Anda di halaman 1dari 6

KARAKTERISTIK TUMBUHAN JALAWURE

Tumbuhan Jalawure (Tacca Leontopetaloides) berasal dari Famili Taccaceae,


yang secara alamiah tumbuh liar di pesisir pantai, khususnya di Pantai Garut
Selatan. Tumbuhan Jalawure berupa terna tegak (perdu) dengan tinggi antara
1,5-2,0 meter, serta tidak berkayu dan bercabang. Tangkai daun melekat pada
batang berbentuk segi lima. Tumbuhan Jalwure berbunga/berbiji dan berakar
serabut berbentuk umbi. Jalawure berkembang biak melalui vegetatif (umbi) dan
reproduktif (biji).
Standardisasi amilosa dilakukan untuk mendapatkan kurva standar yang
menunjukkan hubungan antara nilai penyerapan cahaya dengan konsentrasi
amilosa.
40 mg tepung kentang (labu 100 ml) + 1 ml etanol 95% + 9 ml NaOH 1 N,
dipanaskan 10 menit, ad aquadest 100 ml. Bwt seri pengenceran 2,4,6,8,12,16
ppm, + 1 ml as.asetat 1 N + 2ml iod 2% ad 100 ml. Diukur d 620 nm.
Pengukuran amilosa
100 mg tepung kentang (labu 100 ml) + 1 ml etanol 95% + 9 ml NaOH 1 N,
dipanaskan 10 menit, ad aquadest 100 ml. Ambil 5 ml masukan dalam labo 100 ml,+
air 60 ml + 1 ml as.asetat 1 N + 2ml iod 2% ad 100 ml. Dikocok dan diamkan 20
menit. 620 nm
Amlodipine merupakan antagonis kalsium golongan dihidropiridin (antagonis ion
kalsium) yang menghambat influks (masuknya) ion kalsium melalui membran ke
dalam otot polos vaskular dan otot jantung, sehingga mempengaruhi kontraksi
otot polos vaskular dan otot jantung. Amlodipine menghambat influks ion kalsium
secara selektif, di mana sebagian besar mempunyai efek pada sel otot polos
vaskular dibandingkan sel otot jantung.
Amlodipine diabsorpsi secara bertahap pada pemberian per oral. Konsentrasi
puncak dalam plasma dicapai dalam waktu 6-12 jam. Bioavailabilitas amlodipine
sekitar 64-90%, dan tidak dipengaruhi makanan. Ikatan dengan protein plasma
sekitar 93%.
Waktu paruh amlodipine sekitar 30-50 jam, dan kadar mantap dalam plasma
dicapai setelah 7-8 hari. Amlodipine dimetabolisme di hati secara luas (sekitar
90%) dan diubah menjadi metabolit inaktif, dengan 10% bentuk awal serta 60%
metabolit diekskresi melalui urin.
Pola farmakokinetik amlodipine tidak berubah secara bermakna pada pasien
dengan gangguan fungsi ginjal, sehingga tidak perlu dilakukan penyesuaian dosis.

Pasien usia lanjut dan pasien dengan gangguan fungsi hati didapatkan peningkatan
AUC sekitar 40-60%, sehingga diperlukan pengurangan dosis pada awal terapi.
Contoh Pertanyaan
1. Pengaruh laju alir terhadap sudut istirhat?
Pada umumnya partikel yang lebih besar dan berbentuk bulat cenderung
memiliki laju alir yang baik karna semakin kasar partikel maka daya kohesi
nya menurun. Dengan daya kohesi yang menurun oleh karna itu pada saat
granul dialirkan melalui corong, granul akan mengalir dan menyebar
membentuk timbunan yang lebih rendah. Karna pati pregelatinasi ini telah
melalui proses pemanasan dimana dengan adanya pemanasan akan
mengurangi sifat kohesi nya sehingga granul akan mengalir dan menyebar
membentuk timbunan yang lebih rendah.
2. Mengapa dengan adanya panas dapat menurunkan kohesi?
Karna dengan adanya pemanasan, air yang yang terkandung dalam pati akan
menguap sehingga kadar airnya menurun, semakin turun kadar air maka
daya lekatnya semakin menurun dan daya tarik partikel sejenisnya
menurun pula.
3. Pengaruh laju alir pada kompresibilitas?
Partikel yang lebih besar dan bentuk bulat akan mengalir dengan baik dan
mengisi ruang kosong pada cetakan, sedangkan partikel yang lebih kecil /
halus cenderung mengalir bergerak tak beraturan sehingga terdapat ruang
kosong yang akan mempengaruhi nilai kompresibilitas.
4. Hubungan kelarutan dan disolusi?
Semakin cepat suatu zat aktif melarut pada tempat absorbsinya maka zat
aktif tersebut semakin cepat tersdisolusi.
5. Hubungan WH dan disolusi?
Semakin cepat tablet hancur maka semakin cepat tablet tersebut
melepaskan zat aktif dan melarut pada tempat absorbsi dan terdisolusi.
6. Mengapa pakai pati pregelatinasi?
Karna pada umumnya paati memiliki laju alir kurang baik dan cenderung
tidak mengalir, oleh karna itu pati dimodifikasi dnga pregelatinasi untuk
memperbesar ukurn partikel dan memperbaiki laju alir.
7. Kenapa tidak menggunakan modifikasi kimia?
Modifikasi ini dimaksudkan untuk mendapat sifat fusngsional yang
diinginkan, karna pati memliki laju alir yang buruk maka untuk
memperbaikinya metode yang tepat dengan pregelatinasi karna ukuran
partikel menjadi lebih besar dan laju alir menjadi lebih baik. Sedangkan
modifikasi kimia untuk mengembangkan sifat fungsional lebih lanjut,
seperti dengan esterifikasi senyawa fosfat, pada saat tablet kontak
dengan media akan membentuk massa kental sehingga media sulit

berpeneterasi masuk ke dlm pori tablet sehingga dapat menahan pelepasan


zat aktif.
8. Mengapa menggunakan jalawure?
Karna sampai saat ini penggunaan jalawure ini hanya sebatas bahan pangan,
sedangkan dalam dunia farmasi khususnya formulasi tablet belum
ditemukan.
9. Mengapa melakukan variasi suhu dan pemanasan ?
Karna pati pregelatinasi yang baik akan terbentuk dengan perbandingan air
dan pati serta penggunaan suhu yang tepat.
10. Mengapa menggunakan 40,60, dan 80 %?
Karna pada awalnya membuat konsetrasi 10 % b/v dan dihasilkan pati
pregelatin yang sedikit, dan terdapat air yang tidak terserap oleh pati
secara sempurna karna jumlah pati yang sedikit sehingga setelah proses
pemanasan diperoleh pati pregelatin yang sedikit dan adanya massa pati
yang menyerap air tdk sempurna yang mengering dan melekan pada loyang
(seperti lempengan2). Oleh karna itu dibuat variasi konsentrasi untuk
melihat pada konsentrasi berapa pembuatanpati pregelatinasi yang baik.
11. Mengapa harus 50 80 celcius?
Karna suhu gelatinasi pati pada umumnya berkisar pada 50-70.. oleh karna
itu dibuat variasi suhu untuk melihat melihat pengaruh suhu pemanasan
pada suhu terendah dan suhu tertinggi. Semakin tinggi suhu pemanasan
maka granul pati akan mengembang dengan cepat dan akan menyerap air
dengan jumlah banyak dan menyebabkan seluruh granul pati pecah. Pati
pregelatinasi dengan menggunakan suhu 80 C, terbentuk pati yang sangat
keras karena tingginya suhu pemanasan, ini sesuai dengan lieteratur bahwa
pati tidak tahan terhadap pemanasan di atas 70 C. Oleh karena itu pati
pregelatinasi dengan suhu 80 C tidak dapat dilakukan evaluasi.
12. Mengapa menggunakan amlodipine?
Amlodipine disini hanya diaplikasikan sebagai model obat, keuntungan nya
amlodipine memiliki efek yang panjang sehingga penggunaannya cukup
sehari 1x.
13. Bioavaliabilitas amlodipine, t ?
Bioavailabilitas amlodipine sekitar 64-90%, dan tidak dipengaruhi
makanan. Ikatan dengan protein plasma sekitar 93%. Waktu paruh
amlodipine sekitar 30-50 jam, dan kadar mantap dalam plasma dicapai
setelah 7-8 hari. Amlodipine dimetabolisme di hati secara luas (sekitar
90%) dan diubah menjadi metabolit inaktif, dengan 10% bentuk awal serta
60% metabolit diekskresi melalui urin.
14. Metode ektraksi pati?
Dengan ektraksi dengan perendaman dan pengendapan.

15. Mengapa kekerasan beragam?


seharusnya semakin banyak konsentrasi pati pregelatinasi jalawure maka
tablet yang dihasilkan semakin keras, hal ini dikarenakan pada saat
pencetakan tablet, semakin kuat tekanan yang diberikan menyebabkan
tablet menjadi caping oleh karena itu tekanan punch diatur sedemikian
rupa agar menghasilkan tablet yang baik.
16. Pengaruh konsentrasi pati terhadap WH?
semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka waktu hancurnya semakin
cepat. Hal ini dikarenakan pati pregelatinasi jalawure memiliki kandungan
amilosa, dimana mekanisme amilosa sebagai penghancur ini adalah menjaga
adanya sistem pori-pori pada tablet, pori-pori ini mengakibatkan
peneterasi air yang cepat pada saat tablet kontak dengan air, sehingga
tablet akan mengembang dan akhirnya tablet hancur.
17. Pengaruh konsetrasi terhadap disolusi?
Semakin tinggi konsentrasi pati pregelatinasi jalawure yang digunakan
maka semakin cepat pelepasan zat aktifnya. Hal ini dikarenakan semakin
tinggi konsentrasi pati pregelatinasi jalawure, maka tablet semakin
bersifat hidrofilik yang merupakan sifat umum dari pati. Sifat hidrofilik
ini menyebabkan ketika tablet kontak dengan air maka air akan masuk ke
dalam tablet melalui pori-pori tablet. Dan menyebabkan tablet
mengembang dan hancur kemudian tablet akan mulai untuk melepaskan zat
aktif. Uji disolusi sangat berkaitan dengan kelarutan dari zat aktif,
dimana semakin cepat kelarutan zat aktif maka semakin cepat laju
disolusinya.
18. Kenapa menggunakan dapar ph 6,8?
Karna amlodipine bersifat basa karna merupakan alkaloid mengandung
gugus N, dan juga amlodipine merupakan BCS kelas 1. Kelarutan tinggi dan
permebilitas tinggi.
19. BCS?
Sistem klasifikasi biofarmasetika yang mengukur permeabilitas dan
kelarutan suatu zat aktif.
20.Tujuan BCS?
u/ meningkatkan efisiensi pengembangan obat, u/ merekomendasikan
metode pembuatan berdasarkan kelarutan dan permeabilitas.
21. Uji disolusi terbanding?
Uji bioekivalensi invitro, uji pendahuluan sebelum dilakukan uji
bioekivalensi in vivo. Uji pendahuluan untuk memprediksi BaBe suatu
produk.

22.Prosedur UDT?
Sebelum dilakukan UDT, terlebih dahulu dilakukan keseragaman kandungan
kadar produk uji dengan prduk pembanding (tdk boleh lbih dr 5%) shg
apabila trjadi perbedaan profil disolusi bukan karna prbedaan dosis obat.
2 tablet (tablet uji, tablet pembanding). Dilakukan 12 unit. Waktu
10,15,30,45 dan 60 menit, alat tipe 2, 50 rpm. Pada 3 media, dapar sitrat
pH 4,5, dapar pospat pH 6,8 dan dapar Hcl pH 1,2. Dikatakan mirip jika
dalam 3 media Q> 85% dalam 15 menit. Jika tidak, hitung dengan f2 (50100 = Mirip).
LSC Q 15 > 85%
LC Q 30 > 85%
Imediet Release Q 45 > 75%
23.Apa itu BaBe?
Ba, kecepatan dan jumlah zat aktif yang terlepas dari sediaanya masuk ke
dlm sirkulasi sistemik dalam keadaan aktif/utuh.
Be, uji Ba komparatif untuk menunjukan bioekivalensi antara produk uji
dan produk pembanding.
24. 2 produk dikatakan bioekivalen jika?
Mempunyai ekvalensi farmasetik (mgd zat aktif yg sama) dan alternatif
farmasetik ( zat aktif sama, sediaan berbeda).