Anda di halaman 1dari 11

ALQUR’AN YANG MULIA

I. Pendahuluan
Mu’min yang berinteraksi secara baik dengan Al-qur’an
akan mendapat posisi yang baik disisi Allah. Dalam
sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda “Perumpamaan
mu’min yang membaca Al-qur’an ibarat buah utrujah
(sejenis limau) baunya harum dan rasanya lezat. Orang
mu’min yang tidak membaca Al-qur’an ibarat buah kurma.
Tidak berbau tapi manis rasanya. Orang munafiq yang
membaca Al-qur’an ibarat buah raihanah baunya sedap
rasanya pahit dan orang munafiq yang tidak membaca Al-
qur’an ibarat buah petola, tidak berbau dan rasanya
pahit”. (HR Bukhari, Muslim).
II. Pengertian Al Qur’an
sebagai pedoman hidup Al qur’an adalah kalam
Allah yang merupakan mu’jizat diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW yang disampaikan kepada
manusia secara mutawatir (bertahap) dan
membacanya merupakan ibadah.
III. Nama-nama Al Qur’an

Al Qur’an memiliki nama-nama lain antara lain :


1. Al Kitab (Kitab), QS. Al Baqarah (2) : 2
2. Al Huda (petunjuk), QS. Al Baqarah (2) : 2, 185
3. Furqan (Pembeda), QS. Al Furqaan (25) : 1
4. Ar Rahmah (Rahmat), QS. Al-Israa’ (17) : 82
5. As Syifa (Obat), QS. Yunus (10) : 67
6. Ruh, QS. Al Mu’min (40) : 15
7. Al Haq (Kebenaran), QS. Al Baqarah (2) : 147
8. Al Bayan (Penerang), QS. Al Imran (3) 138
9. Al Mauidzoh (Pengajaran), QS. Al Qamar (54) : 17
10. Adz Dzikru (Peringatan), QS. Al Hijr (15) : 9
11. Busyro (Berita gembira), QS. An Nahl (16) : 89
IV. Kedudukan Al Qur’an

1. Kitabul Naba wal akbar (berita dan kabar), QS. An


Naba’
2. Kitabul Hukmi wa syariat (kitab hukum syariah),
QS. Al Maidah (5) : 49-50
3. Kitabul Jihad, QS. Al Ankabut (29) : 69
4. Kitabul Tarbiyah, QS. Al Imran (3) : 79
5. Minhajul Hayah (Pedoman hidup), QS. Al Qashash
(28) : 50
6. Kitabul Ilmi, QS. Al Alaq (96) : 1-5
V. Tuntutan Iman kepada Al Qur’an

1. Al Unsubihi (akrab dengan Al Qur’an) melalui 2 (dua)


cara : mempelajarinya (ta’alumuhu),
mengajarkannya (taklimuhi).
agar dapat akrab dengan Al Qur’an, hal yang harus
dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Membacanya (tilawah)
ada sepuluh amalan dalam tilawah, antara lain :
 Memahami keagungan dan ketinggian firman Allah
 Mengagungkan Allah
 Kehadiran hati (khusyu’)
 Tadabbur
 Tafahum (memahami secara mendalam)
• Meninggalkan hal-hal yang dapat menghalangi
pemahaman takhshish (menyadari bahwa diri
merupakan sasaran yang dituju Al Qur’an)
• Taatsur (mengimbas ke dalam hati)
• Taraqqi (meningkatkan penghayatan sampai ke
tingkat mengajarkan kalam dari Allah)
• Tabarriy (memandang kepada dirinya dengan
pandangan ridha dan tazkiyah)
b. Fahman (memahami dan mentadabburi isinya), QS.
Muhammad (47) : 24
c. Tatbiyqon (mengamalkan)
d. Hafidzon (menghafal dan memeliharanya)
2. Tarbiyatu Nafsi Bihi (Mentarbiyah diri dengan Al
Qur’an) QS. Al Imran (3) : 39
3. Taslim Wa Ahkamihi (menerima dan tunduk kepada
hukum) QS. Al Ahzab (33) : 36
4. Da’watu ilallah (menyeru orang Kepada-Nya) QS. An
Nahl : (16) : 125
5. Iqomatuhu Fil Ardhi (menegakkan Al Qur’an dimuka
bumi)
VI. Akhlaq terpuji terhadap Al Qur’an

1. Membaca ta’awudz sebelum membaca Al Qur’an, QS.


An Nahl (16) : 98
2. Membaca Al Qur’an secara tartil /perlahan-lahan, QS.
Al Muzzammil (73) : 4
3. Lapang dada menerima Al Qur’an, QS. Al A’raf (7) : 2
4. Mendengarkan baik-baik bacaan Al Qur’an, QS. Al
Anfal (8) : 2 - 4
VII. Akhlaq tercela Terhadap Al Qur’an

Mentertawakan peringatan (tidak mengindahkan) Al


Qur’an, QS. Adh Dhuhaa (93) : 59 – 62
VIII. Bahaya Melupakan Al Qur’an

1. Kesesatan yang nyata, QS. An Nisa (4) : 60


2. Sempit Dada, QS. Al An’am (6) : 125
3. Kehidupan yang serba sulit, QS. Thaahaa (20) : 124
4. Mata hati yang buta, QS. Al Hajj (22) : 46
5. Hati menjadi keras, QS. Al Hadiid (57) : 16
6. Zalim dan Hina, QS. As Sajdah (32) : 22
7. Bersahabat dengan Syaithan, QS. Az Zukhruf (43) : 36
8. Lupa pada diri sendiri, QS. Al Hasyr (59) : 19
9. Fasiq, QS. Ar Ra’d (13) : 19 – 20
10. NIfaq, QS. An Nur (24) : 49 - 50
IX. Syarat agar dapat mengambil manfaat dari Al Qur’an

1. Bersikap sopan (niat yang baik, hati dan jasad


bersih)
2. Baik dalam talaqqi (membaca Al Qur’an secara
tertib)
3. Berorientasi kepada tujuan yang asasi dari Al Qur’an
4. Mengikuti cara interaksi sahabat dengan Al Qur’an