Anda di halaman 1dari 25

BAB III

TINJAUAN KASUS
3.1 PENGKAJIAN
3.1.1 Data Dasar
A. Identitas Klien
1. Nama
: An. A
2. Tempat tgl lahir
: 25 Juli 2013
3. Jenis kelamin
: Laki-laki
4. Umur
: 15 bulan
5. Agama
: Islam
6. Alamat
: Rambatan
7. Tgl masuk
: 11 November 2014
8. Tgl Pengkajian
: 12 November 2014
9. Diagnosa Medik
: Kejang Demam
B. Identitas orang Tua
1. Ayah
a. Nama
: Tn. A
b. Usia
: 25 tahun
c. Pendidikan
: SMA
d. Pekerjaan
: Wiraswasta
e. Agama
: Islam
f. Alamat
: Rambatan
2. Ibu
a. Nama
: Ny. R
b. Usia
: 25 tahun
c. Pendidkan
: SMA
d. Pekerjaan
: IRT
e. Agama
: Islam
f. Alamat
: Rambatan

3.1.2. Alasan Masuk


Pada tanggal 11 November 2014 An. A masuk ruangan anak kiriman
IGD dengan keluhan orang tua An. A mengatakan An. A Kejang jam 11
malam 5 menit lamanya dan kemudian berulang lagi jam 2 malam 15
menit juga lamanya.
3.1.3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Orang tua An. A mengatakan An. A badannya panas suhu badan
38,20 C dan tidak turun-turun, tidak mau makan dan setiap makan anaknya
akan muntah-muntah.

24

3.1.4. Riwayat Kesehatan Dahulu


Klien pernah di rawat di rumah sakit dengan penyakit yang sama 2
minggu yang lalu.
Riwayat kehamilan :
Pre natal :
Selama kehamilan ibu tidak pernah mengkonsumsi obat sembarangan, ibu
klien hanya mengkonsumsi obat yang di berikan bidan ataupun dokter. Masa
hamil ibu mengalami mual dan muntah pada usia kehamilan 6 bulan.
Intra natal :
Melahirkan di Bidan dengan BB lahir 2600 gram dan PB 49 cm
Post natal:
Sejak lahir bayi tidak mendapatkan ASI dari ibunya, bayi mengkonsumsi
susu bantu, karena asi dari ibunya tidak ada
3.1.5. Riwayat Kesehatan Keluarga
An. A tinggal bersama kedua orangtuanya. Orang tua mengatakan mereka
tinggal dirumah sendiri dan rumah mereka berada didepan jalan raya. Didalam
keluarga tidak ada anggota keluarga lain yang menderita penyakit yang sama
dengan An. A.

Genogram:

keterangan :

25

:
:
:
:
:
:

laki laki
perempuan
meninggal
laki laki meninggal
serumah
pasien

3.1.6. Kebutuhan Dasar


Pola kebiasaan sehari-hari
Pola Nutrisi

Sebelum di rawat

Saat di rawat

Makan
- Frekuensi makan

- 3x / hari

- 3x / hari 3 sendok

- Jenis makanan

- Makanan biasa

- Makanan lunak

- Alergi

- Tidak ada

- Tidak ada

- Keluhan

- Tidak ada

- Muntah 5-6 x/ hari

- Frekuensi minum

- 3-4 gelas / hari

- 3-4 gelas / hari

- Jenis makanan

- PASI (susu formula)

- PASI (susu formula)

Minum

- Keluhan
Pola eliminasi

5-6 x/hari

5-6 x/hari

- Tidak ada

- Tidak ada

BAB
-

Frekuensi

- 1 2 x/hari

- 2-3 x/kali

Waktu

- Pagi dan sore

- Tidak tentu

Warna

- Kuning

- Kuning

Konsistensi

- Lunak

- Lebih lunak dari


biasanya

Keluhan

- Tidak ada

- Tidak ada

Frekuensi

- 2 4 x / hari

- 3 x / hari

Warna

- Khas warna urine

- Khas warna urine

- Tidak ada

- Tidak ada

- Siang dan malam

- Siang dan malam

BAK

Keluhan
Pola istirahat dan tidur
- Waktu

26

- Lama

- 1 jam + 9 jam

- 3 jam + 8 jam

- Keluhan

- Tidak ada

- Sering terbangun dan


tidak nyenyak

Pola kebersihan diri


Mandi
- Frekuensi

Berpakaian

- 1 2 x / hari

- Hanya di lap

- Dibantu

- Dibantu

3.1.7. Pengkajian Fisik


A. Data Klinik
Keadaan umum : Lemah
Tingkat kesadaran : composmentis
Tanda vital
Nadi
: 118 x/i
Suhu
: 38,2 0C
Pernafasan
: 36 x/i
BB
:
8,99 kg
TB
:
79 cm
B. Pemeriksaan Fisik
1. Kepala
Inspeksi : Rambut hitam, dan lurus, lesi (-)
Palpasi : Rambut teraba tipis, pembengkakan (-), nyeri tekan (-)
Kesimpulan masalah keperawatan : Tidak ada masalah
2. Mata
Inspeksi : Konjungtiva anemis (-), sayu, sclera ikterik (-), pupil isokor,

3.

4.

5.

6.

simetris
Palpasi : Tidak teraba pembengkakan, peningkatan TIO (-)
Kesimpulan masalah keperawatan : Tidak ada masalah
Hidung
Inspeksi : terdapat sekret, tidak terlihat pembengkakan
Palpasi : Tidak teraba pembengkakan, nyeri tekan (-)
Kesimpulan masalah keperawatan : Tidak ada masalah
Telinga
Inspeksi : Simetris, serumen (+), lesi (-)
Palpasi : Tidak terba pembengkakan, kartilago teraba lentur
Kesimpulan masalah keperawatan : Tidak ada masalah
Mulut
Inspeksi : Gigi belum lengkap, tidak ada stomatitis, mukosa bibir kering
Palpasi : Tidak teraba pembengkakan
Kesimpulan masalah keperawatan : Tidak ada masalah
Leher
Inspeksi : Tidak terlihat pembeseran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe
Palpasi : Tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid
Kesimpulan masalah keperawatan : Tidak ada masalah

27

7. Dada
a. Paru-paru
Inspeksi
: Simetris kiri dan kanan, retraksi interkosta (-)
Palpasi
: Taktil fremitus sama KI=KA
Perkusi
: Resonan
Auskultasi : Vesikuler di seluruh lapang paru
b. Jantung
Inspeksi
: Ictus cordis mulai terlihat pada RIC ke-5
Palpasi
: Ictus cordis mulai teraba di RIC ke-2
Perkusi
: Dullnes
Auskultasi : S1 dan S2 murni, tidak ada suara tambahan (S3)
Kesimpulan masalah keperawatan : tidak ada masalah
8. Abdomen
Inspeksi
: Perut datar, lesi (-)
Palpasi
: Nyeri tekan (-)
Perkusi
: Thimpani
Auskultasi
: BU 12 x/i
Kesimpulan masalah keperawatan : Tidak ada masalah
9. Muskuloskeletal
Inspeksi : Tidak udem, terpasang infus KaEN 1B di tangan kiri
Palpasi : Rentang gerak normal
Kesimpulan masalah keperawatan : Tidak ada masalah
Kelainan otot :
5555 5555
5555
5555
3.1.8 Data Penunjang
A. Laboratorium
Tanggal 10-11-2014
1.
2.
3.
4.

Hb
Leukosit
Hematokrit
Trombosit

: 11,1 gr/dl (12-16 gr/dl)


: 55,4 103/ mm3 (3,5-10,0)
: 32,6 % (37-47)
: 365 103/mm3 (100-500)

Tanggal 11-11-2014
1. Hb
2. Leukosit
3. Hematokrit
4. Trombosit
B. Diagnostik

: 11,4 gr/dl (12-16 gr/dl)


: 34,1 103/ mm3 (5,5-10,0)
: 32,5 % (37-47)
: 603 103/mm3 (100-500)

Dx. Medis : Kejang Demam Kompleks


3.1.9

Penatalaksanaan
Therapy
1. IVFD KaEN 1B 10 tts/i
28

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Ceftriaxone 2x250 mg
Luminal 2x20 mg
Sanmol 4x1 cth
Puyer 4x1 cth (batuk)
Lacto B 2x1sc
Zinkid 1x20 mg

3.1.10 Fokus
Ds :
- Ny. R mengatakan anaknya baru keluar rumah sakit 2 minggu yang lalu
dengan riwayat kejang dan saat ini kembali dibawa ke rumah sakit karena
anaknya kembali kejang dirumah
- Ny. R mengatakan anaknya sudah tidak kejang lagi setelah dirawat namun
dari semalam panas anaknya tidak turun-turun
- Ny. R mengatakan badan anaknya terasa panas sejak semalam
- Ny. R mengatakan panas anaknya tidak turun-turun
- Ny. R mengatakan nafsu makan anaknya menurun, sehingga tidak mau
makan
- Ny. R mengatakan anaknya muntah seteah makan
- Ny. R mengatakan anaknya sering rewel dan tidak mau berada di ruang
rawatan
- Ny. R mengatakan klien sangat cemas kalau didatangi perawat ataupun
dokter
- Ny. R mengatakan klien selalu menangis jika di periksa
Do :
-

Klien tidak kejang lagi setelah mendapatkan perawatan


Klien tampak lemah
Suhu tubuh klien tidak stabil
Suhu : 38,2 0C
Pernafasan : 36 x/i
Nadi : 118 x/i
Hb : 11,1 gr/dl (12-16 gr/dl)
Leukosit : 55,4 103/ mm3 (3,5-10,0)
Kulit klien tampak kemerahan
Nafsu makan klien menurun
Diit yang disediakan tidak habis, kurang dari porsi
Terjadi penurunan BB : BB badan sebelum sakit 11 kg, BB setelah sakit

8,99 kg
- Klien tampak gelisah jika di dekati dan langsung menangis saat dperiksa
- Klien selalu ingin keluar dari rungan rawatan
3.1.8 Pemeriksaan Tingkat Pertumbuhan Dan Perkembangan
29

1.

Kemandirian dalam bergaul


An. A Bermain dengan teman sebaya dan orang tuanya

2. Motorik Halus
An. A dapat meniru gambar bujur sangkar dan dapat menggunakan
gunting
2. Motorik Kasar
An. A dapat berdiri satu kaki beberapa dan dapat melampar serta
menangkap bola
3.2 ANALISA DATA
No
1

Data

Etiologi

Masalah

Ds :
- Ny. R mengatakan anaknya baru

Kejang berulang

Risiko injury

- Ny. R mengatakan badan anaknya

Peningkatan suhu

Hipertermi

terasa panas sejak semalam


- Ny. R mengatakan panas anaknya

tubuh sekunder

keluar rumah sakit 2 minggu yang lalu


dengan riwayat kejang dan saat ini
kembali dibawa ke rumah sakit karena
anaknya kembali kejang dirumah
- Ny. R mengatakan anaknya sudah
tidak kejang lagi setelah dirawat
namun sejak semalam panas anaknya
tidak turun-turun
Do :
-

Klien tidak kejang lagi setelah

mendapatkan perawatan
Suhu tubuh klien tidak stabil
Suhu : 38,2 0C
Pernafasan : 36 x/i
Nadi : 118 x/i
Leukosit : 55,4 103/ mm3
Ds :

tidak turun-turun

30

proses infeksi

Do :

Ds :

Suhu tubuh klien tidak stabil


Suhu : 38,2 0C
Pernafasan : 36 x/i
Nadi : 118 x/i
Leukosit : 55,4 103/
Kulit klien tampak kemerahan

- Ny. R mengatakan nafsu makan


anaknya menurun, sehingga tidak mau
makan
- Ny. R mengatakan anaknya muntah-

Intake nutrisi

Nutrisi kurang

kurang dari

dari kebutuhan

kebutuhan tubuh

tubuh

Proses

Kecemasan

muntah setelah makan


Do :
-

Nafsu makan klien menurun


Diit yang disediakan tidak
habis, kurang dari 1/4 porsi
Terjadi penurunan BB : BB
badan sebelum sakit 11 kg, BB

setelah sakit 8,99 kg


Ds :
- Ny. R mengatakan anaknya sering
rewel dan tidak mau berada di ruang
rawatan
- Ny. R mengatakan klien sangat cemas
kalau didatangi perawat ataupun
dokter
- Ny. R mengatakan klien selalu
menangis jika di periksa
Do
-

Klien tampak gelisah jika di


dekati dan langsung menangis saat

dperiksa
Klien selalu ingin keluar dari
ruang rawatan

31

Hospitalisasi

3.3. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1) Hipertermi b.d proses infeksi
2) Resiko injury berhubungan dengan kejang berulang
3) Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh
4) Kecemasan pada anak berhubungan dengan proses hospitalisasi

32

3.4 RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


No Diagnosa NOC
1. DX 1
Thermoregulasi

NIC
Fever treatment

Kriteria hasil:

1. Monitor suhu minimal setiap

Suhu dalam rentang

2. Monitor warna dan suhu

normal

2 jam
kulit

TTV dalam batas


normal

3. Monitor TD, nadi dan RR

Tidak ada perubahan

4. Atasi demam dengan

warna kulit dan tidak

kompres hangat pada lipat

ada pusing, merasa

paha dan aksila


5. Tingkatkan intake cairan dan

nyaman

nutrisi
6. Anjurkan untuk
meningkatkan istirahat
7. Monitor hasil laboratorium
darah
8. Kolaborasi dalam pemberian
cairan intra vena
9. Kolaborasi dalam pemberian
anti piretik
2.

DX 2

Risk control

Environment management

Risk detection

1. Identifikasi kebutuhan

Personal safety

keamanan pasien sesuai

Kriteria hasil :

dengan kondisi fisik dan

Tidak terjadi kejang

riwayat penyakit terdahulu


2. Menganjurkan keluarga

berulang

Bebas dari cidera

untuk menemani pasien dan

Mampu mengenali

melaporkan setiap perubahan


yang terjadi pada anak

perubahan status

3. Sediakan lingkungan yang

kesehatan
33

aman
4. Memindahkan barang-barang
yang dapat membahayakan
5. Memasang side rail tempat
tidur
6. Menghindari lingkungan
3.

DX 3

Nutritional status : food and

yang berbahaya
Nutrition management

fluid intake

1. Kaji adanya alergi makan

Nutrisional status : nutrient

2. Yakinkan diet yang dimakan

intake

mengandung tinggi serat

Kriteris hasil:

untuk mencegah konstipasi

Nafsu makan meningkat

Tidak terjadi penurunan

3. Monitor adanya penurunan


bb
4. Monitor lingkungan selama

BB yang berarti

makan

BB ideal

Tidak terjadi tandatanda malnutrisi

5. Monitor turgor kulit


6. Monitor kekeringan
7. Monitor mual muntah
8. Monitor pucat, kemerahan
9. Kolaborasi dengan ahli gizi
untuk menentukan jumlah
nutrisis yang dibutuhkan

4.

DX 4

pasien
Anxiety reduction

Anxiety control
Coping

1. Gunakan pendekatan yang

Kriteria Hasil:

menenangkan
2. Jalin hunbungan saling

Klien mampu
mengidentifikasi dan

percaya dan komunikasi yang

mengungkapkan gejala

baik dengan anak


3. Indentifikasi tingkat

cemas

Mampu mengontrol

kecemasan
4. Ajak anak berkomunikasi

kecemasan
34

Kecemasan berkurang

saat akan melakukan

Mampu menyesuaikan

tindakan

diri dengan lingkungan

5. Temani anak untuk


memberikan keamanan dan

RS

mengurangi takut
6. Anjurkan keluarga memenuhi
kebutuhan dan keinginan
anak

3.5 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN


Hari Ke 1

35

No. DX
1.
1

TGL
Rabu

Implementasi
1. Memonitor suhu dan

Evaluasi
S:

12/11/14

warna kulit minimal

Ibu An. A mengatakan

17.00

setiap 2 jam

suhu badan anaknya

2. Mengukur dan

belum turun-turun

memonitor TD, nadi

O:

dan RR

Kulit An. A tampak

3. Mengatasi demam

memerah dan terasa

dengan kompres hangat hangat


pada lipat paha dan

S : 38,2 0C

aksila

P: 34 x/I N: 118 x/i

4. Menganjurkan untuk
tingkatkan intake

mm3

cairan dan nutrisi

IVFD KaEN 1B

5. Memonitor hasil
laboratorium darah
6. Berkolaborasi dalam

2.

20.00

Leukosit : 34,1 103/

lancar 10 tts/i
A:
Masalah belum

pemberian cairan intra

teratasi

vena dan pemberian

P:

obat sesuai indikasi


1. Mengidentifikasi

Intervensi dilanjutkan
S:

kebutuhan keamanan

Ibu An. A mengatakan

pasien sesuai dengan

anaknya tidak kejang

kondisi fisik dan

namun demamnya

riwayat penyakit

belum turun-turun

terdahulu yang dapat

O:

mengancam keamanan

An. A memiliki

2. Menganjurkan keluarga riwayat kejang


untuk menemani pasien

demam

dan melaporkan setiap

Suhu An. A tidak

perubahan yang terjadi

stabil S : 38,20 C

pada anak

An. A mendapat terapi

3. Membantu

konvulsan
36

Paraf

menyediakan

A:

lingkungan yang aman

Masalah belum

4. Memindahkan barang-

teratasi

barang yang dapat

P:

membahayakan

Intervensi dilanjutkan

5. Menghindari
lingkungan yang
3.

19.00

berbahaya
1. Mengkaji adanya alergi
terhadap makanan
2. Meyakinkan diet yang
tinggi serat untuk

Ibu An. A mengatakan

mencegah konstipasi

anaknya masih

4. Memonitor lingkungan
selama makan
5. Memonitor turgor kulit
dan kekeringan
6. Memonitor mual
muntah

muntah setelah makan


P:
An. A tidak
menghabiskan
makannya
An. A hanya makan 3
suap saja
BB : 8,99

7. Berkolaborasi dengan

17.00

anaknya tidak mau


makan

penurunan bb

Ibu An. A mengatakan

dimakan mengandung

3. Memonitor adanya

4.

S:

A:

ahli gizi untuk

Masalah belum

menentukan jumlah

teratasi

nutrisi yang dibutuhkan

P:

pasien
1. Mengunakan

Intervensi dilanjutkan
S:

pendekatan yang

Ibu An. A mengatakan

menenangkan

anaknya akan gelisah

2. Menjalin hunbungan

jika didatangi perawat

saling percaya dan

Ibu An. A mengatakan

komunikasi yang baik

anaknya selalu

37

dengan anak

menagis jika diperiksa

3. Mengindentifikasi
tingkat kecemasan
4. Mengajak anak

O:
An. A tampak cemas
dan takut jika didekati

berkomunikasi saat

petugas kesehatan

akan melakukan

A:

tindakan

Masalah belum

5. Menemani anak untuk

teratasi

memberikan keamanan

P:

dan mengurangi takut

Intervensi dilanjutkan

6. Mengajurkan keluarga
memenuhi kebutuhan
dan keinginan anak
Hari Ke 2
No. DX
1.
1

TGL
Kamis

Implementasi
1. Memonitor suhu dan

Evaluasi
S:

13/11/14

warna kulit minimal

Ibu An. A badan

05.00

setiap 2 jam

anaknya masih panas

2. Mengukur dan

O:

memonitor TD, nadi

Kulit An. A tampak

dan RR

memerah dan terasa

3. Mengatasi demam

hangat

dengan kompres hangat S : 39,6 0C


pada lipat paha dan

P: 38 x/I N: 124 x/i

aksila
4. Menganjurkan untuk

IVFD KaEN 1B

tingkatkan intake

lancar 10 tts/i

cairan dan nutrisi

A:

5. Berkolaborasi dalam

Masalah belum

pemberian cairan intra

teratasi

vena dan pemberian

P:

obat sesuai indikasi

Intervensi dilanjutkan

38

Paraf

2.

08.00

1. Mengidentifikasi

S:

kebutuhan keamanan

Ibu An. A mengatakan

pasien sesuai dengan

anaknya tidak kejang

kondisi fisik dan

namun demamnya

riwayat penyakit

belum turun-turun

terdahulu yang dapat

O:

mengancam keamanan

An. A memiliki

2. Menganjurkan keluarga riwayat kejang


untuk menemani pasien

demam

dan melaporkan setiap

Suhu An. A tidak

perubahan yang terjadi

stabil S : 39,60 C

pada anak

An. A mendapat terapi

3. Membantu

konvulsan

menyediakan

A:

lingkungan yang aman

Masalah belum

4. Memindahkan barang-

teratasi

barang yang dapat

P:

membahayakan

Intervensi dilanjutkan

5. Menghindari
lingkungan yang
3.

14.00

berbahaya
1. Meyakinkan diet yang

S:

dimakan mengandung

Ibu An. A mengatakan

tinggi serat untuk

anaknya tidak mau

mencegah konstipasi

makan

2. Memonitor adanya
penurunan bb
3. Memonitor lingkungan
selama makan
4. Memonitor turgor kulit
dan kekeringan
5. Memonitor mual
muntah

Ibu An. A mengatakan


anaknya tidak
muntah-muntah lagi
seperti kemaren
P:
An. A tidak
menghabiskan
makannya

39

6. Berkolaborasi dengan

An. A hanya makan

ahli gizi untuk

porsi

menentukan jumlah

BB : 8,90 kg

nutrisi yang dibutuhkan

A:

pasien

Masalah belum
teratasi
P:

4.

10.00

1.

Mengunakan

Intervensi dilanjutkan
S:

pendekatan yang

Ibu An. A mengatakan

menenangkan

anaknya selalu

2. Menjalin hunbungan

menagis jika diperiksa

saling percaya dan

O:

komunikasi yang baik

An. A tampak cemas

dengan anak

dan takut jika didekati

3. Mengindentifikasi
tingkat kecemasan
4. Mengajak anak

petugas kesehatan
A:
Masalah belum

berkomunikasi saat

teratasi

akan melakukan

P:

tindakan

Intervensi dilanjutkan

5. Menemani anak untuk


memberikan keamanan
dan mengurangi takut
6. Mengajurkan keluarga
memenuhi kebutuhan
dan keinginan anak
Hari Ke 3
No. DX
1.
1

TGL
Jumat

Implementasi
1. Memonitor suhu dan

Evaluasi
S:

14/11/14

warna kulit minimal

Ibu An. A mengatakan

12.00

setiap 2 jam

suhu badan anaknya

40

Paraf

2. Mengukur dan

sudah turun

memonitor TD, nadi

O:

dan RR

Suhu tubuh An. H

3. Menganjurkan untuk

sudah turun

tingkatkan intake

S : 36,8 0C

cairan dan nutrisi

P: 32 x/I N: 118 x/i

4. Berkolaborasi dalam

IVFD KaEN 1B

pemberian cairan intra

lancar 10 tts/i

vena dan pemberian

A:

obat sesuai indikasi

Masalah belum
teratasi
P:

2.

13.00

1. Mengidentifikasi

Intervensi dilanjutkan
S:

kebutuhan keamanan

Ibu An. A mengatakan

pasien sesuai dengan

anaknya tidak kejang

kondisi fisik dan

lagi setelah dirawat

riwayat penyakit

O:

terdahulu yang dapat

Suhu An. A sudah

mengancam keamanan

mulai stabil S : 36,8 0

2. Menganjurkan keluarga C
untuk menemani pasien

An. A mendapat terapi

dan melaporkan setiap

konvulsan

perubahan yang terjadi

A:

pada anak

Masalah belum

3. Membantu

teratasi

menyediakan

P:

lingkungan yang aman

Intervensi dilanjutkan

4. Memindahkan barangbarang yang dapat


membahayakan
5. Menghindari
lingkungan yang
41

3.

14.30

berbahaya
1. Meyakinkan diet yang

S:

dimakan mengandung

Ibu An. A mengatakan

tinggi serat untuk

anaknya sudah mulai

mencegah konstipasi

mau makan walaupun

2. Memonitor adanya
penurunan bb
3. Memonitor lingkungan
selama makan
4. Memonitor turgor kulit
dan kekeringan
5. Memonitor mual
muntah

sedikit
P:
An. A tidak
menghabiskan
makannya
BB : 8,88
A:
Masalah belum

6. Berkolaborasi dengan

teratasi

ahli gizi untuk

P:

menentukan jumlah

Intervensi dilanjutkan

nutrisi yang dibutuhkan


4.

11.00

pasien
1. Mengunakan

S:

pendekatan yang

Ibu An. A mengatakan

menenangkan

anaknya sudah mulai

2. Menjalin hunbungan

terbiasa dengan

saling percaya dan

kondisi RS, namun

komunikasi yang baik

tetap menangis jika

dengan anak

didekati petugas

3. Mengindentifikasi
tingkat kecemasan
4. Mengajak anak

keperawatan
O:
An. A tampak cemas

berkomunikasi saat

dan takut namun

akan melakukan

sudah mulai terbiasa

tindakan

dengan ruangan

5. Menemani anak untuk


memberikan keamanan
42

A:
Masalah belum

dan mengurangi takut


6. Mengajurkan keluarga
memenuhi kebutuhan

teratasi
P:
Intervensi dilanjutkan

dan keinginan anak

Hari ke 4
No. DX
1.
1

TGL
Sabtu

Implementasi
1. Memonitor suhu dan

Evaluasi
S:

15/11/14

warna kulit minimal

Ibu An. A mengatakan

17.00

setiap 2 jam

suhu badan anaknya

2. Mengukur dan

sudah stabil

memonitor TD, nadi

O:

dan RR

Suhu tubuh An. H

3. Menganjurkan untuk

sudah mulai stabil

tingkatkan intake

S : 36,5 0C

cairan dan nutrisi

P: 30 x/I N: 114 x/i

4. Berkolaborasi dalam

IVFD KaEN 1B

pemberian cairan intra

lancar 10 tts/i

vena dan pemberian

A:

obat sesuai indikasi

Masalah belum
teratasi
P:

2.

20.00

1. Mengidentifikasi

Intervensi dilanjutkan
S:

kebutuhan keamanan

Ibu An. A mengatakan

pasien sesuai dengan

anaknya tidak kejang

kondisi fisik dan

O:

riwayat penyakit

An. A memiliki

terdahulu yang dapat

riwayat kejang

mengancam keamanan

demam

2. Menganjurkan keluarga Suhu An. A sudah


untuk menemani pasien

43

stabil S : 36,50 C

Paraf

dan melaporkan setiap

An. A mendapat terapi

perubahan yang terjadi

konvulsan

pada anak

A:

3. Membantu

Masalah belum

menyediakan

teratasi

lingkungan yang aman

P:

4. Memindahkan barang-

Intervensi dilanjutkan

barang yang dapat


membahayakan
5. Menghindari
lingkungan yang
3.

19.00

berbahaya
1. Meyakinkan diet yang

S:

dimakan mengandung

Ibu An. A mengatakan

tinggi serat untuk

anaknya mau makan

mencegah konstipasi

walaupun tidak habis

2. Memonitor adanya
penurunan bb
3. Memonitor lingkungan
selama makan
4. Memonitor turgor kulit
dan kekeringan
5. Memonitor mual
muntah

P:
An. A tidak
menghabiskan
makannya
BB : 8,90
A:
Masalah belum
teratasi

6. Berkolaborasi dengan
ahli gizi untuk

P:
Intervensi dilanjutkan

menentukan jumlah
nutrisi yang dibutuhkan
4.

08.00

pasien
1. Mengunakan

S:

pendekatan yang

Ibu An. A mengatakan

menenangkan

anaknya sudah mulai

2. Menjalin hunbungan
44

bermain-main dsekitar

saling percaya dan

ruangan

komunikasi yang baik

O:

dengan anak

An. A sudah muali

3. Mengindentifikasi
tingkat kecemasan
4. Mengajak anak

ceria dari hari


sebelum-sebelumnya
A:

berkomunikasi saat

Masalah teratasi

akan melakukan

P:

tindakan

Intervensi dihentikan

5. Menemani anak untuk


memberikan keamanan
dan mengurangi takut
6. Mengajurkan keluarga
memenuhi kebutuhan
dan keinginan anak

Hari ke 5
No. DX
1.
1

TGL
Minggu

Implementasi
1. Memonitor suhu dan

Evaluasi
S:

16/11/14

warna kulit minimal

Ibu An. A mengatakan

08.00

setiap 2 jam

suhu badan anaknya

2. Mengukur dan

sudah turun

memonitor TD, nadi

O:

dan RR

Suhu tubuh An. A

3. Menganjurkan untuk

sudah stabil

tingkatkan intake

S : 36,5 0C

cairan dan nutrisi

P: 30 x/I N: 115 x/i

4. Berkolaborasi dalam

A:

pemberian cairan intra

Masalah belum

vena dan pemberian

teratasi

obat sesuai indikasi

P:
Intervensi dilanjutkan

45

Paraf

2.

09.00

1. Mengidentifikasi

S:

kebutuhan keamanan

Ibu An. A mengatakan

pasien sesuai dengan

anaknya tidak kejang

kondisi fisik dan

setelah dirawat

riwayat penyakit

O:

terdahulu yang dapat

An. A memiliki

mengancam keamanan

riwayat kejang

2. Menganjurkan keluarga demam


untuk menemani pasien

Suhu An. A tidak

dan melaporkan setiap

stabil S : 36,50 C

perubahan yang terjadi

An. A mendapat terapi

pada anak

konvulsan

3. Membantu

A:

menyediakan

Masalah belum

lingkungan yang aman

teratasi

4. Memindahkan barangbarang yang dapat

P:
Intervensi dilanjutkan

membahayakan
5. Menghindari
lingkungan yang
3.

17.00

berbahaya
1. Meyakinkan diet yang

S:

dimakan mengandung

Ibu An. A mengatakan

tinggi serat untuk

anaknya mau makan

mencegah konstipasi

P:

2. Memonitor adanya
penurunan bb
3. Memonitor lingkungan
selama makan
4. Memonitor turgor kulit
dan kekeringan
5. Memonitor mual
muntah

An. A menghabiskan
setengah dari porsi
makannya
BB : 8,92
A:
Masalah belum
teratasi
P:

46

6. Berkolaborasi dengan
ahli gizi untuk
menentukan jumlah
nutrisi yang dibutuhkan
pasien

47

Intervensi dilanjutkan

48