Anda di halaman 1dari 46

DT 4

Gangguan Mental &


Perilaku Akibat
Penggunaan Zat Psikoaktif
Pembimbing :
dr. Asmarahadi, SpKJ
Kelompok 3 :
Anggun Prawidya Putri (1102008029)
Diki Apriwan (1102008076)
Ferawati (1102008105)
Novita Anggun Permata Sari (1102008347)
Siti Nuraini (1102008244)

GANGGUAN MENTAL
DAN PERILAKU AKIBAT
PENYALAHGUNAAN ZAT
PSIKOAKTIF

F1 GANGGUAN MENTAL DAN PERILAKU


AKIBAT PENYALAHGUNAAN ZAT
PSIKOAKTIF
F 1.0

Gangguan Mental dan Perilaku Akibat


Penggunaan Alkohol

F
F
F
F
F
F

Gangguan Mental & Perilaku Akibat


Penggunaan Opioida/Kanabinoida/Kokain

1.1,
1.2,
1.4
1.3,
1.5,
1.6

F 1.7,
F 1.8,
F 1.9

Gangguan Mental dan Perilaku Akibat


Penggunaan Sedativa atau
Hipnotika/Stimulansia
lain/Halusinogenika
Gangguan Mental & Perilaku Akibat
Penggunaan tembakau/Pelarut yang
Mudah menguap/Zat Multiple & Zat
Psikoaktif Lainnya

Kelompok zat /obat-obatan


psikoaktif yang banyak
dimanfaatkan dan diperlukan
bagi upaya penyembuhan
(terutama penyakit yang
berkaitan dengan syaraf pusat)
dan pelayanan kesehatan serta
untuk pengembangan ilmu
pengetahuan

Penyalahgunaan
NAPZA
Merupakan penyimpangan perilaku
seseorang yang berkaitan dengan
obat-obatan psikoaktif, akibat pola
peng-gunaan zat/obat yang bersifat
patologik (tidak sehat).

FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI TERJADINYA
PENYALAHGUNAAN NAPZA
FAKTOR
NAPZA

FAKTOR
INDIVIDU

FAKTOR
LINGKUNGAN

Faktor NAPZA

KERJA NAPZA PADA PUSAT


PENGHAYATAN KENIKMATAN
DIOTAK, OLEH KARENA ITU SERING
DIULANG
POTENSI SETIAP NAPZA UNTUK
MENIMBULKAN KETERGANTUNGAN
TIDAK SAMA BESAR , MAKIN LUAS
PUSAT PENGHAYATAN KENIKMATAN
YANG TERPENGARUH MAKIN KUAT
KETERGANTUNGANNYA

Faktor Individu
SERING

TERJADI PADA REMAJA YANG


SEDANG MENGALAMI
PERUBAHAN BIOLOGIK
PERUBAHAN PSIKOLOGIK
PERUBAHAN SOSIAL

Faktor Lingkungan
KELUARGA
SEKOLAH

/ PEKERJAAN
MASYARAKAT

TINGKATAN
PEMAKAIAN NAPZA
EXPERIMENTAL USE
RECREATIONAL USE
SITUATIONAL USE
DEPENDENT USE

CARA MENEGAKAN DIAGNOSIS


SULIT

OLEH MANIPULATIF,
TERTUTUP DAN MENGHINDAR

SEHINGGA

DIPERLUKAN :
a. SIKAP MENTAL PETUGAS
b. TEHNIK WAWANCARA
c. PEMERIKSAAN

Sikap Mental Petugas


BERSIKAP

POSITIF
PENUH PERHATIAN
MENERIMA APA ADANYA
EMPATI
TIDAK MENGHINA , MENGKRITIK ,
MENGEJEK , MENYALAHKAN.

Tehnik Wawancara
ALLOANAMNESIS

SEBELUM

AUTOANAMNESIS
ALLOANAMNESIS SETELAH
AUTOANAMNESIS
ALLOANAMNESIS DAN
AUTOANAMNESIS BERSAMAAN

PEMERIKSAAN
FISIK
PSIKIATRIK
PENUNJANG

LAB
EKG , EEG , FOTO RONTGEN
EVALUASI PSIKOLOGI, SOSIAL

Zat psikoaktif
memiliki sifat adiksi dan
dependensi yaitu menimbulkan
kecanduan , ketergantungan
dan Toleransi bagi yang
menggunakan.

Efek yang dapat ditimbulkan dari


pemakaian zat psikoaktif:

Keinginan yang tak


tertahankan
(an overpowering
desire) terhadap obat
tersebut.

Kecenderungan untuk
menambah dosis sesuai
toleransi tubuh
Ketergantunga
n fisik dan
psikis

PENYEBAB UTAMA
Penyimpangan fungsi atau
penggunaannya
Dosis terlalu besar
Frekuensi penggunaan
tidak sesuai aturan

TANDA DAN GEJALA KLINIS


PENYALAHGUNAAN NAPZA
TANDA / GEJALA

ZAT

OPIOID
A
(Heroin,
Putauw
)

INTOKSIKASI

Penekanan SSP, Sedasi

Motilitas Gastro-Intestinal
Menurun Sampai Konstipasi
Analgesia
Mual Muntah
Bicara Cadel
Bradikardia
Kontriksi Pupil
Kejang

PUTUS ZAT
Mengantuk, disertai Pilek /
Bersin
Lakrimasi
Dilatasi Pupil
Pilo Ereksi
Takikardi
Tekanan Darah Naik
Respirasi dan Suhu Badan Naik
Mual-Muntah
Diare
Insomia
Gemetar / Tremor
Mengeluh Sugesti
Ansietas , Gelisah
Tidak Selera Makan

ZAT
KANABIS
(Ganja,
Marijuana
, Hashis)

TANDA / GEJALA
INTOKSIKASI
Tremor
Takhikardi
Mulut Kering
Nistagmus
Keringat Banyak
Gelisah
Mata Merah
Ataksia
Sering Kencing
Fungsi
Sosial/pekerjaan
terganggu
Percaya diri
meningkat
Perasaan
melambung
Disorientasi
Depersonalisasi

Gangguan daya
ingat jangka pendek
Halusinasi
visual/pendengaran
Emosi labil, bingung
Waham kejar dan
paranoia, ilusi,
cemas, depresi,
panik serta takut
mati
Pusing, mual, diare,
haus dan nafsu
makan meningkat
Perubahan proses
pikir, inkoheren dan
asosiasi longgar
Merasa identitas diri
berubah

PUTUS ZAT

Insomia
Mual
Mialgia
Cemas
Gelisah
Mudah tersinggung
Demam
Berkeringat
Nafsu makan
menurun
Foto fobia
Depresif
Bingung
Menguap
Diare
Kehilangan berat
badan
Tremor

ZAT
KOKAIN

TANDA / GEJALA
INTOKSIKASI
Takhikardia
Dilatasi Pupil
Meningkatnya
Tekanan Darah
Berkeringat
Tremor
Mual , Muntah
Menungkatnya
Suhu Tubuh
Aritnia
Halusinasi Visual
Sinkope

Nyeri Dada
Euforia
Agitasi Psikomotor
Agresif
Waham Kebesaran
Halusinasi
Mulut Kering
Percaya Diri
Meningkat
Nafsu Makan
Menurun
Panik

PUTUS ZAT
Keletihan
Insomnia atau
Hypersomnia
Agitasi Psikomotor
Ide Bunuh Diri dan
Paranoid
Mudah Tersinggung
atau Iritabel Perasaan
depresif

ZAT
SEDATIF
HIPNOTIKA
(obat tidur /
penenang,
misalnya : BK,
Rohyp, MG)

TANDA / GEJALA
INTOKSIKASI

Bicara cadel, Gangguan

koordinasi motorik, cara


jalan tidak stabil, Nistagmus

Psikologis :

Afek labil

Hilangnya hambatan

impuls seksual

Agresif
Iritabel

Banyak bicara
G. Pemusatan perhatian
G. Daya ingat
G. Daya nilai

Neurologis :

PUTUS ZAT
Mual, muntah
Lemah, letih
Takhikardia
Berkeringat
Tekanan darah tinggi
Ansietas
Depresi
Iritabel
Tremor kasar pada
tangan, lidah
Kadang- kadang
hipotensi ortostatik

ZAT
AMFETAMI
N
(Ekstasi,
Shabu)

TANDA / GEJALA
INTOKSIKASI
Kardio Vaskuler :
Palpitasi
Angina
Aritmia
Hiper/ Hipotensi
Keringat banyak
Muka pucat/Merah
Perilaku maladaptif
Gangguan daya nilai
Gangguan fungsi sosial
Pernafasan Bronko-dilatasi
Gastro-Intestinal Mual, diare,
kram
Ginjal Diuresis
Endokrin Libido berubah,
impotensi

PUTUS ZAT
Fase Awal
Depresi
Ansietas
Anergia
Capek

ZAT
ALKOHO
L

TANDA / GEJALA
INTOKSIKASI

PUTUS ZAT

Ringan : Euforia, cadel,


kantuk, Ataksia
Berat : Stupor, Koma,
Bradikardia, Hipotensi,
Hipotermia, Kejang
Sangat Berat : Reflek negatif

Halusinasi, ilusi
Kejang
Gemetar
Mual / Muntah
Muka Merah
Conjunctiva Merah
Kelemahan umum
Insomnia
Lemas, marah (Iritabel)
Berkeringat
Hipertensi
Rindu dengan minuman
alkohol

G. Kesadaran
G. Kognitif
G. Afektif dan Perilaku

PEDOMAN DIAGNOSTIK
DAPAT DITEGAKKAN JIKA DITEMUKAN
3 ATAU LEBIH GEJALA DIBAWAH.
DORONGAN YANG KUAT UNTUK
MENGGUNAKAN ZAT
KESULITAN DALAM MENGENDALIKAN
PERILAKU
KEADAAN SINDROMA PUTUS ZAT.
ADANYA TOLERANSI.
MENGABAIKAN ALTERNATIF MENIKMATI
KESENANGAN.
TERUS MENGGUNAKAN ZAT MESKIPUN
MENYADARI AKIBATNYA.

AKSIS

I : GANGGUAN KLINIS
KONDISI LAINNYA YANG MUNGKIN
MERUPAKAN FOKUS PERHATIAN
KLINIS
AKSIS II : GANGGUAN KEPRIBADIAN
RETARDASI MENTAL
AKSIS III : KONDISI MEDIS UMUM
AKSIS IV : PROBLEM PSIKOSOSIAL
DAN LINGKUNGAN
AKSIS V : PENILAIAN FUNGSI SECARA
GLOBAL

DASAR - DASAR UPAYA


PENCEGAHAN
A.

PENDEKATAN UPAYA PENCEGAHAN


1. PENDEKATAN INFORMASI DAN
PENYEBARANNYA
2. PENDEKATAN EDUKASI AFEKTIF
3. PENDEKATAN ALTERNATIF
4. PENDEKATAN KETAHANAN SOSIAL
5. PENDEKATAN PENINGKATAN
KEMAMPUAN

1.

PENDEKATAN UPAYA
PENCEGAHAN

PENDEKATAN INFORMASI DAN


PENYEBARANNYA

PEMBERIAN INFORMASI YANG BERTUJUAN


PERUBAHAN SIKAP POSITIF
MENGAJARKAN GAYA HIDUP SEHAT
PERLU DI BERIKAN JUGA PENDEKATAN
MORALISTIK
2.

PENDEKATAN EDUKASI AFEKTIF


PENGEMBANGAN PERSONAL DAN SOSIAL
KOMBINASI PENGGEMBANGAN KEMAMPUAN
KETRAMPILAN TEMAN SEBAYA

3.

4.

5.

PENDEKATAN ALTERNATIF

MENGADAKAN AKTIFITAS YANG COCOK DAN


SESUAI KEBUTUHAN
MENDUKUNG BERPARTISIPASI DALAM
KEBERADAAN AKTIFITAS TERSEBUT
MEBERIKAN KESEMPATAN UNTUK
MENGEMBANGKAN INISIATIF SENDIRI UNTUK
BERAKTIFITAS

PENDEKATAN KETAHANAN SOSIAL

MENINGKATKAN SELF EFFICACY


BERANI MENOLAK
BERINISIATIF UNTUK BERDISKUSI

PENDEKATAN PENINGKATAN KEMAMPUAN

COGNITIVE BEHAVIORAL SKILLS TRAINING


MENGENDALIKAN PROBLEMNYA
MENGATASI STRES
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN VERBAL ATAU
NON VERBAL

PERENCANAAN
1.

2.

SASARAN UPAYA PENCEGAHAN

KELOMPOK ANAK SEKOLAH, PELAJAR DAN


MAHASISWA
KELOMPOK MASYARAKAT
KELOMPOK PEKERJA
KELOMPOK KHUSUS

LANGKAH LANGKAH PERENCANAAN


UPAYA PENCEGAHAN

ANALISIS SITUASI
MENGENAL MASALAH
MENENTUKAN PRIORITAS
IDENTIFIKASI PERILAKU
MENETAPKAN TUJUAN
MELAKUKAN STRATEGI
MONITORING DAN EVALUASI

BEBERAPA CONTOH KEGIATAN


UPAYA PENCEGAHAN
1. SEMINAR KHUSUS
2. PELATIHAN
3. PERTEMUAN KELOMPOK TEMAN SEBAYA

INDIKATOR EVALUASI
MASYARAKAT
KEGIATAN BERBASIS SEKOLAH
MEDIA
ORANG TUA

Narkotika dan UU No. 5 tahun 1997


tentang psikotropika:
Narcosis = menidurkan atau
membiuskan
Zat kimia/obat yang berasal dari
tanaman atau bukan tanaman, sintetis
maupun semi sintetis; yang dapat
menimbulkan penurunan atau
perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi sampai menghilangkan
nyeri dan dapat menimbulkan

YANG TERGOLONG NARKOTIKA


(UU RI No. 22/1997)
1. Tanaman papaver, opium mentah, opium
masak, opium obat, morfina, Tanaman koka,
daun koka, kokain mentah, kokaina,
ekgonina,Tanaman ganja, damar ganja.
2. Garam dan turunan dari morfin dan
kokain
3. Bahan alam atau sintetik lain yang
memiliki efek yang sama dengan kokain
dan morfin.
4. Campuran atau seduan yang
mengandung opium, morfin, kokain,
ganja

PSIKOTROPIKA
Zat atau obat, alamiah maupun
sintetik yang bukan narkotika,
berkhasiat psikoaktif melalui
pengaruh selektif pada susunan
syaraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas
pada aktivitas mental dan
perilaku.

Penggolongan psikotropika
berdasarkan efek psikoaktif :
Depresant
bekerja mengendorkan atau
mengurangi aktivitas syaraf
pusat.
Contoh : Sedatin (Pil BK / Pil Koplo),
Rohypnol, Megadon, Valium, Mandrax.

Stimulant
bekerja mengaktifkan kerja syaraf
pusat.
Amphetamin dan turunannya, Ectasy (NDimethyl-3,4-methyldioxi fenetelamina)
stimulant paling populer saat ini
dengan nama Ice, Adam, Eva, Fil.

Halusinogen

bekerja menimbulkan rasa


halusinasi atau khayalan.
Contohnya LSD (Lysergid
Acid Diethylamide).

ALKOHOL

Miras yang mengandung berbagai


kadar ethanol di dalamnya.
Miras golongan
A:
kadar alkohol
15%
Bir

Miras golongan B:
kadar alkohol 5 20
%
Anggur Malaga, AO
dll.

Miras golongan C:
kadar alkohol 20 50 %
Brandy, Wisky, Jenever,
Vodca

ZAT ADIKTIF
CONTOH:
ROKOK
LEM
KAFEIN

BAHAYA NAPZA TERHADAP


INDIVIDU/PEMAKAI
Intoksikasi Akut
Kondisi gangguan kesadaran,
fungsi kognitif (berpikir),
persepsi, afektif (perasaan),
perilaku atau fungsi dan respon
psikologis lainnya
Keadaan Trans/Teler

Sindroma ketergantungan
Kondisi fenomena
psikologis dalam bentuk
keinginan kuat untuk mengkonsumsi dan kesulitan
mengendalikan
Perilaku
(Sugesti)

PENGGUNAAN YANG MERUGIKAN

Keadaan overdosis

penggunaan dalam dosis


berlebihan tanpa pengawasan
dokter dapat merusak kesehatan
fisik maupun mental (pencernaan,
pernafasan, depresi dan keinginan
bunuh diri)

Keadaan putus zat


Kondisi fisik dan mental
dalam keadaan tidak
menggunakan/ berhenti
menggunakan
KONDISI SAKAW

TANDA-TANDA PENGGUNA
NAPZA

Tanda tanda umum:


Fisik

Kurus, pucat, sayu, terkesan


kurang tidur, pupil mengecil
Ada bekas suntikan, irisan, goresan
Berjalan tidak tegak, berlindung dari
sinar

Penampilan
Acuh tak acuh, jorok, tidak suka
mandi atau ganti pakaian
Suka begadang, sering minggat
Suka minta atau pinjam uang
Suka menyendiri, berbohong

Kondisi
ketagihan
Menderita kesakitan karena
nyeri (persendian, tulang, otot
perut, kepala), berkeringat,
mual, depresi, takut dan putus
asa.