Anda di halaman 1dari 3

Benda Asing Di Konjungtiva

Definisi
Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera. Bola mata
terdapat di dalam sebuah rongga yang tersusun dari struktur tulang yang kuat. Kelopak
mata bias segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing dan mata bisa
mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan.
Meskipun demikian, mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat
cedera dan benda asing, kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan. Jika terjadi cedera
dan benda asing , maka mata harus diperiksa untuk menentukan pengobatan dan menilai
fungsi penglihatan.
Penyebab
Cedera mata dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti trauma tumpul, cedera akibat
benda asing pada mata, atau luka bakar. Cedera mata biasanya didapat dari kecelakaan
rumah tangga atau industry ( misalnya saat menggunakan palu, pembersih atau bahan
kimia cair ), ledakan baterai mobil, cedera olah rangga ( seperti senapan angin ) dan
kecelakaan mobil. Paparan sinar matahari yang kuat, demikian juga sinar las juga dapat
menyebabkan cedera mata.
Gejala
1. Trauma tumpul
Suatu trauma tumpul bisa mendorong mata ke belakang sehingga dapat merusak struktur
pada permukaan mata ( kelopak mata, konjungtiva, sclera, kornea dan lensa ) dan dapat
juga merusak struktur mata bagian belakang ( retina dan persarafan ). Trauma tumpul juga
bisa menyebabkan patah tulang di sekeliling mata.
Dalam 24 jam pertama setelah teradinya cedera, darah yang merembes ke dalam kulit di
sekitar mata biasanya meyebabkan memar ( kontusio ). Jika pembuluh darah di
permukaan mata pecah, maka permukaan mata akan menjadi merah. Perdarahan ini
biasanya bersifat ringan.
2. Benda asing
Cedera mata yang mengenai sclera, kornea dan konjungtiva paling sering di sebabkan
oleh benda asing. Meskipun kebanyakan bersifat ringan, tetapi beberapa bisa berakibat
serius ( misalnya luka tembus pada kornea atau infeksi akibat sayatan maupun cakaran
pada kornea ). Penyebab tersering dari cedera pada permukaan mata adalah lensa
kontak. Lensa yang tidak terpasang dengan benar, lensa yang terpasang terlalu lama,
lensa yang tidak dilepas ketika tidur, lensa yang tidak dibersihkan dan melepaskan lensa
dengan sekuat tenaga bisa menimbulkan goresan pada permukaan mata. Peyebab

cedera permukaan mata lainnya adalah pecahan kaca, partikel yang terbawah angin dan
ranting pohon. Pengawai yang tempat kerjanya cenderung banyak memiliki pecahanpecahan kecil yang berterbangan di udara, sebaiknya menggunakan kacamata pelindung.
Setiap cedera pada permukaan mata biasanya menyebabkan nyeri dan menimbulkan
perasaan ada sesuatu di mata. Gejala lainnya adalah kepekaan terhadap cahaya, mata
merah, perdarahan dari pembuluh darah pada permukaan mata atau pembengkakan mata
dan kelopak mata. Penglihatan bisa menjadi kabur.
Keratitis
Merupakan kelainan akibat terjadinya peradangan pada kornea. Keratitis dapat
disebabkan oleh berbagai hal seperti berkurangnya air mata, terasa ada benda asing di
mata, keracunan obat, reaksi alergi pada pemberian obat topical dan reaksi terhadap
konjungtivitis menahun.
Keratitis akan memberikan gejala seperti mata merah, rasa silau, terasa ada benda asing
dan merasa kelilipan.
Keratitis pungtata
Keratitis yang terkumpul di daerah membran bowman dengan infiltrat berbentuk bercakbercak halus.
Keratitis pungtata ini disebabkan oleh hal yang tidak spesifik dan dapat terjadi pada
herpes simpleks, herpes zoster, infeksi virus dan trauma radiasi, dry eyes, trauma dan
keracunan obat.
Keratitis pungtata biasanya terdapat bilateral dan berjalan kronis tanpa terlihatnya gejala
kelainan konungtiva ataupun tanda akut yang biasanya terjadi pada orang dewasa.
Keratitis Pungtata Superfisial
Keratitis pungtata superficial memberikan gambaran seperti infiltrat halus bertitik-titik pada
permukaan kornea. menampakan bintik-bintik pada permukaan dengan fluoresin terutama
daerah pupil. Keratits pungtata superficial dapat disebabkan sindrom dry eye, blefaritis,
keracunan obat, sinar ultraviolet, trauma kimia ringan dan pemakaian lensa kontak.
Pasien akan mengeluh sakit, silau, mata merah dan rasa kelilipan
Diagnosa
Seseorang yang mengalami cedera mata harus memeriksa ke dokter. Berbagai
pemeriksaan akan dilakukan seperti pemeriksaan mata dengan slit lamp, oftalmoskop dan
pemeriksaan terdapat gangguan penglihatan.

Pengobatan Pada Benda Asing


Benda asing di mata harus dikeluarkan. Agar benda asing terlihat lebih jelas dan untuk
melihat apakah terdapat goresan pada permukaan mata, diberikan obat tetes mata khusus
yang mengandung zat warna fluoresensi. Kemudian diberikan obat tetes mata yang
mengandung obat bius untuk mematikan rasa pada permukaan mata. Dengan
menggunakan alat penerangan khusus, benda asing dibuang oleh dokter. Benda asing
seringkali bisa diambil dengan menggunakan kapas steril yang lembab atau kadang
dengan mengguyur mata dengan air yang steril.
Jika benda asing menyebabkan goresan kecil pada permukaan kornea, maka perlu
diberikan salep antibiotic selama beberapa hari. Goresan yang lebih besar memerlukan
pengobatan tambahan.
Pupil diusahakan tetap melebar dengan pemberian obat, lalu diberikan antibiotic dan mata
ditutup dengan plester. Sel-sel pada permukaan mata beregenerasi dengan cepat.
Meskipun goresannya besar, penyembuhan akan berlangsung selama 1-3 hari.