Anda di halaman 1dari 3

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai
berikut :
1. Angka kesakitan Thypus Abdominalis 2010-1011 mencapai puncak pada
bulan Januari tahun 2011 sebanyak 61 kasus (23,64%). Tahun 2010-2011
kejadian Thypus Abdominalis terendah terjadi pada bulan Agustus dan
September tahun 2011 sebanyak 12 kasus (4,65%). Pasien Thypus
Abdominalis berdasarkan jenis kelamin didapatkan pasien laki laki lebih
banyak dibandingkan perempuan yaitu laki laki

sebesar 250 kasus

(52,3%) dan perempuan sebesar 228 kasus (47,7%).


2. Pasien Thypus Abdominalis berdasarkan usia, kasus terbanyak terjadi pada
usia 5-10 tahun dengan jumlah mencapai 143 kasus (29,92%) dan kasus
terendah terjadi pada usia >40 tahun dengan jumlah mencapai 9 kasus
(4,09%).
3. Puskesmas Mayangan mencakup 6 desa, dimana angka kesakitan Thypus
Abdominalis pada tahun 2010-2011 dengan kasus terbanyak terjadi pada
desa jogoroto dengan jumlah mencapai 81 kasus (18,20%) dan terendah
terjadi pada desa Tambar dengan jumlah mencapai 52 kasus (10,88%).
4. Sarana air bersih di wilayah kerja Puskesmas Mayangan jumlah mencapai
6.106 buah (85,81%) dan yang tidak mempunyai sarana air bersih
jumlahnya mencapai 1.009 buah (14,19%).

54

5. Sarana tempat sampah di wilayah kerja Puskesmas Mayangan dengan


jumlah mencapai 7.176 buah (79%) dan yang tidak mempunyai sarana
tempat sampah dengan jumlah mencapai 1.907 buah (21%).
6. Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) di wilayah kerja Puskesmas
Mayangan dengan jumlah mencapai 6.118 buah (67,36%) dan yang tidak
mempunyai Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) dengan jumlah
mencapai 2.965 buah (32,64%).
7. Faktor resiko tingginya kejadian Thypus Abdominalis di wilayah kerja
Puskesmas Mayangan Kabupaten Jombang sanitasi lingkungan yang
kurang baik dan pola hidup yang tidak sehat misalnya cuci tangan sebelum
makan dan setelah bermain, suka jajan sembarangan di sekolah, tidak
menggunakan jamban dengan semestinya.
8. Untuk melakukan pencegahan penyakit Thypus Abdominalis dapat
dilakukan dengan tiga tingkat pencegahan penyakit (three level of
prevention), yakni pertama yaitu dengan pencegahan primer, pencegahan
sekunder, dan pencegahaan tersier. Melalui salah satu strategi program
pemberantasan penyakit.
5.2 Saran
5.2.1 Bagi instansi terkait (Puskesmas Mayangan)
Hendaknya petugas kesehatan melakukan penyuluhan tentang
pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, dapat
pula dilakukan kegiatan penyuluhan untuk memotivasi masyarakat
dalam PHBS. Upaya penyuluhan dari Dinas Kesehatan dan
Puskesmas hendaknya dilakukan secara terus menerus
masyarakat

sampai

betul-betul memahami akan pentingnya pentingnya

55

PHBS, seperti penyuluhan tentang pasien Thypus Abdominalis, faktor


risiko, mengenali tanda dan gejala, cara pencegahan serta pertolongan
pertama pada pasien Thypus Abdominalis.
5.2.2 Bagi masyarakat
a. Diharapkan lebih meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS).
b. Meningkatkan

kesadaran

kepada

orang

tua

agar

lebih

memperhatikan pola gizi, imunisasi, serta kesehatan.


c. Meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya peningkatan kasus
Thypus Abdominalis.

56