Anda di halaman 1dari 4

LASER

Kata LASER adalah singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission


of Radiation, yang artinya perbesaran intensitas cahaya oleh pancaran terangsang
atau cahaya yang diperkuat oleh pancaran radiasi yang terstimulasi. Jadi sinar
laser dihasilkan dari sumber pancaran radiasi.. Kata kuncinya adalah perbesaran
dan pancaran terangsang yang akan menjadi jelas kemudian.
Ada bermacam media yang dapat digunakan untuk menghasilkan sinar laser,
misalnya solid state laser (menggunakan bahan padat sebagai medianya; contoh:
batu ruby), dan gas laser (misalnya gas helium, neon, CO2). Laser bisa juga
dihasilkan dari Laser Dioda, yaitu kepingan alat elektronik yang bekerja
berdasarkan bereaksinya atom-atom ketika dialiri arus listrik.
Manfaat Laser : Di bidang kedokteran sinar laser diperlukan untuk mendiagnosa
dan menyembuhkan suatu penyakit. Di bidang industri sinar laser bermanfaat
untuk pengelasan, pemotongan lempeng baja, serta untuk pengeboran. Sinar laser
juga dapat membantu kasir di toko untuk menghitung total harga barang-barang
yang dibeli konsumen.
Teknologi sinar laser juga sering digunakan untuk pencahayaan (lighting) pada
panggung pertunjukan sehingga panggung menjadi kelihatan lebih keren. Sinar
laser juga berguna untuk membaca kepingan CD-DVD yang sedang kamu tonton.
Sinar laser juga digunakan sebagai laser pointer, yaitu alat sorot saat seseorang
sedang melakukan presentasi. Dan masih banyak lagi kegunaan dari sinar laser ini
seperti untuk bidang astronomi, fotografi, dan sebagainya.
Kelemahan laser : Biasanya benda yang dilengkapi laser daya rendah misalnya
mainan anak-anak, pointer laser berbentuk pulpen untuk presentasi, dan juga sinar
laser yang digunakan untuk lighting panggung pertunjukkan itu semua kalau
langsung kena mata sangat berbahaya karena bisa merusak retina. Karena itu,
jangan sekali-sekali memancarkan arah laser ke mata meskipun daya laser itu
sangat rendah. Dan untuk laser berdaya besar ukuran gigawatt, waah.. jangan
ditanya lagi, bisa mematikan. Jadi, kalian harus berhati-hati ya, jika sedang
menggunakan laser.
sifat :
1. koheren
Adalah gelombang-gelombang yang berasal dari satu sumber cahaya yang
sama. Panjang koherensi dapat mengukur tingkat kmonokromatisan suatu
sumber cahaya. Koherensi keluaran laser bersifat spasial maupun
temporal, semua foton memiliki fase yang sama. Mereka saling

mendukung satu sama lain, yang secara gelombang dikatakan


berinterferensi konstruktif, sehingga intensitasnya berbanding langsung
kepada N2, dengan N adalah cacah foton. Jelaslah intensitasnya ini jauh
lebih besar dibandingkan dengan intensitas radiasi tak - koheren yang
hanya sebanding dengan N saja.
2. Monokromatik
Adalah gelombang yang memiliki rentang frekuensi yang sempit atau
dengan kata lain memiliki kesamaan frekuensi. (satu panjang gelombang
yang spesifik)
3. kecerahan tinggi
Laser mencakup optika dan elektronika. Para ilmuwan biasa menggolongkannya
dalam bidang elektronika kuantum. Sebetulnya laser merupakan perkembangan
dari MASER, huruf M disini singkatan dari Microwave, artinya gelombang
mikro. Cara kerja maser dan laser adalah sama, hanya saja mereka bekerja pada
panjang gelombang yang berbeda. Laser bekerja pada spektrum infra merah
sampai ultra ungu, sedangkan maser memancarkan gelombang elektromagnetik
dengan panjang gelombang yang jauh lebih panjang, sekitar 5 cm, lebih pendek
sedikit dibandingkan dengan sinyal TV - UHF. Laser yang memancarkan sinar
tampak disebut laser - optik.
Prinsip kerja laser
Terjadinya laser sudah diramalkan jauh hari sebelum dikembangkannya mekanika
kuantum. Pada tahun 1917, Albert Einstein mempostulatkan pancaran imbas pada
peristiwa radiasi agar dapat menjelaskan kesetimbangan termal suatu gas yang
sedang menyerap dan memancarkan radiasi. Menurut dia ada 3 proses yang
terlibat dalam kesetimbangan itu, yaitu : serapan, pancaran spontan (disebut
fluorensi) dan pancaran terangsang. Proses yang terakhir biasanya diabaikan
terhadap yang lain karena pada keadaan normal serapan dan pancaran spontan
sangat dominan. Sebuah atom pada keadaan dasar dapat dieksitasi ke keadaan
tingkat energi yang lebih tinggi dengan cara menumbukinya dengan elektron atau
foton. Setelah beberapa saat berada di tingkat tereksitasi ia secara acak akan
segera kembali ke tingkat energi yang lebih rendah, tidak harus ke keadaan dasar
semula. Proses acak ini dikenal sebagai fluoresensi terjadi dalam selang waktu
rerata yang disebut umur rerata, lamanya tergantung pada keadaan dan jenis atom
tersebut. Kebalikan dari umur ini dapat dipakai sebagai ukuran kebolehjadian
atom tersebut terdeeksitasi sambil memancarkan foton yang energinya sama
dengan selisih tingkat energi asal dan tujuan. Foton ini dapat saja diserap kembali
oleh atom yang lain sehingga mengalami eksitasi tetapi dapat pula lolos keluar
sistem sebagai cahaya. Sebetulnya atom- atom yang tereksitasi tidak perlu
menunggu terlalu lama untuk memancar secara spontan, asalkan terdapat foton
yang merangsangnya. Syaratnya foton itu harus memiliki energi yang sama
dengan selisih tingkat energi asal dan tujuan.
Jenis-jenis laser :

Terdapat tiga jenis dasar laser yang paling umum digunakan. Jenis-jenis lainnya
masih dalam taraf perkembangan. Ketiga jenis dasar itu adalah :
(1) Laser yang dipompa secara optis
Laser ruby yang diciptakan pada bulan Juli 1960 oleh Theodore H.Maiman di
Hughes Research Laboratories adalah dari jenis ini. Laser ruby baik sekali diambil
sebagai contoh untuk membicarakan cara kerja laser yang menggunakan
pemompaan optis. Ruby adalah batu permata buatan, terbuat dari Al2O3 dengan
berbagai macam ketakmurnian. Laser ini dihasilkan melalui transisi atom dari
tingkat metastabil ke tingkat energi dasar, radiasinya memiliki panjang gelombang
6920 A dan 6943 A. Yang paling terang dan jelas adalah yang 6943 A,
berwarna merah tua. Pemompaan optisnya dilakukan dengan menempatkan
batang ruby di dalam tabung cahaya ini banyak dipakai sebagai perlengkapan
kamera untuk menghasilkan kilatan cahaya. Foton-foton yang dihasilkan tabung
ini akan bertumbukan dengan ion-ion Cr dalam ruby, mengakibatkan eksitasi
besar-besaran ke pita tingkat energi tinggi. Dengan cepat ion-ion itu meluruh ke
tingkat metastabil, di tingkat ini mereka berumur kira-kira 0,005 detik, suatu
selang waktu yang relatif cukup panjang sebelum mereka kembali ke tingkat
energi dasar. . Setelah terjadi satu saja pancaran spontan ion Cr, maka beramairamailah ion-ion yang lain melakukan hal yang sama, dan mereka semua
memancarkan foton dengan energi dan fase yang sama, yaitu laser.
(2) Laser yang dipompa secara elektris
Sistem laser jenis ini dipompa dengan lucutan listrik di antara dua buah elektroda.
Sistemnya terdiri dari satu atau lebih jenis gas. Atom-atom gas itu mengalami
tumbukan dengan elektron-elektron lucutan sehingga memperoleh tambahan
energi untuk bereksitasi. Perkembangan terakhir dalam perlaseran medium gasnya
dapat diganti dengan uap logam, tetapi hal ini akan mengarah pada perkembangan
jenis laser yang lain. Jenis laser uap logam akan dibicarakan secara tersendiri.
Laser gas mampu memancarkan radiasi dengan panjang gelombang mulai dari
spektrum ultra ungu sampai dengan infra merah. Laser nitrogen yang
menggunakan gas N2 .
(3) Laser semikonduktor
Laser ini juga disebut laser injeksi, karena pemompaannya dilakukan dengan
injeksi arus listrik lewat sambungan PN semikonduktornya. Jadi laser ini tidak
lain adalah sebuah diode dengan bias maju biasa. Laser semikonduktor yang
pertama diciptakan secara bersamaan oleh tiga kelompok pada tahun 1962.
Mereka adalah R.H. Rediker dkk. (Lincoln Lab, MIT), M.I. Nathan dkk.
(Yorktown Heights, IBM) dan R.N. Hall dkk. (General Electric Research Lab.).
Diode- diode yang digunakan adalah galiun arsenida-flosfida GaAsP (sinartampak merah). Proses laser jenis ini mirip dengan kerja LED biasa. Pancaran
fotonnya disebabkan oleh bergabungnya kembali elektron dan lubang (hole) di
daerah sambungan PN-nya. Bahan semikonduktor yang dipakai harus memiliki
gap energi yang langsung, agar dapat melakukan radiasi foton tanpa melanggar
hukum kekekalan momentum. Oleh sebab itulah laser semikonduktor tidak pernah
menggunakan bahan seperti silikon maupun germanium yang gap energinya tidak
langsung. Dibandingkan dengan LED, laser semikonduktor masih mempunyai dua
syarat tambahan. Yang pertama, bahannya harus diberi doping banyak sekali

sehingga tingkat energi Fermi-nya melampaui tingkat energi pita konduksi di


bagian N dan masuk ke bawah tingkat energi pita valensi di bagian P. Hal ini perlu
agar keadaan inversi populasi di daerah sambungan PN dapat dicapai. Yang
kedua, rapat arus listrik maju yang digunakan haruslah besar, begitu besar
sehingga melampaui harga ambangnya. Besarnya sekitar 50 ribu ampere/cm2 agar
laser yang dihasilkan bersifat kontinu. Rapat arus ini luar biasa besar, sehingga
diode laser harus ditaruh di dalam kriostat supaya suhunya tetap rendah ( 77 K ),
jika tidak arus yang besar ini dapat merusak daerah sambungan PN dan diode
berhenti menghasilkan laser. Kelemahan sistem laser ini adalah sifatnya yang
tidak monokromatik, karena transisi elektron yang terjadi bukanlah antar tingkat
energi tapi antar pita energi, padahal pita energi terdiri dari banyak tingkat energi.