Anda di halaman 1dari 5

HIPODERMIS

2. LAPISAN HIPODERMIS
Lapisan hipodermis juga disebut sebagai lapisan subkutan merupakan lapisan di
bawah dermis yang terdiri dari lapisan lemak. Lapisan kulit ini merupakan lapisan yang
paling dalam dan mengandung pembuluh darah dan limfa, serta saraf yang berjalan sejajar
dengan permukaan kulit. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara
longgar dengan jaringan di bawahnya. Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah
di tubuh dan keadaan nutrisi individu dan berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk
regenerasi. Hipodermis ini terdiri dari sel-sel lemak, ujung saraf tepi, pembuluh darah dan
pembuluh getah bening, kemudian dari beberapa kandungan yang terdapat pada lapisan ini
sehingga lapisan Hipodermis ini memiliki fungsi sebagai penahan terhadap benturan ke organ
tubuh bagian dalam, memberi bentuk pada tubuh, mempertahankan suhu tubuh dan sebagai
tempat penyimpan cadangan makanan.
Pada lapisan hipodermis terdapat beberapa sel dianataranya :
1. Fibroblast
Hipodermis juga menjadi rumah bagi fibroblast, yang bertanggungjawab memproduksi
kolagen. Serat-serat yang terdapat pada kolagen tersebut kemudian dialirkan ke dermis
untuk menguatkan kulit.

2. Makrofag
Makrofag bentuknya berubah-ubah (tidak teratur) dan khusus terdapat di dekat
pembuluh darah, berfungsi dalam pinositosis dan fagositosis. Makrofag dapat digerakkan
atau didistribusikan ke jaringan lain yang mengalami peradangan.

3.

Sel lemak (hipodermis mengandung


50% lemak tubuh).
Lemak
berfungsi

sebagai

bantalan dan isolasi untuk tubuh.


Sel-sel lemak (adipocytes atau sel
adiposa) terdapat di dalam lapisan
ini berfungsi menghasilkan energi
dan panas tubuh, serta melindungi
jaringan dibawahnya.

Pada lapisan hipodermis juga terdapat beberapa jaringan yaitu :


1. Jaringan ikat longgar
Diberi nama jaringan ikat longgar karena seratnya amat longgar. Jenis seratnya
berkolagen, elastis, dan juga berserat retikuler. Letaknya berada pada bagian bawah kulit,
di dekat pembuluh darah dan saraf, dan sekitar organ. Jaringan ini berperan dalam
mengikat jaringan epitel dan jaringan di bawahnya. Selain itu, jaringan ikat longgar

berfungsi menjaga organ tetap berada di tempatnya. Jaringan ikat sebagai jaringan ikat
bawah kulit, hipodermis berfungsi sebagai bantalan atau penyangga benturan bagi organorgan tubuh bagian dalam, membentuk kontur tubuh, dan bertanggungjawab sebagai
cadangan makanan. Pada saat pertambahan usia pada manusia, kinerja liposit dalam
jaringan ikat bawah kulit juga menurun. Bagian tubuh yang sebelumnya berisi banyak
lemak, lemaknya berkurang sehingga kulit akan mengendur. Perubahan kondisi
hipodermis inilah yang membuat kulit menjadi keriput, kendur, serta makin kehilangan
kontur idealnya.

2. Jaringan adipose
Jaringan adiposa mengandung sel-sel saraf banyak dan pembuluh darah, menyimpan dan
melepaskan energi untuk bahan bakar tubuh dan melepaskan hormon-hormon penting
penting untuk kebutuhan tubuh diantaranya :
1. Aromatase yang terlibat dalam metabolisme hormon seks.
2. TNF Alpha, IL-6 dan leptin yang secara kolektif disebut 'sitokin' dan terlibat dalam
mengirimkan pesan antara sel-sel.
3. Plasminogen activator inhibitor-1 yang terlibat dalam pembekuan darah.

4. Angiotensin yang terlibat dalam mengontrol tekanan darah.


5. Adiponektin yang meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin sehingga
membantu melindungi terhadap diabetes tipe 2.
6. Lipoprotein lipase dan apolipoprotein E yang terlibat dalam penyimpanan dan
metabolisme lemak untuk melepaskan energi.
Jaringan lemak sebagai lapisan lemak, hipodermis memiliki fungsi untuk menjaga
panas (mengatur suhu) tubuh. Ketebalan dan kedalaman jaringan lemak bervariasi
sepanjang kontur tubuh, paling tebal di daerah pantat dan paling tipis terdapat di kelopak

mata.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.