Tingkat kematian bayi diharapkan akan turun dari:
90,3 per 1000 mejadi 70 per 1000 akhir Pelita IV
c. Kematian balita (1-4 tahun) diharapkan turun:
17,8 per 1000 menjadi 14 per 1000 pada akhir Pelita IV
Dalam Repelita IV Pelaksanaan program Keluarga Berencana ditujukan untuk:
1. Membantu tercapainya sasaran penurunan tingkat kelahiran dalam jangka panjang, yaitu
menurun dengan 50% tingkat kelahiran dalam jangka panjang. Dalam kaitan ini maka
dalam Repelita IV tingkat kelahiran diperkirakan akan turun dari 33,46 per seribu
penduduk menjadi 31,02 per seribu penduduk.
2. Meningkatkan jumlah peserta keluarga berencana atas dasar kesadaran dan sukarela
dengan mempertimbangkan nilai nilai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa serta memelihara peserta keluarga berencana lestari.
3. Mengembangkan usaha usaha membantu meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak,
memperpanjang harapan hidup, menurunkan tingkat kematian bayi dan anak dibah lima
tahun, serta memperkecil kematian ibu karena kehamilan dan persalinan
4. Menghimpun bahan bahan bagi penyusunan kebijaksanaan kependudukan yang
menyeluruh dan terpadu baik tingkat nasional maupun daerah yang diarahkan untuk

mewujudkan penduduk Indonesia dengan ciri perilaku demografis yang menguntungkan


bagi pelaksanaan pembangunan nasional.
5. Meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat terhadap masalah kependudukan yang
menjurus ke arah penerimaan dan penghayatan norma keluarga kecil yang bahagia dan
sejahtera sebagai cara hidup yang layak dan bertanggung jawab.