Anda di halaman 1dari 79

M.

HISYAM
Tempat & Lahir : Cilacap mei 1960
Alamat : Jln Dr. Soetomo Gg. 4
Padangan - Bojonegoro
Status = 1: 2
TLP: 08165443135

Oleh
M. HISYAM

II. MINYAK DAN GAS BUMI

Disebut sebagai energi fosil, energi


konvensional, energi tidak terbarukan (non
renewable).

Migas berada pada batuan reservoir yang sulit


untuk mengalir dan keberadaannya di dalam
kulit bumi yang sangat dalam.

Minyak dan Gas Bumi disusun dari unsur atom H


(Hydrogen) dan atom C (Carbon) dan unsur
impurities seperti Belerang (Sulfur), N 2
(Nitrogen), Oksigen
(OKeg.
Hadiono/Intro.
4
2).Ops. Prod

Lingkungan Terdapatnya Migas

BATUAN SEDIMEN
adalah batuan hasil endapan atau sedimentasi. Ciri umum daripada batuan
sedimen ialah ringan, mempunyai porositas, berlapis tersebar secara luas.

BATUAN INDUK
adalah batuan dimana proses pembentukan minyak bumi terjadi.

MIGRASI
Peristiwa dimana minyak/gas bumi berpindah mencari tempat dengan
tingkat energi yang rendah.

JEBAKAN
suatu tempat dimana hidrokarbon yang bermigrasi terhenti dan
terperangkap

RESERVOIR
Batuan tempat terakumulasinya hidrokarbon yang mempunyai sifat
porous dan permeable
Hadiono/Intro. Keg. Ops. Prod

Jenis-jenis Perangkap Migas


SYARAT-SYARAT PERANGKAP MIGAS:
1. Berbentuk Perangkap Minyak
2. Merupakan Batuan Berpori & Permeable
3. Ditutup Batuan Impermeable, Disebut
Cap Rock)

JENIS-JENIS PERANGKAP
1. Struktur
2, Stratigrafi

Hadiono/Intro. Keg. Ops. Prod

III. MAIN PRODUCTION OPERATION


Kegiatan utama di lapangan produksi
antara lain :
1. Pengangkatan Minyak dan Gas Bumi
2. Pengaliran Produksi
3. Pemisahan dan Pemurnian
4. Penampungan
5. Pengukuran (Metering)
Hadiono/Intro. Keg. Ops. Prod

Sistem Operasi Minyak Mentah

HYDROCARBON TRANSPORTATION

OPERATING UNITS

Flare
Gas Plant

Wash Tank

DUMAI
METERING
STATION

Metering
TRUNKLINE

Gas Boot
Sucker Rod
Pump

OIL WHARF

Central Pump
Station

Shipping
Shipping
Tank
Pump

OCEAN
VESSEL

TANK FARM

Water Injection

REFINERY
Dumai Putri 7

Well
(Sumur)
TRANSPORTATION FACILITIES

PRODUCING FACILITIES

PRODUCTION
FACILITIES

GATHERING STATION

CRUDE OIL
TRANSPORTATION

CRUDE OIL STORAGE

Hadiono/Intro. Keg. Ops. Prod

CRUDE OIL
METERING

CRUDE OIL
LIFTING

PENDAHULUAN

Tahapan operasi produksi dimulai apabila sumur


telah selesai dikomplesi (well completion).
Tipe komplesi tergantung pada :
Karakteristik dan konfigurasi antara formasi produktif.
tekanan formasi, jenis fluida dan metoda produksi.
Metoda produksi meliputi ::
metoda sembur alam (flowing well)
metoda pengangkatan buatan (artificial lift).
Metoda sembur alam diterapkan apabila tenaga alami reservoir masih
mampu mendorong fluida ke permukaan.
sedangkan metoda pengangkatan buatan diterapkan apabila tenaga
alami reservoir sudah tidak mampu mendorong fluida ke permukaan
9
dgn tujuan untuk peningkatan produksi sesuai potensi sumur

PENDAHULUAN

Setelah fluida sumur sampai di permukaan, fluida


dialirkan ke block station (BS) melalui pipa alir (flow
line) untuk dilakukan pemisahan antara air, minyak
dan gas.
Gas hasil pemisahan,selain dapat langsung
dimanfaatkan untuk industri dapat pula digunakan
untuk injeksi gas-lift atau pressure maintenance,
sedangkan minyak bumi (crude oil) umumnya
ditampung terlebihdahulu di pusat pengumpulan
minyak (PPM) sebelum dikirim refinery (kilang) atau
terminal untuk dikapalkan.
10

KOMPLESI SUMUR (WELL


SetelahCOMPLETION)
pemboran mencapai target (formasi
produktif) sumur dilaukan dikomplesi.
Persiapan dikomplesi sumur bertujuan untuk
memproduksikan fluida hidrokarbon ke
permukaan.
Komplesi sumur meliputi tahapan sbb.
1. Tahap pemasangan dan penyemenan pipa
selubung produksi (production casing).
2. Tahap perforasi dan atau pemasangan pipa
liner.
3. Tahap penimbaan (swabbing) sumur.

11

CASING (PIPA SELUBUNG)


SECARA UMUM BERFUNGSI:
MENCEGAH DINDING LUBANG BOR AGAR TIDAK
RUNTUH
TEMPAT PEMASANGAN BLOW OUT PREVENTER
(BOP)
BERSAMA SEMEN MEMPERKUAT DINDING LUBANG
BOR
MENCEGAH
KONTAMINASI AIR TAWAR DENGAN
06
20
D
/F
i
w

/
st
u
ag
T/

LUMPUR PENGEBORAN

CASING DIBEDAKAN MENJADI:


CONDUCTOR CASING
SURFACE CASING
INTERMEDIATE CASING
PRODUCTION CASING

FUNGSI CONDUCTOR CASING:

DT
/F
i
w

/a

MELINDUNGI AIR TAWAR AGAR TIDAK


TERKONTMINASI LUMPUR PEMBORAN
MERUPAKAN JANGKAR BAGI BOP STACK
SELAMA PENGEBORAN.
DUDUKNYA CASING HEAD DAN TUBING HEAD
6
00
2
/

MENAHAN RUNTUHNYA DINDING LUBANG BOR


st
u
g

GAMBAR
URUTAN PEMASANGAN
CASING

( OD= 20)

( OD= 13 3/8)

( OD = 10 3/4)

( OD= 7)

D
/F
i
w

0
t/2
s
u
ag
/
T

06

AGAR MIGAS DAPAT MENGALIR,


CASING PRODUKSI DI LUBANGI
(PERFORASI)

2.1. Metoda Well Completion.


Klasifikasi metode well completion didasarkan pada
beberapa faktor,
yaitu :
1. Down-hole completion atau formation completion,
yaitu membuat hubungan antara formasi produktif
dan sumur produksi dengan tiga metoda adalah
sebagai berikut :
Open-hole completion (komplesi sumur dengan
formasi produktif terbuka).
Cased-hole completion atau perforated completion
(komplesi sumur dengan formasi produktif
dipasang casing dan diperforasi).
Sand exclussion completion (problem kepasiran).
2. Tubing completion (komplesi pipa produksi), yaitu
pemasangan atau pemilihan pipa produksi (tubing),
15
yaitu meliputi metoda natural flow dan artificial lift.

3. Well-head completion, yaitu meliputi komplesi X-mastree,


casinghead, dan tubing head.

a) openhole completion; (b) uncemented liner completion/sand exclussion


types;
16
(c) perforated completion)

2.1.1. OPEN-HOLE COMPLETION


PADA METODA INI, PIPA SELUBUNG PRODUKSI HANYA
DIPASANG HINGGA DIATAS ZONE PRODUKTIF (ZONA
PRODUKTIF TERBUKA).
METODA KOMPLESI INI DITERAPKAN JIKA FORMASI
PRODUKTIF KOMPAK DAN KEUNTUNGANNYA ADALAH
DIDAPATKANNYA LUBANG SUMUR SECARA MAKSIMUM,
KERUSAKAN/SKIN AKIBAT PERFORASI DAPAT DIELIMINIR,
MUDAH DIPASANG SCREEN, LINER,GRAVEL PACKING
DAN MUDAH DILAKUKAN PENDALAMAN SUMUR APABILA
DIPERLUKAN.

2.1.1. OPEN-HOLE COMPLETION


PADA METODA INI, PIPA SELUBUNG PRODUKSI HANYA
DIPASANG HINGGA DIATAS ZONE PRODUKTIF (ZONA
PRODUKTIF TERBUKA).
METODA KOMPLESI INI DITERAPKAN JIKA FORMASI
PRODUKTIF KOMPAK DAN KEUNTUNGANNYA ADALAH
DIDAPATKANNYA LUBANG SUMUR SECARA MAKSIMUM,
KERUSAKAN/SKIN AKIBAT PERFORASI DAPAT DIELIMINIR,
MUDAH DIPASANG SCREEN, LINER,GRAVEL PACKING
DAN MUDAH DIPERDALAM APABILA DIPERLUKAN.
KERUGIAN METODA INI ADALAH SULIT MENEMPATKAN

2.1.2. CONVENTIONAL PERFORATED


COMPLETION
PADA TIPE INI CASING PRODUKSI DISEMEN HINGGA
ZONA PRODUKTIF, KEMUDIAN DILAKUKAN PERFORASI.
KOMPLESI INI SANGAT UMUM DIPAKAI, TERUTAMA BILA
FORMASI PERLU PENAHAN ATAU PADA FORMASI YANG
KURANG KOMPAK.
KEUNTUNGAN METODA INI,
- PRODUKSI AIR ATAU GAS YANG BERLEBIHAN MUDAH
DIKONTROL

2.1.3. SAND EXCLUSSION TYPES / UNCEMENTED


LINER
COMPLETION

AKIBAT TERLEPASNYA PASIR DARI FORMASI DAN


TERPRODUKSI BERSAMA FLUIDA,DAPAT
MENYEBABKAN ABRASI PADA ALAT-ALAT
PRODUKSI DAN KERUGIAN LAIN,MAKA UNTUK
MENGATASI ADANYA KEPASIRAN DIPERLUKAN
CARAPENCEGAHAN PADA SISTEM
KOMPLESINYA, YAITU DENGAN MENGGUNAKAN :
SLOTTED ATAU SCREEN LINER.

SLOTTED ATAU SCREEN LINER.


CARA INI DAPAT DITERAPKAN BAIK PADA OPEN HOLE
MAUPUN CASED HOLE,YAITU DENGAN MENEMPATKAN
SLOT ATAU SCREEN DIDEPAN FORMASI.
TERDAPAT TIGA BENTUK/MACAM SCREEN :
HORIZONTAL SLOTTED SCREEN
VERTICAL SLOTTED SCREEN
WIRE WRAPPED SCREEN

GRAVEL PACKING.

GRAVEL PACK JUGA DAPAT DIKERJAKAN BAIK


PADA OPEN HOLE MAUPUN PADA CASED HOLE
COMPLETION. METODA INI DILAKUKAN BAIK
UNTUK MEMPERBAIKIKEGAGALAN SCREEN
LINER MAUPUN SEBAGAI METODA KOMPLESI
YANGDIPILIH.
SEBELUM MENEMPATKAN GRAVEL, LUBANG
HARUS DIBERSIHKAN SEHINGGARUANG/GUA
UNTUK MENEMPATKAN GRAVEL DAPAT DIBUAT,
KEMUDIANMASUKKAN SCREEN LINER DAN
POMPAKAN GRAVEL SAMPAI MENGISI

Gambar : Gravel pack system

23

2.2. PERFORASI
PEMBUATAN LUBANG MENEMBUS CASING DAN SEMEN
SEHINGGA TERJADI KOMUNIKASI ANTARA FORMASI
DENGAN SUMUR YANG MENGAKIBATKAN FLUIDA
FORMASI DAPAT MENGALIR KE DALAM SUMUR,
DISEBUT PERFORASI.

2.2.1. PERFORATOR
UNTUK MELAKUKAN PERFORASI, DIGUNAKAN
PERFORATOR YANG DIBEDAKAN ATAS DUA TIPE
PERFORATOR
BULLET/GUN PERFORATOR
SHAPE CHARGE/ JET PERFORATOR

2.2.1.1. BULLET / GUN PERFORATOR


KOMPONEN UTAMA DARI BULLET PERFORATOR
MELIPUTI :
FLUID SEAL DISK: PENGAMAN AGAR FLUIDA SUMUR
TIDAK MASUK KEDALAM ALAT.
GUN BARREL
BADAN GUN DIMANA BARREL DISEKRUPKAN DAN
UNTUKMENEMPATKAN SUMBU (IGNITOR) DAN
PROPELLANT (PELURU) DENGANSHEAR DISK
DIDASAMYA, UNTUK MEMEGANG BULLET
DITEMPATNYA
SAMPAI TEKANAN MAKSIMUM DICAPAI KARENA

GUN BODY TERDIRI SILINDER PANJANG TERBUAT DARI


BESI YANG DILENGKAPIDENGAN SUATU ALAT
KONTROL UNTUK PENEMBAKAN.
SEJUMLAHGUN/SUSUNAN GUN DITEMPALKAN DENGAN
INTERVAL TERTENTU DANDITURUNKAN KEDALAM
SUMUR DENGAN MENGGUNAKAN KAWAT
(ELECTRICWIRE-LINE CABLE) DIMANA KERJA GUN
DIKONTROL DAN PERMUKAAN MELALUIWIRE LINE
UNTUK MELEPASKAN PELURU (PENEMBAKAN) BAIK
SECARA SENDIRISENDIRIMAUPUN SERENTAK.

2.2.1.2. Shape Charge / Jet Perforator


Prinsip kerja jet perforator berbeda dengan gun
perforator,bukannya gaya powder yang melepas bullet
tetapi powder yangeksplosif diarahkan oleh bentuk
powder chargenya menjadi suatuarus yang berkekuatan
tinggi yang dapat menembus casing, semendan formasi.

C a se

P r im e r

C o n ic a l L in e r

M a in E x p lo s iv e

Gambar : Shaped Charge / Jet Perforator

27

Gambar : Proses Perforasi

0s

4s

D e to n a to r C o rd
C ase
L in e r
P r im e r C h a r g e
E x p lo s iv e
D e to n a tio n F r o n t
(3 0 G P a )
T ip ( 7 0 0 0 m /s e c )
T a il ( 5 0 0 m /s e c )

10s

J e t T ip
6
( 1 5 x 1 0 p s i )

17s

T a il P a r tic le s
28

2.2.2.1. Conventional overbalance


Merupakan kondisi kerja di dalam sumur dimana tekanan formasi
dikontrol oleh fluida/lumpur komplesi, atau dengan kata lain bahwa
tekanan hidrostatik lumpur (Ph) lebih besar dibandingkan tekanan
formasi (Pf), sehingga memungkinkan dilakukan perforasi,pemasangan
tubing dan perlengkapan sumur lainnya.
Cara overbalance ini, umumnya digunakan pada
Komplesi multizona.
Komplesi gravel-pack (cased hole).
Komplesi dengan menggunakan liner.
Komplesi pada casing intermediate.
Masalah/problem yang sering timbul dengan teknik overbalance
iniadalah :
Terjadinya kerusakan formasi (damage) yang lebih besar,akibat reaksi
antara lumpur komplesi dengan mineral-mineralbatuan formasi.
Penyumbatan oleh bullet/charge dan runtuhan batuan.
Sulit mengontrol terjadinya mud-loss dan atau kick.
Clean-up sukar dilakukan.

29

2.2.2.2. UNDERBALANCE
MERUPAKAN KEBALIKAN DARI OVERBALANCE, DIMANA
TEKANAN HIDROSTATIKLUMPUR KOMPLESI LEBIH
KECIL DIBANDINGKAN TEKANAN FORMASI. CARA
INISANGAT COCOK DIGUNAKAN UNTUK FORMASI
YANG SENSITIF/REAKTIF DAN UMUMNYA LEBIH BAIK
DIBANDINGKAN OVERBALANCE, KARENA :
DENGAN PH<PF, MEMUNGKINKAN TERJADINYA ALIRAN
BALIK : DARIFORMASI KE SUMUR, SEHINGGA SERBUK
HASIL PERFORASI (DEBRIS)DAPAT SEGERA TERANGKAT
KELUAR DAN TIDAK MENYUMBAT HASILPERFORASI.
TIDAK MEMUNGKINKAN TERJADINYA MUD-LOSS DAN
SKIN AKIBAT REAKSIA NTARA LUMPUR DENGAN
MINERAL BATUAN.
30
CLEAN UP LEBIH CEPAT DAN EFEKTIF.

2.2.3. TEKNIK/CARA PERFORASI


BERDASARKAN CARA MENURUNKAN GUN KE DALAM SUMUR,
ADA DUA TEKNIKPERFORASI, YAITU
TEKNIK PERFORASI DENGAN WIRELINE (WIRELINE
CONVEYEDPERFORATION)
TEKNIK PERFORASI DENGAN TUBING (TUBING
CONVEYEDPERFORATION).

2.2.3.1. WIRELINE CONVEYED PERFORATION


A. PADA SISTEM INI GUN DITURUNKAN KEDALAM SUMUR
DENGANMENGGUNAKAN WIRELINE (KAWAT IISTRIK).
WIRELINE CONVEYED PERFORATION
BIASANYA MENGGUNAKAN GUN BERDIAMETER
BESAR.KONDISI
KERJAPERFORASI DENGAN TEKNIK INI ADALAH
OVERBALANCE,
SEHINGGA TIDAKTERJADI ALIRAN SETELAH PERFORASI
31
DAN

GAMBAR : KONDISI KERJA PERFORASI OVERBALANCE


(WIRELINE CASING-OVERBALANCED)

32

B. WIRELINE CONVEYED TUBING GUN


GUN BERDIAMETER KECIL DIMASUKKAN KEDALAM SUMUR
MELALUIX-MASTREE DAN TUBING STRING, SETELAH TUBING
DAN PACKER TERPASANGDI ATAS INTERVAL
PERFORASI.PENYALAAN GUN DILAKUKAN PADA
KONDISIUNDERBALANCE DAN UNTUK OPERASI INI, UMUMNYA
TIDAK DIPERLUKANMENARA PEMBORAN TETAPI CUKUP DENGAN
LUBRICATOR (ALAT CONTROL TEKANAN) ATAU SNUBBING UNIT.
2.2.3.2. TUBING CONVEYED PERFORATOR (TCP)
GUN BERDIAMETER BESAR DIPASANG PADA UJUNG BAWAH
TUBINGATAU UJUNG TAIL-PIPE YANG DITURUNKAN KEDALAM
SUMUR BERSAMA-SAMADENGAN TUBING STRING. SETELAH
PEMASANGAN XMASTREE DAN PACKER,PERFORASI DILAKUKAN
SECARA MEKANIK DENGAN MENJATUHKAN BAR ATAUGO-DEVIL
MELALUI TUBING YANG AKAN MENGHANTAM FIRING-HEAD
33
YANGDITEMPATKAN DI BAGIAN ATAS PERFORATOR. PERFORASI

GAMBAR : TUBING CONVEYED


UNDERBALANCED
keluarnya fluida formasi
masuk ke lobang sumur.

34

2.3. SWABBING
SWABBING ADALAH PENGISAPAN FLUIDA SUMUR /
FLUIDA KOMPLESISETELAH PERFORASI PADA KONDISI
OVERBALANCE keluarnya
DILAKUKAN,
SEHINGGA
fluida formasi
masuk ke
lobang
sumur.
FLUIDAPRODUKSI
DARI
FORMASI DAPAT MENGALIR
MASUK KEDALAM SUMUR DANKEMUDIAN
liar, keluarnya fluida formasi
DIPRODUKSIKAN semburan
KE PERMUKAAN.
sampai menyembur ke permukaan dan tidak
BLOWOUT PENGISAPAN
ADA 2 SISTEM
FLUIDA
YANG
BERBEDA
dapat dikontrol.
PADA SUMURSEBELUM DIPRODUKSIKAN, YAITU :
PENURUNAN DENSITAS CAIRAN.
DENGAN MENGINJEKSIKAN LUMPUR YANG MEMPUNYAI
DENSITASLEBIH KECIL DARI FLUIDA YANG BERADA DI
SUMUR, SEHINGGA DENSITASLUMPUR BARU AKAN
MEMPERKECIL TEKANAN HIDROSTATIK (PH)
FLUIDASUMUR, SEHINGGA AKAN TERJADI ALIRAN DARI
35
FORMASI MENUJUSUMUR PRODUKSI SELANJUTNYA KE

2. PENURUNAN KOLOM CAIRAN.


SEPERTI HALNYA PENURUNAN DENSITAS, UNTUK TUJUAN
MENURUNKANTEKANAN HIDROSTATIK FLUIDA DALAM SUMUR
AGAR LEBIH KECIL DARI TEKANANFORMASI, DAPAT DILAKUKAN
keluarnya
fluida formasi masuk ke
DENGAN DUA CARA
:
1. PENGISAPAN. lobang sumur.
DENGAN MEMASUKKAN KARET PENGHISAP (SWABB-CUP)
YANGBERDIAMETER semburan
PERSIS SAMA
DENGAN
TUBING
liar, keluarnya
fluida
formasi UNTUK
sampai menyembur
permukaan dan
SWABBING.
DENGANCARA
MENARIKkeSWAB-CUP
KE tidak
ATAS, MAKA
BLOWOUT
dikontrol.
TEKANAN DIBAWAH dapat
SWAB-CUPMENJADI
KECIL SEHINGGA AKAN
TERJADI SURGE DARI BAWAH YANG AKANMENGAKIBATKAN
ALIRAN.
2. TIMBA
TIMBA DIMASUKKAN MELALUI TUBING, DIMANA PADA SAAT
TIMBA DITURUNKAN, KATUP PADA UJUNG MEMBUKA DAN BILA
DITARIK KATUPTERSEBUT AKAN MENUTUP. DENGAN CARA INI,
36
MAKA SUATU SAAT TEKANANFORMASI AKAN MELEBIHI

Sand Line
Rope Socket

Sinker Bar

Tubular Jar

Mandrel Sub
Ball Valve
Mandrel valve Body

Swabb Cup

Gbr . Swabbing Tool

Gambar. Test tank Swabbing

HADIONO/INTRO. KEG. OPS. PROD

39

METODE SEMBUR ALAM


Sembur alam adalah salah satu metode pengangkatan
minyak kepermukaan dengan menggunakan tenaga atau
tekanan yang berasaldari reservoir/ formasi dimana sumur
berada.
BLOWOT
3.1. Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Perencanaan
PeralatanSumur.
Dalam merencanakan produksi, produksi optimum sumur
selalumerupakan sasaran, sehingga berdasarkan kondisi
optimum inilahperalatan produksi dapat direncanakan
dengan baik, baik dalam haldimensi, kekuatan (grade),

40

jumlah/panjang, macam alat maupun spesifikasi lainnya.


Faktor yang mendasari tercapainya kondisioptimum adalah
cadangan, ulah aliran fluida untuk dapat diproduksi,interaksi
atau hubungan antara kelakuan formasi berproduksi
dengankondisi atau parameter produksi di permukaan (Psep,
Pwh).
Disamping faktor diatas, faktor berikut ini dapat juga
BLOWOT
merupakan
faktor yang mempengaruhi perencanaan
peralatan produksi seperti :
- Fleksibilitas untuk sistem produksi dimasa yang
akandatang (artificial lift).
- Jenis material untuk kondisi-kondisi khusus (korosi, dsb).
- Faktor kemudahan pemasangan dan penanganan serta
keamanan kerja.
41

3.2. JENIS-JENIS PERALATAN DAN


KEGUNAANNYA.
PERALATAN PRODUKSI SUMUR SEMBUR ALAM
TERDIRI DARI
1. PERALATAN DIATAS PERMUKAAN :
KEPALA SUMUR (WELL-HEAD)
SILANG SEMBUR (X-MASTREE)
BLOWOT
2. PERALATAN
DI BAWAH PERMUKAAN :
TUBING (PIPA ALIR VERTIKAL) DAN COUPLING
PACKER (PENYEKAT ANNULUS)
ANCHOR
PERALATAN PELENGKAP BAWAH
PERMUKAAN/ASESORIES
42

43

11

Keterangan:
1. Lower Master Valve
2. Upper Master Valve
3. Tubing valve
4. Tubing valve
5. Bean (Positive choke)
6.Bean (Adjustable choke)
7. Top (Swab) Valve
8. Wing Valve
9. Wing Valve

7
9

10
8
5

BLOWOT

2
1

12
4

10. Drain valve


11. Pressure Tubing
12. Check valve

44

Well Head and Christmas Tree Operation

Well Head and Christmas Tree Operation

Pt
Pfl

Gbr. ALIRAN FLUIDA (Minyak air dan


gas + solid debris) DARI RESERVOIR ke
TANKI PENAMPUNG
Pwf diukur ditengah perforasi
Pr

47

3.2.1.1. Kepala sumur (well-head)

Well-head merupakan peralatan kontrol sumur di permukaan


yangterbuat dari besi baja membentuk suatu sistern
seal/penyekat untukmenahan semburan atau kebocoran
cairan sumur ke permukaanyang tersusun atas casing head
(casing hanger) dan tubing head(tubing hanger).
BLOWOT

a. Casing hanger
Merupakan fitting (sambungan) tempat menggantungkan
casing.
Diantara casing string pada casing head terdapat seal
untukmenahan aliran fluida keluar. Pada casing head
terdapat pulagas-outlet yang berfungsi untuk:
- meredusir tekanan gas yang mungkin timbul diantara casing string.
48
- mengalirkan fluida di annulus (produksi).

Chri
sma
stre
e

Well Head

BLOWOT

49

b. Tubing head
Alat ini terletak dibawah x-mastree untuk menggantungkan tubingdan
menghubungkan tubing dengan sistem keranan (x-mastree).
Fungsi utama dari tubing head, adalah :
sebagai penyokong rangkaian tubing.
menutup ruang antara easing-tubing pada waktu pemasangan Xmastree atau perbaikan kerangan/valve.
fluida yang mengalir dapat dikontrol dengan adanya connection
diatasnya.
3.2.1.2. Silang sembur (x-mastree)
Alat ini merupakan susunan kerangan (valve) yang berfungsi sebagaipengamanan
dan pengatur aliran produksi di permukaan yangdicirikan oleh jumlah sayap/lengan
(wing) dimana choke atau bean atau jepitan berada.
Peralatan pada x-mastree terdiri dari :
Manometer tekanan dan temperatur, ditempatkan pada tubing line dan casing line.
Master valve/gate, berfungsi untuk membuka atau menutup sumur, jumlahnya satu
atau tergantung pada kapasitas dan tekanan kerja sumur.
Wing valve/gate, terletak di wing/lengan dan jumiahnya tergantung kapasitas dan
tekanan kerja sumur yang berfungsi untuk mengarahkan aliran produksi sumur. 50

b. Tubing head
Alat ini terletak dibawah x-mastree untuk menggantungkan tubingdan
menghubungkan tubing dengan sistem keranan (x-mastree).
Fungsi utama dari tubing head, adalah :
sebagai penyokong rangkaian tubing.
menutup ruang antara easing-tubing pada waktu pemasangan Xmastree atau perbaikan kerangan/valve.
fluida yang mengalir dapat dikontrol dengan adanya connection
diatasnya.
3.2.1.2. Silang sembur (x-mastree)
Alat ini merupakan susunan kerangan (valve) yang berfungsi sebagaipengamanan
dan pengatur aliran produksi di permukaan yangdicirikan oleh jumlah sayap/lengan
(wing) dimana choke atau beanatau jepitan berada.
Peralatan pada x-mastree terdiri dari :
Manometer tekanan dan temperatur, ditempatkan pada tubing line dan casing line.
Master valve/gate, berfungsi untuk membuka atau menutup sumur, jumlahnya satu
atau tergantung pada kapasitas dan tekanan kerja sumur.
Wing valve/gate, terletak di wing/lengan dan jumiahnya tergantung kapasitas dan
tekanan kerja sumur yang berfungsi untuk mengarahkan aliran produksi sumur. 51

Choke / bean / jepitan, merupakan valve yang berfungsi sebagai


penahan dan pengatur aliran produksi sumur, melalui lubang (orifice)
yang ada. Akibat adanya orifice ini, tekanan sebelum dan sesudah
orifice menjadi berbeda yang besarnya tergantung dari diameter
orificenya. Prinsip inilah yang digunakan untuk menahan dan
mengatur aliran.
Ada dua macam choke/bean/jepitan, yaitu
Positive choke : merupakan valve dimana lubang (orifice) yang ada
sudah mempunyai diameter tertentu, sehingga pengaturan aliran
tergantung pada diameter orificenya.
Adjustable choke : choke ini lebih fleksibel karena diameter orifice
dapat diatur sesuai posisi needle terhadap seat sehingga pengaturan
alirannyapun fleksibel sesuai keperluan (tekanan dan laju aliran).

52

POSITIP CHOCKE
O Ring

Locking Cap/Wing Nut

Body

BLOWOT

Positip Beans

53

GAMBAR : ADJUSTABLE CHOKE

4. Stem
3. Micrometer indicator

1.Handwheel
2. Lock srew

BLOWOT

5. O Ring/Cap
gasket

7. Packing Back up

6. Locking Cap/wing
nut

4. Stem

8. Neadle valve/stem tip

9. Body

10. Adjustable Choke Seat

54

Adjustable choke : choke ini lebih fleksibel karena diameter


orifice dapat diatur sesuai posisi needle terhadap seat sehingga
pengaturan alirannyapun fleksibel sesuai keperluan (tekanan dan
laju aliran).
Prinsip kerja :
Dengan memutar hand wheel (1) yang berhubungan langsung dengan
stem (4) dan needle valve (8) maka dapat diatur lubangantara needle
dengan seat yang juga merupakan diameter choke,yang besarnya akan
BLOWOT
ditunjukkan
pada skala melalui indicator (3) yang ikut bergerak sesuai
pergerakan stem.
Check valve, merupakan valve yang hanya dapat mengalirkanfluida
pada satu arah tertentu yang berfungsi untuk menahanaliran dan
tekanan balik dari separator. Pada X-mastree, checkvalve ini
ditempatkan setelah choke sebelum masuk ke flow-line.

55

Peralatan Bawah Permukaan

Hidroulic Control Line

BLOWOT

Safety Joint
SSV
Telescoping Swivel Joint
Ratchlatch Tubing
Hanger
Side-Pocket Mandrel
Sliding Side Door
Flow Coupling
Landing Niple
Flow Coupling
Hydraulic Set Packer
Flow Coupling
Landing Niple
Blast Joint
Polished Nipple
Sliding Side Door
Production Packer
Float Shoe

56

Adjustable choke : choke ini lebih fleksibel karena diameter orifice


dapat diatur sesuai posisi needle terhadap seat sehingga pengaturan
alirannyapun fleksibel sesuai keperluan (tekanan dan laju aliran).
Prinsip kerja :
Dengan memutar handwheel (1) yang berhubungan langsungdengan
stem (4) dan needle valve (8) maka dapat diatur lubangantara needle
dengan seat yang juga merupakan diameter choke,yang besarnya akan
ditunjukkan pada skala melalui indicator (3) yang ikut bergerak sesuai
pergerakan stem.

57

3.2.2.1. Tubing dan Coupling


Merupakan pipa alir vertikal yang ditempatkan di dalam
casing produksi yang berfungsi untuk mengalirkan fluida
produksi sumur kepermukaan atau mengalirkan fluida injeksi
ke dalam sumur.
Disamping itu, tubing dapat pula digunakan dalam pekerjaan
BLOWOT cementing, sirkulasi pembersihan sumur dan
swab,squeeze
mengalirkanfluida serta material peretak hidraulis dan
pengasaman. Didalam sumur, tubing digantungkan pada
tubing hanger danbiasanya ditempatkan hingga beberapa
feet diatas zona perforasi.Diameter tubing berkisar antara 2
inci sampai 4,50 inci denganpanjang setiap single berkisar
antara 6 sampai 9,50 meter.
58

Baik tubing maupun coupling dispesifikasikan oleh API


(AmericanPetroleum Institute) atas grade, jenis sambungannya, bentuk
ulirdan dimensinya. Terdapat sembilan grade tubing yaitu : H-40, J-55,
K-55, C-75, L-80, N-80, C-95, P-105 dan P-110 dimana angka
menunjukkan harga API minimum yield strength dan abjad H, J, danN
hanyalah kependekan verbal, sedangkan untuk : K berartimempunyai
ultimate strength yang lebih besar dibandingkan grade J, C, L berarti
BLOWOT
restricted yield
strength dan P berarti high strength.
Untuk jenis sambungan, baik tubing maupun coupling dibagiatas :
a. External Upset End (EUE)
b. Non External Upset End (NUE)
c. Integral Joint
Sedangkan bentuk ulir dikenal dengan API round threads danbutters
threads
59

3.2.2.2. Peralatan pelengkap bawah permukaan


1. Packer
Fungsi pokok darl packer adalah memisahkan atau mengisolasiannulus
tubing - casing dan membantu efisiensi produksi.
2. Landing nipple
Adalah bagian dari sistem tubing dimana bagian dalamnyamempunyai
profil untukBLOWOT
memasang alat kontrol aliran.Ada duajenis nipple, yaitu
jenis selective nipple dan jenis non selectivenipple (nogo nipple), yang
mempunyai diameter dalam sedikitlebih keeil dari jenis yang
selective.Jenis selective bisa dipasanglebih dari satu pada suatu
rangkaian tubing, sedangkan jenis nonselective hanya dipasang satu
untuk setiap sumur danditempatkan bagian paling bawah dari susunan
tubing.
60

3. Flow Coupling dan Blast Joint


Keduanya mempunyai dinding yang relatif tebal dan biasanyadipasang
pada bagian bawah atau atas dari nipple, untukmengatasi turbulensi
aliran, blast joint dipasang berhadapandengan lubang perforasi untuk
mencegah pengaruh benturankecepatan aliran (jet action) dari formasi.
4. Circulation device
BLOWOT
Alat ini mirip
pintu yang bisa digeser yang biasa disebut dengansliding
sleeve door (SSD). Alat ini dapat dibuka dan ditutupdengan
menggunakan wire line unit. Bagian luar dari alat inimempunyai lubang
yang berguna untuk keperluan sirkulasi danbila diperlukan alat pengatur
aliran dapat dipasang dibagiandalamnya yang berbentuk suatu profil
5. Safety Joint
Alat ini dipasang apabila didalam sumur dipasang beberapa
packer(lebih dari satu) yang berguna untuk membantu
melepasrangkaian tubing pada
61

6. Gas lift mandrel


Merupakan sambungan tempat duduk valve gas lift yang
dipasangapabila sumur direncanakan akan diproduksikan dengan
carasembur buatan (gas lift) di masa yang akan datang.
7. Sub surface safety valve
Merupakan valve yang dipasang pada rangkaian tubing yangberfungsi
untuk pengamanan aliran yang bekerja secara otomatisdengan
BLOWOT
menggunakan
tenaga hidrolis melalui pipa 1/4 inchi daripermukaan,
yang umumnya dipasang kira-kira 100 meter dibawahpermukaan tanah
atau dasar laut.Untuk sumur-sumur di lepaspantai alat ini mutlak harus
digunakan.

62

METODE ARTIFICIAL LIFT


Artificial lift adalah metode pengangkatan fluida sumur dengan cara i
tenaga tambahan ke dalam sumur (bukan kedalam reservoir) dimana
metoda ini diterapkan apabiia tenaga alami reservoir sudah tidak
mampu lagi mendorong fluida ke permukaanatau untuk tujuan
peningkatan produksi, tenaga tambahan yang ada terdiri dari :
1. Pompa terdiri dari :
a. Pompa BLOWOT
sucker rod
b. Pompa sentrifugal multistage
c. Pompa hidraulik
d. Pompa jet
2. Gas lift, terdiri dari
a. continous gas-lift
b. intermittent gas-lift
63

4.1.1. Peralatan pompa sucker-rod.


Peralatan pompa sucker-rod terdiri dari mesin penggerak
mula,peralatan diatas dan dibawahpermukaan.
4.1.1.1. Mesin penggerak mula (Prime mover)
Penggerak mula merupakan sumber utama seluruh peralatanpompa
sucker rod dimana bahan bakarnya dapat berupa gas alamyang
berasal dari sumur sucker-rod digunakan, solar ataulistrik tergantung
pada jenisBLOWOT
mesin yang digunakan.
Peralatan SRP diatas permukaan.
Fungsi utama dari peralatan-peralatan ini adalah
a. Memindahkan energi atau tenaga dari prime mover ke unitperalatan
pompa didalam sumur.
b. Mengubah gerak berputar dari prime mover menjadi suatugerak
bolak-balik naik turun.
c. Mengubah kecepatan putar prime mover menjadi suatulangkah 64
pemompaan (stroke per menit, SPM) yang sesuaiatau yang diinginkan

Production Methods
Artificial Lift
SUCKER ROD PUMP
(Pompa Angguk)

HADIONO/INTRO. KEG. OPS. PROD

65

BLOWOT

Gambar :Surface Equipment SRP


66

PERALATAN SUCKER ROD PUMP

PERALATAN DI PERMUKAAN :
- Penggerak Mula (Prime Mover)
- Perubahan kecepatan
- Perubahan gaya putar menjadi gaya naik turun

PERALATAN BAWAH PERMUKAAN :


- Barrel pompa
- Sucker rod, pony rod,plunger
- Gas anchor.

JENIS DARI PERALATAN


PERMUKAAN
CONVENTIONAL
AIR BALANCE
MARK II

SRP TYPE KONVENSIONAL

Standard atau Conventional Type.


Pada tipe ini samson post menopang walking beam pada bahagian tengah.
Pumping Unit tipe ini paling banyak dipakai pada industri perminyakan dan
tersedia dalam bermacam-macam ukuran
(ada yang mencapai 100
Horse Power).

SRP TYPE AIR BALANCE

Air Balance Unit


Pada tipe ini tabung udara yang bertekanan digunakan sebagai penganti counter weight. Pumping Unit
ini lebih kecil dan ringan dari tipe unit yang lain dan diperlengkapi dengan air compressor. Ukuran yang
dibuat terbatas, tetapi ada yang mencapai 150 Horse Power.

SRP TYPE MARK II.

Mark II unitorque pumping unit


Pada tipe ini, samson post menopang walking beam pada bahagian ujung belakang. Pada
ukuran kerangka yang sama, biasanya unit ini membutuhkan Horse Power yang lebih
sedikit jika dibandingkan dengan conventional type.
Ia banyak dipakai untuk sumur-sumur minyak yang dalam dan berproduksi besar. Ukuran
yang tersedia tidak bervariasi banyak dengan terbesar sampai mencapai 125 Horse Power.

PERALATAN PU

CODE DARI PUMPING UNIT


C 228 D 200 - 74
PANJANG LANGKAH, INCHES
(36, 54, 64, 74, 100, 168)
BEBAN MAX POLISHED ROD, RIBUAN POUND
(89, 119, 200, 356, 365)
JENIS GEAR REDUCER
D : DOUBLE

S : SINGGLE

TORQUE MAX, Ratusan ribu pound


(57, 114, 228, 640, 912)
TYPE PUMPING UNIT :
A ; Air Balance
B : Beam Counter Balance
C : Conventional

BAPU C.114 125 100 ARTINYA:


BAPU = Bukaka American Pumping Unit
C = CONVENTIONAL; ada juga untuk
B = Beam Balance
M = Mark II.
A = Air Balance
114 = Batas kemampuan Torsi dari pada gear reducer di dlm seribu Inch pounds.
( x 1000 In lbs)
Reducer Rating = 114.000 In lbs.
125 = Kemampuan Structure menahan beban dalam seratus pounds / structure
Capacity ( x 100 lbs)
Structure Capacity = 12,500 lbs
100 = Strok Lengh (panjang langkah) dalam Inch.
MAX. Stroke Length = 100 Inch.

SUCKER ROD PUMP


Sucker Rod Pump atau lazim juga disebut
Pompa Angguk merupakan suatu alat
untuk mengangkat fluida dari dasar
sumur sampai ke permukaan dengan
menggunakan pompa piston. Metoda ini
digunakan karena tekanan reservoir
sumur tersebut sudah tidak mampu lagi
mengangkat fluida sampai ke permukaan.

HADIONO/INTRO. KEG. OPS. PROD

75

SUCKER ROD PUMP


Prinsip kerja Sucker Rod Pump atau
pompa angguk adalah merubah gerak
putar dari motor penggerak menjadi
gerak naik turun oleh pumping unit
dan diteruskan sucker rod string ke
plunger pompa di bawah permukaan.

HADIONO/INTRO. KEG. OPS. PROD

76

PRINSIP KERJA SUCKER ROD PUMP

Siklus Pemompaan

HADIONO/INTRO. KEG. OPS. PROD

77

KONSTRUKSI
SUCKER ROD PUMP
HADIONO/INTRO. KEG. OPS. PROD

78

P WORKING PRINCIPLE OF SRP Sucker Rod Pump


The surface pumping
equipment which change
the rotating motion of the
prime mover into
oscillating linier pumping
motion

SURFACE
EQUIPMENT

The sucker rod string


which transmit the
surface pumping motion
and power to the
subsurface pump

SUBSURFACE
EQUIPMENT

Reciprocating motion (up


and down) of sucker rod
pump will move up the
fluids pass the tubing
Column from the bottom
of well to the surface