Anda di halaman 1dari 26
BAB IV KOORDINASI ISOLASI 4.1. PENDAHULUAN Korelasi antara kemampuan isolasi peralatan-peralatan listrik dan sirkuic listri& di satu pihak dan alat-alat pelindung di lain pihak sed tersebut terlindung dari bahaya-bahaya tegangan lebth secara ckonomis disebut sebagai koordinasi isolasi dari sistem tenaga listrik Tujuannya adalah untuk meneiptakan suatu sistem yang bagian-bagiannya, masing- masing dan satu sama Iainnya mempunyai ketahanan isolesi yang sedemikian rupa sehingga dalam setiap kondisi operasi kualitas pelayanar/penyediaan tenaga listrik dapat dicapai dengan biaya seminimum mungkin. Koordinasi isolasi yang baik akan mampu menjamin a. Bahwa isolasi peralatan akan mampu menahan tegangan kerja sistem yang normal dan tegangan tidak normal yang mungkin timbul dalam sistem b. Bahwa isolasi peralatan akan gagal hanya jika terjadi tegangan lebih Tuer c. Bahwa jika kegagalan terjadi, maka hanya pada tempat-tempat yang menimbulkan kerusakan paling minimum. Masalah koordinasi isolasi pada sistem tenaga menyangkut hal-hal sebagai berikut J. Penerituan tingkat isolasi dari isolator hantaran 2. Menentukan Tingkat Isolasi Dasar = T.LD (BIL) dari peralatan, 3. Pemilihan penangkap petir (Lightning Arrester), 4.2. DEFINI a, Tegangan tembus kering (Dry F.0.) dari suatu isolasi adalah tegangan frekuensi jala- ala yang dapat menimbulkan kegagalan pada isolasi b. Tegangan tembus basah (Wet F.O.V) dari suatu isolasi adalah tegangan frekuensi jala- Jala yang dapat menimbulkan kegagalan pada isolasi jika isolasi tersebut disemprot oleh suatu sumber air dengan ketentuan sebagai berikut ~ Daya hantar air 9,000 - 11.000 2- em = Temperatur air dan temperatur sekitar sebesar 10° C ~ Sudut penyemprotan air ke arah isolasi adalah 45° ~ Volume air adaiah 0.305 cm'/menit ©. Tegangan tembus impuis (Impuls F.0.V) adalah tegangan impuls dengan bentuk gelombang 1.2 ys/50 us yang diberikan pada isolasi sehingga terjadi kegagalan pada isolasi tersebut, & 4. Daya tahan dati’ Kekuatan isolasi (Withstand strength of insulation) adalah tegangan puncak standard (impuls atau switching) yang masih dapat ditahan oleh isolasi Daya tahan isolasi ini disebut sebagai Bil (Basic Insulation Level) atau | 1D (Tin Isolasi Dasar) dari peralatan isolasi tersebwt Jadi TID merupakan tingkat isolasi suatu peralatan yang diperoleh dari tegang puncak impuls standard, dimana kekeuatan isolasi dari peralatan tersebui harus sima atau lebih besar dari TID ini e. Karakteristik Tegangan - Waktu dari tegangan tembus impuls (Impuls Spark over Volt ~ Time characieristic) adalah suatu kurva yang merupakan tempat kedudukan d harga-harga tegangan tembus dan waktu tembus pada muka, puncak dan ekor gelombang yang diberikan pada suatu peralatan Kurva ini dihasitkan dari gelombang standard 1.2/50 us vay) vay) Trafo b a | Penangkal — | petir EE tus) + cus) Karakteristik V-1 " Kurva koordinastisolasi Koordinasi isolasi yang baik akan menjamin bahwa kurva V - t dari peralatan harus selalu berada diatas kurva V - t dari alat pelindung (seperti penangkap petir) pada seluruh daerah dari kurva V1 tersebut. 43. PENENTUAN ISOLASI HANTARAN Penentuan isolasi dari hantaran harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya tegangan lebih petir, tegangan lebih switching dan tegangan lebih frekuensi jala-jala, Dengan bertambahnya pengetahuan akan phenomena petir, maka dimungkinkan untuk menentukan keandalan sistem berdasarkan parameter-parameter petir_yang_ telah diketahui terscbut. Misainya pada sistem-sistem tegangan tinggi diatas 123 kV dapat direncanakan keandalan sistem terhadap bahaya sambaran petir dengan cara ~ Penggunaan kawat tanah (< 15°) ~ Tahanan kaki menara yang rendah (< 10 Q} Isolasi hagtaran udara harus cukup tinggi untuk mencegah terjadi_kegagalan yang disebabkan oleh tegangan lebih switching dan tegangan febih frekuensi jala-jaia dengan memperhitungkan pengaruh lingkungan/alam yang dapat menurunkan tegangan tembus dari isolator (hujan, debu, kotoran-kotoran pabrik, dll), Umumnya diambil faktor tegangan lebih ‘Togangan Sistem | -regangan Lebih Switching oe at oor | 6.5 Upn / 3.0 Upn yaa 6.5 Upn 3.0Upn 400 kV 6.5 Upn 3.0Upn 500 kV 6.5 Upn 3.0Upn ‘egangan antara phasa ke netral (rms) Upp’3 Dalam praktek umumnya isolator hantaran udara masih dinaikkan harga tahanan isolasinya dengan cara menambah beberapa piringan isolator lagi untuk menj kemungkinan adanya isolator yang rusak. Untuk tegangan sistem sampai 220 kV, ditambah 1 piringan, untuk 400 kV biasanya ditambah 2 piring isolator. Pada tabel 10 diberikan harga tegangan tembus dari piringan standar ukuran 254 x 146 mm. (E.O.V of Standard Dises 254 x 146 mm). Untuk tegangan tinggi diatas 132 kV, kemampuannya menahan tegangan lebih yang disebabkan oleh sambaran petit menjadi lebih baik. Misalnya sistem 132 kV disambar oleh petir dengan 1 = 60 kA, jika tahanan kaki menara 10, maka tegangan lebih yang ditimbulkan adalah 10 x 60 = 600 kV. Dari tabel 10 diperoleh jumlah piringn adalah 7 buah yang dapat menahan impuls petir setinggi 695 kV, lebih tinggi dari tegangan lebih petir, schingga sistem tetap aman, Hal ini akan menjadi lebih baik jika tabanan pentanahan dapat diperkecil, misalnya 70 Isolasi hantaran udara tidak berhubungan langsung dengan tingkat isolasi peralatan didalam gardu. Walaupun demikian sangat menentukan didalam koordinasi isolasi karena tegangan tembus impuls pada isolator hantaran udara menentukan tegangan impuls tertinggi yang masuk ke gardu berupa gelombang berjalan. ‘Arus yang mengalir pada penangkap petir yang terletak di gardu dapat dihitung dari : ~ Impedansi terpa hantaran udara ~ Tegangan gelombang datang Tegangan kerja pepangkap petir (U,) pada harga arus tersebut akan merupakan tingkat perlindungan yang dipakai sebagai dasar untuk pengamanan peralatan di dalam gardu, Tegangan pelepasan (Residual Voltage) pada penangkap petir kadang-kadang berubah tergantung pada arus terpa. Kawat fanah yang dipasang pada hantaran udara satu atau dua kilometer sebelum memasuki gardu akan menjamin bahwa tingkat isolasi hantarsn udara dan impedansi terpa dari hantaran sangat menentukan besar tegangan dan arus terpa yang sampai ke gardu. Kawat tanah harus dipasang pada posisi yang paling optimum diatus kawat phasa untuk mencegah sambaran langsung, ‘Tahanan kaki menara harus sangat rendah untuk mencegah tegangan back Flash Or dari menara ke penghantac. Tegangan terpa dengan muka gelombang curam yang berasal dari temps gardu akan mengalami peredaman sehingga kecuramannya akan berkura sampai di gardu r cukup jauh dari we pada saat 44, TLD DAN TINGKAT ISOLASI DARI PERALATAN KE GARDU Untuk setiap tegangan sistem Tingkat Isoalsi Dasar (T.J.D) telah ditentukan sesuai dengan standar internasional yang berlaku. Lihat tabel 5, tabel 6, tabel 7, tabel 8, dan tabel 9 dari tabel koordinasi Sebagian besar peralatan di gardu induk seperti trafo, pemutus daya, sakklar pemisah, trafo arus, trafo tegangan; dibuat dengan tingkat isolasi yang sama, Kecuali trafo ynag kadang-kadang di produksi dengan tingkat isolasi yang lebih rendah dengan alasan ckonomis, dan trafo umumnya dilindungi langsung oleh penangkap peti Karena letaknya yang dekat dengan trafo, maka sebagian dari peralatan di gardu akan terletak di Tuar daerah lindung dari penangkap peetir. Daerah lindung ini ditentukan oleh ~ Ketahanan isolasi dari peralatan ~ Tegangan kerja dari penangkap petir ~ Jarak antara penangkap petir dengan peralatan tersebut, Peralatan-peralatan yang terletak di luar dari daerah lindung penangkap petir akan diberikan T.LD yang satu tingkat lebih tinggi Pada umumnya tingkat isolasi dari peralatan gardu seperti pemutus daya busbar, saklar pemisah, trafo pengukuran mempunyai T.1.D 10% lebih tinggi dari T.1.D trafo, ‘Tingkat isolasi antara kutub-kutub pada saklar pemisah yang terbuka haru lebih tinggi dari tingkat isolasi kutub tersebut ke tanah 10 - 15 % 4.5, PEMILIHAN DAN LETAK PENANGKAP PETIR ‘Untuk penyederhanaan dalam pemilihan penangkap petir ditentukan lebih dutu langkah- Jangkeh yang diperlukan Harus dijentukan besarnya tegangan lebih satu phasa ke tanah atau tegangan lebih Jain sebagai akibat kerja sistem yang tidak normal pada lokesi dimana penanekap petir akan dipasang. b. Membuat suatu perkiraan besarnya tegangan pengenal penangkap petir_ pada frekuensi jala-jala Perkiraan ini akan ditinjau kembali setelah langkah ke f. ‘c. Memilih arus impuls yang diperkirakan akan dilepas melalui penangkap petir. d. Menentukan tegangan peiepasan maksimum (tegangan kerja, tegangan sisa) dari penangkap petir untuk arus impuls dan jenis penangkap petir yang dipilih. e. Menentukan tingkat ketahanan tegangsn impuls gelombang penuh dari peralatan yang akan dilindungi (..D peralatan) £ Memastikan baliwa tegangan kerja penanghap petir berada dibawah TLD peraiatan dengan faktor perlindungan yang cukup. @. Menentukan jarak_lindung antara penangkap petir dan peralatan yang akan dilindungi 5a. Tegangan Lebih Frekuensi Jala-jala ‘Tegangan lebih ini akan timbul pada terminal penangkap petir yang tergantung pada - Gangguan pada sistem; gangguan satu phasa ke tanah dapat menyebabkan naiknya tegangan phasa schat lainnya, Besar tegangan lebih ini tergantung pada Karakteristik dari sistem dan jenis pentanahan sistem pada waktu gangguan terjadi. = Pelepasan beban tiba-tiba akan menaikkan tegangan sistem. ~ Kecepatan lebih (over speed); pelepasan beban tiba-tiba menyebabkan terjadii speed pada generator yang kecepatannya tergantung jenis penggerak mula, jenis covernor, karakteristik inersia dan konstanta waktu dari rangkaian listrik. = Switching transient; tegangan lebih yang disebabkan pukulan kembali dari pemutus daya dapat terjadi pada satu atau dua cycle. Tegangan ini lebih dianggap tegangan lebih frekuensi medium = Scbab-scbab lain * Interaksi antara reaktansi magnetisasi trafo dengan kapasitansi saluran * Eksistensi dari motor induksi oleh shunt kapasitor * Pemakaian mesin-mesin dengan kutub salient tanpa dumper gulungan Umumnya tegangan lebih sistem yang diperhitungkan adalah tegangan lebih sistem Karena gangguan satu phasa ke tanah dalam menentukan tegangan pengenal dari penangkap petir. Tegangan lebih ini dapat dihitung dengan metoda komponen simettis, dimana Koefisien dari pentanahan ditentukan Koefisien pentanahan didefinisikan sebagai perbandingan tegangan rms tertinggi dari phasa yang sehat pada titik dimana penangkap petir dipasang pada saat gangguan satu phasa ke tanah, terhadap tegangan rms phasa-phasa tertingei pada saat tidak ada gangguan, ‘Tegangan sistem tertingyi diambil 10 % dari tegangan nominal sistem Dalam pemilihan tegangan pengenal penangkap petir maka harus ditinjau ke tiga metoda pentanahan 1. Ditanahkan efektif Ditanahkan tidak efektif eri olasi ad.1, Sistem yang ditanahkan efektif ‘adalah sistem yang jika terjadi gangguan pada sistem, maka tegangan lebih phasa sehat ke tanah tidak melebihi 80% dari tegangan phasa-phasa sistem yang normal, Sudah ditentukan bahwa perbandingan Xy/X, adalah positif dan lebih keeil dari satu. Xo/X adalah positif dan lebih Kecil dari tiga. Jika arus hubung singkat dari sistem diketahui dan arus hubung singkat ke tanah lebih hesar atau sama dengan 60% dari arus hubung singkat 3 phasa sistem maka sistem dapat dianggap sebagai sistem yang ditanahkan efektif ad.2. Sistem yang ditanahkan tidak efektif ‘adalah sistem yang jika terjadi gangguan pada sistem, maka tegangan lebih phasa sehat ke tanah lebih tinggi dari 80% tetapi kurang dari 100% tegangan phasa-phasa sistem yang normal Sistem yang ditanahkan dengan tahanan dengan nilai ohmic yang rendah dan yang ditanahikan dengan Peterson Coil termasuk jenis ini ad.3. Sistem yang terisolasi ‘adalah sistem yang jika terjadi gangguan pada sistem, maka tegangan lebih phasa sehat ke tanah lebih tingi dari 100% tegangan phasa sistem yang normal. 5.b. Perkiraan Besarnya Tegangan Pengenal Penangkap Petir Jika tegangan tertinggi dari sistem dan koefisien pentanahan sudah diketahui, maka tegangan pengenal penangkap petir sudah dapat dihitung secara kasar. ‘Tegangan pengenal tidak boleh lebih rendah dari perkalian kedua harga diatas. Misalnya: Tegangan sistem 220 kV ditanahkan efektif maka tegangan pengenal (110% x 220 KV) x 0.8 = 196 kV ‘Tegangan pengenal standar untuk sistem 220 kV adalah 198 KV. Untuk pentanahan tidak efektif dan pentanahan terisolasi dalam praktek biasanya diambil koefisien pentanahan 100%. 5.c. Pemilihan Arus Pelepasan Impuls dari Penangkap Petir Untuk penangkap petir yang dipasang di gardu berlaku. 1, = arus pelepasan arrester Uy = tegangan getombang datang U, = tegangan kerja/tegangan sisa Z = iumpedansi terpa dari hantaran Contoh: Sistem 220 kV. Junlah isolator hantaran 11 buat Dari tabel 10 diperoleh tegangan gelombang berjalan yang —menuju gardu Ss 1,025 kV. Tegangan pengenal arrester 198 kV. ‘Tegangan sisa/tegangan kerja untuk arus pelepasan 10 KA adalah 649 ky (tabel 2), Ambil impedansi hantaran 4502 21025) - 649 Bie, ee 450 5d. Tegangan Pelepasan ngan Kerja) Penangkap Petir Ini adalah karakteristik yang paling penting dari penangkap petir untuk perlindungan dalam gardu. Tegangan kerja ini menentukan tingkat perlindungan dari penangkap petir. Jika tegangan kerja penangkap petir ada di bawah TLD dari peralatan yang dilindungi, maka dengan faktor keamanan yang cukup perlindungan peralatan yang optimum dapat diperoleh. Tegangan kerja tergantung pada ~ rus pelepasan penangkap petir - Kecuraman gelombang arus (di/dt) Tegangan kerja penangkap petir akan naik dengan naiknya arus pelepasan tetapi kenaikan ini sangat dibatasi oleh tahanan tidaklinier dari penangkap peti. Contoh: - Naiknya arus dari 5000 Amp ke 20.000 Amp, hanya menaikkan tegangan kerja sampai 25 %. - Bertambahnya kecuraman arus pelepasan dari 1000 Amp/ys ke 5000 ‘Amp/us, hanya menaikkan tegangan kerja sampai 35%. S.c. Penentuan, dari Peralatan Hal ini telah dibahas pada butir 4 diatas, 5.f. Faktor Perlindungan (Protection Margin] Faktor perlindungan adalah besar perbedaan tegangan antara T.LD dari peralatan yang dilindungi dengan tegangan kerja dari penangkap petir. Pada waktu menentukan tingkat perlindungan peralatan yang dilindungi oleh penangkap petir umamnya diambil harga 10% diatas tegangan Kerja penangkap petir, tujuannya untuk mengatasi penaikan teganganpada kawat penghubung dan toleransi pabrik. Besar faktor perlindungan ini umumnya 20% dari T.LD peralatan untuk penangkap petir yang dipasang dekat dengan peralatan yang akan dilindungi Contoh: Tegangan kerja penangkap petir untuk sistem 220 kV adalah 649 KV (lihat tabel 2 atau 3). Tingkat perlindungan ini ditambah 10% untuk kawat pengbubung, toleransi pabrik dan lain-lain, schingga tingkat perlindungan penangkap petir menjadi 713 kV. Pilih Bil (TID) peralatan dari tabel 7 sebesar 950 kV. Faktor perlindungan = (950 - 713) kV = 237 kV FP ini lebih besar 20% dari TID peralatan, sehingga pemilihan penangkap petir diatas sudah dapat memberikan faktor perlindungan yang baik, Jika tidak diperoleh faktor perlindungan yang cukup maka dipilih TID peralatan setingkat lebih tinggi atau memilih tegangan kerja penangkap petir yang lebih rendah. “Tegangan pengenal penangkap peti U = Uy x LI x koefision pentanahan TEGANGAN KERIA PENANGKAP dari tabel 2/3, diperoleh tegangan keria PETIR Penangkap petir, U,. ‘Tingkat Perfindungan Penangkap Petir Un + 10% (panjang kawat + toleransi fabric) Tegangan tertinggi sistem = Uy x 1.1 atau That tabel ‘Tabel 5/6/7/8/9 diperoleh Tingkat Isolasi Dasar Peralatan TID PERALATAN Jadi faktoy perlindungan ~ TID peralatan - tingkat perlindungan pp Jarak Lindung Penangkap Petir ‘Sebuah gelombazg terpa yang berjalan menuju gardu akan dipotong amplitudanya oleh penangkap petir hingga hanya mempunyai amplituda sebesar tegangan kerja penangkap petir. Gclombang yang mempunyai kecuraman yang sama dengan gelombang asiinya ini akan terus berjalan ke gardu induk. Jika gardu ini merupakan ujung dari hantaran atau terhubung langsung ke trafo maka gelombang ini akan dipantulkan kembali ke penangkap petir dua kali lebih besar dari gelombang datangnya, dan gelombang negatif. akan dipantulkan kembali dari penangkap petir ke trafo, Tegangan gelombang datang maksimum yang terjadi pada trafo setelah pantulan pertama adalah : U; = Un + 2dwat xL/V, — dimana : U, = 2U, U, = tegangan gelombang datang pada trafo [kV] Uy = tegangan kerja arrester/penangkap petir [kV] du/dt = kecuraman dari gelombang datang [k V/s] V__ = kecepatan rambat gelombang [di udara : 300 m/s} rf jarak antara trafo ke penangkap petir [m] Jika Ut adalah harga tegangan dari T.I.D trafo, maka jarak lindung penangkap petir tersebut adalah : U, - Un L=——.¥ 2. duidt Gambar dibawah ini menunjukkan kelebihan tegangan yang terjadi pada penangkap petir sebagai fungsi dari jaraknya ke trafo. ay) 1000 kV/us S00 kV/us 100 kVius TEGANGAN KERJA PENANGKAL PETIR =U, JARAK (m) = so 100 Faktor Jain yang menentukan besarnya gelombang yang datang pada peralatan adalah banyaknya percabangan dari hantaran di gardu (pencabangan hantaran, busbar). Dari teori gelombang berjalan diketahui bahwa tegangan pada busbar yang mempunyai jumlah cabang sebesar n adalah sebagai berikut 2ZKn-1) Dari persamaan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan terdapatnya banyak percabangan di gardu (n) yang terhubung ke busbar yang sama, maka jarak antara trafo dengan penangkap petir bisa diperbesar. Jarak antara lokasi penangkap petir dengan lokasi alat yang dilindungi sudah banyak dihitung dengan menggunakan komputer, sehingga dapat dituliskan dalam bentuk “standar pemasangan penangkap petir pada gardu”, seperti yang, terdapat pada tabel 13. Tabel ini diambil dari standar NEMA, Amerika Serikat 5.h. Lokasi dari Penangkap Petir ‘Umumnya alat-alat pelindung harus diletakkan sedekat mungkin dengan peralatan yang akan dilindungi, terutama pada ujung transmisi dimana terdapat gardu atau trafo, Karena biava yang mahal maka tidak mungkin memasang penangkap petir pada setiap peralatan di gardu untuk melindungi peralatan tersebut. Hal ini tidak perlu dilakukan karena adanya faktor perlindungan dari penangkap petir, olch karena itu hanya peralatan- peralatan yang penting saja yang dilengkapi dengan penangkap petir. Trafo merupakan peralatan yang paling mahal dan paling penting dari suatu gardu induk. Jika trafo rusak maka perbaikan/penggantinya akan mahal, dan juga kerugian karena terputusnya daya cukup besar. Selain itu trafo adalah ujung terminal dari suatu transmisi, tempat paling sering terjadi pemantulan gelombang. Pada sistem diatas 22 kV T.LD dari trafo dapat diperendah pada batas -batas yang diizinkan untuk memperkecil biaya isolasi Hal ini tidak dapat dilakukan pada TID dari saklar pemutus ataupun pemutus daya(CB), Karena alasan-alasan tersebut diatas maka penangkap petir pada gardu induk umumnya dipasang pada terminal trafo daya. Jika 1. Sebuah gardu tidak dilindungi oleh kawat tanah terhadap sambaran langsung dari petir atau 2. Tidak cukupnya faktor_perlindungan antara TID dari trafo dengan tingkat perlindungan penangkap petir atau TID trafo sudah dikurangi satu atau dua tingkat dibawah TID standar. Maka penangkap petir harus dipasang pada terminal trafo, ‘Terminal pentanahan dari penangkap petir harus dihubungkan ke tangki trafo, Cara ini digunakan untuk mencegah timbulnya tegangan yang cukup tinggi akibat adanya perbedaan impedansi pentanahan antar trafo dengan penangkap petir. Karena 1 Ohm tahanan pentanahan akan dibangkitkan tegangan sebesar 1 kV, jika arus pelepasan arrester adalah 10 kA. Rea Seperti yang telah disebutkan dimuka, jika banyak pencabangan terdapat pada gardu induk maka gelombang datang akan terbagi menjadi gelombang-gelombang yang kecil sesuai dengan impedansi terpanya. ‘Trafo yang dihubungkan dengan busbar seperti diatas mungkin akan terlindung dari bahaya gelombang berjalan. Walaupun demikian penangkap petir harus tetap dipakai Penggunaan penangkap petir disini dapat berfungsi sebagai pelindung tambahan, Dapat juga dalam situasi demikian penangkap petir dipindahkan ke busbar schingga peralatan- peralatan lain dapat juga dilindungi seperti; pemutus daya, saklar pemisah, trafo-trafo pengukur dan lain-lain, Bila ada peralatan-peralatan yang masih terletak diluar jarak lindung dari penangkap petir maka dianjurkan TLD dari peralatan ini dinaikkan satu atau dua tingkat lebih tinggi dari T.I,D standarnya. Contoh_1 Koordinasi isolasi untuk sistem 220 kV U =U, x LEX 08 20 x 1.1 x 0.8 = 193.6 kV abel 3 Pilih tegangan pengenal ; 198 kV Pilih arus pelepasan ; 10 kA Dari tabel 3/4 ‘Tegangan sisa maksimum/tegangan kerja penangkap petir Un. = 4649 KV Tingkat perlindungan penangkap petir Un= (649 x LIDKV = 7i4 kV TLD trafo = Un + 20% Faktor perlindungan = (714 x 1.2) kV = 857 KV 1). Daritabel7 + Dipilih THD trafo yang > 857 KV; yaitu 950 kV. Diperoleh tegangan ketahanan jala-jala sebesar 895 kV Dari tabel 220 ‘Tegangan lebih switching = —— x 6.5 =. 825 kV 220 ‘Tegangan ‘ebih sementara = —— x 3 = 381 kV Dicheck; ternyata tegangan lebih switching (825 kV) < TID peralatan (950 kV) ternyata tegangan lebih sementara (381 KV) < tegangan ketahanan jala-jala G95 kV) 2). TID untuk peralatan ; pemutus daya, trafo pengukur, saklar penutup dan lain-lain sebesar 950.x 1.1 = 1045 kV. Dipilih TID peralatan setingkat lebih tinggi; sebesar 1050 kV 3), TID dari saklar sebesar 1050 x 1.1 = 1155 kV Dipilih TID standar dari tabel ; sebesar 1175 kV. Hasil-hasil diatas disusun didalam tabel sebagai berikut ‘TEGANGAN PUNCAK TEGANGAN IMPULS KETAHANAN No. | PERALATAN PADA FREKUENSI JALAALA GARDU (kv) «kY) 1, | TID Transformator 950 395 2, | Peralatan (pemutus daya, 1.050 460 trafo pengukur, busbar,dil) 3. | Saklar pemutus | 2) antara masing-masing 1.175 520 uta | ). antarakutub dengan 1.050 460 » | Ranah c Diketahui : *) Transformator ; tegangan 132/33 kV THD tegangan tinggi 650 kV ®) Penangkap petir : tegangan kena 400 kV Jarak ke trafo 30m ©) Gelombang terpa, kecuraman teg Kecepatan rambat 3 x 10" m/us an 1000 kV/js Ditanvakan : a) Berapa tegangan tertinggi yang tiba di trafo b) Dapatkah penangkap petir melindungi trafo Jawab aaNet 1000 kV/s 30m 132733 kV pp I 30 ‘Terpa mencapai trafo pada t = ———— = 0.1 ps 3x 108 Pada trafo gelombang dipantulkan dengan kecuraman 2000 kV/js. Setelah tegangan mencapai 400 kV, penangkap petir bekerja yaitu pada t = 0.3 usec. ay 200 us) 0.1 "02 03 04 05 06 07 08 eae? HS a), Sementara itu tegangan di trafo setelah 0.3 see adalah = 2000 x 0.3 KV = 600 kV Setelah penangkap petir bekerja, maka gelombang negatif dengan kecuraman = 2000 kV/usec dipantulkan ke trafo, sehingga pada trafo hanya timbu! tegangan maksimum 600 kV < dari TID trafo (650). b) menggunakan rumus empiris Uy + 2 duidt x LIV 400 + 2. 1000 x 30/300 SOOKV Contoh 3 Diketahui : *) Transformator : Tegangan 132/33 kV ‘TID tegangan tinggi 550 kV *) Hantaran udara : Tegangan tembus isolator udara (FOV) = 860 kV. Impedansi terpa = 400 *) Gelombang terpa : du/dt = 500 kV/us Ditanyakan :a) Tentukan tegangan pengenal penangkap petir b) Dimana letak yang paling baik Jawab a) ‘Tegangan pengenal penangkap petir = 132 x 1.1 x 0.8 = 116kV Dari tabel 3 dipilih : - Tegangan pengenal = 120 kV ~ Untuk arus pelepasn 5 kA; maka tegangan kerja = 400 kV. *) Tegangan kerja penangkap petir U, = 400kV +) Tingkat perlindungan penangkap petir = Ug x 1.1 = 400 x 1.1 = 440kV = TLD peralatan - tingkat perlindungan p.p S50 kV - 440 kV = HOLV = 110/550 x 100% = 20% Jadi faktor perlindungan adalah 20% lebih rendah dari T..D peralatan, schingga memenuhi syarat. *) Faktor perlindungan, 2 x 860 x 10°. 400 x 10° *) Arus pelepasan pp = = 3.300 Amp. 400 Sehingga pemilihan kelas arus p.p 5 kA adalah tepat. b) Up =U, + 2duidt . L300 U, = SSOKV/1.2 = 458kV 458 = 400 + 2.500 x 1/300 L = (58 - 400) x 300/1000 m = 174m Jadi penangkap petir diletakkan pada lokasi terjauh 17.4 m dari trafo daya TABEL 1 PENETAPAN TINGKAT ISOLASI TRANSFORMATOR DAN PENANGKAP PETIR ‘SPESIFIKAST TEGANGAN NOMINAL SISTEM 150 KV 66 KV, 20 Tegangan Tertinggi untuk TIOKV T2SKV 24K Poralatan i Pentanahan Netral eat Tahanan Tahanan ‘Transformator ‘Tegangan pengenal 150 kV 66 kV | 20kV (sisi tegangan tings) “Tingkat Isolasi Dasar (TID) 0 Aca EH CE W TE Penanghap petit Tegangan pengenal 138kV"_ 150 kV? 75 kV VP 24akve “As pelepasan nor TORA TOKA sin? SKA. ‘Tesangan pelepasen 4ORV?_S00KV™ 270 kV™ [ae STV Tegangan prckan dant [530K S77 KV 3IOkY | 88kV 100 RV maka gelombana (1G) Teaangn pcikan depur_| DEV S00 KV OW Po sander Kelas TOKA taser | 10KA tugas gan | SKA Sew JOKA tugasringan_| SKA Seri A ” Biasa disebut juga Tegangan percikan-denyut 1.2/50 atau Tegangan percikan denyut 100% Catatan : ” Bilamana tidak diperoleh persesuaian perihal tegangan pengenal penangkap petir, maka tingkat pengaman dari penangkap petir dipakai sebagai pedoman ® Bilamana penangkap petir akan dipakai untuk melindungi gardu induk dan transformator tenaga seharusnya dipakai penangkap petir kelas 1 kA tugas ringan ‘Asis | Minium | Vinu| —T0p00 Anpeeand | 25000 Ane Aree | Minima Real Volage | Dry | segess0¢| $000 Anse Woiuaror | aang | Orvet | foxtot ‘Amery Bower | ware Fess | shoe Spates Vota i eof Rie | Wi OT | Nant | Ma 100%] Minto | Toad) 250 | nkVpee | 1250) | Orvare | 1250 | ofwane | sonpampere | Angee rico | Spier | Spaoner | Spakovr | Spakner | anes | Ares | second | _Votage | Vas | Votuge | Votage | | kV (eat peat) [RV pen | EV ge Vp ima | Remy 3 | 13tines | 30 B 8 B 8 43) | erat | 37 a || a ms ms 6 |vlugeot | 32 ae | us ns | 2 | | B u % B® 9 | ames | 7 | 2569 | s@ | ns 3250 2 m | sm | oo | os #6 i nv | say | ae | 8 54069) 8 wo | way | ep | 6509 a 1% % 8 % | 4 m0 a 100 " s n nt or in ” 7 » 0 toy hs tus tos 2 m | ow | a is uy 6 wo | m | i 0 0 (exter) o so | ae | a0 : ; as 8 @ | om | 30 : : 0 | 56 wo | om | om : : uM ray mm | us | 3m : : 4 108 w | as | as : 8 1 mo | wo | as : 0 38 wo | as | st wea) (eet) 186 um | oo | om 10 8 uo | 6 | 6 : oo us no | 0 | am : 10 36 to | no | a 7 : 2100 wave AGLLSERAIV ONINLHOTT SUSRELLVuVED TABEL 3 MAXIMUM IMPULSE SPARKOVER TEST VOLTAGES: Fou | rorauguand | 5tA See seer | ccgms | anycivandsia, | BE asia | 1sta ~ ¥ Series ATE row we bum | sam | rows | sax [row | sax [row lrow speak | Vem | AM | Hak | Rvp | Kp | a eC a | aee ~ | - | - | a [as | as om fw | > | 2 |: [2 | 2s | ao | 30 owe | 0 Cpt yt pe |e fas sao fo] Df tft | ss | so | so > fs) os |» fal» |» [os és | foams | oo | 2 | as | as | © | a | ae | me | ao | ow | ate) os ts |@ | | a |? | a | | a > pas | ws |» |» |» | as | vw |u| ® | @ | 2p 2 | ae) a % | o| 3 | » |» | a] o | st jo | s | @ |» | 8] s | @ « fw le fs [ws | alo fs Ho) ie | ow | se [am | i | % | % | mw | om | am fam | om | om | io 3 [ae | oo | om fam [om | | in = | | ow | ms [a |e | om | us 3 | ms | ote four | ae | oan foi | a x | io | ot foe | te | ate | foo % | as | in | oie |e | oin e | [on | mm so] as | im | ap & | to | ts | on @ | mo | me | 30 3 | a | am | 0 & | mo | ie | on % | mw.) ae | om ie | so | ae | om Front IOKALight and SKA, Series steepnes | heavy-duty and SKA, Bt Series AM Arrest rating 25kA | Aska, FOW kVvims | evs | sa | rows | sat | rowr] sare | rows | FOWwe KV, peak | KV, peak | KVipeak | RV,peak | KV.peak | KV,peak | RV,peak r 2 a z 3 é z 3 2 108 am | 363 418 120 40 | 400 463 126 x0 | 420 485 138 1030 | 460 530 150 1.080 | 500 37 14 1160 | 570 660 186 L180 | 610 m2 198 120 | 649 746 Tomst | 1200 To 3961 | 1200 Above 3968 | 1.200 + For guidance, since standard ratings above 198 kV have not been established. TH SKA, Series A, arresters are based on practice in all countries; 5 kA, Series B, arresters are based on practice in Canada, U.S.A., and other countries, TTT No values have yet been agreed upon. * — F.O.W. = Front of wave voltage impulse sparkover test as described in Sub-clause 61.3.1 ** Std. = Standard lightning ~voltage impulse sparkover test as described in Sub-clause 61.2. ‘08 Ug = Rated voltage of arrester TABEL 4 MAXIMUM RESIDUAL VOLTAGE TOKA light and Arrester Rating, | heavy-duty and 5 | 5 kA, Series B** 25KA 1SkA KV,rms: | KA, Series A** KY, peak KV, peak KY, peak KV, peak aw 2 i @ @O So 0.175 - 22 22 0.280 - - 25 25 0.500 - : t 3.0 | 30 |___o.660 iz - 50 50. 3 1B 8 B 45 175 4 Ws 6 22.6 31 25 73 20 39 27 ° 32.5 a6 32.5 105 38 7 38 2 8 34 4B 1s sa 64 S4 18 6 B 6 a 16 3 16 24 87 1 87 27 97 99 7 30 108 107 108 33 119 oe 19 36 130 ” 130 39 141 one a 151 31 184 ef 195 60 216. 75 270 84 302 96 324 102 343, 108 363 120 400 126 420 138 460 150 300 174 570 186 610 198 9 To 225" 328 Uy To 396* 3.26 Ute Above 396" a For guidance, since standard ralings above 198 KV have nool been established SKA, series A, arresters are based on practice in all countries, SkA, series B, arresters are based on practice in Canada, U.S.A., and other countries. 46 No values have yet been agrecd upon. TABEL 5 STANDARD INSULATION LEVELS FOR 1 kV < U,, <52 kV SERIES 1 (BASED ON CURRENT PRACTICE IN MOST EUROPEAN AND SEVERAL OTHER COUNTRIES) Highest voltage for equipment Up. Rated power-frequeney short duration withstand voltage tans) (ems) a kV. ky 36 72 10 20 28 38 50 70 TABEL 6 STANDARD INSULATION LEVELS FOR 1 kV < Uy, <52 kV SERIES I (BASED ON CURRENT PRACTICE IN THE UNITED STATES. OF AMERICA, CANADA AND SOME OTHER COUNTRIES) Rated lightning impulse Highest voltage for ‘withstand voltage Rated power frequency short equipment Us (peak) duration withstand voltage (rms) SO0EVA ‘Above (ems) andbelow | S00 kVA a wt W 60 = | 1» | sf oo | a a 150 so 200 70 TABELT SATNDAR INSULARION LEVELS FOR 52 kV Um <300 Kv Highest Voltage | Base for pw. values ahi For | oa | Power frequency short | Easipmeat Vea | ee Duration withstand | ag Voltage (peak) Rated (rms) tems) Ww i aves KY I 32 + 425 95 ns ———— 39 tS TABEL8 STANDAR INSULARION LEVELS FOR > 300 kV Highest | Baseforpu, | Rated switching | Ratio atween | Riad lighning Vottagefor | values | Impulse withstand | rated lightning | impuise Equipment a ‘Voltage (peak) and switching | withstand Untems) | Ug impulse | voltage (peak) ie withstand ' wollages (peak) ait T 2 3 a 5 o i iv Da kv Kv | 1.13 —}— aso |_-3.06 +—750<| 300—}— 24s 121 — ) 980 347 “12 iy sso 286 + 126 —_| 362 —|— 296 = 1050 321 Lu 950 a 216 124 1s 420 —— 343 112 ——T 3.06 124 1.080. 1300 245 Lu ss —|— 120 <| 136. 2.74 Lis 121 = 1.425 im) 132 2.08 | 1.300 119 1550 to 4 1.38, 165 25 228+ 1.425 126 1.800 1.16 ——} 2.48 —}~ 1.550 126 1.950 147 —}— 2.100 1s —} — 2.400 TABEL 9 IMPULS AND POWER FREQUENCY WITHSTAND LEVELS FOR VARIONS SYSTEMS VOLTAG APPLICATION AT 20° C, A013 MILLIBARS (760 MM Tig) PRESSURE. AND 11 g/m? HUMIDITY (A) 72.5 Ky AND BELOW ‘Noninal Sytem — | Highest aytem | —Tmpuls wiliand | One nite ows Voltgeline ttre kY | voltage into ine KV | voltage with tandacé | fey Test role &V (ems) (rms) full wave + ve or ve} (rms) [vient | [= ta 7 2 7 u 2B 35 2 | a 35 36 36 8 «6 ms v0 ie ene J (b) ABOVE 72.5 kV. Nominal] Highest Tnapalse withstand System | System KV crest Voltage | Voltage LURV | line toline | (cms) kV ms) : a : | Fill Reduced Fall Reduce Juselation | _tnsulaton | _nslation _|_tasuaton_| no 13 550 450 20 ws | 132 as 650 580 2s 20 130 170 50 650 us 25 220 245 1050 900 460 os | | or or | 825 360 | 510 | | 1050 460 | 380 420 - 1,550 - | 680 (ic | TABEL 10 F.OV OF STANDARD DISCS (254 X 146) | No. OF. Dises Dry FOVems | WetkVrms | Impulse FOV | \ } | | emidaHuawnre (standard full | | wares) | 50 | 90 | 130 | 170 i 21s | 255 295 | 335 37 | ats | | 455 | 490 | i | 525 565 600 630 j 690 20 750 | 900 1.050 TABEL 11 RECOMMEDED INSULATION LEVEL FOR LINES. Normal | V Power Freq] Sistem | pn Overvoliage | i Viotage | KV | KY crest ow [peer naeee | 2 loge Recomm- | Employed ended | At present 132 | 76 7 {| 90 iso | 87 | | | vont 20 | 127 127x3=381 | 10 | | ashe 400. | 231 231x333 i 2 | | m4 soo | 289 28933 5 | 34 TABEL 12 OVER VOLTAGE FACTORS Switching Surge Flash | Power Frequency Overvoltage Flash ~ Over (wet) | | ' For 220 | 6.5 Vpn 3.0 V pn | For 400 kV | 5.0 V pn { 3.3.V pn | For 500 kV | 5.0 V pn | 3.3.V pn L qe a