Anda di halaman 1dari 82

DEFINISI DAN PENYEBAB

KELAINAN KONGENITAL

Definisi Kelainan kongenital


Kelainan

kongenital

merupakan

kelainan

dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul


sejak kehidupan hasiI konsepsi sel telur.
Kelainan kongenital dapat merupakan sebab
penting terjadinya abortus, lahir mati atau
kematian segera setelah lahir.

Penyebab terjadinya kelainan kongenital


antara
lain:
Kelainan Genetik dan Kromosom
Kelainan genetik pada ayah atau ibu kemungkinan besar akan berpengaruh
atas kelainan kongenital pada anaknya.

Faktor Mekanik
Tekanan mekanik pada janin selama kehidupan intrauterin dapat
menyebabkan kelainan hentuk rgan tubuh hingga menimbulkan deformitas
organ cersebut.
CTH : kelainan talipes pada kaki sepcrti talipes varus, talipes valgus,
talipes equinus dan talipes equinovarus (clubfoot).

Faktor infeksi
Infeksi yang dapat menimbulkan kelainan kongenital ialah infeksi
yang terjadi pada periode organogenesis yakni dalam trimester
pertama kehamilan.
CTH : infeksi oleb virus Rubella.
Faktor Obat
Beberapa jenis obat tertentu yang diminum wanita hamil pada
trimester pertama kehamilan diduga sangat erat hubungannya
dengan terjadinya kelainan kongenital pada bayinya.
CTH : obat thalidomide yang dapat mengakibatkan terjadinya
fokomelia atau mikromelia.

Faktor Umur Ibu


Telah diketahui bahwa mongoIisme lebih sering ditemukan pada
bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mendekati masa
menopause.
Faktor hormonal
Faktor hormonal diduga mempunyai hubungan pula dengan
kejadian kelainan kongenital.
CTH : Bayi yang dilahirkan oleh ibu hipotiroidisme atau ibu
penderita

diabetes

mellitus

kemungkinan

untuk

mengalami

gangguan pertumbuhan lebih besar bila dibandingkan dengan bayi


yang normal.

Faktor Radiasi
Adanya riwayat radiasi yang cukup besar pada orang tua
dikhawatirkan akan dapat mengakibatkan mutasi pada gene yang
mungkin sekali dapat menyebabkan kelainan kongenital pada bayi
yang dilahirkannya.
Faktor Gizi
frekuensi kelainan kongenital pada bayi-bayi yang dilahirkan oleh
ibu yang kekurangan makanan lebih tinggi bila dibandingkan
dengan bayi-bayi yang lahir dari ibu yang baik gizinya.

Faktor-faktor Lain
Banyak kelainan kongenital yang tidak diketahui
penyebabnya. Faktor janinnya sendiri dan faktor
lingkungan hidup janin diduga dapat menjadi
faktor penyebabnya. Masalah sosial, hipoksia,
hipotermia, atau hipertermia diduga dapat menjadi
faktor penyebabnya.

Kelainan kongenital pada


gigi

Kelainan struktur gigi


1. Hipoplasia enamel yaitu suatu
kondisi dlm mulut yg
memperlihatkan adanya
pembentukan enamel gigi yg tdak
sempurna.
2. Hipokalsifikasi enamel yaitu
perubahan kualitatif terhadap
translusensi enamel (opasitas
enamel).

3. Amelogenesis imperfekta yaitu kelainan


herediter yang tampak perubahan pengaturan
atau struktur gen yang berhubungan dengen
email.
4. Dentinogenesis imperfekta. Email normal
terbentuk tetapidentin kurang mineralisasinya
sehingga gigi tampak kebirubiruan , merah,
akar pendek berliku-liku, dapat obiterasi, email
dapat pecah karena sokongan dentin yang
lemah, dentin cepat abrasi , erosi dan akar
terlihat.

Kelainan jumlah gigi


1. Hipodonsia
Kegagalan perkembangan satu atau dua gigi
yang biasanya bersifat herediter . Ada
beberapa sindrom yang disertai hiposonsia
diantaranya sindrom down.
2. Anodonsia
Kegagalan perkembangan seluruh gigi . Jarang
ditemukan. Anodonsia berkaitan dengan
penyakit sistemik, displasia ektodermal
anhidrotikherediter yang merupakan suatu
kelainan perkembangan ektodermal dan
umumnya diturunkan sebagai sex-linked. Pria
lebih serin dibanding wanita.

3. gigi berlebih (supernumerary tooth)


Gigi tambahan/berlebih, sehingga
jumlah gigi yang terbentuk dalam
rahang lebih banyak daripada jlh
nrmal.

Kelainan bentuk gigi


1. Geminasi
Gigi yang besar karena suatu benih gigi berkembang
membentuk dua gigi.
2. Fusi
Gigi yang besar(makrodonsia) dengan satu mahkota
besar yang terdiri atas persatuan mahkota2 dan
akar2.
3. Dens invaginatus
Adanya gigi dalam gigi. Pada radiogram tampak kelainan
gigi karena invaginasi enamel ke dalam lekukan yang
dalam didalam gigi.
4. Dilaserasi
Suatu angulasi akar yang abnormalterhadap aksis
memanjang dari mahkota gigi.

5. Gigi hutchinson dan mulberry Molar


Biasanya ditemukan pada penderita sifilis kongenital
yang terjadi akibat infeksi dari ibu melalui plasenta ke
janin yang telah mencapai tahap perkembangan tetap.
6. Mutiara enamel
Enamel berbentuk bola kecil bulat oval yang dapt
dijumpai dalam akar.
7. Dwarf root
Kelainan [ada akar gigi . Mahkota gigi normal, tetapi akar
gigipendek dan gemuk.
8. Taurodonsia
Gigi malformasi berakar jamak yang ditandai oleh
perubahan ratio mahkota terhadap akar. Dimana
mahkota ada dalam panjang normal.

Kelainan ukuran gigi


1. Mikrodonsia
Gigi yang memiliki ukuran lebih kecildari
normal.mikrodintia yang mengenai satu
atau dua gigi lebih sering ditemui
daripada yang mengenai seluruh gigi.
2. Makrodonsia
Gigi yang memiliki ukuran lebih besar dari
normal. Kelainanini dapat mengenai
semua gigi atau hanya beberapa gigi
saja

Diagnosis Kelainan
Kongenital

1. Penelaahan Prenatal
Riwayat ibu: usia kehamilan, penyakit ibu
seperti epilepsi, diabetes militus, varisela, kontak
dengan obat-obatan tertentu seperti alkohol, obat
anti epilepsi, kokain, dietilstilbisterol, obat
antikoagulan warfarin, serta radiasi.
2. Riwayat Persalinan
Posisi anak dalam rahim, cara lahir, setatus
kesehatan neonatus.
3. Riwayat Keluarga
Adanya kelainan bawaan yang sama, kelainan
bawaan yang lainnya, kematian bayi yang tidak bisa
diterangkan penyebabnya, serta retardasi mental.

4. Pemeriksaan Fisik
Mulai dari pengukuran sampai mencari anomali
baik defek mayor maupun minor. Biasanya bila
ditemukan dua kelainan minor, sepuluh persen disertai
kelainan mayor. Sedangkan bila ditemukan tiga kelainan
minor, delapan puluh lima persen disertai dengan kelainan
mayor.
5. Pemeriksaan Penunjang
Sitogenetik (kelainan kromosom), analisis DNA,
ultrasonografi, organ dalam, ekokardiografi, radiografi.
Pemeriksaan yang teliti terhadap pemeriksaan fisis dan
riwayat ibu serta keluarga kemudian ditujang dengan
melakukan pemotretan terhadap bayi dengan kelainan
bawaan adalah merupakan hal yang sangat penting
dibanding dengan pemeriksaan penunjang laboraturium.

Perkembangan Wajah
ujung caput embrio membengkok di
sekitar ujung anterior notochorda dan
mencapai panjang rata-rata 3mm (sekitar
hari ke-25 setelah pembuahan), cavum
oris primitivum (stomatodeum) akan
berkembang sebagai suatu celah kecil
yang dikelilingi oleh capsula otak di bagian
atas, pericardium di bagian bawah,
processus mandibula dan maxilla pada
bagian samping (Dixon, 1993).

Gambar yang menunjukkan bagian-bagian eksternal yang


penting dari wajah sedang berkembang pada minggu kelima
(Dixon, 1993).

Processus mandibula dengan cepat akan


meluas ke medial untuk membentuk rahang
bawah primitif dan memisahkan stomatodeum
dari pericardium. Pada saat bersamaan,
capsula otak akan terpisah dari cavum oris
primitivum melalui pembentukan processus
frontonasalis.

Kegagalan processus facialis untuk tumbuh


dengan akurat dan untuk saling bergabung satu
terhadap yang lain, dimana melibatkan
penggabungan atau penutupan selubung
ectoderma yang berkontak dengannya, akan
menimbulkan cacat perkembangan, dikenal
sebagai celah wajah. Celah merupakan akibat
terganggunya salah satu atau beberapa tahap
penggabungan processus, termasuk induksi
normal oleh sel-sel crista neuralis, beberapa
keabnormalan pada tahap migrasi atau
penggabungan mesoderma embryonicum

Kelainan Katup Jantung

Definisi Katup Jantung


Jantung memiliki empat ruangan, 2
ruangan kecil di atas (atrium) dan 2
ruangan besar di bawah (ventrikel).
Setiap ventrikel memiliki satu katup masuk
searah dan satu katup keluar searah.
Katup jantung bekerja mengatur aliran
darah melalui jantung ke arteria pulmonal
dan aorta dengan cara membuka dan
menutup pada saat yang tepat ketika
jantung berkontraksi dan berelaksasi
selama siklus jantung.

Katup trikuspidalis membuka dari


atrium kanan ke dalam ventrikel kanan
katup pulmonalis membuka dari
ventrikel kanan ke dalam arteri
pulmonalis
Katup mitral membuka dari atrium kiri
ke dalam ventrikel kiri
katup aorta membuka dari ventrikel kiri
ke dalam aorta.

Definisi Kelainan Katup


Jantung
Kelainan katup jantung adalah kelainan pada

jantung yang menyebabkan gangguan pada


aliran darah yang melintasi katup jantung.
Katup yang terserang penyakit dapat
mengalami dua jenis gangguan fungsional :
Regurgitasi daun katup tidak dapat menutup
rapat sehingga darah dapat mengalir balik
(sinonim dengan insufisiensi katup dan
inkompetensi katup)
Stenosis katup lubang katup mengalami
penyempitan sehingga aliran darah mengalami
hambatan.

Etiologi Kelainan Katup


Jantung
Demam reumatik : penyebab lazim deformitas
katup yang membutuhkan koreksi bedah.
Kecacatan yang disebabkan oleh deformitas
katup
Kalsifikasi dan sklerosis jaringan katup akibat
usia lanjut
dekstruksi katup oleh endokarditis bakterialis
defek jaringan penyambung sejak lahir
disfungsi atau ruptura otot papilaris karena
aterosklerosis koroner
malformasi kongenital.

Jenis kelainan katup jantung


Adapun beberapa jenis kelainan katup
jantung:
Syndrome Prolaps Katup Mitral
Regurgitasi Mitralis
Stenosis Mitral
Stenosis Katup Aorta
Regurgitasi Aorta
Penyakit Trikuspidalis
Penyakit Pulmonalis

Sindrom prolaps katup


mitral
Prolaps katup mitral (PKM) adalah
disfungsi bilah-bilah katup mitral yang
tidak menutup dengan sempurna dan
mengakibatkan
regurgitasi
katup,
sehingga darah merembes dari ventrikel
kiri ke atrium kiri.
Sindrom ini kadang tidak menimbulkan
gejala atau juga dapat berkembang cepat
dan menyebabkan kematian mendadak.

Regurgitasi Katup Mitral


Regurgitasi Katup Mitral (Inkompetensia
Mitral, Insufisiensi Mitral) adalah
kebocoran aliran balik melalui katup
mitral setiap kali ventrikel kiri
berkontraksi.
Pada saat ventrikel kiri memompa darah
dari jantung menuju ke aorta, sebagian
darah mengalir kembali ke dalam atrium
kiri dan menyebabkan meningkatnya
volume dan tekanan di atrium kiri.
Terjadi peningkatan tekanan darah di
dalam pembuluh yang berasal dari paruparu, yang mengakibatkan penimbunan
cairan (kongesti) di dalam paru-paru.

1. Dilatasi ventrikel kiri


2. Hipertrofi ventrikel
kiri
3. Dilatasi atrium kiri
4. Hipertrofi atrium kiri
5. Kongesti vena
pulmonalis
6. Kongesti paru
7. Hipertensi arteri
pulmonalis
8. Hipertensi ventrikel
kanan

Stenosis Mitral
Stenosis katup mitral merupakan
penyempitan pada lubang katup
mitral yang akan menyebabkan
meningkatnya tahanan aliran darah
dari atrium kiri ke ventrikel kiri.
Kelainan struktur mitral ini
menyebabkan gangguan pembukaan
sehingga timbul gangguan pengisian
ventrikel kiri saat diastole.

1. Hipertrofi atrium
kiri
2. Dilatasi atrium kiri
3. Kongesti vena
pulmonalis
4. Kongesti paru
5. Hipertensi paru
6. Hipertrofi ventrikel
kanan
7. Curah jantung
terfiksasi.

Stenosis katup Aorta


Stenosis katup Aorta adalah penyempitan
pada lubang katup aorta, yang
menyebabkan meningkatnya tahanan
terhadap aliran darah dari ventrikel kiri ke
aorta.
bilah katup aorta saling menempel dan
menutup sebagian lumen diantara jantung
dan aorta. Ventrikel kiri mengatasi
hambatan sirkulasi ini dengan berkontraksi
lebih lambat tapi dengan energy yang
lebih besar dari normal, mendorong darah
melalui lumen yang sangat sempit.

Regurgitasi Katup Aorta


Regugitasi Katup Aorta (Inkompetensia Aorta,
Insufisiensi Aorta) adalah kebocoran pada katup aorta
yang terjadi setiap kali ventrikel mengalami relaksasi.
Insufisiensi aorta di sebabkan oleh lesi peradangan
yang merusak bentuk bilah katup aorta, sehingga
masing-masing bilah tidak bisa menutup lumen aorta
dengan rapat selama diastole dan akibatnya
menyebabkan aliran balik darah dari aorta ke
ventrikel kiri.
Karena kebocoran katup aorta saat diastole, maka
sebgaian darah dalam aorta, yang biasanya
bertekanan tinggi, akan mengalir ke ventrikel kiri,
sehingga ventrikel kiri harus mengatasi keduanya
yaitu mengirim darah yang secara normal yang
diterima atrium kiri ke ventrikel melalui lumen
ventrikel maupun darah yang kembali ke aorta.

Penyakit Trikuspidalis
Penyakit Trikuspidalis (Stenosis katup
Trikuspidalis) akan menghambat
aliran darah dari atrium kanan ke
ventrikel kanan selama diastolik.
Kerusakan ini biasanya menyertai
penyakit pada katup mitrlis dan aorta
sekunder dari penyakit rematik
jantung yang berat.

penyakit katup pulmonalis


Insidens penyakit katup pulmonalis
sangat rendah.
Stenosis pulmonalis biasanya kongenital
dan bukan merupakan akibat penyakit
rematik jantung.
Stenosis katup pulmonalis meningkatkan
beban kerja ventrikel kanan,
mengakibatkan hipertrofi ventrikel
kanan. Gejala-gejala baru timbul bila
terjadi gagal ventrikel kanan,
menimbulkan pelebaran vena sistemik
dan segala sekuele klinisnya.

TINDAKAN DOKTER GIGI


PADA PASIEN KELAINAN
JANTUNG

Apabila menemukan pasien dengan


kasus memiliki riwayat kelainan jantung,
sebagai seorang dokter gigi tindakan
yang dilakukan adalah preventif atau
pencegahan
dengan
memberikan
rujukan dengan merujuk pasien tersebut
kebagian penyakit dalam atau dokter
spesialis jantung atau kepada dokter
yang sedang merawat pasien tersebut
untuk
mengontrol
pasien
tersebut
sebelum dilakukan perawatan atau
terapi dibidang kedokteran gigi.

Definisi, Target dan


Mekanisme Fokal Infeksi

Fokal Infeksi
Pusat atau suatu daerah di dalam
tubuh yang dimana kuman atau
basil-basil dari kuman tersebut dapat
menyebar jauh ke tempat lain dalam
tubuh dan dapat menyebabkan
penyakit.

Sumber infeksi dalam


rongga mulut
Periodonsium
Periapikal
Pulpa gigi

Mekanisme

Infeksi kronis pada gigi


Toxin
Menembus aliran darah
Melalui lesi

Cara penyebarannya
Percontinuitatum ke daerah sekitar
Sistemik sbg fokus infeksi

Target

Kepala
Leher
Mata
Sequel intracranial
Sistem respiratori
Sistem cardiovasculer
Jalur gastroinstestinal
Fertilisasi, kehamilan dan berat lahir

Mekanisme fokal infeksi karies


ke kelainan jantung
Bakteri/mikrorganisme pada
karies/gingivitissirkulasi
darahmenyerang otot jantung yg
lemahbakteri memproduksi
enzimtrombosit menempelpembekuan
darahaterosklerosis
Bakterimelekat pd lapisan lemak di
pembuuh darah jantungmenebalprotein
dan o2 tdk dapat masuk ke
jantunggangguan jantung

Rampan Karies

Pengertian
karies yang terjadi secara cepat
mengenai bebrapa gigi serta sering
menimbulkan rasa sakit sehingga
anak menjadi rewel, karies ini sering
ditemukan pada anak usia 5 tahun.

Faktor penyebab rampan


karies
Penyebab utama : Pemberian susu botol dalam
waktu yang lama dan yang berisi cairan
karbohidrat yang mudah difermentasi seperti
susu dan cara pemberian ASI yang kurang
tepat.

Adapun faktor lainnya yang dapat menyebabkan Rampan karies yaitu :

1. Faktor predisposisi yaitu terjadinya rampant karies karena


mengkonsumsi gula, Berkurangnya saliva, Adanya streptokokus
mutans dalam tingkat yang infeksius, Perubahan fisiologi dalam
rongga mulut misalnya karena kebiasaan oral hygiene yang buruk.
2. Faktor herediter, orang tua yang peka terhadap karies, hal ini
disebabkan karena dalam keluarga mempunyai pola kebiasaan makan
yang sama dan pemeliharaan kesehatan gigi yang sama pula.

4. Faktor sistemik, misalnya penderita diabetes


mellitus.
5. Seringnya mengkonsumsi makanan dan minuman
yang mengandung karbohidrat terutama di antara
waktu makan, waktu makan merupakan faktor
yang dihubungkan dengan perkembangan
rampan karies.

Perawatan Dan Pencegahan


Rampan Karies

Perawatan
Hal pertama yang dilakukan dalam penanggulangan rampan
karies
adalah
mengurangi
aktivitas
bakteri
untuk
menghentikan karies dan mencegah penjalaran yang cepat
kearah pulpa.
menhilangkan rasa sakit, adanya rasa sakit perlu segera
ditanggulangi karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari
anak tersebut. Perawatan rasa sakit dapat diberikan baik
secara lokal di gigi yang sakit maupun secara oral atau diminu.
Menghentikan proses karies tiap kavitas meskipun kecil,
setelah itu kavitas di preparasi untuk membuang semua
jaringan yang nikrotik sehingga karies terhenti.
apabila jaringan gigi yang masi mendukung untuk dilakukan
restorasi, di lakukan tumpatan mengunakan Semen Glass
Ionomer

Pencegahan .
Setelah diberi makan, bersihkan gusi anak
dengan kain/ lap bersih. Kemudian bersihkan/
sikat gigi anak, jika giginya sudah erupsi.
Bersihkan dan pijat gusi pada area yang
ompong dan pemakaian flossing semua gigi
anak yang telah erupsi, biasanya pada usia 22,5 tahun
jangan pernah membiarkan anak tertidur
sambil minum melalui botol yang berisi susu,
formula atau jus buah atau larutan yang
manis

Lanjutan
Jika anak membutuhkan botol atau dot untuk
pemberian makan yang reguler, pada malam
hari, atau hingga tertidur, berilah anak dot
bersih. Jangan pernah memasukkan dot dengan
minuman yang manis
Hindari mengisi botol minum anak dengan
larutan seperti air gula dan soft drink
Jika air yang akan diberikan kepada anak tidak
mengandung fluoride, tanyalah dokter gigi apa
yang sebaiknya diberikan pada anak.
Mulailah berkunjung ke dokter gigi sejak tahun
pertama kelahiran, buatlah kunjungan secara
teratur.Jika anak mempunyai masalah dengan
giginya, segera periksakan ke dokter gigi
( Bechal, dkk, 1991 ).

MAS RAHMAT

Perawatan gigi pada anak

Gejala klinis
1. rampan karies umumya anak usia 4-8 th
atau remaja 11-19th. Bila anak usia 4th
sudah terkena rampan karies gigi sulung
maka resiko terhadap karies yang tinggi
2. Gigi yang rampan, beberapa gigi dapat
menjadi gangren atau menjadi radiks.
Konsistensi kuning sampai coklat muda
3. Karies terkena pulpa akan menyebabkan
nyeri mengakibatkan kurangnya fungsi
pengunyahan
sehingga
pertumbuhan
rahang berkurang.
4. Gambaran pada rontsen radiolusen

Perawatan
1. Relief of pain (menghilangkan rasa sakit)
- gigi vital
ZnO
- Gigi non vital
lakukan trepanasi dan beri
antibiotik, bila ada abses
beri premedikasi
lalu insisi
2. Menghentikan proses karies
pulp capping, PSA
3. Diet (batasi sukrosa)
4. Perawatan dan restorasi
5. Topikal aplikasi
flour sebagai preventif
6. Evaluasi periodik sampai 3 bulan sampai
diperoleh oral higiene baik n diet sesuai DHE

Psikologi
psikologi berasal dari kata psyche yang artinya jiwa
dan logos ilmu pengetahuan. Mengingat jiwa seseorang dapat
diketahui, diselidiki melalui prilakunya, maka psiokologi serng
dikatakan Ilmu yang mempelajari prilaku manusia. Karena
prilaku seseorang adalah hasil interaksi antara dirinya dengan
lingkungan maka prilaku harus dipelajari dalam hubungan
dengan lingkungannya.

Faktor Psikologi Pada Anak


1) Fakto herediter (warisan sejak lahir, bawaan)
2) Faktor lingkungan yang menguntungkan, atau yang
merugikan
3) Kematangan fungsi-fungsi organis dan fungsi-fungsi psikis
4) Aktivitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan,
kemampuan seleksi, bisa menolak atau menyetujui, punya
emosi, serta usaha membangun diri sendiri.

Komunikasi Dokter Gigi


Dengan Pasien Anak

Memberikan pertanyaan sebelum, selama dan setelah perawatan.


Saat anak memutuskan pilihan, dokter gigi harus selalu melaksanakan, oleh
karena itu jangan menanyakan anak mau atau tidak giginya dirawat.
Memberikan anak kesempatan memegang alat dan menjelaskan fungsi
masing-masing alat. Hal tersebut akan diharapkan rasa takut menjadi
hilang dan meningkatkan perhatian serta memberikan kesan bahwa mereka
penting
Memperkenalkan anak dengan ruang perawatan gigi dan perawatan akan
dilakukan sebaiknya tanpa membuat rasa takut, sehingga kepercayaan diri
anak dapat diperoleh dan rasa takut berubah menjadi keingintahuan dan
kooperatif.

PRINSIP FOUR-HANDED
DENTISTRY

Posisi
Zona Aktivitas
Motion Economy
Transfer Instrumen

POSISI DOKTER GIGI


POSISI PERAWAT GIGI
POSISI PASIEN

POSISI DOKTER GIGI- BALANCED POSTURE


Kaki pada lantai dan paha sejajar
lantai
Punggung tersangga
Siku dekat dg tubuh
Pasien pada siku operator
Jarak operator/pasien 35 cm

POSISI DOKTER GIGI

POSISI DOKTER GIGI-PASIENPERAWAT


Jarak mata drg & mulut pasien 35 cm
Fokus daerah perawatan
Pergelangan tangan lurus pd waktu
melakukan perawatan

POSISI ASISTEN

1015 cm lebih tinggi dari operator


Kaki pd foot ring
Dekat dg pasien
Instrument dalam jangkauan lengan
Paha sejajar lantai
punggung lurus
Extended arm penyangga perut/
punggung

POSISI ASISTEN/PERAWAT

POSISI SUPINESI PASIEN


Posisi supine
Lutut dan hidung
dalam satu bidang
Kaki pasien sedikit
lebih rendah dari
bagian kepala agar
tidak terjadi
kecemasan / gangguan
sirkulasi.
pasien anak, tua,
hamil atau pasien
dengan gagal jantung
kesulitan untuk
diletakkan dalam posisi
supine.

ZONA AKTIVITAS

ACTIVITY ZONES
Operating zone
Assisting zone
Static zone
Transfer zone

ZONA AKTIVITAS RIGHT- HANDED DENTIST

ZONA AKTIVITAS LEFT- HANDED DENTIST

Operating zone
Operators Zone sebagai
tempat pergerakan dokter
gigi
Posisi dokter gigi berubah
tergantung rahang & gigi
yang akan dirawat
Perawat jarang untuk
mengubah posisinya
Perawatan pada gigi rahang
bawah, perawat gigi harus
meninggikan kursinya untuk
mendapatkan lapangan
pandang yang baik.

Transfer zone
Transfer Zone adalah
daerah pertukaran
alat dan bahan antara
tangan dokter gigi dan
tangan perawat gigi.

Assisting zone
Assistants Zone adalah
zona tempat
pergerakan perawat
gigi
Zona ini dilengkapi
dengan semprotan
air/angin & penghisap
ludah, Light Cure Unit
pada dental unit yang
lengkap.

Static zone
Static Zone adalah
zona paling sedikit
aktivitasnya dan tidak
terlihat pasien
Zona ini untuk
menempatkan meja
instrumen bergerak
(Mobile Cabinet) yang
berisi instrumen
tangan serta peralatan
yang dapat
menakutkan pasien.

Karies pemicu demem


Dwi rakhmat y
10609052

demam
. salah satu dari tanda-tanda klinis yang
paling
umumdan
ditandai
dengan
peningkatan suhu tubuh di atas normal
yang memicu peningkatan tonus otot
serta menggigil. Rata-rata suhu tubuh
normal yang diukur secara oral adalah
36,7C sampai 37C. demam dapat
terjadi bila suhu tubuh >37C - 39C. bila
suhu
tubuh
>39Cdapat
terjadi
menggigil.

Karies yang menyebabkan


demam
Karies superfisialis hanya mengenai
enamel saja dan tdak menyebabkan
demam.
Karies media mengenai kurang dari
setengah dentin. Terdapat rasa ngilutapi
tidak menyebabkan demam.
Karies profunda/profunda perforasi
sudah mengenai lebih dari setengah
dentin, tepi pulpa, pulpa, atau saluran
akar. Luka yang terjadi dapat
menyebabkan infeksi-> Demam.

Mekanisme demam
Mekanisme demam terjadi ketika pembuluh darah
disekitar hipotalamus terkena pirogen eksogen
tertentu (seperti bakteri) atau pirogen endogen
(Interleukin-1 ,
interleukin-6 ,
tumor necrosis
factor ) sebagai penyebab demam, maka metabolit
asam arakidonat dilepaskan dari endotel sel jaringan
pembuluh darah. Metabolit seperti prostaglandin E2 ,
akan melintasi barrier darah-otak dan menyebar ke
dalam pusat pengaturan suhu di hipotalamus, yang
kemudian memberikan respon dengan meningkatkan
suhu. Dengan titik suhu yang telah ditentukan,
hipotalamus akan mengirimkan sinyal sim-patis ke
pembuluh darah perifer. Pembuluh darah perifer akan
berespon dengan melakukan vasokonstriksi yang
menyebabkan penurunan heat loss melalui kulit.