Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN

PASIEN S DENGAN COMBUSTIO DERAJAT III


DI RUANG BEDAH G RSUD Dr. SOETOMO
SURABAYA

DI SUSUN OLEH :

J O K O P R A N A N T O S.Kep.
NIM: 010030202 B
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
PROGRAM STUSI S.1 ILMU KEPERAWATAN
SURABAYA
2002

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan asuhan keperawatan pasien T dengan POST OPERASI


RADIKAL MASTOIDEKTOMI
di ruang Bedah THT RSUD Dr.
Soetomo Surabaya. Pada tanggal 29 Juli sampai dengan 2
Agustus 2002.

Surabaya , 5 Agt. 2002.


Mahasiswa

Joko Prananto
NIM:010030202-B
Telah mendapatkan persetujuan dari pembimbing akademis dan
pembimbing klinik.

Menyetujui.

Pembimbing klinik

Pembimbing Akademik.

Joni H ,SKp.

PENGERTIAN
Struma Diffusa toxica adalah salahsatu jenis struma yang
disebabkan oleh sekresi hormon-hormon thyroid yang terlalu
banyak. Histologik keadaan ini adalah sebagai suatu hipertrofi
dan hyperplasi dari parenchyn kelenjar.
ETIOLOGI
Hyperthyroid disebabkan oleh hyperskresi dari hormonhormon thyroid tetapi yang mempengaruhiadalah faktor : umur,
temperatur, iklim yang berubah, kehamilan, infeksi, kekurangan
yodium dan lain-lain.
ANATOMI
Kelenjar thyroid terletak di depan trakhea dan di bawah
laryng yang terdiri atas dua lobus yang terletak disebelah dan
kiri trakhea dan diikat bersama oleh secarik jaringan disebuit
istmus yang melintasi pada cincin tulang trakhea dua dan tiga.
Strktur thyroid terdiri atas sejumlah besar folikel dilapisi
oleh cuboid epitelium membentuk ruang yang disebut koloid
yaitu lumen substansi protein.
Regulasi sekresi hormon tyroid dipengaruhioleh sistim kerja
balik antara kelenjar hipofisis atau pituitari lobus anterior dan
kelenjarthyroid. Lobus anterior hipofisis mensekresi TSH yang
berfungsi meningkatkan iodine, meningkatkan sintesis dan
sekresi hormon thyroiid, meningkatkan ukuran kelenjar thyroid.
Apabila terjasi penurunanhormon thyroid, hipofisis anterior
merangsang peningkatan sekresi TSH dan mempengaruhi
kelenjar thyroid untuk meningkatkan sekresi hormon rthyroid.
a. Thyroxine (T4) berfungsi untuk mempertahankan metabolisme
tubuh.
b. Tridothyronin (T3), berfungsi untuk mempercepat
metabolisme tubuh.
Fungsi utama kelenjar thyroid adalah memproduksi hormon
tiroxin yang berguna untuk mengontrol metabolisme sel.
Dalam produksinya sangat erat hubungannya dengan proses

sintesa tyroglobulin sedbagai matrik hormon, yodium dari


luar, thyroid stimuliting hormon dari hip[ofise.

PATOFISIOLOGI
Dengan bertambahnya produksi TSH dari hipofisis
( gambar a), oleh karena banyak sekali T3 dan T4 beredar di
dalam darah, maka hipofisis mengurangkan produksi TSH.
Seharusnya hyperaktivitas dari thyroid berhenti akan tetapi di
dalam sdarah telah terbentuk suatu zat yang disebut Longacting Thyroid Stimulator (LATS) sebagai akibat dari suatu reaksi
imunologik dan LATS ,ini merangsang thyroid untuk tetap
memproduksi hormon yang banyak (gambar b).

PENGKAJIAN
Pengumpulan data
1. Anamnese
Dari anamnese diperoleh:
1) Identifikasi klien.
2) Keluhan utama klien.
Pada klien post operasi thyroidectomy keluhan yang dirasakan
pada umumnya adalah nyeri akibat luka operasi.
3) Riwayat penyakit sekarang
Biasanya didahului oleh adanya pembesaran nodul pada leher
yang semakin membesar sehingga mengakibatkan
terganggunyapernafasan karena penekanan trakhea
eusofagus sehingga perlu dilakukan operasi.

4) Riwayat penyakit dahulu


Perlu ditanyakan riwayat penyakit dahulu yang berhubungan
dengan penyakit gondok, misalnya pernah menderita gondok
lebih dari satu kali, tetangga atau penduduk sekitar
berpenyakit gondok.
5) Riwayat kesehatan keluarga
Dimaksutkan barangkali ada anggota keluarga yang
menderitan sama dengan klien saat ini.
6) Riwayat psikososial
Akibat dari bekas luka operasi akan meninggalkan bekas atau
sikatrik sehingga ada kemungkinan klien merasa malu dengan
orang lain.
PEMERIKSAAN FISIK
1) Keadaan umum

Pada umumnya keadaan penderita lemah dan kesadarannya


composmentis dengan tanda-tanda vital yang meliputi tensi,
nadi, pernafasan dan suhu yang berubah.
2) Kepala dan leher
Pada klien dengan post operasi thyroidectomy biasanya
didapatkan adanya luka operasi yang sudah ditutup dengan
kasa steril yang direkatkan dengan hypafik serta terpasang
drain. Drain perlu diobservasi dalam dua sampai tiga hari.
3) Sistim pernafasan
Biasanya pernafasan lebih seak akibat dari penumpukan
sekret efek dari anestesi, atau karena adanya darah dalam
jalan nafas.
4) Sistim Neurologi
Pada pejmeriksaan reflek hasilnya positif tetapi dari nyeri
ajkandipaspatkan ekspresi wajah yang tegang dan gelisah
karena menahan sakit.
5) Sistim gastrointestinal
Komplikasi yang paling sering adalah mual akibat peningkatan
asam lambung akibat anestesi umum, dan pada akhirnya
akan hilang sejalan dengan efek anestesi yang hilang.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1) Pemeriksaan penunjang
Human thyrologlobulin( untuk keganasan thyroid)
Kadar T3, T4
Nilai normal T3=0,6-2,0 , T4= 4,6-11
Darah rutin
Endo Crinologiie minimal tiga hari berturut turut (BMR) nilai
normal antara 10s/d +15
Kadar calsitoxin (hanya pada pebnderita tg dicurigai
carsinoma meduler).
2) Pemeriksaan radiologis
Dilakukan foto thorak posterior anterior
Foto polos leher antero posterior dan laterl dengan metode
soft tissu technig .
Esofagogram bila dicurigai adanya infiltrasi ke osofagus.

DIOAGNOSA KEPERAWATAN
Adapun diagnosa yang sering timbul pada penderita post
operasi theroidectomy adalah
1) Gangguan jalan nafas yang berhubungan dengan obstruksi
trakhea secunder terhadap perdarahan, sopasme laring yang
ditandai dengan sesak nafas, pernafasan cuping hidung
sampai dengan sianosis.
2) Ganggiuan komunilasi verbal sehubungan dengan nyeri,
kerusakan nervus laringeal yang ditandai dengan klien sulit
berbicara dan hilang suara.
3) Gangguan rasa nyaman (nyeri) sehubungan dengan dampak
pembedahan, udema otot, terputusnya jaringan syaraf, yang
ditandai ekspresi wajah tampak tegang.
4) Kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan salah
interprestasi yang ditandai dengan sering bertanya tentang
penyakitnya.
5) Potensial terjadinya perdarahan berhubungan dengan
terputusnya pembulu darah sekunder terhadap pembedahan.
PERENCANAAN
Rencana tindakan yang dilakukan pada klien post operasi
thyroidectomy meliputi :

Diagnosa pertama
1.Tujuan:
Jalan nafas klien efektif
2. Kriteria:
Tiadak ada sumbatan pada trakhea
3.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Rencana tindakan:
Monitor pernafasan dan kedalaman dan kecepatan nafas.
Dengarkan suara nafas, barangkali ada ronchi.
Observasi kemungkinan adanya stridor, sianosis.
Atur posisi semifoler
Bantu klien dengan teknik nafas dan batuk efektif.
Melakukan suction pada trakhea dan mulut.
Perhatikan klien dalam hal menelan apakah ada kesulitan.
7

4.
1)
2)
3)
4)
5)

Rasional
Pengetahui perkembangan dari gangguan pernafasan.
Ronchi bisa sebagai indikasi adanya sumbatan jalan nafas.
Indikasi adanya sumbatan pada trakhea atau laring.
Memberikan suasana yang lebih nyaman.
Memudahkan pengeluaran sekret, memelihara bersihan jalan
nafas.dan ventilsassi
6) Sekresi yang menumpuk mengurangi lancarnya jalan nafas.
7) Mungkin ada indikasi perdarahan sebagai efek samping
opersi.
Diagnosa keperawatan kedua
1. Tujuan :
Klien dapat komunikasi secara verbal
2. Kriteria hasil:
Klien dapat mengungkapkan keluhan dengan kata-kata.
3.
1)
2)
3)
4)

Rencana tindakan:
Kaji pembicaraan klien secara periodik
Lakukan komunikasi dengan singkat dengan jawaban ya/tidak.
Kunjungi klien sesering mungkin
Ciptakan lingkungan yang tenang.

4. RASIONALISASI:
1) Suara parau dan sakit pada tenggorokan merupakan faktor
kedua dari odema jaringan / sebagai efek pembedahan.
2) Mengurangi respon bicara yang terlalu banyak.
3) Mengurangi kecemasan klien
4) Klien dapat mendengar dengan jelas komunikasi antara
perawat dan klien.
Diagnosa keperawatan ketiga
1. Tujuan:
Rasa nyeri berkurang
2. Kriteria hasil:
Dapat menyatakan nyeri berkurang, tidak adanya perilaku uyg
menunjukkan adanya nyeri.
8

3. Rencana tindakan
1) Atur posisi semi foler, ganjal kepala /leher dengan bantal kecil
2) Kaji respon verbal /non verbal lokasi, intensitas dan lamanya
nyeri.
3) Intruksikan pada klien agar menggunakan tangan untuk
menahan leher pada saat alih posisi .
4) Beri makanan /cairan yang halus seperti es krim.
5) Lakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik.
4. Rasionalisasi
1) Mencegah ghyperekstensi leher dan melindungi integritas
pada jahitan pada luka.
2) Mengevaluasi nyeri, menentukan rencana tindakan
keefektifan terapi.
3) Mengirangi ketegangan otot.
4) Makanan yang halus lebih baik bagi klien yang menjalani
kesulitan menelan.
5) Memutuskan transfusi SSP pada rasa nyeri.
Diagnosa keperawatan keempat
1. Tujuan:
Pengetahuan klien bertambah.
2. Kriteria hasil:
Klien berpsartisipasi dalam program keperawatan
3. Rencana tindakan:
1) Diskusikan tentang keseimbangan nutrisi.
2) Hindari makanan yang banyak mengandung zat goitrogenik
misalnya makanan laut, kedelai, Lobak cina dll.
3) Konsumsikan makanan tinggi calsium dan vitamin D.
4.
1)
2)
3)

Rasionalisasi:
Mempertahankandaya tahan tubuh klien.
Kontra indikasi pembedahan kelenjar thyroid.
Memaksimalkan supli dan absorbsi kalsium.

Diagnosa keperawatan kelima


1. Tujuan
Perdarahan tidak terjadi.
9

2. Kriteria hasil
Tidak terdapat adanya tanda-tanda perdarahan.
3. Rencana tindakan:
1) Observasi tanda-tanda vital.
2) Pada balutan tidak didapatkan tanda-tanda basah karena
darah.
3) Dari drain tidak terdapat cairan yang berlebih.( > 50 cc).
4. Rasionalisasi:
1) Dengan mengetahui perubahan tanda-tanda vital dapat
digunakan untuk mengetahui perdarahan secara dini.
2) Dengan adanya balutan yang basah berartiadanya
perdarahan pada luka operasi.
3) Cairan pada drain dapat untuk mengetahui perdarahan luka
operasi.
PELAKSANAAN
Merupakan implikasi dari rencana tindakan dengan maksut
agar kebutuhanklien terpenuhi.
EVALUASI
1) teruskan bila masalah masih ada.
2) Revisi/modifikasi bila masalah ada tetapi rencana dirubah.
3) Terpecahkan jika masalah berhasil dipecahkan.

UNIVERSITAS AIRLANGGA
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDY ILMU KEPERAWATAN
DEPARTEMEN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
Jl. Mayjend Prof. Dr. Moestopo 47 Surabaya Telp. 5020251 Pswt.
123.

Nama Fasilitator : ..

Nama Mahasiswa :Joko Prananto

Nilai

N I M

: .

: 010030202-B

Tanggal MRS: 19 Juni 2002 Jam: WIB.


No. Regester ; 10141735

10

Tempat / tanggal pengkajian :

Pengkajian
A.
Pengumpulan data post operasi tanggal 2 Juli 2002
1. identitas klien
Klien adalah seorang wanita bernamaNy. S umur 31 tahun , agama
Islam, suku bangsa Jawa, pendidikan terakhir SD, tidak bekerja,status
kawin, alamat Wonokasian Surabaya, penanggung jawab suami. Klien
masuk Rumah Sakit Dr. Sutomo pada tanggal 19 Juni 2002 jam
12.00,WIB. nomor register 10141735 dengan diagnosa medis Struma
Diffusa Toxica
2.
Riwayat Penyakit Sekarang
Lebih dari 4 bulan yang lalu klien sudah merasakan adanya benjolan di
leher yang semakin hari semakin besar mengganggu pernafasannya.
Karena itu klien memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Dr Sutomo
Surabaya dan disarankan oleh dokter untuk operasi. Akhirnya klien masuk
Rumah Sakit pada tanggal 19 Juni 2002 jam 12.00 Wib yaitu dengan
operasi Thyroidectomi.
3.
Keluhan Utama
Keluhan klien yang dirasakan saat ini adala sulit untuk berbicara dan
merasakan ada dahak di tenggorokannya
4. Riwayatr Penyakit Dahulu
Klien sebelumnya menderita sakit jantung , pada saat pemeriksaan
terhadap dirinya dinyatakan bahwa benjolan dilehernya perlu
dipemeriksakan ke Rumah Sakit Umum Dr, Sutomo. Klien sering dredeg
dan berkeringat banyak.
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Di dalam keluarga tidak pernah ataupun tidak ada yang sedang
menderita penyakit kronis ataupun menular tidak ada yang menderita
penyakit Kelenjar thyroid seperti yang dialaminya.
Genogram:

11

Keterangan :
X
.

Laki-laki
Perempuan
Meninggal
Klien
Satu rumah

6. Pola Aktifitas sehari-hari


A .Pola nutrisi dan metabolisme
Sebelum masuk rumah sakit klien biasanya makan sebanyak 3 kali
seharidengan nasi dan lauk tahu rebus saja, porsi dihabiskan. Pada
tanggal 2 Juli 2002 Klien mendapatkan diet bubur halus, frekuensi 3 kali
perhari dengan jumlah satu porsi habis. Konsumsi minuman 1000 cc
perhari. Tidak ada gangguan dalam pola nutrisi.
B. Pola eliminasi
Sebelum masuk rumah sakit klien biasanya buang air besar 1 kali perhari
dengan konsistensi lunak dan warna kuning, bau khas. Buang air kecil 4-5
kali perhari, warna kuning jernih dan bau khas. Saat ini klien belum bisa
buang air besar.
C..Pola istirahat dan tidur
Klien di rumah biasanya tidur lebih kurang 7-8 jam perhari., waktu
siang dan malam. Saat ini klien tidur lebih dari 8 jam waktu siang
dan malam . Tidak ada kebiasaan pengantar tidur
D.Pola aktivitas
Kegiatan klien sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Setalah
operasi keleluasaan dalam beraktifitas terbatas, Klien hanya tidur dengan
podisi semi fowler, klien mampu mengangkat kedua ektremitasnya (atas,
bawah) tetapi sangat lemah, sehingga kebutuhan sehari-gari dibantu
sepenuhnya oleh perawat dan keluarga.
E.Pola konsep diri
Gambaran diri (Body image)
Respon verbal : klien mengatakan bahwa ia menerima dengan
keadaan saat ini.
Respon non verbal : Ekspresi wajah tegang.
Harga diri
Saat ini klien merasa percaya diri karena benjolan di lehernya sudah
hilang.
Identitas diri

12

Klien seorang wanita dan dia mampu membedakan dirinya dengan


orang lain.
F. Pola kognitif
Proses berfikir kohern, daya ingat baik dan tidak ada waham.
G. Pola persepsi dan sensori
Daya penglihata, penciuman, pendengaran dan perabaan klien
masih berfungsi baik.
H. Pola seksual
Klien adalh seorang ibu dari 1 anak . Keluarga menyadari keadaan
klien selama sakit. Karena itu suami dan anak-anaknya menyadari
kalau klien harus meninggalkan rumah selama dirawat di rumah sakit.
Suami kien menyadari bahwa klien harus dirawat di rumah sakit.
I. Pola nilai dan kepercayaan
Klien seorang muslimah tetap beribadah sesuai kemampuannya (di
tempat tidur). Klien menyadari bahwa penyakitnya adalah merupakan
cobaan dari Alloh SWTdan Alloh yang akan menyembuhkannya.
7. Riwayat psikososial
Klien sering menasnyakan tentang penyakitnya, apakah bisa
sembuh dan makanan apa yang boleh dimakan. Adapun hubungan
dengan keluarga tetap baik terbukti dengan sikap terebuka dan
bekerjasama dengan perawat.
8.Pemeriksaan fisik
a. Status keadaan umum
Keadaan klien saat ini lemah , klien tidur dengan posisi semifowler.
Kesadaran composmentis GCS : 4-5-6, BB
kg., TB : cm, TTV : TD
150/110 mmHg, S : 36,5 c, N : 88 X/ menit, RR : 28 X/menit.
b. Sistim integumen
Kulit
Warna ku;it sawo matang , turgor elasrtis, kelembapan dan kebersihan
cukup, tidak ada icterus dan sianosis, terdapat luka operasi di daerah
leher, keadaan luka baik dan diperban.
Selaput lendir
Waqrna merah mudah, kelembapan cukup.
Rambut
Warna hitam, ukuran tipis, ditribusi merata, kebersihan cukup.
13

Kuku
Warna mersh mudah, bentuk

, kebersihan cukup.

c. Kepala dan leher


Kepala
Bentuk bulat , tidak ada trauma, kebersihan cukup , wajah oval ,
kelopak mata tyidak cowong, konjungtiva merah mudah, sclera putih,
kornea jernih, visus , gerak bola mata daapat bergerak kesegala arah,
ekspresi wajah ketakutan. Telingah : pendengaran baik, mampu menjawab
sesuai pertanyaan, tidak ada serumen. Hidung bentuk simetris ,tidak ada
secret, polip atau obstruksi. Mulut dan farings : Bibir kering, gusi warna
merah mudah, gigi tidak ada caries, tonsil bentuk simetris, warna merah
mudah.
Leher
Terdapat luka post operasi, tidak ada benjolan, vena jugularis tidak
ada pembesaran, terpasang trakeostomy.
d. Thorax
Bentuk simetris. Paru : gerakan pernafasan simetris, pola pernafasan
normal, tyidak ada suara tambahan, batuk pruduktif. Tidak ada suara
jantung tambahan.
8. Pemeriksaan diagnostik
a. Laboratorium
Pada tanggal 1 Juli 2002 pukuyl 14.30 Wib.
Hb 13,4 g/dl
Leukosit : 20,4 x 10/L
Trombosit 234 x 10 /L
PCV : 0,39
Glukosa darah : 154 mg/dl
b. Therapi:
Infus RL : D5 = 2 : 3
Analgesik Antrain 3 x 1 (X)
Oral : Mefinamid acid 3x1
Climdamyan 3x300 mg
Lugol 3x10 tetes s/d 2 hari perawaatan post operasi.

14

Nama

:S

No Regester : .10141735

AN ALI S A D ATA

TGL
DATA
2 Juli S: mengatakan sulit
mengeluarkan suara
O: memberikan kode,
dan suara serak.

ETIOLOGI
Ketidak mampuan
menghasilkan bicara
secunder terhadap
pemasangan post
thyroidectomy dan
pemasangan drain

MASALAH
Kerusakan
komunikasi
verbal

S:
Penumpukan sekret
mengatakantenggorikan
banyak dahak

PARAF

Ketidak
efektifan
bersihan
jalan nafas

O: Mengeluarkan sekret,
batuk efektif, warna
kehijauan
S: mengatakan apakah Kurangnya informasi
gondok saya tidak
tumbuh lagi

Kurangnya
pengetahua
n mengenai
kondisi,
prognosis
dan
kebutuhan
tuindakan

O: Ekspresi wajah
tegang, pendidikan SD

Nama

:S

No Regester : 10141735
R E N CANA
No
1

K E PE R AWATAN

Diagnosa
Rencana keperawatan
keperawatan
Kerusakan Tujuan: klien dapat

Rasional

Nama
Mhs

15

komunikasi komunikasi verbal


verbal yang dengan jelas.
berhubunga
ndenganketi Kriteria hasil: Klien dapat
dakmampua mengungkapkan
n untuk harapannya,jika
menghasilka berbicara lehaer tidak
n bicara sakit.
secunder
terhadap Rencana :
thyroidectom Kaji fungsi bicara
y yang
secara periodik,
ditandai
anjurkan untuk tidak
dengan
bicara terus menerus
suara serak
dan sangat Pertahankan
pelan
komunikasi yang
sederhana

Suara serak dan sakit


tenggorok akibat edema
jaringan atau kerusakan
karena pembedahan pada
saraf laringeal .
Menurunkankebutuhan
berespon dan mengurangi
bicara

Menurunkan ansietas
Antisipasi kebutuhan kebutuhan klien untuk
berkomunikasi.
sebaik mungkin,
kunjungi klien secara
teratur
Meningkatkan kemampuan
mendengarkan komunikasi
pelan dan menurunkan
Pertahankan
kerasnya suara yang harus
lingkungan yang
diucapkan klien untuk dapat
tenang.
didengarkan.

2 Ketidak
Tujuan: Bersihanjalan
efektifan
nafas klien efektif dalam
jalan nafas jangka 3 x 24 jam.
yang
berhubunga Kriteria hasil: Klien
n dengan
mengatakan tidak ada
penumpukan dahak yang mengganggu
sekret yang tenggorokan , sekrt
ditandai
negatif.
dengan
dahak
Rencana:
seperti
Bantu dalam
menggumpal
perubahan posisi,
16

dan sulit
untuk
dikeluarkan,
klien batuk
dan
mengeluarka
n sekret.

Memp[ertahankan
kebersihan jalan nafas
dan ventilasi tetapi batuk
tidak dianjurkan terlalu
sering karena
menimbulkan nyeri
namun hal ini perlu
karena untuk
membersihkan jalan
Pantau frekuensi
nafas.
pernafasan, kedalam Pernafasan secara
dan kerja
normal kadang-kadang
pernafasannya.
cepat, tetapi
berkembangnya distress
pada pernafasan
merupakan indikasi
kompresi trakhea karena
odema atau perdarahan.
latihan nafas dalam
dan batuk edfektif .

3 Kurangnya Tujuan: Klien dapat


pengetahuan mengerrti tentang
yang
keadaanya dalam jangka
berhubunga 2 x 24 jam.
n dengan
kurangnya Kriteria hasil:
informasi
Klien mengerti tentang
yang
prognosa, penyebab
ditandai
penyakit dan diet.
dengan klien
bertanya
Rencana:
apakh
Beri HE tenbtang

gondok nya
prognosa, penyebab
bisa bisa
dan diet.
sembuh,
klien
bertanya
Sarankan untuk

makanan
menghindari
apa yang
makanan yang
dapat
bersifat goitrogenik,
dimakan.
misalnya makana laut
yang berlebihan,
kacang kledelai,
lobak.

Dengan mengerti
tentang materi tersebut
klien dapat
meningkatkan
penyembuhan .
Merupkan kontra
indikasi setelah
thyroidectomy karena
makanan ini
menghambat aktifitas
thyroid.

17

Nama

:S

No Regester : .10141735
T I N DAK A N
Tgl

Diagnosa

2 Juli 2002
pkl. 12.00

2 Juli 2002
12.30

K E PE R AW AT AN
Tindakan Keperawatan

Nama
Mhs

Mengkaji fungsi bicara secara periodik,


menganjurkan untuk tidak bicara terus menerus.
Mempertahankan komunikasi yang sederhana,
memperi pertanyaan yang hanya memerlukan
jawban ya atau tidak
Mengantisipasi kebutuhan sebaik mungkin,
mengunjungi klien secara teratur.
Mempertahankan lingkungan yang tenang.

Memantau frekuensi pernafasan, kedalaman, dan


kerja pernafasan frekuensi :28 X/ menit.
Mendengarkan suara nafas dan didapatlan
suara parau.
Mengkaji adanya dispnea, stridor dan
sianosis .
Evaluasi

Nama

:S

No Regester :10141735
Tgl.
No.
Catatan Perkembangan
3 Juli
1 S: Klien berbicara
2002
O: Klien berbicaradengan suara jelas
pkl.
A: Tujuan tercapai
15.30
P: Rencana dihentikan
3 Juli
2002

TTD

2 S: Klien mengatakan masih merasa ada dahak di


tenggorikannya.
18

pkl.
15.45

O: Klien masih mengeluarkansekret kehijauan sedikt.


A: Tujuan belum tercapai
P: Rencana tindakan dipertahankan.

3 Juli
2002
pkl.
16.00

3 S: Klien mengatakan mengerti tentang penyebab


penyakit,diet tetapi masih bertanya tentang prognosa.
O: Klien menunjukkan ekpresi ingin bertanya terus.
A : Tujuan belum teratasi seluruhnya.
P: Rencanakan memerangkan tentang prognosa.
Klien pulang

4 Juli
2002

Daftar Pustaka
Haznam, (
). Endokrinologi,Dwi Emha. Bandung.p: 62-72.
Carpenito,L.J, (1999) Diagnosa Keperawatan , EGC . Jakarta.
Dounges, L.M (1989), Rencana Asuhan Keperawatan , EGC. Jakarta.

19