Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PRAKTIKUM FISIKA DASAR 1

PENEMUAN TERBARU DI BIDANG FISIKA

Oleh :

AINUN RADHIANA
F02112010
Kelompok 2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNG PURA
PONTIANAK
2012

Penemu Bluetooth
Bluetooth Mengadopsi Nama Raja. Lebih dulu popular sebagai salah satu fitur ponsel,
Bluetooth sesungguhnya merupakan spesifikasi industri untuk jaringan wilayah pribadi
nirkabel(WPAN). Bluetooth menfasilitasi koneksi dan pertukaran informasi diantara alat-alat
seperti PDA, ponsel, computer laptop, printer, dan kamera digital melalui frekuensi radio
jarak dekat.
Nama Bluetooth sendiri diambil dari nama seorang raja di Denmark yang bertakhta pada
abad ke 10, yakni raja Harald Bluetooth. Pada masa hidupnya, raja tersebut aktif
berdiplomasi memfasilitasi perundingan-perundingan untuk mendamaikan pihak-pihak yang
bersengketa. Para penemu teknologi Bluetooth menganggap nama belakang raja tersebut
sesuai dengan sifat teknologi nirkabel itu.
Spesifikasi Bluetooth pertama kali dikembangkan oleh Ericsson, yang saat ini menjadi Sony
Ericsson dan Ericsson mobile Platforms. Bluetooth kemudian diresmikan oleh Special
Interest Group (SIG), yang berdiri pada 20 mei 1999. organisasi terssebut didirikan oleh sony
ericsson, IBM, Intel, Toshiba dan Nokia.
Sebagai standar radio dan protocol komunikasi, bluetooth dirancang untuk bekerja hemat
daya, dengan daya jangkau pendek, berbasis transceiver microchip murah.
Untuk mengamankan komunikasi daaari penyadapan, Bluetooth mengandalkan algoritma
SAFER+ untuk otentikasi dan pembuatan kunci. Sementara itu, enkripsi paket data
dipercayakan pada teknologi E0 Stream Chipher.
Versi-versi pertama adalah Bluetooth 1.0 dan Bluetooth 1.0B. Perbaikan terus dilakukan
dengan kelahiran Bluetooth 1.1. Versi ini antara lain mendukung unutk channel yang tidak
dapat terenkripsi. Berikutnya tercipta Bluetooth 1.2 yang memiliki kecepatan transmisi lebih
tinggi dan lebih tahan terhadap interferensi frekiuensi radio. Dan versi terbaru yang baanyak
diadopsi gadget-gadget muthakhir pada saat ini adalah Bluetooth 2.0.
Spesifikasi Bluetooth
Bluetooth adalah teknologi yang memungkinkan dua perangkat yang kompatibel, seperti
telepon dan PC untuk berkomunikasi tanpa kabel dan tidak memerlukan koneksi saluran yang
terlihat. Teknologi ini memberikan perubahan yang signifikan terhadap peralatan elektronik
yang kita gunakan. Jika kita melihat sekeliling kita dimana keyboard dihubungkan pada
komputer. Demikian juga halnya dengan printer, mouse, monitor dan lain sebagainya. Semua
peralatan itu dihubungkan dengan menggunakan kabel. Akibatnya terjadi masalah banyak
kabel yang dibutuhkan di kantor, rumah atau tempat-tempat lainnya. Masalah lain yang
ditemui adalah bagaimana menelusuri kabel-kabel yang terpasang jika ada suatu kesalahan
atau kerusakan. Bluetooth memperbaiki penggunaan teknologi kabel yang cenderung
menyulitkan ini dengan cara menghubungkan beberapa peralatan tanpa menggunakan kabel.
Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz (antara 2.402 GHz sampai 2.480 GHz)
yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host to
host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Bluetooth dapat berupa card
yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local

area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya
saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dan kemampuan
transfer data yang lebih rendah.
Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan
penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan
fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi
daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan
mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.
Cara Kerja Bluetooth
Bluetooth sebenarnya hadir ditujukan untuk mengatasi beberapa kendala komunikasi data
antarperanti elektronik yang lebih dahulu hadir. Yang paling utama memang untuk
komunikasi antarperalatan elektronik tanpa kabel. Namun, Bluetooth juga digunakan untuk
menjembatani komunikasi one by one menjadi one to many. Selain itu, bluetooth juga
mengeliminasi campur tangan pengguna dalam mengonfigurasi koneksi. Jadi, koneksi
antarperalatan elektronik via bluetooth terjadi secara otomatis.
Nah, kalau kita bicara soal komunikasi data, tentu ada dua hal yang harus diperhatikan.
Pertama, seberapa banyak jumlah data yang hendak dipertukarkan dalam sekali komunikasi.
Kedua, bagaimana data yang dipertukarkan diintrepetasikan secara sama antara pengirim dan
penerima dan data yang diterima adalah data yang benar-benar dikirim. Hal ini sering disebut
sebagai protokol komunikasi.
Bluetooth bekerja menggunakan frekuensi radio. Beda dengan inframerah yang mendasarkan
diri pada gelombang cahaya. Jaringan Bluetooth bekerja pada frekuensi 2.402 Giga Hertz
sampai dengan 2.480 Giga Hertz. Dibangkitkan dengan daya listrik kecil sehingga membatasi
daya jangkaunya hanya sampai 10 meter. Penetapan frekuensi ini telah distandardisasi secara
internasional untuk peralatan elektronik yang dipakai untuk kepentingan industri, ilmiah, dan
medis. Kecepatan transfer data Bluetooth rilis 1.0 adalah 1 mega bit per detik (Mbps),
sedangkan versi 2.0 mampu menangani pertukaran data hingga 3 Mbps.
Kalau dalam satu waktu bisa terjadi koneksi antara 8 peralatan Bluetooth secara simultan,
lalu bagaimana bisa peralatan Bluetooth tidak mengganggu satu sama lain? Hal itu
disebabkan karena masing-masing peralatan tersebut membangkitkan sinyal sangat lemah
melalui listrik berdaya 1 miliwatt yang akan mengacak penggunaan 79 frekuensi sebanyak
1600 kali dalam satu detik. Jadi, akan sangat kecil kemungkinan masing-masing alat
menggunakan frekuensi yang sama dalam satu waktu.
Sepasang peralatan Bluetooth yang telah tersambung akan membentuk Personal Area
Network, disebut juga piconet dan mengacak frekuensi. Akan terjadi transaksi dan
percakapan antar peralatan secara otomatis apakah ada data yang hendak dipertukarkan dan
pihak manakah yang akan mengontrol komunikasi.
Pernahkah membayangkan komunikasi yang harus berjalan secara bergantian seperti handy
talkie? Kita bisa bicara dan mendengar, tetapi tidak keduanya dalam satu waktu. Cara kerja
seperti ini sering disebut sebagai half-duplex. Bluetooth dirancang untuk dapat bekerja secara
half-duplex maupun full-duplex. Sebagai contoh, ketika digunakan secara full-duplex,
kebanyakan telepon tanpa kabel berteknologi Bluetooth mampu menangani pengiriman data

lebih dari 64 Kbps. Sementara, ketika printer berteknologi Bluetooth mengadakan


komunikasi dengan komputer secara half-duplex, mampu menangani pengiriman data sebesar
721 Kbps di satu titik dan 57,6 Kbps di titik yang lain. Jika diatur agar kedua titik
menggunakan kecepatan transfer yang sama, maka kecepatan transfernya adalah 432,6 Kbps.
Kalau dikaitkan dengan masalah keamanan data, maka dapat dikatakan bahwa banyak hal
yang perlu mendapat perhatian ekstra pada penggunaan Bluetooth. Hal ini menjadi bertambah
krusial jika penggunaan Bluetooth berada dalam ruang publik yang sangat anonim seperti
keramaian umum. Kita ingat bahwa koneksi antar peralatan Bluetooth tidak memerlukan
campur tangan dari pengguna, melainkan terjadi secara otomatis. Begitu peralatan Bluetooth
kita terdeteksi dan koneksi terbentuk, maka siapa saja dapat mengirimkan data ke peralatan
Bluetooth kita.
Beberapa manufaktur peralatan mobile saat ini telah mulai menerapkan teknologi secure
Bluetooth. Jika dipasang pada mode trusted devices, maka jika ada kiriman data, pengguna
harus memutuskan untuk menerima atau menolak.
Pada teknologi yang lebih tinggi keamanannya, terdapat prosedur autorisasi dan autentifikasi
untuk membatasi penggunaan Bluetooth pada layanan (service) tertentu saja, atau hanya
mengijinkan pertukaran data dengan user yang telah terdaftar dan terpercaya.
Singkatnya user dipaksa untuk membuat keputusan perihal pertukaran data secara sadar. Ada
baiknya juga kita selalu menyinkronkan Bluetooth dengan peralatan yang ada di rumah atau
ruang kerja sehingga mengurangi risiko pembajakan di ruang publik yang anonim.