Anda di halaman 1dari 9

Hypertension Treatment and

Control Within an Independent


nurse Practitioner Setting
Wendy L. Wright, Ms; Joan e. Romboli, MsN; Margaret A.
ditulio, Ms, MBA; Jenifer Wogen, Ms; and daniel A.
Belletti, MA

Oleh:
Nurul Kamajaya Chandra Agustina
105070201131014

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN (K3LN)


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG

2013

A. Latar Belakang
Hampir 73.6 juta orang dewasa di US menderita hipertensi
dan 63% di antaranya tidak melakukan kontrol rutin. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tekanan darah
diantara partisipan dengan hipertensi yang dikelola oleh
perawat praktisi dengan dokter.
B. Metode
Cross-sectional studi. Cross Sectional Studi merupakan studi
epidemiologi yang mempelajari prevalensi, distribusi, maupun
hubungan penyakit dan paparan dengan mengamati status
paparan, penyakit atau hasil lain secara serentak pada
individu-individu dari suatu populasi pada saat tertentu.
o Penelitian ini merupakan kajian retrospektif rekam
medis yang dilakukan pada 3 perawat praktisi mandiri
dan 21 dokter praktik yang berlokasi di timur laut
Amerika Serikat.
o Laporan

medis

untuk

mengumpulkan

data

pada

penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti pada setiap situs


yang

berpartisipasi

antara

Desember

2007

dan

November 2009 dengan menggunakan webbased untuk


pengumpulan formulir.
o Partisipan dalam penelitian ini dipilih dari populasi orang
dewasa (> 18 tahun) dengan diagnosis hipertensi dalam
catatan medis partisipan selama setahun sebelumnya;
sampel yang diambil dari partisipan bisa merupakan
kasus hipertensi baru ataupun kasus yang telah ada
sebelumnya.
o Partisipan diharuskan setidaknya pernah 1 kali dalam 12
bulan

untuk

mengunjungi

tempat

praktik

dalam

pemenuhan penelitian ini.


o Pada studi ini wanita hamil tidak termasuk dari studi
kelayakan

o Hasil utama yang dikontrol dalam penelitian ini adalah


tekanan darah (<Hg 140/90 mm untuk partisipan tanpa
diabetes mellitus dan <130/80 mm Hg untuk partisipan
dengan diabetes mellitus).
o Peneliti

juga

wajib

mendokumentasikan

hasil

pengukuran tekanan darah pada teknik yang berbeda,


informasi lain yang meliputi data demografi, factor risiko
yang spesifik dan juga gaya hidup, serta regimen
pengobatan

antihipertensi

yang

pernah

digunakan

sebelumnya serta banyaknya obat yang dikonsumsi


setiap harinya.
C. Hasil
-

Dalam studi ini termasuk 684 partisipan yang menerima


perawatan primer dari perawat dan 3232 partisipan yang
menerima perawatan dari dokter. Karakteristik klinis dan
demografis partisipan yang dirawat oleh perawat diberikan
dalam Tabel 1. Partisipan dalam kelompok perawat lebih
banyak perempuan (62,6% vs 53,2%, P <.001) dan ratarata memiliki umur 10 tahun lebih muda dari partisipan
dalam kelompok yang diberikan perawatan oleh dokter
(usia rata, 54,2 vs 64,9 tahun; P <.001). Partisipan dalam
kelompok perawat lebih banyak mengalami kegemukan
atau

riwayat

perokok

dibandingkan

partisipan

pada

kelompok kontrol dokter.


-

Di antara kelompok yang memenuhi syarat

, tekanan

darah yang diukur oleh perawat memiliki tekanan darah


sistolik lebih rendah tetapi tekanan darah diastolik lebih
tinggi dibandingkan dengan partisipan yang dirawat dokter
(128.9/80.2 vs 130.2/77.1 mmHg, P <.05 untuk keduanya).
-

Dasar

demografi

dan

karakteristik

klinis

nilai

kecenderungan- kelompok yang cocok terdiri dari 623


partisipan dalam setiap kelompok perlakuan (Tabel 1). Usia

rata-ratanya adalah 55 tahun, 50,0% adalah perempuan,


dan 59,6% obesitas.

Di kelompok memenuhi syarat , resep obat antihipertensi


yang diberikan oleh perawat praktisi rata-rata 1,6 lebih
sedikit dibandingkan dengan 1,9 untuk kelompok dokter (P
<.001).

Pengobatan dari nilai kecenderungan- kelompok yang


cocok, partisipan yang dirawat oleh dokter lebih banyak
menerima obat antihipertensi (1,8 vs 1,6, P = .01).
Sedangkan partisipan yang dirawat oleh perawat praktisi
lebih banyak menerima konseling modifikasi gaya hidup
(88,0% vs 76,4%, P <.001). Disesuaikan berdasarkan
karakteristik

partisipan, 63,2% dari

kelompok

dokter-

tekanana darah telah dikontrol jika dibandingkan dengan


kelompok perawat, maka didapatkan hasil 70,5% (P =
0,008).

Proporsi antara partisipan obesitas dan diabetes dijelaskan


pada gambar berikut

Di

antara

kelompok

dokter

dengan

diabetes,

38,3%

tekanan darah telah dikendalikan jika dibandingkan dengan


partisipan yang berada pada kelompok perawat praktisi
54,2% (P <.001). Pada

partisipan obesitas, 57,6% dari

kelompok dokter tekanan darah telah dikontrol sedangkan


pada kelompok perawat praktisi sebesar 66,8% (P <.001).

Partisipan

pada

kelompok

dokter

yang

diobati

lebih

mungkin diresepkan angiotensin reseptor bloker reseptor II


(P <.05), kalsium channel blockers (P <.01), dan diuretik
loop atau thiazide (P <.05) dan lebih mungkin untuk
menerima obat antihipertensi (P <.05) (Gambar 1).
D. Diskusi
-

Pada

studi

yang

telah

dilakukan

dalam

manajemen

hipertensi ditemukan perbedaan hasil yang signifikan


antara partisipan yang dikelola oleh perawat praktisi atau
dokter keluarga.
-

Partisipan yang dikelola oleh perawat praktisi rata-rata 10


tahun lebih muda jika dibandingkan dengan partisipan
yang dikelola oleh dokter.

Diantara kedua populasi hipertensi yang berbeda (perawat


praktisi dan juga dokter) partisipan cocok untuk mencapai
baseline serupa dan karakteristik demografi klinis, serta
perbandingan jumlah besar tekanan darah yang berhasil
dikendalikan.

Hasil pengendalian tekanan darah yang dapat dilihat:


Perawat praktisi : 70,5%
Dokter
Hasil

: 63,2%
yang

didapatkan

ini

dengan

data

dibandingkan

jauh
dari

lebih

positif

Nasional

jika
pada

pengontrolan tekanan darah (57%).


E. Kesimpulan
Berdasarkan

hasil

dari

penelitian

ini,

maka

diperoleh

kesimpulan bahwa perawat praktisi semakin memiliki peran


yang penting dalam perawatan primer pada partisipan dengan
hipertensi. Sehingga penelitian ini mendukung kepada peran
perawat praktisi dalam memberikan perawatan primer.