Anda di halaman 1dari 10

Power of The Sun

(Activity 1)

Kelompok 1
Soeharto 14726251006
Fitria Arifiyanti
14726251007

Tujuan

Kemampuan yang
diharapkan
EP2.01
merumuskan pertanyaan ilmiah tentang sifat, asal, dan
evolusi Bumi dan benda-benda lain di tata surya.
EP2.03
menilai secara kritis pertanyaan ilmiah mereka telah
merumuskan dan informasi yang mereka telah
berkumpul untuk mengidentifikasi kekuatan dan proses
dasar bahwa bentuk interior, permukaan, dan atmosfer
Bumi dan benda-benda lain di surya sistem
EP2.05
menyelidiki, baik melalui kegiatan laboratorium atau
penelitian, interaksi radiasi dan partikel yang memiliki
dampak dengan material Bumi seperti udara, air, dan
batu
EP2.06
menilai risiko yang terkait dengan radiasi ultraviolet
matahari serta dengan tumbukan bahan asteroidal dan
komet dengan Bumi.

Matahari menyusun 0.998 total massa dari


system tata surya. Gravitasinya menahan
system tata surya bersama. Gravitasinya jga
memadatkan dan memanaskan bagian tengah
matahari sehingga menghasilkan 4 x 1026 W
energy radiasi yang memelihara semua
kehidupan di bumi, dengan penyatuan
termonuklir.
Daya matahari dapat diperkirakan dengan
membandingkan matahari dengan sumber
daya yang dikenal (dalam kasus ini bola
lampu). Dan menggunakan hukum kecerahan
luas persegi terbalik. Kecerahan adalah daya
yang lewat melalui satu unit daerah/luasan.
Karena cahaya berjalan dalam sebuah garis
lurus. Cahaya dari matahari menyebar

Materials

Potensi Masalah

Kerusakan

mata

dari

radiasi matahari
Matahari membakar
Prosedur Pencegahan

Panas dari bohlam


Jangan melihat langsung
pada Matahari
Memakai topi dan tabir
surya saat bekerja di luar
ruangan
Jangan
200

menyentuhkan
lampu

ke

beberapa bagian tubuh


Jaga kabel listrik tetap
rapi dan jauh dari rute

Lakukan percobaan ini di luar ruangan pada hari yang


cerah dengan matahari yang tinggi di langit, sebisa
mungkin mendekati siang.
Bagian 1
1. Kenakan topi dan tabir surya selama kegiatan ini.
Jangan melihat langsung pada Matahari. Satu siswa
berdiri dengan satu pipi menghadap ke arah Matahari.
2. Siswa kedua menyalakan bohlam dan memegangnya
sekitar 10 cm dari pipi siswa pertama yang
berlawanan
dengan
arah
Matahari
(menjauhi
Matahari).
3. Secara perlahan, pindahkan bohlam lebih dekat
sebesar 1 cm. Biarkan suhu dirasakan oleh
pipi
mereka, stabilkan setiap posisi sebelum memindahkan
bohlam lebih dekat. Berhenti ketika efek pemanasan
dari Matahari dan bola pada setiap pipi merasa sama.
Jangan menyentuhkan bohlam ke beberapa bagian
dari tubuh Anda.

Bagian 2 Fotometer Nol


1. Ambil selembar kertas fotokopi biasa dan letakkan
setetes minyak atau mentega cair di tengah sehingga
tempat yang diteteskan tersebut akan tembus cahaya.
2. Pegang fotometer nol (potongan kertas) di sudut
kanan ke arah Matahari dimana Matahari akan bersinar
langsung di tempat yang tembus cahaya. Jangan
melihat langsung pada Matahari.
3. Nyalakan bohlam 200 W. Mulai pada jarak sekitar 10
cm di sisi berlawanan dari kertas yang menghadap
Matahari. Amati tempat yang tembus cahaya dari sisi
yang sama dari kertas yang menghadap Matahari,
yaitu dengan punggung Anda menghadap ke Matahari.
4. Perlahan-lahan pindahkan bola lampu 200 W yang
menyala ke arah kertas sampai tempat tembus cahaya
tampaknya menghilang. Pada titik ini kecerahan
cahaya yang bersinar di kedua sisi kertas sama.
5. Ukur dan catat jarak d dari pusat filamen cahaya ke

1. Menggunakan hukum kuadrat kebalikan (inverse-square law)


untuk kecerahan (brightness), hitunglah daya keluaran
Matahari dari:
P (b) / d2 = P (s) / D2
di mana P (s) = daya Matahari
P (b) = daya bohlam (200W)
d = jarak dari pusat filamen bola ke pipi (Bagian 1) atau
fotometer nol
(Bagian2)
D = jarak Matahari = 149.500.000 km
Mengkonversi D untuk unit yang sama seperti d.
2. Apa saja faktor (seperti asumsi yang salah) yang mungkin
mempengaruhi keakuratan hasilnya?
3. Dari pengukuran daya Matahari, menghitung " konstanta
surya " S = daya per satuan luas di Bumi
Jarak:
S = P (s) / 4 pi D2 Watt per meter2
di mana P (s) = daya Matahari
D = jarak ke Matahari dalam meter
4. Menyelidiki dan membahas aplikasi praktis dari tenaga surya
yang pada prinsipnya menyediakan lebih dari 1000 W per meter
persegi dari permukaan.