Anda di halaman 1dari 23

TRANSFORMATOR

A. PENGERTIAN TRANSFORMATOR
Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan
tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan
pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak
sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang
dihasilkan. Transformator atau trafo adalah alat listrik melalui gandengan magnet
memindahkan daya listrik dari suatu rangkaian ke rangkaian lainya dengan frekuensi yang
sama. Tegangan dapat di naikan atau diturunkan sesuai dengan besar kecilnya arus yang
mengalir dalam rangkaian.
Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi
listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui suatu
gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi-elektromagnet. Transformator digunakan
secara luas, baik dalam bidang tenaga listrik maupun elektronika.Penggunaan transformator
dalam sistem tenaga listrik yaitu untuk menaikan tegangan dari pembangkit listrik, untuk
ditransmisikan. Transformator juga dipakai untuk menurunkan tegangan listrik akan
didistribusikan.
Pada pengertian transformator ini, biasanya alat ini terdiri dari 2 kabel yang melilit di
sekeliling inti yang sama untuk menciptakan efek arus listrik yang sangat kuat dari ke 2 kabel
tersebut. Inti tersebut biasanya di lapisi dengan besi. Gulungan yang menerima aliran arus
listrik merujuk pada untaian primer, sedangkan gulungan hasil disebut dengan untaian kedua.
Sebuah arus listrik di salurkan melalui untaian primer transformer yang menghasilkan
medan elektromagnetik di sekelilingnya dan bemacam perubahan magnetik pada inti dari
transformer tersebut. Dengan induksi elektromagnetik, perubahan magnetik tersebut
menghasilkan bermacam daya elektromotif pada untaian kedua, menghasilkan arus listrik
sepanjang sambungan hasil. Jika ada banyak impedansi yang tersambung sepanjang untaian
kedua, aliran yang melewati untaian tersebut menyerap tenaga dari untaian primer dan sumber
tenaganya.
Fungsi transformer berdasarkan 2 prinsip hukum induksi elektromagnetik, yaitu
sebuah arus elektrik yang melewati konduktor, seperti kabel, dapat menghasilkan sebuah

medan elektrik yang mengelilingi kabel tersebut, dan sebuah perubahan medan magnetik di
sekitar kabel dapat memberikan tegangan sepanjang ujung dari kabel tersebut.
Dalam bidang elektronika, transformator digunakan antara lain sebagai gandengan
impedansi antara sumber dengan beban, untuk memisahkan satu rangkain dari rangkaian yang
lain; dan untuk menghambat arus searah sambil tetap melakukan atau mengalirkan arus bolakbalik antara rangkaian. Berdasarkan frekuensi, transformator dapat dikelompokkan sebagai
berikut :
1.
2.
3.

Frekuensidaya,50 - 60 kc/s
Frekuensi pendengaran, 50 - 20kc/s
Frekuensi radio, diatas 30 kc/s.

Dalam bidang elektronika pemakaian transformator dikelompokkan menjadi :


1.
2.
3.

Transformator inti besi


Transformator inti feri
Transformator inti udara

Bagian-Bagian Transformator

Contoh Transformator

B. PRINSIP KERJA TRANSFORMATOR

Lambang Transformator

Transformator terdiri atas dua buah kumparan (primer dan sekunder) yang bersifat
induktif.Kedua kumparan ini terpisah secara elektris namun berhubungan secara magnetis
melalui jalur yang memiliki reluktansi (reluctance) rendah.
Apabila kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik maka
fluks bolak-balik akan muncul di dalam inti yang dilaminasi, karena kumparan tersebut
membentuk jaringan tertutup maka mengalirlah arus primer. Akibat adanya fluks di kumparan
primer maka di kumparan primer terjadi induksi (self induction) dan terjadi pula induksi di
kumparan sekunder karena pengaruh induksi dari kumparan primer atau disebut sebagai
induksi bersama (mutual induction) yang menyebabkan timbulnya fluks magnet di
kumparan sekunder, maka mengalirlah arus sekunder jika rangkaian sekunder di bebani,
sehingga energi listrik dapat ditransfer keseluruhan (secara magnetisasi).Prinsip dasar suatu
transformator adalah induksi bersama(mutual induction) antara dua rangkaian yang dihubungkan
oleh fluks magnet.
Dalam bentuk yang sederhana,transformator terdiri dari dua buah kumparan induksi yang
secara listrik terpisah tetapi secara magnet dihubungkan oleh suatu path yang mempunyai
relaktansi yang rendah. Kedua kumparan tersebut mempunyai mutual induction yang tinggi. Jika
salah satu kumparan dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, fluks bolak-balik timbul di
dalam inti besi yang dihubungkan dengan kumparan yang lain menyebabkan atau menimbulkan
ggl (gaya gerak listrik) induksi ( sesuai dengan induksi elektromagnet) dari hukum faraday, Bila
arus bolak balik mengalir pada induktor, maka akan timbul gaya gerak listrik (ggl).
Pada skema transformator di bawah, ketika arus listrik dari sumber tegangan yang
mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang
dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder
akan berubah polaritasnya.

Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder, dan
jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan:

Vp = tegangan primer (volt)


Vs = tegangan sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder
Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan skunder
transformator ada dua jenis yaitu:
1. Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik
rendah menjadi tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder
lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np).
2. Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik
tinggi menjadi rendah, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer
lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns).
Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder
adalah:
1. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns).
2. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP).
3. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer,

Sehingga dapat dituliskan:


Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan
perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik. Misal radio memerlukan
tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt, maka diperlukan transformator untuk

mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan listrik bolak-balik 12 volt.
Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah: TV, komputer, mesin foto kopi,
gardu listrik dan sebagainya.
C. BAGIAN-BAGIAN TRANSFORMATOR
Suatu transformator terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
1. Bagian utama transformator
2. Peralatan Bantu
3. Peralatan Proteksi
Komponen utama transformator, terdiri dari:
a. Inti besi
Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluks, yang ditimbulkan oleh arus listrik
yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi, untuk
mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh arus pusar atau arus eddy
(eddy current).
b. Kumparan transformator
Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan, dan kumparan tersebut
diisolasi, baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dengan menggunakan isolasi
padat seperti karton, pertinax dan lain-lain. Pada transformator terdapat kumparan primer dan
kumparan sekunder.Jika kumparan primer dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik
maka pada kumparan tersebut timbul fluks yang menimbulkan induksi tegangan, bila pada
rangkaian sekunder ditutup (rangkaian beban) maka mengalir arus pada kumparan tersebut,
sehingga kumparan ini berfungsi sebagai alat transformasi tegangan dan arus.
c. Kumparan tertier
Fungsi kumparan tertier diperlukan adalah untuk memperoleh tegangan tertier atau
untuk kebutuhan lain. Untuk kedua keperluan tersebut, kumparan tertier selalu dihubungkan
delta atau segitiga. Kumparan tertier sering digunakan juga untuk penyambungan peralatan
bantu seperti kondensator synchrone, kapasitor shunt dan reactor shunt, namun demikian tidak
semua transformator daya mempunyai kumparan tertier.
d. Minyak transformator

Sebagian besar dari transformator tenaga memiliki kumparan-kumparan yang intinya


direndam dalam minyak transformator, terutama pada transformator-transformator tenaga
yang berkapasitas besar, karena minyak transformator mempunyai sifatsebagai media
pemindah panas (disirkulasi) dan juga berfungsi pula sebagai isolasi (memiliki daya tegangan
tembus tinggi) sehingga berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi.
Minyak transformator harus memenuhi persyaratan, yaitu:
1) kekuatan isolasi tinggi
2) penyalur panas yang baik, berat jenis yang kecil, sehingga partikel-partikel dalam
minyak dapat mengendap dengan cepat
3) viskositas yang rendah, agar lebih mudah bersirkulasi dan memiliki kemampuan
pendinginan menjadi lebih baik
4) titik nyala yang tinggi dan tidak mudah menguap yang dapat menimbulkan bahaya
5) tidak merusak bahan isolasi padat
6) sifat kimia yang stabil
e. Bushing
Hubungan antara kumparan transformator ke jaringan luar melalui sebuah bushing,
yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator, yang sekaligus berfungsi sebagai
penyekat antara konduktor tersebut dengan tangki transformator.
f. Tangki dan konservator
Pada umumnya bagian-bagian dari transformator yang terendam minyak transformator
berada atau (ditempatkan) di dalam tangki.Untuk menampung pemuaian pada minyak
transformator, pada tangki dilengkapi dengan sebuah konservator. Terdapat beberapa jenis
tangki, diantaranya adalah:
1) Jenis sirip (tank corrugated) Badan tangki terbuat dari pelat baja bercanai dingin yang
menjalani penekukan, pemotongan dan proses pengelasan otomatis, untuk membentuk
badan tangki bersirip dengan siripnya berfungsi sebagai radiator pendingin dan alat
bernapas pada saat yang sama. Tutup dan dasar tangki terbuat dari plat baja bercanai
panas yang kemudian dilas sambung kepada badan tangki bersirip membentuk tangki
corrugated ini. Umumnya transformator di bawah 4000 kVA dibuat dengan bentuk
tangki corrugated.
2) Jenis tangki Conventional Beradiator, Jenis tangki terdiri dar badan tangki dan tutup
yang terbuat dari mild steel plate (plat baja bercanai panas) ditekuk dan dilas untuk
dibangun sesuai dimensi yang diinginkan, sedang radiator jenis panel terbuat dari pelat

baja bercanai dingin (cold rolled steel sheets). Transformator ini umumnya dilengkapi
dengan konservator dan digunakan untuk 25.000,00 kVA, )
3) Hermatically Sealed Tank With N2 Cushined, Tipe tangki ini sama dengan jenis
conventional tetapi di atas permukaan minyak terdapat gas nitrogen untuk mencegah
kontak antara minyak dengan udara luar.
Peralatan Bantu, terdiri dari:
a. Pendingin
Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi besi dan
rugi-rugi tembaga. Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan, akan
merusak isolasi transformator, maka untuk mengurangi adanya kenaikan suhu yang berlebihan
tersebut pada transformator perlu juga dilengkapi dengan sistem pendingin yang bergungsi
untuk menyalurkan panas keluar transformator. Media yang digunakan pada sistem pendingin
dapat berupa udara, gas, minyak dan air.
Sistem pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara:
1)
2)

Alamiah (natural)
Tekanan/paksaan (forced).

b. Tap Changer (perubah tap)


Tap Changer adalah perubah perbandingan transformator untuk mendapatkan tegangan
operasi sekunder sesuai yang diinginkan dari tegangan jaringan/primer yang berubah-ubah.
Tap changer dapat dilakukan baik dalam keadaan berbeban (on-load) atau dalam keadaan tak
berbeban (off load), dan tergantung jenisnya.
c. Alat pernapasan
Karena adanya pengaruh naik turunnya beban transformator maupun suhu udara luar,
maka suhu minyak akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. Bila suhu minyak tinggi,
minyak akan memuai dan mendesak udara di atas permukaan minyak keluar dari dalam
tangki, sebaliknya bila suhu minyak turun, minyak menyusut maka udara luar akan masuk ke
dalam tangki. Kedua proses di atas disebut pernapasan transformator. Permukaan minyak
transformator akan selalu bersinggungan dengan udara luar yang menurunkan nilai tegangan
tembus pada minyak transformator, maka untuk mencegah hal tersebut, pada ujung pipa
penghubung udara luar dilengkapi tabung berisi kristal zat hygroscopis.

d. Indikator
Untuk mengawasi selama transformator beroperasi, maka perlu adanya indicator yang
dipasang pada transformator. Indikator tersebut adalah sebagai berikut:
1)
2)
3)
4)

indikator suhu minyak


indikator permukaan minyak
indikator sistem pendingin
indikator kedudukan tap, dan sebagainya

Peralatan Proteksi, terdiri dari:


a. Relay Bucholz
Relay Bucholz adalah relai yang berfungsi mendeteksi dan mengamankan terhadap
gangguan transformator yang menimbulkan gas. Timbulnya gas dapat diakibatkan oleh
beberapa hal, diantaranya adalah:
1)
2)
3)
4)
5)

Hubung singkat antar lilitan pada atau dalam phasa


Hubung singkat antar phasa
Hubung singkat antar phasa ke tanah
Busur api listrik antar laminasi
Busur api listrik karena kontak yang kurang baik.

b. Relai Tekanan Lebih


Relai ini berfungsi hampir sama seperti Relay Bucholz. Fungsinya adalah
mengamankan terhadap gangguan di dalam transformator.Bedanya relai ini hanya bekerja oleh
kenaikan tekanan gas yang tiba-tiba dan langsung mentripkan pemutus tenaga (PMT). Alat
pengaman tekanan lebih ini berupa membran yang terbuat dari kaca, plastik, tembaga atau
katup berpegas, sebagai pengaman tangki transformator terhadap kenaikan tekan gas yang
timbul di dalam tangki yang akan pecah pada tekanan tertentu dan kekuatannya lebih rendah
dari kekuatan tangki transformator.
c. Relai Diferensial
Berfungsi mengamankan transformator terhadap gangguan di dalam transformator, antara lain
adalah kejadian flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki
atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan.

d. Relai Arus lebih

Berfungsi mengamankan transformator jika arus yang mengalir melebihi dari nilai
yang diperkenankan lewat pada transformator tersebut dan arus lebih ini dapat terjadi oleh
karena beban lebih atau gangguan hubung singkat.Arus lebih ini dideteksi oleh transformator
arus atau current transformator (CT).
e. Relai Tangki Tanah
Alat ini berfungsi untuk mengamankan transformator bila ada hubung singkat antara
bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada transformator.
f. Relai Hubung Tanah
Fungsi alat ini adalah untuk mengamankan transformator jika terjadi gangguan hubung
singkat satu phasa ke tanah.
g. Relai Thermis
Alat ini berfungsi untuk mencegah/mengamankan transformator dari kerusakan isolasi
pada kumparan, akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih.Besaran yang
diukur di dalam relai ini adalah kenaikan suhu.
E. INTI TRAFO
Identifikasi Jenis jenis Transformator, dilihat dari pemakaiannya digolongkan kedalam
3 jenis :
a. Transformator inti udara dipakai pada rangkaian frekuensi tinggi.
Trafo inti Udara, banyak dipakai sebagai alat Interface Rangkaian matching
Impedansi dalam rangkaian Elektronik Frekuensi Tinggi.
b. Transformator inti ferit dipakai pada rangkaian frekuensi menengah
Trafo inti Ferit, banyak dipakai sebagai alat Interface Rangkaian matching
Impedansi dalam rangkaian Elektronik Frekuensi menengah.
c. Transformator inti Besi dipakai pada rangkaian frekuensi rendah.
Trafo inti Besi, banyak dipakai sebagai alat Interface, Step Up, Step Down
Rangkaian matching Impedansi, Matching Voltage dalam rangkaian Elektronik Frekuensi
rendah.

Jenis-jenis transformator berbeda dalam cara di mana kumparan primer dan sekunder
disediakan sekitar inti baja laminasi . Menurut desain , transformator dapat diklasifikasikan
menjadi dua :
a.

Core- Type Transformer


Dalam inti - jenis transformator , belitan diberikan kepada sebagian besar dari inti .

Kumparan yang digunakan untuk transformator ini adalah bentuk- luka dan jenis silinder .
Seperti jenis transformator dapat diterapkan untuk berukuran besar dan kecil berukuran
transformer . Pada tipe skala kecil , inti akan persegi panjang dalam bentuk dan kumparan
yang digunakan adalah silinder .
Dalam kasus kumparan silindris melingkar , mereka memiliki keuntungan wajar
memiliki kekuatan mekanik yang baik . Kumparan silinder akan memiliki lapisan yang
berbeda dan setiap lapisan akan terisolasi dari yang lain dengan bantuan bahan-bahan seperti
kertas, kain , papan micarta dan sebagainya. Kedua tegangan rendah ( LV ) dan tegangan ( HV
) gulungan tinggi yang akan ditampilkan. Gulungan tegangan rendah ditempatkan lebih dekat
ke inti karena merupakan yang paling mudah untuk melindungi . Daerah inti efektif dari
transformator dapat dikurangi dengan penggunaan laminasi dan isolasi .
b.

Shell -Type Transformer


Di shell -jenis transformator inti mengelilingi sebagian besar dari gulungan. Kumparan

adalah bentuk - luka tetapi multi layer tipe disk biasanya luka dalam bentuk pancake . Kertas
digunakan untuk melindungi berbagai lapisan cakram multi-layer . Berkelok-kelok terdiri
seluruh cakram ditumpuk dengan ruang isolasi antara kumparan . Ruang-ruang isolasi
membentuk pendinginan horizontal dan isolasi saluran . Transformator seperti ini mungkin
memiliki bentuk persegi panjang sederhana atau mungkin juga memiliki bentuk terdistribusi .
c.

Shell Jenis Transformers Bentuk Rectangular


Sebuah bracing mekanik yang kuat kaku harus diberikan kepada core dan kumparan

transformator . Ini akan membantu dalam meminimalkan pergerakan perangkat dan juga
mencegah perangkat dari mendapatkan kerusakan isolasi . Sebuah transformator dengan
bracing yang baik tidak akan menghasilkan apapun suara dengungan selama bekerja dan juga
akan mengurangi getaran .
Sebuah platform perumahan khusus harus diberikan untuk transformator. Biasanya
perangkat ditempatkan dalam tangki logam lembaran yang terpasang rapat diisi dengan

minyak isolasi khusus . Minyak ini diperlukan untuk beredar melalui perangkat dan
mendinginkan kumparan . Hal ini juga bertanggung jawab untuk menyediakan isolasi lain
untuk perangkat ketika dibiarkan di udara .
Mungkin ada kasus ketika permukaan tangki halus tidak akan mampu menyediakan
area pendinginan yang dibutuhkan . Dalam kasus tersebut , sisi tangki yang bergelombang
atau disatukan dengan radiator di sisi perangkat. Minyak yang digunakan untuk tujuan
pendinginan harus benar-benar bebas dari alkali , sulfur dan yang paling penting kelembaban .
Bahkan sejumlah kecil kelembapan dalam minyak akan menyebabkan perubahan yang
signifikan dalam properti isolasi perangkat , karena hal itu mengurangi kekuatan dielektrik
minyak untuk sebagian besar . Matematis berbicara , kehadiran sekitar 8 bagian air dalam 1
juta mengurangi kualitas isolasi dari minyak ke nilai yang tidak dianggap standar untuk
digunakan.
Dengan demikian , tank dilindungi dengan menyegel mereka kedap udara dalam unit
yang lebih kecil . Ketika transformator besar digunakan , metode kedap udara praktis sulit
untuk diterapkan . Dalam kasus tersebut , ruang yang disediakan untuk minyak untuk
memperluas dan kontrak dengan meningkatnya suhu dan penurunan . Ini bernapas membentuk
penghalang dan menolak kelembaban atmosfer dari kontak dengan minyak . Perhatian khusus
juga harus diambil untuk menghindari sledging . Sledging terjadi ketika minyak terurai akibat
paparan ke oksigen selama pemanasan . Ini hasil dalam pembentukan deposito besar dari
materi gelap dan berat yang menyumbat saluran pendingin di transformator .
Kualitas, daya tahan dan penanganan bahan-bahan isolasi menentukan kehidupan
transformator . Semua lead transformator dibawa keluar dari kasus mereka melalui bushing
yang sesuai . Ada banyak desain ini , ukuran dan konstruksi tergantung pada tegangan lead .
Bushing porselen dapat digunakan untuk mengisolasi lead , untuk transformator yang
digunakan dalam tegangan moderat. Bushing berisi minyak atau kapasitif -jenis yang
digunakan untuk transformator tegangan tinggi .
Pemilihan antara inti dan jenis shell dilakukan dengan membandingkan biaya karena
karakteristik serupa dapat diperoleh dari kedua jenis . Kebanyakan produsen lebih suka
menggunakan shell -jenis transformator untuk aplikasi tegangan tinggi atau untuk multi berliku desain . Bila dibandingkan dengan jenis inti , jenis shell memiliki panjang lebih lama
rata-rata turn coil . Parameter lain yang dibandingkan untuk pemilihan jenis transformator

adalah rating tegangan , kilo volt ampere , berat badan , stres isolasi, distribusi panas dan
sebagainya.
Efesiensi Transformator
Efisiensi transformator didefinisikan sebagai perbandingan antara daya listrik keluaran
dengan daya listrik yang masuk pada transformator. Pada transformator ideal efisiensinya 100
%, tetapi pada kenyataannya efisiensi tranformator selalu kurang dari 100 %.hal ini karena
sebagian energi terbuang menjadi panas atau energi bunyi.
F. JENIS-JENIS TRANSFORMATOR
1. Transformator Distribusi
Trafo Distribusi adalah merupakan suatu komponen yang sangat penting dalam
penyaluran tenaga listrik dari gardu distribusi ke konsumen. Kerusakan pada Trafo Distribusi
menyebabkan kontiniutas pelayanan terhadap konsumen akan terganggu (terjadi pemutusan
aliran listrik atau pemadaman). Pemadaman merupakan suatu kerugian yang menyebabkan
biaya-biaya pembangkitan akan meningkat tergantung harga KWH yang tidak terjual.
Pemilihan rating Trafo Distribusi yang tidak sesuai dengan kebutuhan beban akan
menyebabkan efisiensi menjadi kecil, begitu juga penempatan lokasi Trafo Distribusi yang
tidak cocok mempengaruhi drop tegangan ujung pada konsumen atau jatuhnya/turunnya
tegangan ujung saluran/konsumen.
Trafo Distribusi dan bagiannya
Bagian-bagian trafo distribusi adalah :

Primary winding

Secondary winding

Core
Transformator distribusi berfungsi untuk menurunkan tegangan transmisi menengah

20kV ketegangan distribusi 220/380V sehingga peralatannya adalah unit trafo (3 phase).
Beberapa Komponen Trafo Distribusi
1. Kumparan Tersier :
2. Media pendingin

3. Tap changer ( perubah tap )


Trafo Distribusi dapat dipasang diluar ruanga (pemasangan diluar) dan dapat dipasang
diruangan (pemasangan dalam) tergantung kepada keadaan lokasi beban. Pemeliharaan
merupakan salah satu kompanen yang secara langsung mendukung keandalan, daya mampu
serta mutu produksi dari suatu peralatan. Pemeliharaan tidak saja merupakan pekerjaan pisik
yang langsung terhadap peralatan yang bersangkutan, tetapi diperlukan suatu perencanaan
yang baik dan pengawasan terhadap pelaksanaannya, sehingga dengan demikian pemeliharaan
akan dapat dilakukan dengan teratur dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan, petunjukpetunjuk yang berlaku terhadap peralatan yang bersangkutan. Distribusi yang tepat, rating
sesuai dengan kebutuhan beban akan menjaga tegangan jatuh pada konsumen dan akan
menaikkan efisiensi penggunaan Trafo Distribusi. Jadi Transformator Distribusi merupakan
salah satu peralatan yang perlu dipelihara dan dipergunakan sebaik mungkin (seefisien
mungkin), sehingga keandalan/kontinuitas pelayanan terhadap terjamin.
2. Transformator Instrument
Transformator instrument berfungsi untuk mencatu instrument ukur (meter) dan relai serta
alat-alat serupa lainnya. Transformator ini terdapat dua jenis yaitu transformator arus (CT) dan
transformator tegangan (PT). Transformator instrument yang berazaskan induksi terdiri dari
inti (core) dan kumparan (winding). Inti berfungsi sebagai jalannya fluxi magnit sedangkan
kumparan berfungsi mentransformasikan arus dan tegangan. Kumparan primer dan sekunder
dapat lebih dari satu kumparan.
N1 / N2 = V1/ V2 = I2 /I1
Dimana :
N1 : Jumlah lilitan primer
N2 : Jumlah lilitan sekunder
V1 : Tegangan primer
V2 : Tegangan sekunder
I1 : Arus primer
I2 : Arus sekunder
Yang termasuk dalam trafo-trafo pengukuran adalah:

Trafo arus (CT)

Trafo tegangan (PT/CVT)

Gabungan trafo arus dan trafo tegangan (combined current transformer and potential
transformer)

Fungsi trafo pengukuran (CT/PT/CVT) adalah:

Mengkonversi besaran arus atau tegangan pada sistem tenaga listrik dari besaran
primer menjadi besaran sekunder untuk keperluan sistem metering dan proteksi.

Mengisolasi rangkaian sekunder terhadap rangkaian primer.

Standarisasi besaran sekunder, untuk arus 1 A, 2 A dan 5 A, tegangan 100, 100/3,


110/3 dan 110 volt

a. Transformator Arus (CT)


Berdasarkan penggunaan, trafo arus dikelompokkan menjadi dua kelompok dasar, yaitu;
trafo arus metering dan trafo arus proteksi.

Trafo Arus Metering


Trafo arus pengukuran untuk metering memiliki ketelitian tinggi pada daerah
kerja (daerah pengenalnya) antara 5% - 120% arus nominalnya, tergantung dari kelas
dan tingkat kejenuhan.

Trafo Arus Proteksi


Trafo arus proteksi memiliki ketelitian tinggi sampai arus yang besar yaitu
pada saat terjadi gangguan, dimana arus yang mengalir mencapai beberapa kali dari
arus pengenalnya dan trafo arus proteksi mempunyai tingkat kejenuhan cukup tinggi.

b. Transformator tegangan (PT)


Trafo tegangan dibagi menjadi 2 (dua) jenis, trafo tegangan magnetik (magnetic
voltage transformer/VT) atau yang sering disebut trafo tegangan induktif, dan trafo tegangan
kapasitif (capacitor voltage transformer/CVT). Pada dasarnya, prinsip kerja trafo tegangan
sama dengan prinsip kerja pada trafo arus. Pada trafo tegangan perbandingan transformasi
tegangan dari besaran primer menjadi besaran sekunder ditentukan oleh jumlah lilitan primer
dan sekunder. Diagram fasor arus dan tegangan untuk trafo arus juga berlaku untuk trafo

tegangan. Menurut prinsip kerjanya, trafo tegangan diklasifikasikan menjadi 2 (dua)


kelompok, yaitu:

Trafo Tegangan Induktif (inductive voltage transformer atau electromagnetic voltage


transformer)
Trafo tegangan induktif adalah trafo tegangan yang terdiri dari belitan primer
dan belitan sekunder dengan prinsip kerja tegangan masukan (input) pada belitan
primer akan menginduksikan tegangan ke belitan sekunder melalui inti.

Trafo Tegangan Kapasitor (capasitor voltage transformer)


Trafo tegangan kapasitif terdiri dari rangkaian kapasitor yang berfungsi sebagai
pembagi tegangan dari tegangan tinggi ke tegangan menengah pada primer,
selanjutnya diinduksikan ke belitan sekunder.

3. Transformator Satu Fasa


Transformator atau biasa dikenal dengan trafo berasal dari kata transformatie yang
berarti perubahan. Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan
mengubah energi listrik dari satu rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui
gandeng magnit berdasarkan pada prinsip elektromagnetik. Trafo satu fasa sama seperti trafo
pada umumnya hanya penggunaannya untuk kapasitas kecil. Konstruksi trafo secara umum
terdiri dari:
1. Inti yang terbuat dari lembaran-lembaran plat besi lunak atau baja silikon yang diklem
jadi satu.
2. Belitan dibuat dari tembaga yang cara membelitkan pada inti dapat konsentris maupun
spiral.
3. Sistem pendingan pada trafo-trafo dengan daya yang cukup besar.
Jenis trafo berdasarkan letak kumparan
1. Core type (jenis inti) yakni kumparan mengelilingi inti.
2. Shell type (jenis cangkang) yakni inti mengelilingi belitan
Pada keadaan tanpa beban, mengalir arus kecil I0 untuk mensuplai magnetomotive force
yang menimbulkan flux magnet disekitar inti magnetik, arus ini tertinggal (lagging) terhadap
tegangan primer sebesar 900. Arus ini dibatasi oleh resistansi efektif (Rc) dan reaktansi
(Xc)yang disebut rangkaian magnetisasi.

Ketika transformator dibebani, terjadi tegangan jatuh karena resistansi belitan primer
dan sekunder. Tegangan jatuh ini sefasa dengan tegangan pada belitan dan tegangan jatuh
karena reaktansi (X1dan X2) tertinggal sebesar 900 . Penurunan tegangan output ketika
transformator berbeban dikenal sebagai regulasi. Tegangan jatuh karena komponen resistif
lebih kecil daripada tegangan jatuh yang disebabkan oleh komponen reaktif. Sehingga
impedansi dominan dari tranformator adalah reaktansi.
Rangkaian Ekivalen Trafo
Transformator merupakan suatu peralatan listrik yang digunakan untuk mengubah
energi listrik bolak-balik dari satu level tegangan ke level tegangan yang lain. Dapat
menaikkan, menurunkan atau hanya untuk mengisolasi sistem satu dengan yang lainnya.
Transformator terdiri atas sisi primer dan sisi sekunder. Keduanya terhubung dengan inti besi.
Dalam kondisi ideal, tanpa rugi-rugi, perbandingan lilitan antara keduanya merupakan
perbandingan tegangan antara kedua sisinya.
Namun pada kenyataannya, daya masukkan tidak pernah sama dengan daya keluaran.
Terdapat rugi-rugi yang terjadi di inti besi dan lilitan. Rugi-rugi tersebut terjadi akibat
histerisis, arus eddy, resistansi belitan dan fluks bocor. Dari pengetahuan tersebut,
transformator dapat dimodelkan dengan rangkaian elektrik seperti di bawah ini:
4. Transformator Tiga Fasa

Pada prinsipnya metode atau cara merangkai belitan kumparan di sisi primer dan
sekunder Transformator, umumnya dikenal 3 cara untuk merangkainya, yaitu hubungan
bintang, hubungan delta, dan hubungan zig zag.
1. Trafo 3 fasa Hubung Bintang Bintang (Y-Y)
Pada jenis ini ujung ujung pada masing masing terminal dihubungkan secara bintang.
Titik netral dijadikan menjadi satu. Hubungan dari tipe ini lebih ekonomis untuk arus nominal
yang kecil,pada transformator tegangan tinggi.

Gambar 6 Trafo Hubungan Bintang Bintang


2. Trafo Hubung Segitiga-Segitiga ( - )
Pada jenis ini ujung fasa dihubungkan dengan ujung netral kumparan lain yang secara
keseluruhan akan terbentuk hubungan delta/ segitiga. Hubungan ini umumnya digunakan pada

sistem yang menyalurkan arus besar pada tegangan rendah dan yang paling utama saat
keberlangsungan dari pelayanan harus dipelihara meskipun salah satu fasa mengalami
kegagalan.

Gambar 7 Trafo Hubungan Delta Delta


3. Trafo Hubung Bintang Segi tiga ( Y - )
Pada hubung ini, kumparan pafa sisi primer dirangkai secara bintang (wye) dan sisi
sekundernya dirangkai delta. Umumnya digunakan pada trafo untuk jaringan transmisi dimana
tegangan nantinya akan diturunkan (Step- Down). Perbandingan tegangan jala- jala 1/3
kalinperbandingan lilitan transformator. Tegangan sekunder tertinggal 300 dari tegangan
primer.

Gambar 8 Trafo Hubungan Bintang Delta


4. Trafo Hubungan Delta Bintang
Pada hubung ini, sisi primer trafo dirangkai secara delta sedangkan pada sisi
sekundernya merupakan rangkaian bintang sehingga pada sisi sekundernya terdapat titik
netral. Biasanya digunakan untuk menaikkan tegangan (Step -up) pada awal sistem transmisi
tegangan tinggi. Dalam hubungan ini perbandingan tegangan 3 kali perbandingan lilitan
transformator dan tegangansekunder mendahului sebesar 30 dari tegangan primernya.

Gambar 9 Trafo Hubungan Delta Bintang


5. Hubungan Zig Zag
Kebanyakan transformator distribusi selalu dihubungkan bintang, salah satu syarat
yang harus dipenuhi oleh transformator tersebut adalah ketiga fasanya harus diusahakan
seimbang. Apabila beban tidak seimbang akan menyebabkan timbulnya tegangan titik bintang
yang tidak diinginkan, karena tegangan pada peralatan yang digunakan pemakai akan
berbeda-beda.Untuk menghindari terjadinya tegangan titik bintang, diantaranya adalah dengan
menghubungkan sisi sekunder dalam hubungan Zigzag. Dalam hubungan Zig-zag sisi
sekunder terdiri atas enam kumparan yang dihubungkan secara khusus (lihat gambar)

Gambar 10 Trafo Hubungan Zig Zag


6. Transformator Tiga Fasa dengan Dua Kumparan
Selain hubungan transforamator seperti telah dijelaskan pada sub-bab sebelumnya, ada
transformator tiga fasa dengan dua kumparan. Tiga jenis hubungan yang umum digunakan
adalah :

V - V atau Open

Open Y - Open

Hubungan T T

Hubungan Open Delta


Ini dimungkinkan untuk mentransformasi sistem tegangan 3 fasa hanya menggunakan
2 buah trafo yang terhubung secara open delta. Hubungan open delta identik dengan hubungan

delta delta tetapi salah satu trafo tidak dipasang. Hubungan ini jarang digunakan karena load
capacity nya hanya 86.6 % dari kapasitas terpasangnya.

Gambar 11 Trafo Hubungan open Delta / V V


Kekurangan Hubungan ini adalah :

Faktor daya rata-rata, pada V - V beroperasi lebih kecil dari P.f beban, kira kira 86,6%
dari faktor daya beban seimbang.

Tegangan terminal sekunder cenderung tidak seimbang, apalagi saat beban bertambah.

Gambar 13 Trafo hubungan Open Y open Delta


Hubungan Open Y - Open diperlihatkan padaGambar diatas, ada perbedaan dari hubungan

V - V karena penghantar titik tengah pada sisi primer dihubungkan ke netral (ground).
Hubungan

ini

Hubungan

bisa

digunakan

Scott

pada

atau

transformator

distribusi.

Hubungan ini merupakan transformasi tiga fasa ke tiga fasa dengan bantuan dua buah
transformator (Kumparan). Satu dari transformator mempunyai Centre Taps pada sisi
primer dan sekundernya dan disebut Main Transformer. Transformator yang lainnya
mempunyai 0,866 Tap dan disebut Teaser Transformer . Salah satu ujung dari sisi primer
dan sekunder teaser Transformer disatukan ke Centre Taps dari main transformer .
Teaser Transformer beroperasi hanya 0,866 dari kemampuan tegangannya dan kumparan
main transformer beroperasi pada Cos 30 = 0,866 p.f, yang ekuivalen dengan main
transformer

bekerja

pada

86,6

dari

kemampuan

daya

semunya

Gambar 12 Hubungan Scott atau T-T


Transformator 3 fasa banyak di aplikasikan untuk menangani listrik dengan daya yang
besar. Terdapat berbagai macam hubungan pada trafo tiga fasa yang dalam penggunaannya
disesuaikan dengan kebutuhan dan rating tegangan yang akan dipikulnya. Salah satu
hubungan pada trafo tiga fasa yang sering di pakai adalah Hubungan Delta Bintang dan
Bintang Delta, kedua jenis hubungan ini biasanya dipakai dalam sistem tenaga listrik
khususnya pada bagian transmisi listrik untuk menaikkan tegangan (-Y) dan menurunkan

tegangan (Y - ). Untuk suatu keadaan darurat, trafo hubung delta dapat dibuat menjadi open
delta namun dengan kapasiatas hanya 86.6 % dari kapasitas terpasangnya.