Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

KEJADIAN AGITASI PADA ANAK PASCA OPERASI DENGAN


MENGGUNAKAN PEMAKAIAN GAS N2O
DITINJAU DARI ILMU KEDOKTERAN
DAN ISLAM

Obat anestesi inhalasi merupakan salah satu teknik anestesi umum yang dilakukan dengan jalan
memberikan kombinasi obat anestesi inhalasi yang berupa gas dan atau cairan yang mudah
menguap melalui alat atau mesin anestesi langsung ke udara inspirasi. Anestesia inhalasi
merupakan obat-obatan yang paling sering digunakan untuk keperluan anestesia umum. Obat
anestetik inhalasi yang pertama kali dikenal dan digunakan untuk membantu pembedahan ialah
N2O. Tujuan penulisan ini untuk mendapatkan informasi tentang kejadian agitasi pasca
pembedahan pada anak setelah pemakaian anestesi inhalasi N2O.
Pada penelitian Babl FE,et al didapatkan hasil sekunder berupa kejadian agitasi. Kejadian agitasi
terjadi pada setiap kelompok penelitan dengan berbagai konsentrasi. Walaupun dalam penelitian
ini merupakan hasil sekunder, namun jelas terlihat dari penelitian tersebut bahwa pemberian
anestesi inhalasi N2O dengan berbagai konsentrasi dapat menyebabkan kejadian agitasi.Hukum
penggunaan N2O sebagai anestesi inhalasi pada pembedahan tidaklah ditemui di dalam Al-Quran
dan Hadist. Sehingga penetapan hukumnya adalah dengan cara qiyas. Sebuah hukum dapat
bersumber dari sebuah nash (Al-Quran dan Sunnah), dan dapat bersumber dari ijma atau Qiyas.
Keduanya merupakan sumber resmi pengambilan hokum dalam syariaat Islam.
Kaitan Ilmu Kedokteran dan Islam tentang kejadian agitasi pada anak pasca operasi dengan
menggunakan N2O adalah bahwa penggunaan N2O pada pembedahan belum ada hukumnya dalam
Al-Quran maupun hadist, sehingga penetapannya digunakan suatu qiyas. Karena efek
sampingnya berupa kejadian agitasi maka N 2O merupakan barang haram. Namun apabila
pemberiannya sesuai kadarnya maka N2O dapat menguntungkan bagi tubuh terutama saat
pembedahan (operasi). Oleh karena itu, Allah SWT tidak menyukai sesuatu yang berlebihan,
dalam hal ini penggunaan N2O sebagai anestesi inhalasi.

ii