Anda di halaman 1dari 3

Bed Side Teaching

PRESBIOPIA

Oleh :

Devi Ariani
M Luthfi Suhaimi

(02 923 021)


(03 120 086)

Preseptor :

Dr. Hj. Getry Sukmawati, Sp.M

BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2008

Proses Penglihatan(1,2,3,4,5,6)
Penglihatan bermula dari masuknya seberkas cahaya kedalam mata dan
dibiaskan (difokuskan) pada retina. Kemampuan seseorang untuk melihat dengan
tajam sangat tergantung pada kemampuan media refraktif didalam bola mata
(terutama kornea dan lensa mata) untuk mengarahkan perjalanan berkas cahaya
tersebut agar tepat ke retina. Karakteristik umum dari media refraktif adalah
bersifat jernih (bening, transparan, tembus pandang). Karakteristik spesifik
alamiah dari lensa mata adalah bentuk kecembungannya yang dapat berubah
sesuai dengan kebutuhan pembiasan, karena bersifat kenyal (sampai umur
tertentu), yang disebut sebagai daya akomodasi sehingga cahaya akan terfokus
pada retina. Hasil kerja keseluruhan dari media refraktif ini sangat ditentukan pula
oleh panjang sumbu bola mata. Retina berfungsi merekam gambar yang
diterimanya, lalu mengubah gambar tersebut menjadi impuls-impuls listrik dan
akhirnya diteruskan ke otak untuk diinterpretasikan sebagai gambar atau obyek
yang terlihat oleh mata tersebut.
Presbiopia (Rabun tua)(1,2,3,4,5,6)
Patofisiologi
Pada usia muda, lensa mata masih lunak dan lentur, sehingga bentuknya
bisa berubah-ubah guna memfokuskan obyek. Dengan meningkatnya usia
seseorang, akan makin sulit melihat obyek yang letaknya dekat, sehingga
dibutuhkan kacamata untuk membaca dan untuk bekerja dengan objek yang
letaknya dekat. Keadaan ini merupakan suatu keadaan yang disebut dengan
presbiopia atau rabun tua. Biasanya presbiopia belum mengganggu pada usia
dibawah 40 tahun, tapi diatas 40 tahun lensa mata sudah banyak kehilangan
kelenturannya sehingga tidak mampu memfokuskan dengan tajam obyek-obyek
yang letaknya dekat. Demikian pula dengan otot akomodasinya, daya
kontraksinya berkurang sehingga tidak terdapat pengenduran zonula Zinn yang
sempurna.
Gejala klinis dan diagnosis
1. Pengelihatan kabur pada jarak dekat maupun jarak jauh.

2. Kesulitan pada waktu membaca dekat huruf dengan cetakan kecil, untuk
membaca lebih jelas maka penderita cenderung menegakkan punggungnya
atau menjauhkan obyek yang dibacanya.
3. Pengelihatan kabur bertambah seiring dengan usia.
4. Kartu Snellen dan kartu baca dekat.
Penatalaksanaan
Presbiopia adalah hal yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang yang
biasanya dimulai ketika memasuki usia pertengahan. Presbiopia terjadi bila lensa
mata hilang kemampuannya untuk memfokuskan cahaya pada penglihatan dekat.
Keadaan ini dapat dikoreksi dengan kacamata. Tidak ada terapi medikamentosa,
termasuk diet dan latihan yang dapat memperbaikinya ataupun menghambat
perkembangannya.
Hubungan kekuatan lensa kacamata dengan usia :
40-45 tahun

S +1.0 D

45-50 tahun

S +1.5 D

50-55 tahun

S +2.0 D

55-60 tahun

S +2.5 D

>60 tahun

S +3.0 D

Presbiopia bisa terjadi bersamaan dengan miopia, hipermetropia maupun


astigmat. Pada orang yang menderita miopia, hipermetropia atau astigmat yang
sudah megalami presbiopia, dapat diberi resep kacamata bifokal atau multifokal.
DAFTAR PUSTAKA
1. Ilyas, Sidarta dkk. 2002. Ilmu Penyakit Mata Ed ke-2. PERDAMI. Jakarta:
Sagung Seto, hlm 48, 148.
2. Ilyas, Sidarta. 2004. Kelainan Refraksi dan Koreksi Penglihatan. Jakarta:
FKUI.
3. Ilyas, Sidarta. 2004. Ilmu Penyakit Mata Edisi Ketiga. Jakarta: FKUI, hlm
64-75.
4. Ilyas, Sidarta. 2005. Penuntun Ilmu Penyakit Mata Edisi Ketiga. Jakarta:
FKUI, hlm 1-9.
5. Vaughan, Daniel G dkk. 2000. Oftalmologi Umum Edisi 14. Jakarta:
Widya Medika.
6. Wijana SD, Nana. Ilmu Penyakit Mata.