Anda di halaman 1dari 5

RESUME ANALISIS CUTTING,

ANALISIS LOGGING DAN ANALISIS CORING


UJI SUMUR

DISUSUN OLEH :
Nama

: Muhammad Mamun

NIM

: 1101160

Kelas

: TP Non Reg B

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK & GAS BUMI
BALIKPAPAN
2015

Cutting Analysis
Penentuan daerah yang mengandung hidrokarbon memerlukan suatu data-data geologi
bawah permukaan secara tepat dan akurat. Salah satu metode untuk mendapatkan data bawah
permukaan tersebut melalui analisa cutting dan analisa logging.
Pekerjaan analisa cutting dilakukan dalam kerangka pekerjaan mud logging yang
terutama untuk mengidentifikasi saturasi hidrokarbon dan mengestimasi karakteristik batuan
reservoir. Analisa cutting merupakan interpretasi serpihan batuan yang tersirkulasi ke permukaan
bersamaan dengan lumpur bor. Serpihan tersebut berasal dari gerusan batuan reservoir pada saat
operasi pemboran berlangsung.
Pada analisa cutting, kandungan hidrokarbon dapat dideteksi dengan melihat perbahan
warna yang terjadi pada saat cutting tersebut dianalisa. Analisa dilakukan melalui penyinaran
sinar ultraviolet untuk mengetahui lithologi batuannya meliputi jenis batuan, kandungan mineral,
struktur batuan dan kandungan fosil untuk menentukan ada tidaknya akumulasi hidrokarbon.
Analisa terhadap cutting dapat dilakukan dengan menggunakan pengamatan fluoroscopic
berupa penggunaan sinar ultraviolet untuk mendeteksi adanya kandungan hidrokarbon pada
sample (core) baruan. Analisa ini juga untuk membedakan antara jenis minyak berat (heavy oil),
minyak ringan (light oil) maupun minyak medium (intermediate oil). Pada analisa fluoroscopic,
kualitas penampakan fluorisensi ditentukan dari distribusi fluorisensi dalam sample (core) batuan
yang diamati.
Dari hasil analisa cutting yang dilakukan dapat diketahui jenis lapisan dan interval
kedalaman sumur dimana terdapat akumulasi hidrokarbon. Jika diketahui bahwa formasi tersebut
mengandung akumulasi hidrokarbon yang prospektif, maka pengeboran lanjutan dapat dilakukan
pada berbagai titik yang dianggap prospek. Tetapi jika dari analisa tidak ditemukan kandungan
hidrokarbon, maka titik pengeboran dipindah ke lokasi lain yang dianggap lebih prospek
berdasar survey geologi.
Kesalahan dalam menganalisa cutting sering disebabkan oleh adanya sample yang
terkontaminasi dengan batuan diatasnya yang runtuh dan bercampur dengan cutting, adanya lost
circulation sehingga sample cutting yang didaptkan sering tidak mewakili kedalaman lubang bor
pada saat itu. Kesalahan lainnya juga terjadi akibat adanya gel strength (bantalan) lumpur yang
tidak cukup baik untuk mengangkat cutting ke permukaan. Dari semua hal tersebut kembali
kepada faktor engineer untuk dapat menginterpretasikan semua data yang diperoleh dan
membuat kongklusi yang cepat dan akurat.

Logging Analysis
Secara umum, analisa log dibedakan atas tiga kompenen, berupa Log Lithologi, Log
Resistivity dan Log Porosity. Log Lithologi antara lain Gamma Ray (GR) Log dan Spontaneous
Potential (SP) Log. Untuk Log Resistivity diantaranya adalah Induction Log, Short Normal Log,
Microlog, Lateral Log dan MSFL. Sedangkan untuk Log Porosity terdiri dari Neutron Log dan
Sonic Log.
Beberapa analisa jenis log yang umum digunakan antara lain Analisa Spontaneous
Potential (SP) Log, Analisa Log Induksi, dan Analisa Log Radioaktif yang terdiri dari Gamma
Ray Log, Neutron Log, dan Formation Density Log.
Analisa Sponteneous Potential Log (SP) Log
Log SP merupakan rekaman perbedaan potensial listrik antara elektroda di permukaan yang tetap
dengan elektroda yang terdapat di dalam lubang bor yang bergerak naik turun, pada sebuah
lubang sumur yang terdiri dari lapisan permeable dan non permeable.
Analisa Log Induksi
Log induksi digunakan untuk mendeteksi konduktivitas formasi yang selanjutnya dikonversi
dalam satuan resistivity.
Analisa Log Radioaktif
1. Gamma Ray Log
- Untuk membedakan lapisan-lapisa shale dan non shale pada sumur-sumur open hole atau
cased hole dan juga pada kondisi ada lumpur maupun tidak.
2. Neutron Log
- Untuk menentukan total porosity
- Mendeteksi adanya formasi gas setelah dikombinasikan dengan porosity tool lainnya
seperti Density Log)
- Penentuan korelasi batuan
3. Formation Density Log
- Untuk mengukur porositas batuan
- Mengidentifikasi mineral batuan
- Mengevaluasi shally sand dan lithologi yang kompak
Analisa Log Kombinasi
Log kombinasi diaplikasikan untuk semua junis log sebelumnya seperti Log Listrik, Log
Induksi dan Log Radioaktif untuk mendapatkan kepastian jenis formasi beserta kandungan
formasi tersebut.
Kombinasi log yang sering digunakan dua jenis log yaitu Log Listrik dan Log Radioaktif.
Log Listrik yang dimaksudkan adalah SP Log dan Log Induksi untuk Short Normal Log.
Sedangkan Log Radioaktif yang dimaksud adalah Gamma Ray (GR) Log, Neutron Log dan
Formation Density Log (FDL). Dari analisa Log Kombinasi ini dapat ditentukan kandungan HC
dari formasi pada interval kedalaman tertentu

Coring dan Core Analysis


Coring
Coring adalah pemboran khusus untuk mendapatkan besaran-besaran fisik dari batuan
reservoir. Pemboran khusus ini sangat mahal biayanya karena membutuhkan peralatan khusus
dan memakan waktu lebih lama dari pemboran biasa ( pemboran sumur keseluruhan) . Coring
dilakukan pada interval tertentu yang diperlukan data-data petrofisiknya terutama pada zone
produktif. Hasil dari coring diharapkan merupakan data yang valid sehingga perlu penanganan
yang cermat. Banyak factor yang dapat mempengaruhi kualitas maupun kuantitas coring antara
lain :

Konstruksi dari peralatan

Kondisi dari formasi

Teknik pelaksanaan operasi Coring


Macam-macam coring
Ada dua macam cara pengambilan contoh batuan ( coring) yaitu :
1. Coring yang dilakukan bersamaan dengan pemboran dikenal sebagai Bottom coring.
Sesuai dengan alat yang digunakan maka bottom core dibedakan menjadi:
Conventional coring : Coring yang menggunakan core bit biasa atau diamond bit.
Ukuran core yang didapat adaloah diameter antara 3 5
inch.
Wire-line Retrievable : Coring dimana pada cara ini alat diturunkan kedasar sumur
tanpa mengangkat drill string. Ukuran core yang diperoleh
dengan cara ini lebih kecil yaitu 1 1/8 - 1 inch.
2. Sidewall Coring yaitu coring yang dilakukan setelah pemboran umumnya digunakan
untuk mengambil sample/contoh pada interval tertentu (yang dipilih ) yang telah dibor.
Analisa core ( Core analysis )
Analisa core ( inti batuan) pada prinsipnya adalah menentukan sifat sifat petrofisika dari
batuan reservoir yang sangat diperlukan dalam pengelolaan suatu lapangan Migas karena sifatsifat ini dibutuhkan oleh bagian geologi, pemboran, reservoir maupun produksi.
Sifat petrofisika tersebut antara lain adalah :
1.
Porositas
2.
Permeabilitas
3.
Saturasi
4.
Tekanan kapiler
5.
Sifat kelistrikan
6.
Wettabilitas
7.
Kompresibilitas
8.
Permeabilitas relative
9.
Water flooding
10. EOR

Daftar Pustaka
http://bellampuspita.blogspot.com/2012/06/analisa-penilaian-formasi-analisa.html

http://migas-nusantara.blogspot.com/2014/07/coring-dan-core-analysis.html
https://www.scribd.com/doc/49522111/Analisa-cutting#download