Anda di halaman 1dari 4

PEMICU TAMBAHAN dr.

PANDU INDRA BANGSAWAN


Seorang laki-laki berumur 58 tahun datang dengan keluhan pusing disertai dengan pandangan
berputar. Mual ada, muntah ada, batuk tidak ada, sesak tidak ada, diare tidak ada, kelemahan
lengan dan tungkai ada. Kelemahan lengan dan tungki dirasakan sejak 12 jam yang lalu.
Pusing disertai dengan pandangan berputar dirasakan sejak 2 hari yang lalu.
Status generalis: Tekanan darah 200/100 mmHg. Heart Rate 108x/menit. Suhu 37O C.
Respiratory Rate 24x/menit.
Kepala: Konjungtiva palpebra pucat (-), sklera ikterik (-), leher JVP 5-2 cmH 2O, thoraks
pulmo vesikular normal, bronkhi (-), wheezing (-), kor mur-mur positif (mur-mur sistolik di
katup aorta), ghallop negatif. Abdomen datar, lemas, nyeri tekan (+) regio epigastrium. Hepar
dan lien tidak teraba, asites (-), ekstremitas edema (-).
Status neurologikus: Kekuatan otot

5
5

3
3 . Refleks fisiologis lengan dan tungkai kanan

normal. Refleks fisiologis lengan dan tungkai kiri meningkat. Refleks patologis: Babinsky
dan Chaddock positif di tungkai kiri. Nervi craniales: parese N. VII dan N. XII sinistra.
Laboratorium: LDL 300 mg/dL. Trigliserida 400 mg/dL. GDS 400 mg/dL. SGPT dan SGOT
normal. Ureum 80 mg/dL. Kreatinin 2 mg/dL Trombosit 493.000 sel/mm 3. Fibrinogen
473.000. Asam urat 9 mg/dL.
Pertanyaan
1. Bagaimana tatalaksana vertigo pada kasus ini?
2. Bila pasien tersebut di atas tidak mengalami kelemahan lengan dan tungkai, apa saja
tatalaksana dari vertigo tersebut?
3. Berikan alasan yang logis dan rasional terhadap terapi yang saudara berikan pada
pasien tersebut.

Analisis Masalah

Pria, 58 tahun

hiperglikemi
hiperkolesterol
aterosklerosis
Kelemahan
Mur-mur
Terapi hipertensi denganNyeri
Pusing,
ureum
epigastrium
lengan
dan
sistolik
Gangguan
sirkulasi
Gangguan
sirkulasi
gangguan
Vertigo
Gangguan
kreatinin
Iskemikdarah
Vertigo pandangan
Disfungsifungsi ginjal/gagal
pasokan
(nyeri alih) Loop diuretics
hipertensi
tungkai
katup
aorta

afterload
darah
ginjal
E.S
:
Iskemik
otak
darah
otak
jantung

asam
urat
perifer
stroke
miokard
sentral berputar
sistolik
jantung
ginjal

Interpretasi Kasus
No.
1.
2.
3.
4.
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Status generalis
Tekanan darah
Heart Rate
Suhu
Respiratory Rate

Kasus
Normal
200/100 mmHg
120/80 mmHg
108x/menit
60-100x/menit
O
37 C
36,5-37,5O C
24x/menit
18-22x/menit
Kasus
Konjungtiva palpebra pucat (-)
Sklera ikterik (-)
Leher JVP 5-2 cmH2O
Thoraks pulmo vesikular normal
Bronkhi (-)
Kor mur-mur positif (mur-mur sistolik di katup aorta)
Wheezing (-)
Ghallop negatif

Interpretasi
Hipertensi grade 2
Takikardi
Normal
Takipneu
Interpretasi
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal

9.
10.
11.
12.

Abdomen datar, lemas, nyeri tekan (+) regio epigastrium


Hepar dan lien tidak teraba
Asites (-)
Ekstremitas edema (-)

No.
1.

Kekuatan otot

5
5

Status neurologikus
3
/ 3

Normal
Normal
Normal
Interpretasi
Kanan : Normal
Kiri : Tidak mampu

2.
3.
4.

melawan tahanan
Refleks fisiologis lengan dan tungkai kanan normal
Normal
Refleks fisiologis lengan dan tungkai kiri meningkat
Hiper refleks
Refleks patologis: Babinsky dan Chaddock positif di Lesi UMN

5.

tungkai kiri
Nervi craniales: parese N. VII dan N. XII sinistra

No.
1.
2.
3.
4.

Laboratorium
LDL
Trigliserida
GDS
SGPT/SGOT

Kasus
300 mg/dL
400 mg/dL
400 mg/dL
-

5.
6.
7.

Ureum
Kreatinin
Trombosit

80 mg/dL
2 mg/dL
493.000 sel/mm3

Normal
<100 mg/dL
120-190 mg/dL
SGPT <30 U/L

Interpretasi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Normal

SGOT <25 U/L


8-25 mg/dL
0,5-1,5 mg/dL
150.000400.000

Tinggi
Tinggi
Tinggi

sel/mm3
8.
9.

Fibrinogen
Asam urat

473.000
9 mg/dL

3,4-7 mg/dl

Tinggi

Jawaban :
1. Tatalaksana pada kasus :
Pada kasus, pasien dicurigai mengalami vertigo perifer, berikut ada beberapa terapi
farmakologi yang dapat diberikan pada pasien beserta
Perphenazine dan lisinopril
Perphenazine dan lisinopril mungkin memiliki efek aditif dalam menurunkan tekanan
darah. Anda mungkin mengalami sakit kepala, pusing, ringan, pingsan, dan / atau
perubahan denyut nadi atau detak jantung. Efek samping yang paling mungkin untuk
dilihat pada awal pengobatan, setelah kenaikan dosis, atau ketika pengobatan dimulai lagi
setelah dihentikan. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berbahaya sampai

Anda tahu bagaimana obat mempengaruhi Anda, dan berhati-hati ketika bangun dari
posisi duduk atau berbaring.
Lisinopril dan Metformin
Menggunakan lisinopril bersama dengan metformin dapat meningkatkan efek metformin
pada menurunkan gula darah. Hal ini dapat menyebabkan kadar gula darah sangat rendah.
Tanda-tanda gula darah rendah termasuk sakit kepala, rasa lapar, lemah, pusing,
mengantuk, gelisah, berkeringat, kebingungan, dan tremor. Anda mungkin memerlukan
penyesuaian dosis dan Anda mungkin perlu memeriksa gula darah Anda lebih sering.
Data terbatas yang menunjukkan bahwa ACE inhibitor berpotensi menimbulkan efek
hipoglikemik dari obat antidiabetes oral termasuk metformin.
Perphenazine dan metformin
Perphenazine dapat mengganggu kontrol glukosa darah dan mengurangi efektivitas
metformin dan obat diabetes lainnya. Monitor kadar gula darah dengan cermat dan
memerlukan penyesuaian dosis obat diabetes selama dan setelah pengobatan dengan
perphenazine.
Sumber : Drug Interaction Report. Available from: http://www.drugs.com/interactionscheck.php?drug_list=1476-0,1573-0,18320&types[]=major&types[]=minor&types[]=moderate&types[]=food&professional=1

2. Jika tidak terdapat kelemahan pada tungkai dan kaki, tatalaksana yang dapat diberikan
pada pasien adalah