Anda di halaman 1dari 5

http://www.obatkelenjartiroid.

org/pola-hidup-sehat-bagipenderita-gangguan-tiroid/
7 Makanan Mengandung Selenium yang Mampu Meningkatkan
Daya Tahan Tubuh (yang bimbang hipotiroid)
15/08/2010 in Un2kmU | Tags: Anti Virus, Antibodi, antioksidan, Bakteri, Bawang
Putih, Bayam, Brokoli, diindolylmethane, glutathione peroksidase, Ilmu Pengetahuan, Imunitas, Jamur, kanker, Kekebalan
Tubuh, Kerang, kesehatan,Makanan Sehat, Pengetahuan Umum, Sehat, Selenium, Semangka, tips kesehatan, Tiram, Ubi
Jalar, Virus

Ada jutaan bakteri, virus, parasit dan racun di lingkungan kita yang terus mencari celah untuk
menyerang tubuh kita. Tapi untungnya, tubuh kita memiliki mekanisme pertahanan yang sangat kuat
yang menghancurkan benda asing yang masuk ke sistem tubuh. Mekanisme ini disebut sistem
kekebalan.
Sekali sistem kekebalan tubuh itu menurun, pintu akan terbuka lebar untuk ribuan mikroba masuk dan
menyerang tubuh kita. Salah satu pendekar kekebalan tubuh adalah selenium.
Selenium adalah salah satu pemulung yang paling ampuh bagi radikal bebas yang kita sebut
antioksidan. Kadar selenium yang rendah berbanding terbalik dengan jumlah sel kanker dan virus.
Selenium sangat penting untuk produksi enzim kuat yang disebut glutathione peroksidase, yang penting
dalam detoksifikasi tubuh racun lingkungan. Kekurangan selenium menyebabkan daya dukung yang
lemah terhadap virus dan bakteri, dan mengurangi aktivitas T-sel dan produksi antibodi.

Dari mana sumber selenium? Berikut ini delapan bahan makanan di sekitar kita yang mengandung
selenium tinggi :
Jamur

Hubungan antara kesehatan yang baik dan diet yang kaya jamur datang menjadi perhatian ilmu
pengetahuan modern ketika peneliti kesehatan melihat bahwa orang yang makan jamur tampak lebih
sehat yang orang lain. Di Jepang, misalnya, para ilmuwan tak menemukan kejadian kanker di sentra
jamur shiitake. Jamur memiliki mineral penting yang disebut selenium. Rendahnya tingkat selenium
dikaitkan dengan peningkatan risiko flu lebih parah. Penelitian medis pada jamur menunjukkan terdapat
antivirus, antibakteri, dan efek anti-tumor dalam tanaman itu.
Tiram

Tiram tak hanya merupakan sumber besar aphrodisiac, yang merupakan substansi yang meningkatkan
hasrat seksual. Ia juga memiliki manfaat yang besar pada sistem kekebalan tubuh. Tiram memiliki
sejumlah zat seng. Kadar seng yang lebih rendah dalam tubuh terkait dengan ketidaksuburan laki-laki.
Semangka

Kaya akan air dan menyegarkan, semangka masak juga memiliki banyak mengandung antioksidan yang
kuat, glutathione. Dikenal untuk membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga dapat
memerangi infeksi, glutathione ditemukan dalam daging seperti daging buah merah di dekat kulit yang
menyegarkan itu.
Bawang putih

Sebagian orang mungkin tidak menyukai baunya, tetapi salah satu bumbu daput ini memiliki manfaat
yang besar. Bawang putih adalah petarung andal bagi jenis bakteri yang disebut Hpylori, yang
menyebabkan borok dan kanker perut. Bawang putih juga memiliki banyak mineral dan vitamin penting
seperti potasium, vitamin A,dan C dan selenium. Ia juga memiliki belerang, kalsium, mangan, tembaga,
vitamin B1, dan besi. Menggabungkan bwang putih dalam makanan Anda setiap shari memberi manfaat
yang besar bagi tubuh. Bahkan mengonsumsi bawang putih 15-20 menit sebelum makan terbukti
ampuh mengaktifkan bahan kimia anti-kanker.
Bayam

Bayam adalah salah satu makanan yang harus Anda mengkonsumsi secara teratur. Folat adalah salah
satu dari senyawa-senyawa kimia yang ditemukan pada bayam. Folat diperlukan untuk produksi dan
pemeliharaan sel-sel baru, untuk sintesis DNA dan RNA, serta untuk mencegah perubahan DNA, dan,
dengan demikian, untuk mencegah kanker. Makanlah bayam mentah atau dimasak sebentar untuk
mendapatkan manfaat yang terbaik.
Ubi jalar

Seperti wortel, ubi jalar memiliki beta karoten-antioksidan, yang pel sampai merusak radikal bebas. Ubi
juga bermegah vitamin A, yang terkait dengan memperlambat proses penuaan dan dapat mengurangi
risiko beberapa kanker.
Brokoli

Brokoli memiliki kandungan vitamin A dan D yang tinggi. Para peneliti di University of California,
Berkeley menemukan bahwa diindolylmethane (DIM), suatu senyawa yang ditemukan dalam brokoli
benar-benar menghentikan pertumbuhan sel kanker tertentu.