Anda di halaman 1dari 3

SINDROMA DISPEPSIA

Definisi
Dispepsia berasal dari bahasa Yunani, Dis yang artinya Gangguan dan Pepsia
artinya pencernaan. Sindroma Dispepsia adalah sekumpulan keluhan atau gejala
yang berhubungan dengan rasa tidak enak atau nyeri pada perut bagian atas,
keluhan cenderung menetap atau sering kambuh.
Dyspepsia adalah penyakit kronis yang biasanya berlangsung tahunan, atau
seumur hidup. Gejala penyakitnya kadang ringan atau berat berhari hari,
berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Menjaga keseimbangan suasana asam (HCl) di lambung sangat penting
karena merupakan kunci terhindar dari penyakit dispepsia atau tukak lambung.
Keasaman atau pH normal adalah 5-6 dan pH dibawah 5 disebut kondisi
Hiperasiditas. Fungsi dari asam lambung adalah sebagai disinfektan atau
membunuh kuman dan merangsang usus, hati dan pancreas untuk mencerna
makanan.
Gejala
Dyspepsia atau sakit maag, ditandai dengan gejala : rasa tidak nyaman/perih/sakit
disekitar ulu hati, mual dan muntah, kembung, cepat kenyang, sering bersendawa
dan kurang napsu makan.
Klasifikasi
Dibedakan menjadi dua yaitu
1. Dispepsia fungsional : gangguan fungsi lambung yang disebabkan oleh pola
makan yang tidak teratur, kebiasaan makan cemilan berlemak, minum kopi dan
minuman bersoda sepanjang hari,stress dan merokok. Pada dyspepsia fungsional
kondisi lambung sebenarnya normal.
2. Dispepsia organic : gangguan yang ditandai dengan luka atau tukak di lambung
dan usus dua belas jari, akibat infeksi kuman helicobacter pylori. Tanda tanda
alarm yang harus diwaspadai penderita dyspepsia organic adalah apabila kasus
sakit maag pertama kali muncul pada usia diatas 45 tahun, terjadi penurunan
berat badan, pucat, perdarahan di saluran cerna, muntah atau muntah darah
berulang dan bercak berwarna kehitaman.
Penyebab Dyspepsia
Infeksi Helicobacter pylori, Penggunaan antibiotika, Penggunaan obat
Risiko terkena Dyspepsia meningkat pada : (Pecandu alcohol, Perokok,
makanan pedas, Diet tinggi lemak, Minum minuman berkafein
berkarbonasi, dan Obesitas), Stress, penggunaan NSAID, Terinfeksi
pylori
Tatalaksana Dispepsia
Non Medikamentosa

anti radang,
Suka makan
tinggi dan
Helicobacter

1.

Hindari makanan/minum sbg pencetus, makanan merangsang seperti :


Pedas, Asam, tinggi lemak, mengandung gas, kopi, alkohol dll
2.
Bila muntah hebat, jangan makan dulu
3.
Makan teratur, tidak berlebihan, porsi kecil tapi sering
4.
Hindari stress, olah raga
Terapi Medikamentosa
1. Antasida : menetralisir faktor asam sesaat, menurunkan nyeri sesaat
2. Penghambat H2 reseptor : menurunkan sekresi asam lambung. Contoh :
Cimetidin, Ranitidin, Famotidin
3. Penghambat pompa proton / proton pump inhibitor (PPI) menghambat produksi
asam lambung. Contoh : Omeprazol, Lansoprazol, Pantoprazol, Rabeprazol, dan
Esomeprazole
4. Prokinetik (anti mual-muntah) merupakan antagonis reseptor dopamin dan
reseptor serotonin, contoh : dimenhidrinat, metoklopramid, domperidon,
cisapride, ondansetron
5. Sitoprotektor merupakan Mucopromotor yang berperan dalam meningkatkan
prostaglandin dan aliran darah mukosa. Contoh : sukralfat, teprenon, rebamipid
6. Antibiotik diberikan bila terbukti terlibatnya H.pylori (+). Contoh : Amoxicillin,
claritromisin, tetrasiklin, metronidazol, bismuth
7. Tranguilizer antianxietas, antidepresan diberikan bila ada faktor psikis.
OZID
Komposisi : Omeprazole 20 mg
Mekanisme kerja :
Proton Pump Inhibitor (PPI) yang menekan sekresi asam lambung dengan
menghambat H+/K+-ATPase pada sel Parietal Lambung. Dengan menghambat
secara spesifik pada Pompa Proton, Omeprazole menghambat jalur akhir pada
produksi asam sehingga menurunkan keasaman Lambung.
Indikasi : mengurangi gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung,
gastritis, Perdarahan Lambung, tukak lambung, tukak usus 12 jari, dengan gejala
seperti mual, nyeri ulu hati, kembung dan perasaan penuh pada lambung, GERD
(Gastro Esofageal Refluks Disease), Esofagitis Erosif, Sindroma Zollinger Ellison
Dosis :
1 x sehari 1 kapsul diminum 1 jam sebelum makan selama 7 hari
Untuk penderita GERD dianjurkan 2 x sehari pagi dan malam hari 2 jam sebelum
tidur.
Tukak Duodenum, Tukak Lambung, Refluks Esofagitis Erofid/Ulseratif : 20 mg/hari
selama 2 4 minggu, yang dapat ditingkatkan : 40 mg/hari selama 4 minggu

Untuk Zollinger Ellison : 60 mg/hari,


Untuk kasus berat : 20 120 mg 1- 2 kali/hari

Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap omeprazole


Efek Samping : Diare, Mual, Nyeri Kepala, Konstipasi
Kemasan : 1 box terdiri dari 14 Kapsul 20 mg