Anda di halaman 1dari 2

LO1.

Kewajiban dan Hak Dokter


A. Kewajiban Dokter dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia
Pasal 7a
Seorang dokter dalam setiap praktek medisnya harus memberikan
pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral
sepenuhnya, disertai rasa kasih sayang (compassion) dan penghormatan

atas martabat manusia.


Pasal 7b
Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubugnan dengan pasien dan
sejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia
ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau kompetensi, atau yang
melakukan penipuan atau penggelapan, dalam menangani pasien.

LO2. Kewajiban dan Hak Pasien


A. Kewajiban Pasien
Yakin pada dokternya, dan yakin akan sembuh.
Pasien yang telah mempercayai dokter dalam upaya penyembuhannya,
berkewajiban menyerahkan dirinya untuk diperiksa dan diobati sesuai
kemampuan dokter. Pasien yang tidak yakin lagi pada kemampuan

dokternya, dapat memutuskan kontrak terapeutik.


Melunasi biaya perawatan di rumah sakit, biaya pemeriksaan dan
pengobatan serta honorarium dokter.
Imbalan untuk dokter merupakan penghargaan yang sepantasnya diberikan
oleh pasien/keluarga atas jerih payah seorang dokter. Kewajiban pasien ini
haruslah disesuaikan dengan kemampuannya dan besar kecilnya
honorarium dokter tidak boleh mempengaruhi dokter dalam memberikan

pelayanan kedokteran yang bermutu, sesuai standar pelayanan medik.


B. Hak Pasien dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia
Hak untuk hidup, hak atas tubuhnya sendiri, dan hak untuk mati secara

wajar.
Memperoleh pelayanan kedokteran yang manusiawi, adil, jujur, dan

bermutu yang sesuai dengan standar profesi kedokteran tanpa diskriminasi


Memperoleh penjelasan tentang diagnosis dan terapi dari dokter yang
merawatnya. Dimana dalam memberikan informasi sangat bergantung

pada faktor usia, pendidikan, keadaan umum pasien dan mentalnya. Oleh
karena itu, info yang diberikan harus dengan bahasa yang dapat dimengerti
pasien dan untuk pasien anak-anak atau pasien penyakit jiwa, sebaiknya

informasi diberikan kepada orang tua atau walinya.


Menolak prosedur diagnosis dan terapi yang direncanakan, bahkan dapat
menarik diri dari kontak terapeutik atas tanggumg jawab sendiri sesudah
memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya.

DAFTAR PUSTAKA
Buku Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan