Anda di halaman 1dari 12
Pembelajaran 7 PRIMER BR 3 | 1. Tujuan khusus Setelah mempelajari mater ini, peserta diharapkan dapat menjelaskan secara rinci tentang a. perbedaan primer dan booster pada peledaken penambangan bahan gatian, b. cara pembuatan primer. 2. Perbedaan Primer dan Booster Primer adalah suatu istilah yang diberikan pada bahan peledak peka detonator, yaitu bahan peledak berbentuk cartridge berupa pasta atau keras, yang sudah dipasang detonator yang diletakkan di dalam kolom lubang ledak. Proses peledakan di dalam kolom lubang ledak sebagai berikut: © setelah alat pemicu ledak menginisiasi detonator. maka cartridge akan meledak, © meledaknya ridge ator: primer akan memberkan snergi cukup kuat untuk menginisiasi bahan peledak utama disepaniay kolom lubang tedak. Tortapat tga reupat sae jik untuk meletakkan primar di dalam kolom tubang ledaik (het Garnbar 3.1), yaitu: ‘agian’dasar bahan peledak dalam kolom lubang ledak, disebut bottom priming, 7 2} dibagian tengah bahan peledak dalam kolom lubang ledak, disebut deck atau middle priming, 3) dibagian atas bahan peledak dalam koiom lubang fedal:, disebut fop atau collar priming, Energi peledakan cenderung ienurun seiring dengan semakin jauhnya jarak propagasi energi tersebut dengan fitik lokasi primer (lihat Gambar 3.2.b). Untuk 48 mempertahankan energi tetap pada kekuatan maksimum dapat ditambahkan booster di dalam kolom lubang ledak. Booster tersebut akan terinisiasi oleh ledakan bahan peledak utama yang melaluinya, sehingga bahan peledak utama yang belum terinisiasi di bagian atasnya akan meledak dengan kekuatan energi relatif sama dengan bahan peledak sekitar primer. Dengan demikian booster dapat didefinisikan sebagai bahan peka detonator yang dimasukkan ke dalam kolom lubang ledak berfungsi sebagai penguat energi iedak (Gamiar 3.2.4). Sumbu rane” Soren AD: \ _—— { ecopaten detonosl ANFO. mie arak dat pene, emt 2 Perbedaan booster dan primer b. Karakter energi pefedakan ANFO dengan