Anda di halaman 1dari 12

Pertanyaan Diskusi

1. Kreditor (Bank) merupakan salah satu pemakai laporan keuangan.


Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang
memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta
bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
Supaya laporan keuangan dapat digunakan sebagai sarana
pengambilan keputusan ekonomi yang tepat, maka harus ada jaminan
bahwa laporan keuangan tersebut berisi data yang benar dan tidak
menyesatkan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu,
diperlukanlah jasa auditor sebagai pihak ketiga yang independen dan
tidak memihak, sehingga laporan keuangan yang disusun oleh pihak
manajemen bebas dari pengaruh konflik kepentingan terutama
kepentingan manajemen.
2. Menurut saya, KAP bisa menerima ikatan audit tanpa adanya partner
atau manajer audit yang ahli di bidang perdagangan barang
elektronik. Karena di setiap KAP dan auditor di dalamnya berhak untuk
mendapatkan
pengalaman
untuk
mengaudit
berbagai
jenis
perusahaan walaupun sebelumnya belum pernah melakukan audit
pada bisnis di bidang tertentu. Hal tersebut tentunya juga akan
meningkatkan kompetensi auditor secara umum. Berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 19/M/ I/1986 mengenai
pengklasifikasian industri yang dikeluarkan oleh Departemen
Perindustrian dan Perdagangan menjelaskan bahwa industri
elektronika dan industri otomotif termasuk dalam industri yang sama
yaitu industri mesin logam dan elektronika. PT. Maju Makmur yang
merupakan perusahaan di bidang retail dan distribusi tidak berbeda
secara signifikan dengan perusahaan dealer mobil sehingga
pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki auditor sebelumnya dapat
digunakan untuk mengaudit PT. Maju Makmur.
3. Perusahaan memberikan sistem bonus kepada manajer dan asisten
manajer untuk memacu penjualan dan meningkatkan pendapatan.
Sistem bonus ini diberikan berdasarkan laba yang dihasilkan. Adanya
pemberian bonus berdasarkan laba ini cenderung membuat manajer
untuk melakukan manajemen laba. Manajemen laba dapat
mengaburkan informasi kinerja ekonomis perusahaan dan mengurangi
kredibilitas laporan keuangan. Manajemen laba dapat dilakukan
melalui dua cara: (1) mengubah metode akuntansi, dan (2) mengubah
estimasi dan kebijakan akuntansi yang menentukan angka akuntansi.
4. Standar umum yang kedua berbunyi sebagai berikut:

"Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi


dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor"
Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik mengatur tentang
indpendensi auditor dan stafnya sebagai berikut:
101 Independensi
Dalam menjalankan tugasnya, anggota KAP harus selalu
mempertahankan sikap mental indpenden di dalam memberikan
jasa profesional sebagaimana diatur dalam standar profesional
akuntan publik yang ditetapkan oleh IAI. SIkap mental independen
tersebut harus meliputi indpenden dalam fakta (in fact) maupun
dalam penampilan (in appearance).
102 Integritas dan Objektivitas
Dalam menjalankan tugasnya, anggota KAP harus mempertahankan
integritas dan objektivitas, harus bebas dari benturan kepentingan
(conflict of interest) dan tidak boleh membiarkan faktor salah saji
material
(material misstatement)
yang diketahuinya
atau
mengalihkan (mensubordinasikan) pertimbangannya kepada pihak
lain.
Tentunya KAP Adi Susilo akan mengalami permasalahan ini
mengakibatkan berpengaruhnya independensi. Independensi akuntan
publik dapat terpengaruh jika akuntan publik mempunyai kepentingan
keuangan atau mempunyai hubungan usaha dengan klien yang
diaudit. Menurut Lanvin (1976) dalam Supriyono (1988) independensi
auditor dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1) Ikatan keuangan dan usaha dengan klien
2) Jasa-jasa lain selain jasa audit yang diberikan klien
3) Lamanya hubungan kantor akuntan publik dengan klien
Sedangkan menurut Shockley (1981) dalam Supriyono (1988)
independensi akuntan publik dipengaruhi oleh faktor :
1.
Persaingan antar akuntan publik
2.
Pemberian jasa konsultasi manajemen kepada klien
3.
Ukuran KAP
4.
Lamanya hubungan antara KAP dengan klien
5. Panduan tentang sumber informasi bagi auditor untuk memahami
bisnis dan industri klien:
1) Pengalaman sebelumnya tentang entitas dan industrinya;
2) Diskusi dengan orang dalam entitas;
3) Diskusi dengan personel dari fungsi audit intern dan review
terhadap laporan auditor intern.
4) Diskusi dengan auditor lain dan penasihat hukum atau penasihat
lain yang telah memberikan jasa kepada entitas dalam industri;
5) Diskusi dengan orang yang berpengetahuan di luar entitas;
6) Publikasi yang berkaitan dengan industri;

7) Perundangan dan peraturan yang secara signifikan berdampak


terhadap entitas;
8) Kunjungan ke tempat atau fasilitas pabrik entitas;
9) Dokumen yang dihasilkan oleh entitas
Kunjungan sebelum audit biasanya diperlukan agar auditor lebih
memhamai ruang lingkup audit dan fasilitas-fasilitas yang ada untuk
mempersiapkan rencana audit yang lebih baik. Agenda kunjungan
sebelum audit harus disusun sedemikian rupa supaya pelaksanaannya
efektif, seperti:
Melakukan pertemuan dengan orang yang memegang peran
kunci dalam perusahaan
Meminta penjelasan proses
Tanya jawab
Konfirmasi luang lingkup
Melakukan tur di area kerja
Konfirmasi tentang kompetensi yang dibutuhkan tiap unit.
Kunjungan pra audit bisa dijadikan sebagai kesempatan untuk
membangun hubungan yang lebih baik dengan organisasi, menjaga
kelancaran dan efektofotas audit serta memastikan bahwa auditee
benar benar telah siap diaudit.
6. Tentunya alasan perusahaan tidak menjalin perikatan dengan KAP
yang memiliki klien sejenis dikarenakan, perusahaan khawatir auditor
akan kehilangan prinsip objektivitasnya. Kadangkala benturan antara
kepentingan akan mempengaruhi pertimbangan professional dari
sebuah KAP. Setiap praktisi harus menghindari setiap hubungan yang
bersifat subjektif atau yang dapat mengakibatkan pengaruh yang tidak
layak terhadap pertimbangan profesionalnya.

Latihan
1.a. Sebelum menyetujui atau tidak suatu perikatan, audior harus
menempuh suatu proses yang terdiri dari 6 tahapan, yaitu :
a. Mengevaluasi integritas manajemen,
b. Mengidentifikasi keadaan khusus dan resiko luar biasa,
c. Memntukan kompentensi untuk melaksanakan audit,
d. Menilai independensi,
e. Menentukan kemampuan untuk menggunakan kemahiran
profesionalnya dengan kecermatan dan keseksamaan,
f. Membuat surat perikatan audit
Dalam perencanaan audit, auditor harus mempertimbangkan risiko
audit. Menurut SA Seksi 312, risiko audit adalah risiko yang terjadi
dalam hal auditor, tanpa disadari tidak memodifikasi pendapatnya

sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang


mengandung salah saji material. Cara utama yang dipergunakan oleh
auditor
untuk
mempertimbangkan
risiko
yang
ada
dalam
merencanakan bukti audit yang akan dikumpulkan adalah melalui
penerapan model risiko audit (audit risk model). Sumber dari model
risiko audit ini adalah literatur profesional yang terdapat dalam SAS 39
(AU 350) tentang sampling audit serta dalam SAS 47 (AU 312) tentang
materialitas dan risiko. Dan risiko yang mungkin dihadapi oleh auditor
adalah :
a) Planned Detection Risk (risiko deteksi terencana)
b) Risiko Inheren
c) Risiko Pengendalian (control risk)
d) Risiko akseptabilitas audit (acceptable audit risk)
b.Dalam hal ini, auditor harus menentukan pilihan diterima atau
tidaknya perikatan audit ini, auditor harus menimbang resiko yang
ada, jika perikatan diterima dan harus mengahadapi resiko yang ada,
audior harus berhat-hati dalam menjalan tugasnya, agar tidak
merugikan auditornya sendiri. Serta meneliti secara detail mengenai
resiko-resiko yang ada agar proses audit berjalan dengan lancar.
2. Laporan Audit Tahun 2009 oleh KAP Umar dan Rekan, dapat diambil
pada PSA 29 atau SA seksi 508 paragraf 26
Laporan Auditor Independen
PT. Maju Makmur
Kami telah mengaudit neraca perusahaan PT. Maju Makmur tanggal 31
Desember 2009 serta laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan
laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan.
Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan
keuangan berdasarkan audit kami.
Kecuali seperti yang diuraikan dalam paragraf berikut ini, kami
melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan
Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami
merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh
keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji
material. Audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti
yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan
keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang
digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta
penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk


menyatakan pendapat.
Kami tidak dapat menemukan kesesuaian pengakuan nilai investasi
atas property toko perusahaan yang terdapat di Sidoarjo sebesar Rp
1.488.000.000 dengan Standar Akuntansi Keuangan seperti yang
dijelaskan pada Catatan PT. Maju Makmur dalam catatan atas laporan
keuangan. Kami tidak dapat memperoleh keyakinan atas nilai investasi
tersebut dengan prosedur audit kami.
Menurut pendapat kami, kecuali untuk dampak penyesuaian tersebut,
jika ada, yang mungkin perlu dilakukan jika kami memeriksa bukti
tentang investasi, laporan keuangan yang kami sebut dalam paragraf
pertama di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan perusahaan PT. Maju Makmur tanggal 31
Desember 2009, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor publik,
nomor izin kantor akuntan publik]
[Tanggal]
Mengenai opini yang diutarakan oleh KAP Umar dan Rekan, bahwa
perusahaan tersebut tidak menghendaki untuk menuliskan nilai yang
dilaporkan untuk properti tersebut sebesar Rp 1.488.000.000,00 . Hal
ini diungkapkan oleh KAP Umar dan Rekan dikarenakan, menurut
standar yang ada bahwa :
Klien membatasi ruang lingkup audit
Kondisi-kondisi yang ada diluar kekuasaan klien ataupun auditor
menyebabkan auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit
penting
Laporan keuangan tidak disusun berdasarkan standar akuntansi
keuangan
Ketidakkonsistenan penerapan standar akuntansi keuangan yang
digunakan dalam menyusun laporan keuangan.
3. Langkah-langkah
yang
harus
diambil
perusahaan
sebelum
menerbitkan saham ke publik
Penawaran Umum (Go Public)
Secara tahap awal, perusahaan harus melakukan penawaran umum.
Penawaran Umum (go public) merupakan kegiatan yang dilakukan
perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal
dengan cara menjual saham atau obligasi. Penawaran umum dilakukan

oleh emiten untuk menjual efek kepada publik sehingga masyarakat


dari berbagai lapisan membeli dan turut memegang saham atas
perusahaan yang menerbitkan saham. Dengan melakukan go public,
perusahaan mendapat berbagai keuntungan antara lain sebagai
berikut:
Mendapatkan dana yang cukup besar bagi pengembangan usaha
dan memperbaiki struktur modal, karena dana tersebut diterima
langsung tanpa melalui berbagai tahapan (termin)
Dengan kepemilikan saham yang tersebar di masyarakat,
perusahaan dituntut untuk melakukan kegiatan usahanya dengan
transparan dan profesional sehingga memacu perusahaan
tersebut untuk berkembang.
Membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan
investasi dengan jalan kepemilikan saham.
Lebih dikenal oleh masyarakat sehingga secara tidak langsung
aktivitas promosi turut berjalan.
Berikut merupakan tahapan yang harus dilakukan perusahaan dalam
proses penawaran umum go public.
1) Tahap persiapan
Perusahaan yang akan menerbitkan saham terlebih dahulu
melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk
membentuk kesepakatan di antara para pemegang saham dalam
rangka penawaran umum saham. Setelah sepakat, emiten
menentukan penjamin emisi serta lembaga dan penunjang pasar
yang meliputi lembaga-lembaga berikut ini.
a. Penjamin emisi (under writer), merupakan pihak yang
membantu emiten dalam rangka penerbitan saham. Tugasnya
antara lain, menyiapkan berbagai dokumen, membantu
menyiapkan prospektus, dan memberikan penjaminan atas
penerbitan.
b. Akuntan publik (auditor independen), merupakan pihak yang
bertugas melakukan audit dan pemeriksaan laporan keuangan
calon emiten.
c. Penilai, yaitu pihak yang melakukan penilaian terhadap aktiva
tetap perusahaan dan menentukan tingkat kelayakannya.
d. Konsultan hukum (legal opinion) membantu dan memberikan
pendapat dari sisi hukum.
e. Notaris bertugas membuat angka-angka perubahan anggaran
dasar, akta-akta perjanjian, dan notulensi rapat.
2) Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran
Calon emiten melakukan pendaftaran dengan dilengkapi dokumendokumen pendukung kepada Bapepam. Kemudian bapepam
memutuskan calon emiten memenuhi persyaratan atau tidak.
3) Tahap Penawaran Saham

Pada tahapan inilah emiten menawarkan sahamnya kepada


masyarakat investor melalui agen-agen penjual yang telah ditunjuk.
Dalam tahapan ini keinginan investor untuk memiliki saham
terkadang tidak terpenuhi. Misalnya, saham yang dilepas ke pasar
perdana sebanyak 150 juta lembar saham, sementara investor
berminat untuk sejumlah 250 juta lembar saham. Investor yang
belum mendapatkan saham dapat membelinya di pasar sekunder
setelah saham dicatatkan di bursa efek.
4) Tahap Pencatatan Saham di Bursa Efek
Setelah saham ditawarkan di pasar perdana, selanjutnya saham
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Pencatatan saham dapat
dilakukan di bursa efek tersebut.
---Ketentuan yang diatur pada sarbanes oxley act dan bagaimana
dapat berpengaruh pada keputusan ini
Sarbanes-Oxley Act (SOA) merupakan sebuah undang-undang di
Amerika Serikat (AS) yang mengatur tentang akuntabilitas, praktik
akuntansi dan keterbukaan informasi, termasuk tata cara pengelolaan
data di perusahaan publik. Negara Indonesiapun juga menjadikannya
sebagai pedoman namun baru sebagian kecil yang menerapkan aturan
tersebut. Sarbanes-Oxley Act juga mengatur semua ketentuanketentuan umum mengenai sekuritas yang akan diterbitkan oleh
perusahaan, sehingga Sarbanes-Oxley Act dijadikan sebagai
pedoman oleh perusahaan sebelum mereka menerbitkan sekuritas.
Menurut Sarbanes-Oxley Act, perusahaan yang akan menerbitkan
saham ke public harus menyertakan laporan audit independen yang
menunjukkan bahwa perusahaan dalam keadaan sehat financial
serta harus memiliki asset minimal 5 miliar.
---Hubungan antara penjualan saham ke publik dengan persyaratan
pelaporan keuangan perusahaan
Opini yang dikeluarkan Pendapat Wajar Tanpa Syarat (Unqualified
Opinion),
Pendapat Wajar Dengan Syarat (Qualified Opinion),
Pendapat Tidak Setuju (Adverse Opinion), dan Laporan Tanpa Pendapat
(Diclimer of Opinion)
Tidak akan menyesatkan para pengguna pelaporan atau laporan
keuangan perusahaan dan juga untuk menjamin bahwa
pelaporan keuangan tersebut terbebas dari fraud.
Untuk menjamin shareholders maupun stockholders bahwa
pelaporan disajikan secara real tanpa terdapat manipulasi data,
sehingga hal ini dapat membantu shareholders maupun
stockholders dalam membuat keputusan terkait buy, sell, hold
sahamnya.

Agar tidak terjadi asimetri informasi atau kesenjangan


informasi, sehingga informasi yang dihasilkan sama dengan
realisasinya dan tidak menyesatkan pihak-pihak tertentu.

4. Keputusan Langgeng Santoso untuk menawarkan saham ke publik


dapat mempengaruhi keputusan KAP Adi Susilo dan Rekan dalam
menerima atau tidak perikatan audit dengan PT. Maju Makmur.
Masalah yang paling utama karena KAP Adi Susilo dan Rekan belum
pernah mengaudit perusahaan publik sebelumnya. Apabila KAP dapat
memberikan laporan audit yang berkualitas maka ia bisa membuka
peluang untuk menjaring klien perusahaan go publik. Namun apabila
KAP terbukti tidak memberikan opini sesuai dengan PSAK dan tidak
dapat mempertahankan integritas, independensi, dan obyektivitasnya,
maka KAP terancam kehilangan kepercayaan baik dari klien
sebelumnya maupun yang akan ditangani.

Riset Kelompok
Pergantian Auditor dan factor Perusahaan mengganti auditornya
Keputusan pergantian perusahaan dari satu auditor ke auditor yang lain
menurut Keputusan Menteri Keuangan nomor: 359/KMK.06/2003,
disebabkan karena adanya regulasi, karena Menteri Keuangan Republik
Indonesia telah mengeluarkan regulasi yang mengatur masa kerja Kantor
Akuntan Publik di suatu perusahaan. Aturan tersebut menyebutkan bahwa
masa kerja Kantor Akuntan Publik di suatu perusahaan paling lama lima
tahun berturut-turut. Sementara masa kerja akuntan publik (perorangan)
di suatu perusahaan paling lama tiga tahun buku berturut-turut.
KMK No. 359/PMK.06/2003 diperbarui pada tahun 2008 dengan KMK No.
17/PMK.01/2008 dengan masa penugasan audit KAP diperpanjang menjadi

enam tahun, sedangkan untuk auditor AP selama tiga tahun. Wibowo &
Rossieta (2009) mengungkapkan bahwa regulasi membatasi hal tersebut
agar auditor dan klien tidak menciptakan suatu ketergantungan satu
sama lain sehingga kualitas audit tetap terjaga dengan hasil opini audit
yang objektif. Pergantian KAP (auditor switch) yang di lakukan oleh klien
merupakan salah satu cara untuk meningkatkan independensi KAP.
Hartwell, Lightle, dan Moreland (2001) menyebutkan bahwa keputusan
yang diambil suatu perusahaan untuk mengganti auditor mereka
disebabkan karena alasan-alasan yang lain. Alasan tersebut antara lain
karena ada perbedaan pendapat dengan aditor sebelumnya, biaya audit
yang lebih rendah, auditor sakit, auditor meninggal, auditor dipensiunkan,
perusahaan ditutup, perusahaan melakukan merger atau akuisisi, ada
pergantian manajemen perusahaan, konflik antara auditor dan klien, serta
keinginan perusahaan untuk menarik auditor yang memiliki lokasi di
sekitar perusahaan.
Faktor-faktor yang memicu pergantian auditor adalah sebagai berikut:
a. Ukuran perusahaan
Perusahaan besar memiliki kemungkinan akan mengganti
perusahaan audit untuk meyesuaikan dengan kebutuhan jasa yang
diperlukan. Akan tetapi terdapat kemungkinan hubungan negatif
antara ukuran perusahaan dan pergantian auditor. Hal ini
disebabkan karena auditor perlu memahami perusahaan klien.
Apabila perusahaan mengganti auditor dengan auditor yang baru
maka auditor baru memerlukan waktu untuk memahami keadaan
perusahaan klien. Perusahaan besar dianggap memiliki resiko bisnis
yang kecil, serta untuk menjaga persepsi di pasar modal. Jika
perusahaan mengganti auditor maka masyarakat menduga bahwa
perusahaan sedang mengalami masalah kesulitan keuangan
(Stocken,2000).
b. Pertumbuhan Perusahaa
Ketika klien memperluas usahanya maka terdapat peningkatan luas,
penyebaran secara geografi, dan volume aktivitas. Kuantitas dan
kompleksitas transaksi akuntansi semakin meningkat (Johnson dan
Lys, 1990).
c. Kebangkrutan
Perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan memiliki
kecenderungan untuk mengganti auditor. Hal ini disebabkan karena
perusahaan ingin menjaga reputasi perusahan. Untuk menjaga agar
persepsi debitur terhadap kredibilitas perusahaan tetap baik maka
perusahaan akan mengganti auditor kepada auditor yang lebih
besar,
dengan
demikian
diharapkan
debitur
memandang

d.

e.

f.

g.

perusahaan masih memiliki kemampuan secara finansial (Kida,


1980).
Resiko Bisnis Klien
Klien yang memiliki resiko bisnis yang tinggi akan bertindak sekuat
tenaga untuk menjaga kredibilitas perusahaan dimata investor
untuk meyakinkan mereka bahwa meskipun perusahaan memiliki
resiko bisnis yang tinggi akan tetapi perusahaan dapat mengelola
resiko tersebut sehingga mereka tetap bisa beroperasi sebagaimana
mestinya. Dengan cara berpindah ke Kantor Akuntan Publik yang
besar, dengan cara tersebut diharapkan investor akan merasa yakin
terhadap operasi perusahaan sebab Kantor Akuntan Publik besar
akan menjaga nama besar mereka dengan tidak mengambil resiko
menerima klien yang beresiko (Stocken, 2000).
Opini Audit
Klien akan menggunakan tekanan terhadap auditor agar
memberikan opini yang lebih memuaskan. Jika auditor tidak berhasil
ditekan maka perusahaan akan mengganti auditor. Sehingga
semakin konservatif auditor akan semakin besar kemungkinan klien
mengganti auditor (Stocken, 2000).
Audit Delay
Semakin lama penyampaian pelaporan keaungan perusahaan akan
menyebabkan pasar modal menilai perusahaan sedang dalam
masalah sehingga akan berpengaruh terhadap harga saham
perusahaan. Lamanya waktu yang dibutuhkan auditor untuk
menyelesaikan auditnya bisa menyebabkan pada pergantian auditor
(Chow dan Rice, 1982).
Audit Fee
Perusahaan akan mengganti auditor untuk mendapatkan fee yang
lebih rendah daripada yang dibayarkan sekarang (Garsombke dan
Armitage, 1993).

Pengungkapan yang dibutuhkan ketika perusahaan mengganti auditor


Auditor pengganti harus meminta keterangan yang spesifik dan masuk
akal kepada auditor pendahulu mengenai masalah-masalah yang menurut
keyakinan auditor pengganti akan membantu dalam memutuskan
penerimaan atau penolakan perikatan. Hal-hal yang dimintakan
keterangan harus mencakup:
1. Informasi yang kemungkinan berkaitan dengan integritas
manajemen.
2. Ketidaksepakatan dengan manajemen mengenai penerapan prinsip
akuntansi, prosedur audit, atau soal-soal signifikan yang serupa.

3. Komunikasi dengan komite audit' atau pihak lain dengan


kewenangan dan tanggung jawab setara tentang kecurangan, unsur
pelanggaran hukum oleh klien, dan masalah-masalah yang
berkaitan dengan pengendalian intern
4. Pemahaman auditor pendahulu tentang alasan penggantian auditor.
Auditor pengganti harus meminta klien agar memberikan izin kepada
auditor pendahulu untuk memperbolehkan auditor pengganti melakukan
review atas kertas kerja auditor pendahulu. Auditor pendahulu dapat
meminta izin dan surat pengakuan dari klien untuk mendokumentasikan
izin yang diberikan oleh klien tersebut dalam usaha untuk mengurangi
salah pengertian tentang lingkup komunikasi yang diizinkan. Biasanya
dalam keadaan seperti itu auditor pendahulu menyediakan diri bagi
auditor pengganti daft menyediakan kertas kerjanya untuk di review oleh
auditor pengganti. Auditor pendahulu harus menentukan kertas kerja
yang mana yang disediakan untuk di-review dan mana yang dapat di-copy
oleh auditor pengganti. Biasanya auditor pendahulu harus mengizinkan
auditor pengganti untuk melakukan review atas kertas kerja, termasuk
dokumentasi perencanaan, pengendalian intern, hasil audit, dan hal-hal
signifikan di bidang akuntansi dan auditing seperti kertas kerja analisis
akun neraca, dan yang berkaitan dengan kontinjensi. Auditor pendahulu
juga harus mencapai kesepakatan dengan auditor pengganti tentang
penggunaan kertas kerja. Luasnya izin akses ke kertas kerja yang
diberikan oleh auditor pendahulu, jika ada, merupakan masalah
pertimbangan auditor pendahulu.

Perusahaan tidak dapat memilih KAP


Perusahaan tidak dapat memilih KAP yang dapat bekerja sama dengan
perusahaan untuk memberikan opini audit sesuai dengan yang
dikehendakinya. Hal ini dikarenakan para akuntan publik diwajibkan untuk
menjaga integritas dan objektivitasnya dalam melaksanakan tugasnya.
Hal ini sesuai dengan pernyataan etika profesi yang menyatakan:
Integritas, Objektivitas dan Independensi (Pernyataan Etika Profesi No.1)
1. Setiap anggota harus mempertahankan integritas dan objektivitas
dalam
melaksanakan
tugasnya.
Dengan
mempertahankan
integritas, ia akan bertindak jujur, tegas dan tanpa pretensi. Dengan
mempertahankan objektivitas, ia akan bertindak adil tanpa
dipengaruhi tekanan atau permintaan pihak tertentu atau
kepentingan pribadi;
2. Jika terlibat sebagai auditor, setiap anggota harus mempertahankan
sikap independensi .Ia harus bebas dari semua kepentingan yang

bisa dipandang tidak sesuai dengan integritas maupun


objektivitasnya, tanpa tergantung efek sebenarnya dari kepentingan
itu;
3. Jika ada masalah tertentu yang belum diatur dalam standar etika
profesi atau hukum negara, setiap anggota harus tetap
mempertahankan integritas dan objektivitas dalam melaksanakan
tugasnya. Dengan mempertahankan integritas, ia akan bertindak
adil tanpa dipengaruhi tekanan atau permintaan pihak tertentu atau
kepentingan pribadi ;
4. Auditor harus selalu mempertahankan sikap independen in fact dan
in appearance (citra bebas) selama melaksanakan tugas audit;
5. Dalam hal seorang anggota tidak bisa mempertahankan sikap di
atas yang relevan dengan profesinya, ia harus menolak untuk
menerima atau mengundurkan diri dari tugas yang bersangkutan.
Hal yang dapat mempengaruhi independensi dan objektivitas seorang
auditor seperti:

Hubungan keuangan dengan klien


Kedudukan dalam perusahaan yang diaudit;
Keterlibatan dalam usaha yang tidak sesuai dan tidak konsisten;
Pelaksanaan jasa lain untuk klien audit;
Hubungan keluarga dan pribadi;
Imbalan atas jasa profesional;
Penerimaan barang atau jasa dari klien;
Pemberian barang atau jasa kepada klien.

Pemesanan opini audit dan pemenuhan pesanan tersebut oleh suatu


Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik bukan suatu tindakan yang
etis. Sebagai Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik mereka
dituntut untuk bekerja dengan integritas dan objektivitas yang terjaga.
Ketika hal ini tidak dapat mereka jaga, akan berdampak buruk pada citra
profesi akuntan dan menghilangkan manfaat utama seorang auditor
independen yang berguna untuk meningkatkan kepercayaan user
terhadap laporan keuangan yang telah di audit.