Anda di halaman 1dari 22

SISTEM

PERKEMIHAN
Dr.Hendri

PENGERTIAN
Sistem perkemihan merupakan suatu sistem
dimana terjdinya proses penyaringan darah
sehingga darah bebas dari zat-zat yang yang tidak
dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat
yang masih dipergunakan oleh tubuh.
Zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh
larut dlam air dan dikeluarkan berupa urin (air
kemih).

tempat urin • satu urethra. urin dikeluarkan dari vesika urinaria .SISTEM PERKEMIHAN • dua ginjal (ren) yang menghasilkan urin • dua ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih) • satu vesika urinaria dikumpulkan (VU).

.

• Ginjal kiri lebih tinggi dari ginjal kanan karena adanya lobus hepatis dexter yang besar. berbentuk seperti kacang.GINJAL • Terdiri dari dua buah. yaitu . terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke-3. • Urin yang terbentuk pada penyaringan terkumpul dalam pelvis renalis.

.

. kreatinin dan amoniak.FUNGSI GINJAL • memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun. • mempertahankan suasana keseimbangan cairan. • mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh • mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum.

meliputi dan melekat dengan erat pada permukaan luar ginjal .FASCIA RENALIS • fascia (fascia renalis). • Jaringan lemak peri renal • kapsula yang sebenarnya (kapsula fibrosa).

. ureter dan nervus. Bagian medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis. pembuluh limfe..SRUKTUR GINJAL • Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa. terdapat cortex renalis di bagian luar. Nefron terdiri dari : Glomerulus. • Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah. puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis. yang berwarna cokelat gelap. tubulus distal dan tubulus urinarius. ansa henle. dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna cokelat lebih terang dibandingkan cortex. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi ginjal. Diperkirakan ada 1 juta nefron dalam setiap ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga calices renalis majores yang masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga calices renalis minores • Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsional ginjal. tubulus proximal.

Potongan membujur ginjal Jaringan ginjal Warna biru menunjukkan satu tubulus .

Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla renalis selanjutnya diteruskan ke luar. yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. sodium. Proses Filtrasi di glomerulus Terjadi penyerapan darah. 3. .PROSES PEMBENTUKAN URINE 1. 2. Proses Reabsorbsi Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa. Penyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papilla renalis. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowmen yang terdiri dari glukosa. Proses sekresi. diteruskan ke tubulus ginjal. klorida. air. cairan yang di saring disebut filtrate gromerulus. fospat dan beberapa ion bikarbonat. sulfat. Prosesnya terjadi secara pasif (obligator reabsorbsi) di tubulus proximal. bikarbonat dll. sodium. sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. klorida.

. Kapiler darah yang meninggalkan gromerulus disebut arteriolae eferen gromerulus yang kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena cava inferior. Arteri interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi arteriolae aferen glomerulus yang masuk ke gromerulus.PERDARAHAN Ginjal mendapatkan darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteria renalis. arteri ini berpasangan kiri dan kanan. Arteri renalis bercabang menjadi arteria interlobularis kemudian menjadi arteri akuarta.

Saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal. darah yang masuk ke . saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh ginjal.PERSARAFAN GINJAL Ginjal mendapatkan persarafan dari fleksus renalis (vasomotor).

Panjangnya ± 25-30 cm. Lapisan tengah lapisan otot polos 3. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltic yang mendorong urin masuk ke dalam kandung kemih. dengan penampang 0. .URETER Terdiri dari 2 saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke vesika urinaria. Lapisan dinding ureter terdiri dari: 1. Ureter sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis.5 cm. Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa) 2.

Dinding kandung kemih terdiri dari: 1. Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam). 2. 4. Lapisan sebelah luar (peritoneum). 3. Organ ini berbentuk seperti buah pir (kendi). letaknya d belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul.Vesica Urinaria (Kandung Kemih) Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Vesika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet. . Tunika submukosa. Tunika muskularis (lapisan berotot).

. merupakan kelanjutan otot polos dari Vesika urinaria.Uretra Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada vesika urinaria yang berfungsi menyalurkan air kemih ke luar. 2. Lapisan otot polos. Mengandung jaringan elastis dan otot polos. Dinding urethra terdiri dari 3 lapisan: 1. Lapisan submukosa. 3. lapisan longgar mengandung pembuluh darah dan saraf. Lapisan mukosa. Sphincter urethra menjaga agar urethra tetap tertutup.

Urethra pars Prostatica 2.2 cm (Taylor). . 3-5 cm (Lewis).2 cm. Urethra pada wanita panjangnya kira-kira 3.76. Sphincter urethra terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina) dan urethra disini hanya sebagai saluran ekskresi.Pada laki-laki panjangnya kira-kira 13. Urethra pars spongiosa. Urethra pars membranosa ( terdapat spinchter urethra externa) 3.7-16. terdiri dari: 1.

. bikarbonat. Elektrolit. Komposisi air kemih. natrium.020. diet obat-obatan dan sebagainya. kuning tergantung dari kepekatan.015-1. Warna. terdiri dari: • • • • • • Jumlah ekskresi dalam 24 jam ± 1. Zat-zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein. amoniak dan kreatinin.Urine (Air Kemih) Sifat fisis air kemih. Reaksi asam.500 cc tergantung dari pemasukan (intake) cairan dan faktor lainnya. juga tergantung dari pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam). Toksin. bila lama-lama menjadi alkalis. Bau. Pagmen (bilirubin dan urobilin). bening kuning muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh. NH3. asam urea. bau khas air kemih bila dibiarkan lama akan berbau amoniak. Hormon. kalsium. terdiri dari: • • • • • • Air kemih terdiri dari kira-kira 95% air. Berat jenis 1. fospat dan sulfat. Warna.

. Baunya tajam.Ciri-Ciri Urin Normal 1. 4. Rata-rata dalam satu hari 1-2 liter. Warnanya bening oranye tanpa ada endapan. 3. tapi berbeda-beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk. 2. Reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH ratarata 6.

Kandung kemih terisi secara progresif hingga tegangan pada dindingnya meningkat melampaui nilai ambang batas (Hal ini terjadi bila telah tertimbun 170-230 ml urin). sebaliknya spinchter relaksasi terjadi MIKTURISI detrusor .  Pusat saraf miksi berada pada otak dan spinal cord (tulang belakang) Sebagian besar pengosongan di luar kendali tetapi pengontrolan dapat di pelajari “latih”. Mikturisi melibatkan 2 tahap utama. keadaan ini akan mencetuskan tahap ke 2. Adanya refleks saraf (disebut refleks mikturisi) yang akan mengosongkan kandung kemih.Mikturisi Mikturisi ialah proses pengosongan kandung kemih setelah terisi dengan urin. sehingga otot detrusor relax dan spinchter interna konstriksi.  Sistem saraf parasimpatis: impuls menyebabkan otot berkontriksi.  Sistem saraf simpatis : impuls menghambat Vesika Urinaria dan gerak spinchter interna. 2. yaitu: 1.

Kedokteran. Richard S. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat.Bahan Bacaan Guyton dan Hall. Jakarta: EGC Anatomi Klinik untuk Mahasiswa . 2006. Anatomi dan fisiologi untuk paramedic Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Syaifuddin. Buku Ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN Edisi II. Jakarta: EGC Snell. 2006. Efelin C. 2007. Jakarta: EGC Pearce. 1997.