Anda di halaman 1dari 30

PROGRAM PENANGGULANGAN

HEPATITIS B
KELOMPOK 11
ANDI FIRMANDA
CATUR H
MAINA SUSANTI

Imunisasi Hepatitis B
1. Latar belakang program
- Usaha Indonesia imunisasi 1956
- Indonesia termasuk negara endemis yang
berkisar antara 5% - 20%
- kesepakatan dari World Health Assembly (WHA)
pada tahun 1992 yang telah memberikan
himbauan kepada Negara-negara dengan tingkat
Prevalensi Hepatitis B (HBsAg) diatas 8%,
- Indonesia mulai mengintegrasikan Imunisasi
Hepatitis B pada tanggal 1 April 1997

2 Tujuan
Tujuan umum menurunkan angka
kesakitan dan kematian akibat penyakit
yang dapat dicegah dengan imunisasi
(PD3I)
Tujuan Khusus : - Agar ibu mengerti
manfaat dari imunisasi

Masyarakat tau bahwa penyakit-penyakit


tertentu dapat dicegah dengan imunisasi

Sejarah

sejak abad ke 5 SM di Babilonia


Hipocrates, seorang tabib yunani kuno
(460-375 SM)
Kejadian Luar Biasa (KLB) pada
peperangan tahun 1870 yaitu perang
Franco Prussian War, tahun 1948
Perang Boer, tahun 1952 perang korea,
tahun 1956 perang Timur Tengah

Setelah dua ribu tahun kemudian penyakit


tersebut diketahui bahwa penyebab penyakit
tersebut adalah Virus Hepatitis B penemuan
ini berkat jasa Dr. Barunch S. Blumberg
bersama asistennya Dr. Barbara Warner
Pada tahun 1992 kesepakatan WHA (Word
Health Assembly) Prevalensi tinggi > 8%
untuk memasukan program imunisasi
hepatitis B sebagai program Nasional.

Hepatitis B

Hepatitis B adalah suatu penyakit


hati yang disebabkan oleh Virus
Hepatitis B (VHB)
Mula-mula dikenal sebagai serum
hepatitis dan telah menjadi epidemi
pada sebagian Asia dan Afrika.
Hepatitis B telah menjadi endemik di
Cina dan berbagai Negara Asia

Hepatitis B

Angka insidens penyakit Hepatitis pada umur <1


tahun di Indonesia selama kurun waktu 5 (lima)
tahun dari tahun 2000 sampai 2004 mempunyai
kecenderungan menurun dari 0, 83 per 10.000
pada tahun 2000 menjadi 0,56 per 10.000 pada
tahun 2004.
Kasus dan angka insidens Hepatitis per 10.000
umur < 1 tahun per propinsi di Indonesia tahun
2004 : kasus = 12162, angka insidens Hepatitis
0,09. Kasus terbanyak di Propinsi Jawa Barat,
Sulawesi Tengah, Lampung, Banten, Sumatera
Utara, Jawa Timur dan Sumatera Barat.

Faktor Penyebab

Penyebab Hepatitis B ternyata


semata-mata karena virus.

Cara Penularan

Penularan Perkutan Nyata


Hepatitis Pasca Tranfusi
Hemodialisis
Alat Suntik
Penularan Perkutan Tidak Nyata
Mikrolesi (eksim, Borok, garukan)

Penularan Melalui Selaput Lendir


Mulut (per oral)
Selaput lendir alat genetalia (seksual)
Penularan Perinatal
Dalam Uterus
Sewaktu Persalinan
Pasca Persalinan

Masa inkubasi :

28-120 hari, tetapi yang umum


dijumpai adalah 60 110 hari

Gejala dan tanda-tanda :


1. Akut :
Selera makan menurun
Rasa tidak enak diperut
Mual sampai muntah
Nyeri dan rasa penuh pada perut sisi kanan atas
Demam
Kadang-kadang disertai nyeri sendi
Setelah satu minggu timbul gejala utama yaitu :

Bagian putih pada mata (sklera) tampak kuning


Kulit seluruh tubuh tampak kuning
Air seni berwarna coklat seperti air teh

2. Kronis :

Sebagian besar tanpa gejala

Pada stadium lanjut dengan keluhan

muntah darah (Hematemesis)

berak darah (melena)

perut buncit (asites)

Penyebab kematian :

Kematian penderita Hepatitis B pada


umumnya di sebabkan karena tidak
terditeksinya penyakit secara dini
sehingga penderita datang dengan
kondisi gejala kronis serta
penanganan yang terlambat.

Diagnosa :

Pemeriksaan Laboratorium :
HbsAg
HVDNA

Penatalaksanaan

Ada tiga prinsip penatalaksanaan


hepatitis B virus akut yaitu:
Mengurangi angka kematian
Menghilangkan keluhan dan gejala
klinik yang ada
Memperpendek perjalanan penyakit
dan mencegah terjadinya komplikasi

Ada tiga cara dalam penatalaksanaan


Hepatitis B virus akut yaitu

Tirah baring
Diet
Obat-obatan

Epidemiologi Penyakit
Hepatitis B
A.
B.
C.

Agen
Host
Environment

Epidemiologi infeksi
Hepatitis B
350 juta karier
kronik
1 juta kematian
per tahun

Yaound
declaration
Oct 1991

Penyebab 1st at
2nd kanker hati

rendah < 2%

Prevalensi HBSAg

intermediate 2-7%

tinggi > 8%

1997

Situasi Program Hepatitis B


di Indonesia

Hingga saat ini program imunisasi hepatitis


B masih terus berjalan walaupun banyak
kendala yang dihadapi :
belum tercapainya target cakupan
imunisasi dan indek pemakaian vaksin yang
rendah.
melalui pelaksanaan program imunisasi
rutin, diharapkan dapat menekan prevalensi
kasus penyakit-penyakit tersebut

JADWAL IMUNISASI
Program Imunisasi
Bayi Lahir
di rumah

Bayi lahir di
RS/RB/Bidan
Praktek:

UMUR
0 bulan
2 bulan
3 bulan
4 bulan
9 bulan

VAKSIN
HB1, Polio1, BCG
HB2, DPT1, Polio2
HB3, DPT2, Polio3
DPT3, Polio4
Campak

JADWAL IM.Hep.B

Efektif umur 0 7 hr.


Interval HB1 Hb2 : 4 minggu
Interval HB2 HB3 : min. 4 minggu
(Sebaiknya 5 bulan).

Mengapa imunisasi Hepatitis


B harus diberikan
saat lahir?
?
Endemisitas
Karier kronik
Transmisi maternal

Program Imunisasi
Hepatitis B
1.

2.

3.

Perencanaan Program Imunisasi


Hepatitis B
Menentukan
Jumlah
Sasaran
Imunisasi Hepatitis
Pencatatan dan Pelaporan

Tata Laksana Program


Imunisasi
1.
2.
3.

Menentukan Target Cakupan


Menentukan Kebutuhan Vaksin
Menentukan Kebutuhan alat suntik

Pelaksanaan

1.
2.
3.

4.

Membuat Peta Operasional Pelayanan


Imunisasi hepatitis B
Jumlah penduduk sasaran diwilayah kerja
Wilayah dengan resiko tinggi atau priritas
Jalan-jalan, sungai, aliran sungai dan
gunung
Jumlah klinik Bersalin atau Bidan Praktek

Strategi hepatitis B

HB birth dose dalam paket:

Paket persalinan tenaga kesehatan


Paket pelayanan neonatal (KN1)

Mengunakan Prefilled injection device (PID)


Uniject HB
Sosialisasi: sebelum
diimplementasikan secara nasional

Pelatihan awal berjenjang


Melalui setiap pertemuan Lintas Program, org
Profesi, LSM, swasta

KESIMPULAN

Hepatitis B adalah Penyakit menular yang


disebabkan oleh Virus hepatitis. Penyakit hepatitis
ditularkan melalui kontak langsung seperti
Hubungan seksual, tranfusi darah, atau dari ibu ke
bayi.
Penyakit hepatitis B adalah penyakit yang bersifat
akut, menahun atau terjadi pengerasan hati
( sirosis ) maupun kanker hati.
Program hepatitis unijec pada tempat tempat
pelayanan kesehatan dapat terlaksana sesuai
dengan umur sasaran ( 0 7 hari ).
Program DPT- HB diharapkan dapat berjalan secara
baik dan dapat tercapai sesuai dengan target
Nasional.

SARAN

Bagi sarana pelayanan unit tranfusi darah PMI agar


lebih jeli dalam menseleksi para pendonor dan
pemeriksaan serum darah HbsAG.
Memberikan pengetahuan pada ibu hamil manfaat
dari pemberian hepatitis segera setelah bayi lahir.
Puskesmas membuat jumlah pelayanan kesehatan di
wilayah kerjanya dan mendata jumlah persalinan
untuk menghitung jumlah vaksin hepatitis B unijec.
Melaksanakan pelatihan cara pemberian hepatitis
unijec bagi tenaga kesehatan yang baru.

TERIMA KASIH