Anda di halaman 1dari 2

Penyebab akar masalah sangat bervariasi.

Dan masalahnya telah menumpuk selama beberapa


dekade. Sejumlah penyelidikan penelitian telah dilakukan, termasuk studi tentang kualitas air,
analisis kesesuaian berbagai jenis tanaman, identifikasi keanekaragaman jenis tumbuhan, dan
uji coba lapangan pada penerapan konsep peduli lingkungan sensitif dalam penggunaan
lahan.
Tetapi semua upaya ini hanya terfokus pada beberapa aspek spesifik.selanjutnya, lembaga
yang melakukan penelitian cenderung tidak berbagi hasil mereka dengan instansi lain. Dan
belum ada penelitian yang meneliti tentang analisis lingkungan mengenai danau tobadan
daerah aliran sungai. Beberapa studi yang pernah dilakukan ialah sebagai berikut:
-penelitian di danau tobaoleh bapedal dan bekerjasama dengan IPB 1993
-penelitian tentang permasalahan ekosistem aliran sungai oleh BAPEDALDA bekerjasama
dengan Fakultas Geografi UGM,2000
-penelitian kesesuaian beberapa pohon untuk lahan kitis di danau toba dan pengikisan nutrisi
tanah oleh pusat penelitian kehutanan pematang siantar
-penelitian tentang rehabilitasi daratan dan konservasi tanah oleh BAPPEDA Provinsi
Sumatera Utara bekerjasama dengan pengembangan komunitas riset divisi, Universitas
Sumatera Utara.
4.3.4 masa dan investasi keuangan yang terus-menerus
Sampai sekarang belum ada catatan yang tersedia tentang tingkat investasi modal untuk
danau toba. Namun begitu ada sebagian kecil yang ditemukan sebagai berikut:
-

Pada tahun 1996, kerjasama dengan pemerintah Denmark yang mendukung publikasi
lewat buletin. Buletin yang dipublikasikan mencapai 1500 kopi per bulannya.
Aktivitas danau tobamenerima bantuan finansial dari pemerintah Amerika. Sejak awal
tahun 1996, total bantuan dari amerika mencapai us$400.000. Dana tersebut
digunakan untuk proyek di danau tobadan danau champlain.
Walaupun tidak ada komitmen yangspesifik dan konfirmasi mengenai keuangan.
Terakhir ada 2 sumber keuangan yang ada untuk pemeliharaan ekosistem danau toba.
Misalnya saja administrasi Pemerintah Sumatera Utara dan DPRD.

4.3.5 jaringan global


Pada tahun 1996, perwakilan dari danau tobayang terdiri dari perwakilan pemerintah ,
bisnisman dan sektor industri untuk mempelajari, mengobservasi tentang implementasi
manajemen terintegrasi pada daerah aliran danau. Selanjutnya, delegasi dari danau champlain
juga mendatangi danau tobauntuk mengobservasi potensi dan masalah pada danau toba.
5. Pembelajaran
5.1 keterlibatan stakeholder adalah kunci dari desain program, implementasi dan aksi yang
efektif.

Sebuah manajemen paradigma baru untuk konservasi drainase danau toba, sebagian
mengandung usaha para stakeholder, meliputi kelompok masyarakat, ngos, sektor khusus dan
pemerintah, yang harus diciptakan dan dikuatkan. Dengan proses yang terintegrasi dan
terkoordinasi, itu akan mengantisipasi upaya sinergisitas menjadi kenyataan. Itu akan
menghasilkan prioritas umun, pemahaman yang sama (timbal balik) pada jalan yang
disepakati dan pencegahan duplikasi dan tumpang tindih terhadap aktivitas konflik. Puncak
pengahargaannya itu akan membantu perkembangan proses yang berkelanjutan pada aliran
sungai danau toba.