Anda di halaman 1dari 22

KINTAMI

09-108

DRA adalah penyakit usia muda, terutama anak

sebelum pubertas. Usia tersering DRA adalah 615 tahun dimana pada hampir 50% kasus
ditemukan antistreptolisin o lebih dari 200 U
todd, yang menunjukkan seringnya infeksi
berulang pada rentang umur ini.
Pada infeksi faringitis oleh streptokokus grup A
0.3% akan mengalami demam rematik, dan
39% penderita DRA akan mengalami pankarditis
yang disertai dengan insufisiensi katub, gagal
jantung, perikarditis bahkan kematian.

Patogenesis DRA tidak sepenuhnya diketahui.


Ada 2 teori utama tentang terjadinya DRA,

yaitu :
1.Merupakan efek toksin streptokokus grup A
pada target organ seperti otot jantung, katub
jantung, synovium dan otak.
2.Merupakan respon abnormal sistem imun
tubuh pada keadaan molekular mimikri
dimana respon sistem imun tubuh gagal
membedakan antara kuman dengan jaringan
tubuh sendiri.

DRA memiliki tampilan klinis yang sangat

bervariasi dan tidak ada pemeriksaan yang


spesifik.
Onset DRA biasanya disertai dengan demam
akut 2-4 minggu setelah faringitis.
Diagnosa utamanya ditetapkan melalui
kriteria Jones.

Kriteria Mayor

Kriteria Minor

Karditis

Demam

Polyarthritis

Polyartralgia

Chorea

Laboratorium : peningkatan acute


phase reactan (LED atau
Leukosit)

Erythema marginatum

PR interval memanjang

Subcutaneius nodul
Untuk diagnosa diperlukan : 2 kriteria mayor atau 1 kriteria
mayor dan 2 kriteria minor dan bukti infeksi oleh
streptokokus A

Bukti Infeksi sebelumnya streptokokus A


Peningkatan antistreptollysin 0 atau peningkatan antibodi
streptokokus yang lain pada hari ke 45

Hapus tenggorok positif atau


Test cepat antigen terhadap streptokokus grup A
Riwayat demam skarletina

Kategori Diagnostik

Kriteria

Demam Rheumatik serangan


pertama

2 mayor atau 1 mayor dan 2


minor ditambah bukti infeksi
Streptococcus beta hemolyticus
group A sebelumnya

Demam Rheumatik serangan


berulang tanpa PJR

2 mayor atau 1 mayor dan 2


minor ditambah dengan bukti
infeksi Streptococcus beta
hemolyticus group A sebelumnya

Demam Rheumatik serangan


berulang dengan PJR

2 minor ditambah dengan bukti


infeksi Streptococcus beta
hemolyticus group A sebelumnya

Korea Rheumatik

Tidak diperlukan adanya kriteria


mayor lainnya atau bukti infeksi
Streptococcus beta hemolyticus
group A

PJR (stenosis mitral murni atau


kombinasi dengan insufisiensi

Tidak diperlukan kriteria lainnya


untuk mendiagnosis sebagai PJR

Nyeri tenggorokan
Polyarthritis
Sydenham chorea
Erythema marginatum
Nodul subkutan
Karditis

Artritis merupakan manifestasi utama pada

92% usia dewasa.


Artritis pada DRA biasanya simetris dan
mengenai sendi utama seperti lutut, siku,
pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.

Terjadi pada 25% kasus DRA dan sangat

jarang pada kasus dewasa.


Sydenham chorea pada DRA terutama karena
molekular mimikri dengan autoantibodi yang
beraksi terhadap ganglion otak.
Kelainan neurologis berupa gerakan involunter
yang tidak terkoordinasi (choreiform), pada
muka, leher, tangan dan kaki. Disertai dengan
kontraksi tetanik dimana penderita tidak bisa
menggenggam tangan pemeriksa secara kuat
terus menerus.

Muncul 10% serangan pertama DRA biasanya

pada anak-anak, jarang pada dewasa.


Lesi berwarna merah, tidak nyeri dan tidak
gatal dan biasanya pada batang tubuh, lesi
berupa cincin yang meluas secara sentrifugal
sementara bagian tengah cincin akan kembali
normal.

Muncul beberapa minggu setelah onset

demam rematik, dan tidak disadari penderita


karena tidak nyeri.
Biasanya berkaitan dengan perikarditis berat,
lokasiya di permukaan tulang dan tendon
serta menghilang setelah 1-2 minggu.

Frekuensi karditis 30-60% pada serangan

pertama, dan sering terjadi pada anak-anak.


Kelainannya berupa pankarditis, yaitu
mengenai perikardium, epikardium,
miokardium dan endokardium.
Pada DRA yang terjadi pankarditis yang
ditandai dengan perikarditis, miokarditis, dan
endokarditis.

Bising mitral regurgitasi berupa bising

pansistolik, high pitch, yang radiasi ke axilla.


Tidak dipengaruhi oleh posisi dan respirasi.
Carey coombs bising : bising diastolik di apeks
pada karditis yang aktif fan menyertai mitral
insufisiensi berat.
Bising aorta regurgitasi : bising awal diastolik
yang terdapat di basal, dan terbaik didengar
pada sisi atas kanan dan kiri sternum saat
penderita duduk miring ke depan.

Kultur tenggorokan merupakan gold standard

untuk konfirmasi infeksi streptokokus grup A.


Pemeriksaan titer antibodi menggunakan
antistreptolisin O (ASO), antistreptokokal
DNAase (ADB) dan antistreptokokal
hyaluronidase (AH), kenaikan titer 2 kali
menunjukan infeksi terdahulu
Reaktan fase akut : CRP dan LED akan
meningkat
Kultur darah untuk menyingkirkan endokarditis,
bakteremia, dan infeksi gonokokus

Foto Toraks : pada pasien karditis kesan

kardiomegali
EKG : kelainan terpenting adalah PR interval
memanjang atau adanya blok derajat 2 dan 3
Ekokardiografi

Terapi DRA dibagi 4 bagian :


1.Terapi untuk streptokokus grup A
2.Terapi umum untuk episode akut

a. Obat inflamasi : salisilat atau steroid


b. Tirah baring pada pasien karditis
c. Chorea diatasi dengan asam valproat
3.
Gagal jantung disebabkan karditis diterapi
sesuai terapi gagal jantung, dengan
pengawasan terhadap kemungkinan
timbulnya aritmia
4.
Profilaksis dengan Penisilin

Bila tidak ada karditis diberikan minimal 5

tahun atau sampai usia 18 tahun


Bila karditis ringan diberikan minimal 10
tahun atau sampai usia 25 tahun
Pada karditis berat atau perbaikan katub
dengan operasi : diberikan seumur hidup

Tujuan pencegahan primer adalah eradikasi

streptokokus grup A, penderita dengan


faringitis bakterial dan hasil test positif untuk
streptokokus grup A. Obat yang diberikan
adalah penicilin oral selama 10 hari atau
benzathine penicilin untuk intravena.

Antibiotik

Dosis

Frekuensi

Durasi

Keteranga
n

Benzathine
Penisilin G

(anak)
600.000 U
IM bila bb <
27 kg
(dws) 1,2
juta unit IM
atau anak
bb < 27 kg

1 kali

Hanya saat
akut

Mengurangi
masalah
kepatuhan

Penisilin V

(anak) 250
mg PO
(dws) 500
mg PO

2-3 kali /
hari

10 hari

Amoxicillin

500 mg PO

3 kali/hari

10 hari

Bervariasi
sesuai obat

10 hari

Cephalospor Bervariasi
in atau
sesuai obat
Erythromyci
n

Eritromisin
bila alergi
penisilin

Antibiotik

Dosis

Frekuensi

Keterangan

Benzathine
penisilin G

(anak)
Setiap 3-4
600.000 U IM minggu
bila bb<27kg
(dws) 1.2 juta
unit IM atau
anak bb>27
kg

Penisilin V

250 mg PO

2x / hari

Eritromisin

250 mg PO

2x / hari

Alternatif
pasien yang
alergi
penisilin

Silfonamides

1 gram PO

Setiap hari

Alternatif
pasien yang
alergi
penisilin

Mengurangi
masalah
kepatuhan

Penderita dengan perikarditis atau gagal

jantung akan baik responnya dengan


kortikosteroid.
Prednison 2 mg/kg/hari sampai maksimum 80
mg/hari sekali sehari atau dalam dosis
terbagi.