Anda di halaman 1dari 6

Rahasia untuk

mencari teman
Wiggly berbaring jauh di bawah tanah
sendirian. Cacing tanah kecil itu sedih dan
murung. Tidak ada yang mau bermain
denganku, keluhnya sedih. Aku hanyalah
cacing buruk rupa.
Di permukaan tanah, matahari bersinar terang
dan burung-burung berkicau riang. Kupu-kupu
beterbangan dari bunga ke bunga, seolaholah berdansa dengan satu sama lain. Seekor
kumbang kecil bermain-main dengan belalang;
seekora lebah bergabung dengan mereka.
Wiggly dapat mendengar gelak tawa makhlukmakhluk itu seraya mereka bersenang-senang,
tetapi itu hanya membuatnya menjadi semakin
kesepian dan sedih.
Mengapa tidak ada yang mengajakku
bermain? pikirnya.
Tetapi, sebalik daripada keluar untuk
mencari teman, Wiggly tetapi di bawah tanah,
merengut.

Hari-hari berlalu, dan Wiggly tetap berada


di bawah tanah. Seiring dengan berjalannya
hari Wiggly merasa semakin sedih dan
kesepian.
Pada suatu malam, ketika bulan purnama
bersinar dengan terangnya di langit, Wiggly
bermimpi. Dalam mimpinya, seekor ulat
yang baik hati melihat Wiggly bersembunyi
di bawah tanah. Ulat itu dengan lembut
mendorongnya ke luar.
Mengapa kamu tidak bermain dengan
serangga yang lain, dan menikmati suasana
di permukaan bumi? ulat bertanya kepada
Wiggly.
Wiggly tidak dapat menjawab.
Ulat yang baik hati itu tersenyum sambil
berpikir. Dengarkanlah rahasia ini, ktanya.
Jika kamu benar-benar ingin gembira,
maka kamu harus berusaha.
Wiggly memandang ulat dengan tanda
tanya. Apa maksudnya? tanyanya.

Nah, jika kamu berusaha menjangkau


yang lain, kamu akan merasa lebih
nyamankamu akan merasa lebih
gembira, jelas ulat tua itu. Begini,
apabila kamu memikirkan yang lain,
kamu lupa tentang kesedihan yang kamu
rasakan.
Apa betul? Wiggly menanggapi.
Tentu saja! Cobalah! kata ulat itu. Lain
kali kamu merasa sedih, sebalik daripada
berdiam di dalam lobangmu yang kecil
itu, pergilah ke luar ke sinar matahari
dan carilah makhluk lain yang dapat
kamu jadikan teman. Sebalik daripada
menunggu yang lain mengajak kamu
bermain, cobalah keluar dan ajaklah
mereka untuk bermain bersamamu?
Aku suka gagasan itu! seru Wiggly, dan
senyuman terlihat di wajahnya. Punya
teman akan sangat menyenangkan!
Keesokan paginya matahari mengintip
di cakrawala, dan sinarnya yang hangat
itu mengundang makhluk-makhluk, besar
dan kecil, untuk keluar dan bermain-main.

Ketika Wiggly terjaga dia menjulurkan


kepalanya keluar dari lobang. Dilihatnya
makhluk-makhluk lain dan serangga
meregang dan menguap dari tidur
malamnya. Dia melihat berkeliling ke
dunia yang besar dan luas dan tiba-tiba
dia merasa malu. Lekas-lekas, dia masuk
kembali ke bawah tanah ke rumahnya
yang gelap dan aman. Tetapi kemudian
dia teringat akan apa yang dikatakan oleh
ulat tua yang baik hati dalam mimpinya
tentang mencari teman.
Layak dicoba, kata Wiggly kepada
dirinya sendiri, dan menggeliat ke luar ke
alam terbuka.
Wiggly merayap keluar dan melihat
seekor kumbang hama duduk di atas
sebilah rumput. Wiggly merasa malu,
tetapi dia juga bosan merasa sedih dan
sendirian, jadi dia mendekati si kumbang
hama.
Hai, kata si kumbang ketika
melihat Wiggly.
Hai, jawab Wiggly. Maukah kamu
bermain denganku?

Tentu saja, jawab si kumbang. Aku


tengah bertanya-tanya dalam hati siapa
yang dapat kuajak bermain. Aku baru
di sini, dan sangat ingin berteman. Aku
gembira kamu mengajak aku bermain!
Wiggly tersenyum. Aku gembira sudah
mengajak kamu bermain juga.
Tak lama kemudian banyak sekali
serangga yang bergabung dengan
permainan mereka, beringsut di rumput
bermain dengan Wiggly dan teman
barunya si kumbang. Wiggly berada persis
di tengah-tengah keasyikan itu! Wiggly
menggeliat ke sana dan ke sini bersamasama dengan teman-teman barunya.
Ketika mereka bermain petak umpet,
seekor ulat bulu kecil yang bernama
Tibs mengikuti Wiggly. Bolehkah aku
bersembunyi denganmu? Tibs bertanya.
Tentu saja, jawab Wiggly. Tetapi
sebaiknya kita bergegas, sebab Hamilton
akan segera mencari kita.
Hamilton adalah seekor semut, dan dia
yang harus mencari dalam permainan
petak umpet itu.

Wiggly dan Tibs bersembunyi di balik pot


kembang tak jauh dari situ. Nampaknya
lama sekali bagi Hamilton untuk
menemukan mereka. Aku akan melihat
kalau Hamilton datang, bisik Wiggly.
Tetapi ketika Wiggly mengintip di sudut,
Hamilton melihat dia.
Kau kutemukan! seru Hamilton, berlari
menghampiri Wiggly.
Tibs terkekeh. Hamilton mendengarnya
dan bergegas melihat ada siapa. Ah,
kamu juga kutemukan!
Aku belum pernah punya teman seekor
cacing sebelum ini, kata Tibs kepada
Wiggly. Kurasa kita akan menjadi sahabat
baik.
Kuharap demikian, kata Wiggly
dengan senyum lebar. Aku gembira sudah
mencoba mencari teman, pikirnya.
Wiggly telah belajar rahasia mencari
teman baru.Jadilah bersahabat, supel,
dan perhatian terhadap yang lain, maka
pertemanan akan mendapatkan kamu.
Author unknown. Illustrations by Y. M.
Design by Stefan Merour.
Published on My Wonder Studio.
Copyright 2014 by The Family International