Anda di halaman 1dari 2

Sekitar tahun 1860, fisikawan Skotlandia yang terkenal James Clerk

Maxwellmenemukan bahwa hukum hukum percobaan tentang listrik dan


magnetisme Hukum Coulomb, Gauss, Biot-Savart, Ampere, dan Faraday, yang
kita pelajari sebelumnyadapat dirangkum dalam bentuk matematis ringkas
yang sekarang kita kenal sebagai persamaan Maxwell. Salah satu dari hukum
itu, hukum Ampere, mengandung ketidakkonsistenan, yang dapat dihilangkan
oleh Maxwell dengan penemuan arus perpindahan. Perangkat persamaan baru
yang konsisten satu dengan yang lainnya memperkirakan kemungkinan
gelombang elektromagnetik.
Persamaan Maxwell menghubungkan vektor medan listrik dan medan magnetik,
E dan B dengan sumbernya, yang berupa muatan listrik, arus dan medan yang
berubah. Persamaan ini memainkan peran dalam elektromagnetisme klasik
yang analog dengan peran hukum Newton dalam mekanika klasik. Pada
prinsipnya, semua masalah daam listrik dan magnetisme klasik dapat
diselesaikan dengan menggunakan persamaan Maxwell, persis seperti masalah
dalam mekanika klasik dapat diseleseikan oleh hukum Newton. Akan tetapi
persamaan Maxwell jauh lebih rumit daripada hukum Newton, dan
penggunaannya untuk sebagian masalah akan melibatkan matematika.
Maxwell menunjukkan bahwa persamaan persamaan ini digabungkan untuk
menghasilkan persamaan gelombang suatu vektor medan listrik dan medan
magnetik. Gelombang elektromagnetik disebabkan oleh muatan yang memiliki
percepatan, misalnya, muatan dalam arus bolak-balik pada antena. Muatan
seperti ini pertama kali dihasilkan dalam laboratorium oleh Heinrih Hertz pada
tahun
1887.
Maxwell
menunjukkan
bahwa
kecepatan
gelombang
elektromagnetik dalam ruang bebas haruslah

dengan 0 permitivitas ruang bebas, merupakan konstanta yang sering muncul


pada hukum Coulomb dan Gauss dan 0 permeabilitas ruang ruang bebas,
merupakan konstanta yang sering muncul dalam hukum Biot-Savart dan
Ampere.
Persamaaan Maxwell
Maxwell menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik adalah konsekuensi
alami dari hukum dasar yang dinyatakan dalam empat persamaan berikut.

1.
adalah hukum Gauss: fluks listrik total melalui permukaan tertutup sama
dengan muatan total di dalam permukaan yang dibagi dengan 0. Hukum ini
menyiratkan bahwa medan listrik akibat muatan titik berubah berbanding
terbalik terhadap kuadrat jarak dari muatan tersebut. Hukum ini menguraikan
bagaimana garis medan listrik memancar dari muatan positif menuju muatan
negatif. Dasar percobaannya adalah hukum Coulomb.
2.
Dikenal sebagai hukum Gauss untuk magnetik, menyatakan bahwa fluks
magnetik yang melewati permukaan tertutup adalah nol. Artinya, jumlah garisgaris medan magnet yang masuk volume tertutup harus sama dengan jumlah
yang meninggalkan volume tersebut. Hal ini menyiratkan bahwa garis-garis
medan magnet tidak dapat memulai atau mengakhiri pada titik manapun. Jika
mereka melakukannya, itu berarti bahwa monopoles magnetik terisolasi ada
pada titik-titik tersebut.

3.
adalah hukum induksi Faraday, yang menggambarkan timbulnya medan listrik
oleh fluks magnet yang berubah. Hukum ini menyatakan bahwa ggl, yang
merupakan integral garis medan listrik sekitar daerah yang ditutup, sama
dengan laju perubahan fluks magnetik melalui luas permukaan yang dibatasi
oleh daerah itu. Satu konsekuensi dari hukum Faraday adalah arus induksi
dalam sebuah loop ditempatkan dalam medan magnet yang bervariasi terhadap
waktu.

4.
biasanya disebut hukum Ampere-Maxwell merupakan bentuk umum hukum
Ampere, dan menggambarkan munculnya medan magnet oleh medan listrik dan
arus listrik: integral garis medan magnet di sekitar daerah yang ditutup adalah
jumlah 0 kali net arus melalui daerah itu dan 0 0 kali laju perubahan fluks
listrik melalui setiap permukaan yang dibatasi oleh daerah itu.