Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN

GERONTIK

Perbedaan
Tampilan Penyakit
Pada Lansia dan Muda
PARAMETER
LANSIA
Etiologi

MUDA

Endogenik

Eksogenik

Tersembunyi

Nyata

Kumulatif/ multipel Khas, tunggal


Awitan

Kronik

Baru

menyelinap

jelas

Perkembangan Progresif cacat


rentan penyakit
lain

Sembuh
sendiri
Timbul
kekebalan

ASUHAN KEPERAWATAN
LANSIA SEBAGAI INDIVIDU
Asuhan Keperawatan
Geriatri di Klinik/ RS
Asuhan Keperawatan lansia
sebagai individu di panti
wredha
Menggunakan diagnosa
keperawatan Nanda murni

ASUHAN KEPERAWATAN
LANSIA DALAM KELUARGA
Asuhan Keperawatan
Keluarga dengan Lansia
Format asuhan keperawatan
menggunakan format dalam
keperawatan keluarga
Menggunakan masalah
keperawatan Nanda etiologi
menggunakan 5 tugas
keperawatan keluarga
4

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA


SEBAGAI KELOMPOK/ KOMUNITAS
Asuhan Keperawatan
Komunitas
Asuhan Keperawatan lansia
sebagai kelompok di panti
wredha
Menggunakan diagnosa
keperawatan komunitas
5

1. ANAMNESIS Keluhan Utama

1.
2.
3.
4.

FUNDAMENTAL
FOUR
Riw.kes
sekarang
Riw. peny.
dahulu
Riw.peny.
keluarga
Riw. sosek

SACRED SEVEN
1.
2.
3.
4.
5.

Lokasi
Kualitas
Kuantitas
Awitan (onset)
Kronologi (durasi,
frek., kondisi saat
itu)
6. Faktor
mperberat&mpering
6
an

PEMERIKSAAN FISIK
KEADAAN UMUM
Kesadaran : GCS

Vital sign
BB & TB
Head to Toe
Perhatian/ konsentrasi pd aktivitas
Daya ingat : jk. Pendek& panjang
Orientasi : waktu, tempat, thd orla

PENGUKURAN TB LANSIA
Tinggi lutut erat kaitannya dengan
tinggi badan, sehingga data tinggi
badan didapatkan dari tinggi lutut
bagi orang tidak dapat berdiri atau
lansia
Pada lansia digunakan tinggi lutut
karena pada lansia terjadi
penurunan masa tulang / bungkuk/
sukar untuk mendapatkan data
tinggi badan akurat

PENGUKURAN TB LANSIA
Data tinggi badan lansia dapat
menggunakan formula atau
nomogram bagi orang yang berusia
>59 tahun
Formula (Gibson, RS; 1993)
Pria : (2.02 x tinggi lutut (cm))
(0.04 x umur (tahun)) + 64.19
Wanita : (1.83 x tinggi lutut (cm))
(0.24 x umur (tahun)) + 84.88
9

PENGUKURAN IMT
Kategori Ambang Batas IMT untuk Indonesia
Kategori IMT (Indeks Masa Tubuh)
Rumus : BB (Kg)/{TB(cm)/100}2
Contoh: BB:50 Kg, TB: 160cm
IMT
: 50/ (60/100)2
: 50/2.56
: 19.53

10

Gemuk
Gemuk
Normal
Kurus
Kurus

: Kelebihan BB tingkat berat


> 27,0
: Kelebihan BB tingkat ringan
> 25,0 - 27,0 (gizi lebih)
: > 18,7-25,0
: Kekurangan BB tingkat ringan
17,0-18,5
: Kekurangan BB tingkat berat
< 17,0

11

TES KETIDAKSTABILAN/
RISIKO JATUH
Gunakan instruksi :
Bangun/ bangkit dari kursi
Berjalan 10 langkah
Berputar
Berputar mengelilingi kursi
Duduk kembali
Jika lansia dapat melaksanakan tugas di atas selama
10 detik atau kurang, maka lansia memiliki risiko
rendah untuk jatuh
Jika lansia melaksanakan tugas di atas lebih dari 20
detik, maka lansia memiliki risiko tinggi untuk jatuh
12

PENGKAJIAN FUNGSIONAL
Katz Indeks
Bartel Indeks

13

PENGKAJIAN KOGNITIF

SPMSQ

(Short portable Mental Status Quision

MMSE
(Mini Mental Status Exam)

Open F

14

PENGKAJIAN SPIRITUAL
Keteraturan melaksanakan
ibadah sesuai keyakinan
Kegiatan keagamaan
Cara lansia menyelesaikan
masalah berhubungan dengan
keyakinan
Observasi sabar dan tawakal

15

Pengkajian mental

THE GERIATRIC
DEPRESSION SCALE

16

PERTANYAAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Apkh pd dsrnya Anda puas dg khdpn


anda?
Sdhkah Anda meninggalkan aktivitas &
minat Anda ?
Apkh Anda merasa bhw hidup Anda
kosong ?
Apkh Anda mempunyai semangat setiap
waktu ?
Apkh Anda takut sesuatu akan tjd pd Anda
?
Apkh Anda merasa bahagia di setiap
waktu ?
Apkh Anda merasa jenuh ?
Apkh Anda lbh suka tinggal di rmh pd
malam hari drpd pergi melakukan sesuatu
yg baru ?

JWBA
N
Tidak
Ya
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Ya
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya

17

THE GERIATRIC
DEPRESSION SCALE
Ket : Nilai 1 poin utk setiap
respon yg cocok dg
jawaban : Nilai 5/lebih
dpt menandakan depresi
18

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

SELAMAT BELAJAR

19