Anda di halaman 1dari 12

ISLAM MASA

KHULUFAUR
RASYIDIN
ALI BIN ABI THALIB

KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB (3641 H/ 656-661 M)


Ali lahir pada tahun ke sepuluh
sebelum kenabian Muhammad
(sekira 591 M) sebagai anak abu
Thalib, pada garis Hasyimiyah.
Ia sangat mengenal kehidupan nabi,
karena tinggal bersama nabi.

PENGABDIAN ALI

Pada saat hijrah ke Madinah, Ali tidur di


ranjang Nabi sehingga nabi dapat hijrah
dengan para sahabat dengan aman.
Hampir seluruh peperangan ia ikuti, dan
pada saat perang Badar ia menjadi
benteng pertahanan Islam, walaupun pada
perang uhud pernah terpanah.
Berjasa pada pengepungan Bani Quraizah.
Ia jadi juru tulis pada perjanjian
Hudaibiyah. Penaklukan Khaibar, serta
pemadaman gerakan nabi palsu pada masa
Abu Bakar.

PENGANGKATAN ALI BIN


ABI THALIB
Setelah

wafat Usman, Madinah


dilanda kekacauan dan anarkis,
sehingga atas inisiatif seorang
berkebangsaan Mesir memprakarsai
dukungan terhadap ali, sehingga
pada tanggal 23 Juni 656 dilantik
sebagai khalifah pengganti Usman

PROBLEM YANG DIHADAPI

1.
2.
3.

Kematian Usman manjadi isu terbesar.


Zubair dan Thalhah menuntut Ali agar
mengusut pembunuhan Usman. Ali
menolak tuntutan itu dengan
pertimbangan;
Situasi dan kondisi politik di Kufah, Basrah,
dan Mesir.
Pengusutan kematian Usman berarti
memperkeruh keadaan
Kematian itu tidak hanya melibatkan
kelompok kecil, tetapi melibatkan banyak
pihak dan memerlukan banyak waktu.

BEBERAPA KEBIJAKAN

Kebijakan yang diambil:


mengganti semua gubernur dengan harapan
dapat diterima oleh masyarakatnya;
mengganti Muawiyah walaupun banyak
penasihat mengatakan jangan;
mengganti Ibn Amr oleh Usman bin Hanif;
Qays ditunjuk untuk menjadi gubernur Mesir.
Gubernur Kufah dan dan Syria diperintah untuk
meletakan jabatan. Gubernur Kufah taat,
sedangkan Muawiyah menolaknya sehingga
semakin mempertajam permusuhan.

PERANG UNTA

Zubair dan Thalhah bergabung dengan Aisyah


menentang kebijakan Ali dan menuntut kematian
Usman. Ali tidak menginginkan terjadi perpecahan,
namun sebagaian provokator yang
mengatasnamakan pendukung Ali, secara sembunyi
memprovokasi pecahnya perang dengan melakukan
penyerangan malam hari pada passukan Aisyah.
Maka terjadilah perang Unta, karena Aisyah
menunggang Unta dengan gagah berani. Thalhah dan
Zubair terbunuh dalam peperangan itu oleh bajingan
pendukung Ali. Sedangkan Aisayah tertawan dan
kemudian dikembalikan ke Madinah diantar oleh
Muhammad Ibnu Abu Bakar.

PERANG SIFFIN

Demi keamanan dan pengawasan, pada tahun 36 h/


656 M, Ali memindahkan ibu kota ke Kufah. Langkah
selanjutnya memaksa Muawiyah meletakan jabatan.
Namun Muawiyah tetap menolak dan malah
memobilisasi anti khalifah dengan menuntut
penyelesaian pembunuhan Usman secara syariat,
bahkan sempat menawan utusan Ali dengan
tuntutan tsb. Latar inilah yang mengakibatkan
pecahnya perang Siffin, dengan kekuatan 50.000 Ali
bergerak ke Syria dan bertemu di daerah Siffin.
Setelah Muawiyah merasa terdesak pada hari
kedua, maka atas nasihat Amr ibn Ash dilakukan
majlis tahkim (arbitrase), yang berakhir dengan
kemenangan pihak Muawiyah.

MUNCULKAN ALIRAN KALAM


Peristiwa itu melahirkan kelompok Khawarij,
yang bermula sebagai gerakan politik, yang
lambat laun merambah pada bidang kalam,
dengan muncula kelompok lain, yaitu
mutazilah, murjiah, dll.
Kelompok ini pula yang mengantarkan
kematian Ali pada 17 Ramadhan 40 H/660 M
oleh rencana rahasia Khawarij dan sekaligus
menandai berakhirnya pemerintahan
demokratis dan munculnya sekte khawarij.

KERUNTUHAN
KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB
1.
2.

3.

4.
5.
6.

Sebab-sebab kegagalan Ali


Sikap berperangan pada kelompok Thalha, Zubair dan
Aisyah memperlemah kekuasaannya;
Pemberontakan di Bashrah, Kufah, Mesir dan Syria serta
pengakuan kemerdekaan atas beberapa wilayah sangan
merugikan dan melemahkan imperium Islam di bawah
pimpinan Ali.
Muawiyah didukung masyarakat Syria, sementara ali
didukung masyarakat Kufah adalah sesuatu yang tidak
seimbang.
Persaingan Hasyimiyah dan Umayyah turut mempersulit
posisi Ali.
Kelemahannya sebagai organisator memberi andil pada
kegagalannya.
Fitnah Abdullah bin Saba dan intrik menuntut balas
kematian Usman turut meciptakan suasana kisruh

PENOBATAN HASAN IBNU


ALI
Hasan dinobatkan sebagai khalifah
tidak lama setelah kematian Ali.
Namun dalam posisi transisi itu
Muawiyah menyerang Irak. Dengan
kecerdikan dan kelicikannya ia
berhasil memaksa Hasan bertekuk
lutut, yang akhirnya tewas diracun
Yazid.