Anda di halaman 1dari 2

PENENTUAN KOEFISIEN DISTRIBUSI

Disiapkan berbagai bahan yang akan dibutuhkan dalam proses


penetuan koefisisen distribusi. Disiapkan larutan i2 dalam PCE
sebanyak 45 ml, PCE 15 ml dan h20 600 ml. (kalo bisa dijelasin
cara buatnya gimana bel, gw lupa sumpahh). Dalam praktikum ini
pce tidak digunakan dan digantikan dengan kloroform.
Menyiapkan tiga botol, dan i2 dalam pce 20 ml serta 200 ml h20
dimasukan ke dalam botol1, pce 15 ml, pce 5 ml, serta h20 200
ml dimasukkan ke dalam botol 2. Dan pce 10 ml, is dalam pce 10
ml, serta h20 200 ml dimasukkan ke dalam h20.
dalam percobaan ini dipakai hukum distribusi yaitu, jika suatu
sitem terdiri dari dua lapisan yang bercampur sebagian atau tidak
tercampur sama sekali maka ditambahkan zat ketiga yang larut
dalam keduanya, zat ketiga akan terdistribusi diantara kedua
lapisan tersebut dengan perbandingan tertentu. Dalam
percobaan ini h20 dan kloroform merupakan dua zat yang tidak
bisa larut satu sama lain. Hal ini dikarenakan air merupakan
senyawa polar dan kloroform merupakan senyawa non polar, dan
mereka tidak akan larut karena perbedaan kepolaran ini. dalam
percobaan larutan i2 dalam kloroform dicampur dengan aquadest
yang merupakan pelarut tidak saling campur satu sama lain
sehingga diperoleh dua lapisan. Lapisan atas merupakan
aquadest dan lapisan bawah merupakan kloroform yang
disebabkan oleh massa jenis air yang lebih kecil dibandingkan
massa jenis kloroform.
Untuk mendistribusikan i2 secara maksimal ke dalam kedua
larutan, botol ditutup dengan penutup karet dan dikocok selama
20 menit. Botol harus dikocok dengan kecepatan konstan
sehingga i2 bisa terdistribusi secara sempurna ke dalam larutan

kloroform dan air. Sebelum dikocok terlihat sekali ada dua lapisan
di dalam botol tersebut, setalah dikocok selama 20 menit larutan
mulai campur dan seluruh larutan berubah warna menjadi ungu.
Setalah dikocok selama 20 menit, larutan tersebut dimasukkan ke
dalam corong pisah dan ditunggu sampai dua fase terpisah
secara sempurna. Bisa dikatakan sempurna apabila, dalam
corong pisah sudah benar-benar terlihat dua fase dan dilihat pada
permukaan larutan apabila sudah tidak ada lagi gelemmbung
berwarna ungu, berarti sudah terpisah secara sempurna.
Setelah terpisah sempurna menjadi dua fase. Larutan dipisahkan
antara fase aquades dan fase kloroform, dengan cara membuka
corong pisah perlahan-lahan. Setelah dipisahkan kedua larutan
dalam dua beaker glass, larutan i2 dama kloroform dipipet 5 ml
dan ditambahkan KI. Penambahan KI dikarenakan KI
menghasilkan ion I- yang dibutuhkan i2 untuk mencapai
kesetimbangan dan menghasilkan i3-. Dengan reaksi
I2+I-i3Lalu dititrasi dengan tiosulfat hingga tercapai titik akhir titrasi.
Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna. I2 dalam
kloroform yang semula berwarna ungu berubah warna menjadi
bening. Larutan i 2 dalam h20 50 ml, di titrasi dengan tiosulfat
sampai titik akhir titrasi dengan ditandai dengan perubahan
warna dari jingga menjadi bening.