Anda di halaman 1dari 57

PERBANDINGAN

STRATEGI

PEMBELAJARAN

INDEX

CARD MATCH DAN KWL (KNOW-WANT-LEARN) PADA


MATERI KALOR DI KELAS X SMAN 6 PRABUMULIH

Proposal Penelitian
Oleh :
Yuni Kurniati
Nomor Induk Mahasiswa 2012 122 041
Program Studi Pendidikan Fisika
Jurusan Pendidikan MIPA

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
2014
1.1 Latar Belakang

Setiap warga negara berhak untuk memperoleh pendidikan yang layak,


demikian dalam undang-undang yang kita miliki dikatakan. Pendidikan yang
layak terjadi sampai pada tingkatan yang paling kecil yaitu pembelajaran di dalam
kelas, artinya bagi semua warga Indonesia yang belum masuk ataupun sudah
berada dalam sistem pembelajaran di kelas memiliki hak yang sama untuk
memperoleh pembelajaran yang layak. Pembelajaran yang layak adalah
pembelajaran yang dilakukan dengan memenuhi standar minimal pembelajaran
yang harus terjadi di dalam kelas,ada kelas,ada guru,dan ada bahan ajar.
Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan manusia kearah
yang lebih baik. Pada hakikatnya pendidikan merupakan salah satu kegiatan
penting yang mencakup kegiatan mendidik, mengajar, membimbing dan
mengayomi. Dalam serangkaian proses belajar mengajar di sekolah, kegiatan
belajar mengajar merupakan kegiatan yang paling penting. Keberhasilan
pembelajaran di sekolah tergantung dari situasi kegiatan belajar mengajar dari
siswa itu sendiri dalam mengikuti proses pembelajaran, dikarenakan pembelajaran
yang belum menggunakan variasi dan inovasi baik mengenai strategi, media,
maupun model dalam pembelajaran. Pembelajaran hanya didominasi oleh guru,
sedangkan siswa hanya mendengarkan saja dan masih banyak siswa yang
berbicara sendiri pada saat guru menjelaskan tentang materi yang diajarkan. Hal
itu dikarenakan pembelajaran yang dilaksanakan kurang menarik bagi siswa.
Proses pembelajaran selama ini masih didominasi oleh guru sehingga belum
memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang secara mandiri melalui
penemuan dan proses berpikir. Cara guru mengajar yang hanya satu arah (teacher
centered) menyebabkan penumpukan informasi atau konsep saja yang kurang
bermanfaat bagi siswa. Guru selalu menuntut siswa untuk belajar, tetapi tidak
mengajarkan bagaimana siswa seharusnya belajar dan menyelesaikan masalah.
Fisika adalah bagian dari sains (IPA), pada hakikatnya IPA sebagai kumpulan
pengetahuan yang dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, teori, dan model
yang bisa disebut produk selain itu yang paling penting dalam IPA adalah proses
dalam pembelajaran.

Selama ini siswa terkesan masih belajar secara individual dan masih
kurang terjalin hubungan kerja sama antar siswa sehingga siswa yang memiliki
kemampuan akademik tinggi terkesan lebih memahami pelajaran dan siswa yang
memiliki akademik rendah akan tertinggal. Faktor lain yang menyebabkan
rendahnya hasil belajar ini disebabkan pembelajaran masih menitikberatkan guru
sebagai peran utama dalam pembelajaran. Upaya yang dapat dilakukan guru untuk
membuat siswa tertarik pada pelajaran fisika diantaranya pada pemilihan strategi
pembelajaran yang sesuai sehingga siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya.
Belajar adalah masalah yang aktual dan dihadapi oleh setiap orang, hampir
semua kecakapan, keterampilan, pengetahuan, kebiasaan, kegemaran dan sikap
manusia terbentuk, dimodifikasi dan berkembang karena belajar dapat terjadi
dimana-mana : dirumah, kantor, lapangan, lembaga pendidikan formal dan
lembaga pendidikan non formal lainnya.
Pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu
seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru (Syaiful sagala,
2011:61). Hal ini berarti dalam pembelajaran selain dapat menyelesaikan materi,
guru harus mampu menanamkan atau dapat membuat siswa mengerti dan
memahami materi yang disampaikan.
Strategi pembelajaran adalah operator-operator kognitif yang terdiri dari
proses-proses yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan suatu tugas
(belajar). Strategi-strategi tersebut merupakan strategi-strategi yang digunakan
siswa untuk memecahkan masalah belajar tertentu. Untuk menyelesaikan tugastugas belajar siswa memerlukan keterlibatan dalam proses-proses berfikir dan
perilaku, membaca sepintas lalu, meringkas dan membuat catatan, di samping itu
juga memonitor jalan berfikir diri sendiri agar mempermudah mempercepat, lebih
mudah memahami secara langsung dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar
(Trianto,2009:140). Tujuan strategi pembelajaran adalah mengajarkan siswa untuk
belajar atas kemauan dan kemampuan diri sendiri, untuk menyelesaikan masalah

belajar tertentu yang dihadapi, untuk memotivasi agar belajar lebih efektif
(Trianto,2009: 142).
Salah satu Strategi Pembelajaran yang diterapkan dalam mata pelajaran
fisika adalah Strategi pemebelajaran Index Card Match dan KWL. KWL
merupakan kepanjangan dari Know yang berarti mengetahui, Want yang berarti
ingin, dan Learn yang berarti belajar. Jadi strategi KWL merupakan suatu strategi
yang dapat membuat anak berfikir tentang apa yang diketahui suatu topik, dan apa
yang ingin diketahui tentang topik (B. Uno Hamzah dan Nurdin Mohamad,
2011:108). Sedangkan Index Card Match merupakan suatu strategi pembelajaran
yang mengajak siswa untuk belajar aktif dan bertujuan agar siswa mempunyai
jiwa kemandirian dalam belajar serta menumbuhkan daya kreatifitas.
Sesuai dengan uraian diatas maka peneliti mengadakan penelitian dengan
judul Perbandingan Strategi Pembelajaran Index Card Match dan KWL
pada Materi Kalor di Kelas X SMAN 6 Prabumulih.
1.2 Pembatasan Masalah dan Rumusan Masalah Penelitian
1.2.1 Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini agar pemasalahan tidak terlalu luas dan menyimpang
dari sasaran sebenarnya, maka pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Perbandingan dalam penelitian ini adalah dilihat dari hasil belajar siswa
yang diajarkan dengan Strategi Pembelajaran KWL yaitu memberikan
kepada siswa tujuan membaca dan memberikan suatu peran aktif siswa
sebelum, saat dan sesudah membaca.
2. Sedangkan Strategi Index Card Match merupakan strategi pengulangan
(peninjauan kembali) materi, sehingga siswa dapat mengingat kembali
materi yang telah dipelajarinya.
3. Hasil belajar pada penelitian ini adalah nilai yang diperoleh siswa pada
mata pelajaran fisika siswa pada materi kalor yang didapat dari hasil tes
tertulis setelah kedua strategi pembelajaran diterapkan.
4. Dalam penelitian ini peneliti mengambil materi kalor.

5. Siswa dalam penelitian ini adalah siswa kelas X semester genap di SMAN
6 Prabumulih tahun ajaran 2014/2015.
1.2.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi permasalahan dalam

penelitian ini adalah Bagaimanakah perbandingan antara Strategi Pembelajaran


Index Card Match dengan Strategi KWL terhadap hasil belajar fisika siswa kelas
X SMAN 6 Prabumulih tahun ajaran 2014/2015 ?.
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui perbandingan Strategi Pembelajaran Index Card Match dengan KWL
terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMAN 6 Prabumulih tahun ajaran
2014/2015.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1) Bagi Guru, Sebagai masukan untuk memilih teknik mengajar yang sesuai
dengan materi yang akan diajarkan sehingga dapat meningkatkan keaktifan
dan prestasi siswa dalam belajar fisika.
2) Bagi Sekolah, Sebagai masukan dalam rangka memperbaiki kualitas
pembelajaran dan kegiatan belajar fisika pada sekolah tersebut.
3) Bagi Siswa, Sebagai bahan baru dalam beajar yang diharapkan siswa
mampu menguasai materi sehingga bisa meningkatkan hasil belajar fisika
siswa.
4) Bagi Peneliti, Sebagai pengembangan pengetahuan tentang penelitian dalam
pembelajaran fisika.
Landasan Teori
2.1 Pengertian Perbandingan

Kata Perbandingan menurut kamus besar bahasa indonesia (Diknas:2003)


adalah selisih atau perbedaan. Penelitian yang diarahkan pada kegiatan
perbandingan merupakan suatu proses dimana kegiatan penelitian ini ditujukan
untuk mengetahui perbandingan antara dua macam komponen atau dua macam
variabel tertentu yang ingin diketahui perbedaannya. Misalnya, kualitas antara dua
macam barang yang sejenis, cara mengajar yang berbeda untuk satu pokok
bahasan yang sama, dan sifat dari dua macam kelompok yang berbeda serta masih
banyak lagi yang lainnya. Dalam penelitian ini, peneliti ingin membandingkan
antara penyampaian pengajaran melalui Strategi Pembelajaran Index Card Match
dan Strategi Pembelajaran KWL.
2.2 Pengertian Belajar
Menurut Hintzman belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi dalam
diri manusia disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku
manusia (Muhibbin Syah, 2005:90). Kegiatan belajar merupakan unsur yang
sangat mendasar dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Jadi
perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman baru dapat dikatakan belajar
apabila mempengaruhi perilaku dalam kehidupan sehari-hari sampai batas
tertentu.
Menurut Oemar Hamalik (2003:50) terdapat unsur-unsur yang terkait
dalam proses belajar diantaranya: 1) motivasi siswa, 2) bahan belajar, 3) alat bantu
belajar, 4) suasana belajar, 5) kondisi subjek yang belajar. Kelima unsur inilah
yang bersifat dinamis yang sering berubah, menguat atau melemah dan
mempengaruhi proses belajar siswa. Proses belajar pada hakekatnya merupakan
perubahan dalam tingkah laku seseorang dalam situasi tertentu yang berulangulang berdasarkan keadaan seseorang.
Menurut peneliti perbuatan belajar adalah suatu perubahan yang
ditimbulkan oleh pengalaman baru yang mempengaruhi tingkah laku siswa dalam
situasi tertentu yang berulang-ulang. Setiap perbuatan belajar mengandung
beberapa unsur yang bersifat dinamis (berubah-ubah) dalam arti dapat menjadi

lebih kuat atau melemah. Kedinamisan ini dipengaruhi oleh kondisi yang ada
dalam diri siswa dan yang ada diluar diri siswa yang tentu pula ada pengaruhnya
terhadap kegiatan belajar siswa.
2.3 Hasil Belajar Fisika
Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku didalam diri siswa yang dapat
diamati dan diukur dalam bentuk perubahan-perubahan pengetahuan, sikap dan
keterampilan. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah ia
menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2005: 111). Pengukuran hasil belajar
umumnya

dilakukan

pengukuran

dengan

menggunakan

test,

observasi.

Pengukuran dalam bentuk angka yang dapat memberikan gambaran tentang


tingkat penguasaan siswa terhadap pelajaran yang telah diperoleh disekolah.
Fisika adalah Ilmu pengetahuan alam (IPA), fisika sebagai IPA yang
menyangkut gejala-gejala alam yang dinyatakan dalam zat dan energi, sedangkan
menurut Bob Foster (2002: 2) menyatakan bahwa fisika adalah ilmu yang
mempelajari gejala-gejala alam dan benda mati.
Hasil belajar fisika adalah hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa
dalam mata pelajaran fisika selama siswa mampu mengamati, memahami konsepkonsep dan prinsip-prinsip, serta mampu menjawab permasalahan yang ada
setelah siswa selesai mempelajari satu pokok bahasan.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah
keseluruhan dari hasil kegiatan belajar mengajar untuk mencapai suatu tujuan atau
penguasaan materi. Perubahan tingkah laku di dalam diri siswa setelah melalui
proses belajar yang dilakukan siswa sehingga memberikan penguasaan materi
yang diperoleh siswa disekolah. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini
adalah penilaian yang dilakukan melalui teknik pemberian tes berupa soal uraian
yang diberikan oleh guru setelah menerapkan pengajaran melalui strategi
pembelajaran Index Card Mach dan strategi pembelajaran KWL pada pokok
bahasan Kalor.

2.4 Pembelajaran
Pendidikan menitikberatkan pada pembentukan dan pengembangan
kepribadian. Latihan menitikberatkan ini pada pembentukan keterampilan,
sedangkan pengajaran merupakan proses pengajaran yang terarah pada tujuan
yang drencanakan.
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur
manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling
mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Dalam proses pendidikan dinamisasi perubahan selalu menjadi tujuan.
Demikian juga dalam proses pembelajaran, tentu juga mengiginkan keberhasilan
terhadap subjek didik. Keberhasilan yang dimaksud adalah nilai atau hasil belajar
siswa, khususnya dalam pelajaran fisika.
2.5 Strategi Pembelajaran
2.5.1 Pengertian Strategi Pembelajaran
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar
haluan bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi biasa diartikan sebagai pola-pola
umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar
untuk mencapai tujuan yang telah digariskan (Trianto, 2009:139).
Strategi pembelajaran merupakan cara yang diplih dan digunakan
seseorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga akan
memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran, yang
pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya diakhir kegiatan.
Perlunya penggunaan suatu strategi dalam kegiatan pembelajaran, karena
untuk mempermudah mencapai hasil yang optimal. Tanpa strategi yang jelas
proses pembelajaran tidak akan terarah sehingga tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan sulit tercapai secara optimal, dengan kata lain pembelajaran
pembelajaran tidak dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Strategi

pembelajaran sangat berguna baik bagi peserta didik maupun pendidik. Bagi
pendidik, strategi pembelajaran dapat dijadikan pedoman dan acuan bertindak
yang ideal dalam pelaksanaan pembelajaran. Bagi peserta didik, penggunaan
strategi pembelajaran dapat mempermudah proses belajar peserta didik di dalam
kelas dan agar peserta didik lebih tertarik dengan adanya berbagai macam strategi
pembelajaran yang dipakai pendidik.
2.6 Strategi Pembelajaran Index Card Match

Silberman (2006: 250) menyatakan Index Card Match adalah salah satu
teknik instruksional dari belajar aktif yang termasuk dalam berbagai reviewing
strategis (strategi pengulangan).
Model Index Card Match ini berhubungan dengan cara-cara untuk
mengingat kembali apa yang telah mereka pelajari dan menguji pengetahuan serta
kemampuan mereka saat ini dengan teknik mencari pasangan kartu yang
merupakan jawaban atau soal sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik
dalam suasana menyenangkan.
Biasanya guru dalam kegiatan belajar mengajar memberikan banyak
informasi kepada siswa agar materi atau pun topik dalam program pembelajaran
dapat terselesaikan tepat waktu, namun guru terkadang lupa bahwa tujuan
pembelajaran bukan hanya materi yang selesai tepat waktu tetapi sejauh mana
materi telah disampaikan dapat diingat oleh siswa. Karena itu dalam kegiatan
pembelajaran perlu diadakan peninjauan ulang atau review untuk mengetahui
apakah materi yang disampaikan dapat dipahami oleh siswa. Hal ini sesuai dengan
yang dikemukakan Silberman (2006: 249) salah satu cara yang pasti untuk
membuat

pembelajaran

tetap

melekat

dalam

pikiran

adalah

dengan

mengalokasikan waktu untuk meninjau kembali apa yang telah dipelajari. Materi
yang telah dibahas oleh siswa cenderung lima kali lebih melekat di dalam pikiran
ketimbang materi yang tidak. Kurniawati (2009) juga mengatakan bahwa :
Strategi pembelajaran Index Card Match merupakan suatu strategi yang
8

cukup menyenangkan yang digunakan untuk mengulang materi yang telah


diberikan sebelumnya. Namun demikian, materi baru pun tetap bisa diajarkan
dengan strategi ini dengan catatan, peserta didik diberi tugas mempelajari topik
yang akan diajarkan terlebih dahulu, sehingga ketika masuk kelas mereka sudah
memiliki bekal pengetahuan.
Berdasarkan pendapat di atas, model pembelajaran Index Card Match
merupakan strategi pembelajaran yang menuntut siswa untuk bekerja sama dan
dapat meningkatkan rasa tanggung jawab siswa atas apa yang dipelajari dengan
cara yang menyenangkan. Siswa saling bekerja sama dan saling membantu untuk
menyelesaikan pertanyaan dan melemparkan pertanyaan kepada pasangan lain.
Kegiatan belajar bersama ini dapat membantu memacu belajar aktif dan
kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasama kelompok kecil yang
memungkinkan untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi.
Model pembelajaran Index Card Match sebagai salah satu aternatif yang
dapat dipakai dalam penyampaian materi pelajaran selama proses belajar
mengajar juga memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Handayani (2009)
menyatakan bahwa terdapat kelebihan dan kelemahan strategi pemelajaran Index
Card Match.
Kelebihan dari model pembelajaran Index Card Match yaitu :
1) Menumbuhkan kegembiraan dalam kegiatan belajar mengajar.
2) Materi pelajaran yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa.
3) Mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.
4) Mampu meningkatkan hasil belajar siswa mencapai taraf ketuntasan belajar.
5) Penilaian dilakukan bersama pengamat dan pemain.
Kelemahan dari model pembelajaran Index Card Match yaitu :
1) Membutuhkan waktu yang lama bagi siswa untuk menyelesaikan
tugas.
2) Guru harus meluangkan waktu yang lebih.
9

3) Lama untuk membuat persiapan


4) Guru harus memiliki jiwa demokratis dan keterampilan yang memadai
dalam hal pengelolaan kelas
5) Menuntut sifat tertentu dari siswa atau kecenderungan untuk bekerja sama
dalam menyelesaikan masalah
6) Suasana kelas menjadi gaduh sehingga dapat mengganggu kelas lain.

2.6.1

Langkah-langkah Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Index Card


Match
Dilihat dari aktivitas belajar siswa, siswa yang mendapat pelajaran dengan

menggunakan Index Card Match akan lebih aktif dan bergairah dalam belajar. Hal
yang sama terjadi pada indikator bentuk pembelajaran, Index Card Match dalam
penggunaannya menunjukkan interaksi banyak arah antara guru dengan siswa,
siswa dengan guru dan siswa dengan siswa dalam kadar yang intensif serta
suasana kelas yang harmonis. Suprijono dalam bukunya Cooperative
Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM menguraikan langkah-langkah
teknik Index Card Match . Langkah-langkah tersebut yaitu sebagai
berikut:
1) Guru membuat potongan-potongan kartu sebanyak jumlah siswa yang
ada di dalam kelas.
2) Guru membagi potongan kartu-kartu tersebut menjadi dua bagian yang
sama.
3) Pada separuh bagian potongan kartu-kartu, guru menuliskan pertanyaan
tentang materi yang akan dipelajari. Setiap kartu berisi satu pertanyaan.
4) Pada separuh kartu yang lain, guru menuliskan jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat.

10

5) Guru mengocok semua kartu sehingga akan tercampur antara


pertanyaan dan jawaban.
6) Guru membagikan satu kartu kepada setiap siswa. Guru selanjutnya
menjelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan.
Separuh dari jumlah siswa akan mendapatkan pertanyaan dan separuh
yang lain akan mendapatkan jawaban.
7) Guru meminta kepada siswa untuk menemukan pasangan mereka. Jika
ada yang sudah menemukan pasangan, guru meminta kepada mereka
untuk duduk berdekatan. Guru juga menjelaskan agar mereka tidak
memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.
8) Setelah semua siswa menemukan pasangan dan duduk berdekatan, guru
meminta kepada setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan
pertanyaan yang diperoleh dengan keras kepada teman-temannya yang
lain. Selanjutnya pertanyaan tersebut dijawab oleh pasangannya.
9) Guru mengakhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan
kesimpulan.
2.7 Strategi Pembelajaran KWL
2.7.1 Pengertian Strategi Pembelajaran KWL

KWL merupakan kepanjangan dari Know yang berarti mengetahui, Want


yang berarti ingin, dan Learn yang berarti belajar. Jadi strategi KWL merupakan
suatu strategi yang dapat membuat anak berpikir tentang apa yang diketahui suatu
topik, dan apa yang ingin diketahui tentang topik. Strategi KWL untuk membantu
guru menghidupkan latar belakang pengetahuan dan minat siswa pada suatu topik
(Wijianti,2009:52).
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi KWL (knowwant-learn) adalah cara-cara yang digunakan seorang guru untuk menarik minat
siswa dalam berpikir tentang apa yang ingin diketahuinya pada suatu topik.

11

Strategi KWL memberikan kepada siswa tujuan membaca dan memberikan suatu
peran aktif, sebelum dan sesudah membaca.
Strategi KWL melibatkan tiga tahap dasar yang menuntun siswa, dalam
memberikan suatu jalan tentang apa yang ingin mereka ketahui, menentukan apa
yang mereka sendiri ketahui, dan mengingat kembali tentang apa yang telah
mereka pelajari, yaitu
Tahap 1 : Know (K), peserta didik memberikan pendapat tentang apa saja
telah mereka ketahui tentang materi yang akan diajarkan.
Tahap 2 : Want I want to learn (W), peserta didik mengajukan pertanyaan
tentang apa yang ingin mereka ketahui/pelajari sehubungan dengan materi
yang akan diajarkan.
Tahap 3 : What I have learned (L), terjadi setelah membaca. Peserta didik
mengaitkan pengetahuan yang telah dipelajari dengan apa yang dibaca dan
menentukan apa yang telah diperoleh dari pembacanya (B. Uno Hamzah
dan Nurdin Mohamad, 2011:108).

2.7.2

Manfaat dan Tujuan Strategi Pembelajaran KWL


Menurut Trianto (2009:140) manfaat dan tujuan penggunaan strategi

pembelajaran KWL adalah sebagai berikut:


1.
2.
3.
4.

Mengajarkan siswa untuk belajar atas kemauan sendiri


Memberikan umpan balik saat menguji materi dengan strategi belajar.
Mengevaluasi penggunaan strategi belajar.
Mendorong siswa untuk melakukan evaluasi mandiri.
5. Membantu guru menghidupkan latar belakang pengetahuan dan minat
siswa pada suatu topik.

2.7.3

Langkah-langkah Pelaksanaan strategi pembelajaran KWL

12

Menurut

Sujak

(2011:10)

langkah-langkah

pelaksanaan

strategi

pembelajaran KWL adalah kegiatan awal :


1. Menjelaskan tujuan,
2. Menjelaskan manfaat dan langkah-langkah pembelajaran,
3. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 5 siswa
dalam setiap kelompok,
4. Mengadakan apersepsi dengan bertanya jawab tentang apa yang pernah
dibacanya.
Kegiatan inti :
1. Siswa mempersiapkan bahan dan alat yang akan dipraktekkan,
2. Guru membagikan lembar kerja siswa (LKS) yang berisi langkah-langkah
percobaan,
3. Guru membimbing siswa melakukan percobaan sesuai dengan langkahlangkah yang ada pada LKS (K), siswa memberikan pendapat tentang hasil
percobaan yang dilakukan (K),
4. Guru mempertanyakan kepada setiap kelompok, siapa saja yang akan
bertanya tentang percobaan yang telah dilakukan (W), siswa secara
individu memberikan pertanyaan yang ditulis dikertas selembar (W),
5. Guru menukarkan pertanyaan-pertanyaan peserta didik antara kelompok
yang satu dengan yang lain untuk dijawab masing-masing kelompok,
siswa membaca buku yang mereka miliki tentang materi yang dibahas (L),
guru membimbing siswa untuk mengaitkan pengetahuan yang telah
dipelajari dengan apa yang dibacanya dan menentukan apa yang telah
diperoleh dari pembacanya (L), setelah pertanyaaan dijawab, masingmasing kelompok secara perwakilan membacakan jawabannya, guru
membimbing siswa memberikan jawaban yang tepat, guru melakukan
penghitungan skor.
Kegiatan akhir :
1.

Menyimpulkan materi,

13

2.

Refleksi kegiatan.
Kelebihan Strategi pembelajaran KWL adalah memampukan siswa untuk

menentukan tujuan membaca mereka sendiri, mengisi kolom merupakan cara


yang efektif untuk menolong siswa memahami bacaan, dapat memotivasi siswa
untuk berperan serta dalam proses belajar mengajar, memampukan guru untuk
menciptakan pembelajaran yang menarik, proses lebih efektif ketika siswa duduk
berkelompok.
Kelemahannya adalah siswa yang tidak mempunyai pengetahuan dasar
akan kesulitan di dalam strategi mengisi kolom K, KWL tidak cocok untuk
pembaca yang mempunyai daya pikir dan daya ingat yang lemah, proses yang
memakan waktu, KWL tidak cocok digunakan untuk membaca karangan fiksi
(Ferdinand, 2011-12).

2.8 Anggapan Dasar


Menurut Winarno Surakhmad Anggapan dasar atau postulat atau sebuah
titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik (dalam
Arikunto, 2010:104). Berdasarkan pengertian anggapan dasar di atas maka yang
menjadi anggapan dasar dalam penelitian ini adalah :
1. Strategi pembelajaran Index Card Match (Mencari Pasangan) adalah suatu
strategi pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar aktif dan
bertujuan agar siswa mempunyai jiwa kemandirian dalam belajar serta
menumbuhkan daya kreatifitas.
2. Strategi pembelajaran KWL merupakan suatu strategi yang dapat membuat
anak berpikir tentang apa yang diketahui suatu optik dan apa yang ingin
diketahui

tentang

topik

serta

memperkuatkan

kemampuan

mengembangkan pertanyaaan-pertanyaan tentang berbagai topik dan siswa


juga dapat menilai pekerjaan mereka sendiri (B.Uno Hamzah dan Nurdin
Mohammad, 2011-109).
14

3. Hasil belajar siswa yang berbeda-beda.


2.9 Hipotesis Penelitian
Menurut Arikunto (2010:110) Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu
jawaban yang

bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai

terbukti melalui data yang terkumpul. Dari pengertian diatas, maka hipotesis dari
penelitian ini adalah : Ada perbandingan antara strategi pembelajaran Index Card
Match dan strategi pembelajaran KWL terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X
di SMAN 6 Prabumulih tahun ajaran 2014/2015.

2.10

Kriteria Pengujian Hipotesis


Untuk menguji hipotesis diatas, maka penulis dalam penelitian ini

menggunakan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis kerja (Ha).


Ho = Ha : Tidak ada perbandingan hasil belajar fisika siswa yang menggunakan
strategi pembelajaran Index Card Match debgan KWL di kelas X SMAN 6
Prabumulih.
Ho Ha : Ada perbandingan hasil belajar fisika siswa yang menggunakan strategi
pembelajaran Index Card Match dengan KWL di kelas X SMAN 6 Prabumulih.
Dalam penelitian ini diambil taraf signifikan 5%, dengan kriteria pengujian
hipotesis dalam penelitian adalah : tolak Ho jika (t hitung < t (1-

1
)).
2

Prosedur Penelitian
3.1 Variabel Penelitian
Variabel penelitian didefinisikan sebagai objek penelitian, atau apa yang
menjadi titik perhatian dalam suatu penelitian (Arikunto,2010:161). Sesuai
dengan pengertiannya maka variabel yang menjadi titik perhatian dalam penelitian
ini adalah :
X1 Y1
X2 Y2
Dengan :
15

Variabel Bebas (X1) yaitu


Variabel Bebas (X2) yaitu

: Strategi Pembelajaran Index Card Match


: Strategi Pembelajaran KWL

Variabel Terikat (Y1) yaitu : Hasil belajar fisika siswa yang menggunakan Strategi
pembelajaran Index Card Match di kelas X SMAN 6 Prabumulih.
Variabel Terikat (Y2) yaitu : Hasil belajar fisika siswa yang menggunakan Strategi
pembelajaran KWL di kelas X SMAN 6 Prabumulih.
3.2 Definisi Operasional Variabel
Definisi Operasional Variabel merupakan pengertian dari variabel-variabel
yang akan diteliti dalam suatu penelitian. Agar peneliti ini jelas dan terarah maka
variabel dalam penelitian ini dapat didefinisikan sebagai berikut :
1. Pada penelitian ini peneliti menggunakan dua jenis strategi pembelajaran
yaitu Strategi pembelajaran Index Card Match dan Strategi pembelajaran
KWL.
2. Hasil belajar menggunakan Strategi pembelajaran Index Card Match
merupakan hasil yang diperoleh siswa pada kelas kontrol.
3. Sedangkan hasil belajar kelas eksperimen adalah hasil belajar fisika siswa
setelah di terapkan Strategi pembelajaran KWL.
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2010:173).
Berdasarkan pengertian tersebut maka yang menjadi objek dalam penelitian secara
keseluruhan adalah seluruh siswa kelas X SMAN 6 Prabumulih tahun ajaran
2014/2015 yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah siswa 192 orang.

16

Tabel I
POPULASI PENELITIAN

No

Kelas

Jenis kelamin

Jumlah siswa

Laki-laki

Perempuan

X.1

12

20

32

X.2

14

20

34

X.3

11

19

30

X.4

20

12

32

X.5

11

19

30

X.6

17

17

34

85

107

192

Jumlah

Sumber, TU SMAN 6 Prabumulih


3.3.2 Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian atau mewakili populasi yang diteliti (Arikunto,
2010:174). Apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga
penelitiannya merupakan penelitian populasi. Dan sampel adalah sebagian dari
populasi terjangkau yang memiliki sifat yang sama dengan populasi (Sudjana dan
Ibrahim,2010:85). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X
SMAN 6 Prabumulih sebanyak dua kelas yang diambil dan membandingkan hasil
belajar siswa.
Dari jumlah populasi di atas di dapat dua kelas sebagai sampel yaitu kelas
X.4 sebagai kelas eksperimen pertama, dan kelas X.5 adalah kelas eksperimen
kedua. Penentuan kelas eksperimen satu dan kelas eksperimen dua dilakukan
dengan cara pengundian. Adapun jumlah sampel dari kedua tersebut dapat dilihat
pada tabel di bawah ini.
Tabel II

17

SAMPEL PENELITIAN

Kelas

Jumlah Siswa

Perlakuan

1.

X.4

32

Kelas Kontrol

2.

X.5

30

Kelas eksperimen

Jumlah

62

Sumber, TU SMAN 6 Prabumulih.


3.4 Metode Penelitian
Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh penulis untuk
mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 2010:203). Dalam metode
penelitian ini peneliti bereksperimen pada dua kelompok yang terdiri dari dua
kelas yang berbeda pada kelas X yaitu kelas X.4 sebagai kelas kontrol yang
diterapkan dengan strategi pembelajaran Index Card Match dan kelas X.5 sebagai
kelas eksperimen yang diterapkan Strategi pembelajaran KWL di SMAN 6
Prabumulih.
Kedua kelas tersebut setelah berakhirnya kegiatan belajar mengajar
diadakan evaluasi berupa tes tertulis berbentuk essai sehingga akhirnya akan
diadakan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
3.5.1

Ujian
Ujian adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang

digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan


atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok serta pemahaman terhadap
pelajaran yang diberikan oleh guru (Sudjana, 2005:114).
Dalam penelitian ini ujian yang digunakan adalah Tes tertulis dalam
bentuk essai yang diberikan kepada siswa setelah diajarkan dengan strategi
pembelajaran Index Card Match dan KWL pada materi kalor di kelas X SMAN 6
Prabumulih.

18

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan ujian yang digunakan


adalah sebagai alat untuk mengukur kemajuan prestasi siswa.
3.6 Hasil Uji Coba Instrumen
Sebelum digunakan, instrumen tes terlebih dahulu di uji validitas dan
reliabilitas. Dalam penelitian ini soal diujikan di kelas X.4 dan kelas X.5 SMAN 6
Prabumulih, Adapun uji validitas dan reliabilitas yang akan digunakan adalah
sebagai berikut :
3.6.1

Uji Validitas Soal


Validitas adalah suatu ukuran untuk menunjukkan tingkat-tingkat

kevalidan atau kesashian suatu instrumen. Suatu instrumen dapat dikatakan valid
apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dengan kata lain dapat
mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (Arkunto, 2010:211).
Untuk menguji tingkat validitas instrumen, peneliti harus mencobakan
instrumen tersebut kepada sasaran penelitian (objek penelitian). Apabila data yang
di dapat dari uji coba sesuai dengan yang ditentukan maka instrumen tersebut
sudah baik (Arikunto, 2010:212).
Untuk menguji instrumen penelitian, menggunakan uji validitas apabila
mempunyai dukungan besar terhadap skor total. Untuk mengukur validitas butir
kuisioner dengan menggunakan rumus korelasi product moment dikemukakan
oleh pearson, yaitu sebagai berikut :
X

rxy =

{N X 2
N XY ( X)( Y )

Dengan :
rxy
= Koefisien kolerasi
N
= Jumlah sampel

19

(Arikunto, 2010 :213)

X
= Jumlah skor total X
Y
= Jumlah skor total Y
Kriteria : Apabila rxy > rtabel, maka butir soal valid.
3.6.2

Uji Reabilitas soal


Reabilitas menunjukkan pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen

cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena
istrumen tersebut cukup baik. Untuk mencari reliabilitas digunakan rumus Alpha,
dimana rumus ini digunakan untuk mencari reliabilitas instruct men yang skornya
bukan satu atau nol, misalnya angket atau soal bentuk uraian (Arikunto,
2010:239).
Rumus Alpha :

r11 =

( n1k )(1 StSt )

Keterangan :
r11 : Reliabilitas Instrumen
k
: Jumlah Item
St : Jumlah varians skor tiap-tiap item
St : Varian total
Adapun kriteria pemberian interpretasi terhadap koefisien reliabilitas tes
(r11) yaitu r110,361 berarti tes yang sedang diuji reliailitasnya dinyatakan
telah memiliki relabilitas yang tinggi.

3.7 Teknik Analisis Data


Teknik analisis data merupakan cara yang digunakan untuk mengelola
data-data yang terkumpul dan diklasifikasikan sesuai dengan tujuan penelitian.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua teknik yaitu uji normalitas dan uji
homogenitas.
3.7.1

Uji Normalitas

20

Uji normalitas ini sangat penting sebagai bahan pertimbangan yang akan
digunakan untuk menguji normalitas data apakah data tersebut terdistribusi
normal digunakan uji kemencengan kurva atau disebut juga rumus koefisien
pearson yang ditulis sebagai berikut :
XM o
S

Km =

(Sudjana, 2005 : 70)

Keterangan :
KM = Kemencengan kurva
= Nilai hasil kurva
X
MO = Modus
S = Simpangan baku
3.7.2

Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk membuktikan kesamaan varians dua

kelompok yang membentuk sampel tersebut, yang berasal dari populasi yang
sama.
Pengujian homogenitas sampel dalam penelitian ini menggunakan uji F :
Varians terbesar
(Sudjana, 2005:249)
Varians terkecil
Tolak Ho jika F K - (V1-V2) dengan F (V1-V2) didapat dari daftar

Fhitung =

distribusi F dengan peluang 0,5%, derajat kebebasan masing-masing sesuai


dengan dk pembilang dan penyebut pada rumus diatas dengan dalam taraf nyata.
3.8 Uji Hipotesis
Untuk menganalisis data dalam penelitian ini penulis menggunakan uji t
dengan taraf kepercayaan 5% dengan langkah-langkah sebagai berikut :
X 1X 2

t=

dengan : S2 =

(Sudjana, 2005 : 239)

1
1
+
n1 n 2

( n11 ) S22 +(n 2+1) S

2
2

+ n22

Dimana :

21

t = Perbedaan rata-rata kedua kelas


S 21 = Varians sampel eksperimen pertama
S 22 = Varians sampel eksperimen kedua
X1 = Nilai rata-rata sampel pertama
X2 = Nilai rata-rata sampel kedua
n1 = Jumlah sampel pertama
n2 = Jumah sampel kedua

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi.2010.Prosedur Penelitian.Jakarta : Rineka Cipta


Diknas.2003.Kamus Besar Bahasa Indonesia.Edisi Ketiga. Jakarta : Balai Pustaka
Ferdinand, 2011.Meningkatkan kemampuan siswa didalam memahami bacaan.
Surakarta : Sinar Baru Algensindo
Hamalik,Oemar.2013.Proses Belajar Mengajar.Jakarta : Bumi Aksara
Hamzah,B. Uno dan Muhammad,Nurdin.2011.Belajar Dengan Pendekatan
PAILKEM.Jakarta : Bumi Aksara
Handayani.2009.Strategi Pembelajaran.Jakarta : Rineka Cipta
Kanginan,Marthen.2006.Fisika Untuk SMA Kelas X.Jakarta : Erlangga.

22

Mudjiono, Damyati. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.


Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta
Sudjana, 2005. Metode Statistika. Bandung : Tarsito
Trianto,2009. Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif.Surabaya :
Prenada Media
Sugiyono.2010.Metode Penelitian Pendidikan Fisika.Jakarta: Alfabeta.
Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia.2014.Pedoman Penulisan Skripsi
Universitas PGRI Palembang.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan

: SMAN 6 Prabumulih

Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas / Semester

: X / Genap

Alokasi Watu

: 2 x 45 menit

Pertemuan

:1

Standar Kompetensi
4. Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai
perubahan energi.
23

Kompetensi Dasar
4.1 Menganalisis cara perpindahan kalor.
Indikator
1. Peserta didik mampu menjelaskan sifat termometrik zat.
2. Peserta didik mampu menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan
suhu benda.
3. Menerapkan rumus-rumus untuk menentukan besarnya kalor ke dalam
soal.

A. Tujuan Pembelajaran
Dalam Strategi Pembelajaran Index Card Match peserta didik mampu :
1. Menjelaskan sifat termometrik zat.
2. Menjelaskan pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda.
3. Menerapkan kalor jenis suatu zat dan kapasitas kalor.
Karakter siswa yang diharapkan ;
1. Disiplin (disipline)
2. Rasa hormat dan perhatian (respect)
3. Tekun (diligence)
4. Tanggung Jawab (responsibility)
5. Ketelitian (carefulness)

B.

Materi Pembelajaran : Kalor

24

C. Strategi / Metode Pembelajaran


-

Strategi Pembelajaran : Index Card Match

Metode

: Ceramah dan diskusi

D. Langkah-Langkah Pembelajaran
Tahapan

Kegiatan

Kegiatan awal

1. Mengamati dan mengarahkan sikap siswa agar


siap memulai pelajaran.
2. Mengawali pembelajaran dengan mengucapkan
salam dan berdoa.
3. Penjelasan singkat tentang tujuan dan proses
pembelajaran yang akan dijalani siswa.

Kegiatan Inti

(Explorasi)
1. Menyampaikan kepada siswa topik atau materi
yang akan dipelajari dalam pertemuan ini.
2. Memberikan kertas kepada masing-masing siswa
tentang materi kalor dan menyuruhnya untuk
membaca materi tersebut.
3. Mempersilahkan siswa untuk bertanya apabila
mendapatkan materi yang dikertas yang kurang
dipahami.
(Elaborasi)
1.

Memberikan potongan-potongan kertas sebanyak

2.

siswa yang ada dalam kelas.


Menjelaskan kepada siswa bahwa ini adalah
aktifitas yang dilakukan berpasangan atau strategi
Index card match. Separuh siswa akan

3.

mendapatkan soal dan separuhnya jawaban.


Pada tiap-tiap separuh kertas yang diberikan
kepada siswa berbeda terdiri dari pertanyaan dan
25

jawaban.
Meminta siswa untuk mencari dan menemukan

4.

kelompoknya, meminta siswa untuk tidak


memberi tahu materi apa yang didapatnya kepada
teman yang lain.
Setelah siswa mendapat pasangannya suruh

5.

mereka membaca dengan keras tentang soal


materi yang ada padanya dan meminta
pasangannya menjawab dari soal tersebut.

( Konfirmasi )
1. Mengakhiri proses dengan memberikan penguatan
Kegiatan akhir

tentang materi kalor.


2. Beri kesempatan kepada beberapa orang siswa untuk
memberikan tanggapan terhadap apa yang dibahas
bersama.
3. Memberikan tugas mandiri untuk mendalami materi
ajar.

E. Sumber / Alat

Sumber

: Buku Fisika SMA kelas X pengarang Marthen Kanginan,

buku-buku referensi yang relevan, Lembar Kerja Siswa (LKS).


-

Alat / Bahan : Potongan-potongan kertas kecil.

F. Penilaian

Indikator
pencapaian
kompetensi

Teknik

Bentuk

penilaian

instrumen

26

Instrumen / soal

Menjelaskan sifat

Tes

termometrik zat

tertulis

Menjelaskan pengaruh
kalor terhadap
perubahan suhu benda

Tes isian

Jelaskan sifat termometrik


zat ?
Jelaskan yang dapat

Tes
tertulis

Tes isian

mempengaruhi besarnya
kalor terhadap perubahan
suhu benda ?
Berapakah kalor yang
diperlukan untuk

Menghitung

Tes

perubahan kalor

tertulis

Tes isian

memanaskan 2 Kg besi
yang kalor jenisnya 460
J/Kg oC, dari suhu 15 oC
sampai 100 oC ?
Untuk menaikkan suhu
1000 gram tembaga dari 10

Menghitung kalor

Tes

jenis suatu zat

tertulis

Tes isian

C menjadi 110 oC

diperlukan kalor jenis


tembaga tersebut ?
Sebuah benda dipanaskan
dari 10 oC sampai menjadi

Menentukan kapasitas

Tes

kalor

tertulis

Tes isian

140 oC diperlukan kalor


sebanyak 2,6 J. Berapa
kapasitas kalor benda itu ?

Teknik Penilaian

: Tes tertulis

Teknik instrument

: Soal uraian

Soal instrument

: Terlampir

Penilaian akhir

: Jumlah skor yang diperoleh x 100


Jumlah skor maksimal

27

Palembang,
Guru Mata Pelajaran

Peneliti

Yusmalina, S.Pd

Yuni Kurniati

NIP. 197611102003122005

NIM. 2012122041

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 6 Prabumulih

Ruslan Maladi, M.Pd


NIP. 197202111998031006

28

2014

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan

: SMAN 6 Prabumulih

Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas / Semester

: X / Genap

Alokasi Watu

: 2 x 45 menit

Pertemuan

:2

Standar Kompetensi
4. Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai
perubahan energi.
Kompetensi Dasar
4.2 Menganalisis cara perpindahan kalor
Indikator
1. Peserta didik mampu menjelaskan sifat termometrik zat.

29

2. Peserta didik mampu menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan


suhu benda.
3. Menerapkan rumus-rumus untuk menentukan besarnya kalor ke dalam
soal.

A. Tujuan Pembelajaran
Dalam Strategi Pembelajaran KWL (Know-Want-Learn) peserta didik
mampu:
1. Menjelaskan sifat termometrik zat.
2. Menjelaskan pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda.
3. Menerapkan kalor jenis suatu zat dan kapasitas kalor.

Karakter siswa yang diharapkan ;


1. Disiplin (disipline)
2. Rasa hormat dan perhatian (respect)
3. Tekun (diligence)
4. Tanggung Jawab (responsibility)
5. Ketelitian (carefulness)

B. Materi Pembelajaran : Kalor


C. Strategi / Metode Pembelajaran

Strategi Pembelajaran : KWL (Know-Want-Learn).

Metode

: Diskusi Kelompok, Eksperimen.

30

D. Langkah-langkah pembelajaran
Tahapan
Kegiatan awal

Kegiatan
1. Motivasi dan Apersepsi :
- Sebutkan skala termometer ?
Jawab : Skala termometer yaitu Celsius, Fahrenheit, Kelvin dan
Reamur
2. Prasyarat pengetahuan :
- Apakah yang dimaksud koefisien muai volum ?
Jawab : Koefisien muai volum adalah perbandingan pertambahan
volum terhadap volum awal benda ( V0 ) terhadap per satuan
waktu.
3. Prasyarat eksperimen :
-

Guru mengarahkan peserta didik untuk membentuk kelompok


eksperimen, yang terdiri dari 5 orang setiap kelompok.

Kegiatan inti

Guru menyampaikan tujuan secara singkat mengenai percobaan

yang akan dilakukan.


1. Siswa mengembangkan pola pemikiran, bahwa belajar lebih
bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri
pengetahuan dan keterampilan barunya dalam kehidupan seharihari.
2. Siswa melakukan percobaan mengenai pengaruh kalor terhadap
perubahan kalor.
31

3. Hadirkan strategi sebagai contoh pembelajaran terlebih dahulu.


4. Siswa ditugaskan untuk melaksanakan sejauh mungkin kegiatan
inkuiri untuk semua topik yang berhubungan dengan materi kalor.
5. Siswa memberikan pendapat tentang hasil percobaan yang
dilakukan (Know)
6. Siswa memberikan pertanyaan yang ditulis dikertas selembar (Want)
7. Guru menukarkan pertanyaan peserta didik antara kelompok, siswa
membaca buku yag mereka miliki tentang materi yang dibahas
Kegiatan akhir

(Learn).
1. Siswa dibimbing oleh guru dalam menyimpulkan materi yang telah
dipelajari.
2. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan tugas
kepada peserta didik untuk mempelajari materi selanjutnya.

E. Sumber/Alat/Bahan
-

Sumber

: Buku Fisika SMA untuk kelas X karangan Marthen

Kanginan, buku-Buku referensi yang relevan, lembar kerja siswa (LKS).


-

Alat/Bahan

: Satu buah gelas kimia ukuran 200 ml, termometer, es,

stopwatch, Korek api dan pembakar spiritus.

F. Penilaian
Indikator
pencapaian
kompetensi

Teknik

Bentuk

penilaian

instrumen

Menjelaskan sifat

Tes

termometrik zat

tertulis

Menjelaskan pengaruh Tes


kalor terhadap

Tes isian
Tes isian

tertulis

Instrumen / soal

Jelaskan sifat termometrik


zat ?
Jelaskan yang dapat
mempengaruhi besarnya

perubahan suhu benda

kalor terhadap perubahan


32

suhu benda ?
Berapakah kalor yang
diperlukan untuk
Menghitung

Tes

perubahan kalor

tertulis

Tes isian

memanaskan 2 Kg besi
yang kalor jenisnya 460
J/Kg oC, dari suhu 15 oC
sampai 100 oC ?
Untuk menaikkan suhu

Menghitung kalor

Tes

jenis suatu zat

tertulis

1000 gram tembaga dari 10


Tes isian

C menjadi 110 oC

diperlukan kalor jenis


tembaga tersebut ?
Sebuah benda dipanaskan

Menentukan kapasitas

Tes

kalor

tertulis

dari 10 oC sampai menjadi


Tes isian

140 oC diperlukan kalor


sebanyak 2,6 J. Berapa
kapasitas kalor benda itu ?

Teknik penilaian

: tes tertulis

Bentuk instrument

: soal uraian

Soal instrument

: terlampir

Penilaian akhir

Jumlah s kor yang diperoleh


Jumlah skor maksimal

Palembang,
Peneliti

Guru Mata Pelajaran

33

x 100

2014

Yusmalina, S.Pd
NIP. 197611102003122005

Yuni Kurniati
NIM. 2012122041

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 6 Prabumulih

Ruslan Maladi, M.Pd


NIP. 197202111998031006

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan

: SMAN 6 Prabumulih

34

Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas / Semester

: X / Genap

Alokasi Watu

: 2 x 45 menit

Pertemuan

:3

Standar Kompetensi
4. Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai
perubahan energi.
Kompetensi Dasar
4.2 Menganalisis cara perpindahan kalor
Indikator
1. Menganalisis perubahan wujud zat dan karakteristiknya serta memberikan
contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menganalisis faktor-faktor yang dapat mempercepat penguapan.
3. Menerapkan rumus energi kalor ke dalam soal.

A. Tujuan Pembelajaran
Dalam Strategi Pembelajaran Index Card Match peserta didik mampu :
1. Menjelaskan sifat termometrik zat.
2. Menjelaskan pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda.

35

3. Menerapkan kalor jenis suatu zat dan kapasitas kalor.

Karakter siswa yang diharapkan :


1. Disiplin (disipline)
2. Rasa hormat dan perhatian (respect)
3. Tekun (diligence)
4. Tanggung Jawab (responsibility)
5. Ketelitian (carefulness)

B.

Materi Pembelajaran : Kalor

C. Strategi / Metode Pembelajaran


-

Strategi Pembelajaran : Index Card Match

Metode

: Ceramah dan diskusi

D. Langkah-Langkah Pembelajaran
Tahapan

Kegiatan

36

Kegiatan awal

1. Mengamati dan mengarahkan sikap siswa agar


siap memulai pelajaran.
2. Mengawali pembelajaran dengan mengucapkan
salam dan berdoa.
3. Penjelasan singkat tentang tujuan dan proses
pembelajaran yang akan dijalani siswa.

Kegiatan Inti

( Explorasi )
1. Menyampaikan kepada siswa topik atau materi
yang akan dipelajari dalam pertemuan ini.
2. Memberikan kertas kepada masing-masing siswa
tentang materi kalor dan menyuruhnya untuk
membaca materi tersebut.
3. Mempersilahkan siswa untuk bertanya apabila
mendapatkan materi yang dikertas yang kurang
dipahami.
( Elaborasi )
1. Memberikan potongan-potongan kertas sebanyak
siswa yang ada dalam kelas.
2. Menjelaskan kepada siswa bahwa ini adalah
aktifitas yang dilakukan berpasangan atau strategi
Index card match. Separuh siswa akan
mendapatkan soal dan separuhnya jawaban.
3. Pada tiap-tiap separuh kertas yang diberikan
kepada siswa berbeda terdiri dari pertanyaan dan
jawaban.
4. Meminta siswa untuk mencari dan menemukan
kelompoknya, meminta siswa untuk tidak
memberi tahu materi apa yang didapatnya kepada
teman yang lain.
5. Setelah siswa mendapat pasangannya suruh
mereka membaca dengan keras tentang soal
materi yang ada padanya dan meminta
37

pasangannya menjawab dari soal tersebut.


( Konfirmasi )
1. Mengakhiri proses dengan memberikan penguatan
tentang materi kalor.
2. Beri kesempatan kepada beberapa orang siswa untuk
memberikan tanggapan terhadap apa yang dibahas
bersama.
3. Tanya jawab tentang materi kalor.
4. Memberikan post tes untuk mengetahui hasil
Kegiatan akhir

pembelajaran.
5. Memberikan tugas mandiri untuk mendalami materi
ajar.

E. Sumber / Alat
-

Sumber

: Buku Fisika SMA kelas X pengarang Marthen Kanginan,

buku-buku
referensi yang relevan, Lembar Kerja Siswa (LKS).
-

Alat / Bahan : Potongan-potongan kertas kecil.

F. Penilaian
Indikator
pencapaian
Kompetensi
Menyebutkan dan

Teknik
Penilaian

Bentuk
instrumen

Tes tertulis

Tes isian

menjelaskan

Instrumen/soal
Sebutkan dan jelaskan macammacam perubahan wujud zat,

38

macam-macam

serta berikan salah-satu contoh

perubahan wujud

dari masing perubahan wujud

zat dan

zat tersebut ?

katakteristiknya
serta memberikan
contoh.

Tes tertulis

Tes isian

Sebutkan 4 faktor yang dapat


mempengaruhi proses

Menyebutkan

mempercepat penguapan ?

faktor-faktor yang
dapat
mempengaruhi

Tes

Tes isian
Berapakah kalor yang

tertulis

penguapan.

diperlukan untuk memanskan 10


kg air pada titik didihnya, jika

Menentukan
energi kalor pada

Tes isian

kalor uap 2.260.000 J/kg ?

Tes tertulis

kalor uap

Berapakah kalor yang


diperlukan 10 kg es untuk

Menentukan

melebur menjadi air pada titik

energi kalor pada

leburnya, jika kalor lebur es

kalor lebur

336.000 J/kg ?

Teknik penilaian

: tes tertulis

Bentuk instrument

: soal uraian

Soal instrument

: terlampir

Penilaian akhir

Jumlah skor yang diperoleh


Jumlah skor maksimal

Palembang,
Guru Mata Pelajaran

Peneliti

39

x 100

2014

Yusmalina, S.Pd

Yuni Kurniati

NIP. 197611102003122005

NIM. 2012122041

Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 6 Prabumulih

Ruslan Maladi, M.Pd


NIP. 197202111998031006

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan

: SMAN 6 Prabumulih

Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas / Semester

: X / Genap

Alokasi Watu

: 2 x 45 menit

Pertemuan

:4
40

Standar Kompetensi
4. Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai
perubahan energi.
Kompetensi Dasar
4.2 Menganalisis cara perpindahan kalor
Indikator
1. Menganalisis perubahan wujud zat dan karakteristiknya serta memberikan
contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menganalisis faktor-faktor yang dapat mempercepat penguapan.
3. Menerapkan rumus energi kalor ke dalam soal.

A. Tujuan Pembelajaran
Dalam Strategi Pembelajaran KWL (Know-Want-Learn) peserta didik mampu
:

1. Menyebutkan dan menjelaskan macam-macam perubahan wujud zat dan


karakteristiknya serta memberikan contohnya.
2. Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi penguapan.
3. Menentukan energi kalor pada kalor uap dan kalor lebur.
Karakter siswa yang diharapkan ;
1. Disiplin (disipline)

41

2. Rasa hormat dan perhatian (respect)


3. Tekun (diligence)
4. Tanggung Jawab (responsibility)
5. Ketelitian (carefulness)

B.

Materi Pembelajaran : Kalor

C. Strategi / Metode Pembelajaran


Strategi Pembelajaran : KWL (Know-Want-Learn).
Metode

: Diskusi Kelompok, Eksperimen.

D. Langkah-langkah pembelajaran
Tahapan

Kegiatan

Kegiatan awal Apersepsi : guru mengingatkan kembali materi sebelumnya.


(10 Menit)
Motivasi :
- Perhatikan saat kamu memasukkan sebuah es ke dalam
segelas minuman teh panas, apa yang terjadi ?
Prasyarat pengetahuan :
- Sebutkan 3 macam wujud zat
Prasyarat eksperimen :
-

Guru mengarahkan peserta didik untuk membentuk


kelompok eksperimen, yang terdiri dari 5 orang setiap
kelompok.

Guru menyampaikan tujuan secara singkat mengenai


42

Kegiatan inti(70 Menit)

percobaan yang akan dilakukan.


Siswa mengembangkan pola pemikiran, bahwa belajar lebih
bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi
sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya dalam
kehidupan sehari-hari.

Siswa melakukan percobaan mengenai perubahan wujud zat.

Hadirkan strategi sebagai contoh pembelajaran terlebih


dahulu.

Siswa ditugaskan untuk melaksanakan sejauh mungkin


kegiatan inkuiri untuk semua topik yang berhubungan dengan
materi kalor.

Siswa memberikan pendapat tentang hasil percobaan yang


dilakukan (Know)

Siswa memberikan pertanyaan yang ditulis dikertas selembar


(Want)

Guru menukarkan pertanyaan peserta didik antara kelompok,


siswa membaca buku yag mereka miliki tentang materi yang

Kegiatan
akhir
(11 Menit)

dibahas (Learn).
- Siswa dibimbing oleh guru dalam menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
-

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan


memberikan tugas kepada peserta didik untuk
mempelajari materi selanjutnya.

E. Sumber/Alat/Bahan
-

Sumber

: Buku Fisika SMA untuk kelas X karangan Marthen

Kanginan, buku-buku referensi yang relevan, lembar kerja siswa (LKS).


-

Alat/Bahan

: Satu buah gelas kimia ukuran 200 ml, termometer, es,

stopwatch, korek api dan pembakar spiritus.


F. Penilaian
43

Indikator
pencapaian
Kompetensi

Teknik
penilaian

Menyebutkan dan

Tes

menjelaskan

tertulis

Bentuk
instrumen
Tes isian

Instrumen/soal
Sebutkan dan jelaskan
macamcam perubahan wujud

macam-macam

zat, serta berikan salah-satu

perubahan wujud

contoh dari masing perubahan

zat dan

wujud zat tersebut ?

katakteristiknya
serta memberikan
contoh.

Tes isian

Tes
tertulis

Sebutkan 4 faktor yang dapat

Menyebutkan

mempengaruhi proses

faktor-faktor yang
dapat
mempengaruhi

mempercepat penguapan ?
Tes isian
Tes
tertulis

Berapakah kalor yang

penguapan.
Tes isian

Menentukan
energi kalor pada
kalor uap

diperlukan untuk memanskan 10


kg air pada titik didihnya, jika

Tes

kalor uap 2.260.000 J/kg ?


Berapakah kalor yang

tertulis

diperlukan 10 kg es untuk
Menentukan

melebur menjadi air pada titik

energi kalor pada

leburnya, jika kalor lebur es

kalor lebur

336.000 J/kg ?

Teknik penilaian

: tes tertulis

Bentuk instrument

: soal uraian

Soal instrument

: terlampir

Penilaian akhir

Jumla h skor yang diperoleh


Jumla h skor maksimal

44

x 100

Palembang,
Guru Mata Pelajaran

Peneliti

Yusmalina, S.Pd

Yuni Kurniati

NIP. 197611102003122005

NIM. 2012122041

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 6 Prabumulih

Ruslan Maladi, M.Pd


NIP. 197202111998031006

45

2014

Lembar Kerja Siswa

1. Tujuan Percobaan
Mengetahui konversi satuan suhu dari brbagai skala dan
mengetahui kenaikan titik didih.
2. Alat dan Bahan
1) Beaker gelas
2) Gelas ukur
3) Pemanas
4) Termometer
5) Stopwatch
6) Aquadest
3. Langkah Kerja
1).

Dengan

volume

tertentu,

sampel

diukur

dengan

menggunakan gelas ukur. Setelah itu, sampel dipindahkna ke


dalam 2 buah beaker gelas.
2). Kemudian sampel yang telah berada di dalam beaker
gelas diukur suhunya (sebagai suhu awal).

46

3). Sampel tersebut dipanaskan di atas pemanas dan satu lagi


didinginkan, dengan waktu tertentu (sesuai dengan berbagai
perlakuan/lamanya proses pemanasan dan pendinginan) ukur
suhunya.
4). Ulangi pengukuran suhu sampel sebanyak 3 kali dengan
waktu yang telah ditetapkan.
5). Catat hasil pengukuran dalam tabel.
N
o
1

Perlakuan

Kelompok

an

an

akhir

Waktu

10 menit

II dan V

10 menit
15 menit
5 menit

IV

an

an

awal

15 menit
5 menit

Dipanask

Didingink

Suhu

5 menit

Dipanask

Didingink

Suhu

10 menit
15 menit
5 menit

III dan VI

10 menit
15 menit

4. Berikan Kesimpulan !

47

Good

Luck

Kunci Jawaban
Hasil yang diperoleh dari praktikum ini adalah :

No

Perlakuan

Dipanaskan

Didinginkan

Dipanaskan

Didinginkan

Kelompo

Suhu

Suhu

awal
290C

akhir
650C

5 menit

290C

900C

10 menit

290C
290C

950C
270C

15 menit
5 menit

290C

260C

10 menit

290C
28,50C

23,50C
42,50C

15 menit
5 menit

28,50C

520C

10 menit

28,50C
290C

920C
240C

15 menit
5 menit

290C

220C

10 menit

290C

200C

15 menit

II dan V

IV

III dan VI

48

Waktu

KESIMPULAN :
Dari hasil praktikum yang telah kita lakukan dapat diambil
kesimpulan yaitu sebagai berikut :
1. Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas suatu
benda
2. Penggunaan termometer berfungsi untuk mengukur suhu
larutan pada percobaan ini.
3. Dalam termometer terdapat 2 jenis zat yang digunakan, yaitu
raksa dan alkohol.
4. Skala yang terdapat pada suhu ada 3, yaitu Celcius,
Fahrenheit, dan Kelvin, dalam Skala Internasional yang digunakan
yaitu Kelvin ( K).
5. Pengukuran suhu aquadest di lakukan sebanyak tiga kali, hal
tersebut di tujukan untuk mengetahui kenaikan dan penuruna
suhu yang terjadi setiap waktu yang telah ditentukan.
6. Sebelum di panaskan atau didinginkan, suhu awal aquadest
diukur terlebih dahulu agar
kenaikan

dan

penurunan

kita dapat melihat berapakah

suhu

setelah

di

didinginkan selama beberapa waktu tertentu.


7. Data yang diperoleh berbeda-beda hal

panaskan
tersebut

dan
dapat

dipengaruhi karena kesalahan pengamat, kesalahan membaca


skala, dan yang paling sering terjadi yaitu kesalahan karena
bagian termometer tersentuh atau dipegang oleh pengamat,
kesalahan alat, yaitu kondisi masing-masing alat berbeda,
kesalah

penetapan

dan

pemberhentian

waktu

menghitung lamanya pemananasan sampel


teknis.

49

stopwatch

dan kesalahan

Lembar Kerja Siswa


1. Tujuan Percobaan
Menguji bahwa titik lebur es adalah 0C
Menguji bahwa titik didih air adalah 100C
2. Alat dan Bahan
-

2 batang lilin

Korek api

1 botol air biasa

1 cup besar air panas

1 batang es batu

50

2 buah sendok makan yang terbuat dari

besi/aluminium
-

1 buah gelas/cup dari aluminium/seng (yang pakai

ganggang/tutup)
-

1 lembar kertas

1 lembar plastik gula

1 batang kayu kecil/ranting kecil

1 sendok makan gula pasir

1 sendok makan minyak goreng

3 buah mangkok berukuran sedang

Tissue

Kresek sampah

3. Langkah Kerja
1) Mengisi bejana kaca dengan bongkahan es yang telah
dihancurkan.

2) Panaskan bejana dengan nyala api yang kecil dan


mengaduknya pelan-pelan secara terus menerus sampai
mencapai suhu 100C.

3) Memperhatikan perubahan bongkahan es dalam bejana dan


perhatikan juga perubahan suhu yang tertera pada
termometer ( Tiap 2 menit sekali ).

4) Mencatat setiap ada perubahan suhu dan perubahan wujud


pada kertas kerja.

Data kenaikan suhu es


N

2 menit

Kenaikan

Suhu pada

o
1.

ke 1
1

suhu

termometer

2.

51

Keterangan

3.

4.

5.

5
4. Pertanyaan
1.

Benarkah perubahan wujud es menjadi cair

dikarenakan adanya pemanasan ? Berikan jawaban secara


singkat.
2.

Saat thermometer menunjukan skala 00C, pemanasan

masih berlangsung terus ! apakah yan terjadi pada


peristiwa itu ?
3.

Mengapa bongkahan es dan air suhunya tetap 0oC

walau terjadi pemanasan terus menerus ?


4.
5.

Kapan suhu air dapat berubah mencapai suhu 100oC ?

Berikan kesimpulannya !

GOOD

LUCK

Kunci Jawaban

52

2 menit

Kenaikan

Suhu pada

ke 1

suhu

termometer

1.

00C

00C

2.

330C

400C

Keterangan
Es melebur (dari
padat ke cair)
Proses pencairan
kemudian mulai
memanas.
Suhu air

3.

430C

830C

4.

140C

970C

5.

30C

1000C

meningkat, keluar
gelombang air.
Timbu suara air
mendidih
Titik didih air
maksimum

Jawaban Pertanyaan :
1. Memang

benar

perubahan

wujud

es

menjadi

cair

disebabkan karena pemanasan. Hal ini terjadi karena es


menyerap panas maka suhunya naik hingga terjadi proses
peleburan dari padat ke cair.
2. Pada saat termometer menunjukkan skala 00C pemanasan
masih terus berlangsung, pada saat inilah terjadi proses
peleburan dengan energi laten (tersembunyi).
3. Bongkahan es dan air suhunya tetap 00C walau terjadi
pemanasan terus menerus. Hal ini terjadi karena masih ada
bongkahan es yang belum mencair.
4. Suhu air dapat berubah mencapai suhu 1000C terjadi pada
2 menit ke -11 atau 8 menit setelah pemanasan.
5. Kesimpulan :
-

Titik lebur es pada suhu 00C.

53

Titik didih air maksimum 100 0C, namun kadang sebelum

1000C.
-

Sudah mendidih. Hal ini karena pengaruh suhu udara


lingkungan, bila semakin tinggi/panas cuacanya maka akan
lebih cepat mendidih.

SILABUS PEMBELAJARAN

Sekolah

: SMAN 6 Prabumulih

Kelas

:X

Mata Pelajaran

: Fisika

Semester

: Genap

Standar Kompetensi : 4. Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi


pada berbagai perubahan energi.

Kompetensi

Materi

Kegiatan

Dasar

Pokok

Pembelajaran

4.2

Kalor

Penilaian

Indikator
Pencapaian
Kompetensi

- Mencari informasi - Mengidentifikasi

Menganalisis

melalui referensi

kan sifat

cara

tentang pengertian

termometrik zat

perpindahan

sifat termometrik

dala kehidupan

kalor

zat.

sehari-hari

- Melakukan

- Menganalisis

percobaan untuk

perubahan

menentukan

wujud zat dan

54

Teknik
Tes

Bentuk
Instrumen
Tes Isian

Tertulis

Tes
Tertulis

Tes Isian

jel

perubahan wujud

karakteristiknya

zat yang

serta

dipengaruhi kalor

memberikan

contohnya

sa

dalam

kehidupan
sehari-hari

- Menentukan

- Menghitung

Tes

Tes Uraian

besarnya

perubahan kalor

Tertulis

perubahan kalor

dan

dip

dan menentukan

menentukan

kapasitas kalor

kapasitas kalor

46

- Melakukan

- Menganalisis

penerapan

perpindahan

perpindahan kalor

kalor secara

dalam kehidupan

konduksi,

sehari-hari.

konveksi dan
radiasi.

Tes

Tes Isian

Tertulis

Mengetahui,
Palembang,

2014

Kepala SMA Negeri 6 Prabumulih


Peneliti

Ruslam Maladi, M.Pd


Yuni Kurniati
NIP. 197202111998031006
Nim. 2012122041