Anda di halaman 1dari 12

si

24
i 09
Ed 0
r2

Report
be
em
The
WAHID Institute No
v

Monthly on Religious issues

Pengantar Redaksi Menganut Baha’i Diperiksa Kejari


Monthly Report Edisi kali ini (masih) diwarnai
Nurun Nisa’
dengan maraknya penyesatan di mana-mana.
Mulai dari Santriloka, aliran Sukarno, Wahidi-
yah, Amaq Bakrie hingga Bahai. Seperti kasus-
kasus sebelumnya, sang tertuduh dilaporkan
kepada tokoh masyarakat atau aparat desa.
Responnya bisa beragam; dibuatkan fatwa oleh
MUI, diamankan polisi lalu alirannya dibubarkan
Bakor­pakem. Beberapa kasus berakhir di penga­
dilan. Formula yang dipakai berulang-ulang
pa­­da kenyataannya ­ menunjukkan reaksi yang
sama berulangnya.
Kasus lainnya adalah berkaitan dengan
isu-isu moralitas. Miyabi datang, publik terce­
ngang. Beramai-ramai orang menolak artis film
dewasa keturunan Kanada –Perancis-Jepang
ini, termasuk MUI. Selain Miyabi, muncul kon-
troversi soal peluncuran klub poligami Global www.bahaiviews.net

S
Ikh­wan di Ban­dung. Klub yang digawangi or- lamet Riyadi asal Desa Ringinpitu, dapat laporan dari warga Desa ­ Ringinpitu,
mas eks Darul Arqam (Malaysia) ini bercita-cita Kec. Kedungwaru, Kab. Tulungagung Kecamatan Kedungwaru, yang menye-
­memasyarakatkan poligami yang ‘baik dan dipanggil Kejari Tulungagung. Gara- butkan bahwa para pengikut ajaran
­benar’, yang sesuai syariat Islam. Dan benar garanya, pria 50 tahun ini sehari-hari melak- Baha’i sudah keluar dari ajaran agama
saja, ia didemo banyak orang; aktivis perempu­ sanakan ajaran Baha’i. Bersama ­ penganut yang diakui ­ pemerintah. “Kami memang
an sampai MUI karena membuat perkara poliga­ Baha’i yang lain mereka melakoni ritual mendapat ­ masukan dari warga yang
mi menjadi perkara membanggakan, padahal
ibadah menurut cara Baha’i yang berbeda ­meminta agar ajaran Baha’i ditertibkan,”
ia menyakiti perempuan. Tapi kali ini MUI tak
dari warga lain yang muslim. Mereka juga ujar Abu ­ sebagaimana ditulis Kompas.com
sampai (menghimbau) untuk melarang, hanya
menikah menurut cara Baha’i lalu mener- (26/10/09).
mengecam saja. Sungguh disayangkan.
bitkan buku nikah sendiri. Di samping itu, Atas laporan warga yang mengaku
Isu khilafah juga menjadi sorotan redaksi kali
ini. Sebagaimana diketahui publik, beberapa mereka meminta KTP-nya dicantumkan ­terusik dengan keberadaan penganut Baha’i
waktu lalu diselenggarakan Kongres Mahasiswa nama Baha’i dalam kolom ­agamanya. inilah, Kejaksaan Negeri (Kejari) ­Tulungagung
Islam Indonesia yang di antaranya mengagen- Dua hal terakhir inilah yang mengun- memanggil Slamet Riyadi. “Ada warga dan
dakan tegaknya khilafah Islamiyah di Indonesia. dang kontroversi. Warga akhirnya melapor- kepala desa yang melapor,” jelas Slamet SH,
Memang ini bukan preseden pertama—Hizbut kan tersebut kepada tokoh dan aparat Kasi Intel Kejari Tulungagung seperti ditulis
Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang paling setempat karena mengundang keresahan okezone.com (26/10/09).
­getol mempromosikan ide khilafah Islamiyah warga. Menurut keterangan Kepala Desa Bersama Said dan putri dari Sulur, Slamet
pernah menggelar apel lebih besar di Gelora Ringinpitu, Karjito, warga di desanya resah Riyadi diperiksa di Ruang Kasi Intel Kejari
Bung Karno (GBK). Tetapi yang memprihatinkan, dengan adanya surat nikah yang dikeluarkan Tulungagung selama dua jam secara ter-
acara kali ini justru didukung—sebagaimana ter- Baha’i untuk pernikahan antar anggotanya, tutup. Kepada Kasi Intel Slamet SH,Slamet
tulis dalam pamfletnya—oleh Kementerian Ne- serta meminta dicantumkan agama Baha’i Riyadi—seperti ditulis Seputar Indonesia
gara Pemuda dan Olahraga (Kemmennegpora) dalam KTP-nya. “Karena tidak resmi dikelu- (27/10/09)—mengaku bila ajaran yang dike-
dan universitas negeri sekaliber Institut Perta- arkan oleh pemerintah, oleh warga diang- nalnya melalui almarhum Abu Yusuf asal
nian Bogor (IPB). Berita lainnya dapat disimak di gap seperti kumpul kebo,” ­ ungkap Karjito Desa Tawangsari, Kecamatan ­ Kedun­­gwaru,
buletin setebal 12 halaman ini. sebagaimana dikutip surya.co.id (27/10/09). Kabupaten Tulungagung itu bertujuan
Laporan senada disampaikan ­ kepa­­da­­ ­­ mencari kebenaran dan kejujuran. Kejari
Akhirnya, selamat membaca. Abu Sofyan Firojuddin, Sekretaris ­ Majelis juga menyita dua kitab dari Sekte Baha’i,
­­­­Ulama Indonesia (MUI) ­ Kabupaten yakni Kitab Baha’ullah dan Kalimat Tersem-
­­Tu­lung­­agung. Pihaknya, kata Sofyan, men- bunyi yang di antaranya berisi percakapan

Penerbit: The Wahid Institute | Penanggung Jawab: Yenny Zannuba Wahid, Ahmad Suaedy | Pemimpin Redaksi: Rumadi | Redaktur Pelaksana: Alamsyah M.
Dja’far | Sidang Redaksi: Ahmad Suaedy, Gamal Ferdhi, Alamsyah M. Dja’far | Staf Redaksi: M. Subhi Azhari, Nurun Nisa’, Badrus Samsul Fata | Desain & Lay
out: Ulum Zulvaton | Kontributor: Noor Rahman (DKI Jakarta), Suhendy, Dindin Ghazali (Jawa Barat), Nur Khalik Ridwan (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa
Yogyakarta), Tedi Kholiludin (Jawa Tengah), Zainul Hamdi (Jawa Timur), Syamsul Rijal Ad’han (Makassar), Akhdiansyah, Yusuf Tantowi (NTB) | Alamat Redaksi:
The Wahid Institute , Jln Taman Amir Hamzah 8, Jakarta - 10320 | Telp +62 21 3928 233, 3145 671 I Faks. +62 21 3928 250 Email: info@wahidinstitute.org Website:
www.wahidinstitute.org. Penerbitan ini hasil kerjasama the Wahid Institute dan TIFA Foundation.
■ Monthly Report on Religious Issues, Edisi XXIV, November 2009

satu kali sehari, tetap saja itu menyimpang,” di Kantor Urusan Agama dan yang non-
ujar Ketua MUI Cholil Ridwan saat diminta ­Islam dicatatkan di Kantor Catatan Sipil. Jika
Mengacu pada Keppres RI No. tanggapan mengenai munculnya ajaran melanggar ketentuan ini, pengusutannya
69 Th. 2000, organisasi Baha’i Baha’i di Tulungagung sebagaimana ditulis sepenuhnya diserahkan kepada polisi.
okezone.com, Senin (26/10/2009). ­Menurut Rudi Kristiyanto, Kapolres ­Tulungagung,
­sebenarnya diizinkan hidup di Cholil, apa pun nama ajarannya, jika dia sebelum Slamet Riyadi dipanggil oleh Kejari,
Indonesia mengaku memiliki nabi selain ­agama yang menyatakan telah ­mengetahui keberadaan
sudah ada, berarti ajarannya ­sesat dan ha- aliran Baha’i tersebut. Namun, ia mengaku
rus dibubarkan, meskipun ajaran itu sama insitusinya tidak bisa serta merta membu-
Tuhan dengan Umat. Kedua buku itu di- sekali tidak mengaku s­ebagai umat salah barkannya atas nama ­keresahan ­masyarakat
terbitkan Lembaga Majelis Rokhani Baha’i satu agama resmi yang sudah ada. Dalam yang bisa dilakukan hanya melakukan
Indonesia, Jakarta. aras ini, Baha’i disiarkan memiliki Kitab Akh- ­pengawasan. Aparat berdalih mereka ­ha­nya
Slamet mengatakan kalau pemeriksaan das, nabinya adalah ­Muhammad Husein Ali, bisa melakukan ­pengawasan. “Karena keya­
ini sifatnya ingin mendapat penjelasan se- dan memiliki kiblat salat di Gunung Karmel, ki­nan ­menyangkut hak asasi manusia,” ujar
cara langsung mengenai Baha’i. Ternyata, Israel sesuatu yang belum pernah dikonfir- Kapolres Tulungagung Ajun Komisaris
Baha’i adalah agama independen tidak ada masi oleh Slamet Riyadi di muka umum. Be­sar Polisi Rudi ­ Kristantyo di Jawa Timur
kaitannya dengan enam agama ­resmi yang Ketua MUI Jatim Abdushomad ­Buchori seperti dimuat okezone.com (25/10/09).
diakui pemerintah. “Masalah sesat atau memiliki sikap hampir senada; doktrin Kapolres mengaku telah meminta MUI,
tidak, itu kewenangan MUI dan Depag ajaran Baha’i akan menjadi bukti peno- Depag, dan Pemkab ­ Tulungagung untuk
kami tidak sejauh itu dalam bertindak,” elak daan agama, sebab yang diakui di Indo- turun ­mengambil langkah.
Slamet SH. Slamet Riyadi sendiri meno- nesia ­hanya enam agama. Kalau kemudian Namun, keesokan harinya, sikapnya
lak ­ berkomentar. “Hormati hak saya untuk Baha’i dianggap sebagai aliran, maka perlu berubah tegas. “Kami sudah merekomen-
tidak berkomentar,” ujar Ketua RT 03 RW 02 penelitian lebih lanjut. Tetapi kewenangan dasikan ke MUI dan Depag agara kegiatan
Dusun Ringin Putih itu seperti dikutip oke- mengurus hal ini, kata Abdushomad bukan pengikut Baha’i ini dihentikan sementara
zone.com (26/10/09). kewenangan institusinya. dulu. Karena ibadah mereka sepertinya
Abu Sufyan Firojuddin, Sekretaris Lalu bagaimana dengan Depag? tidak lazim dan menimbulkan keresa-
MUI Tulungagung menolak wewenang Kasi Urais (Urusan Agama Islam) Depag han,” ujarnya, Senin (26/10/2009) kepada
ter­sebut. “Jadi, kami berhati-hati dalam ­Tulungagung Kusnan Thohari, versi lain okezone.com. Tetapi soal surat nikah, ia
­me­nyikapi ini, apalagi ada desakan agar menyebutnya sebagai Akhsan Tohari, ­mengaku akan berkoordinasi dengan MUI
Baha`i dibubarkan. Karena Baha’i tak ada menyatakan bahwa pihaknya bersama MUI dan Bakorpakem yang di dalamnya terda-
kaitannya dengan enam agama yang di- sudah mengambil tindakan, yakni melaku- pat unsur kejaksaan.
akui pemerintah, maka MUI Tulungagung kan pendekatan agar para pengikut ajaran Aliran Baha’i didirikan oleh Bahaul-
menyerahkan masalah ini kepada negara,” Baha’i tidak melakukan pendekatan yang lah (1817-1892), mengutip okezone.com
ungkapnya seperti ditulis Kompas.com melanggar hukum. Di Indonesia sendiri (26/10/09), yang diyakini pengikutnya
(26/10/09). pernah muncul Islam Baha’i pada 1967 ­sebagai utusan Tuhan pembaharu yang
Sikap ini nampaknya didasari oleh lang- sehingga Kusnan mengaku memilih ber- datang setelah para pendahulunya, seperti
kah MUI yang pernah memanggil Slamet hati-hati agar tidak mengganggu stabilitas Ibrahim, Musa, Buddha, Khrisna, ­Zoroaster,
untuk dimintai keterangan soal ajarannya. dan kerukunan antarumat beragama serta Isa, dan Muhammad. Pesan utama yang
Kepada pihak MUI, Slamet menyatakan penganut kepercayaan maupun aliran diajarkan dalam Baha’i adalah penyatuan
bahwa ajaran Baha’i memiliki cara ibadah ­tertentu umat manusia—Baha’i diturunkan untuk
sendiri dengan membedakan tiga bagian; “Secara kelembagaan, Depag meng- memecahkan tembok-tembok pemisah
ibadah jangka pendek, menengah, dan hormati ­ setiap penganut kepercayaan umat manusia seperti etnis, kasta, dan
pan­jang. ­atau aliran, dengan syarat tidak melanggar ­ agama guna meletakkan pondasi bagi per-
Tiga jenis ibadah ini memberikan ­aturan hukum yang ada. Baha’i ­ bukan satuan seluruh dunia.
­kebe­basan untuk memilih. Penganut ­agama, tapi ajaran atau aliran saja. ­Agama Mengacu pada Keppres RI No. 69 Th.
Baha’i bisa memilih ibadah jangka pendek yang diakui pemerintah hanya ada 2000, organisasi Baha’i ­sebenarnya diizinkan
dan menengah yang dimulai saat mata- enam,” tutur Kusnan kepada Kompas.com hidup di Indonesia setelah ­ sebelumnya
hari ­terbit hingga tenggelam. “Sedangkan (26/10/09). ­dilarang oleh Presiden Soekarno melalui
­ibadah panjang waktunya 24 jam,” jelasnya Yang dimaksud dengan melanggar Keppres No. 265 Th. 1962. Pencabutan atur­
ketika itu. Penganut Baha’i sendiri melaku- ­hukum di sini adalah menerbitkan surat an ini karena ­menurut Gus Dur, selaku pihak
kan ­salat sekali dalam sehari dan ­merayakan nikah sendiri karena hal tersebut melang- yang mengeluarkan Keppres, pembentu-
lebaran setelah berpuasa 17 hari. gar UU No.1 Th. 1974 tentang Pernikahan. kan organisasi ­sosial ­kemasyarakatn dan ke­
MUI Pusat berbeda sikap dengan MUI Dalam peraturan tersebut pernikahan bagi a­gamaan pada hakekatnya ­merupakan hak
Tulungagung. “Kalau ada ajarannya salat, pengantin yang beragama Islam dicatatkan asasi setiap warga negara Indonesia. M

KMII Tolak Sistem Sekuler, Tegakkan Khilafah


Nurun Nisa’

S
ekurang-kurangnya 5000 mahasiswa seleng­garakan oleh Badan Koordinasi Lem- se­kutif Nasional BKLDK kepada Media Umat
Islam dari seluruh penjuru nusantara baga Dakwah Kampus (BKLDK) pada Ahad di sela-sela kongres, KMII ini merupakan
berkumpul menghadiri Kongres (18/10). ­koreksi total terhadap Sumpah ­ Pemuda
Maha­siswa Islam Indonesia (KMII) yang di­ Erwin Permana, Koordinator Badan Ek­ yang dilaksanakan pada 28 Oktober 1928
 The WAHID Institute
n Monthly Report on Religious Issues, Edisi XXIV, November 2009

lalu. Sebagai bentuk alternatif, ­ nampaknya, Sumpah tersebut dibacakan di tempat


KMII ini merupakan momentum dan mereka kemudian mendeklarasikan yang direncanakan untuk kongres, ­ yakni
tonggak perubahan sejarah mahasiswa sumpah bernama Sumpah Mahasiswa. di Basket Hall Senayan Jakarta. ­ Namun,
atau pemuda kelak. “Kita bisa mengam- Di sinilah—seperti tercantum di dalam akhirnya dipindahkan ke luar arena ­karena
bil pelajaran dari Sumpah Pemuda 1928, naskah Sumpah Mahasiswa—para ma- tidak diizinkan oleh pihak kepolisian.
sum­pah tersebut dapat membawa arus hasiswa Islam harus berjuang ­ mengatasi Padahal, menurut pihak panitia ­ seperti
perubahan dalam pergerakan pemuda segala bentuk penjajahan nonfisik. Jika ditulis ­ eramuslim.net (19/10/09), pihak
un­tuk lepas dari penjajahan yang ada saat dulu yang mengatur Indonesia sebelum ­Mennegpora sampai melobi Wakapolda
merdeka adalah Jepang dan ­Belanda, kini, Metro Jaya agar dapat memberikan izin
setelah merdeka, sistem sekuler ini yang acara yang didukung penuh Menegpora
“Dengan sepenuh jiwa, kami menjadi penggantinya. Sistem sekuler te­lah Adyaksa Dault ini. Acara ini, seperti dican-
akan terus berjuang tanpa ­menyengsarakan ­ rakyat dan menyebab- tumkan dalam pamflet, adalah Institut
kan mereka hidup terus-menerus dalam Pertanian Bogor dan Kementerian Negara
lelah untuk tegaknya syari’ah ­berbagai krisis yang tak berkesudahan. Pemuda dan Olahraga. Institusi pendidikan
Islam dalam naungan Negara ­Sistem sekuler ­ telah mengakibatkan po­­ (negeri) dan kementerian negara ternyata
Khilafah ­Islamiyah sebagai tensi sumberdaya alam dan kekayaan mendukung kongres mahasiswa yang
­mineral yang sangat melimpah tidak mam- berkomitmen terhadap tegaknya syariah
solusi tuntas problematika pu membuat ­rakyat hidup dalam kebaikan. Islam di negara berdasarkan Pancasila.
­masyarakat Indonesia dan Ini berbahaya bagi ­ Indonesia dan negara LDK (Lembaga Dakwah Kampus) me­
negeri-­negeri muslim lainnya,” muslim lainnya. Karenanya, ia harus diganti. rupakan gerakan tarbiyah yang lebih dekat
Gantinya adalah negara khilafah—mirip dengan Ikhwanul Muslimin, yang didirikan
dengan cita-cita organisasi transnasional oleh Hasan al-Bana di Mesir pada April 1928.
itu,” ujar mahasiswa pascasarjana UI terse- yang didirikan Syeikh Taqiyuddin an-Nab- Gerakan ini tidak mengenal ­istilah khilafah
but sebagaimana ditulis mediaumat.net hani; Hizbut Tahrir. Islamiyah, melainkan negara Islam—nega-
(19/10/09). Dalam salah satunya butirnya ra mengenal batas territorial dan khilafah
Sumpah Pemuda mengubah persepsi ­disebutkan bahwa mereka berkomitmen sebaliknya. HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)
para pemuda sehingga sadar dan bangkit terhadap penegakan khilafah. “Dengan yang didirikan oleh ­Taqiyuddin an-Nabhani
bersama-sama mengusir penjajah. ­Namun sepenuh jiwa, kami akan terus berjuang memang besar di IPB. HTI, ­mengutip Imda-
sayangnya, mereka hanya berhasil ­mengusir tanpa lelah untuk tegaknya syariah Islam dun Rahmat dalam Arus Baru Islam Radikal
penjajahan militer. ­ Sedang­kan penjajahan dalam naungan Negara Khilafah ­Islamiyah (2005), ­ bermula dari kampus IPB yang
di bidang lain ­­­ seperti ­ penjajahan dalam sebagai solusi tuntas problematika dibawa ke Indonesia melalui M. Musthofa
bentuk politik, ­ ekonomi, pergaulan, dan ­masyarakat Indonesia dan negeri-­negeri dan ­ Abdurrahman ­­ al-Bahgdadi —apakah
pendidikan masih terus berlangsung hing- muslim lainnya,” demikian bunyi butir oleh karenanya event ini didukung IPB?
ga saat ini. ­ketiga sumpah mahasiswa tersebut. M

MUI Menolak Kedatangan Miyabi


Nurun Nisa’

M
UI menolak kedatangan Miyabi kan komedi murni, kiai asal Banten ini juga negeri ini, untuk apa diundang,’’ kata Rid-
alias Maria Ozawa untuk bermain menolaknya, kecuali sang bintang sudah wan Lubis dari PBNU kepada Republika di
film produksi Maxima Pictures. pensiun dari aktivitasnya itu. Lagipula, ke- Jakarta, Senin (12/10). Ichwan Syam dari
Sebabnya, Miyabi dianggap sebagai lam- datangan Miyabi bisa merusak citra Indo- MUI—­sebagaimana ditulis Republika.co.id
bang dunia porno yang akan memper- nesia di mata dunia. “Kayak kurang bintang menyatakan bahwa tidak pada tempat-
buruk citra umat beragama di Indonesia. dalam negeri saja,” tambahnya sebagaima- nya mengundang Miyabi saat ini di kala
Karena itu, menurut KH. Ma’ruf Amin, Ketua na ditulis detik.com (18/10/09). Indonesia sedang gencar memerangi por-
Komisi Fatwa MUI, meskipun Miyabi datang Meutia Hatta, Menteri Pember- nografi dan pornoaksi.
dengan mengenakan pakaian yang sopan dayaan Perempuan, mengamini sikap FPI bahkan akan menggeruduk kan-
dan menutup seluruh tubuhnya, MUI akan MUI. ­ Menurutnya, kehadiran Miyabi ­ lebih tor Maxima Pictures di bilangan Mangga
tetap menolaknya. ­banyak menimbulkan kemudaratan. Dua. Mereka diterima pihak Maxima na-
­“Apalagi ada UU Anti Pornografi,” jelasnya mun tidak ada kata sepakat. Pada ­akhirnya,
“Kami tetap menolak kepada Liputan6.com (13/10/09). Meutia ­mengutip Liputan6.com (10/10/09), ­ massa
Hatta menyarankan agar proses pengam- FPI mengancam akan memblokade Ban­
walau dia tidak membuka bilan gambar Miyabi dilakukan di luar dara Soekarno Hatta jika Miyabi tetap da-
auratnya. Miyabi itu mukanya negeri saja. Jika yang datang adalah Julia tang. Demikian juga bagi anggota IPPNU
muka porno. Sudah sangat ­Roberts, Meutia tak menolaknya. Sebab Kudus. Mereka menggelar aksi dengan
film Julia ­ mengisahkan pencarian spiritual membakar atribut bertuliskan kecam Maria
transparan” yang ­ anggun, dan bukan aspek naluriah Ozawa dan kecam aksi pornografi yang
semata. menjadi simbol penolakan atas Miyabi ser-
“Kami tetap menolak walau dia tidak Kedatangan Miyabi sendiri menimbul­ ta memberikan orasi berisi kecaman seper-
membuka auratnya. Miyabi itu mukanya kan pro-kontra. Kalangan ulama meno- ti dilaporkan Metrotvnews.com (11/10/09).
muka porno. Sudah sangat transparan,” ka- laknya karena Miyabi merupakan ikon Aksi senada dilakukan sejumlah mahasiswa
tanya dengan santai seperti dikutip ­Kompas. pornografi yang merusak bangsa. ‘’Kalau STAIN Kudus serta beberapa anggota DPRD
com (13/10/09). Meski film yang direncana- hanya untuk menciptakan kerusakan di setempat.

The WAHID Institute 


■ Monthly Report on Religious Issues, Edisi XXIV, November 2009

Akan tetapi, ini tidak berlaku bagi para yang perlu diurus di negeri ini, termasuk nesia yang berencana menculik Miyabi ke-
aktivis PMII Komisariat UIM (Universitas Is- moral bobrok para pejabat. “Kalau Miyabi tika mereka tahu bahwa sang idola sedang
lam Makassar). Mereka berunjuk rasa dan ditolak karena pernah main video mesum, berada di Jakarta. Miyabi atau Maria Ozawa
membawa poster-poster bertuliskan duku- bagaimana dengan pejabat atau legisla- merupakan bintang film dewasa asal
ngan terhadap kedatangan Miyabi seperti tor kita yang juga punya video mesum. Jepang blasteran Jepang – Perancis kela-
“Urus Saja Moral dan Akhlakmu, Tidak Usah Apakah kita berani mengusir orang-orang hiran 1986. Dalam sebuah survey menyoal
Urus Miyabi”. Dukungan ini, menurut Ubaidi tersebut?” pungkas Ubaidi seperti ditulis akses muatan porno di Indonesia, Miyabi
yang menjadi koordinator aksi, karena tidak detik.com (14/10/09). merupakan artis nomor wahid yang paling
setuju dengan penolakan atas Myabi. Me- Miyabi rencananya akan bermain dalam banyak dikunjungi ­selama lima tahun ber-
nolak Miyabi sama dengan menolak per- film “Menculik Miyabi” yang bakal diprodu- turut-turut. Miyabi akhirnya batal datang
samaan hak dan nilai-nilai demokratisasi seri Ody Mulya Hidayat. Film yang renca- tapi kontroversinya membawa berkah bagi
yang dipraktekkan di negeri ini. nanya akan tayang pada akhir tahun 2009 para pedagang; DVD Miyabi laku keras di
Lagi pula, kata Ubaidi, masih banyak ini bercerita tentang tiga mahasiswa Indo- pasaran. Siapa untung? M

Klub Poligami Memantik Kontroversi


Nurun Nisa’

T
ahun 2003 lalu publik dikejutkan ­ en­­dirian klub poligami di Indonesia akan
p mana tertuang dalam konvensi CEDAW
oleh anugerah terhadap ­ poligami. menimbulkan penentangan dari ­berbagai (Convention on the Elimination of All Forms
Poligami Award, demikian ia ­disebut, pihak apalagi kaum hawa. “Hal itu juga Against Women) yang telah diratifikasi
digagas oleh Puspo Wardoyo untuk terjadi di Malaysia ketika pertama kali (­ditandatangani, Red.) Indonesia sejak
­memberikan penghargaan kepada laki- ­dideklarasikan, namun sekarang ­ semua 1984. “Jelas, klub poligami ini telah melang-
laki yang dinilai berhasil melakukan poli- sudah bisa menerimanya,” katanya. gar konvensi penghapusan segala bentuk
gami. Tindakan pria empat istri ini keruan Lalu bagaimana pendapat berbagai kekerasan terhadap perempuan yang te-
memantik ­ kontroversi. Misalnya saja, kalangan di Indonesia? Ketua MUI Jawa lah ­ditandatangani pemerintah. Salah satu
Warung Solo, usahanya, diboikot ­beberapa Barat, Hafidz Usman mempertanyakan bentuk kekerasan dalam konvensi tersebut
­kalangan aktivis perempuan. Aa Gym, yang keberadaan klub ini di Bandung. Manfaat ialah poligami,” ujar Elin Rozana, koordina-
pernah diganjar penghargaan ini, ramai- klub ini dirasa kurang jelas. “Apa perlunya tor Institute Perempuan seperti dikutip
­ramai di-protes oleh jamaahnya sendiri. klub seperti itu,” katanya seperti ditulis tem- Antara News (19/10/09).
Rupanya kontroversi ini tak mema­ pointeraktif.com (20/10/09). Penolakan ini, kata Elin, didasarkan
damkan semangat Klub Poligami Glo- Menurut Hafidz, pembentukan klub itu pada pengaduan yang diterima lembaga­
bal Ikhwan untuk melaunching klub ini. berlebihan. Kelompok suami beristri lebih nya yang menyatakan bahwa praktik poli-
­Dengan tema “Poligami Obat Mujarab dari satu tersebut seharusnya tidak perlu gami dinilai menimbulkan tekanan psikis,
untuk Mendapatkan Cinta Allah”, klub ada karena sensitif di masyarakat. “Jangan penganiayaan fisik, dan penelantaran baik
poligami asal Malaysia ini diluncurkan di yang berbau-bau sensitif lah,” ujarnya. istri maupun anak. ­Meski menolak Elin tidak
Hotel Aquilla Bandung pada Sabtu malam ­Masalah perkawinan di negeri ini, kata akan membubarkan klub tersebut karena
(17/10/09). Dihadiri 150 undangan dari se- Hafidz, sudah diatur dalam Undang-Un- yang demikian bukan wewenangnya.
luruh Indonesia, peresmian klub ini juga di- dang. Lembaga pembinaan keluarga pun
hadiri oleh ketua klub, Chadijah binti Am. sudah ada.
Perempuan yang sudah dipoligami Sekretaris Umum MUI Jabar, Rafani Ach-
Poligami merupakan
selama 30 tahun ini menjelaskan bahwa yar, menyatakan bahwa keberadaan klub bentuk­ ­kekerasan terhadap
poligami merupakan obat mujarab— ini justru meresahkan masyarakat, ­terutama perempuan sebagaimana
­sebagaimana judul peluncuran Klub Po- kalangan perempuan. Namun, pihaknya
ligami. Seseorang yang dipoligami akan belum terpikir merilis fatwa ­lara­ngan terha- tertuang dalam konvensi
senantiasa mengalami kesusahan dalam dap klub ini. Fatwa baru dikeluarkan terha- CEDAW (Convention on the
hidupnya. dap keresahan yang ­ masuk kategori kuat Elimination of All Forms
“Ketika dia dalam kesusahan, maka sementara kuat atau ­ tidaknya ­ keresahan
dia akan meminta pertolongan kepada mesti diteliti secara mendalam ­ melalui Against Women) yang telah
­Allah. Kesusahan yang dialami seorang istri sebuah survei atau ­jaring aspirasi. Yang di- diratifikasi (­ditandatangani,
yang suaminya berpoligami sifatnya terus- lakukan adalah memantau ­perkembangan
menerus, maka dia pun akan terus meminta organisasi ini. ­ Wakil Ketua MUI Jabar
Red.) Indonesia
tolong kepada Allah,” ­ujarnya ­sebagaimana ­bi­dang Fatwa, Rachmat Syafe’i, lebih tegas
ditulis Antara News (19/10/09). lagi. Ia, ­ sebagaimana ditulis di Republika Tokoh Malaysia juga keberatan dengan
Ia mengaku, sebagai wanita awal- Newsroom (22/10/09), menyatakan bahwa klub ini. Untuk bisa menikahi satu orang
nya menolak poligami, bahkan seluruh jika memang klub poligami itu bisa mere- saja, menurutnya, persyaratan dalam Islam
­keluarganya pun menolak dengan alasan sahkan masyarakat, maka MUI Jabar akan sangat ketat. Yakni, sehat secara jasmani
takut Chodijah tidak bahagia dan terlantar. meminta penghentian aktivitasnya. dan rohani serta mampu secara ekonomi.
Tapi setelah menjalani poligami selama Para aktivis perempuan terang- Apalagi untuk menikahi lebih dari satu,
tiga dekade, dirinya mendapatkan cinta ­te­rangan menolak klub ini. Peluncuran dua, hingga empat. “Jadi intinya, persoalan
Allah, karena senantiasa berkomunikasi klub ini telah menyakiti hati perempu­an. poligami ini kembali ini lagi pada pribadi
dengan-Nya. Selain itu, poligami merupakan bentuk­ masing-masing. Saya menolak jika harus
Chodijah tidak memungkiri jika ­kekerasan terhadap perempuan seba­gai­ dibentuk gerakan,” kata Wakil Ketua Pem-

 The WAHID Institute


n Monthly Report on Religious Issues, Edisi XXIV, November 2009

bina Yayasan Dakwah Malaysia Indonesia anak-anak ada yang menjaga,” ujarnya men- dise­but sebagai organisasi ilegal. Tapi se-
(YADMI), Datuk Mohd Nakhaie Ahmad contohkan. Sementara soal ­kepemimpinan cara pribadi, dia tidak setuju menjadikan
­seperti ditulis Indopos (23/10/09). dalam poligami adalah berkenaan dengan poligami sebagai gerakan. Ulama Malaysia
Klub poligami ini sendiri pertama kewajiban berbagi suami kepada istri- juga pasti menentangnya,” tandasnya.
­kali berdiri di Malaysia di bawah organi­ ­istrinya—di sinilah kesabarannya diuji. Pendapat ini bersetuju dengan per­
sasi Global Ikhwan. Klub ini pertama kali, Umar mengaku tak khawatir dengan nya­­taan Muhammad Umar, Ketua ­ Global
­sebagaimana ditulis di Media Indonesia mereka yang menentang klub ini. ”Pema- Ikhwan. Klub Poligami Global Ikhwan,
(22/10/09), dibentuk di Malaysia dengan haman tentang Islam-nya masih dangkal,” kata Umar, sebenarnya sudah berdiri sejak
ketua Abuya Ashaari Muhammad. Kini klub kata dia tentang pihak-pihak yang me- 1990. Dulu namanya Darul Arqam. Namun
itu memiliki anggota sekitar 300 keluarga. nentangnya. Bukan hanya itu, orang yang pada awal 1994, Darul Arqam dilarang
Di Indonesia sendiri ada 36 keluarga yang mengecam poligami berarti harus berha- di ­ Malaysia. Pada 1996-1997, klub berdiri
aktif mengikuti kegiatan klub tersebut dan dapan dengan Tuhan dan perintah Rasul. kembali dengan nama Ruqafa. Pada 2007
tersebar di beberapa kota seperti Jakarta, Begitu hebohnya kontroversi klub ini, berubah lagi menjadi Global Ikhwan yang
Bandung, Tasikmalaya, Wonosobo, Pekan- terbetik pertanyaan tentang Global Ikhwan berbentuk yayasan dan bisnis di bidang
baru, Aceh, dan Medan. Beberapa figur di negara asalnya. Di Malaysia ternyata Glo- garmen, pabrik roti, saus, kecap, bihun,
publik telah menjalin komunikasi dengan bal Ikhwan tidak cukup tenar. “Di ­Malaysia pasta gigi, dan lain-lain.
klub ini, meskipun tidak menjadi ang- Global Ikhwan tidak begitu terkenal, Tetapi Umar membantah ­kelompoknya
gotanya seperti Amy, vocal group Search pengikutnya juga sedikit,” jelas ­ Nakhaie. dicap sesat dan meresahkan karena upaya
Malaysia yang pernah tenar dengan tem- Oleh karenanya, ia mengaku ­ heran ­ ketika klub ini adalah untuk memerangi pelacuran
bang Isabella, dan Aa Gym. “Itu pas beliau Global Ikhwan ramai ­ dibicarakan di dan bermanfaat sosial. “Apa buktinya kami
di pernikahan pertama, dan di pernikahan ­Bandung. Klub ini bertujuan bertujuan meresahkan atau aliran sesat,” katanya di
kedua sekarang sudah tidak komunikasi untuk membina keluarga yang suaminya Bandung sebagaimana dikutip wartakota.
lagi,” jawab Umar tentang dai kondang asal berpoligami. Selain itu untuk mendorong co.id (21/10/09).
Bandung tersebut sebagaimana dikutip ­kehidupan berpoligami di masyarakat yang Memang, di Malaysia, Darul Arqam ­dicap
­detik.com (20/10/09). benar sesuai al-Quran. sesat. Ia dilarang eksis di Malaysia karena
Mengenai poligami, menurut lelaki Tentang asal usul ini, Nakhaie menya- mengamalkan Aurad ­Muhammadiyah, se-
beristri empat itu, bukan sekedar ­ urusan takan bahwa Global Ikhwan yang ada di jenis wirid yang dianggap menyimpang
seks. Dalam kehidupan sehari-hari, para is- Bandung saat ini adalah pecahan Darul sejak 1994 semasa Mahathir Muhammad
tri keluarga poligami dinilai sangat berper- Arqam. “Kok saya melihat Global Ikhwan masih berkuasa. MUI Aceh, MUI Sumbar,
an membantu pekerjaan suami. “Poligami ini orangnya-orangnya Darul Arqam MUI Sumsel, dan MUI Riau—sebagaimana
hanya dibolehkan jika lelaki bisa adil,” katan- yang sampai saat ini dilarang pemerintah dirilis di situs resmi MUI, juga mengeluar-
ya kepada tempointeraktif.com (20/10/09). ­Malaysia karena aliran sesat,” ujarnya. kan fatwa pelarangan terhadap organisasi
Konsep poligami yang ditekankan kelom- Menurutnya, Global Ikhwan adalah dan dikukuhkan oleh MUI Pusat pada tahun
poknya adalah poligami sebagai ibadah ­organisasi kamuflase. Global Ikhwan juga yang sama. Versi lain menyatakan bahwa
dan juga bagaimana menjadi seorang tidak mendaftarkan sebagai ormas di pelarangan ini lebih dimotivasi oleh ala-
pemimpin dalam sebuah ­ keluarga dan ­Malaysia. Mereka daftar sebagai ­organisasi san politik, seperti dilaporkan ­hidayatullah.
serta pembagian tugas dalam sebuah ke- niaga yang bergerak di bidang pem- com (04/10/03). Sang ­ pemimpin yang
luarga. ”Bukan semata-mata memenuhi buatan dan penjualan roti, kue-kue, bis- memiliki pengaruh luas dikhawatirkan
keperluan seks,” paparnya. nis penyembelihan hewan. “Di balik itu, akan ­menyaingi popularitas Mahathir. Syed
Dia mencontohkan, pembagian tugas ­mereka ­ menjalankan gerakan klub poli- Hussein Alatas, sosiolog asal Singapura,
yang dimaksud adalah ketika dia tengah gami,” terangnya. dalam bukunya yang bertajuk “Talqin un-
melakukan lawatan ke luar kota atau luar Menurutnya, pemerintah Malaysia tuk UMNO” pernah menyatakan bahwa
negeri untuk tugas kerjanya. ”Kalau istri satu ­tidak bisa melarang Global Ikhwan karena Abuya akan menjadi PM setelah Mahathir,
dan ikut, tugas yang akan mengasuh anak izin ­resminya sebagai organisasi niaga, bu- karena pengikut Darul Arqam yang menca-
siapa? Dengan cara seperti ini (­poligami), kan ormas. Global Ikhwan juga tidak bisa pai sepuluh ribuan orang. M

Bupati Purwakarta Cabut IMB Gereja Stasi Santa Maria


Nurun Nisa’

Pencabutan ini mengejutkan Dedi Mulyadi, yang menandatangani surat tor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan
izin tersebut. Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten
karena sebelumnya Bupati Melalui surat bernomor 503/2601/ Purwakarta seperti dikutip tempointeraktif.
Purwakarta, Dedi Mulyadi, BPMPSP/X/2009 tertanggal 16 Oktober com (19/10/09).
yang menandatangani surat 2009 tentang Pencabutan Persetujuan Izin Syarat pertama bahwa jemaat ­harus ber-
Prinsip Rumah Ibadah Katolik Stasi Santa jumlah minimal 40 orang ­memang ­sudah
izin tersebut Maria dengan tanda tangan Bupati, maka dipenuhi pihak ­ panitia ­ pembangunan,
surat pertama resmi dicabut. Alasan pen- namun secara teknis masih cacat. Yakni,

P
emkab Purwakarta melalui Bupati cabutan adalah adanya hasil penelitian Fo- dukungan warga ­ sekitar rumah ibadah,
mencabut surat IMB (Izin Mendirikan rum Komunikasi Umat Beragam (FKUB) dan de­ngan dibuktikan KTP, menurut peneli-
Bangunan) Gereja Stasi ­ Santa Maria Departemen Agama (Depag) Purwakarta tian FKUB dan ­ Depag, hanya ­ berjumlah
yang akan dibangun di Desa ­ Bungur Sari, yang menyatakan bahwa persyaratannya 45 orang. Jumlah ini harus ditambah 15
Kec. Cinangka. Pencabutan ini mengejutkan masih kurang lengkap. “Makanya diang- orang lagi agar bisa genap 60 orang ­seperti
karena sebelumnya Bupati Purwakarta, gap cacat,” jelas Jaenal Arifin, Kepala Kan- disyaratkan Pemkab.

The WAHID Institute 


■ Monthly Report on Religious Issues, Edisi XXIV, November 2009

Seorang dari panitia pendirian gereja co.id (20/10/09), Theophilus—mengutip ketika pihak FKUB dan Depag Pemkab me-
stasi Santa Maria yang bernama Hadi, s­eperti Romo Agustinus Made dari Paroki Salib manggil mereka. Aksi teror FPI menolak
dikutip VIVANews (20/20/09), ­enggan mem- Suci—mengatakan bahwa izin pendirian ­pembangunan gereja Katolik Stasi Santa
berikan komentar karena perkaranya sudah gereja tersebut telah mendapat ­dukungan Maria tersebut telah dimulai sejak bulan
diserahkan kepada pihak ­pengacara. tanda tangan dari 60 warga. Namun, Ramadhan lalu, dan masih berlanjut sam-
Ketua Komunikasi Kristiani Jakarta karena takut akibat teror dari kelompok pai saat ini,”ujarnya. Romo Agustinus Made,
(FKKJ), Theophilus Bela menyatakan Front Pembela Islam (FPI) mengakibatkan Selasa (20/10) rencananya akan bertemu
bahwa penolakan ini tidak benar. ­ Seperti ­jumlah warga yang telah menandatangani dengan Kepala Keuskupan Bandung untuk
diungkapkannya kepada christianpost. dukungan menyusut menjadi 45 orang membahasa masalah ini. M

Santriloka Gegerkan Warga


Nurun Nisa’

A
liran Santriloka muncul di Mojokerto. Fakih Utsman, yang telah menyaksikan VCD sebenarnya ­berasal dari bahasa Jawa, yak­
Keberadaan aliran yang berbasis di yang berjumlah tiga keping ini meminta ni luhur—tetapi umat Islam kebanyakan
Jl. Empu Nala dan kawasan Pangger- polisi melacak dan melarang pengajian justru melakukan ritual salat seperti yang
man kota Mojokreto itu terungkap berkat Santriloka. Gus Fakih juga meminta MUI diajarkan para ulama dan dilaksanakan di
sebuah VCD. Tayangan VCD tersebut dia- setempat meyikapi komunitas ini. “Kami masjid. Lalu dari mana ilmu Gus Aan? Ia
wali dengan iringan salawat burdah, ajaran khawatir atas reaksi umat jika melihat VCD mengaku bahwa pemahaman Islamnya di-
yang disampaikan dalam VCD itu justru ini secara langsung,” jelasnya. Selain itu, Gus dapatkan dari berbagai buku bacaan yang
berbeda dengan ajaran yang dipahami Faqih—panggilan akrabnya—khawatir jika ia tidak diketahui siapa pengarang dan
umat Islam pada umumnya di Mojokerto. masyarakat akan ikut aliran sesat itu atau pencetaknya.
Di dalam VCD tersebut, seseorang malah bertindak anarkis jika rekaman ini Di tengah berkembangnya kontroversi
yang belakangan diketahui mirip dengan dibiarkan berlarut-larut tanpa ada tindakan ini, Gus Aan mengaku bahwa ajaran yang
Achmad Naf’an atau Gus Aan, pemimpin dari pihak yang berwenang. disebarkannya adalah ajaran Islam. “Silakan
Santriloka, duduk dengan latar belakang Ajaran kontroversi lainnya adalah salat. saja kami dianggap bukan Islam. Tapi yang
tulisan Santriloka. Ia ceramah di depan para Menurut Gus Aan, salat yang seperti dilaku- pasti kami ini Islam, kami mengajarkan sya-
pengikutnya tentang berbagai hal yang kan umat Islam bukan perintah Allah. Kare- hadat Allah dan Rasul sebagai tanda per-
dianggap oleh banyak kalangan sebagai na itu, ia menyarankan para santrinya tidak saksian ikut ajaran Islam,“ katanya, di pade-
doktrin Santriloka. perlu salat. Santriloka sendiri memperke­ pokan Santriloka di Kelurahan Kranggan
nalkan empat jenis salat; salat Magrib, Isya, Gang 5 seperti ditulis detik.com (29/10/09).
Subuh, dan Zuhur—salat Asar tidak dikenal Menurut bapak lima anak ini, Islam merupa-
Empat jenis salat ala di kelompok ini. Magrib berarti Mageri Urip kan ajaran Allah melalui Rasulullah Muham-
Santriloka: Magrib (membentengi hidup) dengan budi peker- mad. Karena itu, inti ajaran Islam adalah ke-
(Mageri Urip), Isya ti, Isya berarti Isak-isakno (sebisa mungkin) tauhidan Allah dan keteladanan Rasul.
berbuat baik kepada sesama. Subuh ber- Gus Aan dengan tegas menyatakan
(Isak-Isakno), Subuh makna Ojo Kesusu Labuh (Jangan mudah bahwa agama Islam bukan milik ormas
(Ojo Kesusu Labuh), percaya) dan Zuhur berarti Nduweni Budi tertentu atau Departemen Agama (Depag)
Zuhur (Nduweni Budi Luhur (bermoral). Jika sudah bisa melaku- saja—tampaknya hal ini merupakan reaksi
kan salat ini, maka tidak perlu salat Asar Gus Aan atas tuduhan sesat yang biasanya
Luhur). yang berarti Ojo Kesasar (jangan tersesat). melibatkan ormas dan Depag. “Kalau kami
Karena salat Asar merupakan perintah agar beribadah dilarang membawa nama Islam,
Gus Aan menyatakan bahwa umat kita tidak tersesat—kata Gus Aan—maka lho sekarang artinya Islam itu milik siapa.
Islam tidak perlu berpuasa di bulan Ra- salat Asar tidak ada. Teknis salat itu juga Andai kata Depag melarang kami menga-
madhan. Puasanya umat Islam adalah di berbeda; tidak mengenal rukuk dan sujud. tasnamakan Islam, itu sama saja Islam su-
bulan Jawa ke Sembilan, yaitu bulan Selo. Aliran Santriloka ini juga tidak meng­ dah dimiliki Departemen Agama,” jelasnya.
Allah tak pernah menyuruh puasa di bulan akui al-Quran berbahasa Arab serta meru- Gus Aan bahkan menilai bahwa salah satu
­Ramadhan. Ia juga menyatakan tidak ada sak persatuan dan kesatuan. “al-Quran bu- penyebab kerusakan Islam sebagai ajaran
gunanya berzikir La Ilaha illa Allah setiap kan dari bahasa, melainkan bahasa Kawi, ketauhidan, karena lembaga-lembaga ke­
hari. Karena, meskipun sejuta orang berzi- bahasa Sansekerta, dan bahasa Jawa Kuno. aga­­maan terlalu intervensi—ia mengaku
kir, Allah tetap saja satu. Jika bisa beranak, al-Quran merupakan buatan orang Arab ingin melakukan ibadah dan ajaran ­ Allah
berarti Allah punya puting susu. untuk menjajah bangsa Indonesia,” tan- dengan tenang. Dengan ini, ia ini juga
Selain itu, pemeluknya tak dibebani dasnya ­ seperti ditulis metrotvnews.com menyatakan bahwa Depag juga tidak bisa
kewajiban syariat salat, yang ditekankan (30/10/09). Bahkan, al-Quran menurut- menentukan sesat atau tidaknya ajaran
hanya aspek ingat pada Allah. Selain itu, ka- nya sudah dimodifikasi orang-orang untuk yang diimani seseorang, sebuah reaksi yang
limat syahadatnya berbeda dengan yang merusak Majapahit, Jawa, dan Pancasila. tampaknya ditujukan kepada beberapa ka-
lazimnya. Kepada mereka yang berminat “Siapa yang mau bertanggung jawab kalau langan yang menuduh ajaran sesat dengan
menjadi santri, akan dibaiat dengan syaha- Quran ini salah. Apa Nabi mau tanggung Depag sebagai salah satu legitimatornya. Ia
dat setelah menyerahkan sedikitnya uang jawab?” gugatnya. Gus Aan menambahkan justru mempertanyakan; jika Islam adalah
Rp 100 ribu yang dicampur dengan jenis bahwa ­ banyak ­ kesalahan orang-orang milik Depag, maka apakah salatnya akan
bunga tertentu. yang mengaku memeluk Islam karena memperoleh pahala dari Depag?
Pengasuh Pesantren Nurul Huda, KH ­tidak mengerti Islam. Misalnya, salat Zuhur Ia juga tidak ambil pusing jika ajaran-

 The WAHID Institute


n Monthly Report on Religious Issues, Edisi XXIV, November 2009

nya dianggap sebagai Kejawen. “Kalau pihak dapat berdialog tentang ajaran Santri­ kalam berada dalam posisi status yang
saya dituduh Kejawen (Islam yang sinkretis loka yang sebenarnya. Tak lupa, ia meminta menyuruh. Mempelajari Ilmu Kalam adalah
dengan budaya Jawa), maka yang lain itu agar para ulama dan kiai tidak cepat menu­ untuk merapatkan manusia kepada yang
Araben (Islam yang ke-Arab-arab-an). Pada- duh ajarannya sesat. Jika memang terbukti membuat perintah ibadah yaitu Allah.
hal Islam itu hanya satu,” terangnya seperti sesat, Gus Aan siap dihukum potong leher Bangsa yang sudah rusak, kata
dikutip oleh detik.com (29/10/09). atau hukuman mati. Namun, jika nanti ­Santriloka, ditandai dengan adanya per-
Gus Aan akhirnya dibawa ke kan­tor Ke- ajarannya ternyata tidak sesat, dan seba- musuhan sesama muslim memperebutkan
polisian Resort Kota Mojokerto (29/10/09) liknya, pihak Santriloka bisa membuktikan kesalahan, bukan kebenaran. Selain itu,
untuk diamankan dari amuk massa yang kesesatan para kiai, maka hukuman itu banyak kerusakan alam, banyak koruptor
gerah dengan aktivitasnya. Pemantauan juga berlaku bagi kiai beserta santri. “Kalau yang berkeliaran sehingga bencana tim-
Pos Kota, sebelum Gus Aan dievakuasi, pu- ulama itu yang sesat, maka harus dipotong bul bencaan di mana-mana. Alam bahkan
luhan warga memadati rumah Gus Aan leher mereka beserta para santri,” tambah- sudah tidak bersahabat dengan manusia.
yang sedang mengadakan pengajian ru- nya. Ketua MUI Jatim, KH ­ Abdus Shomad Dengan alasan tersebut, Santriloka berke-
tin tiap Kamis Kliwon malam Jumat Legi. Bukhori, pernah ­menyatakan bahwa ajaran inginan untuk meluruskan dan mengajar-
Mereka penasaran dan mulai berdatangan Santriloka adalah sesat. “Ajaran itu jelas jika kan kepada saudara-saudara kita tentang
selepas Magrib. Jumlah ini terus mem- menyalahi Islam. Dan ajaran itu harus dibu- Islam yang benar yang telah diamanahkan
bludak dan lurah setempat ­segera memin- barkan karena sudah melakukan penodaan oleh leluhur sehingga bangsa Indonesia
ta warga untuk membubarkan di­ri karena agama,” jelasnya. menjadi jaya seperti kejayaan Majapahit
sedang ada pertemuan antara pim­pinan Setelah empat hari bermalam di kan- dulu.
Santriloka bersama dengan beberapa in- tor kepolisian setempat, Gus Aan ­mengaku Nama Santriloka sendiri merupakan
stansi terkait. Tapi warga tak terima. Mereka bersalah dan melakukan pertobatan. kepanjangan dari “[S]osial, memegang
malah meminta spanduk yang berlabel- Ikh­tiar ini dilakukannya setelah Gus Aan [A]manat, dapat me[N]ata/ mengatur diri
kan Santriloka diturunkan dan penghuni ­mendapatkan bimbingan dari beberapa dan keluarga, [T]aat dan mentaati yang
dari rumah yang dijadikan markas ajaran pemuka agama dari Depag, MUI, serta benar, harus mempunyai [R]asa hormat
Santriloka diusir karena membuat warga NU Kota mojokerto. “Saya siap bertang- pada Guru, selalu [I]ngat akan diri dalam
malu dan resah. Karena situasi makin me- gung ­jawab dan memberikan pembinaan menjalankan [L]aku ilmu secara [O]ptimal
manas dan tidak terkendali, polisi dengan terhadap ratusan pengikut saya,” jelas- dan punya [K]ontribusi bagi umat maupun
dipimpin langsung Kapolresta Mojokerto, nya sebagaimana ditulis beritajatim.com negara..[A]min”---yang didaku sebagai sifat
Kombes Polisi Sulistyandri Atmoko menge- (02/11/09). Santrinya ditaksir berjumlah perguruan ini. Dalam situs tersebut juga
vakuasi Gus Aan untuk meredam amarah tujuh ratus orang dengan berbagai macam dipampang foto yang dinamai K.S Mustofa
dan aksi anarkis warga yang mungkin akan latar belakang. Mayoritasnya berasal Wly AS alias Pangeran Kuning yang amat
timbul. dari Mojokerto, sebagian dari Jombang. mirip dengan Gus Aan yang merupakan
Pada hari yang sama, aktivitas pade- ­Seba­gian santrinya merupakan pemuda pemimpin aliran Santriloka. Sayangnya,
pokan dihentikan sementara oleh per- ber­tato. Terdapat pula santri yang merupa- s­itus ini tidak bisa diakses per tanggal 29
angkat desa setempat menyusul keresa- kan mantan anggota DPRD Kota Mojoker­ Oktober, padahal beberapa hari sebelum-
han dan desakan penutupan oleh warga to dari Partai Demokrat. Meski demikian, nya, MRORI dengan mudah mengaksesnya
masyarakat. Penutupan ini dilakukan sete­ padepokan Santriloka tidak menetap kare- untuk penelusuran lebih lanjut.
lah terjadi dialog untuk mencari tahu ten- na keterbatasan dana dan tempat untuk Santriloka akhirnya resmi dibubarkan
tang ajaran Santriloka yang dikeluhkan dan mem­buat asrama pondok sebagaimana oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran
dituding sesat oleh sejumlah kalangan. lazimnya. Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem)
“Meskipun demikian, penutupan aktivitas Santriloka, seperti dipajang di situs Ko­ta Mojokerto setelah mengadakan per-
Santriloka masih menunggu hasil koordi- www.santriloka.net, merupakan kelompok temuan terkait status aliran Santriloka.
nasi dengan Bakorpkaem,” jelas Acim Dar- pengajian Ilmu Kalam yang hadir dari kea­ “Semua sepakat demikian (dibubarkan).
tasim, lurah desa Kranggan seperti dikutip daan dan kondisi bangsa Indonesia yang Hanya kapan pembubaran itu, kami meng-
oleh Pos Kota (29/10/09). sudah rusak, baik akhlak maupun tindakan- kaji,” kata Wakil Walikota Mojokerto Mas’ud
Meski bersedia ditutup, Gus Aan me- nya. Ilmu Kalam yang dimaksud di sini Yunus sepertur dikutip Seputar Indonesia
nolak ajarannya dikatakan sesat. Ia meng- adalah suatu bagian dari unsur al-Quran (03/11/09).
himbau agar padepokannya tidak ditutup dan menjadi sifatnya Allah sehingga tidak M
­seenaknya. Ia juga meminta agar semua mengerti dan tidak mengetahuinya karena

Aliran Pimpinan Sukarno Dituduh Cabul dan Sesat


Nurun Nisa’

S
ejumlah warga Dusun Tawangrejo, dikembangkan oleh Sukarno (45), warga Sukarno dengan ­ berkoordinasi dengan
Kec. Gumarang, Kab. Madiun yang Dusun Babadan. polisi setempat. Tetapi mereka pulang
tergabung dalam Forum Keadilan Mereka mengadu ke FKMB karena war- ­dengan tangan hampa. “Rumahnya kosong
Masyarakat Babadan (FKMB) mendatangi ga merasa resah dan tidak nyaman. Mereka dan sudah tak berpenghuni,” jelas Wagimin
kantor MUI setempat. ingin MUI yang mengeluarkan fatwa karena seperti ditulis lensaindonesianews.com
Melalui surat No. 5/eks. FKMB/X/09 upaya pihak kepolisian dan perangkat desa (14/10/09). Aparat desa sendiri, menurut
yang ditandatangani oleh Sutrisno sebagai setempat sebelumnya tidak memuaskan Wagimin, terkesan mendiamkan saja pada-
ketua dan Alim Prakoso selaku sekretaris masyarakat. Sebagaimana diketahui, warga hal warga meminta aliran Sukarno dibubar-
ini, warga mengadukan “aliran sesat” yang sebelumnya telah menggerebek rumah kan dan Sukarno selaku pemimpin aliran

The WAHID Institute 


■ Monthly Report on Religious Issues, Edisi XXIV, November 2009

mengaku sering didatangi Bung Hatta dan bagai jalan keluarnya salah satu murid laki-
Supriyadi (pahlawan asal Blitar, Red.) untuk lakinya diharuskan menikahi gadis terse-
Sukarno telah menghamili sungkem,” terang Sutrisno seperti dikutip but.
dua muridnya, Winarni (25) surabayapost.co.id (28/10/09). Selain itu, Terhadap aliran yang diperkirakan
hingga melahirkan seorang aliran Sukarno memiliki aktivitas yang ter- berjumlah tiga orang ini, KH. Abdul Mukti
golong berbeda dari warga kebanyakan. Sofwan dan KH. Mukaaromain Ihsan dari
anak yang kini sudah berumur Semua anggota diwajibkan berkumpul se- MUI Kab. Madiun menjanjikan tindak lan-
8 tahun dan Lina (27) yang tiap Senin dan Jumat tepat pukul satu dini jut, termasuk atas kegelisahan massa ter-
hari. hadap penyakit Sukarno yang akan terus
kini hamil 5 bulan. Yang memantik amarah, kata pria yang bertambah.
rumahnya tepat berada di depan rumah Su- KH. Abdul Mukti Sofwan usai pertemuan
ini ­ditindak tegas. karno itu adalah kenyataan bahwa Sukarno menyatukan pihaknya bakal melakukan
Pangkal keresahan warga adalah ajaran telah menghamili dua muridnya, Winarni koordinasi internal dan ­ berkoordinasi
dari Sukarno yang dinilai sesat oleh warga. (25) hingga melahirkan seorang anak yang de­ngan kepolisian dan Pemkab Madiun
Alian Sukarno, menurut penuturan warga, kini sudah berumur 8 tahun dan Lina (27) un­tuk menentukan langkah lebih lanjut.
setiap azan berkumandang, pengikutnya yang kini hamil 5 bulan. Winarni akhirnya “Kalau dari laporan yang diberikan itu jelas
dianjurkan menutup telinga. Pengikutnya dinikahkan dengan Sungkono, saudara sesat. Kami bakal cross check dulu setelah
bahkan tampak sinis dan terlihat mencibir ipar Sukarno sementara Lina dinikahkan melakukan rapat ­ internal,” jelas ketua MUI
ketika mendengar puji-pujian di masjid. dengan Jaiman, salah satu murid Sukarno. Kab. Madiun itu seperti dikutip oleh Radar
Selain itu, Sukarno dan pengikutnya sem- Keduanya dihamili atas dalih sebagai Madiun (28/10/09).
pat menyebarkan berita bahwa kelak akan syarat dalam melakoni ilmu ajarannya. Aksi Hal senada diungkapkan oleh KH.
muncul kerajaan, sementara Sukarno akan Sukarno berjalan mulus karena ketika ia Mukaaromain Ihsan. “Kami berterima
menjadi rajanya. “Sukarno juga mengklaim dituntut pertanggungjawaban oleh gadis kasih. Bukti ini akan kami pelajari sebelum
bisa berkomunikasi dengan roh para Nabi, yang dihamilinya, dengan enteng­ menurut mengeluarkan fatwa,” terang ketua bidang
bahkan sering naik ke langit tingkat tujuh penuturan Wagimin ia menjawab bahwa fatwa MUI Kab. Madiun ini.
untuk menemui Nabi Adam. Sukarno juga guru tidak boleh menikahi muridnya, se- M

Panggung Pengajian Wahidiyah Dirobohkan?


Nurun Nisa’

P
anggung berukuran 5x6 meter bagaimana ditulis surya.co.id (13/10/09). diri kepada Allah.
dengan tinggi 1,5 meter itu baru Alasan penolakannya, menurut se­ Penolakan ini, kata Kiai Kholiq, karena
akan digunakan pada Senin malam o­rang warga, adalah karena pengajian salah paham semata. Ia meminta maaf
(12/10/09). Tapi, malam sebelumnya ia ter- ini ­ menganggu sekitar. Di samping itu, kepada kades dan warga sekitar karena
lanjur luluh lantak dihajar ­pentungan kayu ­pengajian ini mengundang pertanyaan ­sebelumnya tidak berkoordinasi dengan
dan batu. Spanduk yang ada di ­panggung karena bacaannya tidak jelas dan tidak sama mereka. Sebagai warga, sebagaimana
lantas dicabuti dan kayu-kayu penyangga­ dengan warga sekitar. “Pengajian macam ­ditulis Antara News (12/10/09), mengiya-
nya dibuka. Tak berapa lama panggung apa. Ulama dan kiai di sini tidak mengajar- kan anggapan ini. Sebagai jalan ­tengahnya,
yang akan digunakan untuk pengajian kan amalan seperti itu,” kata warga lainnya. pengajian Wahidiyah dipindah ke desa se-
Salawat Wahidiyah itu pun ambruk. ­Seperti Warga mengeluarkan pendapat ini karena belah. “Daripada menimbulkan ­ persoalan
tidak puas, paku-paku yang ada lantas pengajian serupa pernah diselenggarakan dan dikhawatirkan terjadi bentrok fisik.
dicabut oleh orang-orang yang meng­ sebelumnya di desa sebelah. Kami mengalah dan akan pindah ke lokasi
hendakinya roboh. Ketua Departemen Pembinaan dan lain, di desa Ambat, sebelah timur desa
Penyiaran Wahidiyah Cabang Pamekasan, Bandaran,” lanjut Kholiq.
K Abdul Kholiq Fandi menyatakan bahwa Kapolsek Tlanakan AKP Bambang
“Kita bongkar panggung ini. yang dibaca adalah salawat biasa se- Soegiharto membantah perusakan terse-
Dan jangan biarkan pengajian bagaimana yang dibaca kaum muslimin but. “Tidak ada aksi perusakan, hanya tem-
pada umumnya dan bukan aliran sesat. Di- patnya dipindah ke desa lain dari rencana
ini digelar di desa kami” Ali -- akuinya memang ada perbedaan ­ dengan semula akan digelar di Desa Bandaran ke-
warga Desa Bandaran salawat yang jamak diamalkan namun mudian dipindah ke Desa Ambat Kecama-
perbedaan tidak sampai melanggar akidah tan Tlanakan,” kata Bambang Soegiharto se-
Mereka yang merobohkan panggung Islam. Di dalam ritual salawatan ini, ada bagaimana dikutip Antara News (12/10/09).
ini tak bersedia bila Desa Bandaran Kec. aturan-aturan khusus yang harus dilaku- Dengan pernyataan ini, Bambang ingin
Tlanakan Kab. Sumenep dijadikan tempat kan oleh sanga pengamal, dengan tujuan mengklarifikasi berita media yang mem-
pengajian yang akan menghadirkan KH. untuk meningkatkan kecintaan kepada publikasikan kabar perusakan tersebut.
Romo KH Hadratul Mukarrom Abdul La- Allah dan Rasul-Nya, yang dalam istilah “Kami sudah tiba di lokasi di Desa Ban­
tif, pengasuh Pesantren Kedunglo Kediri Wahidiyan (penganut Wahidiyah) disebut daran, akan tetapi tidak protes apa-apa.
yang merupakan tempat lahirnya Salawat dengan istilah “Mujadalah” yakni meng- Hanya tempatnya memang dipindah dan
Wahidiyah. “Kita bongkar panggung ini. hayati kehadiran Rasul dalam ­ dirinya saat itu yang memindah panitia sendiri karena
Dan jangan biarkan pengajian ini digelar membaca salawat. Soal tangisan-tangisan lokasinya sempit. Jadi bukan dirusak,” ka-
di desa kami,” kata Ali, salah seorang warga histeris para jamaah, menurut Kiai Kholiq, tanya.
setempat, dengan nada meledak-ledak se- adalah bentuk keikhlasan dan kepasrahan M

 The WAHID Institute


n Monthly Report on Religious Issues, Edisi XXIV, November 2009

Pengedaran Pin Nabi di Makassar


Syamsu Rijal Ad’han

B
aru-baru ini beredar pin yang cukup gam­baran. Bakan dalam satu kitab juga
unik. Pin itu bergambar beberapa dije­laskan bahwa Nabi Muhammad itu ke­ ”Jangan terprovokasi, bisa
sahabat Nabi khususnya Ali, keluarga tiaknya putih dan rambutnya panjang, itu
Nabi Fatimah, Hasan dan Husain dan yang juga menurutnya penggambaran, tapi ke-
jadi ini adalah ulah orang-
luar biasa diantaranya ada juga pin yang napa hal itu tidak dikritik. orang yang tidak suka pada
ber­gambar Nabi Muhammad SAW. Lalu Gambar Nabi dalam pin itu sendiri ­Islam, dan memang mau
siapa yang menyebarkan pin ini? Orang- ­me­nurut Anto menggambarkan Nabi pada
nya adalah Bahanda dan Irianto. Keduanya saat masih berusia 17 tahun, jadi belum
meprovokasi kita” (K.H.
sudah diamankan polisi masing-masing di di­angkat menjadi Nabi. Jadi sebenarnya Farid Wajidi, Ulama Sulsel)
rumahnya pada Rabu (14/10/09). Bahanda orang tersebut bukan melukiskan Nabi, ka­
dijemput di rumahnya kampung Romang rena Muhammad baru diangkat jadi Nabi but. Pelaku pengedaran pin menurutnya
pa­da usia 40 tahun. telah melanggar kitab ­ Undang-undang
Menurutnya di Iran benda- Bahanda sendiri mengaku sebagai Hukum Pidana, pasal 156 dan 157 tentang
penistaan agama. Pelaku diancam huku-
benda itu tidak dilarang pe­miliki pin. Pria kelahiran Bulukumba ini
man 2,5 tahun penjara. Menurutnya kasus
me­ngaku membawa pin tersebut dari Iran
diedarkan, ulama hanya tu­juh bulan lalu. Bahanda di Iran terdaftar ini mirip dengan kasus al-Qiyadah bebera-
menghimbau agar tidak sebagai pelajar pada jurusan Sastra Persia pa tahun lalu.
Di tempat lain ulama Sulsel, KH. Farid
diedarkan. di Hausa al-Mahdi Iran. Menurutnya saat
Wajidi mengingatkan agar masyarakat ­tidak
kembali ke Makassar ia membelinya untuk
Po­long, Somba Opu Kab. Gowa, sementara cinderamata, jumlahnya sekitar 50 buah. ter­pancing dengan beredarnya pin Nabi
Irianto di Jl. Andi tonro III No. 9 Makassar. Ia juga mengaku membawa 100 stiker ini untuk melakukan tindakan ­ kekerasan
Kedua orang ini, selama ini dikenal aktif ­ke­luarga Nabi Muhammad. Kesemuanya ter­hadap organisasi tertentu. ”Jangan ter-
di Jamaah Ahlul Bait Indonesia Makassar. te­lah dijual pada keluarga Ahlu Bait di provokasi, bisa jadi ini adalah ulah orang-
Irianto sendiri atau dikenal dengan Ustadz ­Makas­sar. Pin dan stiker dijual dengan har- orang yang tidak suka pada ­Islam, dan me­
Anto adalah salah satu ­mubalig dari Jamaah ga sepuluh ribu rupiah. mang mau meprovokasi kita”. Dia sepakat
Ahlu Bait Indonesia ini. Irianto dan istrinya Menurutnya di Iran benda-benda itu bahwa protes tetap ­ harus dilancarkan,
Mar mengaku bukan ­ pengedar dari pin tidak dilarang diedarkan, ulama hanya ka­re­na ini menurunkan martabat dan ke-
tersebut. Mereka hanya membeli­nya dari meng­­­­himbau agar tidak diedarkan. Menu­ hormatan ­ Islam, tapi ­ semuanya harus di-
Bahanda. Anto ­sendiri ­menyatakan, gam- rut­nya benda-benda tersebut dibuat seba­ lakukan ­dengan cara-cara yang cerdas dan
bar Nabi ­ Muhammad pada pin tersebut gai ekspresi kecintaan pada Nabi Mu­ham­ bermartabat.
kemungkinan hanya imajinasi seseorang mad SAW. Sementara itu Ustadz Baharuddin,
tentang Nabi muhammad. Ia ­ mengaku Sampai saat ini baik Anto maupun pim­pinan Muhammadiyah wilayah Sulsel
tak yakin bahwa gambar tersebut adalah Bahan­da, masih berstatus saksi dan sedang ­menyatakan ini adalah pendustaan atas
gambar dari Nabi Muhammad SAW. ”Tidak me­ngalami pemeriksaan yang intensif. Na- na­ma Rasul. Dia juga tidak sepakat kalau
ada seorang pun yang bisa memastikan mun keduanya masih bisa pulang ke rumah­ dikatakan bahwa itu gambar pada saat
bagaimana wajah Nabi Muhammad SAW. nya masing-masing. Menurut Kepala Seksi Nabi masih berusia 17 tahun, karenanya
Anto menandaskan, di internet ba­nyak Intelejen Kejaksaan Negeri ­Makassarseperti bukan menggambar Nabi, sebab menurut-
beredar gambar-gambar dari saha­bat dikutip Fajar, Didi Haryanto, siap mempro­ nya Nabi Muhamad sejak lahir sampai me­
Na­bi, menurutnya itu semua hanya peng­ ses pelaku yang mengedarkan pin terse- ninggal sudah diagungkan. M

Pemimpin Isti Raksa Rinjani Diadili


Yusuf Tanthowi & Nurun Nisa’

D
i Lombok Timur, nama Amaq Bakrie pemimpin perguruan Isti Jenar Gunung Jibril dan mendapat ijazah ajaran yang
atau Papuq Djunaidi atau Abdullah Reksa Rinjani Sanggar Puntung ini selama diberi nama Isti Jenar Raksa Gunung Rinjani.
tenar belakangan ini. Gara-garanya tiga kali. Pertama pada tahun 1975 dan “Isti Jenar” bermakna kebenaran yang ada
ia mengaku mengalami mikraj sehingga di- terakhir pada 2005. Mikraj pertama, kata di dalam tubuh kita, “Raksa” bermakna yang
daku Nabi. Dengan kabar ini, ia pun didatan- Amaq Bakrie, membuatnya bisa melewati akan kita pelihara dalam diri kita, “Gunung “
gi banyak kalangan; camat hingga pegawai langit ketujuh dan hatinya dibersihkan bermakna tubuh kita, dan “Rinjani” merupa-
Pemkab Lombok Timur (Lotim). Ajaran ini ketika hendak turun dari tempat tersebut. kan simbol manusia merupakan makhluk
menjadi kontroversi, menurut H. Muhasim, Proses mikraj ini dilaluinya dengan me- yang tertinggi derajatnya yang. Ajaran itu
karena pengalaman Amaq Bakrie yang ber- manjat tangga dengan dua anak tangga masih diajarkannya sampai kini.
beda dengan penduduk biasa diceritakan yang diketemukan di sebuah pohon hing- Mikraj ketiga, Amaq Bakrie mengaku
kepada orang lain, selain kenyataan bahwa ga menggapai langit ketujuh—pohon itu masuk ke dalam alam roh. Roh tersebut
ia memiliki pengikut atau jemaah. ditunjukkan oleh sebuah suara gaib. serempak memanggil Bapak ketika mereka
Mikraj yang dimaksud sudah dialami Mikraj kedua, ia dibawa langsung oleh bertemu dengan Bakrie. Abdullah meno-

The WAHID Institute 


■ Monthly Report on Religious Issues, Edisi XXIV, November 2009

meresahkan masyarakat—seperti lazimnya kepolisian juga akan memeriksa Amaq


“Orang boleh panggil saya alasan buat yang mengaku nabi di daerah Bak­ri pada Sabtu (24/10/09). Nampaknya
lain atau dianggap menyebarkan ajaran hal ini sengaja dilakukan karena beberapa
apa saja, tapi bukan saya yang
sesat—sehingga mesti diantisipasi. Alasan pendapat yang menyatakan perilakunya
mengatakan”. Amaq Bakrie lainnya adalah mengantisipasi pencema- aneh. “Seperti orang gila. Dulu jemaah-
ran agama. nya ada yang membawa senter siang hari,
lak, namun roh-roh tersebut memberikan
Dalam sidang tersebut terungkap, pokoknya banyak yang miring,” ujar kades
alasan bahwa bintang yang paling besar di
pada 18 Maret 2008 pernah menandata­ Sambelia ini yang diamini Mardi sekre-
langit adalah bintang Zohrah, dan bintang
ngani surat pernyataan tentang kekeliruan taris desa dan Saleh ketua BPD Sambelia.
itu ada pada dirinya.
ajarannya yang ­ditandatangani di hadapan ­Pernyataan senada datang dari ­seorang ibu
Ketiga pengalaman mikraj ini mem-
sejumlah pihak, termasuk KUA Kec. Sam- yang anak-anaknya bertetangga ­ dengan
bawa hasil yang secara eksplisit disebut
belia Kasri, SHI Bahkan pada butir keempat Amaq Bakrie.
oleh Amaq Bakrie sebagai wahyu. Wahyu
surat tersebut, Amaq Bakrie berikrar akan Berkas kasusnya pun sudah ditangani
yang dimaksud berupa lima hal; 1) bisa
melepaskan ajarannya tersebut. Ia mem- oleh Polsek Sambelia dengan pelapor Ca­
melihat langsung, merasakan, dan ber-
benarkan surat tersebut sembari menya- mat Sambelia. Camat melaporkan Amaq
interaksi dengan alam akhirat; 2) sempat
takan bahwa ia—ketika disidang—masih Bakri karena dianggap meresahkan masya­
berganti hidup; 3) menerima kedudukan
meyakini mikraj yang dialaminya dan ijazah rakat serta pencemaran agama. Polisi bah­
sebagai “Pande”, layaknya Pande Besi tapi
Isti Jenar Reksa Gunung Rinjani yang diteri­ kan sudah memeriksa beberapa saksi ahli
diperuntukkan bagi manusia, Pande Manu-
manya. Di sisi lain, ia mengaku siap me­ dari Depag, Bakorpakem dan MUI termasuk
sia; 4) menjadi Jawa’, penunjuk jalan yang
ninggalkan ajaran jika keyakinannya adalah juga sebagian keluarga Amaq Bakri.
benar; 5) sebagai “Nandang”, setiap ucapan
sesuatu yang salah. “Kasih tahu saya tempat Selain itu keluarga Amaq Bakri kini juga
yang dia katakan merupakan kebenaran,
kelirunya. Kalau salah, saya terima apa saja mendapat intimidasi dari salah satu pam-
penyeru amar ma’ruf nahi munkar.
hukumannya, hukuman mati sekalipun,” swakarsa di Lombok Timur. Kelompok itu
Dengan adanya wahyu ini, berkem-
jelas Bakrie di hadapan tim sebagaimana me­ngancam akan menyembeleh (Bahasa
bang isu bahwa Bakrie mengaku sebagai
ditulis Lombok Post (13/10/09). Sasak artinya menggorok leher atau mem-
nabi yang tak pernah diucapkannya secara
Beberapa hal lain, semisal kitab, turut bunuh) Amaq Bakrie jika ia tetap ­mengaku
langsung. “Orang boleh panggil saya apa
dikonfirmasi tim pemkab Lotim. Amaq Bak­ se­bagai nabi. Untuk itu mereka kini men-
saja, tapi bukan saya yang mengatakan,”
rie didampingi oleh Kadus Dasan Tinggi De­ cari perlindungan di Polsek Sambalia.
jelasnya.
sa Sambalia, Nasipuddin. Ia menjelaskan, Pengajian Isti Jenar biasanya dilakukan
Selain soal sebutan nabi yang tidak ber­
sese­orang harus menjadi pengikutnya du­lu tiga malam dalam seminggu, malam ­Senin,
asal darinya, tersebarnya ajaran ini turut
dan bersumpah baru diberikan kitab yang malam Rabu, dan malam Jumat. Kini jumlah
menjadi tanda tanya. Sebab, kata Bakrie,
asli. Untuk bisa memperoleh kitab yang di- jemaahnya yang rutin datang 40-an orang.
orang lah mendatanginya. Ingatannya ter-
terima oleh Amaq Bakrie tersebut, jemaah “Banyak yang dari jauh, dari Sikur dan Man-
tuju pada seorang mubalig dari Mataram.
harus datang saat pengajian di malam Ju- tang (Lombok Tengah),” ujarnya.
Belakangan ini memang pernah ada mu-
mat setiap hari kedua bulan Maulid ­dengan
balig yang datang ke tempatnya. Mengiku-
membawa senter sebagai syaratnya.
ti pengajiannya, dan berdiskusi dengannya. Camat melaporkan Amaq
Di hadapan tim tersebut, Amaq men-
Dia menduga mubalig ini yang mungkin Bakrie karena dianggap
jawab segala pertanyaan yang diajukan
menyebarluaskan pemikirannya yang kon-
troversial itu. “Dia memang merekam dan
ke­padanya dengan lugas dan polos—ka- meresahkan masya­rakat
dang-kadang diselingi dengan senyu-
katanya mau membuat jadi kaset,” ujarnya
man dari pihak tim pemkab. Kepala Kadus
serta pencemaran agama.
sambil menyebut mubalig dari Mataram
Dasan Tinggi Desa Sambalia, Nasipuddin
tersebut kepada Lombok Post (09/10/09).
menganggap sidang Amaq Bakrie kurang Tak ada ajaran khusus yang dia sampai­
Pria yang gemar mencari ilmu keba-
fair. Banyak pertanyaan yang diajukan ­tidak kan, tak ada kitab yang dia ajarkan, dan
tinan semenjak muda itu akhirnya menjadi
dimengerti Amaq Bakri sehingga ia kebi­ tak ada syarat khusus. Hanya dalam setiap
kontoversi. Pada kisaran tahun 1997 – 2000,
ngungan menjawabnya. Selain itu keyaki- per­temuan jamaah diajak zikir. “Kalau kuat
gara-gara mikrajnya yang pertama dan
nan tarekat yang diamalkan Amaq Bakri sampai 5000 kali, kami hanya membaca la
kedua, Amaq Bakrie mendapat ­banyak cer-
tidak bisa dinilai dari satu sudut pandang ilaha llallah,” katanya. Dalam ajarannya juga
caan, namun ia tidak mempermasalahkan-
saja—meskipun ia tak sependapat dengan tidak diharuskan datang mengaji tiap kali
nya. Ia sendiri pernah ­di sidang. “Saya ingat
ajaran mikraj Amaq Bakrie. pertemuan. Ajaran Sanggar Putung, cukup
itu tahun 1997 dan sembilan kali saya di
Tim Pemkab Lotim ini pada akhirnya diberikan sekali saja. “Setelah itu tinggal
sidang. Saya malu sekali saat itu, diper-
belum bisa mengambil putusan atas na- men­jaganya,” ujarnya.
tontonkan seperti maling,” ujarnya. Ia disi-
sib pria 15 cucu ini. “Kita akan kaji semua Dua tahun terakhir, kata Amaq Bakrie,
dang oleh kepala desa, camat, dan tokoh
hal ini. Nanti akan kami sampaikan. Mana sering didatangi mubalig untuk mengajak­
masyarakat.
ajaran yang menyimpang dan tidak, nanti nya diskusi dan bahkan mengajarknya kelil-
Atas kontoversi serupa, kali ini Amaq
hasilnya akan kita kasih tahu, ujarnya H. ing berdakwah. Dia pun pernah ikut, bahkan
Bakrie disidang lagi. Sidang ini digelar di
Muhasim. sampai menginap 40 malam. Ha­nya saja,
kantor Camat Sambelia oleh tim Pemkab
Kasus yang dialami Amaq Bakri ­ru­panya dari pengalamannya bergaul de­ngan dai,
dari Lotim. Tim ini dipimpin Asisten I Set-
akan berbutut panjang seperti yang dialami dia mengatakan, ajaran yang disam­paikan
da Lotim H. Muhasim. Di samping itu, ha-
Lia Eden, Yusman Roy, Ahmad ­ Musaddek, dia ibaratkan seperti botol. Apa yang ada
dir pula Kepala Satpol PP Sudirman, Kepala
dan lain-lain. Saat ini Amaq Bakri dita- di dalam botol semua ditumpah, apa yang
Bakesbangpol H Syarif Walitulloh, Kakande-
han dirumah sakit jiwa (RSJ) ­ Mataram. Ia dibaca di kitab, buku itu yang diberikan,
pag Lotim H Khairi, Camat Sambelia, kepala
diperiksa dan dibawa RSJ untuk ­memeriksa tanpa tahu maknanya. “Hanya mengucap-
desa setempat dan sejumlah tokoh agama
kondisi kejiwaannya sejak hari Kamis kan saja, tanpa tahu maknanya,” ujarnya.
dan masyarakat serta Kapolsek dan Koramil
(15/10) yang lalu. Menurut ­informasi, pihak M
Sambelia. Alasannya, ajaran Bakrie dinilai

10 The WAHID Institute


n Monthly Report on Religious Issues, Edisi XXIV, November 2009

12.000 Rok di Aceh Barat Bagi yang Bercelana Ketat


Nurun Nisa’
sialisasinya. kepada saya, tapi marahlah kepada Sang
“Mengatur boleh tidaknya Lalu bagaimana reaksi perempuan se- Pencipta yang telah menginstruksikan ke-
memakai celana bukan bagai objek pelarangan ini? Cut Mariana pada seluruh manusia di muka bumi untuk
(32), warga Meulaboh, menilai larangan menggunakan busana sesuai dengan SI
urusan bupati. Masih ­banyak ini aneh. “Mengatur boleh tidaknya me- dan menurup aurat,” tandasnya.
masalah-masalah yang harus makai celana bukan urusan bupati. Masih Pelarangan celana ketat dan prosedur
diatur...”. Cut Mariana ­banyak masalah-masalah yang harus diatur, pengguntingannya ini akan dituangkan
­misalnya dana yang tidak beres penggu- dalam bentuk perbup (peraturan bupati)

B
upati Aceh Barat meluncurkan ke- naannya. Ngapain mikir masalah perempuan sesuai dengan hasil seminar yang akan di-
bijakan pelarangan bagi perempuan pakai rok,” jelas Mariana sebagaimana diku- gelar. Akan tetapi, menurut M Juned, Kepala
muslim yang berada di wilayah ini tip Kompas.com (29/10/09). Mariana juga Dinas Syariat Islam dan Pemberdayaan Aceh
memakai celana ketat atau celana jeans. mempertanyakan dana pengadaan tujuh Barat, Perbup ini mesti terlebih dahulu oleh
Bagi yang melanggar, celana panjangnya ribu rok. Katanya, daripada untuk menye- gubernur Aceh. Jika tidak, maka perbup
akan digunting dan diganti dengan rok diakan rok, lebih baik untuk fakir miskin. tidak akan bisa diimplementasikan.
yang disediakan secara gratis oleh Pemkab Asmaul Husna, mahasiswi dari Meulaboh, Mendagri Gamawan Fauzi sendiri ber-
Aceh Barat. Kebijakan ini akan efektif per 1 memiliki pendapat hampir senada; bahwa harap agar daerah lain tak perlu meniru
Januari 2010. ini kebijakan yang aneh. Baginya, makin Ramli. “Itu kita serahkan kepada masing-
“Jika ada wanita muslimah yang ­terkena dikekang, justru makin dilanggar. masing daerah. Tapi tidak perlu diatur sam-
razia petugas Wilayatul Hisbah (WH), maka Iman Setiabudi, Koordinator Flower Aceh pai bahan pakaiannya. Yang perlu adalah
kepadanya diberikan rok sedangkan ce- Barat, menilai kebijakan soal ­ berpakaian prinsip-prinsip berpakaian, yang pen­ting
lana panjangnya langsung digunting di ­belum diperlukan. Yang paling penting ber­sih dan menutup aurat bagi yang
tempat razia,” jelas Bupati Aceh Barat, ­­Ramli adalah bagaimana menyejahterakan ­rakyat, ­ber­agama ­ Islam,” kata Gamawan di Jakarta
S, sebagaimana dikutip serambinews.com membenahi birokrasi di ­ pemerintahan, se­perti ditulis ­serambinews.com (30/10/09).
(26/10/09). Peraturan ini tidak berlaku bagi dan hal-hal yang menyangkut publik se-
warga nonmuslim tapi mereka diminta un- cara umum terlebih dahulu—termasuk “Daerah lain tidak perlu
juga transparansi. “Misalnya transparansi
tuk menyesuaikan diri dengan peraturan
­pengadaan barang dengan tender proyek
meniru Aceh Barat’
ini.
Sanksi ini juga akan diberlakukan kepa- yang baik, membuat masyarakat tak miskin Gumawan Fauzi
da laki-laki yang bercelana pendek ­sehingga lagi, dan banyak lainnya,” ujar Iman ­ seperti
auratnya terlihat oleh orang lain. Tapi tak ditulis tempointeraktif.com (30/10/09). Iman Stok rok sudah mencapai tujuh ribu
jelas, apakah mereka juga akan diberikan menghimbau agar masyarakat Aceh Barat dalam berbagai ukuran yang diterima
rok karena belum ada kabar soal celana tidak terlalu serius menanggapi isu ini pada Oktober lalu. Sisanya, sebanyak lima
gratis. Senasib dengan ini adalah teknik pe- karena dikhawatirkan akan mengalihkan isu ribu potong, akan tiba dari Jakarta pada 26
motongan celana yang terkena razia. Bupati lainnya yang menyangkut transparansi ke- ­November nanti. Rok tambahan ini, kata
yang terpilih melalui jalur independen itu bijakan dan kontrol terhadap kebijakan. Ramli, ­berasal dari sumbangan sejumlah der-
menyatakan bahwa teknis dan mekanisme Ketua Forum Ulama Perempuan Kab. mawan yang peduli terhadap penegakan SI
yang dimaksud masih dikaji secara men- Aceh Barat, Ummi Hanisah, menyatakan di Aceh Barat. Sumbangan inilah yang dikri-
dalam oleh WH setempat. bahwa pelarangan ini patut didukung ka­ tik oleh ­Jaringan Masyarakat Sipil karena di-
Kebijakan pelarangan ini, menurut re­na Islam mewajibkan pemeluknya un- anggap gratifikasi yang mesti dilaporkan ke-
Ramli, didasarkan pada hasil musyawarah tuk berbusana yang menutup aurat. Akan pada yang berwenang. “Nah, karena Bupati
ulama yang dilakukan pada pertengahan tetapi, peraturan pelarangan ini mesti Ramli MS sudah menerima pemberian dari
2007. Pada saat itu, para ulama meminta disosialisasikan terlebih dahulu sehingga pihak lain, yang dia sebut dermawan, maka
umara (pemerintah) proaktif menegakkan saat diterapkan nantinya masyarakat tak dia harus segera melaporkan bantuan rok
SI di Aceh Barat. merasa terkejut dan komplain. “Saya harap itu ke KPK untuk ditentukan status hu-
Selain terkena resiko dipotong, pemakai terobosan ini tidak hanya berlaku di Aceh kumnya, apakah termasuk gratifikasi atau
celana ketat ini juga bakal kena diskriminasi; Barat, tetapi juga harus berlaku di seluruh bukan,” terang Abdul Jalil, Koordinator JMS
tak dilayani birokrasi. Bupati mengeluarkan Aceh,” terang Ummi Hanisah seperti ditu- Aceh Barat seperti ditulis serambinews.com
larangan ini karena mereka yang berbusa- lis ­serambinews.com (30/10/09). Misdariah, (06/11/09). Kewajiban lapor ini didasarkan
na ketat, lebih-lebih perempuan, tidak etis yang pernah menjadi anggota Himpunan pada UU No. 30 Th. 2002 tnetang KPK Bab III
berkeliaran di ranah publik seperti di kan- Mahasiswa Islam, bersetuju. Alasannya, tentang Tata Cara Pelaporan dan Penentuan
tor-kantor pemerintahan sehingga wajar membuat perempuan lebih feminin dan Status Gratifikasi sementara soal gratifikasi
jika mereka tak perlu dilayani. “Pejabat yang sedikit lebih dihormati atau dihargai. Ia pun diatur oleh UU No. 20 Th. 2001 tentang Tin-
melanggar aturan yang telah ditetapkan ini tidak canggung lagi ketika melakukan aktivi­ dak Pidana Korupsi bagian Penjelasan Pasal
akan saya copot dari jabatannya,” jelas Ramli tas seperti laki-laki kebanyakan ketika me- 12 B tentang Gratifikasi.
lagi. makai rok. “Biasa aja lagi dan lebih nyaman Tak jelas bagaimana bentuk rok yang
Seperti belum cukup, Ramli juga kalau pakai rok. Cobalah,” terangnya seperti sesuai SI itu karena sang bupati belum mem-
­melarang para pedagang di Aceh Barat dikutip rakyataceh.com (31/10/09). perkenankan wartawan untuk ­ mengambil
menjual baju ketat yang tidak sesuai Terhadap reaksi negatif yang diperkirakan gambar terhadap rok yang dimaksud. Ia
­dengan busana SI. “Apabila kedapatan, akan akan muncul dari kelompok perempuan, mengaku tempat penyimpanannya masih
ditindak tegas,” cetusnya. Akan tetapi hal ini Bupati menjawab santai. “­Kalaupun ada dirahasiakan.
masih dikaji secara mendalam, termasuk so- pihak-pihak yang marah, ­ janganlah marah M

The WAHID Institute 11


ANALISIS
1. Seri penyesatan terhadap mereka yang menyimpang dari kebiasaan nampaknya terus bergulir. Baha’i (Tulungagung),
­Wahidiyah (Madura), Amaq Bakrie (Lombok), Sukarno (Madiun), Santriloka (Mojokerto) dicap sesat dengan stempel MUI.
Dalihnya bermacam-macam; tidak termasuk dalam kategori agama resmi, memiliki ritual yang berbeda dengan pemahaman
Islam arus utama, berbau Kejawen tetapi formula penyelesaiannya tetap sama. Yakni, fatwa sesat MUI dikeluarkan, tertuduh
diamankan oleh kepolisian setempat lalu aliran sesat dibubarkan oleh Bakorpakem.
2. IMB untuk mendirikan rumah ibadah masih merupakan persoalan pelik, terutama bagi kaum minoritas. Mereka mesti
­memperoleh dukungan dari jemaat dan penduduk di sekitar, di samping surat izin dari RT/RW sesuai dengan Peraturan
­Bersama Menteri Agama (Menag) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No. 9 dan No. 8 Th. 2006 yang salah satunya ­mengatur
tata cara pendirian rumah ibadah. Tetapi ketika syarat sudah terpenuhi dan IMB sudah keluar setelah mendapat tanda tangan
dari pihak berwenang bukan berarti segalanya akan berjalan lancar. Kasus pencabutan IMB di Purwakarta membuktikan
bahwa IMB yang sudah didapat dicabut kembali oleh bupati—sesuatu yang musykil karena bupati tak mungkin mmberikan
izin jika sang pemohon IMB tidak memnuhi persyaratan. Dugaan paling mungkin adalah desakan pihak tertentu sehingga
membuatnya mengeluarkan kebijakan aneh.
3. Yang mencita-citakan negara Islam ternyata bisa menyelenggarakan aktivitas besar dengan massa yang besar pula serta
dengan bebas mendeklarasikan Sumpah Mahasiswa Islam yang dipublikasikan di media massa. Yang lebih parah, acara ini
didukung oleh mereka-mereka yang terkait langsung dengan negara; kementerian negara dan universitas negeri dolongan
elit. Anehnya, hanya ada tindakan aparat kepolisian yang menolak. GBK dijadikan tempat acara tanpa menyatakan dengan
tegas bahwa acara yang dimaksud telah mempromosikan ideologi yang lain, yang bukan ideologi resmi negara.
4. Masyarakat, termasuk tokohnya, nampaknya memiliki cara pandang yang kurang proporsional terhadap perkara moralitas.
Miyabi dilarang oleh semua kalangan, tak terkecuali ormas semacam MUI yang bergerak di wilayah agama, dalam kapasitas-
nya sebagai ikon pronografi paling digemari di negeri ini meskipun ia bermain dalam film kategori bukan porno. Hal yang
sama kurang ditunjukkan oleh MUI menyikapi poligami; MUI hanya mengecam, bukan melarang keras seperti pada kasus
Miyabi. Padahal, poligami adalah sama tidak beradabnya dengan pornografi yang tidak dikontrol distribusinya.
5. Aparat pemerintah tampak masih menekankan syariat yang simbolik ketika hendak menerapkan Syariat Islam (SI). Simbol
ini, misalnya, kepada pendisplinan tubuh perempuan karena ia dianggap berbahaya sehingga harus ditutup dengan meng-
gunakan berbagai macam peraturan—yang kadang tak masuk akal. Dulu, keinginan ini dimanifestasikan dengan peraturan
wajib jilbab, kini rok disediakan secara gratis untuk urusan menutup aurat. Bahkan yang tak memakai rok tidak dilayani oleh
birokrasi pemerintahan, yang menjual celana ketat ditindak tegas. Masalah lain-lain, menyangkut kesehatan dan pendidikan
yang lebih subtansial dan menyangkut hajat hidup orang banyak, kurang mendapat tempat.

REKOMENDASI
1. Negara dan elemen masyarakat perlu memikirkan formula baru untuk menyelesaikan soal perbedaan di masyarakat yang
dianggap sebagai kesesatan. Cara-cara konvensional yang melibatkan MUI, kepolisian, Bakorpakem tak cukup efektif di
­lapangan. Buktinya, hampir di setiap kejadian yang bermuara pada soal sesat-menyesatkan, kekerasan seringkali menjadi
pilihan. Pada aras ini perlu diperkuat kesadaran dan pendidikan yang menekankan perlunya menerima perbedaan, menerima
kehadiran lain yang tidak seragam. Upaya penggiringan pada tindak kriminal hanya perlu dilakukan pada tindakan yang
murni kriminal seperti dugaan pencabulan.
2. Aparat berwenang perlu menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang menginginkan Baha’i dibubarkan karena berdasarkan
Keppres RI No. 69 Th. 2000 ia bukan merupakan organisasi yang terlarang. Posisi ini perlu ditegaskan karena dalam masyarakat
Baha’i justru dibenturkan dengan posisinya yang tidak masuk kategori enam agama resmi atau malah memaksakan Baha’I
sebagai aliran menyimpang dengan doktrin Islam sebagai tolok ukurnya.
3. Kepala daerah mesti tegas dan independen dalam menegakkan Peraturan Bersama Menteri Agama (Menag) dan Menteri
Dalam Negeri (Mendagri) No. 9 dan No. 8 Th. 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah
dalam Pemliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah
Ibadat. Tak ada yang boleh mengintervensi keputusannya, termasuk elemen masyarakat, sehingga keputusan yang sudah
diteken kemudian bisa dicabut kembali. Sebab, kepala daerah bertugas berdasarkan peraturan, bukan tekanan.
4. Pemerintah perlu melakukan pengawasan terhadap kelompok yang terindikasi melakukan perlawanan terhadap dasar ­negara
kita, termasuk di dalamnya mahasiswa yang getol mempromosikan ideologi tertentu yang menolak Pancasila. Pengawasan
ini hendaknya juga ditujukan kepada aparatur negara seperti menteri/kementerian tertentu dan juga institusi pendidikan,
khususnya yang masuk kategori universitas negeri—jangan sampai uang negera digunakan untuk melawan negara.
5. Mengajak masyarakat agar bersikap proporsional terhadap polemik berkaitan dengan dengan moralitas. Miyabi sebagai ikon
pornografi (dengan distribusi produknya yang tidak diatur) adalah sama berbahaya dengan kelompok atau klub yang ingin
memasyaratkan poligami. Memasyarakatkan poligami secara terang-benderang merupakan kekerasan berjamaah terhadap
perempuan, seperti halnya pornografi merusak generasi masa depan jika distribusinya tidak diperhatikan.
6. Aparat pemerintah hendaknya memikirkan dan mengejawentahkan syariat Islam (SI) dalam regulasi dengan titik tekan pada
SI yang subsantsial. Misalnya, soal kesehatan dan pendidikan yang pro rakyat miskin, penurunan kematian angka ibu dan
anak, dan pemerintah yang bersih dan transparan. Urusan-urusan ini, selain menyangkut hajat hidup orang banyak melebihi
jilbab dan rok juga selaras dengan SI karena aparat pemerintah adalah abdi rakyat.