Anda di halaman 1dari 14

Mana Syahadatain

Urgensi Syahadat
Syahadatain adalah pintu gerbang Islam
Fitrah Manusia adalah Muslim. (Q.S. Al-Araaf: 172)
Pada hakikatnya, syahadat merupakan pemisah
seseorang dari kekafiran menuju iman.
Tak seorang pun yang dilahirkan kecuali menurut
fitrah; kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia
Yahudi, Nasrani atau Majusi HR Bukhari
Mengapa tidak kau belah saja dadanya, sehingga
engkau tahu isi hati dia yang sebenarnya! sabda
bliau pada usamah

Urgensi Syahadat
Syahadatain merupakan intisari ajaran Islam
Syahadat mencakup dua hal;
(1) KonsepLa ilaha ilallah; merealisasikan segala
bentuk ibadah hanya kepada Allah, baik yang dilakukan
secara pribadi maupun secara bersamaan (berjamaah).
Dari sini akan melahirkan keikhlasan kepada Allah SWT.
(2) KonsepMuhammad adalah utusan Allah,
mengantarkan pada makna bahwa konsep ini menjadi
konsep yang mengharuskan kita untuk mengikuti tatacara
penyembahan kepada Allah sebagaimana yang diajarkan
oleh Rasulullah SAW. Atau dengan kata lain sering disebut
dengan ittiba. Firman Allah SWT:

Urgensi Syahadat
Azas Perubahan
Fondasi masyarakat madani (merubah jiwa-keyakinan)
Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami
hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang
terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di
tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan
orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang
sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah
Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa
yang telah mereka kerjakan (Q.S. Al-Anaam : 122)
Merubah bangsa gersang, terbelakang, terisolir menjadi
peradaban yang memimpin dunia selama 14 abad.

Urgensi Syahadat
Inti dakwah para rasul
Syahdatain dengan konsepsi semacam itulah yang
didakwahkan para nabi dan rasul. Mereka semua
mengatakanFattaqullah wa athiiuuni!
(bertakwalah kepada Allah dan taatilah aku!).
Statemen mereka ini diabadikan Al-Quran dalam
kisah-kisah para nabi yang tersebar di berbagai surat.
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum
kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya;
Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka
sembahlah olehmu sekalian Aku (Q.S. Al-Anbiya:
25)

Urgensi Syahadat
Fadilah dan keutamaannya
Barangsiapa mengucapkanlaa ilaaha
illallah, ia masuk surga.
Barangsiapa mati sedang ia
mengetahui bahawa tidak ada tuhan
selain Allah, ia masuk surga
Dua kata yang ringan diucapkan
namun berat timbangannya, yakni:laa
ilaaha illallah, Muhammad rasulullah.

Kandungan Syahadat

Kandungan Syahadat
Makna kata Asyhadu
Pertama, melihat dengan mata kepala sendiri
(muayanah
)

Melihatnya (yasyhaduhu) para malaikat yang didekatkan. ( QS


Al-Muthafifin: 21).

Kedua, mengutarakan dengan kesaksian atau


keterangan berkenaan dengan sesuatu atau seseorang
yang dia ketahui berdasarkan hasil pengindraannya.
Dan mintalah kesaksian (wa asyhidu) dua orang yang adil di
antara kalian. (QS Ath-Thalaq:2).

Ketiga, sumpah.
Apabila datang kepadamu orang-orang munafiq, kami
bersumpah (nasyhadu) bahwa engkau adalah utusan Allah.
( QS Al-Munafiqun: 1).

Kandungan Syahadat
Pertama, melihat bahwa tiada tuhan selain Allah, dengan akal dan
hatinya. Dan dalam rangka membimbing ke arah itu, Allah
menegaskan: Seandainya di langit dan di bumi itu ada tuhan-tuhan
selain Allah, niscaya keduanya (langit dan bumi itu) akan hancur.
( QS Al-Anbiya: 22).
Kedua, memberi kesaksian atas apa yang ia lihat itu dengan lisannya.
Oleh karena itu mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan rukun
Islam yang pertama. Tidaklah diterima keislaman seseorang kecuali
dengan mengikrarkannya.
Dan yang ketiga, kesaksian itu haruslah didasari keyakinan tanpa
keraguan. Rasulullah saw bersabda: Tak seorang pun yang
bersyahadat tiada tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah
secara tulus dari hatinya, melainkan pasti Allah haramkan baginya
neraka. (Riwayat Al-Bukhari dari Al-Qatadah).

Kandungan Syahadat

Makna Ilah
Sakana ilaihi(mereka tenteram kepadanya),yaitu
ketikailahtersebut diingat-ingat olehnya, ia merasa senang
dan manakala mendengar namanya disebut atau dipuji
orang ia merasa tenteram.
Penggunaan kata Ilah dengan makna ini tersirat di dalam AlQuran, di antaranya pada ayat berikut ini:




Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka
setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap
menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: Hai Musa.
buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka
mempunyai beberapa tuhan (berhala). Musa menjawab:
Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui
(sifat-sifat Tuhan).(QS. Al-Araaf: 138)

Makna Ilah
Istijaara bihi(merasa dilindungi olehnya),
karenailahtersebut dianggap memiliki kekuatan
ghaib yang mampu menolong dirinya dari
kesulitan hidup.










Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah,
agar mereka mendapat pertolongan.(QS. Yaasiin: 74)
Ayat di atas menggambarkan orang-orang musyrik
yang mengambil pertolongan dari selain Allah, padahal
berhala-berhala tersebut tidak dapat memberikan
pertolongan (lihat QS. Al-Araaf ayat 197).

Makna Ilah
Assyauqu ilaihi(merasa selalu rindu
kepadanya), ada keinginan selalu bertemu
dengannya, baik terus-menerus atau tidak. Ada
kegembiraan apabila bertemu dengannya.








Mereka menjawab: Kami menyembah berhalaberhala dan kami senantiasa tekun
menyembahnya.(QS. Asy-Syuaraa: 71)
Ayat di atas menggambarkan para penyembah
berhala yang sangat tekun melakukan pengabdian
kepada berhala karena selalu rindu kepadanya.

Makna Ilah
Wulla bihi(merasa cinta dan cenderung kepadanya).
Rasa rindu yang menguasai diri menjadikannya
mencintaiilahtersebut, walau bagaimanapun keadaannya.
Ia selalu beranggapan bahwa pujaannya memiliki kelayakan
untuk dicintai sepenuh hati.























Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah
tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya
sebagaimana mereka mencintai Allah(QS. Al-Baqarah: 165)
Ayat di atas menggambarkan adanya sebagian manusia (orang
orang musyrik) yang menyembah tandingan-tandingan (

)
selain Allah dan mereka mencintainya sebagaimana mereka
mencintai Allah, karena mereka sangat cenderung atau dikuasai
olehnya.